Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama


KOMPAS.TV - KPK menyebut dari delapan tersangka yang ditangkap dalam korupsi pengurusan Hak Guna Bangunan, empat orang di antaranya diduga adalah orang dekat Menteri Nusron.

Lantas, apakah KPK akan memeriksa Menteri Nusron dalam waktu dekat untuk menguak adakah keterlibatannya dalam kasus ini?

Kita ulas bersama, Praktisi Hukum & Aktivis Antikorupsi, Saor Siagian, dan Mantan Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif. Sebelumnya, kami sudah mencoba menghubungi beberapa politisi Golkar untuk bergabung, namun belum ada yang bisa bergabung.

#nusron #kpk #praktisihukum

Baca Juga Nusron Wahid 2 Hari Tak Hadiri Rapat DPR usai OTT KPK di BPN, Wamen Ossy Buka Suara di https://www.kompas.tv/nasional/691057/nusron-wahid-2-hari-tak-hadiri-rapat-dpr-usai-ott-kpk-di-bpn-wamen-ossy-buka-suara



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/691062/eks-wakil-ketua-kpk-praktisi-hukum-soroti-orang-terdekat-ditangkap-nusron-bakal-ikut-diperiksa
Transkrip
00:00Kita menyebut dari delapan tersangka yang ditangkap dalam korupsi pengurusan hak guna bangunan.
00:04Empat orang diantaranya diduga adalah orang kepercayaan Menteri Nusron Wahid.
00:08Lantas, apakah KPK akan memeriksa Menteri Nusron dalam waktu dekat untuk menguak?
00:13Adakah keterlibatnya dalam kasus ini?
00:14Kita ulas bersama dengan praktisi hukum dan aktivis anti korupsi,
00:19Saor Siagian, dan juga mantan Wakil Ketua KPK, Laude M. Syarif.
00:23Selamat sore, Bapak-Bapak. Semoga sehat seselalu.
00:27Selamat sore, Juno.
00:28Selamat sore, Selamat sore, Mas.
00:30Sebelumnya kami juga sudah mencoba menghubungi beberapa politisi Partai Golkar untuk bergabung.
00:34Namun belum ada yang dapat bergabung.
00:36Saya ke Pak Laude terlebih dahulu.
00:38Pak Laude, sebenarnya KPK telah mengungkap bahwa dari delapan tersangka,
00:43empat diantaranya merupakan orang kepercayaan dari Menteri Nusron Wahid.
00:47Lalu dari pengalaman Anda,
00:49harusnya penyidik KPK dapat memeriksa Menteri Nusron ini dalam jangka waktu lebih dekat
00:54untuk diperiksa sebagai saksi?
00:57Ya, dari beberapa yang kita dapat dari media,
01:03sebenarnya memang kalau penyidik itu untuk memeriksa seseorang,
01:09satu memiliki keterkaitan.
01:11Yang kedua, ada soal permasalahan kewenangan.
01:16Saya pikir ini yang paling penting, yang tadi belum disebutkan oleh beberapa pengamat tadi yang telah diberitahui.
01:24Pertama, apakah orang-orang ini yang telah ditangkap ini memiliki kewenangan besar
01:31untuk mengatur soalnya HGB, hak penggunaan hak atas tanah, dan hak-hak atas tanah yang lain.
01:38Kalau seandainya mereka ini bukan penentu kebijakan utama,
01:44maka yang pengambil keputusan utamanya itu memang harus dikonfrontasi.
01:49Itu penting supaya apa?
01:52Supaya ketahuan sebenarnya bagaimana gambaran prosesnya seperti itu.
01:56Itu yang nomor satu.
01:58Yang nomor dua, kebetulan waktu saya di KPK,
02:03Fat El Fawzi ini pernah juga saya tangkap.
02:06Ini pengadaan Al-Quran.
02:08Itu terus terang semua, apa namanya ya, banyak juga pengadaan berang dan jasa ya.
02:16Tadi pengadaan untuk Al-Quran saja ditilap sama anak ini.
02:20Dan orang, oleh karena itu, ini sudah ketiga kalinya.
02:23Sudah ketiga kalinya, dia melakukan korupsi dan kelihatannya memang anak ini adalah gatekeepers.
02:34Karena dia tidak memiliki kewenangan.
02:37Dia tidak memiliki, apa ya, dia anggota biasa.
02:43Dia tidak mempunyai kekuatan eksekusi bahwa dia bisa memberi keputusan,
02:48dia bisa memberikan hak atau yang lain-lain.
02:51Nah, oleh karena itu, maka tidak boleh sampai kepada hanya orang ini.
02:57Harus dicari, ini siapa?
03:00Dia menjaga uangnya siapa?
03:03Ada yang saya kira itu, kalau serius,
03:05jadi KPK tahu caranya.
03:07Nggak usah kita ajarin siapa dulu yang harus dia periksa seperti itu.
03:12Tapi kalau mereka serius, itu memang bisa dilebarin ke samping,
03:17bisa dilebarin ke atas.
03:18Oke.
03:19Jadi, sorry, salah bahasa Indonesia.
03:23Bisa dilebarin ke samping, bisa ditinggikan ke atas.
03:27Seperti itu.
03:28Sehingga memang bisa, untuk bisa diserulkan lebih lanjut.
03:32Oke Bang Saur, untuk saat ini kita mau katanya bahwa
03:35Presiden Direktur dari Sumarekon Agung ini juga diduga terlibat.
03:39Dan ini, dari level bawah, ada pembukatan terkait dengan penyelenggaraan negara,
03:44terutama di ATR BPN dari Kepala Kantor Tanah di Bogor,
03:47kemudian naik ke Dirjen Pengendalian Tanah dari ATR BPN terlibat.
03:51Menurut Anda, apakah mereka berjalan secara sendiri,
03:55atau ada perintah, ataupun ada operator terkait dengan dugaan korupsi di ATR BPN?
04:00Kalau kita dengar konferensi pers dari Direktur Penyidik KPK kan,
04:08apa namanya ini kan benar-benar kerja mafia.
04:12Ya, tentu yang diduga di atasnya itu,
04:17seperti juga KPK mengatakan bahwa sangat diduga terlibat kepada Menteri.
04:25Nah, uang-uang yang khusus Sumarekon di Bogor itu kan hanya 1,5 miliar kan,
04:33untuk pembukaan blokirnya.
04:35Nah, yang ditangkap juga kan ada juga Kepala BPN Tangerang,
04:43ini membuktikan bahwa korupsi atau yang dilakukan oleh gerombolan ini
04:52adalah sesuatu yang sudah betul-betul kerja mafia.
04:55Ini mungkin di semua BPN adalah bekerja seperti ini.
04:59Nah, begitu juga para pengusaha,
05:01karena mereka juga punya kepentingan,
05:05mau tidak mau mereka juga tunduk kepada para mafia ini.
05:11Nah, seperti Pak Laude tadi katakan bahwa yang menarik kan,
05:16misalnya begini,
05:17bagaimana Nusron nggak mungkin lagi bisa lepas,
05:20setidaknya ada dirjennya,
05:22ada Kepala BPN-nya,
05:24Kepala BPN Bogor kan waktu itu tidak mau,
05:27kecuali ada perintah.
05:28Nah, sekarang mengapa ada misalnya anak buahnya, dirjennya,
05:32dan ada beberapa orang yang terkait kepada partainya,
05:35nah ini kan tentu sangat masuk akal,
05:40bahwa Menteri ini adalah penanggung jawab.
05:44Nah, oleh karena itu kita minta Presiden sesungguhnya,
05:47karena ini sangat menyentuh kepentingan dasar daripada masyarakat,
05:52segera non-aktifkan Menteri ini,
05:55sehingga tidak disanderah rejim ini oleh kerja-kerja setidaknya secara leadership,
06:01dia sudah gagal, ya.
06:03Sebagai Menteri dia sudah gagal,
06:05tidak bisa menerbitkan anak buahnya,
06:07sebagai partai terlibat,
06:09apa namanya, kader-kadernya,
06:11bahkan mantan narapidana juga terlibat.
06:14Nah, kita minta memang dari awal,
06:16bahwa teman-teman nanti jaksa penuntut umum,
06:20supaya menuntut mereka ini maksimal.
06:23Nah, kita meminta supaya segera Nusron dipanggil,
06:27dan kalau memang cukup buktis,
06:29segera ditapkan tersangkan,
06:30dan dia harus segera mengundurkan diri,
06:32sehingga, apa namanya,
06:35pemerintahan sekarang ini tidak disenderah oleh kejadian yang sekarang,
06:40di BPN yang sekarang masih menyangkut di Bogor.
06:44Gitu loh, Juno.
06:45Saya ke Pak Lawadipal,
06:46ada mafia tanah,
06:48dugaan mafia tanah dari level bawah hingga level pusat.
06:51Lalu, seperti apa sebenarnya tadi Anda menyatakan,
06:53sebenarnya sebegitu mudahnya penyidik KPK dapat membuktikan.
06:56Nah, untuk saat ini,
06:57seperti apa sebenarnya untuk pembuktian unsur atas perintah,
07:00atau pengetahuan dari pusat,
07:03ataupun level menteri?
07:05Ya, selalu ya,
07:07memang tidak terlalu gampang.
07:08sebagai bahwa karena biasanya,
07:12kalau misalnya perintah dilakukan dengan lisan,
07:16itu biasanya tidak tercatat,
07:18dan tidak diketahui,
07:19sehingga itu memang butuh cross-examinasi ya,
07:23yang cukup untuk bisa menetapkan seseorang tersangka atau tidak.
07:28Melalui percakapan telepon atau seperti apa?
07:31Ya, kalau itu,
07:32kalau ada semua percakapannya itu adalah melalui media,
07:36misalnya telepon atau email atau lain,
07:41atau surat, itu bisa.
07:43Tapi kalau misalnya lisan,
07:45biasa seperti itu,
07:46pertemuan,
07:47itu biasanya,
07:48ya perlu kesungguhan dalam untuk,
07:54apa namanya ya,
07:55untuk menyelidikinya.
07:56namun demikian,
07:58saya ingin jelaskan bahwa,
08:01ATR BPN itu salah satu yang paling rawan.
08:05Itu bukan cuma sekarang,
08:07dari dulu.
08:08Dari dulu.
08:09Dan itu biasanya,
08:11kalau kita mau lihat,
08:12bahkan,
08:13para pengembang ini,
08:16para pengembang ini,
08:17seperti yang dalam menelaskan mereka ini,
08:19ini adalah,
08:20biasanya,
08:21tanah masyarakat yang ada suratnya pun,
08:23itu bisa diterabas oleh mereka.
08:26Dan itu bukan hanya ini ya,
08:28karena apa?
08:29Karena mereka memiliki,
08:31memiliki kemampuan uang,
08:33setelah uangnya itu,
08:35termasuk bisa mempengaruhi,
08:36para pejabat di BPN,
08:38ATR.
08:38Dan ini bukan kali pertama,
08:40ini terjadi banyak di seluruh Indonesia,
08:42sehingga memang,
08:46kelihatannya ini,
08:47seperti belum sembuh sampai sekarang,
08:49bahkan lebih parah.
08:50Oleh karena itu,
08:50saya sepakat juga itu dengan Pak Saor,
08:54mengatakan bahwa,
08:55tidak boleh ada pembiaran.
08:58Ini kan seperti pembiaran ini,
09:00sehingga terjadi,
09:01dan terulang-ulang terus,
09:02seperti itu.
09:03Ya, persoalan mafia tanah,
09:04terus terjadi.
09:05Saya ingin sampaikan ini adalah,
09:07saya juga ingin menghargai KPK.
09:10Karena,
09:11ini terus terang,
09:14OTT yang paling banyak,
09:16barang buktinya.
09:17200 miliar ya.
09:18Belum pernah terjadi seperti itu.
09:20Di zaman saya dulu,
09:21yang paling besar itu,
09:23saya masih ingat,
09:24beberapa ransel,
09:26itu sekitar 40 miliar lebih,
09:28sekitar 50 miliar semuanya,
09:30itu dirjen perhubungan laut.
09:32Ini,
09:33besar sekali.
09:35Karena dia besar,
09:37maka tidak mungkin sebenarnya ini,
09:39hanya orang-orang kecil.
09:41Biasanya makin besar obyeknya,
09:44baik.
09:44Kita tangkap di situ,
09:45Pak Lawdeh,
09:48bahwa mafia tanah ini,
09:49masih terus terjadi,
09:50dan KPK,
09:51kita percayakan,
09:52untuk terus mengusutun.
09:53Saya ke Bangsar,
09:54Bangsar,
09:54untuk saat ini,
09:55ada segitiga emas,
09:56korupsi,
09:57terkait dengan politisi,
09:58yaitu,
09:59kemudian,
09:59juga ada pejabat pemerintahan,
10:01dan juga pihak swasta.
10:02Dan untuk saat ini,
10:03KPK juga menyebutnya,
10:05sebagai orang kepercayaan.
10:06Anda melihat seperti apa?
10:07Apakah ada restu,
10:08yang sifatnya instruksi,
10:11dan kemudian,
10:12ini menjadi korupsi,
10:13yang terus menahun,
10:14di Indonesia?
10:16Ya,
10:17ini kan,
10:17menampar,
10:18Presiden sendiri kan,
10:21yang setiap hari,
10:22sampai Presiden,
10:23diduga,
10:23cuma nomon-omon gitu ya,
10:25barangkali juga,
10:26terkonfirmasi.
10:27Nah,
10:28dengan tindakan-tindakan,
10:30setidaknya setingkat dirjen,
10:32ya,
10:33ada nothing gitu loh.
10:34Nah,
10:35oleh karena itu,
10:35seperti tadi Pak Lawdeh,
10:37mengatakan,
10:37Saudara Al,
10:39Arafik ini,
10:40sudah,
10:41dua kali,
10:43nah,
10:43kita juga meminta,
10:45sesungguhnya,
10:46keseriusan,
10:46karena,
10:47ternyata,
10:47tidak ada deteren efek,
10:49gitu loh.
10:50Ya,
10:50kan,
10:50dan juga,
10:50pengusaha-pengusaha ini juga,
10:52kita dorong mereka ini,
10:53juga bukan mafia.
10:55Bagaimana mungkin,
10:56masih ada hak milik warga,
10:58tanpa peduli,
11:00kemudian,
11:02menepikan HGB,
11:03nah,
11:04ini salah satu kasus,
11:05tetapi yang,
11:06tidak,
11:07terungkap,
11:08misalnya,
11:09apa yang terjadi,
11:09kenapa harus ditangkap,
11:10misalnya,
11:11kepala Tangerang,
11:12berarti ini,
11:13jangan dibilang lagi personal,
11:15jangan kita simplifikasi,
11:17ini kerja-kerja mafia,
11:19kalau ini,
11:20tidak segera dituntaskan,
11:21apalagi,
11:22sekarang ini,
11:23apa namanya,
11:24presiden selalu mengatakan,
11:25berpihak kepada rakyat,
11:27kita mau juga,
11:28pengusaha-pengusaha ini,
11:29harus juga punya jiwa nasionalisme,
11:31dia tidak sampai di otaknya,
11:32yang penting,
11:33untung,
11:33rakyat menderita,
11:35nah,
11:35saya kira itu tidak layak,
11:36kita hargai sebagai warga,
11:37atau juga terlebih,
11:38sebagai pebisnis,
11:40gitu loh, Juno.
11:40Baik,
11:41kita nantikan bagaimana,
11:42proses penumpasan,
11:43mafia tanah,
11:44yang juga terus terjadi,
11:45menahun,
11:46dan juga korupsi,
11:46yang diduga,
11:48melibatkan,
11:48unsur pejabat pusat,
11:50dan juga,
11:51orang kepercayaan,
11:52yang disebut sebagai,
11:53Menteri ATRBPN,
11:54Nusran Wahid,
11:54dan kita tunggu,
11:55upaya pengusutan dari KPK,
11:57untuk memeriksa,
11:59lebih lanjut,
11:59kesaksian dari Menteri Nusran.
12:01Terima kasih atas,
12:02kebersamaan Anda,
12:04Pak Laude M. Syarif,
12:05mantan Wakil Ketua KPK,
12:07dan juga,
12:08Bang Saur Syagian,
12:09aktivis anti korupsi.
12:10Sehat-sehat selalu,
12:11Bapak-Bapak.
12:11Terima kasih atas,
Komentar

Dianjurkan