Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Hangat di Rel LRT Jakarta, Dingin di Peta Politik 2029: Mengapa Duet Prabowo-Pramono Sulit Terwujud?

Link terkait:
https://www.suara.com/news/2026/09/17/211120/hangat-di-rel-lrt-jakarta-dingin-di-peta-politik-2029-mengapa-duet-prabowo-pramono-sulit-terwujud

Momen peresmian LRT Kelapa Gading-Manggarai pada Rabu (16/9/2026) yang memperlihatkan keakraban Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyita perhatian publik.
Meski diwarnai pujian terbuka dan penetapan tarif khusus Rp8, gestur positif ini dinilai sulit berlanjut ke gelanggang Pilpres 2029.

Pengamat komunikasi politik Hendri Satrio menilai kehangatan tersebut murni sebatas bentuk penghormatan antar-pemimpin. Kalkulasi elektoral dan kepentingan jangka panjang Partai Gerindra diprediksi menjadi pengganjal utama terwujudnya koalisi Prabowo-Pramono di masa depan.

#DuetPrabowoPramonoPilpres2029 #KoalisiGerindraDanPramono

Creative/Video Editor: Icha/Michael
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Hangat di rel LRT Jakarta, dingin di peta politik 2029.
00:04Mengapa duet Prabowo-Pramono sulit terwujud?
00:07Momen keakraban Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta,
00:12Pramono Anung, saat peresmian LRT Rute Kelapa Gading Manggarai,
00:17Rabu, 16 September 2026 mencuri perhatian publik.
00:20Prabowo secara terbuka memuji kepemimpinan Pramono.
00:24Sinyal positif ini kian diperkuat oleh kebijakan Pemprov DKI
00:28yang menetapkan tarif promosi LRT sebesar Rp8.000 selama 8 hari,
00:34angka yang kental simbolisme terhadap Prabowo.
00:37Namun, kehangatan tersebut dinilai berbanding terbalik
00:40dengan peluang koalisi keduanya pada Pilpres 2029.
00:44Pengamat komunikasi politik Henry Satrio menilai interaksi mesra ini
00:48murni sebatas etika dan komitmen kenegaraan.
00:51Menurutnya, gestur seremonial di peresmian fasilitas publik tersebut
00:55sulit bertransformasi menjadi kerjasama politik real di gelanggang Pilpres.
01:00Penghalang utamanya adalah kalkulasi elektoral
01:03serta kepentingan jangka panjang partai politik.
01:07Pada periode 2029 hingga 2034,
01:10Prabowo menjalani masa jabatan terakhirnya
01:13dan tidak bisa maju lagi di pemilu 2034.
01:16Hal ini membuat Partai Gerindra cenderung enggan
01:19menggandeng figur dari partai lain
01:21demi menjaga dominasi dan keselamatan elektoral partainya sendiri.
01:25Henset menambahkan,
01:27jika Pramono menjadi wakil presiden dan menang,
01:30posisi PDI perjuangan justru akan semakin membesar menuju 2034.
01:34Pertimbangan strategis inilah yang diakini
01:37mengunci rapat peluang koalisi Prabowo-Pramono.
01:40Pada akhirnya,
01:41keakraban di perlintasan LRT
01:43diperkirakan hanya bertahan sebagai bentuk kehormatan
01:45antar pemimpin tanpa menembus dinamika koalisi 2029.
01:54Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan