Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, Lampung sudah berlangsung sejak awal Juli. Gunung Anak Krakatau ini mengalami erupsi, dentuman hingga mengeluarkan abu vulkanik yang menyebar luas.
Sebagaimana diketahui, Gunung Anak Krakatau sudah berstatus Level III (Siaga) sejak 2 Juli 2026. Gunung Anak Krakatau kemudian mengalami erupsi hebat hingga abu vulkanik menyebar luas.

Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)

#Riauonline #Riauonlinecoid #anakkrakatau #statusanakkrakatau

Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.

Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU

Jangan lupa subscribe yaa..

Follow Juga akun Sosial Media kami

https://www.facebook.com/RiauOnlin

https://twitter.com/red_riauonline

https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id

https://www.tiktok.com/@riauonline1

https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR

https://sck.io/u/j3hlxrGg

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Timeline Anak Rakatau berstatus siaga Juli 2026 hingga abu vulkanik menyebar.
00:05Aktivitas Gunung Anak Rakatau, Gak, di Selat Sunda, Lampung sudah berlangsung sejak awal Juli.
00:11Gunung Anak Rakatau ini mengalami erupsi, dentuman hingga mengeluarkan abu vulkanik yang menyebar luas.
00:18Sebagaimana diketahui, Gunung Anak Rakatau sudah berstatus level 3, siaga, sejak 2 Juli 2026.
00:25Gunung Anak Rakatau kemudian mengalami erupsi hebat hingga abu vulkanik menyebar luas.
00:30Pada Minggu, 6 September 2026, malam, Gunung Anak Rakatau masih mengalami erupsi.
00:36Hingga Senin 7 September pagi, aktivitas vulkanik Gunung Api tersebut masih terpantau,
00:41dengan tercatat 4 kali gempa hembusan, 1-2 Juli, status siaga.
00:46Pada 2 Juli lalu, Badan Geologi Kementerian ESDM telah menaikkan status aktivitas Gunung Anak Rakatau,
00:52Gat, di Selat Sunda, Lampung, dari level 2, Waspada, menjadi level 3, siaga.
01:00Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh,
01:04tingkat aktivitas Gunung Anak Rakatau dinaikkan dari level 2, Waspada, menjadi level 3, siaga,
01:10terhitung mulai 2 Juli 2026 pukul 16.30 WIB,
01:14kata Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria,
01:17Jumat 3 Juli, 2.16 Juli, aktivitas sempat meredah.
01:22Selanjutnya, kondisi Gunung Anak Rakatau mulai meredah meski masih pada level 3 atau siaga.
01:28Beberapa indikator mulai menurun.
01:30Sudah kecenderungan meredah, tapi level masih di 3.
01:34Beberapa indikator mulai menurun,
01:36kata Kepala BPBD Banten Lutfi Mujahidin dalam keterangannya,
01:40Kamis, 16 Juli 2026, 3-5 September, erupsi menerus.
01:45Kemudian Gunung Anak Rakatau mengalami erupsi menerus pada 5 September.
01:50Erupsi ini terpantau dengan suara gemuruh dari pos pemantauan.
01:54Pada tanggal 5 September 2026 pukul 23.07 WIB,
01:58Gunung Api Anak Rakatau mengalami erupsi menerus yang disertai dengan suara gemuruh.
02:02Sampai saat ini tanggal 5 September 2026,
02:05pukul 4.40 WIB masih berlangsung erupsi menerus
02:07dan masih terdengar gemuruh dari pos PGA Krakatau Pasauran dari erupsi menerus gak?
02:11Tulis Badan Geologi dalam keterangannya,
02:14Sabtu 5 September, 4-6 September,
02:17Abu Vulkanik menyebar ke sejumlah daerah.
02:20Selanjutnya, Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria,
02:24mengatakan Abu Vulkanik erupsi Gunung Anak Rakatau menyebar ke 5 provinsi.
02:295 provinsi tersebut adalah Banten,
02:31sebagian Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, dan Bengkulu.
02:36Akibatnya, Bandara Soekarno-Hatta, Suta, dan Bandara lainnya ditutup karena Abu Vulkanik ini.
02:42Dan berdasarkan gabungan informasi erupsi dan fauna,
02:45Volcano Observatory Notice for Aviation dari PVMBG melalui Magma Indonesia,
02:50Informasi FAAT, Volcanic Ash Advisory Center, Darwin,
02:54serta analisa citra satelit Himawari 9 oleh BMKG,
02:57bahwa Abu Vulkanik Gunung Anak Rakatau terpantau menyebar di atmosfer ke arah Banten,
03:01sebagian Jawa Barat, dan juga DKI Jakarta,
03:04serta Lampung dan Bengkulu,
03:06Ujarlana dalam konferensi per secara daring,
03:08Minggu 6 September, 5-7 September,
03:11erupsi menerus berakhir.
03:13Untuk diketahui,
03:15erupsi Gunung Anak Rakatau merupakan tipe letusan strombolian,
03:18yakni jenis letusan gunung berapi dengan ledakan yang relatif ringan tapi berlangsung terus-menerus.
03:23Erupsi terus-menerus ini berakhir setelah 25 jam.
03:27Tiga kali erupsi strombolian terjadi setelah episode erupsi menerus berakhir,
03:31kata Badan Geologi lewat akun TREATS Badan Geologi,
03:34Senin, 7 September 2026.
03:37Kendati demikian,
03:38empat bandara yakni Bandara Suta,
03:40CGK,
03:41Bandara Halim Perdana Kusuma,
03:43HLP,
03:44Bandara Radin Inten II,
03:45TKG,
03:46dan Bandara Hussein Sastra Negara,
03:48BDO,
03:49masih ditutup sampai pukul 18 waktu Indonesia Barat.
Komentar

Dianjurkan