Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Upaya pencarian delapan orang yang hilang kontak di Selat Sunda terus dilakukan. TNI AL mengerahkan dua kapal perang dan sejumlah kapal patroli untuk menyisir lokasi.

TNI Angkatan Laut mengerahkan dua kapal perang serta sejumlah kapal patroli cepat Angkatan Laut untuk membantu proses pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.

Dua kapal perang yang diperbantukan yakni KRI Lepu dan KRI Kerambit, menyisir di sekitar titik hilang kontak di perairan Selat Sunda antara Pantai Charita dan Gunung Anak Krakatau.

#jurnalis #anakkrakatau #selatsunda

Baca Juga Uji Sampel Makanan MBG di Karo Temukan Bakteri pada Nasi, Ikan, dan Melon | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/regional/690168/uji-sampel-makanan-mbg-di-karo-temukan-bakteri-pada-nasi-ikan-dan-melon-kompas-petang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/690170/5-jurnalis-hilang-saat-liput-anak-krakatau-tim-sar-gunakan-peta-digital-dan-radar-kri-kerambit
Transkrip
00:00Di hari keempat, operasi pencarian dari 5 jurnalis dan 3 ABK yang dinyatakan hilang kontak di perairan Gunung Anak Rakatau.
00:08Saat ini saya sedang berada di bagian anjungan dari KRI Kerambit,
00:14di mana di anjungan inilah nantinya semua kontrol kendali ini akan dilakukan dalam proses pencarian yang sudah berjalan selama 4
00:26hari ini.
00:27Lebih lengkap, saya akan langsung berbincang dengan petugas di KRI Kerambit.
00:33Selamat sore, Mas.
00:35Ya, sore.
00:35Mas, boleh dijelaskan kalau misalnya hari ini kan memang ada perluasan jangkauan ya pencariannya.
00:42Tadi kita sempat sudah melewati ke Samudera Hindia, lalu sudah kembali lagi begitu.
00:49Boleh diceritakan arahnya pada hari ini, arah operasinya itu seperti apa?
00:52Tadi kami sempat ke Samudera Hindia dan sekarang sudah kembali lagi masuk ke area Pulau Anak Rakatau
01:01dan mungkin nanti mau menyusuri area selatannya dari Pulau Anak Rakatau tersebut.
01:10Oke, akan ditunjukkan oleh Juru Kamera Kompas TV sembari saya berbincang
01:16terkait dengan adanya peta digital di sini di anjungan dari KRI Kerambit ini, Mas.
01:23Boleh dijelaskan juga dari peta digital ini, apa yang bisa dibaca dari atas kapal?
01:29Untuk yang peta digital itu, untuk area kapal kami sedang menuju ke selatannya Anak Rakatau.
01:36Di situ, seperti yang tadi, rutenya masih area Anak Pulau Rakatau.
01:44Lalu juga terkait dengan adanya radar ya, Mas.
01:47Di KRI ini ada radar yang bisa membaca adanya objek atau pergerakan begitu.
01:55Nah ini bisa dijelaskan cara kerjanya seperti apa, Mas?
01:57Jadi untuk cara kerja radar ini, kami kayak memancurkan sinyal atau mengancurkan gelombang itu.
02:08Nanti dari gelombang itu, jika ada benda atau ada objek, nanti memantul dan menerima ke radar kami.
02:14Dan untuk yang digambar situ, cuma ada kontak pulau saja, pulau terdekat dari pulau Anak Rakatau tersebut.
02:22Untuk yang objek-objek lain belum terlihat, karena masih jelas itu masih warna biru, masih nihil, belum ada apa-apa.
02:30Lalu juga, Mas, terkait dengan ini kan kita masih berada di kawasan Anak Gunung Rakatau ya,
02:35dan memang ada kemungkinan nih nanti misalnya akan ada erupsi susulan,
02:40ataupun peringatan-peringatan lain dari BMKG dan juga PVMBG.
02:45Ini kalau di atas KRI sendiri, di bagian mana yang menunjukkan nantinya ada peringatan atau apapun itu?
02:53Untuk peringatan biasanya nanti muncul dari radio, karena kalau dari radar kan nggak bisa,
02:58jadi peringatannya itu muncul nanti dari radio.
03:01Mungkin kalau dari radar itu akan kelihatan seperti kumpulan-gumpulan asap nanti di radar itu dia
03:10seperti menerima sinyal atau dapat gelombang itu dia ada kumpulan seperti awan-awan, berarti itu dia sedang erupsi.
03:20Di hari keempat ini dengan adanya perluasan jangkauan ini juga bisa memberikan tanda-tanda
03:28ataupun ketunjuk di mana keberadaan dari kelima rekan jurnalis dan juga tiga ABKG yang masih dicari.
03:35Terima kasih.
03:37Demikian saudara, perbincangan saya terkait dengan apa yang ada di dalam anjungan di KRI Kerambit ini
03:44dan memang diharapkan dengan adanya radar dan juga teropong beserta adugan penyisiran
03:49dengan operasi berbentuk zigzag dari KRI Kerambit yang diperluas,
03:54jangkauannya di hari keempat ini bisa memberikan hasil yang maksimal
03:58dan bisa menemukan setidaknya titik-titik yang bisa menjadi petunjuk dari keberadaan
04:05kedelapan orang yang masih dalam pencarian.
04:08Ya Salamika Ajeng, Gahniyar Febrian, Kompas TV, Perairan, Selat Sunda.
Komentar

Dianjurkan