Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Saksikan kembali penampilan Isman dalam ajang Stand Up Comedy Indonesia (SUCI). Dalam momen ini, Isman membawakan materi komedi dengan gaya khasnya dan membahas topik "pacaran" yang menjadi sorotan dalam penampilannya.

Nikmati kembali keseruan, materi stand up comedy, serta interaksi Isman bersama juri dalam episode Throwback SUCI.

Jangan lupa like, comment, dan subscribe untuk menyaksikan lebih banyak kompilasi dan penampilan stand up comedy Indonesia.

Akhirnya, semua komika yang bakal bikin SUCI Fest 2026 makin pecah sudah lengkap! Kebayang gak BAKAL SE-RAME APA? Siap ketemu mereka semua, warga? Buruan amankan tiket SUCI Fest 2026, di aplikasi MyValue

#StandUpComedyIndonesia #SUCI #Isman #ThrowbackSUCI #StandUpComedy #KomediIndonesia #KomikaIndonesia #KompasTV

=======================================================

Ayo jadi Warga Suci atau kalau klean pede boleh banget jadi Lurah Suci klik join link ini: https://www.youtube.com/channel/UC8zZ084em5pohjs6kk2Bpaw/join

Stand Up Comedy Indonesia, Let's Make Laugh!

Follow dan subscribe:

Instagram: @sucikompastv

Twitter: @StandUpKompasTV

TikTok: @suci_kompastv

Facebook: @standupkompastv

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/entertainment/691001/full-isman-bilang-pacaran-bikin-bodoh-begini-reaksi-juri-dan-penonton-throwback-suci

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00:00Itu sama kayak kalau lagi tersangka korupsi, tiba-tiba sakit.
00:00:04Gak mungkin sebentar.
00:00:10Dan juga ini ya, kalau ada kawasan tertip itu jadi enak.
00:00:14Kalau polisi ada yang ngelapor gitu,
00:00:16Papa, ada rusuk game motor apa?
00:00:18Wah, dimana?
00:00:19Eh sebentar, kawasan tertip lalu lintas bukan?
00:00:21Oh bukan, gak apa-apa, emang tempatnya.
00:00:24Saya gak bisa nulis novel gitu.
00:00:27Di suatu malam ini, tuta-tata tutut.
00:00:30Tuta-tata tutututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututututut
00:01:09Selamat malam Indonesia!
00:01:12Saya sebenarnya cemas loh battle dengan Kemal ya.
00:01:15Karena fans dia tuh garis keras.
00:01:18Fans dia tuh namain diri mereka Kemalicious.
00:01:21Tadi kok udah dijelasin ya.
00:01:23Jadi saya cek dulu deh.
00:01:24Yang Kemalicious ini, mana suaranya?
00:01:27Oh, udah pada tobat.
00:01:36Kalau gitu aman, saya bisa bicara tentang Kemal.
00:01:41Karena gini, saya sudah khawatirnya karena udah mulai makin radikal.
00:01:44Lihat tadi contoh yang dikatakan Gilang ya.
00:01:46Udah mulai meneror dari dua minggu.
00:01:48Kemarin aja masih diteror deh lewat Twitter.
00:01:51Lama-lama ini makin radikal.
00:01:53Jangan-jangan ntar fansnya mulai kalau ada acara stand up.
00:01:55Bisa tronin.
00:01:57Druk!
00:01:58Senap aliran apa ini?
00:02:01Absurd gak?
00:02:03Gak absurd?
00:02:05Bubar, bubar, bubar!
00:02:08Kemalicious bersatu gak bisa di kalahkan.
00:02:11Kemalicious bersatu gak bisa di kalahkan.
00:02:26Amit, amit, amit, amit, amit.
00:02:28Tapi yang gak enak ya, yang gak enak, anak saya tuh nonton stand up Kompas TV ya.
00:02:33Dan dia sukanya Kemal.
00:02:37Anak saya tujuh tahun, udah jadi anggota Kemalicious.
00:02:42Sebagai orang tua saya yang merasa gagal.
00:02:48Tapi saya jadi pengen tahu, saya tanya, kamu kenapa bisa suka Kemal sih?
00:02:52Dia bilang karena minggu lalu, Kemal act out, dia proper jadi T-Rex.
00:02:57Oh, pantes.
00:02:59Ya, pantes dia suka.
00:03:01Ya, karena T-Rex-nya lucu.
00:03:03Karena gini, kalau saya main sama anak-anak gitu di taman, ada anak tangga ikutan juga,
00:03:08saya pernah juga jadi T-Rex.
00:03:09Terus main kejar-kejaran gitu kan, langsung...
00:03:14Pada kabur.
00:03:17Ada yang pulang, ada yang nangis ke orang tua, ada yang pura-pura mati.
00:03:26Dan dia ngomong, lagi mati, lagi mati.
00:03:29Gak bisa dimakan, lagi mati.
00:03:34Ya, pantes aja waktu Kemal.
00:03:36Dia terasa lucu.
00:03:38Dia jadi T-Rex gimana?
00:03:47Ya lucu, wajar-wajar anak-anak suka.
00:03:50T-Rex mana ya?
00:03:51Herbivora, makannya korma.
00:04:00Terus minggu lalu juga ya, dia juga sama, act out juga.
00:04:03Dia niruin sutadara nyimeng, nisap ganja.
00:04:06Jadi sebelum nisap ganja,
00:04:09sesudah nyimeng, nisap ganja.
00:04:11Gak ada perubahan.
00:04:14Sama.
00:04:15Karena emang standar mukanya begitu.
00:04:19Standarnya emang udah giting dari awal.
00:04:27Jangan-jangan emang, Kemal tuh orangnya emang istimewa ya.
00:04:30Jadi kalau mungkin, kalau orang lain lahir,
00:04:33pas bayi juga gitu, mungkin nangis.
00:04:35Kalau dia langsung lahir,
00:04:37oe.
00:04:39Oe amat.
00:04:41Pret.
00:04:46Kalau dia emang beda lain daripada yang lain gitu ya.
00:04:49Jan-jan juga.
00:04:49Kalau dia giting beda juga.
00:04:51Jan-jan bapaknya lagi suatu saat gitu,
00:04:53lagi pagi, lagi makan,
00:04:54terutama Kemal dateng,
00:04:56muka serius.
00:04:56Bapak,
00:04:58Indonesia saya rasa sudah saatnya
00:05:00membutuhkan orang yang lebih banyak berkarya.
00:05:01Bapaknya panik.
00:05:02Mama, Kemal ngimeng lagi ya.
00:05:06Ikutan bapak.
00:05:08Nah, apa sih kok jadi Kemal?
00:05:14Emang menular ternyata.
00:05:16Ngomongin Kemal juga langsung jadi absurd.
00:05:19Tapi saya bukannya anti kompetisi ya.
00:05:21Maksudnya, buktinya saya ikut di sini.
00:05:23Tapi ada aja kompetisi yang saya gak setuju
00:05:25karena bikin orang lain itu malas buat ikutan.
00:05:29Contohnya, ada kompetisi memasak gitu,
00:05:31di TV gitu.
00:05:33Dia bikin orang malas masak
00:05:34karena bikin stress banget kelihatan masak.
00:05:36Dan komentar jurinya pun,
00:05:39dia sering kasih komentar yang aneh,
00:05:41yang bikin bingung.
00:05:43Dia liat masakan terus nanya,
00:05:45saya tidak mengerti
00:05:46kenapa harus ada pisang di sini.
00:05:48Itu jawabnya gimana ya?
00:05:51Apa?
00:05:52Memang gak harus pak?
00:05:53Pisangnya suka rela di situ.
00:05:59Dan komentarnya pun sadis-sadis loh.
00:06:00Dia komentari masakan nyoba gitu.
00:06:02Sob, kamu rasanya kayak kobokan.
00:06:05Pak, sop saya sebelah sini.
00:06:06Itu emang kobokan.
00:06:13Nah, disinilah saya rasa ya,
00:06:15orang kayak Kemal itu ada manfaatnya.
00:06:17Sebaiknya ikut kompetisi seperti ini
00:06:19supaya sekali-sekali
00:06:20bikin jurinya yang stress.
00:06:23Jadi kalau kayak gitu,
00:06:24nanti ada tiba-tiba peserta aja.
00:06:30Kamu lagi ngapain?
00:06:32Ngejar ayam, pak.
00:06:36Karena gue pengen bahannya segar, my friend.
00:06:42Tapi kan sekarang temanya bestik sapi.
00:06:46Bodo amat.
00:06:56Tinggal kasih korma, jadi afdol.
00:06:59Prat.
00:07:01Terima kasih, saya Isman Dasyur Yaman.
00:07:09Selamat malam, Indonesia.
00:07:11Selamat malam.
00:07:12Pernah enggak,
00:07:14di situasi itu satu situasi ya,
00:07:16yang mati kutuk
00:07:17sampai jadi kita kepasang les.
00:07:20Jadi saya pernah di antri di bank ya,
00:07:24lagi mengincer bugu kosong,
00:07:25tiba-tiba udah ada yang duduk.
00:07:27Masa melipir, set,
00:07:28pura-pura lukisan.
00:07:29Ini lukisan bagus banget.
00:07:31Padahal lukisan abstrak gak jelas gitu.
00:07:33Terus kemudian ada satpam dateng.
00:07:35Oh, suka seni juga ya mas?
00:07:36Oh, biasa.
00:07:37Biasa.
00:07:38Nah, masih ini kelakuan konyol ya.
00:07:41Bayangin kalau itu sebenarnya
00:07:43lukisannya lukis yang lain.
00:07:45Jadi lagi ngeliat gini,
00:07:45sepet.
00:07:47Lukisan bugil ya gawat.
00:07:50Yang bugil juga cowok.
00:07:54Terus satpamnya dateng.
00:07:55Oh, suka juga ya.
00:08:03Itu ribuan tahun ya,
00:08:05manusia udah bersejarah.
00:08:07Tapi kenapa sih kita
00:08:08masih belum jelas ya?
00:08:10Kalau ngatasi rasa malu tuh
00:08:11ngasih ngapain?
00:08:12Karena perhatiin deh,
00:08:13di mall,
00:08:13masih ada aja sekarang gitu.
00:08:15ada orang yang tersesat,
00:08:17terus ngambil belokan salah,
00:08:19nemu jalan buntu.
00:08:21Terus ngapain?
00:08:21Tinggal balik kan gampang?
00:08:22Enggak.
00:08:23Dia harus ngeles.
00:08:25Berapura ketinggalan barang.
00:08:27Oh iya,
00:08:28balik.
00:08:33bagi orang-orang seperti ini ya,
00:08:34termasuk saya berarti ya.
00:08:37Ini ngeles tuh sebagian dari iman ya.
00:08:39Padahal siapa sih meratin?
00:08:41Dan emang bakal masuk CV gitu?
00:08:44Di nanti ada wawancara kerja,
00:08:46saudara,
00:08:47sudah 45 kali tersesat di mall,
00:08:50dan gak pernah sekalipun
00:08:52Anda mengeles.
00:08:54Maaf,
00:08:55Anda gak cocok jadi anggota DPR.
00:09:03Terus pernah saya jalan bareng di mall,
00:09:05tigaan gitu,
00:09:06sama temen,
00:09:07dan temen ini suaranya lantang banget.
00:09:10Jadi waktu ada sama cewek gitu juga,
00:09:12dia langsung,
00:09:13eh gitu.
00:09:14Dan ternyata orang lain.
00:09:16Bagi orang normal,
00:09:17ini adalah situasi yang gak mungkin ngeles.
00:09:19Tapi dia tanpa jadah langsung,
00:09:21Yamko rambe,
00:09:22Yamko,
00:09:23Aronawa,
00:09:25Kombe.
00:09:26Jalan kayak gak ada apa-apa.
00:09:32Tentunya otomatis kami sebagai dua temannya
00:09:34langsung berusaha ngeles juga.
00:09:36Pura-pura gak kenal gitu ya.
00:09:37Yang pertama langsung,
00:09:39berpura-pura,
00:09:39aduh toilet dimana,
00:09:40toilet dimana.
00:09:40Saya langsung otomatis mengagumi arsitektur mall.
00:09:43Aduh ini mall.
00:09:44Tiangnya nih begitu,
00:09:45begitu tiangi.
00:09:54Dan kita harus sadar ya,
00:09:55yang ngeles itu,
00:09:56bukan cuma manusia loh.
00:09:58Hewan juga.
00:09:59Contohnya lalat.
00:10:01Jadi menurut penelitian ya,
00:10:03lalat itu ternyata,
00:10:04kalau ngerubungin makanan kita,
00:10:05harus diusir.
00:10:06Karena juga gak apa-apa.
00:10:07Kenapa?
00:10:07Karena lalat,
00:10:08ngeluarin hormon stres.
00:10:10Hormon stres ini,
00:10:12bau,
00:10:12dan kalau ada lalat yang mencium,
00:10:14dia gak mau ngedeket.
00:10:15Jadi makanan kita jadi aman.
00:10:16Ini keren ya.
00:10:17Dan ironis juga.
00:10:19Baginya ada lalat-lalatnya pada ngumpul
00:10:20di tempat sampah gitu.
00:10:22Wah gila,
00:10:22baunya enak banget.
00:10:23Terus ada yang datang lalatnya,
00:10:24mau curhat,
00:10:25galau.
00:10:26Terus,
00:10:26ini bau banget sih lo.
00:10:29Nah,
00:10:30masalahnya adalah,
00:10:32kalau kita taruh jebakan lalat,
00:10:35tau kan yang bentuknya kayak sedotan warna merah,
00:10:39ada lemnya,
00:10:40ada lalat nempel,
00:10:41dia gak ngeluarin hormon itu.
00:10:43Karena lalat berikutnya nempel lagi,
00:10:45nempel lagi.
00:10:46Nah, saya yakin ini lalat yang awal-awal,
00:10:48ini tengsin nih.
00:10:50Jadi dia ngeles kayaknya.
00:10:52Dia begitu liat,
00:10:53alah mati.
00:10:55Ada alat lain,
00:10:57ngapain lo sob?
00:10:59Gasa,
00:10:59nongkrong.
00:11:03Ini empat enak banget nih.
00:11:05Mau ikut,
00:11:06gue gak maksa nih,
00:11:07kalau mau gabung gak apa-apa.
00:11:08Tapi kalau lo mau nyoba,
00:11:09silahkan,
00:11:10silahkan.
00:11:11Terus dia,
00:11:11oh iya enak juga sih.
00:11:13Eh,
00:11:13aku tunggu peratnya di jebakan.
00:11:15Lo tegak banget sob,
00:11:16kan gue gak minta men.
00:11:18Halo acik.
00:11:19Sssss,
00:11:19ada lalat,
00:11:20ada lalat,
00:11:20ada lalat,
00:11:20ada lalat,
00:11:20bersih,
00:11:21bersih.
00:11:24Eh, apa kabar?
00:11:26Enggak,
00:11:26kita cuma nongkrong.
00:11:32Yang kita harus hati-hati ya,
00:11:35makasih.
00:11:36Yang kita harus hati-hati,
00:11:38seringkali,
00:11:39ngeles itu kan karena bohong ya,
00:11:40kita bisa terjebak,
00:11:41makin dalam,
00:11:42makin dalam.
00:11:43Saya pernah gara-gara
00:11:44ngeliat kaos gitu di mal,
00:11:45wah ini bagus nih,
00:11:47pas leitarganya,
00:11:48astagfirullahaladzim,
00:11:49harganya sejas.
00:11:51Kaos harganya jas.
00:11:53Udah gak enak ya,
00:11:54mau taruh tapi ternyata
00:11:55yang jaga outlet ada di sebelah.
00:11:57Terus,
00:11:57silahkan cuma mas,
00:11:58eh,
00:11:59eh,
00:12:00gak enak ya,
00:12:00bilangkan.
00:12:00gak mampu,
00:12:01gak enak kan?
00:12:06Jadi,
00:12:07langsung otomatis,
00:12:08ngeles,
00:12:08eh,
00:12:09aduh gak cocok nih,
00:12:10aduh,
00:12:11saya XXL,
00:12:13XL tuh gak cocok buat bau.
00:12:14Oh kita punya,
00:12:14mas saya ambil,
00:12:15aduh,
00:12:18ini ya mas,
00:12:19oh iya,
00:12:20eh,
00:12:21tapi warnanya juga kurang cocok ya,
00:12:22saya lebih suka,
00:12:23warna apa ya,
00:12:23warna apa,
00:12:24warna yang ungu,
00:12:25ada garis putih,
00:12:25kemudian ada warna coklat mudanya,
00:12:27oh kebetulan kamu juga punya alas,
00:12:29langsung.
00:12:31Di saat seperti ini ya,
00:12:33pilihan kita cuma dua ya,
00:12:33ngaku,
00:12:34dan makin malu,
00:12:35atau ya,
00:12:36pas pakai taktik darurat.
00:12:38Ya kalau ada pelanggan dateng,
00:12:40langsung aja tunjuk,
00:12:40dan kebetulan,
00:12:41eh,
00:12:41amko rambe,
00:12:42amko,
00:12:44aronawa,
00:12:46kombe,
00:12:46kabur, kabur, kabur, kabur.
00:12:48Terima kasih saya Isman dan Curiaman.
00:12:55Halo Isman.
00:12:56Halo Dila.
00:12:57Halo,
00:12:57eh,
00:12:58aku,
00:13:00gak,
00:13:01gimana ya,
00:13:04lucu,
00:13:05tapi,
00:13:06aku gak seketawa,
00:13:08sama yang tadi,
00:13:09ya gitu,
00:13:10gak se,
00:13:11bikin aku ketawa,
00:13:13seperti yang tadi gitu,
00:13:14sorry,
00:13:14tapi,
00:13:15di bagian yang pas belanja itu,
00:13:18oke lah,
00:13:20gitu.
00:13:21Terima kasih Isman.
00:13:24Isman,
00:13:25seperti biasanya,
00:13:26saya lihat di depan ada,
00:13:29mulai terulang,
00:13:30ya,
00:13:32itu hati-hati mungkin,
00:13:33yang selama ini udah bagus,
00:13:35hati-hati itu,
00:13:36hati-hati banget,
00:13:37karena apa,
00:13:37karena saya takutnya gak sampai,
00:13:39sehingga,
00:13:40soalnya tadi,
00:13:41kelihatan sekali di depan,
00:13:42terlalu lama untuk bisa mendapatkan,
00:13:45ger pertama gitu,
00:13:47padahal saya kepengennya,
00:13:48di pertama harus dibuat ger secepat-cepatnya,
00:13:50supaya di belakang smooth,
00:13:52kayak gitu,
00:13:53itu aja yang mungkin,
00:13:54yang harus diperhatikan.
00:13:55Makasih Isman.
00:13:56Terima kasih Isman.
00:13:57Pak Indro.
00:13:59Man,
00:14:00Radit.
00:14:01Iya,
00:14:02dari tiga minggu yang lalu,
00:14:03lo sudah mencoba untuk melakukan cold openingnya,
00:14:05openingnya dingin,
00:14:06langsung ke materi,
00:14:07dan selalu berhasil,
00:14:08dari situ mungkin lo dapetin energi lo,
00:14:10lo bawa ke belakang,
00:14:11dan jadi set yang bagus.
00:14:12Cuman sayang ya,
00:14:13hari ini cold opening lo,
00:14:14lo buka dengan terbata,
00:14:15bahkan di dua kata pertama,
00:14:17gitu.
00:14:18Dan entah kenapa,
00:14:19itu memasuki pikiran lo,
00:14:20mungkin tau gimana,
00:14:21jadi banyak banget,
00:14:22yang terbata-bata di belakang,
00:14:23gitu.
00:14:23Dan delivery-nya malah jadi,
00:14:25kayak beberapa waktu,
00:14:25yang kemarin itu,
00:14:26gitu.
00:14:27Kayak,
00:14:27masih bingung,
00:14:28atau masih terasa ngafal,
00:14:30gitu.
00:14:30Gak tau juga kenapa,
00:14:31gitu.
00:14:32Cuman terus,
00:14:33dan gue ngerasa kayak,
00:14:34balik lagi yang ke dulu,
00:14:35yang imajinasi lo yang mahal,
00:14:36dengan materi yang mahal,
00:14:38termasuk soal alat,
00:14:39dan segala macam,
00:14:39yang sayangnya mungkin,
00:14:40gak bisa semua orang beli.
00:14:42Begitu lo masukin dengan,
00:14:43materi lo yang nge-pop,
00:14:44dan murah,
00:14:45yang kayak tadi belanja,
00:14:46pura-pura dan segala macam,
00:14:47baru orang tertawa,
00:14:48gitu.
00:14:49Gue sih,
00:14:50ekspetasi gue,
00:14:52seharusnya bisa kayak,
00:14:53kemarin-kemarin,
00:14:54gitu.
00:14:54Mungkin kali ini,
00:14:55awalnya aja yang sedikit terbata.
00:14:57Gitu.
00:14:57Thank you, mas.
00:14:58Terima kasih, Adit.
00:14:59Selamat malam, Indonesia!
00:15:01Selamat!
00:15:05Oke.
00:15:06Saya soalnya mau ngomong,
00:15:07mengenai jadian karena gini.
00:15:09Saya benci ya,
00:15:10sama pasangan ya,
00:15:12baru pacaran,
00:15:13baru pacaran,
00:15:14belum nikah,
00:15:15tapi udah sotoy,
00:15:17tentang cinta.
00:15:19Dia bilang,
00:15:20kalau udah nikah,
00:15:21gak kayak pacaran,
00:15:22pacaran masih geregetan.
00:15:25Tapi begitu nikah,
00:15:26ilang geregetnya.
00:15:27Sotoy.
00:15:29Saya kasih tau ya,
00:15:32itu benar.
00:15:36Tapi,
00:15:36tapi,
00:15:37tapi,
00:15:38bukan karena gak cinta lagi.
00:15:41Justru karena kita udah saling kenal banget ya,
00:15:43sama pasangan kita,
00:15:43udah saling kenal.
00:15:44Jadi kayak gini,
00:15:45kayak kita udah petak umpet aja ya,
00:15:47sering banget gitu,
00:15:47sama satu pasangan.
00:15:49Saking apalnya,
00:15:50gak ada geregetnya.
00:15:51Gak ada,
00:15:51dia sembunyi dimana ya?
00:15:53Apakah dibalik tirai?
00:15:54Apakah dalam jambangan?
00:15:57Udah gak gereget lagi.
00:15:59Udah apal gitu.
00:16:00Udah apal.
00:16:01Apal.
00:16:01Itu kaki keliatan.
00:16:02Udah kaki keliatan di bawah kolom tempat tidur.
00:16:04Udah keliatan.
00:16:07Terus,
00:16:08ya kan di lemari lagi kan.
00:16:10Udah,
00:16:10kunci.
00:16:14Terus,
00:16:15kalau paling kreatif pun,
00:16:16paling kreatifnya pun,
00:16:17paling jangan-jangan,
00:16:18ini nyamar lagi,
00:16:19jadi lukisan Mesir.
00:16:24Enggak,
00:16:24gak ada isman disini,
00:16:25gak ada.
00:16:25Ini cuma lukisan Mesir biasa.
00:16:29Parah gitu.
00:16:31Jadi,
00:16:33tapi,
00:16:33iyalah saya akui,
00:16:34emang pas cinta itu ya,
00:16:35pas pacaran,
00:16:37cintanya masih geregetan gitu ya.
00:16:39Tapi,
00:16:40saya gak rindu masa pacaran.
00:16:41Karena saat pacaran,
00:16:43saya jadi bodoh.
00:16:46Saat pacaran,
00:16:47salah kata dikit aja ya.
00:16:49Langsung kayak,
00:16:50perang dunia.
00:16:51Supaya gak tengkar,
00:16:52saya harus hafal tiga kalimat.
00:16:55tiga kalimat aja,
00:16:56lebih dari itu gawat.
00:16:58Enak,
00:17:00cantik,
00:17:00sama sekali gak gemuk kok.
00:17:04Kalau salah dari itu,
00:17:05gawat.
00:17:06Jadi,
00:17:06pacarnya nanya,
00:17:07em,
00:17:08restoran ini,
00:17:10emang enak gitu.
00:17:11tapi,
00:17:12tapi pakaian saya cocok gak ya,
00:17:13buat masuk ke sana,
00:17:13lagi pula kan motif-motif,
00:17:15ini garis kan,
00:17:16bikin pinggul saya rada-rada.
00:17:17Langsung,
00:17:18enak,
00:17:19cantik,
00:17:19sama sekali gak gemuk kok.
00:17:20Yuk.
00:17:26Harus bener,
00:17:28salah dikit aja ya.
00:17:29Enak,
00:17:30cantik,
00:17:30gemuk gak ya?
00:17:31Salah!
00:17:33Perang langsung.
00:17:36Tapi begitu menikah,
00:17:37saya jadi pinter.
00:17:40Karena hubungan komunikasi saya,
00:17:41sama istri saya,
00:17:43semi telepatis.
00:17:46Kalau saya mau minta setrika seragam,
00:17:48ke meja gitu,
00:17:50mau nanyain,
00:17:50ada setrika apa belum?
00:17:51Saya cukup ngomong gini,
00:17:53sayang,
00:17:54ininya udah dini-iniin,
00:17:56dan dia tinggal,
00:17:57dia tinggal jawab.
00:17:58Oh,
00:17:59itunya belum dituin sih,
00:18:00tapi ntar lagi bakal dini-iniin,
00:18:01dan ya ntar lagi juga inilah.
00:18:03Dan,
00:18:04oh oke,
00:18:04saya mau nanyain itu,
00:18:05supaya gak ini-itu.
00:18:06Nyambung!
00:18:08Nyambung!
00:18:11Dan ini adalah ikatan batin yang gak ada loh,
00:18:13di peperangan.
00:18:15Gak ada,
00:18:16bayangin jenderal gitu,
00:18:17nanyain seragamnya ke kapten.
00:18:19Kapten,
00:18:19ini saya udah diini-in.
00:18:21Kaptennya,
00:18:22oh siap lah jenderal,
00:18:23laksanakan!
00:18:24Rudal nyala.
00:18:27Petara jenderal yang ngeliatin,
00:18:29bong.
00:18:31Boom!
00:18:36Oke, lain kali saya setrika sendiri deh.
00:18:41Ada acara TV ya,
00:18:43yang saya kalau nonton,
00:18:44bikin merinding.
00:18:46Itu adalah seri petualangan.
00:18:48Karena kalau seri petualangan,
00:18:50itu ada satu hostnya,
00:18:51sebut saja Panji ya,
00:18:52bukan nama sebenarnya.
00:18:55Kesamaan nama tokoh dan acara itu kebetulan belakang.
00:18:59Dia tuh selalu pergi ke hutan,
00:19:01terus entah kenapa,
00:19:02selalu ketemu ular.
00:19:05Yang bikin merinding itu,
00:19:07saat dia ketemu ular,
00:19:08dia so akrab sama ularnya.
00:19:11Lihat dia begitu ketemu ular,
00:19:12dia langsung,
00:19:12eh apa kabar kawan?
00:19:14Lihat ularnya.
00:19:18Siapa?
00:19:21Temen Facebook juga bukan.
00:19:25Tentunya dalam bahasa ular ya.
00:19:27Tapi itu gak menghalangi Panji ya,
00:19:29dia tetep aja,
00:19:30oh suka gitu kawan,
00:19:31oh gimana kawan,
00:19:32mau nyentuh dia.
00:19:33Ularnya kan ngelawan ya,
00:19:35bukan muhrim kan.
00:19:37tapi tetep ngotot ya,
00:19:39langsung,
00:19:39ah gitu kawan,
00:19:40ah sampai,
00:19:41akhirnya berhasil.
00:19:43Dan apa yang dilakukan setelah berhasil,
00:19:45dia cium.
00:19:46Terus diturunin.
00:19:48Ini kan percian seksual pada ular.
00:19:54Bayangin deh,
00:19:55kalau kita lagi nunggu di halte Transjakarta,
00:19:57diem gitu,
00:19:58tiba-tiba ada Panji dateng,
00:19:59eh apa kabar kawan?
00:20:00Eh apa?
00:20:02Terus,
00:20:03ah suka gitu kawan,
00:20:04nah sini,
00:20:07eh ya.
00:20:09Ini pasti kita kan syokan.
00:20:14Apa yang terjadi tadi?
00:20:17Makanya saya yakin juga,
00:20:18ularnya gitu,
00:20:19habis syuting,
00:20:20pasti langsung lari gitu ya.
00:20:22Cari kali,
00:20:23mandi.
00:20:31Saya merasa kotor,
00:20:34langsung ganti kulit gitu kan.
00:20:38Kita harus sadar ya,
00:20:39yang ngeles itu,
00:20:41bukan cuma manusia loh,
00:20:42hewan juga.
00:20:43Contohnya lalat.
00:20:45Jadi menurut penelitian ya,
00:20:47lalat itu ternyata,
00:20:48kalau ngerubungin makanan kita,
00:20:49harus diusir.
00:20:50Makanannya juga gak apa-apa.
00:20:51Kenapa?
00:20:52Karena lalat,
00:20:52ngeluarin hormon stres.
00:20:54Hormon stres ini,
00:20:56bau,
00:20:56dan kalau ada lalat yang mencium,
00:20:58dia gak mau ngedeket.
00:20:59Jadi makanya kita jadi aman.
00:21:00Ini keren ya,
00:21:01dan ironis juga.
00:21:03Baginya ada lalat-lalatnya,
00:21:04pada ngumpul di tempat sampah gitu.
00:21:06Wah gila,
00:21:07baunya enak banget.
00:21:07Terus ada yang datang lalatnya,
00:21:08mau curhat,
00:21:09galau,
00:21:10terus ini bau banget sih lu.
00:21:13Nah,
00:21:15masalahnya adalah,
00:21:16kalau kita taruh jebakan lalat,
00:21:18tau kan yang bentuknya kayak sedotan,
00:21:23warna merah,
00:21:23ada lemnya,
00:21:24ada lalat nempel,
00:21:26dia gak ngeluarin hormon itu.
00:21:27Karena lalat berikutnya nempel lagi,
00:21:29nempel lagi.
00:21:30Nah, saya yakin ini lalat yang awal-awal,
00:21:32ini tengsin nih.
00:21:34Jadi dia ngeles kayaknya.
00:21:36Dia begitu liat,
00:21:36alah mati.
00:21:39Ada lalat lain,
00:21:41ngapain lu sob?
00:21:43Gasa, nongkrong.
00:21:47Ini nempat enak banget.
00:21:49Mau ikut?
00:21:50Gue gak maksa nih,
00:21:51kalau mau gabung gak apa-apa.
00:21:52Tapi kalau lo mau nyoba,
00:21:53silahkan, silahkan.
00:21:55Terus dia,
00:21:56oh iya enak juga sih.
00:21:57Eh, kutuku peran ini jebakan.
00:22:00Lu tegak banget sob?
00:22:01Kan gue gak minta, men.
00:22:02Halo, ancik.
00:22:03Sss,
00:22:04ada lalat lain-lalat lain gitu.
00:22:05Sss,
00:22:05bersihul-bersihul.
00:22:09Eh, apa kabar?
00:22:10Enggak, kita cuma nongkrong.
00:22:16Film itu bikin kita gampang nerima ya.
00:22:18Coba aja liat film animasi kayak Finding Nemo.
00:22:21Itu kan ceritanya tentang ikan,
00:22:23segerombolan ikan,
00:22:25ngobrol dalam laut.
00:22:27Kita nerima aja.
00:22:29Oke lah,
00:22:30ikan bisa ngomong ya.
00:22:31Tapi itu kan dalam air ya.
00:22:33Kalaupun bisa ngomong,
00:22:35harusnya kan suaranya jadi blub, blub, blub, blub, blub.
00:22:37Terus,
00:22:38ha, apa?
00:22:38Blub, blub, blub, blub, blub, blub.
00:22:40Gak, sorry, gak kedengeran.
00:22:42Kopi gue masuk air kayaknya.
00:22:45Tapi emang film gak bisa kita paksain terlalu nyata ya.
00:22:48Soalnya kalau kita paksain,
00:22:49oke lah.
00:22:50Ikan gak boleh ngomong.
00:22:51Terus mereka harus ngapain?
00:22:52Pakai bahasa isyarat.
00:22:54Ikan kan liat fisiologinya.
00:22:56Matanya cuma bisa melotot,
00:22:57gak punya alis.
00:22:59Makanya kalau kita ngeliatin ikan di akwarium,
00:23:01lama-lama,
00:23:02gak akan.
00:23:03Gak akan ada reaksi.
00:23:04Gak akan ikannya terus terjumpa-jumpa.
00:23:05Oh, gak.
00:23:06Ah, suka gitu kamu.
00:23:07Gak akan.
00:23:08Atau tiba-tiba dia mengedip.
00:23:09Gitu, gak.
00:23:11Makanya ikan juga kelihatan.
00:23:13Kita juga gak pernah lihat
00:23:14ikan ngegombal ke ikan lain.
00:23:15Gak pernah kan?
00:23:16Ikan tiba-tiba ngomong,
00:23:18Bapak kamu ikan hiu ya?
00:23:21Karena kamu telah memakan hatiku.
00:23:24Ting.
00:23:26Gak ada.
00:23:27Paling juga dia bakal melakukannya
00:23:28sambil melotot.
00:23:29Blum, blum, blum, blum, blum, blum, blum.
00:23:32Serem yang ada kabur gitu.
00:23:34Jadi jangan-jangan kalau kita lihat
00:23:35ada ikan saling ngejar-ngejaran,
00:23:36itu sebenarnya lagi berusaha ngegombal.
00:23:39Lagi.
00:23:40Oke, kalau bukan ikan-ikan hiu,
00:23:42terus apa?
00:23:42Paus?
00:23:43Lumba-lumba?
00:23:43Gurita?
00:23:44Apa dong?
00:23:44Oh, kata dia.
00:23:47Terus juga,
00:23:49itu ketawa apa itu?
00:23:52Coba dicerna dulu itu ketawa apa?
00:23:56Terus juga,
00:23:57mereka juga gimana?
00:23:58Kalaupun,
00:24:00mau mencoba acting ya,
00:24:01manusia kan enak.
00:24:02Ada jari, ada tangan ya,
00:24:03bisa ngapa-ngapain,
00:24:04udah saya syarat.
00:24:05Lah ikan coba punya sirip.
00:24:08Jadi aktor jelas gak handal,
00:24:10mau jadi pemain pantomim,
00:24:11susah kan?
00:24:15Apalagi kalau mereka mau jadi girl band,
00:24:16sulit.
00:24:28Terus mata ikan juga kita lihat ada di samping kan?
00:24:31Samping kanan, kiri.
00:24:32Bukan di depan.
00:24:34Ini bisa bikin merusak film ya,
00:24:36adegan film.
00:24:37Udah adegan serem-serem gitu,
00:24:38ada ali hipnosis,
00:24:40ketemu,
00:24:41tatap mata saya.
00:24:44Hancur di belakang,
00:24:46yang mana?
00:24:46Yang ini nih.
00:24:48Kenapa gak yang sebelahnya?
00:24:49Oke boleh yang ini.
00:24:51Kenapa gak dua-duanya?
00:24:52Ya oke lah,
00:24:53tatap mata saya.
00:24:59Tapi saya bukannya anti kompetisi ya,
00:25:01maksudnya buktinya saya ikut di sini.
00:25:03Tapi ada aja kompetisi yang
00:25:04saya gak setuju karena
00:25:07bikin orang lain itu
00:25:08malas buat ikutan.
00:25:10Contohnya ada kompetisi memasak gitu,
00:25:11di TV gitu.
00:25:13Dia bikin orang malas masak
00:25:14karena bikin stress banget kelihatan masak.
00:25:16Dan komentar jurinya pun,
00:25:19dia sering kasih komentar yang aneh,
00:25:22yang membuat bingung.
00:25:23dia liat masakan terus nanya,
00:25:25saya tidak mengerti
00:25:26kenapa harus ada pisang di sini.
00:25:28Itu jawabnya gimana ya?
00:25:31Apa,
00:25:33memang gak harus pak?
00:25:34Pisangnya suka rela di situ.
00:25:39Dan komentarnya pun sadis-sadis loh.
00:25:41Dia komentari masakan,
00:25:42nyoba gitu.
00:25:43Sob, kamu rasanya kayak kobokan.
00:25:45Pak, sop saya sebelah sini.
00:25:47Itu emang kobokan.
00:25:53Nah,
00:25:54disinilah saya rasa ya,
00:25:55orang kayak Kemal itu ada manfaatnya.
00:25:58Sebaiknya ikut kompetisi seperti ini,
00:26:00supaya sekali-sekali
00:26:00bikin jurinya yang stress.
00:26:03Jadi kalau kayak gitu,
00:26:05ntar ada tiba-tiba peserta yang di luar.
00:26:06Aaaaaa.
00:26:08Aaaaaa.
00:26:09Aaaaaa.
00:26:10Kan dia,
00:26:11kamu lagi ngapain?
00:26:13Ngejar ayam, pak.
00:26:15Karena,
00:26:17gue pengen bahannya segar,
00:26:18my friend.
00:26:22Tapi kan sekarang,
00:26:23temanya bistik sapi.
00:26:27Bodo amat.
00:26:36Tinggal kasih korma,
00:26:38jadi afdol.
00:26:40Prat.
00:26:41Terima kasih,
00:26:42saya Isman Dasyriaman.
00:26:53Terima kasih.
00:27:13enggak kan tiba-tiba gitu,
00:27:14misalkan dia enggak.
00:27:22Terus saya sirik ya sama penulis lagu ini,
00:27:24kenapa?
00:27:25Karena,
00:27:25dia dengan neng dan nong aja,
00:27:27bisa gugah emosi.
00:27:28Orang lagi sedih,
00:27:29kemudian,
00:27:29neng, neng, nong, neng, neng, neng, neng, neng, neng.
00:27:32Jadi,
00:27:32jadi seger lagi.
00:27:34Saya enggak bisa nulis novel gitu.
00:27:36Di suatu malam ini,
00:27:37tuta tatatutut,
00:27:39tuta tatatutut,
00:27:40tuta tatut,
00:27:41tuta tatut,
00:27:41seratus halaman sebegitu.
00:27:47Nanti ada yang baca,
00:27:49uh, gila ini.
00:27:50Lu suka enggak gini?
00:28:04Liriknya kita suka melodinya, kita goyang, bahkan liriknya bisa aja gak nyambung.
00:28:08Jadi misalkan kayak minggu lalu, I'm a pretty woman, woman, tiba-tiba yang nyanyiinnya tuh laki-laki.
00:28:15Oh iya, I'm pretty woman.
00:28:19Gak masalah, bebas-bebas aja.
00:28:21Ada juga ya, kita bisa padukan dengan liriknya juga.
00:28:25Nah, begitu ngomong yang ini ya, ngomong selera, seringkali kita nemuin orang itu saking bangganya sama selera dia.
00:28:33Pengen mamer.
00:28:35Pernah gak ada temen atau kenalan gitu ya?
00:28:38Dia tuh nyetel ringtone yang lagu dia suka.
00:28:40Tapi pas dia ditelepon, gak diangkat-angkat.
00:28:44Jadi, catch a grenade for you.
00:28:47Malah nari-nari dulu.
00:28:49Gak diangkat-angkat?
00:28:50Do anything for you.
00:28:53Baru, ya alo apa?
00:28:54Eh udah putus.
00:28:56Telfon lagi.
00:28:57Eh, mana lo tadi ngelepon?
00:28:59Iya, oke telfon lagi ya.
00:29:01Catch a grenade for you.
00:29:04Tetap gitu.
00:29:11Terus, saya pernah ya duduk di sebelah orang yang keliatan banget mau mamer karena dia pake iPod, pake earphone.
00:29:18Tapi style musuhnya keras banget.
00:29:20Saking kerasnya, itu musik keluar lagi lewat hidung.
00:29:24Kelihatan karena begitu dia nafas, nari-nafas, lagunya hilang.
00:29:29Ngembus baru keluar lagi.
00:29:32Nah ini kalau, nah kalau bicara dangdut, saya tetapi tipe yang tadi tuh, yang suka melodinya aja.
00:29:39Karena liriknya itu cenderung lebay.
00:29:42Topeng minggu lalu itu udah nyontohin ya, lagu Hamdan ATT.
00:29:46Aku orang meriskin dari dunia, gitu kan ya.
00:29:49Paling miskin, sedunia.
00:29:52Tau dari mana dia?
00:29:53Udah survei.
00:29:55Kualitatif apa kuantitatif?
00:29:57Toleransi kesalahannya berapa persen?
00:30:00Ini kebayang ya, kan kriteria BPS ya, Biro Pusat Statistik.
00:30:04Buat kemiskinan, salah satunya adalah,
00:30:06dia, untuk miskin gitu ya,
00:30:08sehari gak makan karena gak mampu.
00:30:10Ini jangan-jangan kalau konser,
00:30:12dia mau nyanyi, harus nanya dulu.
00:30:13Yang disana udah makan?
00:30:15Yang disitu udah makan?
00:30:17Udah semua ya?
00:30:18Saya belum, jadi lanjut.
00:30:25Terus kan kalau nyanyinya bagus kan disawer kan?
00:30:28Sawer gitu, terus dapet,
00:30:29dia lemparin uang.
00:30:30Dapet uang, dia ambil.
00:30:31Ya gak lagi jadi termiskin di dunia dong.
00:30:35Tapi ya, dangdut saya suka satu karakteristiknya.
00:30:38Jogetnya gampang.
00:30:39Syaratnya gampang.
00:30:41Bandingin misalkan dengan shuffle.
00:30:43Ribet ya.
00:30:44Harus ininya licin.
00:30:45Harus gak boleh ribet kakinya.
00:30:47Gak boleh pas kebakaran.
00:30:49Ribet.
00:30:51Nah, dangdut syaratnya cuma dua.
00:30:53Gampang.
00:30:55Pertama,
00:30:56minimal ada satu anggota badan
00:30:58yang goyang.
00:30:59Dan gak usah-usah susah.
00:31:00Jempol juga cukup.
00:31:03Begitu jempol goyang,
00:31:05ini adalah pusat semesta goyang.
00:31:06Karena begitu jempolnya dipegang ya.
00:31:09Badannya yang goyang.
00:31:13Tapi ini gak cukup.
00:31:14Ada syarat kedua.
00:31:15Syarat kedua adalah ekspresi wajahnya.
00:31:18Harus kayak yang ngeden.
00:31:21Lengkap lah ini joget dangdut udah.
00:31:25Dan ini ya,
00:31:26nama-nama joget dangdut itu kreatif-kreatif ya.
00:31:29Ada joget botol,
00:31:30tau kan?
00:31:31Pura-pura megang botol.
00:31:32Ada joget ngebor.
00:31:34Ya, saya kadang-kadang ngebor.
00:31:35Nah, ini sekalian aja.
00:31:37Kreatifnya kita arahkan ke produktif.
00:31:39Jadi ada joget gergaji.
00:31:44Ada joget maku.
00:31:47Ada joget ngecat tembok.
00:31:49Mau renovasi rumah,
00:31:51pasang ngeden-dengdut aja.
00:31:52Beres langsung.
00:31:53Lanjut, Mak.
00:31:54Saya Isman, terima kasih.
00:32:00Ya, Isman.
00:32:02Pak Indro.
00:32:04Saya belum tahu karena ini battle.
00:32:06Tapi Anda mengawali ini dengan musik.
00:32:10Maka kemudian kita harus mempunyai
00:32:12persepsi mengenai musik.
00:32:15Dan persepsi mengenai musik,
00:32:16kalau bisa memang harus disamakan
00:32:18persepsinya dengan penonton yang ada.
00:32:21Saya berpikir bahwa
00:32:22Isman kayaknya kali ini
00:32:24agak berusaha lebih keras
00:32:26untuk bisa mendapatkan gergaji.
00:32:28Tetapi usaha itu yang saya pikir
00:32:31akhirnya menentukan nanti
00:32:33setelah mempunyai jam terbang yang baik.
00:32:36Dan saya pikir
00:32:37untuk Isman
00:32:38itu bagus banget.
00:32:40Terima kasih, Pak Indro.
00:32:45Ya, Isman.
00:32:46Ya, Nadila.
00:32:47Aku suka bagian terakhirnya tadi
00:32:49yang musik dangdut.
00:32:50Kayaknya aku bakalan
00:32:51mau bikin rumah dan
00:32:53mental musik dangdut.
00:32:55Efektif itu?
00:32:55Ya, pastinya.
00:32:56Tapi bagus.
00:32:57Terima kasih.
00:32:58Sama-sama, Nadila.
00:33:00Man.
00:33:01Ya, Nadit.
00:33:02Tadi ada yang
00:33:03beat yang absurd banget ya.
00:33:05Ditutup musik keluar dari hidung.
00:33:06Ini pengaruh
00:33:07panggungnya bekas Kemal kali ya.
00:33:08Sampai sekarang.
00:33:11Cuman
00:33:12apa namanya
00:33:14masih agak terbata-bata gitu
00:33:16tapi obviously
00:33:17lebih baik daripada yang
00:33:18pertama.
00:33:19Selamat malam Indonesia.
00:33:27Ada acara TV ya
00:33:29yang saya kalau nonton
00:33:30bikin merinding.
00:33:32Itu adalah seri petualangan.
00:33:34Karena kalau seri petualangan
00:33:35itu ada satu hostnya
00:33:37sebut saja Panji ya
00:33:38bukan nama sebenarnya.
00:33:41Kesamaan nama tokoh dan acara
00:33:43itu kebetulan belakang.
00:33:45Dia tuh selalu pergi ke hutan
00:33:46terus entah kenapa
00:33:48selalu ketemu ular.
00:33:51Yang bikin merinding itu
00:33:52saat dia ketemu ular
00:33:53dia so akrab sama ularnya.
00:33:57Lihat dia begitu ketemu ular
00:33:58dia langsung
00:33:58Eh, apa kabar kawan?
00:33:59Lihat ularnya.
00:34:04Siapa?
00:34:07Temen Facebook juga bukan.
00:34:10Tentunya dalam bahasa ular ya.
00:34:13Tapi itu gak
00:34:14menghalangi Panji ya.
00:34:15Dia tetep aja
00:34:16Oh suka gitu kawan.
00:34:18Mau nyentuh dia.
00:34:19Ularnya kan ngelawan ya.
00:34:20Bukan muhrim kan.
00:34:23Tapi tetep ngotot ya.
00:34:25Langsung
00:34:25gitu kawan
00:34:26sampai
00:34:27Akhirnya berhasil
00:34:28dan apa yang dia lakukan
00:34:30setelah berhasil
00:34:30dia cium.
00:34:32Terus diturunin.
00:34:34Ini kan pelecehan seksual
00:34:35pada ular.
00:34:40Bayangin deh
00:34:40kalau kita lagi nunggu
00:34:41di halte Transjakarta
00:34:42diam gitu
00:34:44tiba-tiba ada Panji dateng
00:34:45Eh, apa kabar kawan?
00:34:47Apa?
00:34:48Terus
00:34:48Ah, suka gitu kawan.
00:34:50Ah, ah, ah, ah.
00:34:52Gini ya.
00:34:52Nah, sini
00:34:54Mwah!
00:34:56Ini pasti kita kan syokan.
00:35:00Apa yang terjadi tadi?
00:35:03Makanya saya yakin juga
00:35:04ularnya gitu
00:35:05habis syuting
00:35:05pasti langsung lari gitu ya.
00:35:08Cari kali
00:35:09mandi.
00:35:17Saya merasa kotor
00:35:20langsung ganti kulit
00:35:21gitu kan.
00:35:25Sudahlah hentikan
00:35:26berhasil seksual itu ya.
00:35:28Ganti hostnya, ganti.
00:35:30Saya rasa lebih baik
00:35:30hostnya diganti
00:35:31dari yang acara-acara mentalis
00:35:32gitu lah.
00:35:33Karena mereka
00:35:34kelakuannya kebalikannya.
00:35:36Kalau ketemu
00:35:36halo ular
00:35:37kita gak saling kenal kan?
00:35:41Ini pertama kali
00:35:42kita ketemu ya.
00:35:46Terus bayangin
00:35:47dialog dia sama ular.
00:35:48Baiklah tatap mata saya ular.
00:35:50Sentukan tanganmu pada
00:35:56minimal itu menghibur lumayan.
00:36:03Terus juga ada
00:36:04dua acara nih.
00:36:05Dua acara
00:36:06yang ratingnya lumayan
00:36:08tinggi adalah
00:36:09acara gosip
00:36:11dan acara mistis.
00:36:13Jangan sampai ada
00:36:14acara gosip mistis.
00:36:17Bayangin ya
00:36:18ada di acaranya
00:36:19berita gitu.
00:36:20Pemirsa
00:36:23pernikahan
00:36:24hantu
00:36:25si manis jembatan
00:36:27ancol
00:36:28dan hantu jeruk purut
00:36:30terancam gagal.
00:36:34karena
00:36:35kesulitan mengurus
00:36:36surat izin pindah lokasi.
00:36:47Tapi acara mistis itu juga aneh ya.
00:36:50Kalau kita lihat kan mereka
00:36:52mencari-cari hantu apalagi ya.
00:36:53Mencari-cari hantu
00:36:54kita kan gak bisa lihat.
00:36:55Itu sebenarnya kan mirip
00:36:56dengan pantomim
00:36:57tapi cerewet.
00:36:59Pemirsa
00:37:00saya
00:37:01ini ada medan energi
00:37:03pemirsa.
00:37:04Saya gak bisa maju
00:37:04disini pemirsa.
00:37:06Kita cari pemirsa.
00:37:17Sepertinya disini
00:37:18ah disini ada
00:37:18ada suatu pemirsa.
00:37:19Ada arwah.
00:37:21Sepertinya perempuan pemirsa.
00:37:25dan itu karena lagunya
00:37:26di acara mistis ya.
00:37:27Coba kalau lagunya
00:37:28diubah
00:37:29itu jadi-jadi
00:37:30bisa jadi
00:37:30jadi video klip.
00:37:46Terus mereka nyari hantu
00:37:47Tapi pernah ada saya liat nonton
00:37:50Kejadian
00:37:50Dia ngomong pempirsa
00:37:52Baiklah sekarang kita cari hantu goyang pinggul
00:37:56Terus 30 menit kemudian
00:37:57Dia bilang
00:37:58Maaf pempirsa saya gagal
00:38:00Terus ngapain ditayangin?
00:38:0330 menit sia-sia.
00:38:07Ya udah lah, daripada gagal,
00:38:10lebih baik hostnya kita ganti yang pasti ketemu.
00:38:13Panji masuk.
00:38:16Pasti ketemu.
00:38:17Dan jangan lupa, so akrab juga.
00:38:21Eh susur ngesot, apa kabar susur ngesot?
00:38:25Weh gila ada pocong, eh apa kabar pocong?
00:38:28Oh nggak bisa ngebales ya.
00:38:34Rame itu, nggak ada apa-apa ininya gitu.
00:38:37Dan emang ya, hantu sekarang ya udah nggak terlalu melakutkan.
00:38:41Mereka udah jadi bahan lucon.
00:38:43Bahkan sekarang sempet pernah ditendang satpam. Kasian ya.
00:38:49Saya rasa sudah saatnya hantu juga dikasih acara TV.
00:38:53Dikasih relatif siow sendiri, uji nyali,
00:38:55karena mereka mulai takut manusia.
00:38:57Mungkin kita kasih nama,
00:38:59Dunia Nyata.
00:39:07Jadi hostnya narik gitu, ayo susur ngesot sini ngesot.
00:39:11Ini ada apartemen nih apartemen ya.
00:39:13Sekarang kan lagi siang.
00:39:15Suster disini aja duduk.
00:39:17Tunggu sampai malem.
00:39:19Kalau bisa tahan sampai malem, suster menang.
00:39:21Tapi nggak apa-apa, kalau takut tinggal ngelambai aja di kamera.
00:39:24Itu gampang.
00:39:26Terus tinggal.
00:39:26Terus ngesotnya kebayang mulai gitu.
00:39:29Ini apartemen kau terang banget ya.
00:39:34Nggak bisa digelapin dikit gitu.
00:39:37Mulai ada suara.
00:39:42Itu suara suatu bot ya.
00:39:44Suara suatu bot ya.
00:39:47Kijang satu, kijang satu.
00:39:48Kijang satu.
00:39:49Itu suara ht ya.
00:39:51Yang pakai ht kan satpam.
00:39:55Disini ada satpam ya.
00:39:58Ada satpam.
00:39:58Nggak bisa, nggak bisa.
00:40:07Masih mending susur ngesot.
00:40:09Kebayang kalau yang dibawa pocong.
00:40:11Gimana dia bisa?
00:40:18Kepaksa dia melambainya begini.
00:40:25Dan Oster coba bisa ngeliatin, itu pocong hebat banget.
00:40:28Girang sekali dia.
00:40:30Hantu pemberani memang dia.
00:40:32Dan di ujung sini mulai ada satpam datang ternyata.
00:40:35Pocong.
00:40:36Eh, pocong?
00:40:38Ini Panji.
00:40:40Apa kabar kawan?
00:40:42Terima kasih saya Isman Dayat Curyaman.
00:40:55Selamat malam Indonesia.
00:40:57Selamat malam.
00:40:59Film itu bikin kita gampang nerima ya.
00:41:02Coba aja liat film animasi kayak Finding Nemo.
00:41:05Itu kan ceritanya tentang ikan, segerombolan ikan.
00:41:09Ngobrol dalam laut.
00:41:11Kita nerima aja.
00:41:13Oke lah ikan bisa ngomong ya.
00:41:15Tapi itu kan dalam air ya.
00:41:17Kalaupun udah bisa ngomong, harusnya kan suaranya jadi blub, blub, blub, blub.
00:41:21Terus, ha? Apa?
00:41:22Blub, blub, blub, blub, blub, blub, blub.
00:41:24Gak, sorry gak kedengeran.
00:41:26Kopi gua masuk air kayaknya.
00:41:29Tapi emang film gak bisa kita paksain terlalu nyata ya.
00:41:32Soalnya kalo kita paksain, oke lah.
00:41:34Ikan gak boleh ngomong.
00:41:35Terus mereka harus ngapain?
00:41:36Pake bahasa isyarat.
00:41:38Ikan kan liat fisiologinya.
00:41:40Matanya cuma bisa melotot.
00:41:42Gak punya alis.
00:41:43Makanya kalo kita ngeliatin ikan di akuarium lama-lama.
00:41:46Gak akan.
00:41:47Gak akan ada reaksi.
00:41:48Gak akan ikannya terus terjumpa-sipu.
00:41:50Ah suka gitu kamu.
00:41:51Gak akan.
00:41:51Atau tiba-tiba dia mengedip tik gitu.
00:41:53Gak.
00:41:55Makanya ikan juga keliatan.
00:41:57Kita juga gak pernah liat ikan ngegombal ke ikan lain.
00:41:59Gak pernah kan?
00:42:00Ikan tiba-tiba ngomong.
00:42:02Bapak kamu ikan hiu ya?
00:42:05Karena kamu telah memakan hatiku.
00:42:10Gak ada.
00:42:11Paling juga dia bakal melakukannya sambil melotot.
00:42:13Blub, blub, blub, blub, blub, blub.
00:42:16Serem yang ada kabur gitu.
00:42:18Jadi jangan-jangan kalo kita liat ada ikan saling ngejar-ngejaran.
00:42:20Itu sebenernya lagi berusaha ngegombal.
00:42:23Lagi.
00:42:23Oke kalo bukan ikan-ikan hiu terus apa?
00:42:26Paus?
00:42:27Lumba-lumba?
00:42:27Gurita?
00:42:28Apa dong?
00:42:31Terus juga.
00:42:32Itu ketawa apa nih tuh?
00:42:36Coba dicerna dulu itu ketawa apa?
00:42:40Terus juga.
00:42:41Mereka juga gimana?
00:42:42Kalaupun mau mencoba acting ya.
00:42:45Manusia kan enak.
00:42:46Ada jari, ada tangan ya.
00:42:47Bisa ngapa-ngapain, udah saya syarat.
00:42:49Lah ikan coba punya sirip.
00:42:52Jadi aktor jelas gak handal.
00:42:54Mau jadi pemain pantomimba susah kan?
00:42:58Apalagi kalo mereka mau jadi girl band, sulit.
00:43:02You are beautiful, beautiful.
00:43:12Terus mata ikan juga kita lihat ada di samping kan?
00:43:15Samping kanan, kiri.
00:43:16Bukan di depan.
00:43:18Ini bisa bikin merusak film ya adegan film.
00:43:21Udah adegan serem-serem gitu ada ali hipnosis.
00:43:23Ketemu.
00:43:25Tatak mata saya.
00:43:28Hancur di belakang.
00:43:30Yang mana?
00:43:30Yang ini nih.
00:43:32Kenapa gak yang sebelahnya?
00:43:33Oke boleh yang ini.
00:43:35Kenapa gak dua-duanya?
00:43:36Ya oke lah tatak mata saya.
00:43:46Terus film juga sering ada pengaruh yang gak enak ya.
00:43:50Bukan masalah filmnya, cuma orang yang kalo suka nyontohnya aja.
00:43:54Seperti contoh gini, kalo film aksi suka ada adegan perkelahian di bar,
00:43:57pake botol, dikit-dikit pake botol, pecahin.
00:44:00Waktu saya SMA dulu, begitu ribut dikit,
00:44:03langsung di kantin nih.
00:44:05Langsung pada ngambil botol semua.
00:44:06Dan karena cuma niru-niru ya.
00:44:08Jadi ya ngaco.
00:44:09Ada yang megang botolnya salah.
00:44:12Jadi boro-boro ngeri.
00:44:13Jadi kayak iklan.
00:44:14Jangan macem-macem lu.
00:44:16Minum ini.
00:44:26Ada yang megangnya bener.
00:44:27Megangnya udah bener begini.
00:44:29Masalahnya dia lupa.
00:44:30Ada airnya.
00:44:31Jatuh.
00:44:32Basah.
00:44:35Seserem-seremnya Chuck Norris atau Iko Uwais ya.
00:44:38Kalo dia lagi kelahi celananya basah kuyup.
00:44:41Gak serem lagi.
00:44:43Nah saya waktu ikutan juga.
00:44:44Anggapannya ini botol kaca ya.
00:44:45Dan saya berusaha pecahin.
00:44:46Ikutin filmnya.
00:44:47Langsung.
00:44:48Gagal.
00:44:50Semua orang ngeliatin.
00:44:52Oke daripada malu.
00:44:53Pura-pura aja itu emang sengaja.
00:44:55Ayo hajar.
00:44:58Hajar aja.
00:45:01Ayo hajar.
00:45:03Ayo.
00:45:05Padahal kemana weh?
00:45:08Bubar aja.
00:45:12Nah.
00:45:13Film juga kayaknya yang mempengaruhi tuh.
00:45:16Film India mempengaruhi.
00:45:17Kenapa timnas India susah berprestasi di sepak bola ya.
00:45:20Karena kita liat deh.
00:45:23Timnas India udah bertemu sama Indonesia 17 kali.
00:45:27Mereka kalah 9 kali.
00:45:29Itu kayaknya gara-gara pengaruhi film mereka.
00:45:32Karena kalo sepak bola.
00:45:33Saat ngegoolin.
00:45:34Ada yang namanya selebrasi.
00:45:37Selebrasi itu merayakan gol dengan menari.
00:45:41Pernah liat sebelas cowok India.
00:45:44Menari bersamaan.
00:45:46Dan cuma sebentar.
00:45:50Itu sama kayak kalo lagi tersangka korupsi.
00:45:53Tiba-tiba sakit.
00:45:54Gak mungkin sebentar.
00:46:01Jadi begitu dia langsung.
00:46:06Langsung jajar sebelas orang.
00:46:10Siapa yang gol itu saya, saya.
00:46:12Siapa yang gol itu saya.
00:46:14Siapa yang gol itu saya, saya.
00:46:17Siapa yang gol itu saya.
00:46:19Saya, saya, saya, saya.
00:46:21Saya, saya, saya, saya.
00:46:23Saya, saya, saya, saya.
00:46:26Saya, saya, saya.
00:46:33Dan dari ujung ini gitu.
00:46:35Hakim Garis sama Wasid cuma bisa ngeliatin.
00:46:38Itu dia ngapain sama tiangnya?
00:46:41Udah muhrim belum sama tiangnya?
00:46:44Nanti tiangnya tolong dicuci ya.
00:46:47Tujuh kali.
00:46:47Terakhir pake tanah.
00:46:49Najis teralah lah.
00:46:51Kayak kelamaan.
00:46:53Kelamaan.
00:46:55Kartu kuning.
00:46:56Kartu kuning.
00:46:58Kartu kuning.
00:46:59Semua main lagi kalo masih ada penundaan.
00:47:02Saya kartu merah.
00:47:03Iya pake lagi bajunya.
00:47:06Iya kau juga pake lagi celananya.
00:47:09Dan ini pun saya yakin mereka masih pada protes.
00:47:12Masih pake celana.
00:47:14Tapi Pak Wasid.
00:47:15Masih ada lima lagu lagi.
00:47:18Napa ngehukum saya, saya.
00:47:21Saya, saya, saya, saya.
00:47:23Ya karena dapet kartu merah.
00:47:26Terimakasih saya Ismanda Curema.
00:47:28Abis ini adalah seorang komik.
00:47:30Kalo anda liat mungkin akan familiar karena musim lalu katanya jadi komedi buddy.
00:47:34Dia menjadi komedi buddy para finalis.
00:47:36Tapi kali ini dia jadi finalis.
00:47:38Langsung saja tepuk tangan untuk Isman.
00:47:47Selamat malam Indonesia.
00:47:51Minggu lalu saya nonton film The Raid.
00:47:54Gak, gak sama Boris.
00:47:56Soalnya itu bukan film romantis.
00:47:58Gak enak dua.
00:48:00Itu film action ya.
00:48:02Dan keren banget karena sepanjang adegan itu banyak adegan silatnya.
00:48:08Saya sampe yakin bahwa ini syutingnya pasti susah.
00:48:11Saking susahnya pasti banyak diulang.
00:48:13Jangan-jangan pas lagi adegan gitu ya.
00:48:17Ciat wat wat ciat ciat kat.
00:48:20Saudaranya dateng.
00:48:22Sudah berapa kali saya bilang.
00:48:24Dialognya kan ciat wat wat.
00:48:27Ciat wat.
00:48:28Ulang.
00:48:37Saking seringnya ngulang kebayang aktornya udah mulai bingung gitu.
00:48:40Ciat wat ciat.
00:48:43Atau wat.
00:48:46Gimana kalau ciat aja.
00:48:48Sepakat.
00:48:50Dan untung yang main aktor laga ya.
00:48:53Bayangkan kalau itu yang main aktor watak kawakan.
00:48:56Kayak Matias Mucus.
00:48:58Bagai-bagai.
00:48:59Ciat.
00:49:00Ciat wat.
00:49:02Ciat wat.
00:49:03Ciat wat.
00:49:05Ciat wat.
00:49:08Dan lawannya sampe tobat.
00:49:10Ciat wat.
00:49:12Ciat wat.
00:49:13Wah.
00:49:22Ini pas adegan kekerasan nih ada ya.
00:49:25Ada musuh kan.
00:49:26Terus kemana tusuk kepalanya pake pisau.
00:49:28Cerp gitu.
00:49:29Penonton kan.
00:49:31Ada ya penonton lagi makan.
00:49:33Terus.
00:49:34Lu aja deh.
00:49:36Tapi tiba-tiba terdengar suara aneh.
00:49:38Suara yang gak matching.
00:49:40Mami kok itu posionya.
00:49:42Pisaunya ditaruh di muka sih.
00:49:45Itu siapa orang tua yang bawa anak.
00:49:48Serusnya kan film dewasa ya.
00:49:50Ngapain bawa anak ke film dewasa.
00:49:52Apa yang diharapin.
00:49:54Emang dia ngarepinnya ini bakal ada pendidikan gitu.
00:49:57Jadi kayak film Dora.
00:49:58The Raider.
00:50:01Jadi kebayang sersannya datang.
00:50:04Kenakan saya sersan Dora Taslim.
00:50:07Jadi kita akan menyerang suatu gedung penjahat.
00:50:11Kita akan menumpas bos penjahatnya.
00:50:13Kemudian kita kabur.
00:50:15Jadi.
00:50:16Gedung penjahat.
00:50:17Bos penjahat.
00:50:18Kabur.
00:50:19Gedung.
00:50:20Bos penjahat.
00:50:21Kabur.
00:50:26Masa-masa juga.
00:50:29Jadi.
00:50:30Sekarang kita kemana?
00:50:33Betul.
00:50:33Gedung.
00:50:37Ada musuh gitu bawa parang.
00:50:38Terus.
00:50:39Teman-teman.
00:50:40Mari kita akan bersama.
00:50:42Swiper.
00:50:43Jangan membacok.
00:50:44Swiper.
00:50:45Jangan membacok.
00:50:46Swiper.
00:50:47Jangan membacok.
00:51:00Terus kebayang juga pas lagi adegannya gitu ya.
00:51:03Lagi tokoh.
00:51:04Ciut.
00:51:05Ada musuh terus.
00:51:05Baiklah teman-teman.
00:51:07Cara paling mudah melawan musuh ini adalah.
00:51:09Menusuknya dimana?
00:51:10Apakah disini?
00:51:11Disini apa disini?
00:51:16Benar.
00:51:16Semuanya.
00:51:27Dan kalau kita udah selesai nonton film ya.
00:51:30Biasanya kan ada yang kebelet.
00:51:31Keluar gitu kan ke toilet dulu.
00:51:33Kita bisa tahu.
00:51:34Dia baru nonton apa.
00:51:37Kalau.
00:51:38Lihat dari kelakuannya.
00:51:39Pas lagi masuk toilet.
00:51:41Kalau dia habis nonton film horror.
00:51:42Kelihatan.
00:51:43Kelakuannya juga sama.
00:51:44Masuk bingung.
00:51:47Halo.
00:51:47Ada orang nggak?
00:51:48Nggak.
00:51:49Nggak.
00:51:49Nggak.
00:51:50Nggak.
00:51:50Sama gitu.
00:51:51Kelakuannya kayak film horror.
00:51:53Sekarang saya mau pipis nih.
00:51:56Jadi kalau mau nyerang.
00:51:57Sekarang saatnya.
00:52:00Dan.
00:52:01Penonton film horror adalah penonton yang saat pipis.
00:52:03Ada suara dikit.
00:52:04Bisa loncat.
00:52:07Liatin deh.
00:52:08Kalau misalkan.
00:52:10Toilet.
00:52:11Kemudian kita lihat di atas.
00:52:11Ada bekas-bekas aneh.
00:52:13Semakin tinggi.
00:52:14Semakin bagus filmnya.
00:52:16Wah itu bagus banget filmnya tadi.
00:52:18Tadi nonton apa tadi?
00:52:19Tadi.
00:52:21Nah.
00:52:22Kalau film drama.
00:52:23Kita bisa lihat.
00:52:24Dari dia.
00:52:25Mungkin melakukan dialog yang melodramatis juga.
00:52:28Usah pipis susah.
00:52:30Kenapa kamu nggak keluar?
00:52:33Tadi katanya mau pipis.
00:52:37Kok sekarang jadi enggak sih?
00:52:40Ya tadi saya tahan.
00:52:43Tapi kan adegannya penting.
00:52:45Kita kan udah bersama 20 tahun.
00:52:51Pengertian dikit lah.
00:52:53Nah gitu dong.
00:52:55Happy ending.
00:53:00Kalau film action.
00:53:01Pasti dia masih kebawa adrenalin filmnya.
00:53:03Maksudnya.
00:53:05Ciat.
00:53:05Wat-wat-wat.
00:53:06Ciat.
00:53:07Wah.
00:53:16Cut.
00:53:17Eh.
00:53:18Harusnya ciat-wat-wat.
00:53:20Ciat-wat.
00:53:21Ulang pipisnya.
00:53:24Terima kasih.
00:53:25Saya Ismanda Curyaman.
00:53:33Sebagai sesama komik.
00:53:35Sebagai sesama penulis.
00:53:37Gue sirik banget.
00:53:38Saya sirik banget.
00:53:40Tadi katanya nggak boleh ngomong pake gue.
00:53:41Jadi saya sirik banget.
00:53:42Kenapa?
00:53:43Karena saya juga nonton film The Raid.
00:53:45Tapi saya tidak menemukan sudut pandang yang Isman temukan pada hari ini.
00:53:49Jadi.
00:53:51Seandainya saya bisa menemukan itu.
00:53:52Itu pasti jadi set yang keren.
00:53:53Dan buat saya emang keren banget.
00:53:55Set hari ini.
00:53:56Makasih.
00:53:57Keren banget gue.
00:53:58Makasih.
00:53:59Tadi pas awal kamu agak tersendat.
00:54:01Saya pikir kamu nervous ya.
00:54:02Itu tombolnya ke pause.
00:54:04Tapi begitu audiensnya mulai tertawa.
00:54:07Kamu kayaknya lebih relax.
00:54:08Lebih mencair ya kan.
00:54:09Cuma kayak kelihatan mukanya nih.
00:54:12Kan tadi sudah dibilang saya dari awal.
00:54:14Saya penonton nih.
00:54:15Muka kamu kayaknya mikir.
00:54:17Ada mikir bahwa next item apa ya.
00:54:20Joke apa ya.
00:54:21Masih kelihatan gitu.
00:54:22Ya.
00:54:23Tapi pokoknya kamu malam ini lucu.
00:54:24Makasih.
00:54:29Kayaknya gak ada yang saya komentarin.
00:54:33Ya.
00:54:35Mungkin semua disini udah tau lah siapa Isman.
00:54:38Tapi mungkin ada satu.
00:54:41Itu.
00:54:41Jadi saya berbayang tadi kalau yang tidak nonton gitu.
00:54:44Misalnya tadi dikawinkan dengan film apa tadi.
00:54:48The Raid dengan.
00:54:49Dora.
00:54:50Dora.
00:54:51Itu.
00:54:51Orang yang tidak nonton Dora mungkin bingung-bingung gitu.
00:54:54Apa.
00:54:55Oh gitu ya.
00:54:56Itu kesan.
00:54:57Oh itu pasti yang di film sana-sana.
00:54:59Jadi.
00:54:59Itu mungkin yang.
00:55:00Mungkin harus diperhatikan gitu.
00:55:02Ya.
00:55:02Harus diambil yang lebih.
00:55:04Eh.
00:55:05Ah.
00:55:06Universal lagi.
00:55:06Hanya itu aja.
00:55:07Well done.
00:55:08Komporgas.
00:55:09Makasih.
00:55:10Yuk tepuk tangan untuk Isman.
00:55:13Gila.
00:55:14Langsung aja gak salah malam lagi ya.
00:55:15Tepuk tangan untuk Isman.
00:55:22Selamat malam Indonesia.
00:55:27Pernah gak lihat ada rambu lalu lintas yang tulisannya Anda masuki kawasan tertip lalu lintas.
00:55:35Ini rambunya memang pasangnya tinggi ya.
00:55:38Jadi mungkin spesies kayak Yuli, Radit, sama Rian mungkin jarang lihat.
00:55:41Tapi ada loh.
00:55:42Bener ada.
00:55:43Ada.
00:55:44Nah ini saya sebagai pendulisnya kalau ngeliat rambu ini.
00:55:47Saya jadi ngerasa.
00:55:48Oh jadi tertipnya cuma disitu.
00:55:50Dan kalau emang ada kawasan yang tertip.
00:55:53Berarti ada kawasan yang gak tertip ya.
00:55:54Harusnya itu yang dikasih peringatan loh.
00:55:57Jadi kalau kita masuk jalan tol kemudian ada peringatan.
00:56:00Hati-hati.
00:56:01Anda masuki kawasan tidak tertip lalu lintas.
00:56:04Itu penjaga tolnya harus peringatin.
00:56:06Yakin mas mau masuk?
00:56:07Bener.
00:56:09Kita jual asuransi sih.
00:56:11Atau mau beli paku.
00:56:12Dipilih-dipilih pakunya dipilih beberapa senti.
00:56:16Dan juga ini ya.
00:56:18Kalau ada kawasan tertip itu jadi enak.
00:56:20Kalau polisi ada yang ngelapor gitu.
00:56:22Papa ada rusuk yang motor pak.
00:56:24Wah dimana?
00:56:25Eh sebentar.
00:56:25Kawasan tertip lalu lintas bukan?
00:56:27Oh bukan.
00:56:28Gak apa-apa.
00:56:28Emang tempatnya.
00:56:34Mobil pertama kali diciptakan.
00:56:36Tahun 1769.
00:56:38Itu kecepatannya.
00:56:40Cuman 4 km per jam.
00:56:43Maksimal lagi.
00:56:44Anak kecil jalan 6 km per jam.
00:56:47Jadi kita udah ngeneken gas.
00:56:49Di sebelah sini tuh anak-anak.
00:56:51Lalalala.
00:56:53Apain lo.
00:56:56Lampat banget.
00:56:57Bayangin ya.
00:56:58Itu berarti kalau di lalu lintas.
00:57:00Mobil itu yang nyusahin pejalan kaki.
00:57:03Jalan kaki ngeluh.
00:57:04Ini mau ngapain sih pakai mobil di tengah jalan.
00:57:05Kalau pakai mobil di trotoar.
00:57:14Pasti nyitir cewek.
00:57:16Kelakuannya kayak angkot.
00:57:23Terus bayangin deh.
00:57:24Sales mobil zaman itu seperti apa.
00:57:27Bayangin.
00:57:28Bapak.
00:57:29Bapak kalau ke kantor nyampe berapa menit pak?
00:57:315 menit pak.
00:57:325 menit.
00:57:33Pakai mobil pak.
00:57:34Bisa 1 jam.
00:57:37Boro-boro keren loh kalau pakai mobil zaman itu ya.
00:57:40Yang ada malah dikasihanin.
00:57:42Atasan marahin gitu kan.
00:57:44Kamu kenapa terlambat?
00:57:45Presentasi kita gagal.
00:57:47Aduh maaf pak.
00:57:48Saya pakai mobil.
00:57:49Aduh kasihan banget.
00:57:50Sini sini duduk duduk duduk.
00:57:51Kasih minum.
00:57:52Kasih minum.
00:57:52Kasih minum dia.
00:57:53Kasih minum.
00:57:53Mau dipecitin.
00:57:56Dan parahnya ya.
00:57:58Mobil itu di saat itu di uji coba.
00:58:01Dia tabrakan.
00:58:034 km per jam dia tabrakan.
00:58:09Bayangin bahwa itu pasti adalah kecelakaan mobil paling dramatis.
00:58:12Sepanjang sejarah.
00:58:14Ada tembok?
00:58:16Tidak.
00:58:20Aaaaah.
00:58:25Aaaaah.
00:58:27Aaaaah.
00:58:28Aaaaah.
00:58:29Aaaaah.
00:58:29Ya anak abrak.
00:58:31Coba reaksi saya lebih cepat.
00:58:33Aaaaah.
00:58:35Aaaaah.
00:58:36Aaaaah.
00:58:37Aaaaah.
00:58:38Aaaaah.
00:58:41Aaaaah.
00:58:42Bapak bang gimana?
00:58:42Mau kabur.
00:58:44Myeeehh.
00:58:46Polisi dateng.
00:58:47Mene prop-p преступleton.
00:58:49Oh naik mobil.
00:58:52Mas mas...
00:58:53Turun ngga mas?
00:58:56Berhenti dan turun sekarang.
00:58:58Kalau ngga.
00:59:00Saya kejar pake mobil.
00:59:09Turun
00:59:10Turun
00:59:11Kalau gak turun
00:59:12Saya tabrak nih
00:59:13Tabrak
00:59:14Dan perampoknya
00:59:15Jangan pak
00:59:24Baik terima kasih
00:59:25Saya Isman Dan Sriaman
00:59:33Halo Isman
00:59:34Halo Radit
00:59:35Isman
00:59:36Satu hal yang saya tangkap adalah
00:59:38Isman
00:59:38Untuk set kali ini
00:59:40Sangat-sangat rajin
00:59:41Untuk menggali premis
00:59:42Sehingga tercipta premis
00:59:43Yang sangat-sangat unik
00:59:44Udah dapet premis yang unik
00:59:45Digali lagi
00:59:46Lebih dalam lagi
00:59:47Lebih dalam lagi
00:59:47Sehingga banyak beat
00:59:49Yang bergantung pada satu premis
00:59:50Panjang yang unik banget
00:59:51Dan yang terlihat
00:59:52Yang saya dapatkan adalah
00:59:53Kesan bahwa set malam ini
00:59:55Itu sangat-sangat mahal
00:59:56Dan keren
00:59:56Terima kasih Radit
01:00:02Isman
01:00:03Mas Sidro
01:00:04Iya
01:00:04Saya melihat lebih pada
01:00:07Kayaknya Anda mempunyai masalah
01:00:09Di pengucapan
01:00:10Oh iya
01:00:11Betul
01:00:12Betul
01:00:12Betul
01:00:12Iya
01:00:13Jadi saya pikir
01:00:14Tadi ada beberapa
01:00:16Jokes
01:00:17Atau punchline
01:00:18Yang
01:00:19Yang gak ketangkap
01:00:21Kayaknya sama
01:00:21Sama penonton
01:00:22Saya pikir itu aja
01:00:23Tapi yang lainnya
01:00:24Masih dalam
01:00:27Komporgas
01:00:27Terima kasih Pak Sidro
01:00:34Halo Isman
01:00:35Halo Antra
01:00:36Kata
01:00:37Mindro juga
01:00:38Yang kayak mungkin
01:00:39Gak cocok dengan bahasa
01:00:40Mengucapkan dengan aku
01:00:42Tapi menurut aku sih
01:00:43Karena jokesnya juga
01:00:44Tentang mobil dan apa
01:00:45Aku sih nangkep aja
01:00:46Dan lucu
01:00:53Sebenarnya peserta sudah tinggal dua
01:00:55Ya kan
01:00:55Sudah ketebak harusnya
01:00:56Tapi kasihan
01:00:57Sudah direkam
01:00:58Fitinya
01:00:58Jadi kita lihat dulu sekarang
01:01:00Ini dia
01:01:09Oke setelah dari rapat yang kita lakukan
01:01:13Menetapkan yang akan tampil setelah ini adalah
01:01:15Isman
01:01:42Selamat malam Indonesia
01:01:47Ini walaupun lawan saya
01:01:49Imot ya
01:01:49Tampaknya seperti lahir
01:01:51Samban Majapahit
01:01:52Tapi saya gak akan
01:01:54Melontarkan
01:01:55Lucuan mengenai usia
01:01:56Karena lucuan mengenai usia
01:01:57Itu gak bagus
01:01:58Dan karena saya seumuran
01:02:03Tapi saya ingin bicarakan
01:02:05Mengenai kelakuan Imot
01:02:07Yang lebih tua daripada usianya
01:02:10Karena dia
01:02:11Kalau nulis materi
01:02:13Di kertas buram
01:02:14Kertas buram
01:02:16Bukan buku tulis
01:02:17Bukan HVS
01:02:18Kertas buram
01:02:19Dan dibawa kemana-kemana
01:02:20Sekarang bawa gak?
01:02:21Imot bawa gak?
01:02:22Oh boleh
01:02:22Boleh kita tunjukin
01:02:28Kalau ada kamera bisa di close up
01:02:30Silahkan liat
01:02:31Gak liat bener deh
01:02:33Karena ini cuma setingkat
01:02:34Teknologinya ya
01:02:35Teknologinya cuma setingkat
01:02:36Lebih tinggi daripada
01:02:37Daun lontar
01:02:42Dan minggu lalu
01:02:44Ari kan sempat nulis di komputer
01:02:46Kemudian ketimpa filenya
01:02:47Hilang
01:02:48Ini Imot berani-berani ngomong
01:02:50Makanya
01:02:50Jangan mengandalkan teknologi
01:02:52Pakai ini aja aman
01:02:57Aman
01:02:59Gak
01:03:00Ini
01:03:01Kalau kena air aja larut
01:03:08Kalau kita kurang serat ya
01:03:09Tinggal masukin ke air
01:03:10Dikasih
01:03:11Dikasih
01:03:12Masukin air
01:03:12Kasukin gelas
01:03:13Dikocok
01:03:13Minum
01:03:14Udah langsung
01:03:15Kebutuhan seratnya terpenuhi
01:03:19Saya kembalikan ya
01:03:20Mohon jaga baik-baik
01:03:21Siapa tuh
01:03:22Jadi bagian dari museum
01:03:23Prasejarah komedi
01:03:28Tapi gini
01:03:29Imot itu tetap
01:03:30Ada kualitasnya yang bagus loh
01:03:32Harus kita akui
01:03:33Imot ini ingatannya kuat
01:03:35Kuat sekali
01:03:36Dia bisa ingat komentar juri
01:03:37Kata per kata
01:03:38Dia juga ingat
01:03:39Beat-beat para komik
01:03:40Kata per kata juga
01:03:41Saat saya show
01:03:42Yang kedua
01:03:43Saya tampil disini
01:03:44Imot disana ngomong
01:03:45Persis timingnya sama persis
01:03:47Sayangnya begitu dia tampil
01:03:49Dia lupa beatnya
01:03:58Jadi
01:03:58Gini lah saran saya ya
01:04:00Saran saya sebagai
01:04:01Sama temen
01:04:01Sama temen
01:04:02Udah lah berhenti lah
01:04:03Pake kertas buram itu ya
01:04:04Karena
01:04:05Pernah kan dia ngeluh
01:04:06Bahwa dia susah
01:04:07Meyakinkan mertuanya gitu
01:04:09Meyakinkan mertuanya
01:04:10Susah
01:04:10Calon mertuanya
01:04:11Ya ginilah
01:04:12Orang tua mana
01:04:13Yang mau yakin ya
01:04:13Kalau pacar anaknya
01:04:15Masih nulis
01:04:15Pake kertas buram
01:04:17Paling mikirnya
01:04:18Waduh ini sih
01:04:19Madebu nih
01:04:19Masa depan buram
01:04:24Tapi sekali lagi
01:04:25Imot itu punya kualitas bagus
01:04:29Dia prinsipnya kuat
01:04:30Dia prinsipnya kuat
01:04:31Dia prinsipnya sebagai
01:04:32Badboy dia
01:04:33Prinsipnya teguh
01:04:35Liat aja
01:04:35Orang-orang suka pada
01:04:36Pada suka suju ya
01:04:37Dia gak ikut-ikutan
01:04:40Bisnis tuh pada latah
01:04:41Pada latah ada jualan keripik
01:04:43Ya kan pada keripik pedos
01:04:44Pake level lagi
01:04:45Satu sampai sepuluh
01:04:45Gak ikut ikutan jualan gak
01:04:47Orang-orang pada dapet jodoh
01:04:49Gak ikut-ikutan juga
01:04:52Teguh
01:04:57Tapi emang sih
01:04:58Kenapa sih itu bisnis pada latah-lata gitu ya
01:05:00Pada ikut-ikutan jualan
01:05:01Keripik gitu
01:05:02Pedes-pedesan
01:05:02Makanan pedes
01:05:03Gak semangat keripik
01:05:04Semua dikasih nama
01:05:05Embel-embel gila
01:05:06Setan
01:05:07Kasih level satu sampai sepuluh
01:05:09Gak
01:05:09Saya yakin nih
01:05:10Maksudnya gak lama lagi
01:05:11Ini merambah ke makanan lain
01:05:13Susu kudaliar misalnya
01:05:15Nanti susu kudaliar pun gak cukup
01:05:17Itu cuma level satu
01:05:19Level berikutnya mungkin ada
01:05:20Susu kuda setan
01:05:21Susu kuda gila
01:05:23Atau susu kuda binal
01:05:27Tapi gini
01:05:28Kenapa sih standar paling rendahnya
01:05:30Harus liar
01:05:30Apa salahnya susu kuda jinak
01:05:34Coba kita pikirin deh
01:05:36Bahwa susu kuda jinak
01:05:37Itu kan berarti
01:05:37Ngambilnya gak gini
01:05:39Karena kalau liar
01:05:40Berarti kan ngambilnya pemaksaan ya
01:05:42Kalau jinak kan suka sama suka
01:05:45Ya kita pilih jinak
01:05:51Terus nanti jangan-jangan merambah juga ke sapi
01:05:55Susu sapi biasa
01:05:56Gak cukup
01:05:57Harus liar
01:05:58Jadi kalau susu sapi yang jinak
01:06:00Diambilnya makin
01:06:01Masih melengunya
01:06:04Begitu yang liar
01:06:06Dia nyolot
01:06:07Mau
01:06:08Mau apa lu
01:06:09Eh jangan pegang
01:06:10Pegang
01:06:10Kita belum kenalan
01:06:12Saling follow dulu di twitter
01:06:13Saling mention
01:06:14Kopi darat
01:06:15Barulah kita ngomong susu
01:06:17Main perah aja
01:06:18Dasar cowok
01:06:25Gak usah makanan
01:06:26Bisnis juga ikutan latah ya
01:06:27Nama-nama
01:06:28Mereka cari nama-nama
01:06:29Yang menarik gitu ya
01:06:29Tapi jadi suka bikin runyam
01:06:31Pas di Jogja
01:06:32Saya ditawari
01:06:33Nginep di hotel
01:06:34Namanya
01:06:35Rumah Mertua
01:06:37Menjelaskannya biung loh
01:06:38Man lo nginep dimana
01:06:39Di rumah mertua
01:06:40Mertua lu di Jogja
01:06:41Enggak sih
01:06:42Ini mertua yang lain
01:06:43Runyam
01:06:43Gosip langsung
01:06:46Terus kalau kamar kita berantakan
01:06:48Kamar kita berantakan
01:06:49Kan kita pasang
01:06:50Please make up room
01:06:51Tolong rapiin
01:06:51Malah datang
01:06:53Mas-mas
01:06:54Mbok ya pengertian dikit
01:06:56Situ kan
01:06:57Liburan kan nginep
01:06:58Sini kan kerja
01:06:59Mbok ya dibantu
01:07:01Ini sapu
01:07:02Ini pengki
01:07:03Kerjain sendiri
01:07:04Eits
01:07:05Terimanya pake tangan apa
01:07:06Tangan kanan
01:07:07Bener
01:07:07Eh ngomong apa
01:07:08Terima kasih
01:07:11Parah itu
01:07:13Bisnis juga sama ya
01:07:14Kadang-kadang sekarang
01:07:15Ada bisnis yang cuma mainnya
01:07:17Lip service aja
01:07:18Saya pernah makan di restoran pizza
01:07:20Sebut aja pizza dude
01:07:22Bukan nama peran saya sebenarnya ya
01:07:25Ini kalau makan apapun
01:07:26Dikomentarin
01:07:27Saya
01:07:28Mbak bisa minta pizza yang meat lover
01:07:30Oh pilihan yang tepat sekali
01:07:32Enggak jadi deh
01:07:33Saya pilih yang vegetarian
01:07:34Pilihan yang tepat sekali
01:07:36Meat lover sama vegetarian
01:07:37Kan bertentangan
01:07:39Satu cinta daging
01:07:40Satu anti daging
01:07:40Kok bisa dua-duanya tepat
01:07:42Mulai aneh nih
01:07:43Dan kalau ada yang tepat sekali
01:07:44Jangan-jangan ada yang keliru sekali
01:07:47Saya mesen
01:07:48Ada orang gitu
01:07:51Ada bisa jamur gak
01:07:52Oh sebentar
01:07:54Yang jamur itu kemarin
01:07:56Ada yang mesen
01:07:56Terus keracunan ya
01:07:57Terus muntah
01:07:58Terus ke rumah sakit
01:07:58Oh oke
01:08:00Mas boleh tau profesinya apa
01:08:02Oh saya anggota
01:08:03Anggota banggar DPR
01:08:05Oh pilihan yang tepat sekali
01:08:08Saya Isman
01:08:08Terima kasih
01:08:14Isman
01:08:15Iya Reddit
01:08:17Beda kayak minggu lalu
01:08:19Terasa lebih tulus gitu
01:08:20Mungkin karena pembawaannya
01:08:22Juga mudah mulai
01:08:22Lebih santai gitu
01:08:23Dan seperti biasanya
01:08:25Jok-jok Isman adalah
01:08:26Jok yang sangat
01:08:27Relay sama
01:08:28Penulisan yang
01:08:30Elaborate yang kompleks
01:08:32Dan mahal gitu
01:08:32Tapi ini problemnya
01:08:34Kalau misalnya joknya terlalu mahal
01:08:35Gak semua orang mampu beli gitu
01:08:37Jadi ada beberapa jok
01:08:39Yang terasa terlalu verbal
01:08:41Yang butuh delivery yang sangat-sangat
01:08:43Apa ya
01:08:44Halus ya
01:08:44Rapih gitu ya
01:08:45Yang itu belum kebeli tadi
01:08:47Di beberapa titik
01:08:48Cuman jauh banget
01:08:49Perbedaannya sama minggu lalu
01:08:51Jadi keren banget
01:08:52Kalau menurut saya
01:08:52Terima kasih Radit
01:08:56Halo Mas Isman
01:08:58Halo Webita
01:08:59Gak tau kenapa
01:09:00Kalau aku
01:09:01Untuk aku pribadi
01:09:02Aku kurang bisa
01:09:03Menikmati jokes-jokesnya
01:09:06Mungkin agak
01:09:07Jujur aja
01:09:07Buat aku sendiri
01:09:08Itu agak sedikit boring
01:09:10Tapi
01:09:10Aku sebenarnya
01:09:13Berekspektasi
01:09:14Akan lucu banget
01:09:15Tapi ya
01:09:16Ternyata ya
01:09:17So-so
01:09:18Tapi
01:09:18Laus
01:09:21Thank you
01:09:22Makasih Wita
01:09:25Isman
01:09:26Saya setuju sama Radit
01:09:27Banyak banget kemajuan
01:09:28Terutama yang saya perhatikan betul
01:09:30Dengan pengucapan
01:09:31Hampir semuanya mulus
01:09:33Dan semuanya tertangkap
01:09:34Kalau menurut saya
01:09:35Dan bahan
01:09:36Seperti biasa
01:09:37Bahan-bahan Anda
01:09:38Bahan-bahan yang cerdas
01:09:39Buat saya
01:09:39Dan satu hal
01:09:40Ada yang membuat saya
01:09:42Menjadi
01:09:43Seperti itu adalah
01:09:45Bahwa itu Anda tutup
01:09:47Dengan sebuah kritik sosial
01:09:48Yang tajam sekali
01:09:49Kompor gas
01:09:50Makasih Pak Gintro
01:09:53Ya tepuk tangan dok
01:09:54Isman Hasuryama
01:09:56Terima kasih telah menonton
01:09:59Terima kasih telah menonton
Komentar

Dianjurkan