00:00Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat sebanyak 1.730 kejadian bencana alam landa berbagai wilayah Indonesia sejak awal tahun hingga 7
00:08September 2026,
00:09yang memicu kerusakan ratusan ribu unit rumah serta fasilitas publik.
00:13Sekretaris Utama BNPB, Rustian, menyampaikan bahwa seluruh 38 provinsi dan 514 kabupaten kota di Indonesia berada dalam kondisi kerawanan bencana
00:23tingkat sedang hingga tinggi.
00:24Dari kompilasi data BNPB sampai dengan tanggal 7 September 2026, terjadi 1.730 kali kejadian bencana,
00:31yang didominasi oleh bencana hidrometeorologi serta bencana geologi, kata dia dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, 8 September 2026.
00:41Rustian merinci bencana hidrometeorologi mencatatkan angka kejadian tertinggi, meliputi kebakaran hutan dan lahan,
00:47karhutlah, sebanyak 627 kali, banjir 543 kali, cuaca ekstrim 324 kali, tanah longsor 105 kali, kekeringan 101 kali,
00:58serta gelombang pasang dan abrasi 14 kali.
01:01Sementara untuk bencana geologi, BNPB mencatat telah terjadi guncangan gempa bumi sebanyak 13 kali
01:06dan erupsi gunung api sebanyak 3 kali di sejumlah wilayah tanah air.
01:11Rangkaian bencana tersebut mengakibatkan dampak kerusakan fisik yang signifikan,
01:14di mana sebanyak 111.533 unit rumah warga terdampak dengan rincian 29.143 unit rusak berat,
01:2224.521 unit rusak sedang, dan 57.869 unit rusak ringan.
01:29Kerusakan juga meluas kesarana publik, mencakup 2.361 unit fasilitas pendidikan,
01:34867 unit rumah ibadah, 230 unit fasilitas kesehatan dasar maupun rujukan,
01:40751 unit perkantoran, serta 92 unit jembatan terputus.
01:44Terima kasih telah menonton!
01:45Terima kasih telah menonton!
Komentar