00:00Kebakaran hutan dan lahan di Kutai Kartanegara sodara mendekati permukiman di Desa Budaya Sungai Bawang kami sore hingga malam.
00:17Kencangnya angin membuat api cepat merambat ke kawasan lain hingga membakar satu sarang walet dan kandang babi.
00:45Yang terjadi sana adalah rumah walet yang memang walet itu sudah lama tidak dipakai.
00:54Oke terbakar kedua rumah yang memang dipakai untuk petanakan ya.
01:04Sodara lahan gambut yang terbakar di kawasan Sebangau, Palangkaraya, Kalimantan Tengah masih menyisakan asap pekat.
01:11Meski penanganan karhutlah terus dilakukan, sejumlah titik api masih berpotensi kembali muncul.
01:17Berikut laporan jurnalis Kompas TV, Esra Ambarita dan juru kamera Junaidi Saputra.
01:24Sejumlah penanganan terus dilakukan pemerintah untuk memadamkan api pasca terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kalimantan.
01:32Dan saat ini saya sedang berdiri di Kecamatan Sebangau di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
01:38Situasinya saudara, ini masih dalam kondisi banyak asap yang menyiliputi kawasan ini.
01:46Dimana ketika kami pun datang ke sini, asap ini begitu pekat, begitu terasa.
01:52Bahkan kami pun harus menggunakan masker yang cukup tebal.
01:55Dan juga kalau kena mata ini tentunya sangat cukup perih.
01:59Sehingga butuh perlindungan untuk mata dan juga pengguna as masker.
02:03Melalui juru kamera Kompas TV, Junaidi Saputra, kita tunjukkan lebih dekat bahwa ini merupakan lahan-lahan gambut yang terbilang sulit
02:11sekali dipadamkan.
02:12Meskipun kita ketahui sejak Agustus dari pemerintah sudah berupaya maksimal mulai dari penanganan udara darat dilakukan.
02:20Tapi karena lahannya, lahan gambut, mungkin di permukaan terlihat sudah padam.
02:26Tapi nyatanya di dalam atau di kedalamannya ini masih ada menyimpan darah panas.
02:30Mengingat sekali lagi, lahan hampir di seluruh tempat saya berdiri ini adalah lahan gambut.
02:37Nah, asap-asap ini juga masih cukup tebal.
02:39Dan sesekali karena angin yang kencang, kami tadi sempat memantau, masih ada api yang kerap kali menyala.
02:47Bukan hanya karena lahannya saja yang dari gambut, tapi juga kondisi angin.
02:53Kondisi angin apalagi di malam hari, di waktu kami melaporkan kurang lebih pukul setengah 6 sore.
02:59Oke, tentunya ini anginnya kencang dan membuat api sesekali menyala.
03:04Lalu, tepat di sebelah kiri saya, saya akan coba tunjukkan kembali bahwa ini kurang lebih sebenarnya dekat dengan permukiman warga.
03:13Saat kami menuju ke sini, ini jaraknya kurang lebih sekitar 50 meter.
03:17Tapi masih ada juga jalan menuju pemukiman yang jaraknya ataupun untuk angin yang membawa udara ini cukup terasa pekat dan
03:29cukup mengganggu kesehatan.
03:30Maka dari itu, dari pemerintah terus mengimbau sebenarnya bahwa apabila mendekati kalasan ini,
03:36menggunakan masker, kemudian mengurangi aktivitas di luar ruangan.
03:40Esra Ambarita, Yudadisa Putra, Kompas TV, Kalimantan Tengah.
Komentar