00:00Saudara Menteri Keuangan Perubaya Yudi Sadewa mengecek kesiapan aplikasi pengawasan ekspor-impor
00:05berbasis kecerdasan buatan atau AI dan Big Data di Lembaga National Single Window atau LNSW.
00:11Aplikasi ini mengintegrasikan seluruh data perdagangan dengan data SPT perusahaan.
00:18Integrasi data dimaksudkan untuk membantu analisis,
00:21analis maksud kami, memetakan potensi pendapatan dan kekurangan pembayaran pajak.
00:26Sistem ini juga dapat menelusuri data masa lalu untuk mengidentifikasi pembelian yang tidak tercatat
00:33atau transaksi dengan entitas ilegal yang berpotensi menimbulkan kekurangan penerimaan negara.
00:39Pengawasan dilakukan hingga pada pengiriman barang antar negara secara ship-by-ship
00:43sehingga pergerakan barang dapat ditelusuri berdasarkan data yang terintegrasi.
00:49Pemanfaatan AI dan Big Data diharapkan memperkuat pengawasan ekspor-impor
00:54sekaligus mengoptimalkan penerimaan negara dari kewajiban pajak perusahaan.
01:01Jadi ke depan tidak ada yang bisa main-main lagi, kita akan monitor itu dengan lebih teliti.
01:07Kita akan pakai semua data yang ada secara terintegrasi dengan memanfaatkan AI, Big Data.
01:15Saya mau lihat beberapa tahun kebelakang seperti apa dan kalau semua seperti apa berapa,
01:21pasien kurang. Nanti harusnya sih kalau sudah kelihatan nama PT-PT ada itu,
01:25saya akan minta orang pajak periksa perusahaan itu, belinya dari mana, kebelakangnya bisa diteruskan.
01:36Kalau dia belum bayar pajak, kita selalu bayar pajak.
01:38Itu namanya intensifikasi dalam pengertian meningkatkan efisiensi pengumpulan pajak dengan analisa Big Data.
Komentar