Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Menikmati masakan khas Tabanan sambil menyeduh kopi di tengah hamparan sawah menjadi pilihan wisatawan mengisi akhir pekan. Obyek wisata Nyeduh Kopi di Kabupaten Tabanan menawarkan suasana tenang dan sejuk dengan pemandangan persawahan.

Konsep wisata kuliner di tengah sawah menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin bersantai, menikmati kuliner, sekaligus merasakan suasana pedesaan Bali. Harga makanan dan minuman yang ditawarkan mulai dari Rp2 ribu hingga Rp20 ribu.

Usai menikmati kopi di tengah sawah, perjalanan kuliner berlanjut mencicipi Bubur Bali Renon di Denpasar. Warung yang telah berdiri lebih dari 20 tahun ini menyajikan bubur dan nasi Bali dengan berbagai pelengkap, seperti ayam suwir, urap, lawar, telur, ceker, dan ati.

Dalam sehari, warung tersebut rata-rata menghabiskan 10 kilogram beras untuk diolah menjadi bubur dan nasi. Ciri khasnya terletak pada kuah yang pekat dan kental dengan cita rasa bumbu Bali.

Seporsi bubur Bali dijual Rp12 ribu, sedangkan nasi Rp15 ribu. Pelanggan juga dapat menambahkan berbagai menu pelengkap sesuai pilihan.

#tabanan #bali #wisatakuliner #nyeduhkopi #buburbali #denpasar

Baca Juga [FULL] LUCU! Cerita Kuliner Ali Akbar di SUCI | Throwback SUCI di https://www.kompas.tv/entertainment/686364/full-lucu-cerita-kuliner-ali-akbar-di-suci-throwback-suci

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/690143/menjelajah-kuliner-bali-ngopi-di-sawah-tabanan-hingga-bubur-bali-renon-kompas-siang
Transkrip
00:00Kembali bersama saya Renata Panggalo dan kini kita tiba di cerita Nusantara saudara.
00:06Beragam cerita menarik dan inspiratif telah disiapkan kawan-kawan kami dari Biro Kompas TV di daerah.
00:12Kali ini giliran kawan-kawan kami dari Biro Kompas TV di Pulau Dewata, Bali.
00:17Sudah bersiap Putu Farah dan juru kamera Komang Suar Bawa, Gianyar Bali.
00:22Selamat siang Putu, ada cerita menarik apa dari Bali?
00:27Terima kasih, selamat siang Renata dan juga saudara.
00:30Terdapat dua sorotan utama yang akan kami sampaikan dari Biro Kompas TV Bali pada segmen cerita Nusantara edisi hari ini.
00:38Informasi yang pertama saudara, menikmati masakan khas tabanan sambil menyeduh kopi di tengah tamparan sawah
00:47menjadi pilihan bagi wisatawan untuk mengisi akhir pekan.
00:50Konsep wisata kuliner di tengah sawah ini menjadi daya tarik tersendiri,
00:56terutama bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana Bali yang masih asri.
01:03Opiak wisata nyeduh kopi di Kabupaten Tabanan,
01:06mengandalkan keindahan pemandangan alam dengan hamparan persawahan yang memberikan suasana tenang dan sejuk bagi pengunjung.
01:13Tak heran, saat akhir pekan tempat ini ramai dikunjungi wisatawan yang ingin bersantai,
01:19menikmati kuliner, sekaligus menikmati suasana alam.
01:24Harga makanan dan minuman yang ditawarkan pun cukup terjangkau,
01:28mulai dari Rp2.000 hingga Rp20.000.
01:31Dengan konsep wisata kuliner di tengah sawah ini menjadi daya tarik tersendiri,
01:36terutama bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana Bali yang masih asri.
01:41Di sini untuk minumannya ada di kopi coklat, kak.
01:43Biasanya itu bestseller di sini, menu favorit lah diwilang.
01:48Jadi kopi coklat itu, kopi Bali, ada campur anak coklatnya.
01:53Jadi untuk minyak kita komplit sih, kak.
01:55Ada juga di jajah Bali campur biasanya,
01:58terus ada juga di beragam jajah sih, kak banyak.
02:02Itu bisa pilih langsung.
02:04Untuk lantai itu makanan tradisional di belakang.
02:06Nah, biasanya kita kalau di daerah wang raya pentabanan ini,
02:11di nyeti biasanya kita pasti pergosa, perbanjian itu bikin entil.
02:16Nah, entil itu di sini kopi coklatnya, kak.
02:19Jadi entilnya itu ketupat, itu yang namanya entil.
02:22Di situ ada kompletnya, ada sayur, kompletnya, kak.
02:25Ada sayur urab, terus ayam suir, ada kuahnya juga, serundengnya.
02:31Terus ada kerupuknya, kerupuknya itu kita pakai kerupuk telur gitu.
02:33Wisatawan mengaku, mereka sengaja datang ke objek wisata ini
02:37hanya sekedar ingin menikmati kembali suasana pedesaan.
02:41Mengingat tempatnya masuk ke dalam pedesaan
02:43yang dikelilingi dengan pemandangan alam.
02:46Ya, tempatnya nyaman, makanannya semua enak.
02:51Koknya bikin betah di sini?
02:54Sering gak di sini?
02:56Jarang sih, karena nyari waktu, belum dapat waktu.
03:00Biasanya ke sini tuh setiap weekend atau belum enak?
03:02Farah yang berduran juga.
03:04Menyari hari biasa, karena biar enggak ngantreng.
03:07Oke.
03:08Pak Ayu sering main ke sini?
03:09Cari waktu juga.
03:11Cari waktu juga.
03:12Biasanya kan semua kerja.
03:13Sering berdua.
03:14Seperti apa sih tanggapannya terkait menyeduh kopi ini?
03:17Ya, rekomen aja sih.
03:19Tempatnya bagus, luas, nyaman ya.
03:21Karena kita juga mau nyari pemandangan, mudah bosan ke kota, view-nya.
03:28Untuk makanannya dokumen, enak, dan harganya worth it.
03:33Murah ya?
03:33Ya.
03:34Mulai dari berapa sih, Mbak?
03:35Dari harga Rekul, itu 20 ya.
03:39Oke.
03:40Dan rasanya enak, apalagi menunya juga.
03:42Dan hubar, ada hubar.
03:44Bali memang dikenal dengan ragam obyek wisata yang dimilikinya.
03:48Mulai dari wisata budaya, wisata alam, dan beragam wisata buatan lainnya.
03:53Tak ayal, Pulau Bali selalu menjadi pilihan wisatawan untuk berlibur.
03:58Jipayana Putra, Kompas TV, Tabanan Bali.
04:05Informasi selanjutnya, saudara, setelah kopi, kami akan ajak Anda mencicipi bubur Bali Renot.
04:11Yang menjadi salah satu kuliner yang digemari warga dan pasar.
04:15Ada sebuah warung yang telah berjualan selama lebih dari dua dekade.
04:19Yang menyajikan bubur Bali dan nasi dengan pelanggan yang rela mengantri setiap pagi.
04:27Suasana ramai terlihat setiap pagi di warung bubur Bali Renot dan pasar.
04:32Sejak dibuka pukul 7 pagi, pelanggan Cili berganti datang untuk menikmati bubur Bali maupun nasi.
04:38Warung ini telah bertahan lebih dari 20 tahun.
04:42Usaha kuliner ini dirintis oleh sang nenek yang saat itu berjualan dengan membuka lapak sederhana di Emperan.
04:49Seiring berjalannya waktu, usaha tersebut terus berkembang hingga kini menjadi warung khusus yang menyajikan bubur Bali dan nasi Bali.
04:57Yudik pemilik warung bilang, dalam sehari berjualan rata-rata menghabiskan sekitar 10 kg beras yang diolah menjadi bubur dan juga
05:05nasi.
05:05Berbagai menu pelengkap disajikan mulai dari ayam suir, sayur urap, lawar, telur, ceker, ati, dan berbagai pelengkap lainnya.
05:15Yudik juga bilang ciri khas bubur Bali Renon adalah kuahnya.
05:19Kuah yang pekat dan kental dengan cita rasa bumbu Bali yang khas meresap menjadi salah satu alasan pelanggan kembali datang
05:26ke sini.
05:27Sebenarnya sih udah dari nenek, sekarang dilanjutin sama ibu ya.
05:32Ya sekitar 20 tahun lebih lah udah jualan di sini gitu.
05:36Untuk menu kita di sini semuanya ayam, halal.
05:41Kemudian sayurnya pakai sayur urap, lawar, ada benyuhnya atau kelapa.
05:48Habis itu tambahannya ada ati, ceker, telur gitu.
05:51Seporsinya buburnya 12.000, habis itu nasinya 15.000, nanti tergantung requestnya mau gimana.
05:59Seharinya bisa habis berapa?
06:01Kalau rata-rata sih kita buburnya sampai 4-5 kg, nasinya bisa 6 kg-an lah setiap harinya.
06:10Setiap hari buka.
06:11Dari jam?
06:12Dari jam 7 pagi sampai jam 12 ya, kita buka.
06:16Sementara pelanggan yang rata-rata mengaku dalam seminggu 2 hingga 3 kali beli bubur dan nasi ke sini bilang,
06:23bukan hanya soal harga yang terjangkau.
06:25Cita rasa bumbu bali yang kuat menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan.
06:31Semuanya sih sama, tapi ada rasanya yang buat nggak bisa lepas gitu.
06:36Rasa-rasa balinya tuh, bumbu, bumbu balinya itu.
06:40Karena memang sudah biasa di sini, cocok sama rasanya.
06:44Kalau harganya nggak?
06:45Harganya terjangkau kok.
06:47Kurang lebih bisa 10 ribu, 15 ribu bisa.
06:51Tergantung, bisa request sama ibunya biasanya.
06:54Dari 7 minggu itu berapa kali?
06:562-3 kali bisa habis.
06:58Apanya yang enak?
07:00Enaknya sayurnya enak, ayamnya enak.
07:02Semuanya enak sih rata-rata di sini.
07:05Sama rasanya pedas, enak, saya suka.
07:08Untuk seporsi bubur bali dibantrol dengan harga 12 ribu rupiah.
07:12Sedangkan nasi dijual seharga 15 ribu rupiah.
07:17Di sini pelanggan juga dapat menambahkan ceker, telur, ati maupun menulainya
07:21dengan harga sesuai tambahan yang dipilih.
07:24Jika Anda penasaran akan rasanya,
07:27bisa datang langsung ke Jalan Tukat Yihaya, Banjar, Pande, Renon, dan Pasar.
07:31Komang Suar Bawa, Kompas TV, dan Pasar Bali.
07:38Baik, itu dia tadi saudara kedua sarapan utama dari Juru Kompas TV Bali
07:42untuk segmen ceritaan setara edisi hari ini.
07:45Kembali ke Anda, Renata.
07:46Baik, itu dia tadi cerita menarik dari Putu.
07:50Kalau yang kita lihat ini jangan cuma ke pantai ya.
07:52Kalau ke Bali bisa juga merasakan sensasi ngopi di tengah sawah, di tabanan,
07:56dan juga untuk sarapan besok kayaknya bubur Bali, Renon ini juga menjadi salah satu rekomendasi yang pas.
08:02Terima kasih banyak cerita menariknya dari Bali, ada Putu Farah dan Komang Suar Bawa.
08:08Sehat selalu rekan-rekan.
Komentar

Dianjurkan