Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Bupati Siak Afni Zulkifli akan memperjuangkan Tengku Buwang Asmara yang merupakan Sultan Siak Ke-2 dan bergelar Sultan Mahmud Abdul Jalil Muzaffarsyah, sebagai Pahlawan Nasional.

Hal ini disampaikannya saat bertemu Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Jakarta, Jumat malam 28 Agustus 2026.

"Beliau Sultan Siak yang secara nyata ikut berperang melawan penjajah Belanda di masanya. Kami mengusulkan Sultan Siak ke 2 ini dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional, selain Sultan terakhir Siak, Sultan Syarif Kasim II," ujarnya.

Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)

#Riauonline #Riauonlinecoid #Bupatisiak #Tengkubawangasmara

Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.

Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU

Jangan lupa subscribe yaa..

Follow Juga akun Sosial Media kami

https://www.facebook.com/RiauOnlin

https://twitter.com/red_riauonline

https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id

https://www.tiktok.com/@riauonline1

https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR

https://sck.io/u/j3hlxrGg

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Bupati Siak Perjuangkan Tengku Bawang Asmara Jadi Pahlawan Nasional
00:04Bupati Siak Afni Zulkifli akan memperjuangkan Tengku Bawang Asmara yang merupakan Sultan Siak II
00:09dan bergelar Sultan Mahmud Abdul Jalil Muzaffarsyah sebagai pahlawan nasional.
00:14Hal ini disampaikannya saat bertemu Menteri Kebudayaan Fadlizon di Jakarta, Jumat malam 28 Agustus 2026.
00:22Beliau Sultan Siak yang secara nyata ikut berperang melawan penjajah Belanda di masanya.
00:26Kami mengusulkan Sultan Siak II ini dinobatkan sebagai pahlawan nasional.
00:31Selain Sultan Terakhir Siak, Sultan Syarif Kasim II, ujarnya,
00:35Tengku Bawang berdasarkan catatan sejarah dikenal sebagai sosok pejuang yang disegani dan ditakuti Belanda.
00:41Salah satu perjuangannya yang paling dikenal adalah Perang Guntung,
00:44yakni perlawanan Kesultanan Siak terhadap Belanda di Pulau Guntung, Muara Sungai Siak.
00:49Tengku Bawang dinobatkan sebagai Sultan Siak dibuatan pada tahun 1746 M
00:54setelah Sultan Abdul Jalil Rahmat Shah atau Raja Kecil Wafat.
00:58Tengku Bawang kemudian memindahkan pusat kedudukannya ke Sungai Mempura pada 1750,
01:03aks pusat pemerintahannya jauh dari pengaruh Belanda.
01:05Di masa itu, Belanda terus berupaya mendapatkan akses perdagangan di Sungai Siak.
01:10Kesempatan akhirnya diberikan dengan syarat perdagangan bebas dan tanpa monopoli.
01:15Belanda kemudian mendirikan loji di Guntung yang berada di Muara Sungai Siak.
01:19Terima kasih.
01:20Terima kasih.
01:20Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan