00:00Yang kejadian di Karun, waktu kita mengetahui terjadi masalah ini, kita konsult ke RCM sama harapan kita.
00:10Artinya hampir semua provinsi di Indonesia pernah menjadi tempat terjadinya kasus keracunan MBG.
00:25Jadi, yang kejadian di Karun, waktu kita mengetahui terjadi masalah ini, kita konsult ke RCM sama harapan kita.
00:37Untuk segera mengguide rumah sakit Adam Malik, memeriksa kejadiannya itu seperti apa.
00:43Tim Adam Malik sudah bertemu dengan pasiennya, sudah memeriksa pasiennya, kemudian sudah melakukan tindakan juga untuk merawat yang bersangkutan.
00:55Nah, dalam proses itu, kemudian itu rame dan viralnya, sehingga Pak Wapres ke sana.
01:02Waktu Pak Wapres ke sana, diminta agar kita membawa yang bersangkutan ke RCM.
01:11Kenapa? Karena dilihat bahwa RCM memiliki kemampuan dokter-dokternya yang jauh di luar-luar dibandingkan dengan rumah sakit Adam Malik.
01:25Pemeriksaan aku saja Pak yang akan...
01:29Pemeriksaan aku saja, Pak Yaku saja.
01:31Saya sudah mengumpulin tim RCM, karena sesuai dengan arahan dari Pak Wapres.
01:36Nomor satu, kita ada dokter spesialis anak.
01:40Nomor dua, karena ini berkaitan dengan syaraf, kita juga memanggil dokter yang, profesor yang paling ahli mengenai neurologi anak.
01:50Itu mengenai syaraf anak
01:54Ketiga, karena ini juga ada kaitannya dengan kejuangan
01:59Kita ambil profesor yang bergerak di bidang psikiater anak
02:06Nah mereka tuh sudah bekerja, harusnya hasilnya sih sementara gitu
02:11Saya kenapa saya gak mau berspeksualasi, karena lebih baik akhirnya
02:15Pak tapi dari enak rumah sakit kenapa masih belum ada diagnosisnya Pak?
02:18Kenapa?
02:21Waktu dari ada, saya gak tau kalau ada nomor rumah sakit yang lainnya
02:24Tapi saya tau yang ada malik sudah ada
02:26Cuma itu kan perlu diperkuat oleh ahlinya sesuai permintaan Pak Wapres
02:31Jadi tim ahlinya tuh sekarang udah kerja semua
02:35Saya belum terupdate hari ini, tapi dalam satu hari dua hari ini pasti punya
02:56Yang pertama saya tentu sangat menghormati ya bagi para korban keracunan
03:02Bagi mereka yang ingin mendapatkan keadilan, mencari keadilan
03:05Baik melalui proses pidana maupun proses perdata
03:10Kalau dari sisi pidana kan cukup jelas ya sudah banyak pakar yang juga sudah menyampaikan
03:15Ada undang-undang perlindungan konsumen, undang-undang pangan, undang-undang KUHP
03:20Yang bisa mempidanakan pihak-pihak yang menyajikan makanan yang tidak aman, tidak layak
03:26Sehingga menyebabkan keracunan terhadap orang lain
03:29Dari sisi perdata ada langkah lain yang bisa dilakukan
03:32Yaitu melakukan gugatan secara perdata
03:36Melalui proses bahkan kelas action terhadap baik SPPG maupun lembaga negara
03:42Yang memang mengelola program ini
03:43Jadi ya kita menghormati bagi warga masyarakat korban
03:48Khususnya yang ingin melakukan langkah hukum untuk mencari keadilan
03:57Saya tentu berharap sebetulnya pihak aparat penegak hukum untuk bisa proaktif
04:03Tidak menunggu adanya laporan masuk
04:05Kalau laporan masuk kan kita sudah melihat ada beberapa instansi
04:08Atau beberapa kejadian contohnya di Sumatera Utara, di Karo
04:12Keluarga korban sudah memasukkan laporan ke pihak kepolisian
04:16Kalau saya tidak salah di Toraja juga sudah ada yang melaporkan kepada pihak aparat penegak hukum
04:21Tetapi menurut saya pihak aparat penegak hukum bisa berjalan sendiri
04:25Karena ini kan deliknya bukan delik aduan
04:27Jadi pihak APH bisa melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait
04:32Baik itu SPPG maupun pihak badan gisi nasional
04:35Untuk bisa memberikan keadilan bagi para korban yang sudah mengalami keracunan
04:40Tetapi lebih dari itu selain memberikan keadilan kepada para korban
04:43Tetapi kita juga mengharapkan adanya efek jera
04:46Sehingga ke depan kasus-kasus tersebut tidak lagi terulang kembali
04:49Karena sampai hari ini sudah lebih dari 53 ribu orang yang menjadi korban keracunan
04:56Ini data surveillance dari Kementerian Kesehatan
04:58Sehingga ini data sudah pasti valid diambil dari dinas-dinas kesehatan yang ada di daerah-daerah
05:04Dan kalau kita mengacu pada data yang saya lihat, saya sempat baca
05:08Ya kasus ini tidak hanya terjadi di bulan Agustus saja
05:12Tetapi memang secara periodik hampir setiap bulan angkanya kurang lebih sama
05:16Entah 3 ribu, 4 ribu, 5 ribu, hanya rendah itu ketika di bulan Maret
05:20Karena ada libur lebaran dan juga di bulan Juni cukup rendah karena libur sekolah
05:26Tapi di bulan-bulan angkanya memang kurang lebih stabil
05:28Antara 3 ribu, 4 ribu sampai 5 ribu kasus per bulan
05:39Ya kalau pidana, soal pidana itu kan bukan diatur oleh BGN
05:45Tetapi undang-undang sudah memberikan ruang bagi pihak atau korban
05:50Untuk mencari keadilan lewat proses pidana
05:52Ada undang-undang pangan, undang-undang perlindungan konsumen, KUHP
05:56Dan pihak penegak hukum tidak wajib menunggu adanya laporan
06:00Bisa langsung memulai proses lidik dan penyidikan terhadap kasus-kasus keracunan
06:06Yang pertama saya berharap pemerintah dalam hal ini BGN bisa memastikan
06:22Bahwa seluruh korban bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan sampai sembuh
06:27Dan di luar itu saya berharap pihak BGN bisa membuat satu mekanisme kompensasi
06:34Kepada korban dan keluarga korban
06:36Dan tentunya mekanisme ini dijalankan bukan hanya ke depan
06:40Tetapi bagi mereka-mereka yang juga sudah pernah menjadi korban keracunan
06:43Kenapa ini penting?
06:45Karena ketika anak menjadi korban keracunan
06:47Maka yang terdampak bukan saja kesehatan anak itu
06:50Tetapi dari sisi mental, ada trauma di sana
06:53Belum lagi ada emosional distress
06:56Belum lagi keluarganya mungkin karena harus mengantar anaknya berobat
07:00Tidak bisa bekerja, tidak bisa mencari nafkah
07:03Sehingga harus ada mekanisme kompensasi ketika terjadi kasus-kasus keracunan
07:07Maksudnya bang kompensasi buat orang tuanya juga?
07:09Keluarga dan keluarga
07:09Kemarin saya wacara salah satu buah di RSTM
07:11Katanya begitu, jadi mau bisa bekerja
07:13Jadi ada kompensasi yang mekanisme harus dibuat dari sekarang
07:19Jadi karena saya cukup yakin bahwa kasus keracunan tidak berhenti di kemarin saja
07:24Ya kalau kita lihat datanya ya sepertinya tanpa ada perubahan secara fundamental dari desain program ini
07:30Maka kasus keracunan akan terus terjadi ya
07:32Sehingga ya itu tadi ya
07:34Kita harus BGN atau pemerintah harus punya mekanisme untuk memberikan kompensasi dan ganti kerugian
07:39Kepada orang-orang yang sudah pernah terjadi atau sudah menjadi korban keracunan
07:43Dengan tingginya angka ini ditambah lagi dengan ini jadi pelajaran atau jadi rasa trauma untuk sekolah-sekolah lain
07:48Makanya menolak untuk MBG
07:50Jadi gunanya MBG?
07:51Jadi kalau saya ya kita mendukung lah apa niat baik dari program ini
07:56Tetapi niat baik tanpa perencanaan yang baik tentu tidak menghasilkan hasil yang baik
08:01Jadi kita sudah melihat dalam satu setengah tahun terakhir atau hampir dua tahun ini
08:05Ya kasus keracunan sudah lebih dari 584 kejadian di 254 kabupaten kota ya 33 provinsi
08:14Artinya hampir semua provinsi di Indonesia pernah menjadi tempat terjadinya kasus keracunan MBG gitu
08:19Jadi kalau menurut saya kita harus mau melakukan evaluasi total dalam artinya apa?
08:24Karena ini desainnya yang bermasalah sehingga harus mau merubah desain dari penyelenggaran program ini
08:29Oleh karena itu kenapa saya dari awal mendorong kenapa tidak kita kembalikan saja ke dapur sekolah
08:36Kita kembalikan ke school based kitchen diselenggarakan melalui dapur sekolah, kantin sekolah
08:41Toh Bapak Presiden pernah menyampaikan akan melakukan renovasi terhadap ratusan ribu sekolah yang ada di Indonesia
08:46Sehingga kalau alasannya sekolah itu tidak memiliki dapur
08:49Ya ketika melakukan renovasi dan perbaikan terhadap sekolah tersebut ya bisa saja
08:52Sekaligus memperbaiki dan membangun kantin atau dapur untuk bisa menyelenggarakan program makan gratis bagi siswa yang ada di sekolah itu
08:59Kalau butuh evaluasi total dan juga redesign artinya harus dipercayakan untuk redesign itu?
09:04Ya kalau menurut saya untuk menghasilkan sesuatu yang baik
09:08Pemerintah harus berani melakukan berbagai langkah
09:10Termasuk tidak alergi untuk melakukan moratorium sementara
09:14Ya untuk bisa menghasilkan program yang lebih baik lagi
09:21Cara baru nonton di Smart TV
09:24Nonton live streaming dan ribuan tayangan Kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu
09:30Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu
09:34Cari Kompas TV melalui pencarian
09:37Pilih aplikasi lalu install
09:39Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV
09:44Download Kompas TV apps di TV kamu sekarang juga
09:49Terima kasih telah menonton!
09:49Terima kasih telah menonton!
09:51Terima kasih telah menonton!
Komentar