Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Bikin Ruangan Riuh! Rocky Gerung Sentil Foto Wapres Gibran: Otaknya Perlu Di-Charge?!

Pengamat politik Rocky Gerung kembali menarik perhatian publik lewat kritik tajam berbalut satire saat menyampaikan orasi ilmiah di hadapan ratusan mahasiswa. Dalam forum yang awalnya membedah topik ekologi berpikir, inovasi, hingga kecerdasan buatan (AI), Rocky mendadak menyoroti baliho besar Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di latar panggung.

Ia membandingkan simbol lampu pijar di belakang foto Prabowo dengan gambar stasiun pengisian daya (charging) mobil listrik yang berada di dekat foto Gibran. Sembari berseloroh, Rocky mempertanyakan apakah otak sang Wapres masih perlu diisi daya, yang seketika memicu gelak tawa dan keriuhan audiens. Sindiran visual ini disampaikan Rocky sebagai bagian dari pancingan diskusi kritisisme dan dinamika berpikir ilmiah di lingkungan kampus.

#RockyGerung #GibranRakabuming #WapresGibran

Creative/Video Editor: Aqilah/Evan
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Selebihnya adalah upaya untuk memastikan bahwa
00:03patent hanya bisa tumbuh
00:05atau inovasi hanya bisa tumbuh
00:08di dalam ekologi di mana kemampuan berargumentasi dengan otak itu
00:14dijaga oleh kampus.
00:18AI itu bukan artificial intelligence.
00:21AI itu adalah community intelligence.
00:23Hasil percakapan intelektual
00:27menghasilkan prom, lalu dibaca oleh AI.
00:30Jadi kalau kita terus-menerus mempromosikan Indonesia buruk,
00:34AI akan bilang disertasimu juga akan buruk.
00:39Karena kita akan dimanipulasi oleh AI.
00:41Anda cari data AI, AI bilang oke.
00:44Gue cari apa data yang diucapkan netizen tiap hari.
00:48Jadi,
00:51Pak Prabowo.
00:58Tanda kita berpikir adalah lampu ini.
01:01Benar kan?
01:02Ini tanda kita berpikir.
01:04Ada cahaya di otaknya.
01:15Ada Pak Gibran.
01:19Ini saya gak tahu kenapa panitia.
01:24Disitu di belakangnya ada lampu pijar.
01:27Di belakang Pak Gibran
01:29ada charging mobil.
01:35Apakah otak Pak Gibran itu masih perlu di charge?
01:48Kita mengucapkan itu
01:50bukan dalam
01:51ledek-ledekan,
01:53tapi secara faktual
01:55orang bertanya.
01:57Jumlah IQ disitu,
01:58ditambah jumlah IQ disitu,
02:00dirata-ratakin berapa?
02:0178.
02:04Jadi otak kita
02:07diolah untuk memikirkan sesuatu
02:09dengan kritisisme.
02:11Bukan dengan maksud
02:12komposisi segala macam,
02:13enggak.
02:14Tapi kita tahu bahwa nanti
02:16politik pasti akan ditanyakan,
02:17tapi tadi betul Pak Superman.
02:19Silahkan bicara politik,
02:21tapi dengan kekuatan argumentatif.
02:23Kita hanya mungkin
02:25menghasilkan disertasi
02:26di dalam lingkungan yang argumentatif.
02:29Sama aja.
02:31Oke itu
02:32ya Pak Gibran apa kabar?
02:36Pak Gibran
02:37berhak untuk jadi presiden.
02:41Hak untuk jadi presiden.
02:43Tapi hak patenya ada di situ.
02:48hak patenya ada di sini.
02:50Tapi begitu dijadikan public domain,
02:54patenya berubah menjadi paten rakyat.
02:56Rakyat akan menentukan.
02:58Sebelum saya ngacuk lebih jauh,
02:59saya cukupin di sini.
03:00Terima kasih.
03:00Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan