00:00Saudara terima kasih Anda masih menyaksikan Breaking News Kompas TV bersama saya Niputu Trisnanda.
00:05Saudara kita akan lanjutkan dialog bersama dengan dosen teknik perkapalan sekaligus Manager Science Technopark Maritim Institute Teknologi 10 November, Wasis
00:15Dwi Aryawan.
00:17Bapak selamat siang kita akan melanjutkan diskusi yang tadi sempat disambung gitu ya bersama rekan saya Ian Rahman
00:25bagaimana kemudian sebetulnya konsep untuk menjaga kualitas dari sebuah kapal ketika itu nantinya akan menjadi kapal yang melayani penumpang seperti
00:37KM Virgo 8 ini.
00:40Baik Mbak Butu ya, begini jadi secara garis besar regulasi di Maritim Man itu dibagi dua Mbak.
00:50Satu adalah statutory regulation dan satunya adalah klasifikasi rule.
00:58Dua lembaga ini ya, statutory regulation ini interesnya adalah keselamatan manusia dan proteksi terhadap perusahaan lingkungan.
01:10Yang bertanggung jawab ini adalah pemerintah, dalam ini tentu kementerian berhubungan.
01:15Sedangkan lembaga yang lain yang juga memeriksa adalah klasifikasi.
01:20Klasifikasi ini interesnya adalah melindungi aset.
01:24Jadi kapal itu kan aset ekonomi yang digunakan untuk berproduksi.
01:29Ultimate goalnya nanti tentu itu akan insurant.
01:32Jadi kedua lembaga ini adalah yang mengatur.
01:36Interesnya adalah keselamatan kapal dan barang yang dibawa Pak Kak, kalau yang regulasi klasifikasi tadi.
01:44Nah kedua lembaga ini tentu yang statutory tadi adalah mewakili pemerintah, kalau yang klasifikasi tadi adalah perusahaan swasta yang mempunyai
01:56standar untuk memastikan bahwa kapal ini layak laut.
02:00Kira-kira dua lembaga itu yang secara garis besar yang akan memeriksa kapal ini nanti layak laut atau tidak.
02:09Kurang lebih seperti itu Mbak Putu.
02:11Oke artinya ketika misalnya usia kapalnya sudah mencapai puluhan tahun, ketika proses pemeriksaannya dilakukan secara rutin, ini tidak masalah ya
02:21usia kapal yang kemudian sudah cukup tua ini?
02:24Nah tidak masalah, karena kalau pemeriksaan secara rutin, kemudian pemeriksaan tadi diperiksa oleh lembaga klasifikasi tadi.
02:32Nah lembaga klasifikasi tadi mempunyai code, mempunyai standar, mempunyai rule.
02:38Sepanjang memenuhi rule tadi, ya tentu rule tadi adalah untuk menjamin keserabatan kapal, maka kapal tadi akan dikeluarkan sertifikat yang
02:47dari kelas tadi.
02:48Nah kemudian pemerintah akan mengambil atau memeriksa juga sertifikat-sertifikat yang dikeluarkan oleh klasifikasi tadi.
03:00Kemudian pemerintah dalam hal ini, Kementerian Perhubungan akan menyatakan kapal itu layak laut atau tidak.
03:07Kurang lebih seperti itu Mbak Putu.
03:09Nah kalau konteksnya kita tarik ke peristiwa yang terjadi saat ini, apakah Anda juga melihat adanya indikasi overloading, baik itu
03:19penumpang ataupun juga kendaraan-kendaraan yang diangkut di dalam kapal?
03:23Nah kalau dari kami Mbak, kami kan membuat analisis itu kan berdasarkan hipotesa akademis Mbak ya, yang berdasarkan data-data
03:33yang ada di publik.
03:35Tentu kami tidak bisa menyimpulkan, tetapi tentu kami hanya bisa menganalisis dengan data-data yang ada di publik.
03:44Nah hasilnya itu tentu nanti finalnya kita harus menunggu pihak yang berwenang dalam hal ini adalah KNKT.
03:55KNKT sedang bekerja sekarang, mungkin kita tunggu karena mereka yang punya kewenangan dan memeriksa secara detail
04:02Semua proses operasi kapal, mulai kapal dimuat sampai kapal itu tenggelam.
04:08Kira-kira begitu.
04:09Tapi secara garis besar tadi sudah saya jelaskan bagaimana kira-kira kapal itu bisa terbalik.
04:16Demikian Mbak.
04:17Ini juga jadi bentuk edukasi begitu ya untuk masyarakat ketika kalau kita dengarkan bagaimana pernyataan atau kesaksian dari para korban
04:26ini sempat korban yang selamat begitu ini menyampaikan kapal ini sempat miring kemudian situasi kemudian menjadi panik.
04:35Nah ketika ada situasi berada di atas kapal, kapal mulai ada kemiringan atau misalnya ditemukan kebocoran, sebetulnya seharusnya apa yang
04:44dilakukan baik itu oleh penumpang ataupun juga petugas dari kapalnya sendiri Pak?
04:50Begini, jadi di dalam kapal itu ada yang namanya safety plan.
04:54Safety plan itu adalah layout ya dari kapal itu sendiri termasuk semua alat-alat keselamatan lokasinya di mana.
05:05Kemudian rute dari masing-masing tempat tadi ke muster point yang biasanya dekat dengan apa namanya dengan skoji atau lightboot
05:16itu ada seharusnya itu ada.
05:18Nah kemudian kalau kapal ini dalam bahaya mestinya ya karena kapal itu kan apa ya benda terapung membawa permesina yang
05:31ada api maka kapal itu sebetulnya dilengkapi oleh alat-alat keselamatan termasuk misalnya kalau ada pemadam itu ada semua.
05:41Nah kemudian kalau kapal itu miring tentu paga public address dan sirinya itu dibunyikan.
05:48Itu mbak di dalam safety plan itu.
05:51Nah kemudian tentu seperti juga di pesawat seharusnya ya ada namanya safety induction ketika kapal mau berangkat.
05:59Sehingga semua penumpang aware di mana posisi-posisi alat-alat keselamatan tadi yang tentu setiap di kapal itu ada tadi.
06:10Safety plan tadi itu ditempel di lorong-lorong biasanya begitu mbak butuh.
06:15Oke artinya itu semua soal keselamatan, soal rambu, soal kelengkapan-kelengkapan.
06:22Ini juga berpengaruhkah kepada izin yang dikeluarkan oleh Syah Bandar ketika misalnya kapal oke dinyatakan boleh berlayar?
06:32Ya tentu karena itu adalah regulasi.
06:34Kalau sudah regulasi itu tidak boleh ditawar.
06:37Itu semua ada di dalam regulasi.
06:39Sehingga semua regulasi-regulasi tentu oleh pihak Marine Inspector dalam hal ini Syah Bandar itu mestinya diperiksa mbak.
06:48Seperti dikatakan bahwa kapal itu kan sudah layak laut.
06:52Seharusnya sudah diperiksa oleh Marine Inspector ketika kapal menjelang berangkat tadi.
06:59Oke artinya ketika misalnya ditemukan ada yang overload ataupun juga misalnya pelampung atau keselamatan lain ini tidak sesuai.
07:07Seharusnya keputusan untuk menyatakan tidak layak itu ada di Syah Bandar?
07:11Betul, betul sekali.
07:13Oke nah kalau kita lihat konteksnya sekarang dengan ini bukan kali pertama begitu ya terjadi kecelakaan kapal khususnya yang mengakut
07:23dengan penumpang.
07:24Ada di beberapa wilayah lain juga yang kemudian peristiwanya sama bahwa ada kapal yang kemudian terbalik dan ini memakan korban.
07:32Kalau Anda lihat dari peristiwa-peristiwa yang sudah terjadi biasanya sebetulnya apa catatan terbesarnya?
07:38Nah begini mbak jadi memang betul kalau kita melihat data dari KNKT mungkin lima tahun terakhir ini paling tidak ada
07:48sekitar lima belas kapal yang terjadi kecelakaan.
07:53Apakah itu terbalik ataupun kebakaran ini tentu sangat memprihatinkan.
07:58Nah oleh karena itu tentu semua stakeholder harus mempunyai safety awareness.
08:06Di mana tentu kita harus berhati-hati mulai dari pemilik kapal, operator kapal, kemudian pihak yang berwernang, kemudian masyarakat harus
08:16mempunyai safety awareness yang sama.
08:18Barangkali ini edukasi ini yang harus kita berikan kepada semua stakeholder yang ada di Indonesia termasuk kami di perguruan tinggi
08:31ini juga memberikan safety awareness kepada mereka agar nanti kalau mereka bekerja betul-betul memperhatikan keselamatan ini.
08:40Karena kalau kita tidak bekerja dengan proper ini bisa membayahkan orang lain dan apabila ini terjadi kecelakaan yang memakan korban
08:50nyawa ini adalah tanggung jawab kita semua.
08:53Demikian mbak Putu.
08:54Kalau perbandingannya dengan negara-negara lain sebetulnya peraturan atau kebijakan soal pelayanan penumpang terutama terkait dengan perkapalan ini seperti apa
09:04pak?
09:04Apakah jauh lebih strik jika dibandingkan dengan peraturan yang ada di dalam negeri?
09:08Ya, jadi kalau dari sisi peraturan ini sebetulnya sama mbak.
09:14Jadi di bidang perkapalan ini kan bisnisnya secara internasional.
09:19Jadi dari sisi peraturan itu sama.
09:22Namun demikian barangkali dari sisi implementasi ini barangkali itu harus lebih ditingkatkan lagi.
09:29Karena kalau kita tidak bekerja sesuai dengan peraturan maka sudah kita lihat korban nanti akan berjatuhan terus.
09:37Ini tentu sangat memperestikkan.
09:40Oke, baik.
09:41Itu adalah PR yang harus dilakukan.
09:44Tapi juga ada beberapa hal yang kita harapkan ini tidak terulang lagi begitu ya.
09:49Saya mau sedikit merefresh terkait dengan upaya kembali lagi ke kasus KM Virgo 8.
09:55Bagaimana kemudian sekarang yang coba dilakukan adalah dengan membalikan posisi kapal.
10:00Supaya masyarakat juga terbayang begitu.
10:04Metodenya sebetulnya seperti apa?
10:05Apakah ini hal yang biasa dilakukan ketika misalnya ditemukan kes seperti KM Virgo 8 ini?
10:13Sebetulnya kasus-kasus itu sudah ada secara internasional ada mbak.
10:18Kemudian mereka itu akan menggunakan balon yang diikat di kapal.
10:24Balon-balon ini akan diisi oleh udara sehingga balon ini akan menghasilkan daya apung.
10:32Nah daya apung ini akan bisa mengangkat kapal.
10:35Kemudian kapal itu secara pelan-pelan akan bisa ditarik dengan tali dan itu nanti akan dikembalikan pada posisi yang seperti
10:45semula.
10:47Nah kemudian kalau kita lihat di media ini apa namanya para penyelam ini sudah bekerja dengan keras.
10:55Sekarang mungkin sedang memasang tali dan balon itu kira-kira seperti itu teknik yang akan digunakan dalam men-selfish atau
11:03men-rescue kapal yang saat ini terbilang itu.
11:07Oke, kans untuk keberhasilan ataupun juga tantangan yang mungkin dihadapi dengan metode ini?
11:15Saya rasa kasusnya cukup besar.
11:18Namun demikian tentu ada tantangan-tantangan kendala-kendala di lapangan.
11:23Seperti misalnya arus laut ya kemudian gelombang yang itu nanti akan bisa mengganggu proses salvage dan juga tentunya keamanan dari
11:35para penyelam ini juga harus dijaga supaya tidak ada korban tambahan lagi.
11:40Demikian Mbak Putur.
11:41Betul sekali kita harapkan korban yang sampai dengan saat ini masih ada 125 masih dalam proses pencarian bisa segera ditemukan.
11:48Tapi catatannya keselamatan bagi mereka yang bertugas di sana untuk proses evakuasi ini juga harus diperhatikan.
11:56Terima kasih sudah bergabung bersama dengan Breaking News Kompas TV, dosen teknik perkapalan sekaligus manajer sains teknopark maritim Institut Teknologi
12:0510 November, Wasis Dwi Aryawan.
12:09Saya selalu Bapak.
12:10Terima kasih Mbak Putur.
Komentar