00:00Timeline Anak Rakatau berstatus siaga Juli 2026 hingga abu vulkanik menyebar.
00:05Aktivitas Gunung Anak Rakatau, Gak, di Selat Sunda, Lampung sudah berlangsung sejak awal Juli.
00:11Gunung Anak Rakatau ini mengalami erupsi, dentuman hingga mengeluarkan abu vulkanik yang menyebar luas.
00:18Sebagaimana diketahui, Gunung Anak Rakatau sudah berstatus level 3, siaga, sejak 2 Juli 2026.
00:25Gunung Anak Rakatau kemudian mengalami erupsi hebat hingga abu vulkanik menyebar luas.
00:30Pada Minggu, 6 September 2026, malam, Gunung Anak Rakatau masih mengalami erupsi.
00:36Hingga Senin 7 September pagi, aktivitas vulkanik Gunung Api tersebut masih terpantau,
00:41dengan tercatat 4 kali gempa hembusan, 1-2 Juli, status siaga.
00:46Pada 2 Juli lalu, Badan Geologi Kementerian ESDM telah menaikkan status aktivitas Gunung Anak Rakatau,
00:52Gat, di Selat Sunda, Lampung, dari level 2, Waspada, menjadi level 3, siaga.
01:00Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh,
01:04tingkat aktivitas Gunung Anak Rakatau dinaikkan dari level 2, Waspada, menjadi level 3, siaga,
01:10terhitung mulai 2 Juli 2026 pukul 16.30 WIB,
01:14kata Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria,
01:17Jumat 3 Juli, 2.16 Juli, aktivitas sempat meredah.
01:22Selanjutnya, kondisi Gunung Anak Rakatau mulai meredah meski masih pada level 3 atau siaga.
01:28Beberapa indikator mulai menurun.
01:30Sudah kecenderungan meredah, tapi level masih di 3.
01:34Beberapa indikator mulai menurun,
01:36kata Kepala BPBD Banten Lutfi Mujahidin dalam keterangannya,
01:40Kamis, 16 Juli 2026, 3-5 September, erupsi menerus.
01:45Kemudian Gunung Anak Rakatau mengalami erupsi menerus pada 5 September.
01:50Erupsi ini terpantau dengan suara gemuruh dari pos pemantauan.
01:54Pada tanggal 5 September 2026 pukul 23.07 WIB,
01:58Gunung Api Anak Rakatau mengalami erupsi menerus yang disertai dengan suara gemuruh.
02:02Sampai saat ini tanggal 5 September 2026,
02:05pukul 4.40 WIB masih berlangsung erupsi menerus
02:07dan masih terdengar gemuruh dari pos PGA Krakatau Pasauran dari erupsi menerus gak?
02:11Tulis Badan Geologi dalam keterangannya,
02:14Sabtu 5 September, 4-6 September,
02:17Abu Vulkanik menyebar ke sejumlah daerah.
02:20Selanjutnya, Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria,
02:24mengatakan Abu Vulkanik erupsi Gunung Anak Rakatau menyebar ke 5 provinsi.
02:295 provinsi tersebut adalah Banten,
02:31sebagian Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, dan Bengkulu.
02:36Akibatnya, Bandara Soekarno-Hatta, Suta, dan Bandara lainnya ditutup karena Abu Vulkanik ini.
02:42Dan berdasarkan gabungan informasi erupsi dan fauna,
02:45Volcano Observatory Notice for Aviation dari PVMBG melalui Magma Indonesia,
02:50Informasi FAAT, Volcanic Ash Advisory Center, Darwin,
02:54serta analisa citra satelit Himawari 9 oleh BMKG,
02:57bahwa Abu Vulkanik Gunung Anak Rakatau terpantau menyebar di atmosfer ke arah Banten,
03:01sebagian Jawa Barat, dan juga DKI Jakarta,
03:04serta Lampung dan Bengkulu,
03:06Ujarlana dalam konferensi per secara daring,
03:08Minggu 6 September, 5-7 September,
03:11erupsi menerus berakhir.
03:13Untuk diketahui,
03:15erupsi Gunung Anak Rakatau merupakan tipe letusan strombolian,
03:18yakni jenis letusan gunung berapi dengan ledakan yang relatif ringan tapi berlangsung terus-menerus.
03:23Erupsi terus-menerus ini berakhir setelah 25 jam.
03:27Tiga kali erupsi strombolian terjadi setelah episode erupsi menerus berakhir,
03:31kata Badan Geologi lewat akun TREATS Badan Geologi,
03:34Senin, 7 September 2026.
03:37Kendati demikian,
03:38empat bandara yakni Bandara Suta,
03:40CGK,
03:41Bandara Halim Perdana Kusuma,
03:43HLP,
03:44Bandara Radin Inten II,
03:45TKG,
03:46dan Bandara Hussein Sastra Negara,
03:48BDO,
03:49masih ditutup sampai pukul 18 waktu Indonesia Barat.
Komentar