Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
Pernah merasa kecil saat menatap bintang? Itu perasaan yang valid. Di video ini, kita tidak hanya membahas betapa luasnya alam semesta, tetapi juga mencoba memahami betapa tidak masuk akalnya skala kosmik bagi otak manusia. Dari cahaya matahari yang butuh waktu 8 menit untuk sampai ke wajahmu, hingga fakta bahwa galaksi kita hanya satu dari triliunan. Ini bukan soal merasa tidak penting, tapi tentang memahami keajaiban kesadaran manusia di tengah ruang hampa yang tak berujung. Kita adalah cara alam semesta mengenal dirinya sendiri. Tonton sampai selesai untuk memahami perspektif baru tentang tempatmu di jagat raya. Jangan lupa like, comment, dan subscribe untuk konten sains lainnya!
Transkrip
00:00Kamu mengedipkan mata.
00:02Dalam waktu yang sama, cahaya dari layar ponselmu sudah menempuh jarak dari bumi ke bulan.
00:07Tapi, coba tebak, kalau kamu menembakkan senter ke langit malam ini,
00:11cahaya itu butuh waktu lebih dari 4 tahun hanya untuk sampai ke bintang terdekat berikutnya.
00:17Selama 4 tahun penuh, seberkas cahaya itu hanya terbang melewati kehampaan.
00:22Kosong total.
00:23Dan jarak 4 tahun cahaya itu, jika dibandingkan dengan ukuran galaksi kita,
00:28hanyalah seperti menggeser satu butir pasir di pantai yang membentang dari Jakarta sampai London.
00:34Jadi, sebenarnya seberapa besar ruang di antara bintang-bintang ini?
00:39Jawabannya jauh lebih tidak masuk akal dari yang kamu bayangkan.
00:44Otak manusia berkembang untuk mengukur jarak predator di padang rumput,
00:48bukan untuk memahami ruang antar galaksi.
00:51Maka dari itu, jika kita bicara tentang angka-angka kosmik otakmu benar-benar mogok.
00:56Anggap saja kecepatan cahaya itu 300 ribu kilometer per detik.
01:01Itu artinya, dalam satu detik, kamu bisa mengelilingi bumi tujuh setengah kali.
01:06Namun, untuk menyeberangi galaksi bima sakti dari ujung ke ujung,
01:10cahaya butuh waktu 100 ribu tahun, 100 ribu tahun.
01:14Itu berarti, jika galaksi kita sebesar benua Eropa,
01:18tata surya kita dengan segala planet dan kometnya,
01:21hanya akan terlihat seperti satu titik debu,
01:24yang bahkan tidak bisa kamu lihat dengan mata telanjang.
01:27Kita hidup di ruang antar bintang yang sangat, sangat kosong.
01:31Mari kita coba perjalanan imaginer.
01:34Kamu naik mobil sport tercepat di dunia,
01:36menembus angkasa dengan kecepatan 400 kilometer per jam tanpa henti.
01:41Untuk sampai dari bumi ke bulan, kamu butuh sekitar 5 bulan.
01:45Itu hanya perjalanan ke tetangga terdekat kita di kosmos.
01:49Untuk sampai ke Mars saat posisinya paling dekat dengan bumi,
01:53perjalanan itu memakan waktu puluhan tahun.
01:55Lebih lama dari karir-karir seorang atlet profesional.
01:59Dan itu baru planet tetangga.
02:01Jarak dari matahari ke Neptunus,
02:03planet terjauh di tata surya kita adalah 4,5 miliar kilometer.
02:07Kalau kamu terbang dengan kecepatan pesawat komersial biasa,
02:12kamu butuh waktu lebih dari 5 ribu tahun.
02:155 ribu tahun yang lalu,
02:16manusia baru saja mulai membangun piramida pertama di Mesir.
02:21Kamu baru akan sampai di Neptunus sekarang,
02:23setelah seluruh sejarah peradaban manusia terjadi di belakangmu.
02:28Sekarang, perbesar skala itu,
02:31galaksi Bimasakti rumah kita berisi antara 100 miliar hingga 400 miliar bintang.
02:37Bayangkan setiap butir pasir di semua pantai di dunia.
02:40Jumlah bintang di galaksi kita masih lebih banyak dari itu.
02:44Dan setiap bintang itu berpotensi dikelilingi planet-planetnya sendiri.
02:49Data dari teleskop luar angkasa Kepler menunjukkan bahwa
02:52ada lebih banyak planet di galaksi kita daripada jumlah bintangnya.
02:57Rata-rata, setiap bintang punya setidaknya satu planet.
03:01Itu berarti ada ratusan miliar dunia lain hanya di Bimasakti.
03:05Tapi ini bagian yang paling bikin pusing.
03:08Bimasakti hanyalah satu galaksi dari setidaknya 2 triliunan galaksi
03:13yang ada di alam semesta yang bisa kita amati.
03:162 triliunan.
03:17Itu 2 dengan 12 nol di belakangnya.
03:20Jika setiap galaksi punya ratusan miliar bintang,
03:23jumlah total bintang di alam semesta diperkirakan lebih banyak
03:27daripada jumlah butir, pasir di semua pantai,
03:30gurun, dan dasar laut di seluruh planet bumi.
03:33Dan ada satu lagi konsekuensi liar dari kekosongan ini yaitu soal waktu.
03:39Karena cahaya punya kecepatan tetap ketika kamu menatap bintang
03:43yang jaraknya seribu tahun cahaya,
03:45apa yang kamu lihat sebenarnya adalah kondisi bintang itu seribu tahun yang lalu.
03:50Kamu sedang melihat masa lalu.
03:52Teleskop James Webb, teleskop luar angkasa paling canggih saat ini,
03:56mampu menangkap cahaya dari galaksi yang terbentuk hanya 300 juta tahun setelah alam semesta lahir.
04:03Kita sedang melihat alam semesta ketika masih sangat muda miliaran tahun yang lalu.
04:09Ini seperti menemukan foto bayi dari alam semesta.
04:12Semakin jauh kita melihat, semakin jauh ke masa lalu kita pergi.
04:16Batas penglihatan kita adalah kosmik microwave background,
04:20sisa radiasi dari 380 ribu tahun setelah alam semesta lahir.
04:25Di balik itu, semesta terlalu padat dan panas bagi cahaya untuk bergerak bebas.
04:31Kita tidak bisa melihat lebih jauh, bukan karena teleskop kita kurang kuat,
04:36tapi karena alam semesta sendiri belum cukup dingin untuk memancarkan cahaya pada masa itu.
04:42Dengan semua skala yang tidak masuk akal ini, sangat mudah untuk merasa kecil.
04:46Tapi coba pikirkan dari sudut pandang lain.
04:49Tubuhmu tersusun dari atom-atom yang bintang-bintang kuno hasilkan di dalam inti mereka sebelum meledak sebagai supernova.
04:57Karbon di ototmu, zat besi di darahmu, kalsium di tulangmu,
05:01semua itu ditempa di dalam perut bintang yang sudah mati miliaran tahun lalu,
05:06jadi secara harfiah, kamu terbuat dari bintang.
05:08Dan yang lebih luar biasa, di antara triliunan galaksi dan ratusan miliar biar bintang yang kita tahu,
05:16planet bumi adalah satu-satunya tempat yang kita ketahui memiliki kehidupan sadar
05:21yang bisa bertanya seberapa besar alam semesta ini.
05:24Kamu bukan sekadar penonton kecil di pinggir panggung kosmik.
05:28Kamu adalah bagian dari-ari alam semesta yang sedang mengamati dirinya sendiri.
05:33Jadi, kesadaranmu adalah satu-satunya alat yang kita punya untuk memahami kekosongan yang mengelilingi kita.
05:41Sekarang, tantangan untukmu.
05:43Malam ini, coba ini coba keluar dan lihat ke langit.
05:46Cari satu titik cahaya yang paling terang.
05:48Itu bisa jadi Venus, Jupiter, atau mungkin Sirius.
05:52Lalu coba bayangkan bahwa cahaya itu sudah menempuh perjalanan puluhan, ratusan, bahkan ribuan tahun hanya untuk sampai ke matamu.
06:00Momen ini di mana kamu berdiri dan menatap ke atas adalah momen di mana alam semesta sedang mengenali dirinya sendiri
06:08melalui matamu.
06:09Tulis di kolom komentar bintang apa yang kamu lihat dan apa yang kamu rasakan saat menyadari betapa jauhnya cahaya itu
06:16menempuh perjalanan.
06:18Ceritakan pengalamanmu, aku sangat penasaran.
06:21Terima kasih sudah menonton sampai detik ini.
06:32Jangan lupa subscribe supaya kita bisa menjelajahi misteri kosmos lagi di video berikutnya.
06:38Sampai jumpa!

Dianjurkan