00:00Kembali bersama saya Renata Panggalo dan kini kita tiba di cerita Nusantara saudara.
00:06Beragam cerita menarik dan inspiratif telah disiapkan kawan-kawan kami dari Biro Kompas TV di daerah.
00:12Kali ini giliran kawan-kawan kami dari Biro Kompas TV di Pulau Dewata, Bali.
00:17Sudah bersiap Putu Farah dan juru kamera Komang Suar Bawa, Gianyar Bali.
00:22Selamat siang Putu, ada cerita menarik apa dari Bali?
00:27Terima kasih, selamat siang Renata dan juga saudara.
00:30Terdapat dua sorotan utama yang akan kami sampaikan dari Biro Kompas TV Bali pada segmen cerita Nusantara edisi hari ini.
00:38Informasi yang pertama saudara, menikmati masakan khas tabanan sambil menyeduh kopi di tengah tamparan sawah
00:47menjadi pilihan bagi wisatawan untuk mengisi akhir pekan.
00:50Konsep wisata kuliner di tengah sawah ini menjadi daya tarik tersendiri,
00:56terutama bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana Bali yang masih asri.
01:03Opiak wisata nyeduh kopi di Kabupaten Tabanan,
01:06mengandalkan keindahan pemandangan alam dengan hamparan persawahan yang memberikan suasana tenang dan sejuk bagi pengunjung.
01:13Tak heran, saat akhir pekan tempat ini ramai dikunjungi wisatawan yang ingin bersantai,
01:19menikmati kuliner, sekaligus menikmati suasana alam.
01:24Harga makanan dan minuman yang ditawarkan pun cukup terjangkau,
01:28mulai dari Rp2.000 hingga Rp20.000.
01:31Dengan konsep wisata kuliner di tengah sawah ini menjadi daya tarik tersendiri,
01:36terutama bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana Bali yang masih asri.
01:41Di sini untuk minumannya ada di kopi coklat, kak.
01:43Biasanya itu bestseller di sini, menu favorit lah diwilang.
01:48Jadi kopi coklat itu, kopi Bali, ada campur anak coklatnya.
01:53Jadi untuk minyak kita komplit sih, kak.
01:55Ada juga di jajah Bali campur biasanya,
01:58terus ada juga di beragam jajah sih, kak banyak.
02:02Itu bisa pilih langsung.
02:04Untuk lantai itu makanan tradisional di belakang.
02:06Nah, biasanya kita kalau di daerah wang raya pentabanan ini,
02:11di nyeti biasanya kita pasti pergosa, perbanjian itu bikin entil.
02:16Nah, entil itu di sini kopi coklatnya, kak.
02:19Jadi entilnya itu ketupat, itu yang namanya entil.
02:22Di situ ada kompletnya, ada sayur, kompletnya, kak.
02:25Ada sayur urab, terus ayam suir, ada kuahnya juga, serundengnya.
02:31Terus ada kerupuknya, kerupuknya itu kita pakai kerupuk telur gitu.
02:33Wisatawan mengaku, mereka sengaja datang ke objek wisata ini
02:37hanya sekedar ingin menikmati kembali suasana pedesaan.
02:41Mengingat tempatnya masuk ke dalam pedesaan
02:43yang dikelilingi dengan pemandangan alam.
02:46Ya, tempatnya nyaman, makanannya semua enak.
02:51Koknya bikin betah di sini?
02:54Sering gak di sini?
02:56Jarang sih, karena nyari waktu, belum dapat waktu.
03:00Biasanya ke sini tuh setiap weekend atau belum enak?
03:02Farah yang berduran juga.
03:04Menyari hari biasa, karena biar enggak ngantreng.
03:07Oke.
03:08Pak Ayu sering main ke sini?
03:09Cari waktu juga.
03:11Cari waktu juga.
03:12Biasanya kan semua kerja.
03:13Sering berdua.
03:14Seperti apa sih tanggapannya terkait menyeduh kopi ini?
03:17Ya, rekomen aja sih.
03:19Tempatnya bagus, luas, nyaman ya.
03:21Karena kita juga mau nyari pemandangan, mudah bosan ke kota, view-nya.
03:28Untuk makanannya dokumen, enak, dan harganya worth it.
03:33Murah ya?
03:33Ya.
03:34Mulai dari berapa sih, Mbak?
03:35Dari harga Rekul, itu 20 ya.
03:39Oke.
03:40Dan rasanya enak, apalagi menunya juga.
03:42Dan hubar, ada hubar.
03:44Bali memang dikenal dengan ragam obyek wisata yang dimilikinya.
03:48Mulai dari wisata budaya, wisata alam, dan beragam wisata buatan lainnya.
03:53Tak ayal, Pulau Bali selalu menjadi pilihan wisatawan untuk berlibur.
03:58Jipayana Putra, Kompas TV, Tabanan Bali.
04:05Informasi selanjutnya, saudara, setelah kopi, kami akan ajak Anda mencicipi bubur Bali Renot.
04:11Yang menjadi salah satu kuliner yang digemari warga dan pasar.
04:15Ada sebuah warung yang telah berjualan selama lebih dari dua dekade.
04:19Yang menyajikan bubur Bali dan nasi dengan pelanggan yang rela mengantri setiap pagi.
04:27Suasana ramai terlihat setiap pagi di warung bubur Bali Renot dan pasar.
04:32Sejak dibuka pukul 7 pagi, pelanggan Cili berganti datang untuk menikmati bubur Bali maupun nasi.
04:38Warung ini telah bertahan lebih dari 20 tahun.
04:42Usaha kuliner ini dirintis oleh sang nenek yang saat itu berjualan dengan membuka lapak sederhana di Emperan.
04:49Seiring berjalannya waktu, usaha tersebut terus berkembang hingga kini menjadi warung khusus yang menyajikan bubur Bali dan nasi Bali.
04:57Yudik pemilik warung bilang, dalam sehari berjualan rata-rata menghabiskan sekitar 10 kg beras yang diolah menjadi bubur dan juga
05:05nasi.
05:05Berbagai menu pelengkap disajikan mulai dari ayam suir, sayur urap, lawar, telur, ceker, ati, dan berbagai pelengkap lainnya.
05:15Yudik juga bilang ciri khas bubur Bali Renon adalah kuahnya.
05:19Kuah yang pekat dan kental dengan cita rasa bumbu Bali yang khas meresap menjadi salah satu alasan pelanggan kembali datang
05:26ke sini.
05:27Sebenarnya sih udah dari nenek, sekarang dilanjutin sama ibu ya.
05:32Ya sekitar 20 tahun lebih lah udah jualan di sini gitu.
05:36Untuk menu kita di sini semuanya ayam, halal.
05:41Kemudian sayurnya pakai sayur urap, lawar, ada benyuhnya atau kelapa.
05:48Habis itu tambahannya ada ati, ceker, telur gitu.
05:51Seporsinya buburnya 12.000, habis itu nasinya 15.000, nanti tergantung requestnya mau gimana.
05:59Seharinya bisa habis berapa?
06:01Kalau rata-rata sih kita buburnya sampai 4-5 kg, nasinya bisa 6 kg-an lah setiap harinya.
06:10Setiap hari buka.
06:11Dari jam?
06:12Dari jam 7 pagi sampai jam 12 ya, kita buka.
06:16Sementara pelanggan yang rata-rata mengaku dalam seminggu 2 hingga 3 kali beli bubur dan nasi ke sini bilang,
06:23bukan hanya soal harga yang terjangkau.
06:25Cita rasa bumbu bali yang kuat menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan.
06:31Semuanya sih sama, tapi ada rasanya yang buat nggak bisa lepas gitu.
06:36Rasa-rasa balinya tuh, bumbu, bumbu balinya itu.
06:40Karena memang sudah biasa di sini, cocok sama rasanya.
06:44Kalau harganya nggak?
06:45Harganya terjangkau kok.
06:47Kurang lebih bisa 10 ribu, 15 ribu bisa.
06:51Tergantung, bisa request sama ibunya biasanya.
06:54Dari 7 minggu itu berapa kali?
06:562-3 kali bisa habis.
06:58Apanya yang enak?
07:00Enaknya sayurnya enak, ayamnya enak.
07:02Semuanya enak sih rata-rata di sini.
07:05Sama rasanya pedas, enak, saya suka.
07:08Untuk seporsi bubur bali dibantrol dengan harga 12 ribu rupiah.
07:12Sedangkan nasi dijual seharga 15 ribu rupiah.
07:17Di sini pelanggan juga dapat menambahkan ceker, telur, ati maupun menulainya
07:21dengan harga sesuai tambahan yang dipilih.
07:24Jika Anda penasaran akan rasanya,
07:27bisa datang langsung ke Jalan Tukat Yihaya, Banjar, Pande, Renon, dan Pasar.
07:31Komang Suar Bawa, Kompas TV, dan Pasar Bali.
07:38Baik, itu dia tadi saudara kedua sarapan utama dari Juru Kompas TV Bali
07:42untuk segmen ceritaan setara edisi hari ini.
07:45Kembali ke Anda, Renata.
07:46Baik, itu dia tadi cerita menarik dari Putu.
07:50Kalau yang kita lihat ini jangan cuma ke pantai ya.
07:52Kalau ke Bali bisa juga merasakan sensasi ngopi di tengah sawah, di tabanan,
07:56dan juga untuk sarapan besok kayaknya bubur Bali, Renon ini juga menjadi salah satu rekomendasi yang pas.
08:02Terima kasih banyak cerita menariknya dari Bali, ada Putu Farah dan Komang Suar Bawa.
08:08Sehat selalu rekan-rekan.
Komentar