Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Dosen Teknik ITS ungkap proses operasi salvage untuk menangani bangkai KM Virgo yang terbalik. Proses ini dilakukan dengan menyiapkan balon daya apung dan tali untuk membantu membalikkan posisi kapal.

Arus laut dan gelombang menjadi tantangan dalam proses tersebut, sementara keselamatan para penyelam tetap menjadi prioritas. Upaya ini diharapkan dapat membantu proses pencarian dan evakuasi 125 korban KM Virgo yang masih belum ditemukan.

#KMvirgo #kapalterbalik #korbanKMVIRGO

Baca Juga Golkar: Nusron Wahid Mundur Dari Kepengurusan Partai | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/nasional/691819/golkar-nusron-wahid-mundur-dari-kepengurusan-partai-kompas-siang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/691821/dosen-teknik-perkapalan-its-ungkap-teknik-membalikan-km-virgo-bantu-pencarian-korban
Transkrip
00:00Saudara terima kasih Anda masih menyaksikan Breaking News Kompas TV bersama saya Niputu Trisnanda.
00:05Saudara kita akan lanjutkan dialog bersama dengan dosen teknik perkapalan sekaligus Manager Science Technopark Maritim Institute Teknologi 10 November, Wasis
00:15Dwi Aryawan.
00:17Bapak selamat siang kita akan melanjutkan diskusi yang tadi sempat disambung gitu ya bersama rekan saya Ian Rahman
00:25bagaimana kemudian sebetulnya konsep untuk menjaga kualitas dari sebuah kapal ketika itu nantinya akan menjadi kapal yang melayani penumpang seperti
00:37KM Virgo 8 ini.
00:40Baik Mbak Butu ya, begini jadi secara garis besar regulasi di Maritim Man itu dibagi dua Mbak.
00:50Satu adalah statutory regulation dan satunya adalah klasifikasi rule.
00:58Dua lembaga ini ya, statutory regulation ini interesnya adalah keselamatan manusia dan proteksi terhadap perusahaan lingkungan.
01:10Yang bertanggung jawab ini adalah pemerintah, dalam ini tentu kementerian berhubungan.
01:15Sedangkan lembaga yang lain yang juga memeriksa adalah klasifikasi.
01:20Klasifikasi ini interesnya adalah melindungi aset.
01:24Jadi kapal itu kan aset ekonomi yang digunakan untuk berproduksi.
01:29Ultimate goalnya nanti tentu itu akan insurant.
01:32Jadi kedua lembaga ini adalah yang mengatur.
01:36Interesnya adalah keselamatan kapal dan barang yang dibawa Pak Kak, kalau yang regulasi klasifikasi tadi.
01:44Nah kedua lembaga ini tentu yang statutory tadi adalah mewakili pemerintah, kalau yang klasifikasi tadi adalah perusahaan swasta yang mempunyai
01:56standar untuk memastikan bahwa kapal ini layak laut.
02:00Kira-kira dua lembaga itu yang secara garis besar yang akan memeriksa kapal ini nanti layak laut atau tidak.
02:09Kurang lebih seperti itu Mbak Putu.
02:11Oke artinya ketika misalnya usia kapalnya sudah mencapai puluhan tahun, ketika proses pemeriksaannya dilakukan secara rutin, ini tidak masalah ya
02:21usia kapal yang kemudian sudah cukup tua ini?
02:24Nah tidak masalah, karena kalau pemeriksaan secara rutin, kemudian pemeriksaan tadi diperiksa oleh lembaga klasifikasi tadi.
02:32Nah lembaga klasifikasi tadi mempunyai code, mempunyai standar, mempunyai rule.
02:38Sepanjang memenuhi rule tadi, ya tentu rule tadi adalah untuk menjamin keserabatan kapal, maka kapal tadi akan dikeluarkan sertifikat yang
02:47dari kelas tadi.
02:48Nah kemudian pemerintah akan mengambil atau memeriksa juga sertifikat-sertifikat yang dikeluarkan oleh klasifikasi tadi.
03:00Kemudian pemerintah dalam hal ini, Kementerian Perhubungan akan menyatakan kapal itu layak laut atau tidak.
03:07Kurang lebih seperti itu Mbak Putu.
03:09Nah kalau konteksnya kita tarik ke peristiwa yang terjadi saat ini, apakah Anda juga melihat adanya indikasi overloading, baik itu
03:19penumpang ataupun juga kendaraan-kendaraan yang diangkut di dalam kapal?
03:23Nah kalau dari kami Mbak, kami kan membuat analisis itu kan berdasarkan hipotesa akademis Mbak ya, yang berdasarkan data-data
03:33yang ada di publik.
03:35Tentu kami tidak bisa menyimpulkan, tetapi tentu kami hanya bisa menganalisis dengan data-data yang ada di publik.
03:44Nah hasilnya itu tentu nanti finalnya kita harus menunggu pihak yang berwenang dalam hal ini adalah KNKT.
03:55KNKT sedang bekerja sekarang, mungkin kita tunggu karena mereka yang punya kewenangan dan memeriksa secara detail
04:02Semua proses operasi kapal, mulai kapal dimuat sampai kapal itu tenggelam.
04:08Kira-kira begitu.
04:09Tapi secara garis besar tadi sudah saya jelaskan bagaimana kira-kira kapal itu bisa terbalik.
04:16Demikian Mbak.
04:17Ini juga jadi bentuk edukasi begitu ya untuk masyarakat ketika kalau kita dengarkan bagaimana pernyataan atau kesaksian dari para korban
04:26ini sempat korban yang selamat begitu ini menyampaikan kapal ini sempat miring kemudian situasi kemudian menjadi panik.
04:35Nah ketika ada situasi berada di atas kapal, kapal mulai ada kemiringan atau misalnya ditemukan kebocoran, sebetulnya seharusnya apa yang
04:44dilakukan baik itu oleh penumpang ataupun juga petugas dari kapalnya sendiri Pak?
04:50Begini, jadi di dalam kapal itu ada yang namanya safety plan.
04:54Safety plan itu adalah layout ya dari kapal itu sendiri termasuk semua alat-alat keselamatan lokasinya di mana.
05:05Kemudian rute dari masing-masing tempat tadi ke muster point yang biasanya dekat dengan apa namanya dengan skoji atau lightboot
05:16itu ada seharusnya itu ada.
05:18Nah kemudian kalau kapal ini dalam bahaya mestinya ya karena kapal itu kan apa ya benda terapung membawa permesina yang
05:31ada api maka kapal itu sebetulnya dilengkapi oleh alat-alat keselamatan termasuk misalnya kalau ada pemadam itu ada semua.
05:41Nah kemudian kalau kapal itu miring tentu paga public address dan sirinya itu dibunyikan.
05:48Itu mbak di dalam safety plan itu.
05:51Nah kemudian tentu seperti juga di pesawat seharusnya ya ada namanya safety induction ketika kapal mau berangkat.
05:59Sehingga semua penumpang aware di mana posisi-posisi alat-alat keselamatan tadi yang tentu setiap di kapal itu ada tadi.
06:10Safety plan tadi itu ditempel di lorong-lorong biasanya begitu mbak butuh.
06:15Oke artinya itu semua soal keselamatan, soal rambu, soal kelengkapan-kelengkapan.
06:22Ini juga berpengaruhkah kepada izin yang dikeluarkan oleh Syah Bandar ketika misalnya kapal oke dinyatakan boleh berlayar?
06:32Ya tentu karena itu adalah regulasi.
06:34Kalau sudah regulasi itu tidak boleh ditawar.
06:37Itu semua ada di dalam regulasi.
06:39Sehingga semua regulasi-regulasi tentu oleh pihak Marine Inspector dalam hal ini Syah Bandar itu mestinya diperiksa mbak.
06:48Seperti dikatakan bahwa kapal itu kan sudah layak laut.
06:52Seharusnya sudah diperiksa oleh Marine Inspector ketika kapal menjelang berangkat tadi.
06:59Oke artinya ketika misalnya ditemukan ada yang overload ataupun juga misalnya pelampung atau keselamatan lain ini tidak sesuai.
07:07Seharusnya keputusan untuk menyatakan tidak layak itu ada di Syah Bandar?
07:11Betul, betul sekali.
07:13Oke nah kalau kita lihat konteksnya sekarang dengan ini bukan kali pertama begitu ya terjadi kecelakaan kapal khususnya yang mengakut
07:23dengan penumpang.
07:24Ada di beberapa wilayah lain juga yang kemudian peristiwanya sama bahwa ada kapal yang kemudian terbalik dan ini memakan korban.
07:32Kalau Anda lihat dari peristiwa-peristiwa yang sudah terjadi biasanya sebetulnya apa catatan terbesarnya?
07:38Nah begini mbak jadi memang betul kalau kita melihat data dari KNKT mungkin lima tahun terakhir ini paling tidak ada
07:48sekitar lima belas kapal yang terjadi kecelakaan.
07:53Apakah itu terbalik ataupun kebakaran ini tentu sangat memprihatinkan.
07:58Nah oleh karena itu tentu semua stakeholder harus mempunyai safety awareness.
08:06Di mana tentu kita harus berhati-hati mulai dari pemilik kapal, operator kapal, kemudian pihak yang berwernang, kemudian masyarakat harus
08:16mempunyai safety awareness yang sama.
08:18Barangkali ini edukasi ini yang harus kita berikan kepada semua stakeholder yang ada di Indonesia termasuk kami di perguruan tinggi
08:31ini juga memberikan safety awareness kepada mereka agar nanti kalau mereka bekerja betul-betul memperhatikan keselamatan ini.
08:40Karena kalau kita tidak bekerja dengan proper ini bisa membayahkan orang lain dan apabila ini terjadi kecelakaan yang memakan korban
08:50nyawa ini adalah tanggung jawab kita semua.
08:53Demikian mbak Putu.
08:54Kalau perbandingannya dengan negara-negara lain sebetulnya peraturan atau kebijakan soal pelayanan penumpang terutama terkait dengan perkapalan ini seperti apa
09:04pak?
09:04Apakah jauh lebih strik jika dibandingkan dengan peraturan yang ada di dalam negeri?
09:08Ya, jadi kalau dari sisi peraturan ini sebetulnya sama mbak.
09:14Jadi di bidang perkapalan ini kan bisnisnya secara internasional.
09:19Jadi dari sisi peraturan itu sama.
09:22Namun demikian barangkali dari sisi implementasi ini barangkali itu harus lebih ditingkatkan lagi.
09:29Karena kalau kita tidak bekerja sesuai dengan peraturan maka sudah kita lihat korban nanti akan berjatuhan terus.
09:37Ini tentu sangat memperestikkan.
09:40Oke, baik.
09:41Itu adalah PR yang harus dilakukan.
09:44Tapi juga ada beberapa hal yang kita harapkan ini tidak terulang lagi begitu ya.
09:49Saya mau sedikit merefresh terkait dengan upaya kembali lagi ke kasus KM Virgo 8.
09:55Bagaimana kemudian sekarang yang coba dilakukan adalah dengan membalikan posisi kapal.
10:00Supaya masyarakat juga terbayang begitu.
10:04Metodenya sebetulnya seperti apa?
10:05Apakah ini hal yang biasa dilakukan ketika misalnya ditemukan kes seperti KM Virgo 8 ini?
10:13Sebetulnya kasus-kasus itu sudah ada secara internasional ada mbak.
10:18Kemudian mereka itu akan menggunakan balon yang diikat di kapal.
10:24Balon-balon ini akan diisi oleh udara sehingga balon ini akan menghasilkan daya apung.
10:32Nah daya apung ini akan bisa mengangkat kapal.
10:35Kemudian kapal itu secara pelan-pelan akan bisa ditarik dengan tali dan itu nanti akan dikembalikan pada posisi yang seperti
10:45semula.
10:47Nah kemudian kalau kita lihat di media ini apa namanya para penyelam ini sudah bekerja dengan keras.
10:55Sekarang mungkin sedang memasang tali dan balon itu kira-kira seperti itu teknik yang akan digunakan dalam men-selfish atau
11:03men-rescue kapal yang saat ini terbilang itu.
11:07Oke, kans untuk keberhasilan ataupun juga tantangan yang mungkin dihadapi dengan metode ini?
11:15Saya rasa kasusnya cukup besar.
11:18Namun demikian tentu ada tantangan-tantangan kendala-kendala di lapangan.
11:23Seperti misalnya arus laut ya kemudian gelombang yang itu nanti akan bisa mengganggu proses salvage dan juga tentunya keamanan dari
11:35para penyelam ini juga harus dijaga supaya tidak ada korban tambahan lagi.
11:40Demikian Mbak Putur.
11:41Betul sekali kita harapkan korban yang sampai dengan saat ini masih ada 125 masih dalam proses pencarian bisa segera ditemukan.
11:48Tapi catatannya keselamatan bagi mereka yang bertugas di sana untuk proses evakuasi ini juga harus diperhatikan.
11:56Terima kasih sudah bergabung bersama dengan Breaking News Kompas TV, dosen teknik perkapalan sekaligus manajer sains teknopark maritim Institut Teknologi
12:0510 November, Wasis Dwi Aryawan.
12:09Saya selalu Bapak.
12:10Terima kasih Mbak Putur.
Komentar

Dianjurkan