00:00Kamu mengedipkan mata.
00:02Dalam waktu yang sama, cahaya dari layar ponselmu sudah menempuh jarak dari bumi ke bulan.
00:07Tapi, coba tebak, kalau kamu menembakkan senter ke langit malam ini,
00:11cahaya itu butuh waktu lebih dari 4 tahun hanya untuk sampai ke bintang terdekat berikutnya.
00:17Selama 4 tahun penuh, seberkas cahaya itu hanya terbang melewati kehampaan.
00:22Kosong total.
00:23Dan jarak 4 tahun cahaya itu, jika dibandingkan dengan ukuran galaksi kita,
00:28hanyalah seperti menggeser satu butir pasir di pantai yang membentang dari Jakarta sampai London.
00:34Jadi, sebenarnya seberapa besar ruang di antara bintang-bintang ini?
00:39Jawabannya jauh lebih tidak masuk akal dari yang kamu bayangkan.
00:44Otak manusia berkembang untuk mengukur jarak predator di padang rumput,
00:48bukan untuk memahami ruang antar galaksi.
00:51Maka dari itu, jika kita bicara tentang angka-angka kosmik otakmu benar-benar mogok.
00:56Anggap saja kecepatan cahaya itu 300 ribu kilometer per detik.
01:01Itu artinya, dalam satu detik, kamu bisa mengelilingi bumi tujuh setengah kali.
01:06Namun, untuk menyeberangi galaksi bima sakti dari ujung ke ujung,
01:10cahaya butuh waktu 100 ribu tahun, 100 ribu tahun.
01:14Itu berarti, jika galaksi kita sebesar benua Eropa,
01:18tata surya kita dengan segala planet dan kometnya,
01:21hanya akan terlihat seperti satu titik debu,
01:24yang bahkan tidak bisa kamu lihat dengan mata telanjang.
01:27Kita hidup di ruang antar bintang yang sangat, sangat kosong.
01:31Mari kita coba perjalanan imaginer.
01:34Kamu naik mobil sport tercepat di dunia,
01:36menembus angkasa dengan kecepatan 400 kilometer per jam tanpa henti.
01:41Untuk sampai dari bumi ke bulan, kamu butuh sekitar 5 bulan.
01:45Itu hanya perjalanan ke tetangga terdekat kita di kosmos.
01:49Untuk sampai ke Mars saat posisinya paling dekat dengan bumi,
01:53perjalanan itu memakan waktu puluhan tahun.
01:55Lebih lama dari karir-karir seorang atlet profesional.
01:59Dan itu baru planet tetangga.
02:01Jarak dari matahari ke Neptunus,
02:03planet terjauh di tata surya kita adalah 4,5 miliar kilometer.
02:07Kalau kamu terbang dengan kecepatan pesawat komersial biasa,
02:12kamu butuh waktu lebih dari 5 ribu tahun.
02:155 ribu tahun yang lalu,
02:16manusia baru saja mulai membangun piramida pertama di Mesir.
02:21Kamu baru akan sampai di Neptunus sekarang,
02:23setelah seluruh sejarah peradaban manusia terjadi di belakangmu.
02:28Sekarang, perbesar skala itu,
02:31galaksi Bimasakti rumah kita berisi antara 100 miliar hingga 400 miliar bintang.
02:37Bayangkan setiap butir pasir di semua pantai di dunia.
02:40Jumlah bintang di galaksi kita masih lebih banyak dari itu.
02:44Dan setiap bintang itu berpotensi dikelilingi planet-planetnya sendiri.
02:49Data dari teleskop luar angkasa Kepler menunjukkan bahwa
02:52ada lebih banyak planet di galaksi kita daripada jumlah bintangnya.
02:57Rata-rata, setiap bintang punya setidaknya satu planet.
03:01Itu berarti ada ratusan miliar dunia lain hanya di Bimasakti.
03:05Tapi ini bagian yang paling bikin pusing.
03:08Bimasakti hanyalah satu galaksi dari setidaknya 2 triliunan galaksi
03:13yang ada di alam semesta yang bisa kita amati.
03:162 triliunan.
03:17Itu 2 dengan 12 nol di belakangnya.
03:20Jika setiap galaksi punya ratusan miliar bintang,
03:23jumlah total bintang di alam semesta diperkirakan lebih banyak
03:27daripada jumlah butir, pasir di semua pantai,
03:30gurun, dan dasar laut di seluruh planet bumi.
03:33Dan ada satu lagi konsekuensi liar dari kekosongan ini yaitu soal waktu.
03:39Karena cahaya punya kecepatan tetap ketika kamu menatap bintang
03:43yang jaraknya seribu tahun cahaya,
03:45apa yang kamu lihat sebenarnya adalah kondisi bintang itu seribu tahun yang lalu.
03:50Kamu sedang melihat masa lalu.
03:52Teleskop James Webb, teleskop luar angkasa paling canggih saat ini,
03:56mampu menangkap cahaya dari galaksi yang terbentuk hanya 300 juta tahun setelah alam semesta lahir.
04:03Kita sedang melihat alam semesta ketika masih sangat muda miliaran tahun yang lalu.
04:09Ini seperti menemukan foto bayi dari alam semesta.
04:12Semakin jauh kita melihat, semakin jauh ke masa lalu kita pergi.
04:16Batas penglihatan kita adalah kosmik microwave background,
04:20sisa radiasi dari 380 ribu tahun setelah alam semesta lahir.
04:25Di balik itu, semesta terlalu padat dan panas bagi cahaya untuk bergerak bebas.
04:31Kita tidak bisa melihat lebih jauh, bukan karena teleskop kita kurang kuat,
04:36tapi karena alam semesta sendiri belum cukup dingin untuk memancarkan cahaya pada masa itu.
04:42Dengan semua skala yang tidak masuk akal ini, sangat mudah untuk merasa kecil.
04:46Tapi coba pikirkan dari sudut pandang lain.
04:49Tubuhmu tersusun dari atom-atom yang bintang-bintang kuno hasilkan di dalam inti mereka sebelum meledak sebagai supernova.
04:57Karbon di ototmu, zat besi di darahmu, kalsium di tulangmu,
05:01semua itu ditempa di dalam perut bintang yang sudah mati miliaran tahun lalu,
05:06jadi secara harfiah, kamu terbuat dari bintang.
05:08Dan yang lebih luar biasa, di antara triliunan galaksi dan ratusan miliar biar bintang yang kita tahu,
05:16planet bumi adalah satu-satunya tempat yang kita ketahui memiliki kehidupan sadar
05:21yang bisa bertanya seberapa besar alam semesta ini.
05:24Kamu bukan sekadar penonton kecil di pinggir panggung kosmik.
05:28Kamu adalah bagian dari-ari alam semesta yang sedang mengamati dirinya sendiri.
05:33Jadi, kesadaranmu adalah satu-satunya alat yang kita punya untuk memahami kekosongan yang mengelilingi kita.
05:41Sekarang, tantangan untukmu.
05:43Malam ini, coba ini coba keluar dan lihat ke langit.
05:46Cari satu titik cahaya yang paling terang.
05:48Itu bisa jadi Venus, Jupiter, atau mungkin Sirius.
05:52Lalu coba bayangkan bahwa cahaya itu sudah menempuh perjalanan puluhan, ratusan, bahkan ribuan tahun hanya untuk sampai ke matamu.
06:00Momen ini di mana kamu berdiri dan menatap ke atas adalah momen di mana alam semesta sedang mengenali dirinya sendiri
06:08melalui matamu.
06:09Tulis di kolom komentar bintang apa yang kamu lihat dan apa yang kamu rasakan saat menyadari betapa jauhnya cahaya itu
06:16menempuh perjalanan.
06:18Ceritakan pengalamanmu, aku sangat penasaran.
06:21Terima kasih sudah menonton sampai detik ini.
06:32Jangan lupa subscribe supaya kita bisa menjelajahi misteri kosmos lagi di video berikutnya.
06:38Sampai jumpa!