Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kalimantan terus dilakukan, salah satunya melalui operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dilakukan TNI Angkatan Udara.

Dalam operasi tersebut, TNI AU menggunakan 800 kilogram natrium klorida atau NaCl untuk membantu memicu hujan di sejumlah wilayah. Penerbangan berlangsung selama satu hingga dua jam dengan sasaran wilayah Barito Utara dan Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Setelah penerbangan selama lebih dari dua jam, penyemaian 800 kilogram garam telah dilakukan. Berdasarkan pantauan radar, mulai terlihat rintik hujan setelah pelaksanaan OMC.

Operasi modifikasi cuaca dilakukan TNI AU bersama BMKG, flight scientist, dan sejumlah pihak terkait. Upaya ini diharapkan dapat membantu mengurangi titik panas, terutama di Kalimantan Tengah yang memiliki jumlah titik panas cukup tinggi, termasuk di Palangkaraya.

Penanganan karhutla masih terus dimaksimalkan karena sejumlah titik api sulit dipadamkan akibat kondisi lahan gambut.

Jurnalis KompasTV Esra Ambarita melaporkan langsung dari dalam pesawat TNI AU hingga Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

#karhutla #modifikasicuaca #omc #kalimantantengah #tni #bmkg

Baca Juga Terkini! Jepang Bergerak Bantu Karhutla Indonesia, 3 Helikopter Chinook Dikerahkan | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/nasional/690119/terkini-jepang-bergerak-bantu-karhutla-indonesia-3-helikopter-chinook-dikerahkan-kompas-siang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/690141/melihat-operasi-modifikasi-cuaca-tni-au-dari-dalam-pesawat-untuk-tangani-karhutla-kompas-siang
Transkrip
00:00Saudara upaya penanganan kar hutla di Kalimantan terus dilakukan, salah satunya melalui operasi modifikasi cuaca atau OMC.
00:09Seperti apa pelaksanaannya berikut laporan Esra Ambarita dari dalam pesawat KSTNI Angkatan Udara.
00:17Saudara TNI Angkatan Udara akan melakukan operasi modifikasi cuaca menggunakan garam berjenis NACL.
00:24Nah tentunya saya berkesempatan untuk melihat seperti apa upaya yang dilakukan oleh TNI Angkatan Udara.
00:31Nanti dari atas kita akan melihat bagaimana berat garamnya juga yang digunakan.
00:36Dan saya bersama dengan...
00:38Dengan Kapten Benar Bang Lutfian.
00:40Ijin Kapten, ini kita membawa berapa kilogram?
00:43800 kilogram NACL.
00:45Untuk durasi?
00:46Untuk durasi 1 sampai 2 jam.
00:49Baik, berarti nanti ada di berapa titik ini?
00:51Nanti rencana ada di daerah Barito Utara sama Kabupaten Kapuas.
00:56Oke, saya izin ikut. Boleh, Kapten?
00:57Boleh.
00:58Oke, siap. Kita langsung ke dalam.
01:00Dan saudara, mengapa ini menggunakan cover inter ya?
01:05Inter cover?
01:06Oke, dan saudara, mengapa menggunakan inter cover?
01:09Ini sebagai membatas juga antara yang duduk di kursi penumpang.
01:13Bisa dikatakan kursi apa ya namanya, Mas?
01:15Bisa dikursi penumpang.
01:16Oke, ya.
01:17Itu juga untuk menghindari, kalau kita ketahui, kandungan dari garam ini bisa merusak area COVID.
01:25Jadi ini untuk menghindari kursi juga.
01:28Makanya dipasang dengan bahan dasar plastik tentunya seperti ini.
01:34Nah, saudara, usai tadi menerima instruksi dari flight scientist, ini menjadi tahap terakhir dari saya riau menuangkan atau melakukan penyemayan
01:46garam-garam ke titik luar dari awan.
01:51Ini tadi terakhir sisa tiga karum lagi, sekaligus ini mengakhiri, mengoperasi, modifikasi cuaca yang ada di dua titik di Bariko
02:04dan Kepala Karayan.
02:06Thank you, Keem.
02:07Iya.
02:09Oke, kita sudah turun.
02:11Terima kasih, Keem.
02:12Usai melakukan penerbangan hampir lebih dari dua jam, tadi di atas udara, penyemayan 800 kg garam sudah dilakukan.
02:27Dan informasi yang tadi terakhir sebelum turun dari pesawat kasa ini, bahwa terbaca di radar sudah ada rintik-rintik hujan.
02:37Dan itu artinya dari OMC ini sudah berhasil dilakukan.
02:41Tentunya adanya OMC ini dari TNI Angkatan Udara, dengan bekerjasama dengan BMKG, dengan flight scientist, dan semua pihak terkait diharapkan
02:50ini dapat memadamkan titik-titik panas.
02:53Mengingat titik panas yang paling cukup tinggi berada di Kalimantan Tengah, khususnya yang berada di Palangkaraya.
03:01Sejumlah usaha masih terus dilakukan karena mengetahui, karena melihat juga kondisi di lapangan begitu ya, kondisi apinya terbilang sulit untuk
03:11pada mengingat lahannya, lahan atau tanah gambut.
03:14Jadi masih terus dimaksimalkan upaya penanganan dari kebakaran hutan dan lahan yang berada di Kalimantan Tengah.
03:22Estra Ambarita, Kompas TV, Kota Palangkaraya.
Komentar

Dianjurkan