00:00Oke pertanyaannya kalau gitu Mas Adi bisa jawab nggak tuh siapa kira-kira pelakunya nih dari yang terus aja ijasa
00:05Pak Jokowi, sekarang ijasa anaknya yang merupakan Wakil Presiden kita Gibran?
00:09Nah isunya memang cukup sensitif Adre, tidak bisa memang harus berbicara hitam dan putih, apakah ada motif politik ataukah karena
00:18memang unsur untuk mengetahui soal validasi keaslian ijasa ya.
00:22Tapi satu hal bagi saya, ini kan dari dulu sudah lama perdebatan tentang ijasa-ijasa, jadi ke depan kalau soal
00:29terkait dengan pemilu, baik Pilpres, Pilek, dan Pilkada, KPU itu sebaiknya memang dalam membuka pendaftaran wajib hukumnya menyertakan ijasa aslinya.
00:38Karena dalam undang-undang itu, dalam pendaftaran, yang boleh didaftarkan itu cukup fotokopi atau salinan ijasa dan kemudian itu dilegalisir
00:48Adre.
00:48Dan tidak ada kewajiban misalnya untuk menunjukkan keaslian ijasa.
00:53Jadi bagi saya, kalau kita mau bicara tentang pendidikan politik, jangan hanya soal bagaimana yang saat ini terjadi, polomik panjang
01:00kali lebar nggak kelar-kelar.
01:01Tapi ini tentu harus menjadi catatan penting bagaimana kawan-kawan KPU, kawan-kawan Bebaslu, dan Komisi 2 di PRRI besok
01:08-besok kalau ada pemilu, Pilpres, Pilek, dan Pilkada saat pendaftar, jangan lagi pakai fotokopi ijasa yang dilegalisir.
01:16Tapi ada kaitan dengan Pilpres 2029 nggak Mas Adi?
01:20Ya segala sesuatu yang per hari ini orang bicarakan pasti selalu dikait-kaitkan dengan urusan 2029.
01:26Tapi Adre, kalau kita mau bicara tentang 2029, ya jangan-jangan orang yang dipersepsikan saat ini sedang bersaing, sedang bertarung
01:34juga tidak bisa maju satu sama yang lain.
01:36Jadi bagi saya, terlampau jauh, terlampau dini kalau kaitkan dengan pemilu 2029.
01:42Tapi yang jelas satu hal, persaingan politik yang semacam ini, saya kira masing-masing kubu itu kan pro dan kontra
01:49pasti sudah membaca, ini pergerakan seperti apa.
01:52Ada yang mengatakan murni pergerakan protik, ada juga yang mengatakan murni sebagai bentuk pencara demokrasi dan keadilan dan semacamnya.
02:00Kalau kita agak nyerong-nyerong dikit, dituduh bagian dari itu semua.
02:03Kalau saya sih prinsipnya, udahlah kita belajar bersama.
02:06Ini juga kalau puntoh, ujung-ujungnya kalah dan menang terkait dengan pemilu.
02:09Kalau memang ini dikait-kaitkan dengan pemilu, ini juga tidak akan berpengaruh terhadap pemilihan orang.
02:15Orang itu akan memilih calon kalau dia merakyat, kalau dia datang ke masyarakat, kasih sembako gitu ya, kasih logistik.
02:22Dan itu yang sebagai keyakinan bagaimana orang diyakinkan.
02:26Jadi kalau memang misalnya ini dikait-kaitkan dengan urusan politik tektoral, bagi saya nggak ada gunanya.
02:31Kalau untuk mendapatkan...
02:32Oke, masih kejauhan tapi tadi Bang David di awal langsung menyatakan ini ada motif partai politik yang berada di belakangnya.
02:42Siapa Bang? Langsung aja ditembak ya siapanya.
02:44Usai jadinya tapi Bang David ya akan menjawab.
02:45Bersama kami di Komas Petang.
02:47Jadi kalau sebelumnya tadi Bang David ini menduga ada syarat muatan politik yang lebih kental daripada tadi pembuktian soal ijazahnya
02:54atau kasus hukumnya.
02:55Kira-kira muatan politiknya apa sih Bang David yang dimaksud? Siapa ini?
02:59Iya. Jadi gini, ini kan kalau bicara soal kontestasi 3 tahun ke depan, 2029 ini kan ketakutan-ketakutan semua calon
03:10-calon kontestan ini sangat mengkhawatirkan wibawa dan kekuatan dan pengaruh Pak Jokowi yang masih sangat tinggi approval ratingnya.
03:20Nah, apalagi kalau koalisi ini, koalisi Prabowo-Gibran-Jokowi itu masih menyatu ya.
03:25Maka sejak dini harus dengan segala macam cara untuk mendowngrade pengaruh Pak Jokowi dan Mas Gibran di situ syukur-syukur
03:32bisa memisahkan kekuatan ini,
03:35kekuatan koalisi antara Pak Prabowo-Jokowi-Gibran ini bagaimana cara supaya diimit Pak Prabowo sendiri, Presiden Prabowo sendiri supaya tidak
03:44lagi berkoalisi dengan Gibran dan Pak Jokowi.
03:47Karena kalau terus berkoalisi, kontestan di luar itu, tokoh-tokoh di luar itu sangat sulit untuk mengalahkan secara elektoral ya.
03:55Secara elektoral.
03:56Nah, sehingga sejak dini harus menciptakan segala macam upaya, daya upaya ya, langkah-langkah politik atas nama hukum ya,
04:04itu segala macam dilakukan untuk bagaimana mendegradasi pengaruh itu dan menurunkan elektabilitas pengaruh Gibran maupun Pak Jokowi dan Pak Prabowo
04:13itu dengan berbagai cara.
04:14Salah satu cara ya, yang tengah dimainkan ini, instrumen ini.
04:17Nah, mereka berharap bahwa dengan cara itu minimal pengaruh yang begitu besar itu sedikit berkurang.
04:22Itu salah satu target politik ke depan.
04:24Bahkan kan, saya mau mensinyalemen sendiri, apa yang disampaikan Roy Surya bahwa kami akan pernah berdalilan sampai 2029.
04:31Itu kan cara untuk tetap membuat eksis serangan kepada Pak Prabowo, Pak Jokowi ya dalam hal ini.
04:37Dan kalau kita lihat riak-riak dinamika yang ada sekarang kan semuanya diarahkan ke sana untuk memecah kualiti.
Komentar