00:00Hangat di rel LRT Jakarta, dingin di peta politik 2029.
00:04Mengapa duet Prabowo-Pramono sulit terwujud?
00:07Momen keakraban Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta,
00:12Pramono Anung, saat peresmian LRT Rute Kelapa Gading Manggarai,
00:17Rabu, 16 September 2026 mencuri perhatian publik.
00:20Prabowo secara terbuka memuji kepemimpinan Pramono.
00:24Sinyal positif ini kian diperkuat oleh kebijakan Pemprov DKI
00:28yang menetapkan tarif promosi LRT sebesar Rp8.000 selama 8 hari,
00:34angka yang kental simbolisme terhadap Prabowo.
00:37Namun, kehangatan tersebut dinilai berbanding terbalik
00:40dengan peluang koalisi keduanya pada Pilpres 2029.
00:44Pengamat komunikasi politik Henry Satrio menilai interaksi mesra ini
00:48murni sebatas etika dan komitmen kenegaraan.
00:51Menurutnya, gestur seremonial di peresmian fasilitas publik tersebut
00:55sulit bertransformasi menjadi kerjasama politik real di gelanggang Pilpres.
01:00Penghalang utamanya adalah kalkulasi elektoral
01:03serta kepentingan jangka panjang partai politik.
01:07Pada periode 2029 hingga 2034,
01:10Prabowo menjalani masa jabatan terakhirnya
01:13dan tidak bisa maju lagi di pemilu 2034.
01:16Hal ini membuat Partai Gerindra cenderung enggan
01:19menggandeng figur dari partai lain
01:21demi menjaga dominasi dan keselamatan elektoral partainya sendiri.
01:25Henset menambahkan,
01:27jika Pramono menjadi wakil presiden dan menang,
01:30posisi PDI perjuangan justru akan semakin membesar menuju 2034.
01:34Pertimbangan strategis inilah yang diakini
01:37mengunci rapat peluang koalisi Prabowo-Pramono.
01:40Pada akhirnya,
01:41keakraban di perlintasan LRT
01:43diperkirakan hanya bertahan sebagai bentuk kehormatan
01:45antar pemimpin tanpa menembus dinamika koalisi 2029.
01:54Terima kasih telah menonton!
Komentar