Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Dari hasil uji sampel makanan yang dikonsumsi ratusan siswa di Kabupaten Karo 13 Agustus lalu, ada temuan bakteri yang terkandung dalam makanan menu MBG.

Data menunjukkan untuk menu nasi positif mengandung Basilus Cereus, ikan dencis pakai saus positif Staphylococcus Aureus dan pada melon positif E-Coli.

Sebelum keluar hasil sampel uji makanan, orangtua korban yakni Elvinusiana Sitanggang sempat mendatangi Rumah Sakit Adam Malik, Medan, untuk mengambil hasil pemeriksaan dokter.

Ibu korban kecewa dengan hasil pemeriksaan karena dokter menyimpulkan korban tidak memiliki penyakit padahal hingga kini korban masih lemas, sulit bicara dan kerap berhalusinasi.

Menanggapi ketidakpuasan hasil pemeriksaan, Manajer Hukum dan Humas Rumah Sakit Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak bilang, kondisi korban stabil sehingga hanya perlu perawatan rawat jalan.

Namun ia memprediksi perawatan pasien akan berlangsung cukup lama.

Dari kasus ini, keluarga orang tua korban keracunan MBG membuat laporan pengaduan ke Polres Tanah Karo.

Keluarga korban meminta polisi usut tuntas pelaku yang menyebabkan para siswa mengalami keracunan.

#keracunanmbg #bakteri #karo

Baca Juga Mobil Listrik Terbakar di Jakarta Barat, 15 Petugas Dikerahkan| KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/regional/690165/mobil-listrik-terbakar-di-jakarta-barat-15-petugas-dikerahkan-kompas-petang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/690168/uji-sampel-makanan-mbg-di-karo-temukan-bakteri-pada-nasi-ikan-dan-melon-kompas-petang
Transkrip
00:02Dari hasil uji sampel makanan yang dikonsumsi ratusan siswa di Kabupaten Karo 13 Agustus lalu,
00:09ada temuan bakteri yang terkandung dalam makanan menu MBK.
00:14Data menunjukkan untuk menu nasi positif mengandung basilus cereus,
00:19ikan dencis pakai saus positif stafilococcus aureus,
00:23dan pada melon positif E. coli.
00:27Sampel dari nasi di sekolah itu positif, basilus cereus.
00:36Selanjutnya sampel dari ikan dencis pakai saus dari sekolah positif stafilococcus aureus.
00:47Selanjutnya sampel melon dari sekolah positif E. coli.
00:53Sebelum keluar hasil sampel uji makanan, orang tua korban yakni Elvinusiana Sitanggang
00:59sempat mendatangi rumah sakit Adam Malik Medan untuk mengambil hasil pemeriksaan dokter.
01:04Ibu korban kecewa dengan hasil pemeriksaan karena dokter menyimpulkan korban tidak memiliki penyakit,
01:10padahal hingga kini korban masih lemas, sulit bicara, dan kerap berhalusinasi.
01:17Kata dokternya tidak ada penyakitnya, tapi aku masa di sana seperti itu pikiranku.
01:25Jadi aku tidak poslah sama hasil yang diapakan dokter, tapi kan kata dokter,
01:32sewaktu nanti dia kejang, dia diambil video kata dokternya.
01:38Jadi biar tahu dokternya memberikan obat.
01:44Menanggapi ketidakpuasan hasil pemeriksaan, manajer hukum dan humas rumah sakit Adam Malik,
01:49Rosario Doroti Simanjuntak bilang,
01:51kondisi korban stabil sehingga hanya perlu perawatan-rawat jalan.
01:56Namun ia memprediksi perawatan pasien akan berlangsung cukup lama.
02:15Dari kasus ini, keluarga orang tua korban keracunan MBG membuat laporan pengaduan ke Polres Tanah Karo.
02:21Keluarga korban meminta polisi usut tuntas pelaku yang menyebabkan para siswa mengalami keracunan.
02:34Hari ini Wakil Presiden Gibran Raka Bumping mengunjungi korban dugaan keracunan menu makan bergisi gratis MBG
02:40di dua rumah sakit di Karo, Sumatera Utara.
02:43Selengkapnya kita akan tanyakan ke Jurnalis Kompas TV Henry Setiawan.
02:46Henry, siapa saja korban keracunan MBG yang tadi dikunjungi Wakil Presiden Gibran?
02:52Dan bagaimana proses penanganan korban dari pihak pemerintah pusat yang dijanjikan Wakil Presiden?
02:58Ya, Audrey dan saudara dapat kami cepatkan.
03:02Tadi 10 pagi, Wakil Presiden Republik Indonesia berkunjung dan memantau langsung
03:09sejumlah siswa yang saat ini masih dirawat di dua rumah sakit yang ada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
03:17yakni di rumah sakit Eva Rina dan rumah sakit Amanda.
03:21Dapat kami jelaskan dari informasi yang kita dapati dari pihak rumah sakit.
03:26Tadi Wakil Presiden langsung mengecek satu persatu anak
03:32dan juga membawa dokter kepresidenan untuk memastikan penanganan terbaik
03:43dapat diberikan kepada anak-anak yang terdampak keracunan makanan-makanan berkunci basis
03:49di Kabupaten Karo pada 13 Agustus kemarin.
03:53Seperti itu, Audrey.
03:54Iya, lalu apa yang dijadikan oleh Wakil Presiden Gibran?
03:58Karena tadi kan juga sudah sempat minta maaf kepada orang tua korban keracunan MBG.
04:02Hendry.
04:03Iya, Audrey dan saudara Wakil Presiden Republik Indonesia
04:08menyampaikan negara hadir dalam menangani kasus keracunan yang terjadi di Kabupaten Karo.
04:16Bukan hanya itu, tadi beberapa anak juga diajak oleh Gibran
04:22ataupun diajak oleh Wakil Presiden untuk ke Jakarta
04:27untuk melakukan pengecekan oleh dokter-dokter profesional di Jakarta
04:34untuk memastikan hasil terbaik yang diperoleh.
04:39Dan dapat kami sampaikan hari ini,
04:41ini anak atas nama Agnesia Sinitoma
04:44yang sebelumnya ibunya sempat menyatakan bahwasannya anaknya terkena penyakit di bagian gejal
04:53saat ini dirujuk ke rumah sakit Haji Medan
04:58dan selanjutnya akan dibawa ke Jakarta oleh tim kesehatan kepresidenan.
05:04Dan dapat kami jelaskan, sampai hari ini tim kesehatan kepresidenan
05:09masih berada di rumah sakit untuk memantau langsung
05:15anak-anak yang sampai saat ini masih dirawat di dua rumah sakit ini.
05:20Dapat kami jelaskan, data terkini di dua rumah sakit ini
05:24ada 15 anak yang masih dirawat.
05:28Di rumah sakit Eparina ada 13 anak.
05:30di rumah sakit ini masih dalam perawatan oleh tim bibis
05:34dan dua lainnya berada di rumah sakit Amanda Bersagi.
05:39Seperti itu Audrey.
05:40Ya, ada beberapa anak-anak yang tadi dikunjungi oleh Wakil Presiden Gibran Raka Bumi
05:45dan dijanjikan bahwa akan ditanggung biaya pengobatan
05:49agar bisa pulih sepenuhnya seperti sediakan.
05:52Terima kasih laporannya Henry Setiawan, Jurnalis Kompas TV.
Komentar

Dianjurkan