Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Gizi Nasional mengubah sasaran penerima program Makan Bergizi Gratis.

Sebanyak 1.653 sekolah dikeluarkan dari daftar penerima manfaat.

Sementara itu, perluasan program akan diprioritaskan ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), serta daerah dengan angka stunting tinggi.

Ribuan sekolah yang dikeluarkan tersebut merupakan sekolah swasta dan satuan pendidikan yang dinilai mampu membiayai kebutuhan pendidikannya secara mandiri.

Baca Juga Uji Sampel Makanan MBG di Karo Temukan Bakteri pada Nasi, Ikan, dan Melon | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/regional/690168/uji-sampel-makanan-mbg-di-karo-temukan-bakteri-pada-nasi-ikan-dan-melon-kompas-petang

#mbg #bgn #makanbergizigratis #keracunanmbg

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/690176/bgn-coret-1-653-sekolah-dari-daftar-penerima-mbg-perluasan-fokus-di-wilayah-3t-sapa-malam
Transkrip
00:00Di kesempatan berbeda di hadapan orang tua siswa korban keracunan MBG,
00:04Wakil Presiden Gibran Raka Buming meminta maaf.
00:07Tiba di rumah sakit, Wakil Presiden Gibran yang ditemani langsung Gubernur Sumatera Utara Bobina Sution
00:11langsung melihat kondisi anak yang masih dirawat.
00:14Gibran mendengarkan keluhan para orang tua siswa.
00:17Ia menyampaikan negara akan memberikan penanganan terbaik untuk para korban keracunan hingga kembali pulih.
00:53Badan Gizi Nasional mengubah sasaran penerima program makan bergizi gratis
00:58sebanyak 1.653 sekolah dikeluarkan dari daftar penerima manfaat.
01:05Sementara perluasan program akan diprioritaskan ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal atau 3T
01:12serta daerah dengan angka stunting atau tankes tinggi.
01:16Ribuan sekolah yang dikeluarkan itu merupakan sekolah swasta
01:18dan satuan pendidikan yang dinilai mampu membiayai kebutuhan pendidikannya secara mandiri.
01:26Kepala Badan Gizi Nasional hari ini telah mengeluarkan 1.653 satuan pendidikan atau sekolah
01:34dari daftar penerima manfaat makan bergizi gratis di seluruh Indonesia
01:40yang mayoritas dari 1.653 yang kami exclude atau kami keluarkan dari daftar penerima manfaat tadi adalah
01:49sekolah-sekolah yang adalah sekolah swasta bertaraf internasional,
01:55sekolah atau satuan pendidikan yang berkisah sama dengan institusi internasional maupun nasional,
02:00dan sekolah-sekolah yang sudah secara mandiri secara finansialnya
02:06tanpa bergantung pada bantuan operasional sekolah atau dana BOS.
02:11Kami menerima banyak sekali surat permohonan dari sekolah-sekolah yang belum mendapatkan MBG sampai dengan saat ini
02:19dan itu akan kami investigasi untuk kemudian kami layani program MBG itu secara bertahap
02:27sesuai dengan tahapan-tahapan yang kami punyai.
02:33Prioritas kami tentu saja adalah sekolah-sekolah atau satuan pendidikan yang berada di wilayah 3T,
02:40terdepan, terluar, dan tertinggal,
02:42serta wilayah-wilayah lain yang angka stuntingnya tinggi dan tinggi sekali.
Komentar

Dianjurkan