KOMPAS.TV - Apa sih kunci sukses Akbar di panggung Stand Up Comedy Indonesia (SUCI)? Dalam video ini, kita akan melihat kembali aksi dan gaya khas Akbar saat tampil di SUCI. Mulai dari cara membawakan materi, ekspresi, permainan karakter, hingga momen-momen yang sukses mengundang tawa penonton.
Buat kamu pecinta stand up comedy Indonesia, komika SUCI, dan aksi komika terbaik di panggung SUCI (Stand Up Comedy Indonesia), video ini wajib banget ditonton sampai selesai! Siap-siap ketawa melihat aksi Akbar yang punya gaya khas dan mampu membuat suasana panggung semakin pecah.
Jangan lupa LIKE, COMMENT, dan SUBSCRIBE untuk menyaksikan kumpulan aksi komika, stand up comedy terbaik, dan momen-momen lucu lainnya dari SUCI!
SUCI THE TOUR BANDUNG SEBENTAR LAGI!
Amankan tiketnya di aplikasi MyValue.
#SUCI #StandUpComedyIndonesia #Akbar #KomikaSUCI #StandUpComedy #KomikaIndonesia #Lawakan #KomediIndonesia #Lucu #Ngakak
========================================================
Ayo jadi Warga Suci atau kalau klean pede boleh banget jadi Lurah Suci klik join link ini: https://www.youtube.com/channel/UC8zZ084em5pohjs6kk2Bpaw/join
Stand Up Comedy Indonesia, Let's Make Laugh!
Follow dan subscribe:
Instagram: @sucikompastv
X: @StandUpKompasTV
TikTok: @suci_kompastv
Facebook: @standupkompastv
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/entertainment/690094/full-begini-kunci-sukses-akbar-di-suci-1-bela-hak-perokok-hingga-selera-wanita-throwback-suci
Buat kamu pecinta stand up comedy Indonesia, komika SUCI, dan aksi komika terbaik di panggung SUCI (Stand Up Comedy Indonesia), video ini wajib banget ditonton sampai selesai! Siap-siap ketawa melihat aksi Akbar yang punya gaya khas dan mampu membuat suasana panggung semakin pecah.
Jangan lupa LIKE, COMMENT, dan SUBSCRIBE untuk menyaksikan kumpulan aksi komika, stand up comedy terbaik, dan momen-momen lucu lainnya dari SUCI!
SUCI THE TOUR BANDUNG SEBENTAR LAGI!
Amankan tiketnya di aplikasi MyValue.
#SUCI #StandUpComedyIndonesia #Akbar #KomikaSUCI #StandUpComedy #KomikaIndonesia #Lawakan #KomediIndonesia #Lucu #Ngakak
========================================================
Ayo jadi Warga Suci atau kalau klean pede boleh banget jadi Lurah Suci klik join link ini: https://www.youtube.com/channel/UC8zZ084em5pohjs6kk2Bpaw/join
Stand Up Comedy Indonesia, Let's Make Laugh!
Follow dan subscribe:
Instagram: @sucikompastv
X: @StandUpKompasTV
TikTok: @suci_kompastv
Facebook: @standupkompastv
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/entertainment/690094/full-begini-kunci-sukses-akbar-di-suci-1-bela-hak-perokok-hingga-selera-wanita-throwback-suci
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00:00Kalau pejabat, biasanya kalau ada apa-apa kan ditutup-tutupi.
00:00:03Juppe, gak ada apa-apa udah dibuka-buka.
00:00:07Senang sekali Indonesia bisa mengumpulkan emas di SEA Games.
00:00:11Karena apa? Hanya dari SEA Games kita bisa punya banyak emas.
00:00:15Di Freeport Irian kita sudah tidak kebagian emas.
00:00:19Pesawat itu ya, kalau kita tepat, pesawatnya yang telat.
00:00:23Kalau kita yang telat, pesawatnya minggan.
00:00:25Tapi kalau kita tepat, pesawatnya tepat, kita belum tentu berangkat.
00:00:30Kalau ada pejabat mau lewat.
00:00:33Di sini sekarang ada yang namanya Jankesmas.
00:00:36Betul?
00:00:38Jaminan kesehatan masyarakat.
00:00:40Tapi susah, harus ke sana, ke sini, bolak-balik.
00:00:43Nunggu syaratnya. Pas syaratnya lengkap, pas pasinya meninggal.
00:00:51Dan katanya rokok bisa menyebabkan kematian.
00:00:54Oh tenang saja, rokok bisa menyebabkan kematian.
00:00:57Bukannya kematian adalah awal kehidupan yang abad.
00:01:01Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:01:04Gimana? Sehat? Sehat?
00:01:06Ya tentu saja sehat, karena ini memang bukan rumah sakit ya.
00:01:11Baik, kali ini saya akan membahas tentang hal yang sangat disukai oleh pria, yaitu
00:01:15Wa-ni-ta.
00:01:18Wa itu wadah, ni itu nitip, ta itu sen-ja-saalah.
00:01:26Wa itu adalah wadah, ni itu nitip, ta itu adalah?
00:01:30Tanyakan pada yang tahu apa itu wanita.
00:01:33Nah, dalam wanita, wanita ini disebut juga yang namanya perempuan.
00:01:41Berasal dari kata empuh.
00:01:43Yang artinya adalah tempat membuat, ahli membuat.
00:01:46Jadi perempuan adalah tempat untuk membuat.
00:01:51Tapi yang paling sering, buat pusing sama buat jengkel.
00:01:55Nah, itu adalah perempuan.
00:01:57Nah, mengenai wanita, saya terinspirasi ini sebuah lagu ya.
00:02:03Kita harus berterima kasih kepada Raden Ajangkartini.
00:02:06Karena Raden Ajangkartini emansifasi wanita bisa ditegakkan.
00:02:10Tepuk tangan lebih dahulu.
00:02:11Karena dulu, wanita hanya dijajah oleh pria, betul kan?
00:02:17Wanita dijajah pria sejak dulu, dijadikan percetakan anak cucu.
00:02:26Itu dulu, itu dulu ya.
00:02:28Tapi sekarang sudah tidak.
00:02:30Bahkan justru wanita sekarang lebih dari pria.
00:02:33Wanita ada cuti hamil.
00:02:35Kenapa pria tidak ada cuti menghamili?
00:02:40Harusnya ada dong.
00:02:42Ya kan?
00:02:42Nah, mengenai pakaian.
00:02:44Kenapa wanita boleh pakai celana jeans, pria tidak boleh pakai rok?
00:02:50Ini diciptakan, celana jeans diciptakan untuk pria sebenarnya.
00:02:54Kalau ada wanita yang mengatakan celana jeans ini diciptakan untuk wanita,
00:02:59saya mau nanya, apa sih fungsi resleting?
00:03:07Buat apa?
00:03:08Kalau bagi pria kan jelas, resleting adalah cendela rumah kita.
00:03:18Wanita, ya, eh, itu ternyata wanita tidak suka dengan kata-kata sayang.
00:03:23Tidak semua wanita suka dengan kata-kata sayang.
00:03:25Saya pernah kasih uang satu juta, saya kasihkan istri saya seratus ribu.
00:03:30Istri saya tanya, kenapa enggak dikasihkan semua?
00:03:33Sayang dong kalau dikasihkan semua.
00:03:35Nah, ternyata tidak semua wanita suka dengan kata-kata sayang.
00:03:38Wanita yang sudah menikah cenderung gemuk.
00:03:41Bener enggak?
00:03:43Karena, karena apa?
00:03:45Setelah beberapa tahun menikah,
00:03:46dia lebih suka melihat isi kulkas daripada isi tempat tidur.
00:03:50Kenapa laki-laki cenderung selingkuh setelah beberapa tahun?
00:03:54Karena ternyata setelah itu dia melihat kulkas di tempat tidur.
00:04:01Istrinya gemuk akhirnya.
00:04:03Contohlah laki-laki.
00:04:04Laki-laki itu luar biasa.
00:04:06Pernikahan laki-laki,
00:04:07malam pertama terasa indah.
00:04:10Malam kedua,
00:04:12masih tetap indah.
00:04:14Malam ketiga,
00:04:16tidak hanya indah.
00:04:17Endang, tutik, sonyak.
00:04:20Irma, Bila.
00:04:22Semua ngumpul.
00:04:24Ya, laki-laki luar biasa.
00:04:27Kenapa sih laki-laki selalu membawa foto istri dalam dompetnya?
00:04:30Nih, seperti ini.
00:04:32Karena cinta?
00:04:33Enggak.
00:04:34Karena sayang?
00:04:34Enggak.
00:04:35Karena apa?
00:04:36Setiap dia melihat masalah yang besar,
00:04:39masalah itu terlihat kecil.
00:04:41Karena begitu dia melihat,
00:04:43masalah ini yang paling besar ternyata.
00:04:51Laki-laki itu luar biasa.
00:04:53Laki-laki ya,
00:04:54lebih sayang istri daripada anak.
00:04:56Percaya?
00:04:57Laki-laki lebih sayang istri daripada anak.
00:05:00Coba lihat kalau anak kita digendong orang.
00:05:02Oh, kita seneng.
00:05:03Coba istri kita digendong orang.
00:05:10Makanya contoh lah.
00:05:11Nah, saya kasih tau nih ya,
00:05:13tips untuk cowok-cowok jangan khawatir.
00:05:15Perbandingan cowok dan cewek adalah 1 banding 4.
00:05:181 cowok, 4 cewek.
00:05:20Jadi kalau Anda diputus oleh cewek,
00:05:22jangan khawatir mas.
00:05:23Masih ada 3 lagi yang akan mutus kamu.
00:05:27Ya, makanya.
00:05:28Nah, sebenarnya tidak ada sih perbedaan laki-laki dan perempuan itu tidak ada.
00:05:32Ibu kita dulu yang salah mungkin ya.
00:05:35Kenapa ibu kita lebih suka bayi perempuan daripada bayi laki-laki?
00:05:39Mereka lebih suka bayi perempuan daripada bayi laki-laki.
00:05:42Karena bayi perempuan berhenti minum asih di umur 2 tahun.
00:05:45Bayi laki-laki sampai umur 60 mari nyari asih.
00:05:50Oke, saya akbar.
00:05:51Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:06:00Akbar.
00:06:01Iya.
00:06:02Iya, sekarang ternyata kamu jauh lebih bagus lagi.
00:06:06Kalau kemarin saya pesimis kamu tidak nyaman posisinya,
00:06:10tapi sekarang saya yakin kita akan ketemu minggu depan.
00:06:13Amin.
00:06:20Saya ya?
00:06:21Iya.
00:06:22Akbar.
00:06:23Ya, mas Bupet.
00:06:25Memang semakin sulit kita menemukan kelemahan-kelemahan.
00:06:29Ini memperlihatkan betapa para komik itu sungguh-sungguh menyiapkan diri sebaik mungkin.
00:06:34Dan itu juga telah kamu tunjukkan bahwa kamu melakukan satu persiapan yang baik.
00:06:38Cuma yang masih perlu dikoreksi, kamu itu suka terlalu yakin bahwa bahan kamu lucu dan kamu tertawa sendiri untuk kelucuan
00:06:51yang kau ciptakan dan ternyata belum tentu lucu.
00:06:53Iya.
00:06:53Jadi, akan menarik.
00:06:57Kalau kamu itu bisa bersikap dingin terhadap bahan yang telah kamu siapkan.
00:07:04Akan-akan tidak lucu, padahal itu justru menciptakan satu kelucuan.
00:07:09Ketika kamu berpretensi, yakin bahwa itu lucu, jadinya malah.
00:07:15Itu aja.
00:07:21Akbar.
00:07:23Sekarang jauh lebih baik kelihatan tertata bahan-bahanmu.
00:07:27Saya nggak tahu kenapa, saya harus apresiasi yang besar sekali untuk mentor nih.
00:07:31Saya nggak tahu kenapa bahan-bahannya bagus banget ya.
00:07:36Saya nggak tahu Radit atau Panci, saya nggak tahu nih.
00:07:38Tapi salut dan untuk kalian juga salut.
00:07:43Terima kasih.
00:07:43Hermos.
00:07:44Terima kasih.
00:07:44Tepuk tangan sekali lagi.
00:07:48Kalau buat...
00:07:49...mesti diacungi jempol juga adalah kerjasama antar komik ketika dikarantina.
00:07:53Jadi, tepuk tangan untuk mereka saling bantu.
00:07:56Mentor mungkin hanya memperlihatkan beberapa konsep-konsep, tapi yang bekerja sendiri kan mereka semua.
00:08:00Bahan mereka yang nyari.
00:08:01Saya sebenarnya lebih khawatir dia nih.
00:08:03Udah dicelam mulu istrinya apa masih berani pulang nanti.
00:08:07Menang sih menang nanti.
00:08:08Lihat istrinya dianggap masalah, wah masalah besar masih menanti di rumah.
00:08:12Takut.
00:08:13Buna-buna selamat ya Akbar.
00:08:14Yaudah kalau gitu, kasih tepuk tangan sekali lagi untuk Akbar.
00:08:16Terima kasih Akbar.
00:08:20Oke pemirsa, masih ada satu lagi komik tersisa pada malam hari ini.
00:08:24Apakah jadi penampilan terbaik di malam hari ini?
00:08:27Jangan kemana-mana, tetap di Stand Up Comedy Indonesia.
00:08:29Let's make love.
00:08:32Materi Stand Up mereka datang dari lagunya Niji.
00:08:36Oke.
00:08:37Berarti kita tahu yang duluan Akbar nih.
00:08:39Nanti kita tanya sama Giring.
00:08:41Giring kira-kira lagu yang mana nih yang kita berikan untuk Akbar.
00:08:45Nanti Akbar akan membuat materi stand up dengan lagu itu?
00:08:48Betul.
00:08:48Dengan tema dari situ.
00:08:49Dengan tema dari lagu itu.
00:08:50Ya keren ya, tepuk tangan dulu dong.
00:08:54Oke Akbar.
00:08:55Lagu Niji yang akan lu bawakan adalah Goyang Domret.
00:09:00Yes, yes.
00:09:01Saya gak ada.
00:09:02Oke kalau begitu.
00:09:04Silahkan Giring lagu untuk Akbar.
00:09:05Bagaimana?
00:09:07Laskar pelangi.
00:09:10Asik tepuk tangan.
00:09:11Takkan terikat waktu.
00:09:16Bebaskan mimpimu di angkasa.
00:09:21Warnai bintang di jiwa.
00:09:26Silahkan.
00:09:27Iya Akbar silahkan.
00:09:35Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:09:38Waalaikumsalam.
00:09:40Banyak orang mengenal Laskar pelangi adalah lagu untuk menambah semangat.
00:09:44Betul?
00:09:45Tapi ternyata lagu ini menambah males.
00:09:48Laskar pelangi takkan terikat waktu.
00:09:52Sholat lo suruh tepat waktu.
00:09:53Ini tambah gak terikat waktu.
00:09:57Bayangkan.
00:09:59Namanya Ikal kan?
00:10:00Ikal, waktunya sholat sholat sholat ini.
00:10:03Ma, Laskar pelangi bebas.
00:10:05Takkan terikat waktu.
00:10:10Sekolah, Ikal sekolah.
00:10:12Ikal, jam berapa ini ucap?
00:10:14Jam 10 baru masuk.
00:10:15Bebas bu guru.
00:10:16Takkan terikat waktu.
00:10:20Ini mengajarin kita males.
00:10:22Itu kalau masih kecil.
00:10:23Kalau sudah dewasa, ya, takkan terikat waktu.
00:10:26Ini cocok berarti kerjanya ini freelance kayaknya.
00:10:30Tidak terikat waktu.
00:10:32Kerja cocok MLM ini.
00:10:33Tidak terikat waktu.
00:10:36Ya kan?
00:10:37Tidak terikat waktu dia.
00:10:39Aduh, ada lagi yang ini.
00:10:41Aduh, bikin pusing.
00:10:43Menarilah dan terus tertawa.
00:10:46Walau dunia tak seindah surga.
00:10:49Sudah tahu kalau dunia tak seindah surga.
00:10:52Malah suruh menangis dan tertawa.
00:10:54Harusnya kan bekerja dan berdoa.
00:10:59Ini ngajarin males.
00:11:01Coy, kerjamu apa coy?
00:11:04Oh, gue santai coy.
00:11:05Gue gak terikat waktu.
00:11:07Tenang.
00:11:08Jadi ini ngajarin kita males.
00:11:10Lagu dari Niji ini.
00:11:12Tapi, ada yang bagus.
00:11:14Lagu Niji.
00:11:14Cinta kepada hidup memberikan senyuman abadi di antara.
00:11:24Nah, senyuman abadi.
00:11:26Senyum itu bagus.
00:11:27Karena apa?
00:11:28Senyum itu adalah ibadah.
00:11:30Jadi kalau Anda senyum,
00:11:31mulai terbit matahari sampai matahari terbenam.
00:11:35Nilainya kayak Anda sepuasa.
00:11:38Dan niscaya, niscaya.
00:11:41Kalau Anda lakukan itu tujuh hari berturut-turut,
00:11:45Anda akan dijauhkan dari pergaulan.
00:11:55Makanya,
00:11:57pesan untuk penyanyi ya,
00:11:58untuk penyanyi Mas Giring.
00:12:00Bikin lagu itu jangan asal.
00:12:02Pernah.
00:12:03Jangan asal tagnya.
00:12:04Karena bisa membingungkan penonton.
00:12:08Andra in the back pun,
00:12:09pernah berkelahi dengan The Massive.
00:12:12Waktu konser.
00:12:13Andra.
00:12:14Sayang engkau begitu sempurna.
00:12:17Nyolot The Massive.
00:12:18Tak ada manusia yang terlahir sempurna.
00:12:29Berkelahi.
00:12:30Wah, enggak bisa.
00:12:31Bisa sempurna.
00:12:32Enggak bisa.
00:12:32Penonton nunggu.
00:12:33Hei, gimana nih yang sempurna?
00:12:35Yang mana nih?
00:12:37Akhirnya penontonnya pulang.
00:12:39Penonton.
00:12:40Hei, hei, mau kemana?
00:12:41Hei, jangan pulang.
00:12:42Hei, belum waktunya pulang.
00:12:43Saya Laskar Pelangi,
00:12:45tidak terikat waktu.
00:12:51Jadi,
00:12:52jangan main-main bikin lagu.
00:12:55Giring.
00:12:56Giring nih ya.
00:12:57Kalau nyanyi itu mesti gini.
00:13:02Karena apa?
00:13:03Giring tahu.
00:13:04Kalau lagu dengan ditambahin sedikit gerak,
00:13:07lain artinya.
00:13:09Anak TK itu yang tahu.
00:13:11Anak TK.
00:13:11Wati, maju wati.
00:13:13Siap, bu.
00:13:14Lihat kebunku penuh dengan bunga.
00:13:17Ini tidak masalah.
00:13:18Ditambahin sedikit gerak,
00:13:20akan lain artinya.
00:13:22Lihat kebunku penuh dengan bunga.
00:13:26Ada yang...
00:13:28Putih.
00:13:31Kotor kan pikirannya sudah?
00:13:33Lain artinya.
00:13:33Akhirnya Tono.
00:13:35Tono dipanggil.
00:13:36Tono maju.
00:13:37Set, Tono.
00:13:38Menanam jagung di kebun kita.
00:13:40Ini tidak jadi masalah.
00:13:42Begitu Tono ngelirik.
00:13:43Menanam jagung di kebun kita.
00:13:47Satu kelas.
00:13:48Wih, pohon dan kebun.
00:13:49Basah semua.
00:13:59Gurunya ngamuk.
00:14:01Gurunya ngamuk.
00:14:02Wati, pulang.
00:14:04Tono, pulang.
00:14:05Loh bu, ini kan belum waktunya.
00:14:07Saya juga Laskar Perangi.
00:14:08Tidak terikat waktu.
00:14:09Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:14:20Nah, ngono ikut...
00:14:32Ini akbar yang ditunggu-tunggu.
00:14:36Kamu cerdik.
00:14:38Tema yang sederhana,
00:14:39yang sangat sehari-hari,
00:14:40gak ada beban apapun.
00:14:42Kamu olah.
00:14:43Cuma dari, apa,
00:14:46sepotong sepotong,
00:14:47sepotong bisa kemana-mana.
00:14:48Dan kamu juga mempraktekan
00:14:50keahlian kamu merepetisi
00:14:51yang kemarin itu sukses luar biasa.
00:14:53dan sekarang,
00:14:54kamu memanen tawa yang luar biasa.
00:14:57Ya, cerdik.
00:14:57Kenan.
00:15:02Set, set.
00:15:07Aku ketawanya bukan karena mu, Bar.
00:15:09Jangan diger.
00:15:11Sekarang sudah lagi enggak?
00:15:14Enggak.
00:15:15Sekarang cerdik.
00:15:20Akbar.
00:15:22Saya lihat di sini kamu lebih relax,
00:15:24lebih enak,
00:15:25lebih...
00:15:25Walaupun sama-sama di pertama.
00:15:28Tapi jauh lebih relax,
00:15:29lebih oke.
00:15:31Secara teoritis kan memang relax.
00:15:33Ya, harus lebih relax.
00:15:35Kemudian,
00:15:36juga tetap bermain dengan,
00:15:38dengan hal-hal yang,
00:15:41ada sehari-hari.
00:15:43Diputar balikan logikanya.
00:15:45seperti tadi tema Laskar Pelangi.
00:15:48Cuma,
00:15:48yang menarik di sini adalah,
00:15:50bagaimana konsistensi kamu dengan tema.
00:15:52Saya enggak tahu nanti yang lain,
00:15:54mudah-mudahan juga seperti ini,
00:15:55tapi temanya jelas sekali.
00:15:56Begitu disebutkan ini Laskar Pelangi,
00:15:58Anda mengalir dengan Laskar Pelanginya,
00:16:00bagus sekali,
00:16:01mulus sekali,
00:16:02dan...
00:16:11Udah Pak D.
00:16:13Apa bagianmu,
00:16:14kita ambil aja.
00:16:16Kamu dari tadi,
00:16:17tak pikir-pikir,
00:16:17belum mengeluarkan kompor gas atau apa,
00:16:18belum ya Pak D ya?
00:16:19Belum ya?
00:16:19Karena ini tiga,
00:16:20saya khawatir persepsinya beda kayak gitu.
00:16:22Jadi sampai terakhir,
00:16:24saya enggak akan ngomong kompor gas,
00:16:25karena sebetulnya dalam hati semuanya...
00:16:29Iya, itu tadi.
00:16:30Iya.
00:16:36Akbar.
00:16:37Untung jempol gue cuma empat,
00:16:39kalau ada sepuluh gue kasih sepuluh jempol buat gue akbar hari ini,
00:16:41lo keren banget, gila!
00:16:43Abang tuh sepuluh obat.
00:16:46Lo tuh bukan hanya obat untuk menghibur para teman-teman di sini,
00:16:49tapi lo penghibur khusus obat khusus buat gue.
00:16:52Kenapa?
00:16:52Kalau tadi gue datang ke sini,
00:16:54panas gue 38,
00:16:55sekarang udah dingin.
00:16:56Gila-gila lo gue sembuh akbar.
00:16:58Hebat loh.
00:17:01Boleh, boleh Pak D.
00:17:02Nah ini mungkin untuk yang lain,
00:17:04bukan hanya untuk peserta,
00:17:06tapi peserta yang terdahulu dan mungkin yang menyaksikan,
00:17:08bahwa memang penentuan,
00:17:11perlunya ada fluktuasi yang kemudian klimaksnya,
00:17:15kill,
00:17:18terakhirnya meledakkan tawa,
00:17:20itu menjadi penting sekali.
00:17:22Tempo di depannya agak lambat,
00:17:23menjadi tidak kelihatan sama sekali.
00:17:24Ini sebuah bukti.
00:17:26Dan hebat.
00:17:28Terima kasih.
00:17:32Terima kasih Mbak Astrid sudah menurunkan panasnya,
00:17:35karena saya memang mengandung paracetamol.
00:17:39Tempat sekali lagi untuk Insan Nur Akbar ya.
00:17:42Oke, giring.
00:17:43Yang punya lagu nih ngomong tuh.
00:17:44Ayoloh ketemu kan, ayoloh.
00:17:47Eh bagus lagunya.
00:17:54Gue gak nyangka men,
00:17:55itu kan Laskar pelangi itu tema yang susah untuk di bercandain.
00:17:58Iya.
00:17:58Ternyata dia bisa.
00:17:59Luar biasa.
00:18:00Tiga besar.
00:18:00Tepuk tangan sekali lagi.
00:18:02Akbar, monggo, balik.
00:18:05Ternyata dia sudah bilang yang pertama adalah wish band,
00:18:08yang kedua adalah orang yang saat ini.
00:18:09Langsung aja ya.
00:18:10Oke.
00:18:10Akbar.
00:18:12Sini.
00:18:15Ingat saya minggu lalu.
00:18:18Ada yang ingat.
00:18:20Saya kan sudah janji,
00:18:21hari ini akan kembali lagi ke rumah sakit.
00:18:25Ingat kan,
00:18:26kalau ada rumah sakit,
00:18:27ngomongnya jangan keras-keras,
00:18:28karena ada suster yang lewat.
00:18:30Tapi saya bingung ini,
00:18:31malam ini,
00:18:32saya gak punya materi,
00:18:33ngomong apa gitu ya.
00:18:35Tapi tenang,
00:18:36kalau kuis,
00:18:37kita ada yang namanya
00:18:38ask the audience,
00:18:39dan bone friend.
00:18:41Ask the audience-nya gak mungkin.
00:18:43Bone friend,
00:18:43teman saya lucu.
00:18:45Saya telpon teman saya dulu ya.
00:18:50John,
00:18:51saya di rumah sakit ini John.
00:18:53John punya cerita tentang rumah sakit.
00:18:56Ada.
00:18:57Alhamdulillah.
00:18:58Lucu John.
00:19:00InsyaAllah.
00:19:03Yang pertama apa John?
00:19:10Lucu-lucu John.
00:19:12Kalau gak lucu tanggung jawab loh John.
00:19:13Ini dinilai juri loh John.
00:19:17Iya, iya John.
00:19:26Belum sembuh ya?
00:19:27Kok pancet pasiennya?
00:19:30Tenang saja.
00:19:32Ternyata,
00:19:32orang yang di rumah sakit,
00:19:34itu belum tentu sakit.
00:19:36Jadi kadang rumah sakit itu bohong.
00:19:38Anda belum tentu sakit.
00:19:39Buktinya,
00:19:40dokter sama suster,
00:19:41itu bertahun-tahun di rumah sakit,
00:19:43juga berulang karena sakit loh ya.
00:19:46Betul?
00:19:47Dia gak sakit,
00:19:48dia bertahun-tahun di rumah sakit.
00:19:51John gak lucu John.
00:19:59John,
00:20:01tanggung jawab loh John.
00:20:02Ini dinilai juri loh John.
00:20:04Ada kedua.
00:20:06Lucu tak John?
00:20:07InsyaAllah.
00:20:08Aduh.
00:20:11Nah ini lucu John,
00:20:12pasti lucu.
00:20:13Suster,
00:20:14John jangan dimatiin John.
00:20:17Suster,
00:20:18biasanya kalau masuk ruangan,
00:20:19eh,
00:20:20Bapak,
00:20:21makannya harus cukup loh ya,
00:20:23biar cepat sembuh.
00:20:25Bapak,
00:20:26istirahatnya harus cukup loh ya,
00:20:28biar cepat sembuh.
00:20:29Itu kalau masih sakit,
00:20:31kalau sudah sembuh,
00:20:32Bapak,
00:20:33duitnya harus cukup loh ya.
00:20:39John,
00:20:40John,
00:20:41lumayan John,
00:20:42lucu John,
00:20:42makasih John.
00:20:45Ada lagi John?
00:20:48Iya,
00:20:49iya,
00:20:49iya,
00:20:50iya,
00:20:51kayaknya gak lucu John,
00:20:52coba tak coba ya John.
00:20:56Tak coba dulu ya John.
00:20:59Ya kamu bantu doa.
00:21:04Biasanya,
00:21:05kalau dokter menangani,
00:21:06yuk,
00:21:06tarik napas,
00:21:07tahan.
00:21:09Tarik napas,
00:21:11tahan.
00:21:12Nah,
00:21:13iya,
00:21:13nah ini kalau tarik napas,
00:21:15kalau tarik biaya,
00:21:16pasti dia gak akan tahan.
00:21:18John,
00:21:19lucu John.
00:21:22John,
00:21:23lucu John.
00:21:25Alhamdulillah John.
00:21:27Iya ini audisi John,
00:21:28gak tahu hadianya apa.
00:21:34Nah,
00:21:35apa John?
00:21:36Yang ini pasti lucu John,
00:21:38sip sip John.
00:21:39Lucu kan kan ceritaku yang tak ceritain padamu sih John.
00:21:43Rumah sakit,
00:21:44ternyata beda dengan rumah makan.
00:21:46Iya.
00:21:47Bedanya apa?
00:21:48Rumah sakit pasti lebih kaya dari rumah makan.
00:21:50Karena,
00:21:51kalau rumah makan,
00:21:53apa yang kita makan,
00:21:54adalah apa yang kita inginkan.
00:21:55Tapi di rumah sakit,
00:21:57apa yang kita telan,
00:21:58atas keinginan dokter.
00:22:02yang sama,
00:22:03itu adalah rumah sakit,
00:22:04sama rumah tawon.
00:22:08Sama-sama,
00:22:10bikin bengkak.
00:22:16Terus lanjutannya apa John?
00:22:22Ternyata,
00:22:23sama-sama bikin bengkak.
00:22:25Yang satu,
00:22:26bengkak wajahnya,
00:22:28yang satu,
00:22:29bengkak biayanya.
00:22:33Tapi ternyata,
00:22:35tapi ternyata,
00:22:36itu juga ada bedanya.
00:22:38Ada bedanya,
00:22:38ya kan?
00:22:39Ada bedanya.
00:22:40Kalau rumah tawon,
00:22:42kita bisa dapat madu.
00:22:44Tapi,
00:22:45kalau biaya memengkak,
00:22:46kita tidak bisa mengadu.
00:22:53Loh,
00:22:54pulsa saya habis.
00:22:55Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:23:04Akbar.
00:23:06Siap.
00:23:07Anda bisa,
00:23:09berstrategi dengan itu,
00:23:12dengan telpon tadi,
00:23:14itu sebuah,
00:23:15hal yang harus saya apresiasi.
00:23:17Itu dibuat sebagai bahan,
00:23:19dan nyatanya berhasil.
00:23:21Ternyata,
00:23:21strategi ini,
00:23:23cukup,
00:23:24bagus,
00:23:25untuk bisa diterapkan,
00:23:26di stand up comedy.
00:23:29Cuma memang,
00:23:30yang harus diperhatikan,
00:23:33begitu Anda melihat,
00:23:35ada kekurangan,
00:23:36jumlah tawa,
00:23:37ini mengingat,
00:23:38biasanya Anda selalu,
00:23:39dengan tawa yang gergeran banget,
00:23:42Anda harus,
00:23:42berubah strategi,
00:23:43secepatnya.
00:23:44Karena saya melihat tadi,
00:23:45terlalu lama ada di situ,
00:23:47sehingga,
00:23:48terakhir,
00:23:49Anda bersusah payah,
00:23:51untuk membuat up lagi.
00:23:53Dan bahkan,
00:23:54menurut saya,
00:23:55kill Anda,
00:23:56kurang berhasil.
00:23:57di akhir.
00:23:58Dan itu harus diperhatikan.
00:23:59Namun demikian,
00:24:00tetap,
00:24:01Akbar,
00:24:02Pemporgas.
00:24:09Akbar,
00:24:11tadi,
00:24:11sama kayak,
00:24:12Pak De Indro,
00:24:13mungkin karena,
00:24:14karena,
00:24:16strateginya,
00:24:16kurang,
00:24:17kamu kuas saya,
00:24:18jadi,
00:24:18terlalu lama,
00:24:19udah tadi,
00:24:20sebenarnya,
00:24:20udah klimaks banget,
00:24:22dan pada saat,
00:24:23kamu lanjutin,
00:24:24tawa kan,
00:24:25sudah semakin berkurang,
00:24:26ya,
00:24:26aku tadi berharap,
00:24:27ayo,
00:24:27buat satu-satunya yang baru,
00:24:28buat yang baru,
00:24:28ternyata,
00:24:28kamu masih lanjutin,
00:24:29sampai akhirnya,
00:24:30lepas begitu saja,
00:24:31cuman,
00:24:32aku yakin,
00:24:33nanti kalau kamu,
00:24:34kamu sudah tiga besar,
00:24:34kamu bisa,
00:24:35sudah lebih muah saya lagi,
00:24:37pastinya,
00:24:38dan bagaimanapun,
00:24:39kamu menurut saya,
00:24:39sudah menjadi,
00:24:40ikon stand-up comedy.
00:24:50Tantangan terbesar stand-up comedy,
00:24:52sebagai seorang komik,
00:24:54itu adalah menciptakan,
00:24:55sesuatu yang baru,
00:24:56kita harus kreatif,
00:24:57dan minggu lalu,
00:24:58memang kamu jadi bintang,
00:25:00karena pola yang kau gunakan,
00:25:01untuk membahas satu bridging itu,
00:25:03jembatan penghubung,
00:25:04dengan melakukan satu repetisi itu,
00:25:05sesuatu yang baru,
00:25:07minggu lalu,
00:25:08tapi ketika itu,
00:25:09hanya direpetisi kembali,
00:25:10bukan sesuatu yang,
00:25:12segar lagi,
00:25:14kamu memang melakukan,
00:25:15yang kemarin sangat sukses,
00:25:16tapi ini kali,
00:25:17ketika diulang lagi,
00:25:19menjadi bukan sesuatu yang,
00:25:20hangat,
00:25:21yang nyus,
00:25:22yang seger,
00:25:23dan kamu,
00:25:25tampak sekali,
00:25:26memang di dalam unsur,
00:25:27yang aspek-aspek teaterikal,
00:25:28itu banyak yang masih bisa,
00:25:29diolah sebagai satu kemungkinan,
00:25:32nah disini,
00:25:33saya melihat,
00:25:34saya merasakan,
00:25:34apa yang kamu sajikan,
00:25:36itu tidak ubahnya,
00:25:37kumpulan,
00:25:38anekdot tentang rumah sakit,
00:25:40yang pada umumnya,
00:25:41orang mungkin sudah ngerti,
00:25:43tapi yang menarik,
00:25:44memang cara kamu menyampaikan,
00:25:45caranya,
00:25:47kalau bahan bakunya,
00:25:47saya pikir itu,
00:25:49pada generik ya,
00:25:51tapi cara kamu memainkan itu,
00:25:52tetap bagus,
00:25:53meskipun itu juga,
00:25:54repetisi dari yang minggu lalu,
00:25:55jadi kalau saya bilang,
00:25:57minggu lalu kamu,
00:25:58bintang yang luar biasa,
00:26:00sekarang ini bintang yang setengah luar biasa,
00:26:05oke,
00:26:05tepuk tangan untuk akbar,
00:26:07bar,
00:26:08bar,
00:26:09ini Johnny nelpon aku nih,
00:26:11kenapa gak ditelepon balik,
00:26:12kata Johnny,
00:26:13puluh cara saya habis,
00:26:15padesan,
00:26:16tepuk tangan untuk akbar,
00:26:16tepuk tangan untuk akbar,
00:26:18sudah siap,
00:26:20tepuk tangan untuk,
00:26:21Insan Nur Akbar,
00:26:31Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
00:26:35luar biasa,
00:26:36tepuk tangan,
00:26:36Husmar Ismail,
00:26:42saya ini bukannya apa-apa milih pertama,
00:26:45daripada saya tegang lama-lama,
00:26:47mending saya keluar cepetan,
00:26:53tapi tidak masalah,
00:26:54babak tiga besar,
00:26:56sangat babak yang mengagumkan sekali,
00:26:59tapi diawali dengan sangat menyedihkan,
00:27:01kemarin,
00:27:02saya datang ke Jakarta,
00:27:04pesawat delay 4 jam,
00:27:06ini mungkin cobaan yang pertama,
00:27:08baik,
00:27:09saya tanya ke bagian resepsonis,
00:27:10mbak,
00:27:11kapan saya naik pesawat ini,
00:27:13sudah 4 jam loh mbak,
00:27:14maaf pak,
00:27:15ini nunggu panggilan,
00:27:17panggilan,
00:27:17mbak, mbak,
00:27:18saya ini naik pesawat,
00:27:20bukan ngelamar kerja loh ya,
00:27:23masa harus nunggu panggilan,
00:27:25baik,
00:27:26tepuk tangan buat,
00:27:27mas Ibas dan mbak Ayah,
00:27:28yang telah melangsungkan pernikahannya,
00:27:32itulah gambaran keluarga masa depan,
00:27:35tahu masa depan,
00:27:36masanya demokrat,
00:27:37sama masanya pan,
00:27:44tapi itulah bedanya kaya dan miskin di Indonesia,
00:27:49kesenjangan sosial kaya dan miskin di Indonesia,
00:27:52yang kaya,
00:27:53yang kaya cari makanan pokok,
00:27:56yang miskin pokoknya makan,
00:28:00yang kaya,
00:28:03antri blackberry,
00:28:05yang miskin,
00:28:05antri beli ikan teri,
00:28:08ya kan,
00:28:09sampai seperti itu,
00:28:10kesenjangan antara sosial,
00:28:12antara yang kaya dan yang miskin,
00:28:14baru saja diumumkan di Indonesia,
00:28:1640 orang terkaya di Indonesia,
00:28:18tapi kenapa tidak pernah diumumkan,
00:28:2040 orang termiskin di Indonesia,
00:28:31karena jumlah orang termiskin di Indonesia,
00:28:34lebih dari 40,
00:28:37gak cukup,
00:28:40disadari atau tidak,
00:28:41banyak orang kaya di Indonesia,
00:28:43orang Cina,
00:28:44betul?
00:28:46Makanya ada ilmu yang namanya,
00:28:47tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina,
00:28:50kenapa kita disuruh nuntut ilmu,
00:28:51sampai ke negeri Cina,
00:28:52karena kalau nuntut disini,
00:28:54tidak akan diterima,
00:28:55pengadilan bingung,
00:28:56ilmu ini salah apa,
00:28:57kok dituntut ini?
00:29:00Makanya itulah di Indonesia,
00:29:03sebenarnya,
00:29:04jangan dipikirkan,
00:29:05hidup itu ujian,
00:29:07ya kan,
00:29:08kaya rejeki mati di tangan Tuhan,
00:29:11makanya jangan dipikirkan,
00:29:13Anda,
00:29:15ada yang umur 50,
00:29:17kaya mati,
00:29:18ada yang baru umur 25,
00:29:19belum kaya,
00:29:21mati,
00:29:22jangan protes,
00:29:23hidupkan ujian,
00:29:24jadi selesai gak selesai,
00:29:25harus dikumpulkan,
00:29:33hidup itu cobaan,
00:29:35kaya atau miskin,
00:29:37itu cobaan,
00:29:38Anda hari ini dicoba kaya,
00:29:40Anda hari ini dicoba miskin,
00:29:42saya kadang juga berdoa kepada Tuhan,
00:29:43Tuhan,
00:29:45kaya miskin kok coba-coba,
00:29:46ini kan bukan minyak kayu putih,
00:29:51kaya atau miskin,
00:29:53nanti coba-coba,
00:29:53di Indonesia,
00:29:55masyarakat Indonesia,
00:29:56biasanya maunya instan,
00:29:59mau duit,
00:29:59gak mau kerja,
00:30:00contohnya pengemis,
00:30:01pengemis itu mau duit,
00:30:02gak mau kerja,
00:30:03misal gini,
00:30:04ketemu pengemis ya,
00:30:05Bapak,
00:30:06Bapak milih mana,
00:30:08hari ini,
00:30:09saya beri uang seribu,
00:30:10atau minggu depan,
00:30:13saya kasih tujuh ribu,
00:30:14milih mana kira-kira,
00:30:16oh yang pengalaman ngemis tau,
00:30:23pasti tau,
00:30:25di Indonesia ada istilah,
00:30:26kalau menolong orang,
00:30:28berilah pancing,
00:30:29jangan beri ikan,
00:30:30tapi di Indonesia kan repot,
00:30:31diberi pancing,
00:30:32pancing dijual,
00:30:33belikan ikan,
00:30:35ya,
00:30:37pemerintah sudah menerapkan,
00:30:38memberantas kemiskinan,
00:30:40tapi,
00:30:41di Indonesia,
00:30:42yang kaya semakin kaya,
00:30:44yang miskin semakin miskin,
00:30:45betul?
00:30:46Betul,
00:30:47jangan protes,
00:30:48pasal 33 menyebutkan,
00:30:50perekonomian di Indonesia,
00:30:51disusun sebagai usaha bersama,
00:30:54atas dasar azas,
00:30:55kekeluargaan,
00:30:56keluarga yang kaya makin kaya,
00:30:58keluarga yang bikin maskin miskin,
00:31:04sebenarnya,
00:31:06kaya dan miskin itu kan masalah harta,
00:31:08betul?
00:31:09Harta itu tidak pernah memuaskan kita,
00:31:12saya pernah membuktikannya,
00:31:14harta tidak pernah memuaskan kita,
00:31:16yang memuaskan kita adalah,
00:31:17harti,
00:31:19nomor 36,
00:31:21oke,
00:31:22assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
00:31:33ini memang semakin sulit ini,
00:31:37terpaksa,
00:31:38apa ngelihat dari seluruh,
00:31:40apa sisi,
00:31:42apa yang sudah di workshopkan,
00:31:44beberapa kali,
00:31:45dari beberapa episode ini ya,
00:31:50tema menarik,
00:31:51ketika kamu menceritakan perkawinan agung,
00:31:54yang tempoh hari itu,
00:31:55Mbak siapa tadi itu?
00:31:56Mbak Alia itu,
00:31:58tapi kemudian ketika itu,
00:32:00kebelakang itu sepertinya kok,
00:32:01kepingan-kepingan yang tidak nyambung,
00:32:04aku cuma kepingin,
00:32:06kalau itu tersambung itu,
00:32:07dengan satu penghubung,
00:32:08satu jembatan,
00:32:10yang seakan-akan,
00:32:11seluruh,
00:32:11apa fragment-fragment humor,
00:32:16yang ditampilkan tadi itu,
00:32:17ada anyamannya,
00:32:19jadi tidak seperti,
00:32:20sesuatu yang terpisah-pisah,
00:32:22memang setiap bagian itu lucu,
00:32:25dan dalam,
00:32:27multitafsir,
00:32:28dan itu memang salah satu dari,
00:32:30kelebihan akbar,
00:32:31selalu bisa menemukan,
00:32:32ironi dan parodi,
00:32:34dari berbagai tema yang dimunculkan,
00:32:36lalu kekuatan kamu,
00:32:37yang tempoh hari sempat muncul,
00:32:39pada pengharapan-pengharapan aspek,
00:32:41teaterikal itu,
00:32:42ini kali memang seperti kamu abekan,
00:32:44kamu hanya memunculkan satu kali,
00:32:46ketika kamu mencoba memberikan,
00:32:48umpan kepada penonton,
00:32:49dan kamu mainkan,
00:32:50itu pun tidak maksimal,
00:32:52andaikan,
00:32:53yang kekuatan-kekuatan tempoh hari itu,
00:32:55bisa kamu munculkan,
00:32:56dengan jembatan-jembatan yang bagus,
00:32:58mungkin menarik,
00:33:00yang mengkhawatirkan,
00:33:02ketika,
00:33:03menstigma,
00:33:04harti,
00:33:06perempuan hanya dimaknai,
00:33:08sebagai,
00:33:09pemuas,
00:33:11ini sangat sensitif,
00:33:13dan berbahaya,
00:33:14itu saja komen saya,
00:33:15terima kasih mas Butet,
00:33:26abis,
00:33:28semuanya sudah disebutkan mas Butet,
00:33:30cuma saya sekedar,
00:33:31ini mumpung,
00:33:32supaya memenuhi,
00:33:34kuota penjurian,
00:33:36jadi saya mau,
00:33:38mengkritisi mas Butet saja,
00:33:41mas Butet itu sebetulnya,
00:33:42dari tadi,
00:33:43cuma kepuasnya,
00:33:44cuma satu saja,
00:33:45dia cuma supaya tahu,
00:33:46bahwa dia enggak kenal,
00:33:47Alia dan Ibas itu saja,
00:33:50soalnya tadi nanya itu,
00:33:51tadi siapa,
00:33:52yang itu,
00:33:52yang kawin kemarin,
00:33:53wala,
00:33:54saya Indonesia ngomongin loh,
00:33:56bar,
00:33:57benar yang dibilang mas Butet,
00:34:00tapi saya rasa,
00:34:02karena saya siap,
00:34:03bahwa mungkin hal terberat,
00:34:06para peserta hari ini adalah,
00:34:08justru kepada emosi ya,
00:34:11Anda,
00:34:11saya yakin sekali,
00:34:14ada tekanan-tekanan yang lebih,
00:34:16hari ini,
00:34:17dari yang hari-hari sebelumnya,
00:34:21dan untuk keluar dari situ,
00:34:23memang relatif,
00:34:25diperlukan penguasaan emosi yang kuat,
00:34:27dan saya lihat sekali,
00:34:28Anda tadi menguas,
00:34:29berusaha menguasai emosi,
00:34:30dari tahun,
00:34:30huh,
00:34:31huh,
00:34:32mau nyanyi,
00:34:33mau apa,
00:34:34tapi,
00:34:36artinya begini,
00:34:36yang harus dijaga juga,
00:34:38adalah ritme,
00:34:40ritmenya,
00:34:40biasanya Anda itu,
00:34:42dari setup ke punchline itu,
00:34:43waktunya temponya sedikit sekali,
00:34:44tadi Anda saya lihat,
00:34:46walaupun harus diakui,
00:34:47pada punchline itu,
00:34:48gernya besar,
00:34:49besar sekali,
00:34:50dar,
00:34:51dar,
00:34:51dar,
00:34:52tapi juga harus tetap di,
00:34:54karena terlalu lama,
00:34:56Anda akan susah mengangkat,
00:34:58dan sekali lagi,
00:35:00selalu saya gak akan capek,
00:35:02penentuan di,
00:35:03klimaks di belakangnya,
00:35:05kill atau bom yang Anda pilih,
00:35:08dan sedapat mungkin kill,
00:35:10itu saja.
00:35:12Terima kasih,
00:35:13Oke,
00:35:19udah tiga besar ya,
00:35:21gak nyangka,
00:35:22udah berminggu-minggu,
00:35:23kita bersama,
00:35:24dan kemarin,
00:35:25Bar,
00:35:26gue,
00:35:26beberapa kali ketemu,
00:35:28teman gue,
00:35:28untuk menanyakan tentang,
00:35:29teman-teman komik kita ya,
00:35:31menurut lo tuh,
00:35:31pandangan secara,
00:35:32teman-teman presenter gue,
00:35:34teman-teman,
00:35:35ya semuanya lah,
00:35:36gue tanya,
00:35:37mereka tuh,
00:35:38rata-rata suka sama lo,
00:35:39kenapa?
00:35:39karena akbar itu punya ciri khas banget,
00:35:41ciri khas yang mana ya tuh,
00:35:43yang kemarin-kemarin,
00:35:44rumah sakit,
00:35:45dan lain-lainnya lah,
00:35:47dan ada beberapa kali,
00:35:48mereka mau pakai itu,
00:35:49karena menurut mereka memang lucu,
00:35:50dan gue suka dengan akbar yang seperti itu,
00:35:52karena belum ada,
00:35:53biasanya sign up kan ya,
00:35:54ya pada umumnya seperti itu,
00:35:55tapi lo membuat,
00:35:57mempunyai warna sendiri,
00:35:58dan itu udah akbar banget gitu,
00:36:00selain politik-politik itu kan,
00:36:04dan gue pikir,
00:36:06gue pikir hari ini,
00:36:07lo memakai warnanya akbar,
00:36:09mungkin memakai,
00:36:10tetap memakai warnanya akbar,
00:36:12cuma dimodifikasikan lagi,
00:36:13dengan yang terbaru,
00:36:14baru,
00:36:14baru,
00:36:15jadi setiap hari,
00:36:16kita selalu menunggu,
00:36:17apalagi ini gebrakan yang baru dari akbar,
00:36:19dan hari ini lo tidak,
00:36:20memberikan gebrakan itu ke kita,
00:36:22tapi masih ada satu kesempatan lagi,
00:36:24karena,
00:36:24lo itu salah satu stand up,
00:36:26yang sangat ditunggu-tunggu,
00:36:27untuk,
00:36:28oh ternyata,
00:36:28ini lahirnya stand up comedy di Indonesia,
00:36:30Indonesia tuh seperti gini,
00:36:31dan gue pengen,
00:36:32lo orangnya,
00:36:33terima kasih,
00:36:36tepuk tangan sekali lagi,
00:36:38akbar,
00:36:39tepuk tangan sekali lagi untuk akbar,
00:36:42baru nyala suara lo ya,
00:36:45Inzanur akbar,
00:36:46saya,
00:36:47saya,
00:36:47keluar lagi,
00:36:48kayaknya seperti ini,
00:36:50ya itu dia,
00:36:51kalau Astrid,
00:36:51kemarin kan nanyain teman-teman presenter,
00:36:53gue juga nanya teman-teman gue,
00:36:54apa teman-teman lah apa,
00:36:55teman main gaplay,
00:36:56gue tanyain,
00:36:57teman main gaplay,
00:36:57gue juga pada suka akbar,
00:36:58gue juga tanya sama teman-teman gue,
00:36:59yang model,
00:37:02oke,
00:37:02itulah Inzanur akbar,
00:37:04kasih tepuk tangan dulu,
00:37:05silahkan,
00:37:06orang terakhir yang akan hadir,
00:37:08ini komik ini,
00:37:09tadi kalau gue gak salah,
00:37:09dia ngebuka tadi ya,
00:37:10dia ngebuka,
00:37:11dia nambil pertama,
00:37:12di putaran pertama tadi,
00:37:14dan sekarang dia akan menutup,
00:37:15di putaran kedua,
00:37:15tepuk tangan,
00:37:16untuk akbar,
00:37:21saya,
00:37:22saya,
00:37:23ingin kamu,
00:37:25meminji,
00:37:26jadi gini-gini mulu,
00:37:28oke akbar,
00:37:29silahkan dipilih,
00:37:30kadanya mau yang mana,
00:37:32yang mana penonton,
00:37:33yang merah,
00:37:34yang merah,
00:37:36tadi,
00:37:36akbar buta warna,
00:37:37jangan bilang warna,
00:37:39karena saya cinta,
00:37:41semua penonton yang ada di sini,
00:37:43mungkin saya akan,
00:37:45pilih yang bentuknya,
00:37:46cinta buat semuanya,
00:37:48ya itu adalah,
00:37:51hati,
00:37:51bentuk,
00:37:52cinta itu mana ini ya,
00:37:53itu mah udah tadi,
00:37:54oh ini,
00:37:55iya,
00:37:56cinta,
00:37:57sweet love,
00:37:58sweet love,
00:37:59untuk,
00:37:59semua yang ada di sini,
00:38:02oke,
00:38:03yuk,
00:38:03yuk,
00:38:03bantu dibuka,
00:38:05ada di sana,
00:38:06I love you loh,
00:38:07waduh,
00:38:08ini berat nih kayaknya nih,
00:38:09coba diangkat,
00:38:10loh mana,
00:38:13nah ini dia,
00:38:14bendanya adalah kunci,
00:38:15kasih tepuk tangan dulu,
00:38:18udah siap belum,
00:38:20insyaallah,
00:38:20tepuk tangan untuk akbar,
00:38:27assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
00:38:33bismillahirrahmanirrahim,
00:38:35semoga masih ada tawa yang tersisa,
00:38:38ya,
00:38:38tepuk tangan buat semuanya,
00:38:41kunci,
00:38:42kunci ini paling penting,
00:38:44betul kan,
00:38:44kunci paling penting,
00:38:45untuk kita masuk ke apapun,
00:38:48ya kan,
00:38:48mau masuk rumah,
00:38:50kita butuh kunci rumah,
00:38:51mau masuk kantor,
00:38:53kita butuh kunci kantor,
00:38:55ya,
00:38:55mau masuk angin,
00:38:56kita butuh wedang jahe,
00:39:01ya,
00:39:04ada yang,
00:39:05bentar,
00:39:06bentar,
00:39:06apa itu gini,
00:39:07ya,
00:39:09sip, sip, sip, sip, sip, sip, sip, sip, sip, sip, sip,
00:39:12nah,
00:39:13kunci ada yang namanya kunci sukses,
00:39:16ya,
00:39:16bener kan kunci sukses,
00:39:17kenapa dinamakan kunci sukses,
00:39:19karena di Indonesia,
00:39:21ukuran sukses itu adalah
00:39:23kalau punya banyak kunci
00:39:24kunci mobil, kunci rumah
00:39:26kunci hotel
00:39:28kunci berangkas
00:39:30kunci semuanya
00:39:31ternyata salah
00:39:33tukang kunci kuncinya banyak
00:39:36tapi gak sukses-sukses
00:39:39yes yes
00:39:42kunci sukses rumah tangga
00:39:44iya
00:39:45kunci sukses rumah tangga itu adalah
00:39:48kalau kita bisa komunikasi
00:39:50dan tahu keinginan pasangan
00:39:52iya
00:39:53asik
00:39:54asik
00:39:57wanita itu paling suka
00:39:59kalau dibelikan sepatu
00:40:00karena apa?
00:40:01dia akan merasa haknya lebih tinggi
00:40:03daripada laki-laki
00:40:09iya
00:40:10laki-laki
00:40:10iya
00:40:11laki-laki paling seneng
00:40:13kalau membelikan lipstick
00:40:14walaupun harganya mahal
00:40:16tetap dibelikan
00:40:17karena apa?
00:40:18semahal apapun
00:40:19laki-laki yang akan menikmatinya
00:40:26yes yes
00:40:27yes yes
00:40:30bentar ya
00:40:33iya
00:40:34yes yes
00:40:36nemu nemu nemu nemu nemu nemu satu
00:40:38ah
00:40:39kunci ya kunci
00:40:41bener
00:40:42nemu
00:40:43apa ya tadi
00:40:44sebenarnya gak?
00:40:46iya
00:40:46ternyata
00:40:47tidak hanya
00:40:49komunikasi
00:40:50antara pasangan
00:40:51kunci sukses
00:40:52berumah tangga
00:40:53adalah komunikasi
00:40:54dengan mertua
00:40:55iya
00:40:56betul ya
00:40:57betul
00:40:58nah
00:40:58kita tidak akan sukses
00:41:00berumah tangga
00:41:01kalau kita bertengkar
00:41:03dengan mertua
00:41:04iya
00:41:05contohlah
00:41:05nabi adam
00:41:06nabi adam
00:41:07sama sitihawa itu
00:41:08awet
00:41:08karena gak pernah
00:41:09dimarahi oleh mertuanya
00:41:16karena
00:41:19siapa yang pernah tahu
00:41:21mertuanya
00:41:21nabi adam
00:41:25iya
00:41:26bentar
00:41:27bentar
00:41:38iya
00:41:39kita masih butuh kunci
00:41:41makanya
00:41:42kalau kita mati
00:41:43makam kita yang ngerawat
00:41:45itu namanya
00:41:45juru kunci
00:41:46bukan juru gembo
00:41:48iya
00:41:52kunci itu ternyata
00:41:53anak yatim piatu
00:41:55kunci itu ternyata
00:41:56anak yatim piatu
00:41:57yang harus kita santuni
00:41:58biar kita masuk surga
00:41:59karena apa?
00:42:00dari dulu
00:42:01hanya ada
00:42:02namanya
00:42:02anak kunci
00:42:03tidak ada
00:42:04namanya
00:42:04bapak kunci
00:42:04sama ebu kunci
00:42:05iya
00:42:08berhasil
00:42:09berhasil
00:42:10ya
00:42:11kunci
00:42:12nah
00:42:12makanya
00:42:13harus kita santuni
00:42:14karena dia
00:42:15anak yatim piatu
00:42:16akhirnya dia
00:42:17diambil anak aso
00:42:18namanya gembo
00:42:20kalau di jawa
00:42:21namanya mbok gem
00:42:22nah
00:42:24wah kurang berhasil
00:42:26ini
00:42:33yes
00:42:34ini pasti berhasil
00:42:36ada yang namanya
00:42:38kunci rahasia
00:42:41karena ini namanya rahasia
00:42:43akan saya ungkapkan besok ya
00:42:44terima kasih
00:42:44wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
00:43:02saya sampai bingung
00:43:06akbar
00:43:16ini
00:43:17ini bukan aku gak bisa berkomentar
00:43:19aku menunggu mereka
00:43:20supaya tidak ketawa dulu
00:43:21jadi supaya pesannya sampai
00:43:24gitu kan
00:43:31saya melihat kembali lagi
00:43:33mungkin anak sekarang
00:43:34gisinya beda kali
00:43:35sama zaman saya
00:43:36kali ya
00:43:36tapi saya lihat
00:43:38kembali lagi
00:43:39seperti tadi
00:43:40semua ada kelebihan
00:43:41dari mulai
00:43:42semua
00:43:42saya pikir
00:43:43saya pikir anda
00:43:44gak ada kelebihan
00:43:45ternyata juga tetap ada kelebihan
00:43:47kelebihan anda disini
00:43:48dengan spontanitas itu
00:43:51anda tetap menjaga
00:43:53supaya tema dari kunci itu
00:43:56tetap ada
00:43:56bukan dengan
00:44:00membelokkan
00:44:01atau
00:44:01menggabung-gabungkan
00:44:03tema
00:44:04dengan apa
00:44:04kesiapan anda
00:44:05tetapi anda
00:44:06membuat bridge
00:44:08dengan
00:44:09saya bisa katakan
00:44:11itu tadi setup
00:44:11bagaimana anda seolah-olah
00:44:13berpikir gitu
00:44:14berpikir
00:44:15iya
00:44:16iya
00:44:17dan itu sebuah hiburan tersendiri
00:44:18untuk menonton
00:44:24dan hasilnya
00:44:25yaitu
00:44:25Akbar
00:44:28ada di atas
00:44:29kompor gas lagi gak
00:44:33kompor gas
00:44:38saya pengen ketemu
00:44:39kamu nanti di bulan Desember
00:44:40di akhirnya
00:44:45ya saat sekarang
00:44:46maboknya itu lebih cepat
00:44:47mabok cinta
00:44:49mabok kemacetan
00:44:50jadi lebih banyak
00:44:51waktu untuk berpikir
00:44:53tapi jelas banget
00:44:54keliatan banget
00:44:55kalau Akbar tuh
00:44:55enjoy banget disini
00:44:56itu yang paling penting sih
00:44:58mau ngapain aja
00:44:59asal enjoy
00:45:00bayar gak bayar
00:45:02yang penting
00:45:02keluar
00:45:10barusan apa
00:45:11belum kelar
00:45:13belum kelar
00:45:14oh belum kelar
00:45:15yaudah
00:45:15komong-komong
00:45:16terseret
00:45:16keluar apa
00:45:18barusan
00:45:20maksudnya keluar
00:45:21sebagai pemenangnya
00:45:24ada akbar
00:45:26kenapa ji
00:45:30tahun lucu nih
00:45:31ini tadi mikir
00:45:35bukan jadi gila sih
00:45:36kayak lo barusan sih
00:45:37tapi kok bingung sama Astrid ya
00:45:38semua peserta
00:45:39dia bilang
00:45:40aku pengen ketemu
00:45:40sampai akhir nanti
00:45:42aku pengen ketemu
00:45:43sampai akhir nanti
00:45:44lima dong nanti
00:45:45di akhir nanti
00:45:46banyak ntar
00:45:46cuman tiga katanya tadi
00:45:47oh cuman tiga
00:45:48oke kita liat
00:45:49apakah emang bener ya
00:45:50ambar tadi yang
00:45:51kamu lakuin
00:45:51kenapa sih
00:45:52kok kayak mendengar bisikan
00:45:53itu emang bener
00:45:54apa gimana tuh
00:45:55sambil mereka tertawa
00:45:57sambil ngolor-ngolor
00:45:58apa gitu
00:45:59ternyata mikirnya itu
00:46:01pas ketawa bis begini
00:46:02gitu ya
00:46:02iya sebenernya waktu
00:46:03itu sambil mikir apa
00:46:06belum nemu sebenernya
00:46:08lu bayan strategi
00:46:09yang cukup sukses
00:46:10tepuk tangan
00:46:10sekali lagi untuk akbar
00:46:13kembali lagi
00:46:14di stand up comedy
00:46:15Indonesia
00:46:20selamat datang kembali
00:46:21di grand final
00:46:23stand up comedy
00:46:23Indonesia
00:46:23tepuk tangan
00:46:24untuk grand finalist kita
00:46:25Rian dan akbar
00:46:28jadi
00:46:28ini sebenernya sih
00:46:30gue pengen ngasih tau aja ya
00:46:31kita masuk ke putaran kedua
00:46:33dimana akbar
00:46:34dan Rian
00:46:34akan kembali beradu
00:46:36coba
00:46:36ini di tim gue
00:46:37di sebelah sini
00:46:37eh salah
00:46:38tim gue sebelah sini
00:46:40kasih tepuk tangan
00:46:41lu tim akbar
00:46:42ini dia nih
00:46:42tim akbar
00:46:43lu gila
00:46:44lu
00:46:45gila
00:46:46ades
00:46:47ada tentara aja
00:46:48sob
00:46:49ada tentara aja
00:46:50oke
00:46:51ini tim gue nih
00:46:52juga ada nih
00:46:53Rian
00:46:53sama temen-temennya
00:46:54coba tutuk tangan
00:46:55marinir
00:46:56marinir
00:46:57disurduk
00:46:57mau sidik
00:46:58habis
00:46:58ya
00:46:59mau sidik
00:46:59gak masalah
00:47:00gak masalah
00:47:01mau sidik
00:47:02disulap sama pak wisben
00:47:03kurus
00:47:04iya
00:47:04pak wisben nih ada dokter nih
00:47:07ada dokter
00:47:07pak wisben disembuhin
00:47:09ya sembuh ya
00:47:11lihat
00:47:13disana bandit semua
00:47:15disini
00:47:15ada seorang perempuan cantik
00:47:18lo mau ngomong apa ya
00:47:19perempuan kamu sendiri nih
00:47:20disini
00:47:21ada laki-laki
00:47:21bergigi tajam
00:47:22asem
00:47:24oh iya
00:47:25kenapa gue ledek ya
00:47:26iya
00:47:26iya
00:47:27iya
00:47:27iya
00:47:27iya
00:47:29iya
00:47:30gak bisa
00:47:30kenapa ya
00:47:31deh
00:47:31lihat sini
00:47:32disini bukan cuma ada perempuan
00:47:34ada seorang peserta yang waktu itu melamar kekasihnya di stand up komen Indonesia
00:47:40laki banget
00:47:41ngelamat
00:47:41aduh
00:47:42sorry topiknya salah
00:47:43radit
00:47:44sorry banget
00:47:45sorry
00:47:48sorry banget nih radit
00:47:49gue kelepasan
00:47:50ngomong lamaran
00:47:51sorry banget
00:47:53bentar maskara gue luntur
00:47:57oke
00:47:57jadi nanti diantara
00:47:59tim gue
00:47:59nanti akan ada yang ngehekel
00:48:00si rian
00:48:01sebaliknya ketika rian maju
00:48:02ada yang ngehekel
00:48:03dari tim gue
00:48:04loh kok gitu
00:48:04gimana
00:48:05iya bener
00:48:06rian maju
00:48:07ada yang ngehekel
00:48:07dari tim sana
00:48:08dan akbar maju
00:48:09ada yang ngehekel
00:48:10dari tim sini
00:48:11oke
00:48:11kayak gitu
00:48:12yang pertama adalah
00:48:13oke
00:48:14langsung kita sambut ya
00:48:15yang pertama nyoba ya
00:48:16tepuk tangan untuk
00:48:17akbar
00:48:19terbiasa tepuk tangan
00:48:20buat teman-teman
00:48:21saya gak ada di belakang
00:48:23kita sudah memasuki
00:48:24penghujung tahun 2011
00:48:27saatnya mari kita merenung
00:48:28apa saja yang telah terjadi
00:48:30selama tahun 2011
00:48:31dari berbagai kasus
00:48:33yang terjadi di Indonesia
00:48:34kasus Melinda D
00:48:35adalah yang paling menonjol
00:48:39karena
00:48:40gak ada kasus pun
00:48:41dia sudah menonjol
00:48:44nah
00:48:45bayangkan
00:48:4617M
00:48:47biasanya kan wanita
00:48:49cuma 1M
00:48:50itu pun sebulan sekali
00:48:51ini 17M
00:48:56fenomena yang terjadi
00:48:58di 2011
00:48:59adalah artis
00:49:00nyalon jadi bupati
00:49:01salah satunya
00:49:02adalah Juppe
00:49:02banyak orang menentang
00:49:04Juppe jadi pejabat
00:49:05saya setuju
00:49:06Juppe jadi pejabat
00:49:07kalau pejabat
00:49:08biasanya
00:49:09kalau ada apa-apa
00:49:10kan ditutup-tutupi
00:49:11Juppe
00:49:12gak ada apa-apa
00:49:12udah dibuka-buka
00:49:16luar biasa Juppe ini
00:49:18nah
00:49:18orang yang menentang Juppe
00:49:20menjadi pejabat
00:49:21itu berarti
00:49:21belum tahu
00:49:22bagaimana pacitan
00:49:23pacitan itu
00:49:25daerah yang dikelilingi
00:49:26oleh gunung
00:49:27nah
00:49:27Juppe paham sekali
00:49:29apa yang namanya
00:49:29gunung
00:49:32saya yakin
00:49:33gunung-gunung
00:49:34di pacitan itu
00:49:34akan diubah
00:49:35Juppe menjadi
00:49:36obyek wisata
00:49:37yang sangat menarik
00:49:42dan saya yakin
00:49:43Juppe selama
00:49:44menjadi pejabat
00:49:45prestasinya
00:49:46akan sangat menonjol
00:49:47karena belum jadi
00:49:48pejabat
00:49:49dia sudah menonjol
00:49:51nah
00:49:52luar biasa
00:49:53nah
00:49:53kasus lagi
00:49:54yang terjadi
00:49:54di 2011
00:49:55adalah
00:49:56TKI
00:49:57nasib TKI
00:49:58kita sekarang
00:49:59sudah seperti
00:49:59pakaian
00:50:00disiram
00:50:01disetrika
00:50:02digantung
00:50:06kita harus prihatin
00:50:08akhirnya
00:50:09pemerintah melakukan
00:50:09penghentian
00:50:10pengiriman tenaga kerja
00:50:12ke luar negeri
00:50:12karena apa
00:50:13pemerintah beranggapan
00:50:15cari kerja di Indonesia
00:50:16itu lebih mudah
00:50:17gak percaya
00:50:18tanya
00:50:18bu
00:50:19tono kemana
00:50:19no kerjanya nongkrong
00:50:21itu mana
00:50:21no kerjanya judi
00:50:23no kerjanya magumah
00:50:24bukan
00:50:24semua di Indonesia
00:50:25namanya kerja
00:50:30itulah yang terjadi
00:50:31di Indonesia
00:50:32kasus lagi
00:50:33yang bukan kasus
00:50:34ini ada sedikit
00:50:34kejadian menarik
00:50:35menarik perbedaan
00:50:36hari raya
00:50:36Idul Fitri
00:50:37di Indonesia
00:50:38padahal
00:50:39namanya Idul Fitri
00:50:40itu adalah menanti
00:50:41datangnya bulan
00:50:42dari dulu
00:50:43datang bulan
00:50:44itu gak ada yang sama
00:50:45istri saya tanggal 25
00:50:46itu tanggal 36
00:50:48gak usah diributin
00:50:49datangnya bulan
00:50:53nah ada yang menarik lagi
00:50:54selamat buat ketua KPK yang baru
00:50:56di tahun 2011 terpilih
00:50:59ketua KPK yang baru
00:51:00berjanji akan mengungkap
00:51:02kasus-kasus besar
00:51:03tapi koruptor pinter
00:51:05kita bikin kasus kecil-kecil
00:51:06tapi di banyak tempat
00:51:07aman
00:51:08ya kan
00:51:09jadi kita bikin yang kecil-kecil
00:51:10aman
00:51:11nah
00:51:11ini adalah fenomena yang dari
00:51:13korupsi
00:51:14ada fenomena juga
00:51:16yang namanya
00:51:17Ayu Ting Ting
00:51:18tepuk tangan buat Ayu Ting Ting
00:51:19ya
00:51:20Ayu Ting Ting
00:51:21terkenal dengan lagunya
00:51:23dimana
00:51:23dimana
00:51:25dimana
00:51:26nah
00:51:26ternyata Ayu Ting Ting
00:51:28akan go internasional
00:51:29menyanyikan lagunya
00:51:30dalam bahasa Inggris
00:51:31saya tidak bisa membayangkan
00:51:32dimana apa
00:51:33where
00:51:33where
00:51:34where
00:51:35where
00:51:35where
00:51:36where
00:51:37where
00:51:38where
00:51:39where
00:51:40where
00:51:40ini bukan lagu
00:51:42bahasa Inggris
00:51:43ini lagu bahasa Jawa
00:51:46bayangkan seperti itu
00:51:48nah
00:51:48di penghujung tahun
00:51:50biasanya kita tertimpa
00:51:51yang namanya
00:51:52bencana
00:51:52kalau ngomong bencana
00:51:54ingat kata
00:51:55EBIT GAD
00:51:55kita mesti telanjang
00:51:57dan benar-benar bersih
00:51:58suci lahir
00:51:59dan di dalam batin
00:52:00tengoklah ke dalam
00:52:01sebelum bicara
00:52:02singkirkan debu
00:52:03yang masih melekat
00:52:04hohohohoho
00:52:06singkirkan debu
00:52:07yang masih melekat
00:52:08anugerah dan bencana
00:52:10itu adalah kehendaknya
00:52:11kita mesti tabah
00:52:12dalam menjalani
00:52:13hanya campur kecil
00:52:14agar kita sadar
00:52:15hanyalah dia
00:52:16di atas segalanya
00:52:17hohohoho
00:52:18hanya dia
00:52:19di atas segalanya
00:52:22kata EBIT
00:52:23bencana itu
00:52:24macam-macam
00:52:25anak menjerit-jerit
00:52:26asap panas
00:52:26membakar
00:52:27lahar
00:52:27dan pada
00:52:28menyapu bersih
00:52:29ini bukan hukuman
00:52:30hanya satu isyarat
00:52:31agar kita
00:52:32mesti banyak berbenang
00:52:33hohohoho
00:52:35bahwa kita
00:52:36mesti banyak berbenang
00:52:37gak nyanyi aja
00:52:39fales ya
00:52:40eh
00:52:40gak nyanyi aja fales
00:52:42gak nyanyi aja fales
00:52:43iya
00:52:43kalau yang paling lucu
00:52:44biasanya iklannya banyak
00:52:46apa
00:52:52maaf
00:52:53iklan-iklan
00:52:53jadi harus sabar
00:52:54nah
00:52:55yang perlu dicatat juga
00:52:57ini adalah
00:52:58catatan sejarah
00:52:59komedi Indonesia
00:53:00tepuk tangan dulu
00:53:02tapi
00:53:03yang namanya catatan
00:53:05selalu ditulis
00:53:06hitam
00:53:06di atas putih
00:53:09tidak ada catatan
00:53:10putih
00:53:11di atas hitam
00:53:12gak kebaca
00:53:13walaikum warahmatullahi wabarakatuh
00:53:19kalau mencoba
00:53:21membandingkan dengan penampilan yang pertama tadi ya
00:53:23saya sih lebih suka dan lebih
00:53:25bagus yang pertama
00:53:27tapi ini bukan berarti ini buruk
00:53:29ini juga tetap menunjukkan satu kehebatan dari kamu
00:53:32terutama
00:53:34pelesetan-pelesetan logika
00:53:36yang kamu munculkan
00:53:38kemampuan
00:53:39bermain dengan jeda
00:53:41saya ingin mengatakan
00:53:43mungkin secara umum ya
00:53:45sebenarnya pada
00:53:473 minggu yang lalu
00:53:49ketika
00:53:49komik itu tertinggal
00:53:51hanya 5
00:53:52kami para juri itu
00:53:53sebenarnya sudah
00:53:54sulit
00:53:55menemukan siapa yang harus
00:53:57dieliminasi
00:53:58jadi ini cuma perkara
00:54:00prosedur saja
00:54:01bahwa
00:54:02acara ini memang
00:54:03mengharuskan
00:54:04ada yang dieliminasi
00:54:05artinya tidak
00:54:06ini bukan perkara
00:54:08siapa menang
00:54:09siapa kalah
00:54:09tapi bahwa
00:54:10acara seperti ini
00:54:11telah melahirkan
00:54:13satu tradisi baru
00:54:14dan memberikan peluang
00:54:15orang-orang kreatif
00:54:16untuk semakin laris
00:54:17dan hari depannya jelas
00:54:20dan menurut saya
00:54:22kalian
00:54:22terutama
00:54:23akbar
00:54:25ini yang pantas
00:54:26disyukuri
00:54:27diaplisiasi
00:54:28karena
00:54:29kamu
00:54:29dengan cara
00:54:30bermain kamu
00:54:31stand up
00:54:32komedi
00:54:32Indonesia
00:54:33saya sengaja
00:54:35menggarisbawahi
00:54:35Indonesia ini
00:54:36ini kamu memberikan
00:54:38satu
00:54:38sumbangan besar
00:54:40untuk lahirnya
00:54:41satu
00:54:42teori baru
00:54:43tentang stand up
00:54:44komedi
00:54:44jadi stand up
00:54:45komedi bukan hanya
00:54:46yang dari barat
00:54:47tapi kamu memberikan
00:54:48sumbangan
00:54:48bahwa di dalam
00:54:49stand up komedi
00:54:50Indonesia ini
00:54:52ada sesuatu
00:54:53yang istimewa
00:54:53yang berbeda
00:54:55dengan yang lain itu
00:54:59oke
00:54:59terima kasih lagi
00:55:00untuk
00:55:00insandor akbar
00:55:01nangis lagi
00:55:04nangis lagi
00:55:05nangis mulu
00:55:06sini
00:55:08oke
00:55:09jadi tadi kita sudah lihat
00:55:10akbar sudah mengeluarkan
00:55:12dan dia memilih tema sendiri
00:55:13temanya adalah
00:55:14kalidoskop 2011
00:55:15betul
00:55:15tepuk tangan sekali lagi
00:55:16untuk insandor akbar
00:55:17tapi gue tau
00:55:18satu orang yang di bawah terang
00:55:19itu lucu banget
00:55:20yaitu penampil selanjutnya
00:55:22langsung tepuk tangan saja
00:55:23untuk akbar
00:55:26assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
00:55:31selamat datang
00:55:32buat umpat
00:55:33saya tau ini pasti dari umpat
00:55:35bolen kartika nih baunya
00:55:38oke
00:55:39dan tepuk tangan juga
00:55:40buat Indonesia
00:55:41yang sudah mengumpulkan
00:55:42sementara emas terbanyak
00:55:46dan saya
00:55:48senang sekali
00:55:49Indonesia bisa
00:55:50mengumpulkan
00:55:51mengumpulkan
00:55:52emas di sea game
00:55:52karena apa
00:55:53hanya dari sea game
00:55:55kita bisa punya banyak emas
00:55:56di free pot irian
00:55:57kita sudah tidak
00:55:58kebagian emas
00:56:05kekayaan alam Indonesia
00:56:07sudah habis
00:56:08akhirnya
00:56:09apa yang dilakukan
00:56:09masyarakat Indonesia
00:56:10mereka mengeksplorasi
00:56:12kekayaan alam gaib
00:56:13pocong
00:56:14kuntilanak
00:56:17main film
00:56:18semuanya
00:56:19ya kan
00:56:20yang paling banyak
00:56:21mengumpulkan
00:56:22yang pertama kemarin
00:56:22yang pertama kemarin
00:56:23dayung
00:56:23dayung Indonesia
00:56:24sip nomor 1
00:56:26karena apa
00:56:27memang
00:56:29karena apa
00:56:30hanya di Indonesia
00:56:31yang kita bisa sekali
00:56:32mendayung
00:56:322-3 pulau terlampaui
00:56:37kemudian karate
00:56:38karate
00:56:39karate
00:56:40karate
00:56:42karate
00:56:44karate
00:56:44karateknya mau berangkat
00:56:45espeda dulu
00:56:47karate
00:56:48karate mengumpulkan emas terbanyak juga
00:56:50karena apa
00:56:51negara lain biasanya pakai
00:56:52dan 1
00:56:53dan 2
00:56:53dan 3
00:56:54Indonesia
00:56:55dan kawan-kawannya
00:57:02akhirnya menang
00:57:03tapi
00:57:04saya tidak akan membahas
00:57:06mengenai olahraga malam hari ini
00:57:07saya akan membahas
00:57:09tentang pencuri uang negara
00:57:10alias
00:57:10koruptor
00:57:15korban-korban pikiran kotor
00:57:17kenapa
00:57:18kenapa di Indonesia
00:57:21koruptor masih banyak
00:57:22kalau Pak Wispen
00:57:24timbul pertanyaan saya
00:57:25timbul jawabannya
00:57:28karena apa
00:57:29hukum di Indonesia ini lemah
00:57:30lain dengan hukum-hukum negara lain
00:57:32di Arab
00:57:33pencuri sendal
00:57:35dipotong tangannya
00:57:36di Indonesia
00:57:37pencuri uang negara
00:57:39dipotong masa tahanannya
00:57:46di China
00:57:47koruptor digantung
00:57:50kepalanya
00:57:50di Indonesia
00:57:51koruptor
00:57:52digantung
00:57:53kasusnya
00:57:59dan lainnya
00:58:01di Indonesia
00:58:02semua ilmu
00:58:03kebanyakan ilmu
00:58:04kalau diterapkan
00:58:05di hukum Indonesia
00:58:07tidak akan cocok
00:58:08dokter mengatakan
00:58:09sakit
00:58:10itu disebabkan oleh virus
00:58:12tapi dalam hukum Indonesia
00:58:13hanya gara-gara
00:58:15dipanggil orang
00:58:15bisa tiba-tiba sakit
00:58:17Pak
00:58:18oh
00:58:19Bapak dipanggil KPK
00:58:22aduh
00:58:24aduh
00:58:27aduh
00:58:28Pak
00:58:30Bapak dipanggil polisi Pak
00:58:33aduh
00:58:33aduh
00:58:34aduh
00:58:34aduh
00:58:35aduh
00:58:36aduh
00:58:37aduh
00:58:38aduh
00:58:38aduh
00:58:41maaf Pak
00:58:42Bapak ini kan belum dipanggil
00:58:43dipanggil yang maha kuasa
00:58:45goblok
00:58:50katanya Indonesia sudah menerapkan
00:58:53yang namanya
00:58:53katakan
00:58:54tidak pada korupsi
00:58:56iya
00:58:56banyak pejabat yang sudah menerapkan
00:58:59oh
00:58:59Bapak korupsi
00:59:00oh tentu tidak
00:59:07bapak korupsi
00:59:08oh tidak
00:59:09bapak korupsi
00:59:11iya
00:59:11kapan
00:59:13dan katanya
00:59:19dan katanya
00:59:21di Indonesia
00:59:23tahanan koruptor bisa keluar masuk penjara
00:59:26itu berita bohong
00:59:27yang benar adalah
00:59:28dia masuk dulu
00:59:29baru keluar
00:59:30gak balik-balik
00:59:34korupsi
00:59:34korupsi ternyata di Indonesia
00:59:35tidak hanya masalah uang dan barang
00:59:38di Indonesia
00:59:39saking parahnya
00:59:40waktu juga di korupsi
00:59:42contohnya
00:59:43saya sebenarnya 6 menit
00:59:45karena saya korupsi
00:59:45ya saya tutup
00:59:46sampai sekian
00:59:46wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
01:00:07sekarang mantra ketakjuban saya
01:00:10saya berikan kepada kamu
01:00:12mantra-nya apa pak deh
01:00:13mantra-nya apa
01:00:14mantra-nya bukan
01:00:16bukan
01:00:16jadi apa
01:00:18se***an tenan
01:00:26akbar
01:00:27pintar kamu mengangkat isu-isu aktual
01:00:30sosial
01:00:30politik
01:00:31dalam tampilan kamu kali ini
01:00:33kalau toh
01:00:36yang
01:00:37peluang yang masih bisa dikembangkan
01:00:39sebenarnya menarik ketika kamu bicara soal emas
01:00:41kemudian free port
01:00:42dan kalau mau lebih tajam lagi
01:00:44ngomong soal Papuanya
01:00:46kalau itu masih bisa dieksplorasi
01:00:48ini sangat aktual
01:00:49dan pasti kamu
01:00:51dengan kecerdasanmu yang luar biasa
01:00:53bisa menemukan humor-humor
01:00:55dalam kepahitan Papua
01:00:56luar biasa
01:00:58terima kasih
01:01:03akbar
01:01:04akbar
01:01:04bang street
01:01:05apa
01:01:07ngomongin free port masa udah abis
01:01:09tapi kalau kamu pasti gak akan abis lucunya akbar
01:01:13ya gak
01:01:14ada lagi nih
01:01:15ada lagi nih
01:01:17aku suka permainan logika kamu
01:01:18kamu pintar sekali
01:01:19menyusun semuanya itu
01:01:20jadi rangkaian yang sangat apik
01:01:22cantik
01:01:22sip
01:01:26aku
01:01:28aku bukan hanya bangga terhadap kalian yang semakin hebat
01:01:32tapi juga temanku astrid ini bukan mine
01:01:35dia bisa bener-bener menilai
01:01:37kalau tadinya dia berfungsi sebagai hanya umum yang melihat lucu atau enggak bagus
01:01:41tapi dia bener-bener bisa melihat ini dengan hebat
01:01:47kecuali
01:01:48kecuali buat Rian
01:01:50kenapa ya
01:01:51aku udah gak bisa menilai dia
01:01:53oh gitu
01:01:54akbar sudah mempunyai warna dan gaya tersendiri
01:02:01dan
01:02:03apalagi seperti yang dikatakan mas Butet bahwa
01:02:06kemudian membawa komedi ke
01:02:09hal-hal yang bersifat kritik sosial
01:02:12itu diperlukan kecerdasan yang lebih
01:02:16karena apa
01:02:17membawa sebuah kritik
01:02:20yang kemudian tidak perlu memberikan solusi
01:02:23berarti harus satir kan
01:02:24karena kalau kritik memberikan solusi berarti itu ceramah
01:02:27kan kayak gitu
01:02:28iya kan
01:02:30nah ini sudah kamu punyai
01:02:32dan itu sebuah nilai plus
01:02:37kompor gas
01:02:39terima kasih
01:03:01terima kasih
01:03:03ini jagoan saya
01:03:05tepuk tangan untuk
01:03:06Insan Nur Akbar
01:03:14naik pesawat
01:03:15jadi maklum buru-buru
01:03:18tapi ini tasnya siapa
01:03:20kasian yang tertukar dengan saya
01:03:22karena saya tadi gak bawa tas
01:03:27ketawa
01:03:27saya tapi bawa istri
01:03:32pesawat itu ya
01:03:33kalau kita tepat
01:03:35pesawatnya yang telat
01:03:36kalau kita yang telat
01:03:38pesawatnya minggan
01:03:39tapi kalau kita tepat
01:03:41pesawatnya tepat
01:03:42kita belum tentu berangkat
01:03:43kalau ada pejabat mau lewat
01:03:50jangan keras-keras
01:03:51panggilan boarding saya gak dengar
01:03:55pesawat itu kalau kita delay
01:03:56itu mesti dikasih nasi kota
01:03:58itu tahu apa artinya
01:04:00itu pengalian isu
01:04:01pertama kita ngomel sama pesawat
01:04:03begitu kita dikasih nasi kota
01:04:05kita ngomel sama catering
01:04:06makanan apa ini
01:04:12jangan keras-keras
01:04:14panggilan boarding saya gak dengar
01:04:16nah pesawat itu kan
01:04:18biasanya delay kan
01:04:19dikasih nasi kota
01:04:20delay 2 jam
01:04:21dikasih nasi kota
01:04:22mari mulai besok
01:04:23kita bawa nasi kota
01:04:24sendiri ke bandara
01:04:25kita kasihkan petugasnya
01:04:27ngomong
01:04:27mbak
01:04:28mbak saya kasih nasi kota ya
01:04:29tapi bisa gak
01:04:30saya diberangkatkan
01:04:312 jam lebih awal
01:04:36eh eh
01:04:38ini tasnya siapa
01:04:39istri saya dibawa loh eh
01:04:41nah
01:04:42biasanya kalau telatkan itu
01:04:44kita dikasih nasi kota
01:04:45mari kita berdoa ya
01:04:47kita semoga delay
01:04:4910 jam
01:04:49siapa tahu loh
01:04:50kita dapat depot
01:04:51bapak
01:04:52bapak dapat memiliki depot
01:04:53yang sebelah sana loh bapak ya
01:04:54bapak dapat memiliki depot
01:04:56yang sebelah sana
01:04:57silahkan bapak
01:04:57waduh mbak
01:04:58bapak depotnya habis
01:04:59bapak bisa memiliki
01:05:00minimarket yang di sebelah sana
01:05:03itu adalah pesawat
01:05:04nah
01:05:05begitu memasuki pesawat
01:05:06ada yang satu hal
01:05:08yang sangat kurang ajar ini
01:05:09sekarang petugas bandara itu
01:05:11sudah melebihi
01:05:11malekat israel
01:05:12berani melakukan
01:05:14panggilan terakhir
01:05:15kepada bapak akbar
01:05:22panggilan terakhir itu kan tugasnya
01:05:25malekat israel
01:05:26panggilan terakhir
01:05:27malekat israel ada
01:05:28kalau manggil
01:05:29enggak pakai pengeras suara
01:05:34kan malu
01:05:36kalau ketahuan tetangganya
01:05:37padahal
01:05:39anehnya gini
01:05:40malekat israel itu kan
01:05:41manggil enggak pakai
01:05:42pengeras suara
01:05:42tapi tetangganya denger
01:05:44bapak akbar katanya
01:05:45dipanggil kemarin ya
01:05:46itulah hebatnya
01:05:48nah
01:05:48memasuki pesawat
01:05:50kita selalu diingatkan
01:05:52melipat meja
01:05:53kencangkan sabuk pengaman
01:05:54tegakkan sandaran kursi
01:05:56tau artinya
01:05:56itu artinya gini
01:05:58melipat meja
01:05:59udah enggak ada lagi
01:06:00makanan yang disajikan
01:06:01kalau anda lapar
01:06:03kencangkan saja
01:06:04ikat pinggang
01:06:06tegakkan sandaran kursi
01:06:07anda kan lempas
01:06:08biar terlihat kuat
01:06:09tegakkan sandaran kursi
01:06:14hei hei
01:06:16sudah panggilan ya
01:06:17oh belum
01:06:17masih lama
01:06:19nah
01:06:20biasanya kalau naik pesawat itu
01:06:22terjadi hal yang aneh-aneh
01:06:23di pesawat
01:06:24begitu kita masuk
01:06:26ngomong aja
01:06:27pramugarinya
01:06:28tapi penumpang
01:06:29enggak mau dengerin
01:06:30tau kenapa penumpang
01:06:31enggak pernah mendengarkan
01:06:32karena pramugari
01:06:33juga enggak pernah
01:06:34ngasih PR sama tugas
01:06:37coba bayangkan
01:06:38kalau pramugari
01:06:39ini ngasih tugas
01:06:40pasti semua
01:06:41mbak-mbak
01:06:41tolong diulangi
01:06:42tadi sabuknya
01:06:43diapain sabuknya
01:06:44oh gini
01:06:46tolong-tolong
01:06:47tadi ada di bawah mana
01:06:48pelampungnya ada di bawah mana
01:06:50oh sini
01:06:50tadi tabung apa mbak
01:06:52tabung
01:06:52tabung LPG
01:06:55pesawatnya pasti akan
01:06:56delay lebih lama
01:06:57tapi kita akan dapat
01:06:58nasi kotak lagi
01:07:02masih ada waktu
01:07:03belum ada panggilan kan
01:07:05oh belum
01:07:05iya
01:07:06biasanya kalau kita
01:07:08naik pesawat itu ya
01:07:09kita harus tahu
01:07:10bahwa pramugari itu
01:07:11adalah orang yang
01:07:12paling sabar
01:07:13bayangkan loh
01:07:14kalau itu guru
01:07:15penumpang
01:07:15enggak ada yang dengarkan
01:07:16hey
01:07:17bangku 10B
01:07:17kalau enggak
01:07:18mendengarkan
01:07:18keluar
01:07:23jangan naik ini lagi
01:07:24anda saya skor sing
01:07:25tiga hari
01:07:26enggak boleh naik pesawat ini
01:07:34hey hey hey
01:07:35jangan keras-keras
01:07:37panggilan
01:07:37bordeng saya enggak denger
01:07:40pesawat itu
01:07:41biasanya kita
01:07:41kalau naik
01:07:43gini
01:07:44saat paling berbahaya
01:07:46bagi pesawat
01:07:46adalah saat
01:07:47take off dan
01:07:48south landing
01:07:48makanya
01:07:49para mugari
01:07:49mesti berpesan
01:07:50kalau saat
01:07:51take off
01:07:51south landing
01:07:52buka cendela mbak
01:07:53itu artinya apa
01:07:55nikmatilah
01:07:56pemandangan itu
01:07:57siapa tahu
01:07:57itu adalah
01:07:58pemandangan terakhir anda
01:07:59sebelum sesuatu
01:08:00akan terjadi
01:08:04makanya
01:08:05bangku pesawat itu
01:08:07ada nomor
01:08:0710B
01:08:0810C
01:08:08itu fungsinya apa
01:08:09kita enggak boleh pindah
01:08:10apabila memang terjadi
01:08:12apa-apa
01:08:13identifikasinya mudah
01:08:14enggak usah
01:08:15lihat wajahnya
01:08:1610B
01:08:16bapak akbar
01:08:1710C
01:08:18bapak
01:08:19makanya bapak akbar
01:08:20tadi mendapat
01:08:20panggilan terakhir
01:08:22nah
01:08:23jangan ngetahuin
01:08:25pesawat ya
01:08:25sekarang saya mau
01:08:26ngetahuin penumpang
01:08:27penumpang Indonesia
01:08:29ini cenderung pamer
01:08:30begitu mau naik pesawat
01:08:31ambil handphone
01:08:32hello Soekarno-Hatta
01:08:34ganti status
01:08:36status Facebook
01:08:37Twitter
01:08:37hello Soekarno-Hatta
01:08:39hello Polonia
01:08:40hello Juanda
01:08:42pernah naik beast
01:08:44kemudian
01:08:44hello Gambir
01:08:45hello Pulau Gadung
01:08:46hello
01:08:48pernah
01:08:50ini membuktikan
01:08:51orang Indonesia itu
01:08:52suka pamer
01:08:52begitu pesawat mendarat
01:08:54ambil handphone
01:08:55status Twitter
01:08:56Facebook diganti
01:08:56just landing
01:08:57mendarat
01:08:59touchdown
01:09:00semua diganti
01:09:01orang ambil handphone
01:09:02halo aku harus
01:09:03landing ya
01:09:04aku harus landing juga
01:09:05aku juga
01:09:05pernah gak
01:09:07kalau di terminal
01:09:08aku baru
01:09:09nyampe
01:09:09Pulau Gadung
01:09:11aku juga
01:09:12aku lagi
01:09:13di halte
01:09:14andai kan status
01:09:15KTP ini
01:09:16bisa diganti
01:09:17saya yakin
01:09:18saat itu
01:09:18diganti juga
01:09:19nama akbar
01:09:20status
01:09:20just landing
01:09:34belum ya
01:09:36tanggung jawab loh ya
01:09:37kalau saya ditinggal
01:09:40ngomongin pesawat
01:09:41ini ada yang menarik
01:09:43sekali lagi
01:09:43ini membuktikan
01:09:45bahwa hitam
01:09:46lebih unggul dari putih
01:09:47kalau ada kecelakaan
01:09:49pasti yang dicari adalah
01:09:50kota hitam
01:09:50bukan kota putih
01:10:00kota hitam
01:10:01kota hitam
01:10:16kota hitam
01:10:17kota hitam
01:10:18kota hitam
01:10:18kota hitam
01:10:19kota hitam
01:10:19kota hitam
01:10:20kota hitam
01:10:20kota hitam
01:10:21kota hitam
01:10:21kota hitam
01:10:21kota hitam
01:10:21kota hitam
01:10:21kota hitam
01:10:22Dua kutukan yang saya terima malam ini
01:10:25Pertama, saya dipaksa memakai jazz
01:10:30Ini gak matching banget
01:10:34Kedua, saya harus ditugasi menggugurkan salah satu dari dua yang sama kuat
01:10:42Ini adalah sesuatu yang hil yang mustahal
01:10:47Jika dimungkinkan ada juara kembar, mendingan kembar wailah
01:10:53Ini anggel nih, tugasnya berat
01:10:55Karena kamu membuktikan keunggulanmu yang mulai kamu munculkan pada episode yang ke-8 kalau gak salah
01:11:02Adalah permainan-permainan acting dan repetisi itu
01:11:05Dan kali ini, ini kamu munculkan dalam variasinya yang luar biasa
01:11:13Seluruh pengalaman yang kamu dapatkan dari mentor-mentor itu sudah kamu kunyah
01:11:17Sudah betul-betul menjadi milikmu dan kamu perkaya dengan satu sumbangan teori kamu yang sangat lokal jenius itu
01:11:24Budaya plesetan, bukan hanya plesetan kata-kata tapi bagaimana kamu dengan canggih memplesetkan logika
01:11:32Memplesetkan stereotip-stereotip kemapanan
01:11:36Wah itu kan luar biasa
01:11:40Pol
01:11:54Yang, yang, yang, yang tiga, tiga, itu huruf itu enggak, enggak
01:11:59Sudah
01:11:59Oh udah
01:12:02Enggak
01:12:04Atas nama Soepan Santun, *** bro eh
01:12:07Oke
01:12:08Oke, tepuk tangan untuk Insan Nur Akbar
01:12:12Dan berarti selesailah perjuangan Insan Nur Akbar
01:12:15Di stand-up komedi Indonesia putaran per, eh, season pertama
01:12:19Kita lihat nangis enggak, oh nangis
01:12:22Iya
01:12:23Akhir matanya tidak akan pernah kering ya
01:12:24Kalau lu gak jadi komik, lu bisa jadi pemain sinetron kayaknya
01:12:27Lu tahu enggak kenapa dia nangis?
01:12:29Kenapa tuh?
01:12:29Ini siapa ini?
01:12:32Tapi oke lah, berarti baik Rian dan Akbar sudah memberikan yang terbaik jadi tepuk tangan
01:12:36Terima kasih untuk Insan Nur Akbar
01:12:38Thank you
01:12:39Thank you Akbar
01:12:40Oke, setelah yang satu ini ada dua orang ganteng nih katanya mau stand-up sedikit untuk anda
01:12:46Abis itu baru kita cari tahu siapa kira-kira yang menjadi pemenang
01:12:49Jadi jangan kemana-mana, tetap istirahat komedi Indonesia
01:12:51Ada yang perokok, ada yang perokok
01:12:53Ada yang perokok
01:12:54Sebelum saya menjelaskan tentang rokok, saya jelaskan dulu ada tiga tipe perokok
01:12:58Ada yang cuma bawa rokok, gak bawa kore
01:13:01Nah ini tipe yang optimis
01:13:03Ah pasti nanti ada yang bawa nih
01:13:05Ada yang tipe pesimis
01:13:08Cuma bawa kore, gak bawa rokok
01:13:11Ntar kalau bawa rokok ada rahasia kena
01:13:13Bawa kore aja aman
01:13:14Ada yang gak bawa rokok, gak bawa kore
01:13:17Ini tipe pengemis nih biasa ya
01:13:21Oke, mengenai rokok
01:13:23Ada dua zat yang terkandung dalam rokok
01:13:26Nikotin dan tar
01:13:28Tahu kan bener?
01:13:29Nikotin menyebabkan banyak penyumbatan juga kan
01:13:31Nah ada juga bahan yang bisa menyebabkan kita kecanduan gak pengen berhenti rokok
01:13:36Terus merokok
01:13:36Itu adalah tar
01:13:37Tar habis mandi satu
01:13:40Tar habis
01:13:42Tahu makan satu
01:13:44Nah, tapi disini saya akan membela hak-hak perokok
01:13:49Kenapa perokok itu selalu didiskrimani
01:13:52Ini mana sih kan?
01:13:54Di mal, di mal kita ada ruangnya tersendiri
01:13:58Karena apa?
01:13:59Kita salah satu penyumbang pajak terbesar di Indonesia
01:14:01Betul kan?
01:14:03Kenapa?
01:14:04Karena bau
01:14:05Kentut juga bau
01:14:06Kenapa di mal gak ada kentut area?
01:14:08Asap juga bau
01:14:09Ya, asap ya asap
01:14:11Tukang sate asapnya lebih banyak
01:14:14Menyebabkan impotensi
01:14:15Saya gak percaya
01:14:16Karena apa?
01:14:18Dokter juga bilang
01:14:19Rokok mengandung bla bla bla bla
01:14:21Gimana saya bisa percaya menyebabkan impotensi
01:14:24Kalau hanya kita hisap rokok sudah mengandung
01:14:28Ya kan?
01:14:30Nah, sebenarnya
01:14:32Sebenarnya mengenai rokok
01:14:33Katanya rokok bisa mengurangi umur
01:14:35Benar?
01:14:37Alhamdulillah
01:14:38Kalau saja saya tidak merokok
01:14:40Mungkin umur saya gak dikurangi
01:14:42Umur saya sekarang sudah 90 mungkin ya
01:14:44Karena gak dikurangin ya
01:14:46Dan katanya rokok bisa menyebabkan kematian
01:14:49Oh tenang saja ya
01:14:50Rokok bisa menyebabkan kematian
01:14:52Bukannya kematian adalah awal kehidupan yang abadi
01:14:56Yeeeh
01:14:58Yeeeh
01:14:59Sebentar
01:14:59Jangan percaya
01:15:01Dibungkus rokok
01:15:02Tahu dibungkus rokok, tahu?
01:15:03Peringatan pemerintah
01:15:06Ingat
01:15:06Yang memperingatkan adalah pemerintah
01:15:08Bukan dokter
01:15:08Ya kan?
01:15:10Bener kan?
01:15:11Peringatan pemerintah
01:15:12Bukan dokter
01:15:13Ya
01:15:13Dalam hal politik
01:15:15Yang gede aja
01:15:16Kita tidak percaya pemerintah
01:15:17Apalagi hal yang kecil
01:15:23Bener gak?
01:15:24Bener gak?
01:15:26Sebenarnya
01:15:26Ada cara
01:15:28Pemerintah ini pelin-pelan
01:15:29Bingung
01:15:29Dia mau nutup pabrik rokok
01:15:31Tidak mungkin
01:15:32Karena apa?
01:15:33Jumbangan pajak terbesar
01:15:35Ya kan?
01:15:35Berapa warga akan demo
01:15:37Berapa semuanya
01:15:38Karyawan akan demo
01:15:40Kalau ditutup
01:15:40Sebenarnya ada cara
01:15:42Satu
01:15:42Satu cara yang sangat menarik ya
01:15:44Pabrik rokok ditutup
01:15:46Tanpa diprotes oleh
01:15:47Pemerintah
01:15:48Pabrik rokok
01:15:48Pemerintah akan tenang-tenang saja
01:15:50Gak merasa bersalah
01:15:51Bagaimana cara menutup
01:15:52Pabrik rokok
01:15:53Tanpa pabrik rokok
01:15:54Protes
01:15:55Tutuplah pabrik kore
01:15:57Dia akan tutup
01:15:58Dengan belirinya
01:15:59Baik
01:15:59Saya Akbar
01:16:00Terima kasih
01:16:06Siap
01:16:06Langsung tepuk tangan tutup
01:16:07Akbar
01:16:12Saya
01:16:15Tegangnya dari tadi
01:16:16Baru keluar sekarang
01:16:19Dari tadi
01:16:20Dari tadi
01:16:20Deg-degan disana
01:16:21Baru keluar sekarang
01:16:23Saya
01:16:24Hari ini
01:16:26Akan ngomongin
01:16:27Rumah sakit
01:16:28Karena ini rumah sakit
01:16:31Ngomongnya
01:16:31Jangan keras-keras
01:16:39Kalau suster lewat
01:16:41Saya ditegur
01:16:44Rumah sakit
01:16:46Itu biayanya
01:16:47Mahal sekali
01:16:48Betul?
01:16:49Betul
01:16:50Salah
01:16:51Rumah sakit
01:16:53Biayanya
01:16:54Mahal berkali-kali
01:16:55Bukan cuman sekali
01:17:03Bukan cuman sekali
01:17:04Jangan keras-keras
01:17:05Kalau suster lewat
01:17:06Saya ditegur
01:17:16Rumah sakit
01:17:17Rumah sakit
01:17:18Dokter
01:17:18Dokter
01:17:19Biasanya
01:17:20Kalau pasien datang
01:17:21Yang diperiksa pertama
01:17:22Itu giginya
01:17:24Karena apa?
01:17:26Dilihat
01:17:26Kalau yang nyempil daging
01:17:27Obatnya mahal
01:17:28Kalau yang nyempil tempe
01:17:29Obatnya murah
01:17:34Jangan keras-keras
01:17:35Kalau suster lewat
01:17:36Rame
01:17:37Saya yang ditegur
01:17:45Terus
01:17:47Terus
01:17:48Biasanya
01:17:48Biasanya
01:17:49Yang diperiksa itu mata
01:17:51Bukan mata kanan
01:17:53Mata kiri
01:17:53Mata pencarian
01:17:55Ini miskin apakah ya?
01:17:57Nah gitu
01:17:59Jangan terlalu kelas
01:18:00Bener-bener
01:18:01Jangan terlalu keras
01:18:02Nah
01:18:02Tapi
01:18:03Saya bersyukur
01:18:04Disini sekarang
01:18:05Ada yang namanya
01:18:06Jankesmas
01:18:07Betul?
01:18:08Betul
01:18:09Jaminan
01:18:10Kesehatan masyarakat
01:18:11Tapi susah
01:18:12Harus kesana
01:18:13Kesini
01:18:14Bola-balik
01:18:14Nunggu syaratnya
01:18:16Pas syaratnya lengkap
01:18:17Pas pasnya
01:18:18Meninggal
01:18:30Jangan keras-keras
01:18:32Kalau suster datang
01:18:33Saya yang ditegur
01:18:41Kesenjangan
01:18:42Antara orang miskin
01:18:44Sama orang kaya
01:18:44Ya
01:18:45Itu
01:18:45Kalau sakit
01:18:46Orang sakit
01:18:48Ya
01:18:48Ya
01:18:49Orang sakit
01:18:50Eh orang sakit
01:18:51Orang
01:18:52Pak Lom rumah sakit
01:18:54Orang kaya
01:18:56Kalau sakit
01:18:57Bisa keluar negeri
01:18:59Ngabisin biaya
01:19:00Orang miskin
01:19:02Ini sudah sembuh
01:19:03Keluar rumah sakit aja susah
01:19:05Kurang biaya
01:19:14Jangan kaya
01:19:16Jangan keras-keras
01:19:17Kalau suster lewat
01:19:18Saya yang ditegur
01:19:21Ya
01:19:25Biasanya
01:19:25Kan
01:19:26Kita tahu
01:19:27Ya
01:19:27Kalau tiap orang sakit
01:19:29Ya
01:19:29Tiap orang sakit
01:19:30Itu mesti dikasih
01:19:32Obat tidur
01:19:32Ya kan
01:19:33Tahu manfaatnya
01:19:34Karena
01:19:35Kalau dia sampai tahu
01:19:36Biaya rumah sakit
01:19:37Dia gak bakalan bisa tidur
01:19:46Ada obat lagi tidur
01:19:48Kalau bangun gimana
01:19:51Nah
01:20:02Pernah dengar
01:20:04Itu
01:20:04Slogan
01:20:05Kesuksesan
01:20:07Eh
01:20:07Kegagalan
01:20:08Adalah sukses yang tertunda
01:20:09Betul
01:20:10Betul
01:20:11Ini jangan sampai berlaku pada dokter
01:20:13Loh ya
01:20:14Kegagalan adalah sukses yang tertunda
01:20:17Bagi dokter
01:20:18Bagi pasien
01:20:18Kegagalan adalah mati
01:20:20Kalau suster lewat
01:20:26Rame
01:20:26Saya yang ditegur
01:20:28Loh
01:20:29Ya
01:20:33Waduh
01:20:34Jam besok sudah habis
01:20:35Besok saya kembali lagi
01:20:36Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
01:20:59Terima kasih
01:21:01Eh
01:21:03Jangan keras-keras
01:21:12Akbar
01:21:14Jangan keras-keras
01:21:16Ada suster lewat
01:21:18Kamu
01:21:20Kamu pancena
01:21:31Ini kekuatan lain bagaimana tempo dipermainkan
01:21:36Repetisi dimainkan
01:21:37Sudah sangat teaterikal
01:21:39Dan ini satu pengayaan lagi
01:21:41Dari cara kamu memainkan sebagai seorang komik yang luar biasa
01:21:55Akhbar
01:21:57Aku bukan komedian seperti Pak Deh
01:22:01Terus bukan sang teoritis seperti Pak Deh Butet juga
01:22:04Tapi gue sebagai orang awam
01:22:06Yang hanya menonton dan lucu
01:22:08Pokoknya tugas lu ada ya
01:22:10Paling lucu lu liatin kayak gimana
01:22:11Gila sekarang gue sampai mau nangis
01:22:13Kayak gitu lu keren banget
01:22:25Susternya lewat
01:22:29Suster dimana
01:22:44Itu baru suster
01:22:47Kalau dokter lebih gawat
01:22:51Ber
01:22:52A**
01:23:02Betul apa yang dikatakan Mas Butet
01:23:05Kita selalu mengatakan kadang-kadang bahwa
01:23:15Bahwa stand up komedi itu yang diperlukan hanya sekedar verbal
01:23:20Sekedar cara berpikir
01:23:22Sekedar sebuah komik atau sebuah potret
01:23:28Ternyata disini kamu membuktikan tidak
01:23:32Bahwa gaya
01:23:33Gestur
01:23:35Kemudian
01:23:36Ini tadi udah lebih lengkap ya
01:23:39Tapi saya menangkap tadi
01:23:40Ada stage act disitu
01:23:42Gak hanya diam
01:23:47Dan buat saya mungkin
01:23:49Jangan-jangan yang dulu menemukan stand up komedi
01:23:52Mesti belajar ke kamu kayaknya
01:23:59Bukan hanya kompor gas
01:24:00Kebakaran besar akbar
01:24:05Terima kasih
Komentar