Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Heli Chinook bertolak ke Kabupaten Ketapang untuk melakukan pemadaman di titik api karhutla. Ketapang dan Kayong Utara merupakan daerah terbanyak titik panas berdasarkan data BMKG.

Heli Chinook milik Tentara Jepang telah bergerak untuk memadamkan titik panas di Kabupaten Ketapang.

Pemadaman di wilayah Ketapang dilakukan, usai 4 hari melakukan upaya pemadaman di titik kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kubu Raya dan Mempawah.

Berdasarkan data BMKG, memang Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara menjadi wilayah terbanyak titik panas.

#karhutla #helichinook #apikarhutla

Baca Juga Karhutla Kaltim Capai 5.761 Hektare, BPBD Minta Penambahan Armada Water Bombing | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/691816/karhutla-kaltim-capai-5-761-hektare-bpbd-minta-penambahan-armada-water-bombing-kompas-siang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/691817/visual-heli-chinook-jepang-saat-bantu-pemadaman-karhutla-kompas-siang
Transkrip
00:00Informasi terkini kita tanyakan langsung pada Jurnalist Kompas TV, Sam Sulhardi di Kalimantan Barat
00:06dan juga di Karawang, Jawa Barat sudah ada Jurnalist Kompas TV, Adi Wahadi.
00:11Namun kita sapa terlebih dahulu rekan Sam Sulhardi di Pontianak, Kalimantan Barat.
00:15Sam Sulhardi, untuk saat ini kebakaran hutan dan lahan masih terus terjadi.
00:19Lalu seperti apa? Upaya operasi Helicinuk yang telah diturunkan
00:24dan untuk saat ini bagaimana kondisi kebakaran hutan dan lahan di sana?
00:30Baik Juno dan Saudara, dapat kami informasikan untuk Helicinuk
00:33kemarin sudah bertolak ke Kabupaten Ketapang dan juga Kayung Utara
00:37dan tidak hanya Helicinuk tapi kapal Unisaki yang sempat bersandar
00:43di Pelabuhan Internasional Kijing juga sekarang bertolak ke perairan Ketapang
00:47untuk melakukan pemadaman, upaya melakukan pemadaman di Kabupaten Ketapang
00:51yang memang untuk kebakaran lahan ini terbanyak titik panasnya
00:55memang berada di Kabupaten Ketapang dan juga Kayung Utara.
00:58Dan upaya pemadaman saat ini masih terus diupayakan
01:01tidak hanya melalui Helicinuk milik Jepang
01:05yang memang saat ini masih berupaya untuk bisa terbang
01:08karena saat ini kabut asap cukup pekat di Kabupaten Ketapang
01:12karena dua hari kemarin beberapa titik seperti Pelang dan juga Marismata
01:18kebakaran cukup besar sehingga untuk kabut asap di sana cukup pekat
01:23dan mengganggu jarak pandang sehingga untuk saat ini masih belum dapat informasi
01:27apakah Helicinuk bisa terbang atau masih menunggu kondisi kabut asap aman
01:33untuk melakukan penerbangan dan juga untuk selain dari Helicinuk
01:41juga dilakukan dengan upaya pemadaman melalui darat
01:43yang dilakukan oleh tim BBBD, Damkat dan juga Relawan yang ada di sana
01:48dan saat ini untuk kategori kualitas udara yang ada di Kota Pohon Tienak dan Kuburaya
01:53saat ini berkategori sangat tidak sehat
01:55untuk itu masyarakat terus diimbau untuk menggunakan pasger ketika keluar rumah
01:59You know?
02:00Ya untuk sebelumnya terjadi hujan lalu seperti apa?
02:03Apakah juga terutama di wilayah Ketapang dan juga Kuburaya
02:07api, titik apinya masih banyak tersebar?
02:11Ya untuk Kuburaya memang belum ada terjadi hujan di beberapa titik
02:16dan juga di Kabupaten Ketapang belum ada hujan
02:19Nah untuk itu tim dari pemerintah daerah BPBD juga melakukan
02:24dan BMK juga melakukan upaya modifikasi cuaca
02:28agar hujan bisa turun di titik-titik tersebut
02:30seperti Kuburaya dan Kabupaten Ketapang
02:32sehingga saat ini memang untuk Kuburaya
02:35meski tidak terdapat banyak titik panas
02:37setelah pun kabur asap dari kebakaran dari lahan gambut itu
02:41menyebabkan asap berada di wilayah Kalimantan Barat
02:46khususnya Kuburaya dan Punya cukup pekat pada pagi hari ini
02:48sehingga pembelajaran jarak jauh pun yang tadinya direncanakan hari ini
02:52mulai dilakukan untuk tatap muka
02:53ditunda kembali untuk dilakukan
02:56karena melihat kondisi cuaca yang saat ini dalam kategori berbahaya
03:01begitu juga di Kabupaten Ketapang
03:02untuk SD dan SMP saat ini diberlakukan pembelajaran jarak jauh
03:06karena memang kualitas udara di sana sangat berbahaya
03:09untuk melakukan aktivitas terutama untuk anak-anak dan juga lansia
03:13dari visual di belakang Anda tampak asap begitu pekat
03:17dan tetap jaga kondisi
03:18terima kasih atas laporan Anda Jones Kompasivi
03:21Sam Sulhardi dari Pontianak, Kalimantan Barat
03:23kita juga akan menuju ke Karawang, Jawa Barat
03:26yang saat ini informasinya terjadi kekeringan di sana
03:30Adi, untuk saat ini sudah lama atau sudah berapa lama
03:33dan saat ini hujan tidak turun selama 5 bulan
03:36dan bagaimana kondisi kekeringan di wilayah Karawang, Jawa Barat?
03:42Yuno dan juga saudara
03:44saat ini saya berada di lokasi salah satu daerah terdampak kekeringan suku parah
03:48yakni di Dusun Jangga
03:50Desa Mulia Sejati, Kesamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat
03:54dan sudah 5 bulan ini
03:56warga desa ini mengalami kekurangan air bersih
04:00sehingga perlu perjuangan sejumlah warga
04:03untuk bisa mendapatkan air
04:05untuk kebutuhan harian seperti mandi, cuci, dan kebutuhan memasak lainnya
04:10Yuno dan juga saudara, berdasarkan data yang kami terima
04:13saat ini lebih dari 27 ribu warga di Kabupaten Karawang
04:18terdampak kemarau panjang atau kekurangan air
04:22dan ini terjadi di 6 kecamatan dan 26 desa
04:27lokasi yang kami laporkan saat ini adalah
04:31salah satu lokasi di wilayah kecamatan Ciampel
04:33dan bisa dilihat hampir di setiap rumah
04:37warga ini menyiapkan sejumlah drem-drem atau tong-tong besar
04:41untuk menampung bantuan air bersih
04:45yang biasanya disalurkan oleh Badan Penanggulan Penjara Daerah
04:49atau BBB di Kabupaten Karawang
04:50yang sejak 5 bulan terakhir sudah menyuplai
04:52sekitar 1,7 juta liter air
04:57ke 6 kecamatan di 26 desa
05:00sementara saat bantuan belum datang
05:02warga terpaksa harus mencari sumber-sumber titik air
05:05yang bisa dimanfaatkan
05:07seperti hasil perbincangan kami dengan salah satu warga
05:10di desa mulia sejati Dusun Jangga ini
05:13mereka harus mencari sumber titik air
05:16di sungai-sungai sudah mengering
05:18kemudian mereka menggalinya dan berharap
05:20ada air timbul dari lokasi itu
05:23sehingga perlu waktu warga untuk bisa mendapatkan
05:27air untuk kebutuhan MCK
05:30sementara untuk kebutuhan minum
05:32warga memilih untuk membelinya
05:34ke sejumlah bebot-bobot air
05:36yang saat ini tersedia di beberapa lokasi
05:38lokasi di tempat semelapuran ini
05:40dihuni oleh sekitar 308 jiwa
05:44atau 107 kakak
05:46yang saat ini kondisinya cukup kering
05:49dan mereka untuk bisa mendapatkan air bersih
05:52perlu upaya perjuangan
05:55warga yang mendapatkan lokasi
05:58apa lokasi bantuan air bersih dari BBBD
06:01bisa sementara untuk bisa istirahat
06:03untuk kemudian menunggu berikutnya
06:05bantuan-bantuan air lain
06:06selain di lokasi ini kami pantau
06:08beberapa desa juga mengalami kekeringan
06:10cukup parah seperti di Ciburum
06:14kecamatan Pangkalan
06:15serta wilayah Pakisjaya
06:16penyebaran area terdampak kekeringan
06:19saat ini masih terus meluas
06:20jika dua hari kemarin
06:21data yang kami himpun
06:23masih 24 desa saat ini
06:25berdasarkan informasi dan wawancara kami
06:28dengan Kabit Tarlok
06:29BBBD Kabupaten Karawang
06:30sudah 26 desa
06:32dan saat ini mereka benar-benar
06:34mengharapkan bantuan
06:35dari pemerintah maupun instansi lainnya
06:38beberapa inisiatif juga dilakukan oleh
06:40kepala desa
06:40artinya bisa menjemput bantuan
06:42terutama mereka yang berada
06:44di area-area kawasan industri
06:45mereka bisa memohon
06:47atau mengajukan bantuan
06:48agar kemudian
06:48kebutuhan air warga ini
06:50sementara bisa tercukupi
06:52selain itu Juno
06:53upaya-upaya lain dari
06:55pemerintah daerah Kabupaten Karawang
06:57untuk bisa membantu
06:59menyalurkan air
07:00yakni dengan memaksimalkan
07:03saluran-saluran
07:04atau jaringan-jaringan PDAAM
07:06yang selama ini
07:08menjadi area
07:09kekeringan
07:10seperti lokasi ini
07:11sebelumnya
07:12ada upaya
07:13dari PDAAM
07:14untuk memasukkan jaringan
07:15ke lokasi ini
07:16namun
07:16melihat dari
07:17kontur tanah yang berada
07:19di tempat saya melaporkan ini
07:20cukup berbukit
07:21sehingga tekanan air
07:23tidak bisa naik
07:24dan otomatis
07:24PDAAM tidak bisa melakukan
07:26supply air
07:26ke lokasi ini
07:27dan berdasarkan
07:29keterangan dari warga
07:30memang jaringan-jaringan
07:31air tersebut
07:32sempat terpasang
07:32karena tingginya
07:34lokasi mereka
07:35berada
07:36di dataran
07:37yang cukup tinggi
07:38air tidak bisa masuk
07:39dan dampak yang terjadi
07:41atau yang terjadi
07:42adalah
07:42keseringan yang cukup panjang
07:44Juno
07:44PMKG telah memiringatkan
07:47bahwa
07:47SuperLU-nya
07:48menyebabkan
07:49kekeringan panjang
07:50mungkin hingga
07:51sampai
07:52akhir tahun ini
07:53dan
07:54perlu upaya mitigasi
07:55dari pemerintah pusat
07:56dan juga daerah
07:57agar warga
07:58dapat air bersih
07:59dan dimanfaatkan
08:01demi kebutuhan sehari-hari
08:02terima kasih atas laporan Anda
08:03Jones Kompasivi
08:04Adi Wahadi
08:04dari Karawang, Jawa Barat
08:06Terima kasih
Komentar

Dianjurkan