Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah kasus dugaan keracunan makanan terjadi di sejumlah daerah.

Salah satu orang tua korban keracunan MBG, Kartin, mengatakan anaknya masih menjalani perawatan di rumah sakit setelah mengalami sejumlah gejala.

Sementara itu, Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong mengatakan seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus mematuhi standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).

"Satu orang pun tidak boleh ada yang keracunan akibat dari program MBG ini," kata Bahtra Banong.

Bahtra menilai dapur yang melakukan pelanggaran tidak cukup hanya diberikan sanksi sementara.

Di sisi lain, Direktur Pascasarjana Universitas YARSI, Tjandra Yoga Aditama, menilai evaluasi keamanan makanan harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.

"Harus dilihat seluruh mata rantai ini satu per satu, tidak bisa satu atau dua saja," ujar Tjandra Yoga Aditama.

Ia juga mendorong adanya survei terhadap orang tua, siswa, guru, petugas SPPG, hingga pengemudi untuk mendapatkan data ilmiah yang lebih lengkap mengenai pelaksanaan program.

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Aqshal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/690112/full-keracunan-mbg-berulang-pakar-dorong-evaluasi-hulu-hilir-sapa-pagi
Transkrip
00:02Intro
00:05Kasus keracunan usai menyetap menu MBG terjadi sejumlah daerah beberapa waktu terakhir.
00:10Di Pati Jawa Tengah, tercatat ada 48 pasien yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
00:17Para pasien yang menjalani rawat inap, kondisinya mengalami sesak nafas, muntah, hingga diare, sehingga butuh penanganan lebih lanjut.
00:25Terpaksa harus dirawat inapkan karena kondisinya lebih buruk.
00:29Yang kami maksud dengan kondisi lebih buruk itu ada sesaknya, ada pusingnya, ada muntahnya, ada diarenya.
00:35Kalau yang sudah pulang di rawat jalan itu tidak ada, hanya sedikit pusing, kemudian ada mual, ada diare.
00:45Sementara Dinas Kesehatan Kabupaten Karo mengumumkan, terdapat bakteri yang terkandung dalam makan bergisi gratis pada tanggal 13 Agustus
00:52yang mengakibatkan 300 lebih siswa mengalami keracunan di Kabupaten Karo.
00:59Bahwa sampel dari nasi di sekolah itu positif, basilus cereus.
01:09Selanjutnya sampel dari ikan dencis pakai saus dari sekolah positif, streptococcus aureus.
01:18Selanjutnya sampel melon dari sekolah positif, e-coli, dan sampel duntahan.
01:28Salah satu daripada korban itu positif, stabil kokus aureus.
01:36Dampak keracunan usah menyatap MBG, keluarga korban keracunan MBG di Kabupaten Karo menempuh jalur hukum
01:42setelah menilai lambannya penanganan pada korban keracunan.
01:46Pihak keluarga korban melaporkan SPPG terkait, badan izin nasional, dan guru sekolah.
01:52Laporan ini telah dibuat di Pores Tanah Karo pada 31 Agustus 2026 lalu.
01:56Kita melaporkan itu adalah pertama SPPG-nya, BGN-nya, dan juga termasuk gurunya juga kita laporkan bu
02:11karena kita nilai juga ada kelalaian pada saat penerimaan daripada makanan itu bu.
02:19Namun siapa yang bertanggung jawab ketika terjadi, katakanlah keracunan ini, itu sampai sekarang belum ada bu.
02:30Itu makanya kita sebagai kuasa hukum daripada korban MPG melakukan upaya hukum pelaporan itu
02:38supaya jangan lagi ada korban-korban yang lain bu.
02:46Badan izin nasional mensuspen permanen SPPG yang kedapatan melakukan pelanggaran berat
02:51termasuk SPPG Gembong 1 yang diduga memberikan menu MBG dan mengibatkan ratusan siswa dan guru keracunan.
03:00SPPG ya seperti yang saya sampaikan yang lalu, yang jelas disuspen.
03:05Mungkin kalau dapurnya jelek, suspen permanen ini.
03:08Jadi itu sudah komitmen kita di BGN, apabila ada dapur yang sampai menyiapkan MBG-nya
03:18kemudian secara tidak baik, dalam hal ini adalah ada keracunan,
03:25langsung kami suspen permanen.
03:27Ulangi, suspen berat, kalau menjelek dapur itu suspen permanen.
03:33Guru Besar Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Bakri sekaligus Sekjen Pergizi Pangan Indonesia
03:39Ardian Syah bilang, evaluasi harus dilakukan mulai dari SOP hingga mitigasinya.
03:44Dan yang kejadian ini, menurut hemat saya memang ada evaluasi ya, evaluasi terhadap praktek-praktek yang sudah dilakukan.
03:54Saya tidak dalam kapasitas untuk itu, tapi artinya kita mulai misalnya tadi pelaksanaan SOP,
04:02kemudian ada mitigasinya, kemudian pelaksanaannya di lapangan bagaimana.
04:06Jadi saya kira hal-hal itu yang memang dibenahi.
04:09Jadi dari prinsip, kan gini, dari prinsip sanitasi dan pengolahan bahan bakunya dikontrol dengan baik,
04:17yang menyuplainya juga baik, kemudian pada saat distribusinya.
04:20Kalau saya prinsipnya berpatokan kepada SOP itu, Mbak Fiskaya.
04:24Jadi selama itu bisa dilakukan, kemudian budaya keamanan pangan juga bisa dilaksanakan oleh para pelaku.
04:32Budaya keamanan pangan itu ya tadi menjaga supaya faktor kontaminasi itu tidak terjadi.
04:38Kemudian termasuk juga adalah pada saat penyajian, ya kita bicara SPPG mungkin bisa ngontrol dirinya sendiri.
04:44Tapi begitu di luar dibawa ke sekolah, nah sekolahnya juga harus diberitahukan gitu ya,
04:53bahwa makanan ini harus disajikan dengan cepat, nggak boleh lebih.
04:59Kini evaluasi terus didorong agar kasus keracunan tidak kembali terulang
05:04dan memastikan setiap santapan bagi penerima manfaat aman.
05:07Tim Liputan, Kompas TV.
05:13Kasus keracunan usai menyatap MBG terjadi di sejumlah daerah.
05:17Pengawasan mulai dari bahan baku, prosedur, dan mitigasi menjadi poin utama yang terus dilakukan.
05:23Lalu bagaimana agar kasus ini tidak kembali terulang?
05:26Apakah program MBG ini tetap terus berjalan?
05:30Kita akan bahas bersama dengan salah satu orang tua korban Kartin yang ada di Pati, Jawa Tengah.
05:35Kemudian ada jurubicara Partai Greenra Bahtra Banong dan juga Direktur Pasca Sarjana Universitas Yarsi
05:41sekaligus ejang Prof. Griffith University, Prof. Chandra Yoga Adhita Mas.
05:46Selamat pagi Bu Kartin, Prof. Chandra, Bang Bahtra.
05:50Selamat pagi Mas.
05:52Selamat pagi.
05:52Pagi Prof. Chandra, Bu Kartin.
05:54Saya ke Bu Kartin terlebih dahulu.
05:56Bu Kartin, kami turut perhatikan apa yang menimpa terhadap anak ibu,
06:00tapi sekarang kondisi anak ibu seperti apa Bu?
06:04Ya, anak-anak hari ini sudah akan membaik.
06:08Sudah pulang ke rumah atau masih dirawat di rumah sakit, Bu?
06:11Masih dirawat di rumah sakit.
06:12Masih di rumah sakit.
06:14Berarti sudah berapa lama dirawat?
06:18Sudah tiga hari.
06:19Sudah tiga hari ini, ya.
06:21Sudah tiga hari.
06:22Untuk kali ini, ini kondisinya seperti apa-apa yang masih dirasakan anak ibu sekarang, Bu?
06:28Hari ini sudah agak mending.
06:31Bilangnya sudah agak mending.
06:33Apakah masih merasa lemas atau seperti apa, Bu?
06:36Sudah-sudah dimakan.
06:39Tapi yang sempat dirasakan anak ibu di tiga hari sebelumnya ini apa, Bu?
06:45Pertama kali itu berak-berak.
06:48Berak-berak itu sampai tiga kali waktu di rumah, waktu malam hari.
06:54Terjadinya itu malam hari, sekitar jam 11 malam, sampai pagi.
07:03Setelah itu berangkat ke sekolah.
07:06Berangkat ke sekolah.
07:08Katanya di sekolah itu perutnya terasa mual-mual.
07:12Kayak di rumah semak, terasa pusing.
07:16Hidup terasa susah.
07:21Berarti dirasakan gejala yang lain besok harinya ya?
07:24Bukan hari di hari ketika setelah mengonsumsi ya, Bu?
07:28Hari esoknya.
07:31Terjadinya berangkat ke sekolah juga.
07:33Waktu itu berarti ketika anak ibu sedang merasakan gejala tersebut di hari kedua,
07:39bagaimana dengan teman-teman sekelas, Bu?
07:41Apakah merasakan gejala yang sama, secara bersama-sama, atau seperti apa?
07:45Iya.
07:47Merasakan gejala itu semuanya.
07:50Waktu itu kemudian, bagaimana ceritanya anak ibu kemudian dirujuk ke fasilitas kesehatan?
07:56Apakah memang kondisinya waktu itu sangat mengkhawatirkan, atau seperti apa, Bu?
08:01Iya, kondisinya agak lemas, agak pucat gitu loh.
08:05Katanya sakit terus, ingin mutan-mutan, nggak bisa, asam mual, terus gitu, pusing.
08:12Tapi sejauh ini berarti yang diberikan informasi dari dokter, anak ibu seperti apa, Bu?
08:20Iya, memang bilangnya sih keracunan.
08:24Untuk penyebabnya, misalnya soal keracunan karena bakteri atau apa, apakah sudah ada informasi dari dokter, Bu?
08:31Belum ada.
08:33Belum ada. Oke, baik. Nanti saya ke Bu Kartini lagi, Bu Kartin lagi, tapi saya ke Bang Bahtera dulu.
08:39Bang Bahtera, ini kan terjadi kembali, selama ini paling tidak ada 50 ribu lebih kasus di 36 provinsi.
08:45Beberapa waktu terakhir bahkan beruntun kejadiannya di Pati, di Karlo, di Sidoarjo, dan beberapa daerah lainnya.
08:52Ini apa yang kemudian mendesak perlu di evaluasi sekarang juga?
08:55Yang pertama tentu kami menyampaikan rasa keprihatinan atas banyaknya kejadian-kejadian kasus yang siswa-siswa kita yang terkena keracunan akibat
09:11dari MBG ini.
09:13Bagi kami, Partai Greenra, kami terus mendorong agar semua dapur-dapur ini untuk kemudian bagaimana mematuhi standar SOP yang sudah
09:24ditetapkan oleh BGN.
09:25Dan kalau kita lihat, sebetulnya BGN kan sudah melalui peraturan-peraturan nomor 4 tahun 2026,
09:31mulai dari standarisasi pangannya, semua sudah diatur jelas di sana, maka dari itu kami terus mendorong agar semua dapur-dapur
09:39ini terus kemudian
09:40Berdasarkan penyampaian BGN, 80-90 persen penyebab dari keracunan ini adalah kelalaian dari tidak diterapkannya standar operasional oleh dapur-dapur
09:52di tingkat bawah.
09:54Maka dari itu memang yang paling penting dilakukan adalah melakukan evaluasi secara menyeluruh.
10:00Karena bagi kami dari Partai Greenra, tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, anak-anak atau sisa-siswa kita terus mengalami keracunan
10:08dan harus diberi sanksi tegas ya, Mas, terhadap dapur-dapur yang tidak menuhi standarisasi mulai dari bahan bakunya.
10:17Kan ini kan harus dibereskan dari hulunya ya, bahan baku harus di-crosscheck.
10:22Kemudian, apa namanya, mulai dari lingkungan misalnya dapur-dapurnya.
10:28Terus kemudian, bagaimana penyediaan makanannya.
10:32Terus yang paling penting adalah, bukan hanya sekedar penyediaan makanan,
10:36tetapi sampai ke distribusinya, ke sekolah-sekolah, juga harus di-check secara baik.
10:42Maka dari itu, orang-orang BGN yang ditempatkan di dapur-dapur atau kepala-kepala SPPG
10:48harus mengecek betul proses makanan ini.
10:51Mulai dari bahan bakunya, dari mana, kemudian model penyajiannya bagaimana,
10:57lingkungan dapurnya bagaimana.
10:59Dan kalau kita lihat ya, BGN, menurut penyampaian dari kepala BGN,
11:04kurang lebih 1.999 dapur yang tidak menuhi standar SLHS sudah dibekukan juga.
11:11Jadi, harus ada efek jerat terhadap dapur-dapur yang melakukan pelanggaran-pelanggaran,
11:17tidak memenuhi standar SOP,
11:19yang kemudian ini yang secara terus-menerus mengganggu kinerja BGN secara menyeluruh.
11:24Artinya, ya sudah lah, kita harus berbuat tegas lah terhadap dapur-dapur atau SPPG-SPPG
11:29yang betul-betul tidak menerapkan standarisasi ini, Mbak.
11:32Karena, Mas, karena kalau ini, Prof, ya terjadi secara berulang-ulang,
11:36menurut kami, jangankan ratusan atau ribuan ya,
11:41anak-anak kita yang mengalami keracunan,
11:43satu orang pun tidak boleh ada yang keracunan akibat dari program MBG ini.
11:48Maka dari itu, Pak Prabowo sejak awal,
11:50mendorong agar tata kelolanya betul-betul dilurus, diperbaiki.
11:55Tata kelolanya betul-betul, apa namanya, diperbaiki secara menyeluruh,
12:00sehingga tidak ada kejadian yang berulang-ulang terjadi secara terus-menerus
12:05yang kita saksikan, misalnya, anak-anak siswa kita terus mengalami keracunan.
12:10Maka dari itu, kami terus mendorong, kalau perlu, jangan hanya disuspen.
12:14Suspennya jangan hanya disangsi ini, dikasih, apa namanya, sanksi yang berat.
12:19Kalau bisa, dapurnya diberhentikan.
12:20Karena inilah yang, apa namanya, memcoreng citra BGN ya.
12:24Kalau kita lihat kan banyak sekali juga ya, dapur-dapur.
12:27Saya juga sering di Sulawesi Tenggara, di dapur saya, Mas, Prof, Mbak,
12:31turun ke bawah, memantau BGN.
12:33Banyak kok dapur-dapur yang bagus.
12:34Terus, jangan kemudian dapur-dapur yang segelintir ini tidak menerapkan SVOP.
12:39Terus kemudian mengganggu citra BGN,
12:42mengganggu citra program MBG yang betul-betul bermanfaat secara baik
12:47untuk anak-anak siswa kita.
12:49Dan kita harus dorong terus, apa namanya, evaluasi secara menyeluruh.
12:53Di mana sih sebenarnya letaknya dapur-dapur ini?
13:01Ini kalau beberapa kali kan sudah dilakukan nih, Bang Bahtera.
13:05Penerapan SOP, perbaikan SOP, bahkan diganti kepalanya juga karena beberapa hal kemudian ini masih terus terjadi.
13:12Ini berarti yang salah di skemanya atau seperti apa?
13:14Karena misalnya ternyata evaluasi masih terus dilakukan, tapi tidak secara total.
13:18Program MBG tetap berjalan.
13:19Ini kemungkinan bisa terulang lagi, Bang Bahtera.
13:22Ya, menurut penyampaian tadi kan, termasuk yang di Sumatera Utara ya kan.
13:28Ini kan, apa namanya, penyebab keracunan itu tentu ada bakteri di sana.
13:33Nah, artinya dapur-dapur ini ya, tidak menerapkan standar SOP yang sudah dikeluarkan oleh BGN.
13:41Misalnya, soal standarisasi keamanan tangannya, sumber bahan bakunya.
13:46Nah, kalau itu semua dipatuhi, saya yakin dan percaya,
13:49bahwa tidak akan ada kejadian keracunan yang berulang-ulang.
13:53Nah, ini yang harus dicek ke bawah nih.
13:55Jadi, jangan kemudian dapur-dapur segelintir dapur yang bermasalah ini,
13:59kemudian merusak citra, ya program yang begitu baik, yang begitu mulia,
14:04yang tujuannya untuk bagaimana misalnya peningkatan gisi siswa-siswa kita,
14:09peningkatan gisi untuk ibu hamil kita.
14:12Selain itu, tujuan besar Pak Prabowo adalah bagaimana kualitas pendidikan kita di masa-masa yang akan datang,
14:18bisa lebih baik lagi dan bisa berkualitas lagi.
14:21Karena kalau enggak, nanti dapur yang segelintir dapur-dapur yang bermasalah ini akan terus melakukan kesalahan-kesalahan yang berulang,
14:27kalau tidak ada sanksi tegas yang dilakukan oleh BGN terhadap dapur-dapur di bawah.
14:32Baik, ini masalahnya yang saya ingin tanyakan ke Prof. Chandra adalah,
14:36salah satu dapur SPPG, ini yaitu yang di Kali Tengah, ini kan sudah menerapkan,
14:41ataupun sudah punya sertifikat like higienitas dan juga sanitasi,
14:46ini tetap terjadi juga Prof. Chandra, ini luputnya emang di mana?
14:50Emang di SDM-nya atau di sistem-nya atau seperti apa sih?
14:53Ya jadi, yang pertama saya ada dua kali tiga ya.
14:57Pertama saya ada tiga komentar terhadap pembicaraan yang baru-baru kita lakukan.
15:00Kedua saya ada tiga usul untuk evaluasi menyeluruh yang dari tadi kita bahas.
15:04Nah tiga komentar terhadap apa yang baru-baru kita bicarakan,
15:06nomor satu tentu kita prihatin dengan ibu yang putranya harus masuk rumah sakit seperti ini,
15:11dan ini tentu hal yang sangat menyedihkan buat orang tua.
15:14Itu poin pertama.
15:15Poin kedua tadi ibu sampaikan bahwa,
15:17sebetulnya juga ditanyakan, ini sakitnya besoknya, gitu ya.
15:21Jadi memang beberapa jenis penyebab keracunan itu beda-beda.
15:24Ada yang sakitnya 6 jam, ada yang sakitnya 8 jam,
15:26ada yang sakitnya 25 jam, sesudah mekanan itu dikonsumsi.
15:30Jadi itu, bahwa itu besoknya atau sekian jam itu memang bagian dari pola keracunan yang terjadi
15:35karena penyebabnya itu. Itu poin kedua.
15:38Poin ketiga, karena dari tadi sebut-sebut sebagai bakteri,
15:40dan tadi kita lihat waktu di Karo juga,
15:42Kepala Dinas menyebutkan ada tiga bakteri,
15:44Bacillus, Cereus, Staphylococcus, and E. coli.
15:48Sebenarnya, selain bakteri, keracunan makanan di dunia ini,
15:51bisa terjadi akibat bakteri,
15:53tapi bisa juga akibat virus.
15:55Ada norovirus, ada hepatitis E,
15:57dan juga bisa akibat parasit.
15:58Ada beberapa jenis cacing, teniasolium, dan segala macam
16:01yang mungkin menjadi sebab dari keracunan.
16:04Jadi itu tiga hal yang ingin saya,
16:06bukan karifikasi, katakanlah,
16:07tegaskan dari barusan apa yang kita bicarakan.
16:10Nah, kemudian tentang evaluasi menyeluruh,
16:12atau evaluasi, katakanlah saya ada tiga usul juga.
16:14yang ingin saya sampaikan.
16:16Nomor satu,
16:18karena ada konsep yang disebut LFHO dan FAO
16:21sebagai from farm to plate.
16:23Jadi proses penjelian makanan itu harus dijaga
16:26dari farm sampai plate, sampai piring.
16:28From farm to plate.
16:29Jadi bukan hanya di SPPG,
16:31tapi bagaimana ternakannya,
16:35sayurnya di insektisida atau tidak,
16:37itu poin pertama.
16:39Kemudian kalau itu sudah beres,
16:41bagaimana pengiriman ke gudang sebelum masuk dapur?
16:43Apakah gudangnya suhunya bagus,
16:45ventilasinya baik, dan sebagainya.
16:47Kemudian baru masuk ke SPPG dengan segala prosesnya tadi.
16:50Sesudah selain SPPG,
16:51bagaimana penyimpanannya di sana?
16:53Kemudian dikirim ke sekolah langsung atau tidak langsung,
16:56kemudian bagaimana konsumsinya?
16:57Jadi ada from farm to plate,
16:59atau versi yang baru menurut LFHO,
17:00namanya from production to consumption.
17:03Jadi harus dilihat seluruh mata rantai ini satu persatu,
17:06tidak bisa satu atau dua saja.
17:08Selain itu,
17:09kalau LFHO juga,
17:11dia punya five saver food,
17:13namanya ada lima kunci,
17:15supaya aman makanan itu.
17:16Nomor satu,
17:17memang dia prosesnya harus bersih,
17:20baik di dapur,
17:21maupun di gudang,
17:22yang kedua,
17:23memisahkan makanan mentah.
17:24Ini five key saver foodnya LFHO.
17:27Yang kedua,
17:28memisahkan makanan mentah dengan yang matang.
17:31Yang ketiga,
17:32memasak sampai matung.
17:33Yang keempat,
17:34menyimpan dengan benar.
17:36Dan kemudian yang kelima,
17:39air yang bersih,
17:40serta bahan makanan yang bersih.
17:41Jadi itu poin pertama yang saya usulkan,
17:43dievaluasi secara menyeluruh rantai demi rantai.
17:46Tidak hanya satu atau dua saja.
17:48Itu poin pertama.
17:48Dari rantai, dari bulu ke hilir ya Pak ya?
17:51Ya, betul dari bulu ke hilir.
17:52Poin kedua,
17:53pada tanggal 4 Juni,
17:542-3 bulan lalu,
17:56WHO baru mengeluarkan itu,
17:57tentang keamanan pangan ini.
18:00Memang terjadi berbagai hal,
18:01tentang keamanan pangan di berbagai dunia,
18:03dan WHO mengusulkan tiga hal.
18:05Saya usulkan,
18:06ini juga dipertimbangkan tiga hal ini.
18:07Nomor satu,
18:09diusulkan bahwa policy yang dilakukan,
18:11itu evidence-based policy.
18:13Jadi betul-betul,
18:14berbasis bukti ilmiah.
18:15Jadi saya sangat menganjurkan,
18:16ada kajian ilmiah,
18:17tentu melibatkan pakar terkait,
18:19sehingga ketahuan benar nih,
18:20di mana loophole-nya,
18:22dan berdasarkan bukti ilmiah ini,
18:23evidence-based policy,
18:25kebijakan itu dibuat.
18:26Itu satu.
18:26Yang kedua,
18:28disampaikan juga oleh WHO,
18:29saya hanya mengutip WHO ya,
18:32disampaikan dua hal.
18:33Nomor satu,
18:33kebijakan itu harus fleksibel,
18:36dan harus risk-based.
18:37Fleksibel itu artinya,
18:39disesuaikan dengan,
18:39kan belum tentu semua,
18:40apalagi Indonesia seperti ini,
18:42belum tentu semua tempat,
18:42bisa dilakukan hal yang sama.
18:44Mungkin,
18:45polanya begini,
18:46polanya berbeda,
18:47bukan hanya tempatnya,
18:48tapi juga risikonya.
18:49Risiko di satu tempat,
18:50berbeda dengan risiko di tempat lain.
18:51Jadi,
18:51fleksibel and risk-based.
18:53Itu poin kedua.
18:54Sementara poin ketiga,
18:56adalah,
18:56ya,
18:57dia ulang lagi,
18:57tolong yang from farm to plate itu,
18:59from production to consumption itu,
19:01diikuti dengan ketat,
19:02supaya betul-betul bisa dicari,
19:04masalahnya di mana.
19:05Oke.
19:06Jadi,
19:06itu dua yang dari WHO.
19:07Oke.
19:07Yang ketiga ini dari saya,
19:08usulan saya,
19:09menurut saya,
19:10perlu saat ini,
19:12mungkin sebenarnya saya sudah usulkan dari setahun yang lalu ya,
19:14ya.
19:15semacam survei lah.
19:16Semacam survei pada,
19:18orang tua,
19:19seperti ibu ini,
19:20pada anak murid,
19:21pada guru sekolah,
19:22pada SPPG,
19:23pada supir,
19:24sehingga kita punya data ilmiah yang lengkap,
19:26sebenarnya apa yang sebenarnya terjadi,
19:28tidak.
19:28Oke.
19:28Jadi,
19:29bukan hanya terjadi kalau kasus keracunan ini saja ya,
19:32dibuat penelitian yang lengkap,
19:33yang besar begitu,
19:34sehingga kita tahu persis,
19:35proses MDG yang sudah berjalan 2 tahun ini,
19:39bagaimana ceritanya di jalan secara ilmiah.
19:41Itu pohon pertama.
19:42Usulan saya yang kedua.
19:43Usulan saya yang kedua,
19:44soal manfaat,
19:44saya tahu waktunya mungkin pendek,
19:45soal manfaat,
19:46saya usul dilakukan studi kohort.
19:48Dari sekarang,
19:49beberapa tahun ke depan,
19:50supaya kita lihat manfaatnya secara ilmiah juga.
19:52Maaf, kelamaan.
19:53Ya, nggak apa-apa, Prof. Chandler.
19:54Tapi, kita akan ke Bu Kartin lagi.
19:56Bu Kartin, sejauh ini,
19:58yang dari Anda menerima MDG,
20:01anak Anda,
20:02ini seperti apa?
20:02Memang pernahkah menerima hal-hal yang seperti ini juga,
20:05sebelum keracunan ini terjadi?
20:08Pernah.
20:09Baru kali ini.
20:12Belum pernah ya, baru kali ini.
20:13Tapi, ketika itu,
20:15berarti secara garis besar,
20:19MBG-nya masih aman-aman saja, Bu,
20:20sebelum ada kasus seperti ini.
20:22Untuk menunya seperti itu?
20:25Aman-aman saja.
20:26Aman-aman saja ya.
20:27Tapi, ketika anak ibu mungkin makan,
20:29di hari H itu,
20:31apakah melihat atau mencum
20:33atau merasakan sesuatu yang aneh
20:35di makanan tersebut, Bu?
20:37Bilangnya kalau saya tanya itu,
20:39bilangnya makanannya enak, gitu.
20:42Kenyataannya kok,
20:44mungkin anak sakit, gitu.
20:46Jadi, nggak ada yang aneh-aneh ya, Bu,
20:48di makanan itu ya, Bu, ya?
20:50Nggak.
20:51Belum masih enak,
20:52bilangnya gitu.
20:53Oke.
20:54Bu Kartin sudah dengar,
20:56kalau ternyata kasus keracunan dipat ini
20:58sudah jadi kasus luar biasa, Bu?
21:00Kejadian luar biasa?
21:04Sejauh ini, Bu Kartin berarti harapannya,
21:06ini berarti memang
21:07kalau kejadiannya masih seperti ini, Bu.
21:10Ibu masih berharap
21:13bahwa MBG ini tetap berjalan
21:14atau seperti apa, Bu?
21:16Kalau saya berharap,
21:18ya nggak beneran sih.
21:19Kalau saya inginnya ditutup aja,
21:21dialihkan ke apa itu aja,
21:25dialihkan, seandainya dialihkan ke
21:26kartu
21:28Oh, jis.
21:31Tapi kalau misalnya...
21:33Kartu MBG itu kan bisa.
21:36Apakah misalnya ada skema lain,
21:39misalnya dikelola oleh sekolah
21:40atau misalnya kantin di dekat sekolah,
21:42seperti itu, ada opsi seperti itu?
21:44Ibu juga berkenan misalnya?
21:48Ya, bisa juga setuju.
21:52Nah, kalau misalnya nanti MBG tetap berjalan
21:55dengan skema yang berbeda misalnya,
21:58apakah Ibu masih tetap setuju
22:00dengan program ini, Bu?
22:05Misalnya tetap berjalan,
22:07tapi misalnya diubah sistemnya,
22:08misalnya tidak dapur terpusat
22:10dan dipastikan makanannya aman semua?
22:15Kalau memang itu,
22:16itu lah baik untuk anak-anak gitu.
22:21Oke, asalkan ada perbaikan,
22:23berarti tidak apa-apa seperti itu, Ibu ya?
22:29Bu Kartin?
22:31Iya, oke.
22:32Bu Kartin, saya kembali ke Bang Bahtra.
22:35Bang Bahtra,
22:36kita tahu bahwa tidak bisa semua tempat ini
22:39menerapkan standar yang sama,
22:41sudah dapat sertifikat pun masih bisa lengah
22:43atau bisa lalai seperti itu.
22:44Ini bagaimana Bang Bahtra memastikan
22:47semuanya mematuhi,
22:49semuanya tidak lalai,
22:50karena satu saja kasus keracunan
22:52sebenarnya tidak boleh seperti itu.
22:54Ini bagaimana pengawasannya
22:55dan juga pemidanaannya?
22:57Apa yang Anda dorong ke pemerintah terutama?
22:59Ya, tentu kami dari Parti Gerindra
23:03terus melakukan pemantauan dan evaluasi
23:07terhadap program MBG ini
23:10dan terus juga menerima berbagai masukan
23:14dari berbagai pihak, dari publik
23:16terkait soal banyaknya kejadian keracunan ini
23:20memang yang harus paling penting dilakukan adalah
23:23sejak awal saya sampaikan bahwa
23:25BGN sebetulnya kan sudah mengeluarkan peraturan
23:29mulai dari standarisasi keamanan pangannya,
23:33soal lingkungan dapurnya,
23:35kemudian soal bagaimana penyediaan makanannya,
23:38terus kemudian bagaimana penyalurannya,
23:41memang pengawasannya yang harus di,
23:43apa namanya,
23:44yang harus paling diperketat.
23:45Orang-orang yang ditempatkan di dapur-dapur itu
23:48atau kepala-kepala SPPG
23:49harus juga yang proper,
23:51jadi dia tidak hanya sekedar
23:53mengecek pada saat makanan itu disajikan,
23:56tetapi sebagaimana tadi penyampaian prof ya,
23:58sejak awal harus mulai dari misalnya
24:00sumber bahan bakunya dari mana,
24:02terus kemudian penyimpanan bahan bakunya bagaimana,
24:06terus kemudian penyediaannya bagaimana,
24:08distribusinya bagaimana,
24:09ini harus secara menyeluruh,
24:12dicek ya, mulai dari hulu sampai hilirnya,
24:14sehingga kejadian-kejadian yang serupa
24:17tidak terulang kembali,
24:18terus yang kemudian paling penting adalah
24:21pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan
24:23terhadap ketidakpatuhan,
24:25ya, apa namanya,
24:28terhadap SOP,
24:30atau standarisasi yang sudah ditapkan oleh BGN,
24:33harus mampu ditindak secara tegas,
24:36sehingga tidak ada perulangan kasus
24:38yang kemudian terjadi di kemudian hari,
24:41sehingga, mohon maaf ya,
24:44kita ini,
24:44saya juga ya,
24:46sejak awal menyampaikan bahwa kita juga ikut trut prihatin,
24:48karena ini kan soal menyangkut nyawa manusia,
24:51tidak boleh misalnya kita nanti menyampaikan,
24:54dari sekian puluh ribu dapur,
24:55hanya sekian dapur yang mengalami keracunan,
24:59bagi kami dari Partai Gerindra,
25:01jangankan seratus atau ribuan,
25:04satu nyawa pun tidak boleh terjadi,
25:07karena ini menyangkut nyawa manusia,
25:09dan itu Pak Prabowo sangat jelas di awal,
25:11bahwa tujuan program ini,
25:13bagaimana kemudian agar anak-anak kita,
25:15isinya makin baik,
25:16terus kemudian berdampak terhadap,
25:19kualitas pendidikan juga yang insya Allah,
25:21di masa-masa akan datang,
25:22bisa di baik pula,
25:23maka dari itu,
25:24ini harus terus didorong,
25:25agar penerima manfaat ini,
25:27betul-betul merasakan manfaat,
25:29dari program MBG ini.
25:30Bapak Batra,
25:31kalau misalnya ada usulan,
25:32ini MBG Watch sempat mengusulkan,
25:34bahwa program ini stop,
25:36sementara untuk total,
25:37untuk evaluasi total,
25:38dan juga skemanya diganti,
25:40misalnya dengan skema kantin,
25:41ataupun skema yang tidak terpusat,
25:43seperti apa tanggapan dari Partai Gerindra?
25:45Saya pikir Pak Prabowo sudah menyampaikannya,
25:47bahwa meminta juga BGN,
25:50untuk mengkaji ya,
25:51terkait penyampaian publik,
25:53kalau misalnya memang memungkinkan,
25:55dikelola oleh kantin,
25:57dan aturannya memang dimungkinkan,
25:58Pak Prabowo juga sudah meminta kajian secara mendalam,
26:02secara menyeluruh,
26:02terkait dengan usulan-usulan yang disampaikan oleh berbagai pihak.
26:06Jadi, menurut hemat kami,
26:07tentu masukan-masukan yang disampaikan oleh publik,
26:11oleh berbagai pihak,
26:13pemerintah juga terus mendengar,
26:14dan pemerintah juga dalam hal mengambil kebijakan,
26:17pastilah melibatkan juga,
26:19apa namanya,
26:20ada opsi ya,
26:21Bang Batra yang bisa dibuka oleh pemerintah,
26:23untuk skema lainnya,
26:24selain dengar dapur terpusat.
26:26Saya ke Prof Chandra lagi,
26:28Prof Chandra,
26:28kalau kita melihat,
26:29ada beberapa SOP yang sudah diterapkan,
26:32misalnya soal makanan tidak boleh dikonsumsi selama,
26:34lebih dari 4 jam,
26:36misalnya kemudian tidak boleh dibawa pulang,
26:38dan bahkan juga,
26:39ini kan guru menjadi,
26:41dalam tanda kutip,
26:42disuruh nyobain dulu,
26:43untuk makanannya sebelum ke murid,
26:45dan ternyata gurunya juga menjadi korban.
26:48Ini,
26:49sudah cukup belum,
26:50untuk hal-hal seperti ini,
26:51atau justru ini membuat masalah baru, Prof?
26:55Ya,
26:55sebelum menjawab itu,
26:56yang ada sekarang di layar,
26:57kan bagaimana rumah sakit,
26:58penuh dengan pasien,
27:00seperti yang kita lihat di layar ini,
27:01ini satu hal juga,
27:03yang harus diperhatikan,
27:04kalau toh keracunan sudah terjadi,
27:05maka ada tiga yang mesti dilakukan,
27:07satu penanganan,
27:08seperti yang dilakukan,
27:09dan kalau rumah sakit penuh seperti itu,
27:10bukan tidak mungkin,
27:11berbagai masalah akan timbul,
27:13tapi yang kedua,
27:14yang berulang kali disebut,
27:15sebagai penyelidikan epidemiologi,
27:16jadi mesti dicek,
27:18pertama,
27:19penyebabnya,
27:19tadi sudah saya sampaikan,
27:20bisa bakteri,
27:21bisa virus,
27:22bisa parasit,
27:23juga di analisa,
27:25itu jawaban namanya,
27:26mata rantai yang tadi,
27:27supaya ketahuan benar,
27:28di mana lupolnya begitu,
27:29itu kalau sudah keracunan,
27:30tapi bagaimanapun juga,
27:31seperti dari tadi kita bahas,
27:32ini kan berulang,
27:33berulang,
27:34berulang terus-terusan,
27:35dan harus ada evolusi menyuruh,
27:37tadi pertanyaannya,
27:38sudah ada SOP,
27:40ada tiga,
27:40satu SOP itu,
27:41memang baiknya dibuat,
27:42berdasarkan sesuai anjuran WHO,
27:44itu evidence-based,
27:45itu jelas,
27:46jadi harus ada bukti ilmiah,
27:47sehingga SOP itu dilakukan,
27:49yang kedua,
27:50seperti juga disampaikan tadi,
27:52kalau WHO mengatakan,
27:53ini fleksibel,
27:54dan risk-based,
27:54jadi SOP,
27:55tapi juga mungkin disesuaikan,
27:58dengan tempat,
27:58tidak mungkin berbeda tempatnya,
28:00jadi tadi sedikit banyak,
28:01sudah dibahas,
28:01apakah memang harus,
28:02dapur semua,
28:03SOPG,
28:04atau bisa kantin sekolah,
28:05dan bagaimana caranya,
28:06itu yang kedua,
28:07tapi yang ketiga,
28:07yang juga penting adalah,
28:09pada SOP,
28:09apakah implementasinya berjalan,
28:11atau tidak,
28:11itu hal yang,
28:12yang perlu diperhatikan,
28:15tentu saja,
28:15cuma kalau ada SOP,
28:16tapi implementasi,
28:17tidak terlalu bagus,
28:19kan tidak baik,
28:20tentang guru tadi,
28:22kan,
28:22tadinya,
28:23bukan tadinya,
28:23salah satu yang kita tiru,
28:25adalah Jepang,
28:26dimana Jepang itu,
28:27guru itu,
28:28bersama-sama,
28:28menurutnya,
28:30makan,
28:31dalam pengertian,
28:32mengajarkan budaya makan,
28:33budaya makan sama-sama,
28:35bukan sebagai si gurunya,
28:37menjadi,
28:38coba dulu,
28:38sebelum dikasih ke anak,
28:40bukan itu,
28:40intinya adalah,
28:41makan itu,
28:42bukan cuma sekedar makan,
28:43tapi makan itu,
28:44menjadi budaya yang sehat,
28:46mungkin bisa dijelaskan,
28:48sambil makan,
28:49ini karbohidrat,
28:50ini protein,
28:51dan sebagainya,
28:51dan ini,
28:52makan bersama-sama,
28:53itu satu poin penting,
28:54kalau di Jepang,
28:55itu dipakai sebagai salah satu hal,
28:57tapi,
28:57jangan pula gurunya,
28:59dijadikan orang,
28:59yang harus mencoba dulu,
29:00ntar kalau kenapa-kenapa,
29:01biar guru jadulannya kena,
29:02saya kira itu,
29:03bukan hal yang,
29:04hal yang tepat,
29:05tapi saja begitu.
29:05Tapi Prof,
29:06untuk sekarang,
29:06paling tidak,
29:07kalau kita evaluasi dari,
29:09hulu ke hilir,
29:09tentunya,
29:10membutuh,
29:10waktu yang panjang,
29:11dan,
29:12banyak sekali,
29:13yang harus kemudian,
29:14dilakukan oleh pemerintah,
29:15ke,
29:17SPPG,
29:17yang ada semuanya,
29:18ini ada,
29:19lebih dari ribuan,
29:19nah,
29:20sekarang yang bisa kita lakukan,
29:21praktisnya,
29:22yang untuk sekarang,
29:23darurat paling tidak,
29:24misalnya,
29:24uji petik,
29:25atau pengawasannya,
29:25seperti apa Prof?
29:27Kalau saya sih,
29:28bagaimana,
29:28evolusi penyeluruh,
29:29mesti dilakukan nih,
29:30uji petik,
29:31uji petik lagi,
29:32nanti tidak selesai,
29:32masalahnya begitu ya,
29:33uji petik,
29:34bisa dilakukan,
29:35untuk usulan saya yang ketiga,
29:36kita lakukan,
29:37survei pada berbagai pihak,
29:38yang terkait pada Ibu,
29:40ini kan,
29:40sekarang kita dengar,
29:41dari Ibu Katrina,
29:42sendiri,
29:42Kartini ya kan,
29:43gitu ya,
29:43kita dengar,
29:45kalau jumlahnya cukup besar,
29:47maka harus,
29:47kita akan dapat kesimpulan,
29:48kira-kira orang tua,
29:49pemikirannya seperti apa,
29:50murid pemikirannya seperti apa,
29:52guru pemikirannya seperti apa,
29:54gitu ya,
29:54tetapi,
29:55evolusi menyeluruh,
29:56from farm to plate,
29:57itu harus dilakukan,
29:59kalau enggak,
29:59masalah tidak akan selesai,
30:00uji petik,
30:01silakan,
30:02mau kegiatan mendadak,
30:04SPPG,
30:05suspend,
30:05nggak suspend,
30:06itu silakan,
30:06tapi,
30:06kalau tidak ada,
30:08kajian menyeluruh,
30:09from farm to plate,
30:10bahkan sebenarnya,
30:11from farm to lim,
30:12karena habis plate,
30:13limanya bagaimana,
30:15masalah mungkin,
30:16tidak akan selesai,
30:17dan kita akan berulang lagi,
30:18menghadapi masalah yang sama,
30:19saya kira,
30:21evaluasi menyeluruh,
30:22from farm to plate,
30:22atau from production to consumption,
30:25itu harus dilakukan,
30:26untuk kemudian,
30:27ambil ke,
30:29pilihan yang,
30:29yang berikutnya,
30:30yaitu,
30:31policy yang dilakukan,
30:32adalah berdasarkan bukti ilmiah,
30:33so I think this is policy,
30:35dan,
30:35fleksibel,
30:36serta,
30:37race based,
30:37jadi,
30:38fleksibel,
30:38mungkin satu tempat berbeda,
30:40dan,
30:40resiko apa yang ada di tempat itu,
30:42dibandingkan dengan tempat yang lain,
30:43oke,
30:43tekatan ilmiah,
30:44mau tidak mau,
30:45harus masuk di sini,
30:45dalam situasi seperti ini,
30:46apalagi kembali kita lihat,
30:48situasi di GED rumah sakit,
30:49yang,
30:50banyak sekali pasien,
30:51seperti di kanan ini,
30:52oke,
30:52baik,
30:53saya terakhir ke,
30:54Bu Kartin,
30:55Bu Kartin,
30:56kalau dari rumah sakit,
30:57ataupun dari dokter,
30:58ini,
30:58kira-kira kapan,
30:59anak ibu bisa pulang kembali,
31:02Hari ini bisa pulang,
31:04nunggu dokter dulu,
31:06hari ini bisa pulang ya,
31:07Bu ya,
31:08semuanya sudah,
31:10kemudian,
31:10dari,
31:11mungkin harapan dari ibu,
31:13dan juga,
31:14orang tua murid,
31:15yang satu sekolah,
31:15dengan anak ibu,
31:16seperti apa,
31:17ibu?
31:18Sebenarnya sih,
31:19MBK harus ditutup aja,
31:21kalau bisa itu,
31:22dialihkan ke apa itu aja.
31:26Sama sekali ditutup ya,
31:27Bu ya,
31:28dari pihak sekolah,
31:30misalnya dari,
31:31orang tua murid,
31:31dari siswanya juga,
31:33harapannya seperti itu,
31:34kalau mewakili,
31:35dari satu sekolah ini,
31:36Bu?
31:37Iya,
31:37iya,
31:38sebenarnya ibu harus ditutup.
31:40Oke,
31:40baik,
31:40ini yang kemudian,
31:41bisa dialihkan,
31:43dipikinin kartu,
31:44MBK,
31:45itu kan bisa.
31:48Oke,
31:49kartu yang bikin nanti,
31:50bisa mungkin,
31:50masak sendiri ya,
31:51ibu di rumah,
31:52untuk bisa membuat bukal,
31:53untuk anak-anak ibu,
31:55sekolah,
31:56daripada harus dari,
31:57dapur SWPG,
31:58seperti itu ya,
31:58Bu ya?
31:59Iya,
31:59betul.
32:00Oke,
32:01baik,
32:01terima kasih,
32:02Bu Kartin,
32:03dan juga,
32:04Bang Bahtera Banong,
32:06Prof Chandra,
32:07sudah bergabung bersama kami,
32:08kita harapkan,
32:08semuanya bisa,
32:10membaik,
32:10tidak ada lagi,
32:11kasus keracuran seperti ini,
32:12evaluasi menyeluruh,
32:13juga harus dilakukan,
32:13dari hulu ke hilir,
32:15supaya MBG ini,
32:16juga bisa memberikan manfaat,
32:18yang baik untuk,
32:18anak-anak,
32:19dan juga,
32:20para penerimanya,
32:21terima kasih,
32:22semuanya sudah bergabung,
32:23di Sapa Indonesia pagi.
32:25Terima kasih,
32:26Mas,
32:26terima kasih,
32:27Prof,
32:27Bu.
32:29Saudara,
32:29jangan beranjak kami,
32:30akan kembali dengan informasi lainnya,
32:32dimana mantan Wakil Menteri Hukum,
32:34dan juga Hamdeni Indrayana,
32:35mendaftarkan permohonan,
32:37gugatan Sengketa Pilpres 2024,
32:39ke Mahkamah Konstitusi,
32:40atas tidak terpenuhinya,
32:41syarat pendidikan,
32:42Wakil Presiden Ibran Rakabumi.
32:49Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan