Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV -Kapal Virgo Transport 8 tenggelam di Laut Jawa pada Minggu, 13 September 2026. Salah satu penumpang yang selamat mengaku tidak mendengar alarm darurat saat kapal mulai miring dan tenggelam.

Sementara itu, KSOP Utama Tanjung Perak Surabaya menyatakan kapal telah memenuhi persyaratan kelayakan untuk berlayar dan kondisi gelombang sekitar 1,5 hingga 2 meter masih dapat dilalui kapal tersebut.

Mantan investigator KNKT periode 19992008, Ruth Hanna Simatupang, menilai jika kesaksian terkait alarm yang tidak berbunyi terbukti benar, hal tersebut menjadi temuan serius dalam investigasi keselamatan.

Ia juga menyoroti pentingnya respons ABK, pelaksanaan prosedur darurat, ketersediaan alat keselamatan, pengawasan Syahbandar, hingga dugaan kelebihan muatan. Menurutnya, penyebab kecelakaan tidak dapat disimpulkan hanya dari satu faktor dan investigasi perlu mengungkap akar penyebab atau root cause kecelakaan kapal Virgo.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Joshua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/690776/full-alarm-darurat-km-virgo-tak-bunyi-eks-investigator-knkt-soroti-keselamatan-kompas-pagi
Transkrip
00:02Intro
00:09Suasana harum menelimuti rumah Ramlan warga Cilacap, Jawa Tengah.
00:13Ramlan menjadi salah satu penumpang yang masih hilang
00:16setelah kapal Virgo yang ditumpanginya tenggelam di Laut Jawa
00:20pada Minggu 13 September 2026.
00:24Tetangga dan kerabat terus berdatangan ke rumah Ramlan
00:27di Dusun Sari Wungu, Kecamatan Nusa Wungu, Cilacap, Jawa Tengah.
00:31Menurut istrinya, Ramlan pergi ke Kalimantan untuk bisnis kelapa sawit.
00:35Pria 53 tahun ini pergi bersama 5 orang pekerjanya.
00:41Bapak berangkat hari Jumat pukul 3.
00:46Setelah itu, Bapak sempat telpon di kapal.
00:49Setelah masuk kapal, Bapak telpon sekitar pukul 6.38.
00:57Setelah pukul 6.38, lepas kontak.
01:03Nah, saya dapat kabar lagi hari Minggu.
01:07Hari Minggu pagi saya ditelepon.
01:10Ada berita kapal Bapak mengalami kecelakaan.
01:17Seorang penumpang selamat kapal Virgo mengungkap
01:19detik-detik sebelum kecelakaan kapal terjadi.
01:22Menurutnya, tidak ada alarm darurat saat kapal mulai tenggelam.
01:27Ia mengaku trauma, mengingat saat kepanikan terjadi dan korban berjatuhan.
01:31Pas aku mendengar, tuh, ngebeledak, gak tahu apa itu yang ngebeledak,
01:36langsung kapal itu miring, des, pada keluarlah semua.
01:41Orang-orang yang di dalam kapal itu masih banyak, Bang.
01:45Masih banyak banget.
01:47Soalnya itu jam-jam tidur lah.
01:49Kalau yang aku dengar, alarm darurat itu gak ada.
01:53Dari pertama kapal miring sampai aku naik ke atas, aku gak ada.
01:59Cuman ada itu pas kapal tenggelam, terus mati lampu, ada kelakson.
02:07Posisi kapal udah tenggelam.
02:11Sementara kantor Kesyah Bandaran dan otoritas pelabuhan KSOP Utama Tanjung Perak, Serabaya
02:17pastikan kapal Virgo Transport 8 layak lautan dan berlayar.
02:21KSOP Utama Tanjung Perak juga pastikan,
02:24cuaca buruk dengan ombak setinggi 2 meter masih aman dilewati kapal Virgo Transport 8.
02:33Persyaratan ke layak lautannya sudah terpenuhi baik kapalnya secara teknis maupun sumber daya manusianya.
02:38Nah, podanya seluruh kru itu layak laut.
02:41Baru kita berikan surat persegiunan berlayar.
02:43Sebenarnya pada tanggal 12 itu tidak ada informasi mengenai peringatan cuaca.
02:48Informasi perakiran cuaca yang kita terima pada satu minggu itu,
02:53itu di daerah Laut Jawa ini berada pada kepinggian ombak itu 1,5 sampai 2 meter.
02:58Dan artinya untuk kapal dengan groston yang 8.540 kapal jenis ini itu,
03:03itu masih bisa untuk melewati situasi yang seperti itu.
03:09Pencarian terhadap 100 lebih penumpang kapal Virgo yang masih hilang terus dilakukan.
03:14Basarnas menyebut, hingga hari kedua pencarian,
03:1786 penumpang berhasil dievakuasi selamat, sementara 2 korban meninggal dunia.
03:22Jumlah korban dari 243 POB yang kita cari,
03:31sebanyak 114 korban sudah ditemukan.
03:38Kemudian 129 masih dalam pencarian.
03:43Dari 114 korban yang kita temukan,
03:5086 sudah kita evakuasi dalam kondisi selamat dan semuanya kita evakuasi di dermaga ini.
04:01Kemudian 2 korban kita evakuasi dalam kondisi meninggal dunia.
04:08Hari ini satu korban telah diserah terimakan kepada pihak keluarga
04:14dan satu korban meninggal dunia sudah kita serahkan ke DPI Mabes Polri.
04:21Hingga kini keluarga penumpang kapal Virgo yang masih hilang
04:24terus berharap kepastian keberadaan keluarga mereka.
04:28Posko terpadu di pelabuhan Tanjung Perak pun mulai ramai didatangi keluarga korban.
04:32Selain mencari informasi, pihak keluarga menyerahkan data anti-mortem
04:37pada pihak DPI Bidokas, Polda, Jawa Timur.
04:40Tim Liputan, Kompas TV
04:48Dan hingga kini saudara pencarian terhadap 120 lebih penumpang kapal Virgo
04:54yang masih hilang terus dilakukan.
04:56Selain itu penyebab tenggelamnya kapal juga masih menjadi tanda tanya.
04:59Apalagi kantor ke Syah Bandaraan dan Otoritas Pelabuhan
05:03KSOP Utama Tanjung Perak, Surabaya memastikan
05:07kapal Virgo Transport 8 ini layak kelautan dan berlayar.
05:12Kita bahas soal ini bersama dengan investigator Komite Nasional
05:16Keselamatan Transportasi atau KNKT tahun 1999 hingga 2008
05:21sudah bergabung bersama kami melalui sambungan daring
05:23ada Ibu Ruth Hana Simatupang.
05:26Selamat pagi, apa kabar Ibu Ruth?
05:29Selamat pagi Mbak Adisti. Baik, terima kasih.
05:32Ya, kita tentu prihatin dengan apa yang terjadi
05:36ada 120 penumpang yang sampai saat ini masih dicari.
05:41Kita membahas dulu soal kesaksian dari salah satu penumpang yang selamat
05:45yang secara tegas mengatakan masih mengingat
05:49tidak ada alarm yang berbunyi.
05:52tapi kemudian di satu pihak mengatakan kapal ini layak untuk berlayar.
05:58Nah, apa yang bisa Anda cermati dari kedua pernyataan yang berbeda ini?
06:04Oke, kalau saya melihat bahwa kalau memang benar ada terbukti bahwa alarm tidak berfungsi
06:14atau tidak berbunyi, ini termasuk temuan yang sangat serius nantinya oleh KNKT.
06:20Ya, terutama dalam investigasi keselamatan.
06:24Karena alarm itu adalah pintu pertama untuk kelanjutan tindakan dari ABK
06:31untuk menghadapi situasi daruratnya tadi.
06:35Kemudian untuk alarm bahaya, ini adalah sistem peringatan dini sebenarnya di kapal.
06:43Kalau ini gagal berfungsi, seperti tadi saya bilang,
06:47maka seluruh rantai yang respons darurat berikutnya akan ikut terganggu dan terhambat.
06:53Sehingga dari mulai ABK-nya terlambat merespons,
06:58kemudian penumpang juga terlambat diarahkan ke titik-titik evakuasi.
07:03Jadi, ya, kemudian dalam golden hour-nya itu,
07:10untuk misalnya memadamkan api,
07:13kemudian menyetop air masuk dari laut ke dalam kapal,
07:18ini sangat penting sekali waktu ini.
07:21Karena ini sudah tidak ada tadi peringatan dini,
07:25ini akan terlambat menjadi jauh lebih sempit waktunya untuk melakukan evakuasi.
07:31Nah, tapi saya perlu tegaskan di sini, ini masih berstatus kesaksian, ya.
07:36Jadi, bukan temuan resmi.
07:38Jadi, hak tetap KNKT nanti dan pihak-pihak terkait harus mengwawancarai lagi orang-orang yang...
07:46Ini investigasi ini.
07:48Ya.
07:49Oke, kalau memang benar, ini kan baru kesaksian, ya.
07:52Salah satu penumpang yang selamat, begitu, mengatakan tidak mendengar alarm.
07:57Tapi kemudian, jika benar, apa saja yang menjadi penyebab?
08:01Kok bisa alarm tidak berbunyi di saat kondisi berbahaya?
08:05Nah, ini ada banyak hal, ya.
08:09Pertama, tentu alat itu sendiri rusak.
08:12Atau dia sudah usang dan dia tidak pernah diperiksa secara rutin sesuai dengan jadwal perawatan sehingga tidak dicoba apakah benar
08:26dia masih bisa berbunyi atau memberikan suara-suara untuk evakuasi atau abandon the ship.
08:35Jadi, memang sistem alarm ini pertama kali tentunya rusak.
08:42Karena dia gagal memberikan...
08:46Peringatan.
08:48Woro-woro.
08:50Alart.
08:50Oke, jadi kemungkinan besar itu.
08:54Tapi tetap itu harus diuji lagi, diperiksa lagi apakah betul alat tersebut rusak.
09:04Oke, kita akan masih uji lagi apakah nanti itu tugas KNKT, apakah benar memang alarm peringatan itu rusak atau kemudian
09:12tidak berfungsi atau segala macam ada beberapa penyebabnya.
09:15Tapi, kita ingin tahu sebenarnya bagaimana SOP secara general ya, secara general pada saat kapal laut itu dalam keadaan bahaya
09:26atau ya mengalami kecelakaan.
09:30Sebenarnya SOP yang harus segera dilakukan oleh ABK untuk menginformasikan kepada seluruh penumpang, apalagi itu adalah informasi yang penting begitu
09:41ya, untuk keselamatan.
09:43Ada golden hour di sana.
09:47Oke, sebenarnya begitu siapapun yang mengetahui ada ancaman bahaya dalam perjalanan itu atau dalam pelayaran tersebut, biasanya yang pertama kali
09:59adalah melaporkan kepada ABK.
10:02ABK yang ada di terdekat dengan mereka, dengan penumpang ya.
10:06Kemudian nanti ABK ini sudah...
10:11Siapa, Ibu Ruth maaf, siapa yang pertama kali harus menginformasikan ini? Kapten Kapalka atau seperti apa?
10:17Untuk menginformasikan ke ABK-ABK untuk diteruskan ke penumpang?
10:22Ya, pertama kali tentu dari entah siapa yang mengetahui kondisi itu.
10:27Kemudian ABK. ABK langsung, kalau ABK yang lebih dulu mengetahui ada ancaman tersebut, dia akan melaporkan kepada Nahoda.
10:36Kemudian Nahoda memerintahkan kepada seluruh ABK untuk melakukan safety management system atau drill yang sudah mereka lakukan setiap kali untuk
10:48menghadapi kondisi darurat.
10:51Itu biasanya, rangkaiannya.
10:54Oke, termasuk juga pengerahan arah evakuasi dikumpulkan di mana, termasuk juga soal jaket penyelamat atau life jacket yang memang harus
11:05tersedia di beberapa poin-poin tempat duduk.
11:10Ini kemudian kalau Anda melihat dari kacamata Anda pada saat kejadian dan banyak juga yang masih hilang sampai saat ini,
11:16bagaimana?
11:18Ya, kemungkinan besar ini memang saya tidak berani mengatakan ini memang tidak ada atau kurang ya alat-alat keselamatan yang
11:29ada di kapal tersebut.
11:30Tapi apabila melihat banyak yang tidak memakai pelampung, kemudian tidak bisa tertolong karena tidak bisa naik ke skoci yang disediakan
11:41dengan jumlah penumpang yang ada,
11:44kemungkinan besar mereka memang tidak aware, tidak menyiapkan, dan tidak melaksanakan aturan.
11:55Itu dalam bahaya, jadi ini bukan kesimpulan tapi kemungkinan besar itu yang terjadi.
12:03Karena sebenarnya ABK begitu mengetahui ada bahaya, dia akan membunyikan alarm, kemudian melaporkan bahaya tersebut ke bridge, maksudnya ke Nahoda.
12:16Kemudian Nahoda berdasarkan sijil dan prosedur safety management system di kapal akan mengarahkan ABK untuk segera memasangkan pelampung kepada seluruh
12:33penumpang
12:33dan mengarahkan mereka untuk naik ke skoci dan apa yang harus dilakukan nantinya.
12:40Seperti itu, tahu saya.
12:42Oke, ini tentu kita masih memperifikasi lagi kemudian karena banyak juga kesaksian-kesaksian dari para penumpang yang selamat.
12:50Jadi sebenarnya kalau tadi Anda sudah menyebutkan kewajiban-kewajiban yang sudah harus dilakukan oleh ABK pada saat hal-hal genting
12:58terjadi di kondisi darurat.
13:00Nah pertanyaan saya selanjutnya, apakah ABK boleh menyelamatkan dirinya terlebih dahulu ke dalam skoci
13:08atau kemudian mengerahkan dulu semua penumpang harus masuk dulu aman ke dalam skoci barulah ABK yang terakhir?
13:15Ya, kalau berdasarkan solas di chapter 2 ya, itu ada bahwa mereka justru harusnya belakangan.
13:25Mereka yang harus mengarahkan penumpang agar segera ke arah mana mereka supaya mereka selamat.
13:34Bukan justru mereka duluan yang masuk ke skoci untuk menyelamatkan diri.
13:40Dan kapten itu biasanya harus terakhir karena dia harus bertanggung jawab terhadap seluruh penumpang.
13:48Demikian juga dengan logbook itu biasanya kapten yang sangat berintegritas,
13:53logbooknya itu dia peluk sampai dia nggak ada pun itu harus ada, dia dipegang sama dia.
14:01Ya, ini karena ini adalah bukti atau semacam pemeriksaan ini ya, membantu pemeriksaan nanti kalau dia ditemukan
14:12atau kapal ini ditemukan untuk diperiksa apa sih penyebab kecelakaan tersebut.
14:17Nah jadi bukan justru ABK yang nomor satu di menyelamatkan diri.
14:22Oke, kalau dari kesaksian tentu kita harus menginvestigasi lagi menanyakan kepada penumpang
14:28benarkah memang ABK ini dalam tanda kutip ya ada dugaan menyelamatkan lebih dulu ke skoci-skoci
14:36kemudian apa sanksi yang bisa diberikan oleh Kementerian Perhubungan dalam hal ini
14:41termasuk juga kalau melihat investigasi awal dari kondisi darurat kemudian kapal miring baru kemudian tenggelam.
14:53Apakah ini faktor cuaca atau memang kondisi kapalnya?
14:56Kalau memang Kementerian Perhubungan memang mengatakan ini sudah layak berlayar kok.
15:03Oke, nah ini kemarin saya sudah sampaikan bahwa kecelakaan itu nggak bisa hanya dari satu faktor.
15:11Dan kalau dibilang faktor cuaca, cuaca itu eksternal sifatnya.
15:17Kalau kecelakaan ini karena ada faktor eksternal berarti kan si kesiapan si kapal yang sudah disiapkan
15:27untuk menghadapi cuaca buruk itu harusnya sudah siap.
15:31Nah ini kan kita nggak tahu nih, belum-belum kita ketahui sama sekali nanti biarlah KNKT yang akan menyelesaikan itu
15:38ya
15:39untuk melihat root cause dari penyebab keselakaan ini.
15:45Kalau dibilang bahwa ini cuaca, kan harusnya juga sudah bisa diantisipasi.
15:53Karena ketika dia mau berlayar, dia sudah mendapatkan laporan kondisi cuaca pada jalur yang akan dia lalui.
16:02Nah kalau di dalam laporan BMKG diketahui bahwa akan ada cuaca yang ekstrim atau gelombang yang berubah tiba-tiba
16:12karena di Pulau Jawa ini, di Laut Jawa terutama, itu memang kondisinya diketahui sering cepat berubah.
16:23Gelombang maupun cuacanya.
16:26Nah itu tentunya kapal sudah harus dipersiapkan untuk kondisi itu.
16:30Jadi jangan menyalahkan kondisi alam.
16:34Tapi kita harus periksa, apakah memang kapal ini sudah disiapkan untuk menghadapi cuaca itu?
16:44Oke, sebelum berlayar inilah yang kemudian harus benar-benar diperhatikan begitu soal kondisi kapal begitu ya.
16:51Karena kondisi cuaca tentu kita bisa melakukan mitigasi lebih awal.
16:56Lalu bagaimana dengan dugaan kelebihan muatan?
17:00Bisa saja terjadi karena ini kita ketahui lah ya, terutama untuk pada hari-hari besar itu seringkali komersial akan lebih,
17:16pengaruhnya akan lebih besar daripada keselamatan.
17:20Nah ini yang terus harus dilakukan oleh KNKT dan juga Kemenhub untuk memperingatkan kepada si para operator ini bahwa kapal
17:35itu adalah core bisnisnya mereka.
17:38Yang kalau ini tidak dilengkapi dengan alat keselamatan yang sewaktu-waktu itu akan terjadi keselakaan,
17:47mereka akan mengalami kerugian yang jauh lebih besar daripada mereka mengikuti aturan yang ada.
17:54Itu.
17:55Oke.
17:56Kalau saya bilang memang faktor komersial ini yang masih lebih memainkan peran ya bagi para operator sehingga banyak aturan-aturan
18:08keselamatan yang dilanggar.
18:10Oke.
18:11Terakhir saya ingin tahu Ibu Ruth, dari pengalaman Anda sebagai investigator,
18:16sebenarnya kondisi-kondisi fatal semacam apa yang bisa menyebabkan kecelakaan?
18:22Walaupun dikatakan kapal ini layak untuk berlayar, termasuk juga catatan kritis Anda.
18:29Kita tahu ini bukan kali pertama dalam 2026 terjadi kapal mengalami kecelakaan dan banyak sekali penumpang yang sampai saat ini
18:37masih hilang.
18:39Keluarganya sudah mengikhlaskan soal ini.
18:42Apa yang menjadi catatan kritis Anda?
18:44Ya, saya bilang memang ini masih banyak titik-titik kelemahan, terutama dalam pengawasan.
18:54Dan inilah yang selalu menyebabkan kita mengalami insiden dan eksiden.
19:00Terutama untuk transportasi publik umum ya.
19:05Seperti inilah, untuk surat izin berlayar itu kan harusnya Syah Bandar betul-betul melihat
19:14si kapal itu mau diberangkatkan dari pelabuhan.
19:18Tidak hanya melihat dokumen di ruang kantornya.
19:22Kemudian, betul-betul dilihat apakah memang kapal ini layak dan tidak kelebihan muatan.
19:31Kalau memang kita selalu melihat ada kelebihan muatan.
19:35Dan ini problem yang terus terjadi tiap tahun, apalagi kalau sudah hari-hari raya.
19:40Nah, ini yang harus ditekankan bahwa penumpang pun bisa menjadi alat kita untuk memberikan alarm kepada pemerintah pada Syah Bandar.
19:56Kalau saya jadi penumpang, kalau saya lihat ini kapal tidak layak, ya ada kebocoran-kebocoran atau tidak mengetahui di mana
20:06pelampung dan sebagainya.
20:08Saya akan turun, saya akan bilang di mana kok kalian nggak kasih petunjuk di mana pelampung, di mana skoci dan
20:14sebagainya.
20:14Saya nggak akan berani naik.
20:16Nah, itu kan kerugian ada pada operator sebenarnya.
20:20Nah, inilah yang kurang di kita.
20:23Baik si penumpang juga asal naik, pokoknya sampai di tujuan, tanpa melihat bagaimana kondisi transportasi umum yang mereka gunakan.
20:34Itu berlaku di kereta api, kapal, pesawat, dan juga bus ya, pengangkutan umum.
20:41Itu sih yang catatan kritis saya.
20:44Oke, jadi memang harus ada perbaikan secara menyeluruh termasuk juga evaluasi yang harus segera dilakukan oleh Kementerian Perhubungan dalam hal
20:56ini adalah perhubungan laut, begitu ya.
20:58Terkait dengan peristiwa kecelakaan di 2026 ini yang kita tahu ada beberapa kasus semacam ini terjadi.
21:05Jadi, terima kasih investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi KNKT tahun 1999 hingga 2008, Ibu Ruth Hana Simatupang telah bergabung bersama
21:14kami.
21:15Sehat selalu, Ibu. Selamat pagi.
21:18Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan