Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa ke Suahasil Nazara menjadi perhatian pasar keuangan Indonesia.

Sempat merespons positif setelah pelantikan, IHSG kemudian kembali melemah.

Dalam sepekan hingga penutupan perdagangan 18 September 2026, IHSG tercatat turun 1,53%, sementara investor asing masih mencatatkan arus keluar dari pasar saham Indonesia.

Apa yang sebenarnya dinanti investor dari Menteri Keuangan baru?

Seberapa penting kredibilitas APBN, disiplin fiskal, pengelolaan utang, serta keberanian pemerintah menentukan prioritas anggaran?

Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryata membahas respons pasar terhadap pergantian Menkeu, tekanan suku bunga global, pergerakan rupiah, saham perbankan, hingga prospek IHSG kedepan bersama Kompas Bisnis.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Novaltri

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/691806/full-pakar-soal-sepekan-suahasil-jadi-menkeu-ihsg-turun-1-53-pasar-menanti-arah-kebijakan-baru
Transkrip
00:10Intro
00:14Saatnya ada menyaksikan Kompas Bisnis, Saudara bersama saya Yan Rahman.
00:17Saudara setelah Presiden Prabowo Subianto melantik Menteri Keuangan yang baru di setana pada Senin 14 September pekan lalu,
00:24pasar saham sempat merespons positif dengan reboundnya IHSK.
00:28Namun ini tak bertahan lama, keesokan harinya IHSK kembali koreksi dengan saham Big Banks yang menjadi pemberat.
00:35Pertanyaannya, bagaimana pasar merespons pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhisa Dewa ke Suhasil Nazara?
00:42Namun jika melihat pergerakan indeks saham yang terus memerah, tampaknya pasar masih menanti arah dan juga kepastian kebijakan yang akan
00:51dilakukan Suhasil Nazara.
00:53Melanjutkan atau memiliki terobosan baru yang memihak kepada pasar, tentu hanya waktu yang bisa mengujinya.
01:01Meski demikian, Suhasil pada konvers APBN kita yang perdana dipimpin olehnya,
01:06menyebutkan bahwa pasar keuangan Indonesia mulai menunjukkan pada tanda pemulihan yang ditandai dengan berbaliknya arus modal asing dan penguatan IHSK.
01:17Pemulihan pasar saham perlu terus didukung dengan peningkatan kredibilitas pasar, termasuk melalui penerapan kaedah yang telah dijalankan oleh OJK.
01:27Berikut pernyataan lebih lengkap dari Menteri Keuangan Suhasil Nazara.
01:31Ke saham, saham bagaimana? Saham itu masih outflow 70,7 triliun dari saham-saham Indonesia.
01:41Nah ini tentu yang harus kita perbaiki, kita meminta kalau nanti pasar saham kita menjadi lebih kredibel, kuncinya adalah kredibilitas
01:51pasar saham.
01:52Kalau pasar saham kita kredibel, maka para investor akan lebih yakin untuk membeli saham-saham Indonesia.
02:01Nah meskipun saham itu masih outflow 70,7 triliun, tetapi untuk triwulan tiga, dia sudah mulai inflow 2,9 triliun
02:14rupiah.
02:15Jadi ini ada suatu pergerakan yang baik dan tentu ini yang harus kita pantau terus dan kita lihat bagaimana hubungan
02:24antara pasar keuangan Indonesia dengan pasar keuangan global.
02:29Saudara lalu apa yang dimaksud oleh Suhasil dengan meningkatnya arus modal? Kita lihat data berikut ini.
02:35Di mana ada data terkait dengan arus modal 2026 hingga 11 September tahun ini.
02:40Ini merupakan data yang diambil dari APBN kita pada September 2026 yang telah disampaikan oleh Menteri Keuangan yang baru Suhasil
02:48Nazara.
02:48Di mana kita lihat di sini instrumen-instrumennya ada SBN, SRBI dan juga saham begitu.
02:54Yang dimaksud arus modal inflow itu ada di dua instrumen, ada SBN di mana ini terpantau ataupun data ini tampak
03:03ada sekitar 40,8 triliun rupiah yang masuk ke pasar Indonesia.
03:09Sementara di SRBI ini lebih besar lagi begitu yang masuk ke Indonesia, 171,6 triliun rupiah.
03:17Sementara di antara SBN, SRBI hanya saham begitu yang outflow ini keluar asing sebesar 70,7 triliun rupiah.
03:28Sementara akumulasi hingga 11 September 2026 saudara ini sebesar 141,6 triliun rupiah.
03:36Ini merupakan data yang diambil dari APBN kita yang telah disampaikan oleh Menteri Keuangan Suhasil Nazara.
03:42Kalau dilihat saudara data saham ini jadi satu-satunya dengan investor asing dengan tren yang terus keluar di mana Suhasil
03:50bilang kredibilitas pasar saham menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong investor kembali masuk ke pasar saham Indonesia.
03:57Lalu bagaimana saudara arus dana asing selama sepekan terakhir di pasar saham Indonesia setelah Suhasil dilantik jadi Menteri Keuangan kita
04:04lihat data berikut ini.
04:05Nah kalau kita lihat saudara ini sayangnya asing lagi-lagi keluar dari pasar saham Indonesia dari data yang diambil dari
04:12RTI Business begitu dalam waktu sehari saja pada penutupan perdagangan hari Jumat pekan lalu pada 18 September 2026 asing terpantau
04:20keluar lumayan banyak 1,79 triliun rupiah.
04:24Sementara kalau kita tarik lebih jauh lagi selama sepekan terakhir asing keluar lebih besar lagi sebesar 1,84 triliun rupiah.
04:33Selain masih menunggu kebijakan ataupun arah kebijakan Menteri Keuangan yang baru sejumlah analis memperkirakan harga minyak yang tinggi hingga kebijakan
04:43The Fed menaikkan suku bunga jadi penentu langkah investor asing.
04:47Lalu bagaimana dengan kinerja IHSG selama sepekan terakhir kita lihat data berikutnya.
04:51Nah disini kita lihat bahwa selama sepekan IHSG juga terpantau tertekan saudara masih melanjutkan pekan yang merah membara dari 5
04:58hari kerja 4 hari diantaranya memerah.
05:01Kalau kita melihat disini di tanggal 18 September di penutupan perdagangan di hari Jumat pekan lalu IHSG terpantau di level
05:10ataupun turun ke level 6.441 ini turun sebesar 0,33% dibandingkan hari sebelumnya sebesar 6.000 ataupun di
05:20level 6.462.
05:23Kalau kita tarik lebih jauh lagi selama sepekan saudara ini IHSG di hari Senin ditutup di angka ataupun di level
05:306.500an tempatnya di 6.534 ini kala itu ketika Swasil Nazara dilantik menjadi Menteri Keuangan yang baru.
05:39Namun keesokan harinya saudara IHSG terpantau turun di 6.461 kemudian di keesokan harinya di hari Rabu IHSG kembali turun
05:48di level 6.436 naik tipis di hari Kamis 17 September di level 6.462 dan turun lagi di penutupan
05:58perdagangan pekan lalu di 6.441.
06:01Dan selama sepekan ini artinya IHSG turun sebesar 1,53% amblesnya saham big caps seperti AMMN, BMRI, DSSA hingga
06:12Bumi jadi pemberat IHSG.
06:14Lalu bagaimana saudara dengan nilai tukar rupiah setelah Swasil Nazara menjabat sebagai Menteri Keuangan kita lihat ke data selanjutnya.
06:20Ini kalau kita lihat saudara kalau data menanjak di nilai tukar rupiah artinya melemah namun kalau kita pantau juga di
06:29hari Jumat ataupun perdagangan Jumat kemarin di pekan lalu ini rupiah menguat tipis di level 17.745.
06:38Kalau kita juga baca trennya selama sepekan terakhir ini rupiah memang trennya melemah pada tanggal 14 September di hari Senin
06:47rupiah masih di level 17.635.
06:50Per dolar Amerika Serikat kemudian melemah lagi di keesokan harinya di hari Selasa di 17.687.
06:57Kemudian melemah lagi di 16 September ke level 17.700an di 17.712 tepatnya.
07:05Dan melemah lagi di hari Kamis di 17 September di level 17.753 dan menguat tipis pada penutupan perdagangan Jumat
07:13di 17.745 pada 18 September.
07:17Saudara, para ekonom bilang selain indeks dolar yang menguat harga minyak yang masih berada di kisaran target asumsi APBN terus
07:25membayangi kondisi fiskal Indonesia dan menjadi faktor pemberat laju rupiah.
07:31Dan saudara, seberapa berpengaruh penggantian Menteri Keuangan bisa mengatrol IHSG secara jangka panjang?
07:38Seberapa besar pula kepercayaan pasar terhadap suasil nazara?
07:41Dan ada sentimen apa yang menghambat laju IHSG selama sepekan terakhir serta pekan ini?
07:47Kita bahas usai juga, tetaplah bersama kami di Kompas Bisnis.
08:06Sebenarnya melihat respons pasar yang naik turun, sebetulnya apa yang dinanti investor dari Menteri Keuangan yang baru suasil nazara?
08:13Sejauh mana pasar percaya Menteri Keuangan yang baru dapat memperkuat kredibilitas APBN?
08:18Kita bahas bersama Lisa Camellia Suryanata, Head of Equity Research Kiwum Sekuritas.
08:23Bu Lisa, selamat pagi. Apa kabar?
08:25Halo, selamat pagi. Terima kasih.
08:29Bu Lisa, ini setelah sepekan begitu adanya pergantian Menteri Keuangan yang baru,
08:34menurut Anda seberapa besar sih pengaruh pergantian Menteri Keuangan ini untuk menggerakkan IHSG?
08:38Karena kita ketahui sesaat setelah dilantik IHSG sempat rebound.
08:43Ya, oke. Jadi kalau menurut pandangan market ya, saya kira dari reaksinya waktu berita itu keluar,
08:51pertama-tama cukup mengejutkan pagi-pagi, wah ini mau ada reshuffle Menteri Keuangan gitu.
08:56Sementara papun bayinya sendiri juga masih di dalam rapat actually ya.
09:01Market langsung turun 2,6 persen.
09:03Tapi untungnya cepat, itu penggantinya diangkat,
09:07dan figur yang ternyata diangkat ini juga ternyata bukan orang baru di Kementerian Keuangan.
09:13Jadi market langsung rebound dengan cepat,
09:17dan ya ini lebih bisa dibilang relief ya daripada euforia.
09:23Jadi lega gitu, oh figur yang dipilih itu langsung cepat,
09:27uncertainty tidak ada, plus orangnya juga sudah menjadi woman ke sejak 2019.
09:33Terus jadi intinya market itu melihat, oh ini bakal ada institutional continuity gitu.
09:39Dan pemahaman tentang APBN cukup dalam dia,
09:45ya jujur aja dia sebelumnya dia ikut Ibu Sri Mulyani cukup lama gitu kan.
09:51Nah jadi apa yang tujuannya saya baca di koran, di newspaper sudah itu,
09:58bahwa Presiden menginginkan APBN yang kredibel,
10:01nah ini gaya-gayanya mirip, ya mirip gayanya Ibu Sri Mulyani dulu gitu loh.
10:09Kita dapat satu hal, dua kata yang pasti adalah policy uncertainty, begitu.
10:15Oke, namun kalau kita melihat lagi ya Bu Lissa,
10:18kenaikan ASG ini tidak berlangsung lama begitu,
10:20keesokan harinya ini turun lagi,
10:23dan melanjutkan tren pelemahan selama sepekan.
10:25Sebetulnya kalau kita melihat fenomena ini,
10:28apa sih yang dinanti dan diharapkan oleh pasar dari Menteri Keuangan yang baru,
10:31apakah juga penguatan kredibilitas APBN yang sempat kita bahas,
10:35dan apakah yang disebut kredibilitas ini artinya Menteri Keuangan harus berani menolak,
10:39misalkan utang WUS yang ditanggung oleh APBN,
10:41dan mampu menarik dividen BUMN kembali ke penerimaan negara?
10:46Nah ini memang akan menjadi PR buat Menteri Keuangan ke depannya,
10:52atau bukan PR ya,
10:53tapi ini baru satu minggu dia dipilihkan,
10:57we cannot possibly see anything significant lah ya.
11:00Nah jadi apa sih yang diharapkan dari Menteri Keuangan yang baru ini,
11:09ya pertama mungkin bisa dibilang fiscal disiplin yang akan dilihat dari dia ya,
11:14bagaimana caranya menjaga defisit APBN ini tetap kredibel,
11:18pembiayaan utangnya tetap manajemen,
11:21dan jangan sampai target pertumbuhan APBN ini target pertumbuhan membuat APBN menjadi defisit terlalu lebar gitu.
11:34Nah tugasnya Menteri Keuangan itu sebenarnya simpel Mas Yer,
11:38saya selalu analoginya itu seperti ibu rumah tangga gitu,
11:43not because Menteri Keuangan sebelumnya adalah wanita sebelum Pak Purbaya,
11:47tapi maksudnya begini,
11:50kalau ibu rumah tangga itu tugasnya adalah mengatur anggaran ya,
11:55jadi so let's say kepala rumah tangganya ingin punya program ini itu,
12:01nah kemudian ibunya ini yang mengatur apakah dari pemasukan,
12:05in this case adalah negara gitu,
12:07mampu nggak membiayai program-program tersebut gitu,
12:11nah kalau terus pembiayaan itu didapatkan dari mana,
12:14nah kalau misalnya tidak mampu, ya kita harus mengatur prioritas kita gitu kan,
12:20prioritas negara in this case gitu,
12:22mana program-program yang sekiranya lebih produktif,
12:26bisa menghasilkan economical value atau return untuk negara,
12:30itu yang didahulukan,
12:32yang menghasilkan productivity lebih begitu,
12:36nah terus juga harus diingatkan,
12:38kalau misalkan ada satu produk yang kayaknya ini lebih besar,
12:42boncosnya daripada untungnya begitu,
12:45nah itu harus berani ngomong pada kepala keluarga tersebut gitu,
12:48supaya dipertimbangkan,
12:50nah apakah Menteri Keuangan yang baru punya otoriti,
12:54dan berani untuk berkata tidak,
12:56ya dalam kapasitasnya,
12:59mengingatkan anggaran APBN yang sehat dan kredibel,
13:02nah itu adalah tujuan akhirnya,
13:06nah itulah yang akan kita pantau ke depannya,
13:09dari peran Pak Suha Hasil.
13:11Oke, menarik sekali Ibu Lisa ini artinya harus berani memiliki opini tersendiri,
13:16begitu alih-alih hanya manut saja.
13:18Kalau kita melihat,
13:20kalau menyambungkan hal itu melihat dari track recordnya,
13:22kiprahnya di Kementerian Keuangan yang cukup lama,
13:24ini Pak Suha Hasil,
13:24apakah Anda dan juga pasar cukup optimistis,
13:28Menteri Keuangan yang baru bisa membawa IHSG ke arah yang lebih baik,
13:32meskipun Anda sempat menyebutkan,
13:34ini sepekan masih terlalu dini untuk menilai?
13:37Ya, oke itu.
13:39Menurut saya market itu sifatnya lebih banyak reaktif ya,
13:43jadi ketika kemarin itu tiba-tiba Pak Purbaya diganti,
13:48atau sebelumnya deh Pak Peri tiba-tiba turun, risang gitu,
13:52market langsung bereaksi,
13:54jadi sebelumnya kita,
13:55we have no idea akan ada gejolak seperti ini gitu,
13:59ya which is juga mungkin Pak Purbaya sendiri juga,
14:02nggak nyangka gitu,
14:03karena dia dipanggil ketika rapat ya.
14:06Nah, jadi ke depannya itu,
14:09apakah market merasa optimis?
14:10Saat ini saya,
14:13it's safe for me to say,
14:15kalau market merasa aman,
14:17tapi apakah market suka,
14:19ke depannya dengan sepak terjang Pak Suha Hasil,
14:22ya again, itu masih harus dilihat,
14:25apakah beliau itu punya gebrakan yang baru,
14:28atau sekedar melanjutkan yang sudah ada aja.
14:31Contohnya kemarin yang sudah ada keputusan adalah dana sal,
14:35itu tetap mengendap, ya kan,
14:37di Bank Himbara.
14:39Ya, sebenarnya di satu sisi ini tetap akan menjamin
14:41likuiditas bank dalam menyalurkan kreditnya,
14:44tapi perlu dilihat juga,
14:46apakah uang tersebut atau kredit tersebut bisa terserap ke sektoril gitu,
14:52kalau enggak, ya jurusnya sama-sama aja kayak yang pendahulu sebelumnya,
14:56yaitu mengguyur likuiditas.
15:00Dan sementara sekarang,
15:02kalau tadi Mas Ian bilang,
15:04sepekan kemarin market terbanyakan turun.
15:06Iya, memang.
15:07Kenapa?
15:08Karena ada pengaruhnya juga dari luar negeri.
15:11Dua bank sentral besar menaikkan suku bunga,
15:16siapa namanya,
15:18The Fed menaikkan suku bunga 25 BIPs,
15:21ini pertama dalam tiga tahun,
15:23dan katanya kasih kisih-kisih kalau sampai akhir tahun ini
15:27masih bakalan ada satu lagi.
15:29FOMC meeting tinggal dua kali,
15:30Oktober atau Desember.
15:32Nah, mungkin di Desember.
15:33Suku bunga The Fed bakal berada di level 4%.
15:36Terus kemudian Jepang juga naikin.
15:39Semua yield obligasi mereka sudah sampai di level kettinggi
15:42dalam multi-years.
15:44Apa Bank Indonesia nggak bakal ngikutin nih pekan ini gitu kan?
15:51Akan ada RDGBI kan?
15:53Nah, terus lihat juga posisi USD, rupiah kita.
15:57Sekarang sudah 17,750.
15:59Kemarin sempat menguat 17,500 ya.
16:02Karena DXY atau dolar indeksnya naik,
16:05mau-mau rupiahnya juga jadi ikut melemang.
16:07So, ya semuanya di pasar finansial ini
16:10akan menjadi sorotan pekan ini.
16:14Jadi, maksudnya adalah misalnya ketika dana SAL itu digelontorkan,
16:20maka ketika BI itu lagi berusaha untuk menguatkan rupiah,
16:23stabilisasi rupiah, apakah ini nggak berbenturan?
16:27Oke, kalau berarti apabila saya simpulkan penurunan IHSG selama sepekan terakhir,
16:33Bu Lisa, ini kan turunnya 1,53 persen begitu.
16:37Apakah dari penjelasan Anda tadi,
16:39ini lebih didominasi oleh sentimen global,
16:41which is ada harga minyak dunia yang terus naik,
16:43hingga kenaikan fat rate,
16:45atau memang kombinasi dengan sentimen domestik?
16:49Ada kombinasi juga, jujur.
16:51Jadi, pertama kita melihatnya dari top to bottom,
16:54dari market regional dulu deh,
16:56suku bunga naik, USD naik,
16:58otomatis orang melihat investor maksudnya.
17:02Investasi ke US ini kayaknya lebih oke nih,
17:05karena walaupun yield obligasinya lebih rendah dari kita,
17:09tapi spreadnya itu semakin mengecil,
17:10dan mungkin investor itu pilih negara maju,
17:15US dibanding kita, negara berkembang,
17:17ya maybe dengan stabilisasi fiskal yang lebih mature,
17:23mungkin orang akan pilihnya ke US,
17:26USD in particular,
17:28karena trendnya lagi naik gitu.
17:30Nah, terus kemudian dari dalam negeri,
17:32eh sorry, dari commodities,
17:34harga minyak naik, ya sempat naik,
17:36tapi kayaknya setelah Arab Saudi ini melanjutkan ke Bali,
17:41aktivitasnya mereka sudah mengirimkan 2,8 juta barrel minyak itu
17:46udah jauh lebih tinggi daripada rata-rata cuma 700 ribu barrel
17:50di bulan Agustus kemarin.
17:51So, harga minyak udah mulai melunak,
17:54walaupun sempat di atas 100 kemarin itu ya,
17:56brand sama USWTA.
17:58Kan kita deg-degan juga,
18:00nggak sampai, maksudnya ini karena kita net oil importer,
18:05apakah, apa, jangan sampai harga minyak naik lagi,
18:09harga bensin maksudnya, harga bensin dinaikin lagi,
18:12atau kita akan mengalami lebih banyak defisit,
18:16itu tuh trade balance.
18:18Trade balance kita udah 2 bulan berturut-turut defisit loh,
18:22setelah sebelumnya 72 bulan berturut-turut surplus.
18:27Nah, ini gara-gara kita kepukul harga minyak dan dolar yang tinggi gitu.
18:30So, ya itulah tadi kombinasi.
18:33Oke, Bu Lisa, kalau kita review lagi selama sepekan terakhir,
18:37ini pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu,
18:40ini justru ada saham-saham yang menjadi pemberat IHSG.
18:44Ada Big Banks, ada AMMN, ada DSSA, Bumi,
18:47hingga ASI, dan juga Telkom gitu,
18:50jadi pemberat IHSG pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu.
18:53Ada apa dengan emiten-emiten yang biasanya jadi penopang melajunya IHSG ini?
19:00Nah, jadi kalau bisa kita simpul, kita sorot nih.
19:04Yang paling banyak dijual asing adalah kebanyakan dari saham bank.
19:08Kalau sepekan terakhir itu bank mandiri 700M, BCA 600M, BNI 200M,
19:15lalu di susul Bumi dan Adaro.
19:19Jadi sudah jelas di sini bahwa
19:22akibat yield obligasi yang tinggi di mana-mana,
19:28akhir dan juga kebijakan bank sentral global ini menaikkan suku bunga,
19:33jadi era di mana suku bunga ini cita-citanya mau turun
19:38sepertinya sudah kupus di tahun ini gitu.
19:40Dan kita tahu ketika suku bunga itu tidak turun,
19:46artinya perekonomian ini akan menjadi semakin sulit,
19:53inflasi masih akan menjadi ancaman dan buat bank sendiri juga mereka akan kesulitan,
20:03semakin kesulitan menyalurkan kredit.
20:05Jadi pendapatannya bank itu adalah yang dinamakan net interest income.
20:09Ini selisih dari bunga kredit yang digelontorkan kepada masyarakat
20:15sama bunga deposito atau bunga yang mereka berikan.
20:20Nah selisihnya itu namanya NII tersebut.
20:23Nah kalau misalnya di zaman sekarang ini saja,
20:25likuiditas berlebih.
20:27Bank dipush untuk menggelontorkan kredit sebanyak-banyaknya,
20:32tapi ternyata tidak terserap.
20:34Atau demi mencapai target penyaluran kredit tersebut,
20:38akhirnya bank menjadi semakin tidak prudent dalam menyalurkan kredit tersebut.
20:44Ini akan berpotensi menambah NPL, non-performing loan.
20:50Dan kemudian, tapi, dan nanti kalau misalnya bank Indonesia nih,
20:57secara terpaksa melihat rupiah ya seandainya bergerak semakin lemah
21:06ke arah Rp17.800 atau Rp18.000 lagi,
21:09harus menaikkan suku bunga before this year.
21:11And, orang akan semakin males lagi untuk mengambil kredit.
21:18Corporation mikir-mikir.
21:20Nggak bisa ekspansi, nggak bisa terima,
21:22nggak bisa terima pegawai baru,
21:25atau bahkan mungkin PHK terjadi.
21:28So, yang paling kena awalnya adalah bank.
21:32So, itu tadi, dari suku bunga global naik,
21:37paling jelek pengaruhnya ke saham bank itu paling kena hantam.
21:42Oke, emiten bank ini paling kena hantam di kondisi saat ini,
21:45tapi kalau kita berbicara soal emiten,
21:47Bu Lisa, ada satu emiten yang jadi bahan perbincangan pekan lalu,
21:52yaitu bayan resources yang naiknya gila-gilaan,
21:56mungkin sampai 19,96% pada penutupan perdagangan Jumat lalu.
22:00Setelah kabar ada nama, ini Haji Isam bakal memiliki 30% saham.
22:04Apakah Anda melihat ini hanya daya kejut sesaat,
22:07atau ada potensi akan bertahan secara jangka panjang?
22:12Oke, rumor, kan ya sudah beredar ya rumor ya,
22:17bahwa masuknya Haji Isam ini akan membuat RKAB bayan dilonggarkan.
22:25Kalau secara bisnis-wise,
22:28memang bayan ini memang ada satu story-nya,
22:32yaitu dia terkendala dari RKAB-nya yang cukup ketat.
22:35Nah, jadi apakah masuknya Haji Isam ini akan bisa melonggarkan RKAB tersebut,
22:45maka kemudian revenue-nya akan bertumbuh,
22:47itu satu, harus kita cek ya.
22:51Atau sebenarnya dari deal-nya ini sendiri,
22:54harganya juga belum jelas.
22:56Waktu penawaran kemarin itu,
23:00harganya di bawah market value gitu.
23:02Nah, tapi kok kemarin sahamnya malah naik ya,
23:07malah otorija, otorija ke atas kan sebenarnya nggak sinkron gitu.
23:11Yang ditawar harganya di bawah market value,
23:13kenapa sahamnya arah gitu.
23:15Nah, itu satu.
23:17Terus kemudian, oke,
23:20dia sebenarnya dia masuk di 30 persen,
23:23itu bukan controller.
23:25Nah, itu ada dari sisi keuangan,
23:28ada perhitungan apa lagi gitu mengenai itu.
23:30So, I think dari cerita bayan ini,
23:36mungkin ini adalah suatu figure yang cukup controversial gitu.
23:41Sampai-sampai saham di dalam lingkupan Haji Isam ini,
23:46saham lain gitu,
23:47di sektor lain juga ikutan naik.
23:49So, saya masih melihat ini sebagai sektor rotasi semata gitu.
23:53Sektor rotasi berdasarkan owner,
23:56berdasarkan grup owner gitu.
23:58Ya, untuk kedepannya pastinya para pelaku pasar
24:02atau para investor bayan masih harus pantau lagi
24:06kejelasan mengenai deal ini.
24:09Banyak yang harus dipantau ya.
24:11Tapi kalau kita balik lagi ke IHSG,
24:14Bu Lisa, saya pantau,
24:15saat ini pukul 9 lewat 12 menit,
24:17waktu Indonesia Barat,
24:18IHSG berat di level 6.432,
24:21ini turun 0,14 persen atau turun 8 poin begitu.
24:26Apa saja yang patut diwaspada investor pada pekan ini
24:29dan proyeksi Anda,
24:30apakah IHSG akan kembali ke level 6.600an
24:32atau sebaliknya di pekan ini?
24:36Oke, kalau kita lihat chart-nya IHSG.
24:42Di sekarang berapa?
24:43Tadi 6.435.
24:46Oke, 6.435.
24:48Ini saya masih...
24:52Oh, udah.
24:53Udah aku klik cover dikit.
24:54Oke.
24:56Area support.
24:57Area support yang menurut saya harus dipantau
24:59memang sekitar 6.400 lah.
25:046.400 sampai 6.380 ya.
25:08Karena kemarin ini IHSG breakout-nya di situ
25:11secara pattern ya.
25:13Dan ini sebenarnya membuka peluang
25:16untuk penguatan lebih lunjut ke arah 7.000 ya.
25:20Bahkan kalau saya bilang angka persisnya
25:23di sekitar 7.400an gitu.
25:25But maybe not this year.
25:27Mungkin tidak di tahun ini.
25:29Karena kalau ngelihat keadaan lately
25:32terus kemudian secara frame juga kayaknya
25:34udah balik turun lagi.
25:38Saya dari Kiwum Research
25:40akhir tahun bisa sampai di 7.000 aja tuh
25:43udah happy lah istilahnya gitu ya.
25:46Not to mention mungkin bisa ke 7.200 itu bonus.
25:49Tapi akhir tahun bisa ke 7.000 aja
25:51itu udah cukuplah buat kita.
25:53Kita nggak mau terlalu ambisius gitu.
25:57So supportnya di 6.400 sampai 6.380
26:01dan kalau IHSG-nya harus naik lagi
26:04itu penting untuk ngelewati level 6.580
26:07sama kemarin itu 6.705.
26:10Itu yang stuck di daerah situ selama beberapa hari.
26:13Karena itu baru saja ternyata nutup gap
26:16yang terjadi di bulan Mei.
26:18Persis di angka 6.705.
26:20So itulah step-step per tahap untuk IHSG.
26:23Oke berarti ekspektasinya tetap harus dijaga
26:26bagi investor begitu ya.
26:27Jangan terlalu tinggi.
26:28Juga jangan terlalu rendah begitu.
26:29Dari Ibu Lisa tadi
26:31angka 7.000an di akhir tahun ini aja
26:33sudah lumayan bagus begitu ya Ibu ya.
26:36Baik terima kasih Lisa Kamelia Suryanata
26:38Head of Equity Research Kium Securitas
26:40atas penjelasannya bersama kami di Kompas B.
26:42Suryanata
Komentar

Dianjurkan