Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 20 jam yang lalu
PATI, KOMPAS.TV - Puluhan siswa yang mengalami dugaan keracunan MBG masih menjalani rawat inap di sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Para orang tua mengaku trauma dan meminta perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang.

Lebih dari 300 siswa dan guru mengalami gejala keracunan seusai mengonsumsi MBG. Sebanyak 48 siswa masih menjalani rawat inap di 4 rumah sakit dan satu puskesmas.

Orang tua siswa meminta adanya evaluasi menyeluruh dan sanksi tegas terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Dinas Kesehatan Kabupaten Pati telah mengirimkan sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan ke Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Tengah untuk diuji.

Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra menetapkan insiden kesehatan yang menimpa sejumlah siswa sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Langkah tersebut diambil untuk mempercepat penanganan medis sekaligus memastikan keselamatan para siswa.

Dinkes Kabupaten Pati menyiapkan 29 unit ambulans yang disiagakan untuk membawa sejumlah siswa dan guru dari dua sekolah yang mengalami gejala keracunan seusai menyantap MBG.

Terkait kasus dugaan keracunan MBG di Pati, Jawa Tengah, Satgas Percepatan MBG Jawa Tengah memastikan setiap laporan dugaan keracunan makanan dalam program MBG langsung ditindaklanjuti melalui penyelidikan epidemiologi.

Penanganan dilakukan dengan standar waktu kurang dari 24 jam.

Petugas sanitasi dan kesehatan lingkungan diterjunkan ke SPPG, sekolah, hingga fasilitas kesehatan. Petugas mengambil sampel makanan dan sampel muntahan serta memeriksa kelengkapan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Hingga kini, sebanyak 120 SPPG di Pati telah diasesmen.

Pemeriksaan meliputi penerapan prosedur operasional standar (SOP), mulai dari pengolahan makanan hingga proses pendistribusian kepada penerima manfaat.

Hasil asesmen ini akan dilaporkan kepada BGN untuk menjadi bahan evaluasi dan penentuan langkah selanjutnya jika ditemukan pelanggaran.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/690164/siswa-korban-keracunan-mbg-di-pati-orangtua-minta-sppg-disanksi-tegas-sapa-malam
Transkrip
00:00Kami ajak Anda ke topik berikutnya.
00:02Puluhan siswa yang diduga keracunan makan bergizi gratis
00:04masih menjalani rawat inap di sejumlah fasilitas kesehatan di Pati, Jawa Tengah.
00:09Para orang tua mengaku trauma dan meminta perbaikan program ini
00:13agar kasus rupa tidak terulang.
00:16Lebih dari 300 siswa dan guru mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi MBG.
00:2148 siswa masih menjalani rawat inap pada 4 rumah sakit dan 1 puskesmas.
00:27Orang tua siswa meminta ada evaluasi menyeluruh
00:30dan sanksi tegas kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG.
00:35Dinas Kesehatan setempat telah mengirimkan sampel makanan
00:38yang diduga menjadi penyebab keracunan ke Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Tengah
00:42untuk ditindak lanjuti.
00:49Ini kayak trauma.
00:51Trauma.
00:53Karena?
01:13Pelaksana tugas Bupati Pati Risma Ardi Chandra menetapkan insiden kesehatan
01:18yang menimpa sejumlah siswa sebagai Kejadian Luar Biasa atau KLB.
01:23Langkah itu untuk mempercepat penanganan medis sekaligus memastikan keselamatan para siswa.
01:28Dinas Kesehatan setempat menyiapkan 29 unit ambulans yang disiagakan
01:32untuk membawa sejumlah siswa dan guru dari dua sekolah yang mengalami gejala keracunan
01:36dan usai menyantap makan berkisi gratis.
01:42Hal-hal seperti ini menyangkut dengan nyawa makanya kemarin juga saya putuskan untuk
01:47kondisinya adalah KLB karena kami utamakan masalah penyelamatan dulu.
01:52Makanya kami handle secara langsung dan kami juga sudah berkondensi dengan Pak Wakil BGM
01:58bahwa minggu depan kami akan sisir semua dapur-dapur yang ada di Kebupatan Pati.
02:06Terkait kasus keracunan MBG di Pati, Satgas Percepatan MBG Jawa Tengah
02:11memastikan setiap laporan dugaan keracunan makanan program MBG
02:15langsung ditindaklanjuti melalui penyelidikan epidemiologi.
02:19Penanganan dengan standar waktu kurang dari 24 jam.
02:23Petugas sanitasi dan kesehatan lingkungan diterjunkan ke SPPG, sekolah, hingga fasilitas kesehatan.
02:29Petugas mengambil sampel makanan dan sampel muntahan serta memeriksa kelengkapan sertifikat
02:34like higienitas dan sanitasi atau SLHS.
02:39Hingga kini sebanyak 120 SPPG di Pati telah diasesmen.
02:44Pemeriksaan meliputi penerapan SOP mulai dari pengolahan makanan
02:48hingga proses distribusi kepada penerima manfaat.
02:51Selain itu Satgas juga memeriksa kelengkapan izin dan sertifikat yang dipegang SPPG.
02:56Hasil asesmen ini akan dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional
03:00untuk menjadi bahan evaluasi sekaligus penentuan langkah selanjutnya
03:03jika ditemukan pelanggaran.
03:11Bagaimana SOPG ini harus sesuai, yang pertama adalah SOP-nya,
03:17yang kedua adalah perizinan-perizinannya, termasuk layak higienisnya.
03:23Kita juga nanti akan cek apakah sudah mengantongnya atau belum.
03:26Nah kalau tidak nanti kita laporkan sebagai Satgas dari Percepatan MBG,
03:35kita harus melaporkan nanti asesmen atau punishment itu dari pusat ya.
03:43Kita fungsinya hanya melaporkan, nanti kita akan cek semuanya.
03:46Sampai jumpa.
03:47Sampai jumpa.
Komentar

Dianjurkan