Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - AHY menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga persahabatan di tengah kompetisi politik.

Menurut AHY, politik boleh berlangsung kompetitif dan demokrasi boleh dinamis, tetapi perbedaan pilihan tidak boleh menghilangkan rasa saling menghormati.

Ketika menyangkut kepentingan bangsa dan negara, AHY menekankan bahwa yang harus dilihat adalah satu warna, yakni merah putih.

Dalam kesempatan tersebut, AHY juga menegaskan dukungan Partai Demokrat terhadap pemerintahan dan menyatakan bahwa Presiden Prabowo dapat mengandalkan Partai Demokrat.

AHY menilai pemerintahan akan semakin kuat jika mendapat dukungan rakyat, menjaga dialog, serta terus mendengarkan aspirasi masyarakat.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Novaltri

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/690177/pesan-ahy-depan-prabowo-politik-boleh-kompetitif-tapi-jangan-kehilangan-persahabatan
Transkrip
00:00Tetapi justru itulah indahnya Indonesia, kita boleh berbeda warna, kita boleh berkompetisi, tetapi ketika menyangkut kepentingan bangsa dan negara, yang
00:11harus kita lihat hanya ada satu warna, yaitu merah putih.
00:19Politik boleh kompetitif, tetapi jangan kehilangan persahabatan. Demokrasi boleh dinamis, tetapi jangan kehilangan rasa saling menghormati.
00:28Dan kami percaya, pemerintahan akan semakin kuat apabila mendapatkan dukungan rakyat, menjaga dialog, dan terus mendengarkan aspirasi masyarakat.
00:40Bapak Presiden yang kami muliakan, kami juga mendukung penuh gerakan Indonesia asri, Indonesia yang aman, sehat, resik, dan indah.
00:50Bukan sekedar persoalan kebersihan. Ini menyangkut kualitas hidup, daya saing daerah, dan pariwisata. Ini menyangkut peradaban dan masa depan kita
01:02sebagai bangsa.
01:04Demokrat pun telah ikut bergerak melalui gerakan langit biru Indonesia asri dan gerakan ayo muliakan sungai.
01:13Kalau tujuannya baik untuk rakyat, baik untuk Indonesia, dan baik untuk bumi dan lingkungan kita, maka kami tidak hanya ingin
01:22ikut bertepuk tangan, kami ingin ikut bekerja dan mengambil bagian.
01:29Saudara-saudara, malam hari ini tentunya tidak mudah bagi saya, karena tadi saya berdiri di antara dua Presiden Republik Indonesia,
01:40dan kebetulan di antara dua Jenderal.
01:44Yang pertama, Pak Prabowo, dan tentunya yang kedua adalah Pak SBY.
01:50Pak Prabowo adalah Presiden dan atasan saya, Pak SBY adalah mantan Presiden dan mentor saya.
02:03Jadi terus terang, terus terang sebagai anak buah Presiden Prabowo dan sebagai anak didik dari Pak SBY, malam hari ini
02:12saya harus lebih hati-hati dalam menyampaikan sambutan ini.
02:17Harus sesuai teks, karena salah sedikit resikonya datang dari dua arah, dari dua senior.
02:28Namun ada satu hal yang tidak perlu saya baca secara verbatim dari teks, karena datang dari keyakinan saya sendiri.
02:37Dalam kehidupan militer, kita mengenal satu nilai, bahwa dalam sebuah misi, kita harus tahu persis siapa yang berdiri teguh di
02:50samping kita,
02:53terutama ketika terjadi sesuatu, keadaan apapun, dalam suka maupun duka,
03:00kita harus tahu bahwa orang itu tetap dapat diandalkan.
03:09Karena itu izinkan Bapak Presiden, saya menyampaikan dengan tulus bahwa Bapak Presiden dapat mengandalkan Partai Demokrat.
03:20Terima kasih.
03:22Terima kasih.
03:22Terima kasih.
03:23Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan