00:00Saudara upaya penanganan kar hutla di Kalimantan terus dilakukan, salah satunya melalui operasi modifikasi cuaca atau OMC.
00:09Seperti apa pelaksanaannya berikut laporan Esra Ambarita dari dalam pesawat KSTNI Angkatan Udara.
00:17Saudara TNI Angkatan Udara akan melakukan operasi modifikasi cuaca menggunakan garam berjenis NACL.
00:24Nah tentunya saya berkesempatan untuk melihat seperti apa upaya yang dilakukan oleh TNI Angkatan Udara.
00:31Nanti dari atas kita akan melihat bagaimana berat garamnya juga yang digunakan.
00:36Dan saya bersama dengan...
00:38Dengan Kapten Benar Bang Lutfian.
00:40Ijin Kapten, ini kita membawa berapa kilogram?
00:43800 kilogram NACL.
00:45Untuk durasi?
00:46Untuk durasi 1 sampai 2 jam.
00:49Baik, berarti nanti ada di berapa titik ini?
00:51Nanti rencana ada di daerah Barito Utara sama Kabupaten Kapuas.
00:56Oke, saya izin ikut. Boleh, Kapten?
00:57Boleh.
00:58Oke, siap. Kita langsung ke dalam.
01:00Dan saudara, mengapa ini menggunakan cover inter ya?
01:05Inter cover?
01:06Oke, dan saudara, mengapa menggunakan inter cover?
01:09Ini sebagai membatas juga antara yang duduk di kursi penumpang.
01:13Bisa dikatakan kursi apa ya namanya, Mas?
01:15Bisa dikursi penumpang.
01:16Oke, ya.
01:17Itu juga untuk menghindari, kalau kita ketahui, kandungan dari garam ini bisa merusak area COVID.
01:25Jadi ini untuk menghindari kursi juga.
01:28Makanya dipasang dengan bahan dasar plastik tentunya seperti ini.
01:34Nah, saudara, usai tadi menerima instruksi dari flight scientist, ini menjadi tahap terakhir dari saya riau menuangkan atau melakukan penyemayan
01:46garam-garam ke titik luar dari awan.
01:51Ini tadi terakhir sisa tiga karum lagi, sekaligus ini mengakhiri, mengoperasi, modifikasi cuaca yang ada di dua titik di Bariko
02:04dan Kepala Karayan.
02:06Thank you, Keem.
02:07Iya.
02:09Oke, kita sudah turun.
02:11Terima kasih, Keem.
02:12Usai melakukan penerbangan hampir lebih dari dua jam, tadi di atas udara, penyemayan 800 kg garam sudah dilakukan.
02:27Dan informasi yang tadi terakhir sebelum turun dari pesawat kasa ini, bahwa terbaca di radar sudah ada rintik-rintik hujan.
02:37Dan itu artinya dari OMC ini sudah berhasil dilakukan.
02:41Tentunya adanya OMC ini dari TNI Angkatan Udara, dengan bekerjasama dengan BMKG, dengan flight scientist, dan semua pihak terkait diharapkan
02:50ini dapat memadamkan titik-titik panas.
02:53Mengingat titik panas yang paling cukup tinggi berada di Kalimantan Tengah, khususnya yang berada di Palangkaraya.
03:01Sejumlah usaha masih terus dilakukan karena mengetahui, karena melihat juga kondisi di lapangan begitu ya, kondisi apinya terbilang sulit untuk
03:11pada mengingat lahannya, lahan atau tanah gambut.
03:14Jadi masih terus dimaksimalkan upaya penanganan dari kebakaran hutan dan lahan yang berada di Kalimantan Tengah.
03:22Estra Ambarita, Kompas TV, Kota Palangkaraya.
Komentar