- 4 jam yang lalu
- #anakkrakatau
- #erupsi
- #abuvulkanik
- #hujanabuvulkanik
KOMPAS.TV - Abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau masih dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten.
Tak hanya menutupi kendaraan, abu vulkanik juga menumpuk di atap dan halaman rumah warga.
Kondisi ini membuat warga harus berulang kali membersihkan abu vulkanik yang terus terbawa angin.
Warga yang berada di kawasan wisata Pantai Anyer, Serang, Banten, juga merasakan dampak abu vulkanik letusan Gunung Anak Krakatau. Sejumlah mobil wisatawan tertutup debu vulkanik.
Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, Deny Mardiono, mengatakan seismograf masih merekam adanya gempa tremor menerus yang menandakan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Bukan hanya di wilayah Banten, abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau menyebar hingga ke wilayah Jakarta.
Warga di kawasan Rasamala, Menteng Dalam, Jakarta Selatan, membersihkan rumah dan kendaraan mereka yang terkena abu vulkanik. Sebagian warga khawatir mengalami gangguan pernapasan.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta warga di wilayah yang terdampak abu vulkanik agar mengurangi aktivitas di luar rumah.
Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda berstatus siaga atau level tiga sejak dua Juli lalu. Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau meningkat sejak erupsi pada Jumat malam kemarin.
Anak Krakatau masih erupsi sejak Jumat lalu dan kini berdampak pada penerbangan, hingga mulai mengancam kesehatan akibat hujan abu vulkanik.
Kita bahas hal ini bersama pakar vulkanologi Universitas Gadjah Mada, Agung Hariyoko, dan Humanitarian Manager Plan Indonesia, Enos Ndapareda.
Baca Juga Penerbangan Dibatalkan Imbas Erupsi, Penumpang Ramai-Ramai 'Refund' Tiket | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/regional/689385/penerbangan-dibatalkan-imbas-erupsi-penumpang-ramai-ramai-refund-tiket-kompas-malam
#anakkrakatau #erupsi #abuvulkanik #hujanabuvulkanik
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/689386/waspada-pakar-vulkanologi-plan-indonesia-soroti-soal-abu-vulkanik-imbas-erupsi-anak-krakatau
Tak hanya menutupi kendaraan, abu vulkanik juga menumpuk di atap dan halaman rumah warga.
Kondisi ini membuat warga harus berulang kali membersihkan abu vulkanik yang terus terbawa angin.
Warga yang berada di kawasan wisata Pantai Anyer, Serang, Banten, juga merasakan dampak abu vulkanik letusan Gunung Anak Krakatau. Sejumlah mobil wisatawan tertutup debu vulkanik.
Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, Deny Mardiono, mengatakan seismograf masih merekam adanya gempa tremor menerus yang menandakan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Bukan hanya di wilayah Banten, abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau menyebar hingga ke wilayah Jakarta.
Warga di kawasan Rasamala, Menteng Dalam, Jakarta Selatan, membersihkan rumah dan kendaraan mereka yang terkena abu vulkanik. Sebagian warga khawatir mengalami gangguan pernapasan.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta warga di wilayah yang terdampak abu vulkanik agar mengurangi aktivitas di luar rumah.
Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda berstatus siaga atau level tiga sejak dua Juli lalu. Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau meningkat sejak erupsi pada Jumat malam kemarin.
Anak Krakatau masih erupsi sejak Jumat lalu dan kini berdampak pada penerbangan, hingga mulai mengancam kesehatan akibat hujan abu vulkanik.
Kita bahas hal ini bersama pakar vulkanologi Universitas Gadjah Mada, Agung Hariyoko, dan Humanitarian Manager Plan Indonesia, Enos Ndapareda.
Baca Juga Penerbangan Dibatalkan Imbas Erupsi, Penumpang Ramai-Ramai 'Refund' Tiket | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/regional/689385/penerbangan-dibatalkan-imbas-erupsi-penumpang-ramai-ramai-refund-tiket-kompas-malam
#anakkrakatau #erupsi #abuvulkanik #hujanabuvulkanik
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/689386/waspada-pakar-vulkanologi-plan-indonesia-soroti-soal-abu-vulkanik-imbas-erupsi-anak-krakatau
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:03Intro
00:06Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menjelaskan fenomena dentuman yang terdengar di Jawa Barat.
00:13Jumat lalu, Kementerian ESDM menginformasikan fenomena itu terkait erupsi anak Krakatau.
00:36Badan Geologi Kementerian ESDM mengungkap waktu dentuman hingga getaran yang terasa di sejumlah wilayah Jawa Barat
00:43sesuai dengan momentum erupsi anak Krakatau pada 4 dan 5 September lalu.
00:48Kementerian ESDM memastikan berdasarkan laporan sinyal stasiun pemantauan di Jawa Barat.
00:55Dentuman dan getaran itu terasa sampai jauh karena merambat melalui atmosfer.
01:06Bahwa fenomena tersebut berasal dari gelombang akustik erupsi gunung api anak Krakatau.
01:12Gelombang akustik berfrekuensi rendah dapat merambat jauh dalam kondisi atmosfer tertentu
01:19dan dirasakan sebagai dentuman maupun getaran.
01:21Dan fenomena ini serupa pernah terjadi di beberapa gunung api yang erupsi
01:27contohnya ketika erupsi gunung Kelut terdengar hingga Jawa Tengah
01:30dan gunung Lewatobi laki-laki terdengar hingga Mau Mere dan Pulau Alu.
01:38Abu vulkanik erupsi gunung anak Krakatau masih dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten.
01:45Tak hanya menutupi kendaraan, abu vulkanik juga menumpuk di atap dan halaman rumah warga.
01:50Kondisi ini membuat warga harus berulang kali membersihkan abu vulkanik yang terus terbawa angin.
01:57Ya khawatir sih, soalnya udah bersih, dipel lagi, disapu lagi, takut kena batu, kena pilek, terus kalau bawa kendaraan kan
02:06kena mata.
02:09Warga yang berada di kawasan wisata pantai Anyer Serang, Banten juga merasakan dampak abu vulkanik letusan gunung anak Krakatau.
02:16Sejumlah mobil wisatawan tertutup debu vulkanik.
02:19Kepala pos pantau gunung anak Krakatau, Denny Mardiono, mengatakan,
02:23seismograf masih merekam adanya gempa tremor menerus yang menandakan aktivitas vulkanik gunung anak Krakatau.
02:50Bukan hanya di wilayah Banten, abu vulkanik erupsi gunung anak Krakatau menyebar hingga ke wilayah Jakarta.
02:56Warga di kawasan Rasa Malam, Menteng Dalam, Jakarta Selatan, membersihkan rumah dan kendaraan mereka yang terkena abu vulkanik.
03:04Sebagian warga khawatir mengalami gangguan pernafasan.
03:10Khawatir gak sih bang dengan adanya debu vulkanik sendiri nih bang?
03:12Ya khawatir ya. Orang-orang kan pada akutnya penakpejakit di spa yang lainnya kan begitu.
03:17Khawatir ya bang ya?
03:17Iya.
03:18Jadi abang baru tahu tadi pagi atau gimana nih bang?
03:22Tadi pagi nih tuh.
03:23Tadi pagi ya?
03:25Jadi nih...
03:25Menteri Kesehatan Budi Gunadisadikin meminta warga di wilayah yang terdampak albu vulkanik
03:30agar mengurangi aktivitas di luar rumah.
03:34Penafasan mata dan kulit adalah tempat-tempat di mana masalah kesehatan bisa terjadi akibat adanya debu vulkanik ini.
03:44Nah, apa yang harus kita lakukan?
03:46Kalau Bapak Ibu ada di darah-darah di sana, untuk menjaga kesehatan penafasan Bapak Ibu,
03:52usahakan kegiatannya dilakukan di rumah.
03:55Kalau Bapak Ibu harus keluar rumah, pastikan memakai masker.
04:00Kalau sudah merasa tidak enak penafasannya, segera ke puskus mas terdekat,
04:07kita sudah mendeploy alat-alat tenabilizer dan juga oksigen konsentrator.
04:16Yang kedua, Bapak Ibu ingat juga masalah kesehatan mata.
04:20Karena debu ini ada partikelnya, itu bisa membuat mata gatel dan iritasi juga.
04:28Pencegahannya bagaimana, itu tadi nomor satu, kalau tidak ada kegiatan harus keluar,
04:35usahakan itu di dalam.
04:36Tapi kalau harus keluar, usahakan memakai kacamata.
04:41Kalau terjata sudah debu yang masuk, ya pastikan jangan dikucek-kucek.
04:47Ya, bersihkan pakai air, dan segera ke puskus mas,
04:51karena semua puskus mas sudah kita kasih obat tetes mata.
04:56Gunung Anak Rakatau di perairan Selat Sunda berstatus siaga atau level 3 sejak 2 Juli lalu.
05:02Aktivitas vulkanik Gunung Anak Rakatau meningkat sejak erupsi pada Jumat malam kemarin.
05:07Tim Liputan, Kompas TV
05:13Anak Rakatau masih erupsi sejak Jumat lalu dan kini berdampak pada penerbangan,
05:18hingga mulai mengancam kesehatan akibat hujan apu vulkanik.
05:22Kita bahas hal ini bersama pakar Vulkanologi Universitas Gajah Mada,
05:26Prof. Agung Haryoko, dan Humanitarian Manager Plan Indonesia, Enos Dapareda.
05:33Nah, selamat malam Prof. Agung dan Pak Enos.
05:38Selamat malam.
05:39Ya, saya ke Prof. Agung dulu.
05:41Prof. Agung, kalau saat ini Anda amati,
05:46bagaimana membaca karakter erupsi Anak Rakatau saat ini?
05:48Ini kan sudah terus-menerus erupsi, lebih dari puluhan jam ya, kurang lebih puluhan jam gitu.
05:54Apa ini masih pola biasa atau ada indikasi peningkatan intensitas yang perlu diwaspandai, Prof?
06:00Ya, selamat malam. Terima kasih.
06:02Jadi, kalau kita melihat aktivitas dari Krakatau,
06:07maka kita melihat dari sejarah erupsinya ya.
06:11Jadi, kalau kita lihat erupsi dari 30 tahun terakhir,
06:17bahwa erupsi dari Krakatau itu mempunyai indeks eksplosivitas itu 1 sampai 3.
06:25Sepertinya ini masih mirip-mirip dengan aktivitas sebelumnya.
06:30Nah, dari penelitian bahwa memang ada erupsinya itu karena magmatik,
06:36aktivitas magmatik, dan ada juga yang karena freatik ya, dari Krakatau.
06:41Nah, kemudian sebenarnya apakah erupsi akan meningkat,
06:45atau kemudian akan menurun, itu dua-duanya mempunyai potensi yang sama.
06:48Nah, sehingga yang perlu kita waspadai adalah bagaimana data monitoring yang dilakukan oleh teman-teman di PVMBG,
06:59itu yang akan memberikan informasi apakah aktivitasnya itu semakin menurun atau meningkat.
07:05Nah, sampai saat ini yang dilaporkan bahwa aktivitas kegembaan masih terjadi.
07:11Nah, sehingga kita masih tetap harus mewaspadai dan menilai kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.
07:24Ya, saat ini masih intensitasnya sama dengan yang sebelumnya,
07:28tapi kewaspadaan tetap harus diperhatikan begitu ya Pak ya, ditingkatkan begitu.
07:35Baik.
07:36Saya ke Pak Enos.
07:37Pak Enos, kalau dari sudut pandang kemanusiaan,
07:40apa yang paling dikhawatirkan, harus dikhawatirkan dalam 48 hingga 72 jam ke depan
07:45terkait sebaran abu dan dampaknya, terutama untuk kesehatan?
07:50Ya, terima kasih Mas.
07:53Kalau kami dari Plan Indonesia sekarang memang sedang memantau,
07:57karena kan kejadiannya itu tidak hanya anak-anak tahu,
08:01di saat yang bersamaan juga lewatolog sedang batuk dalam tanda petik atau sedang erupsi juga.
08:08Sehingga ini yang perlu kita wafadai adalah dampaknya.
08:12Sebetulnya kalau dari kami melihatnya ada dua selain dari masalah kesehatan,
08:17tadi sudah disampaikan oleh Prof, disampaikan juga oleh Menteri Kesehatan,
08:22bahwa ini akan berpengaruh terhadap kesehatan semua pihak,
08:26terutama kelompok-kelompok yang rentan, misalkan anak-anak dan sebagainya.
08:30Selain itu juga mempengaruhi dalam sektor pendidikan, gitu.
08:33Karena kan ini perlu disikapi dengan cukup serius ancaman ini,
08:39bahwa pendidikan juga akan terdampak, begitu.
08:42Sekolah-sekolah akan terdampak dengan abu, sehingga sedapat mungkin itu bisa diantisipasi dengan cepat, gitu.
08:48Nah, yang paling penting adalah menjelaskan kepada anak-anak, gitu.
08:53Ini sebetulnya ada kejadian apa nih?
08:54Jadi orang tua kita imbau supaya menjelaskan kepada anak-anak,
08:58kenapa mereka tidak bermain di luar?
09:01Bagaimana, kenapa, apa namanya, apa pengaruhnya abu vulkanik ini terhadap kesehatan?
09:07Sehingga mereka juga kemudian memahami apa sebenarnya yang terjadi,
09:12dan bagaimana mereka menyikapinya, gitu.
09:15Sehingga anak-anak mendapatkan informasi yang cukup baik dengan bahasa yang sederhana.
09:20Tanpa menimbulkan kepanikan yang berlebihan juga, ya, tentunya.
09:23Betul, betul, betul.
09:25Karena kan ini, kan sebetulnya yang ditakuti dari abu, ini kan bukan abu biasa, begitu.
09:30Ada partikel-partikel kecil yang muncul.
09:33Nah, itu akan menimbulkan pertanyaan yang cukup banyak oleh anak-anak kita, gitu.
09:37Kenapa sih sebetulnya ini terjadi?
09:39Dan kenapa kami ini harus ditutup?
09:42Kemudian apa dampaknya kepada mereka?
09:44Itu kan perlu dijelaskan dengan bahasa yang cukup sederhana.
09:48Sehingga anak-anak itu bisa memahami, oh ya ini dampaknya.
09:51Nah, dampak bagi kesehatan, dampak bagi pendidikan, dampak pada situasi bermain mereka, dampak yang cukup besar, gitu.
09:58Berarti halnya para orang tua menjelaskan pada saat lockdown era pandemi, begitu ya.
10:02Ini juga harus dijelaskan dengan sederhana pada saat erupsi anak-anak atau dan erupsi gunung-gunung lainnya.
10:08Baik, saya ke Prof Agung lagi.
10:09Prof, saat ini kan statusnya masih siaga level 3.
10:12Saya tidak mau bicara lebih tinggi.
10:14Semoga ya siaga level 3 atau mungkin turun lagi, ya.
10:16Karena kita tidak berharap.
10:17Cuma ini kan alam siapa yang tahu, begitu.
10:19Nah, ini kan sudah ditetapkan sejak Juli sebenarnya, 2026.
10:23Nah, apakah data seismik visual dan satelit terbaru masih mendukung status ini atau tidak?
10:28Atau ada kemungkinan naik ke level 4 atau justru turun?
10:32Nah, kalau memang turun, butuh berapa lama hingga erupsi meredah?
10:36Oke, ini hal tersulit yang bisa kita tentukan.
10:42Karena aktivitas gunung api itu sangat sulit ya.
10:51Kita kemudian memprediksinya naik atau turun semuanya berdasarkan dari data-data monitoring yang ada.
11:01Dari semua aspek ya, dari kataan maupun visual, maupun apa namanya, jika memungkinkan dari geokimianya.
11:09Ini semuanya harus integrated untuk kemudian bisa menilai apakah kemungkinan akan meningkat atau tidak.
11:16Syukur-syukur memang ini kemudian akan turun.
11:18Jadi tidak akan ada apa namanya, peristiwa yang lebih besar lagi.
11:23Nah, dari sejarah Krakato sendiri, bahwa bahaya dari Krakato itu belum tentu dari erupsinya.
11:31Yaitu dari longsorannya ya.
11:34Kalau erupsi besar 1883 dengan tsunami yang sangat besar itu dibarengi dengan erupsi yang sangat eksplosif seperti itu.
11:43Nah, saat ini, bahkan dari catatan itu 30 tahun terakhir kan erupsinya bukan erupsi besar.
11:49Tetapi di 2018 dengan adanya longsoran tubuh gunung api itu juga bisa menimbulkan tsunami.
11:56Nah, ini dari laporan PVMPG bahwa saat ini dari sisi morfologi itu potensi adanya longsoran kecil.
12:08Tetapi ini tidak bisa kemudian kita terus diam sepertinya.
12:13Jadi mungkin dari morfologi juga itu selalu dipantau apakah kemungkinan ada perubahan-perubahan morfologi
12:19yang menunjukkan kemungkinan adanya longsoran yang bisa menimbulkan tsunami seperti itu.
12:25Jadi ini kita bersandar pada monitoring yang dilakukan oleh teman-teman di PVMPG.
12:32Ya, saya ke Pak Enos lagi.
12:34Pak Enos, Plan Indonesia kan sudah memiliki beberapa pengalaman merespons kemanusiaan di berbagai bencana.
12:39Kira-kira untuk aktivitas erupsi anak Gunung Krakatau kali ini,
12:45apa yang paling mendesak, langkah paling mendesak yang harus segera dilakukan pemerintah
12:51dan langkah-langkah prioritas yang sedang atau akan dilakukan terkait erupsi anak Krakatau ini?
12:57Kalau dari saya, kami melihat ada beberapa hal.
13:00Yang pertama memang keselamatan anak atau keselamatan dari masyarakat kita itu yang menjadi prioritas.
13:09Nah kalau kita dengar ada beberapa langkah yang tadi disampaikan oleh Pak Menkes ketika bicara soal
13:16bagaimana orang harus tetap ada di dalam rumah sedapat mungkin kalau misalkan tidak ada kepentingan sama sekali
13:22maka tetap harus ada di dalam rumah, maka kemudian langkah selanjutnya adalah memastikan unsur-unsur lain.
13:31Misalkan begini, oke sekolah dipastikan tetap memantau situasi resmi entah dari BMKG atau PVBMBG dan seterusnya
13:43untuk memastikan kondisinya.
13:45Kalau misalkan itu harus diambil langkah lebih dini bahwa misalkan sekolah bisa sekolah jarak jauh katakanlah
13:53atau bisa sekolah online misalkan atau pembelajaran diubah metodenya menjadi pembelajaran hibrid
13:58karena kondisinya tidak memungkinkan untuk dilakukan online maka itu perlu harus diambil
14:04sehingga memastikan bahwa anak-anak kita itu dalam kondisi aman
14:09guru-guru kita dalam kondisi aman dan juga masyarakat kita dalam kondisi aman
14:13orang tua juga kemudian tidak khawatir ketika dia harus mengirimkan anak-anaknya ke sekolah
14:18sehingga ini menjadi penting sinergitas antara satu lembaga dengan yang lembaga yang lain
14:22terutama misalkan sektor pendidikan harus sampaikan ini gimana kondisinya
14:26dan apa langkah untuk memastikan anak-anak tetap aman tapi mereka tetap belajar
14:31kemudian yang kedua memang perlu disampaikan kepada orang tua
14:34diberikan pengertian, diberikan dukungan, diberikan informasi yang cukup
14:38sehingga orang tua juga dapat menjelaskan kepada anak-anak apa yang harus dilakukan
14:43dan kenapa mereka harus melakukan itu gitu
14:45sehingga anak-anak mengerti situasinya dan bisa mengambil
14:49oh ya kalau saya keluar dan harus bersekolah berbahaya
14:52saya bisa belajar dari rumah, bisa belajar dalam kondisi ini gitu
14:55Pak Prof Agong, ini kan abu vulkanik ini diketahui sudah menyebar hingga ke Jabodetabek
15:02bahkan ke beberapa daerah yang ada di Jawa Barat juga
15:06dan sekarang sudah terdeteksi hingga ketinggian 20.000 sampai 50.000 kaki
15:11menyebar di ulayah padat penduduk
15:14kalau melihat karakteristik abu anak Krakatau kali ini
15:18ini kira-kira bagaimana?
15:19ukuran butirnya, kandungan silikannya, potensi iritasi dibandingkan erupsi-erupsi sebelumnya?
15:24atau masih sama atau ada perbedaan yang kali ini?
15:28oke
15:31untuk apa namanya, abu vulkanik jenisnya
15:34saya kira ini masih sama dengan erupsi sebelumnya
15:37karena apa?
15:38karena dari analisis kimia dari material erupsi sebelumnya
15:45jadi kami pernah melakukan analisis kimia
15:48dari produk erupsi setelah collapse 2018 sampai 2025 ya
15:55jadi akan ada beberapa kali erupsi
15:58nah produk dari materialnya mempunyai komposisi kimia yang masih sama
16:03terutama dari tingkat silikanya
16:05SO2 dari batuannya
16:07ini masih relatif sama
16:08jadi saya kira juga untuk erupsi kali ini
16:12masih mempunyai tipe magma yang masih sama
16:15komposisi magma yang masih sama
16:17sehingga
16:17dari komposisi itu sama
16:20kemudian untuk ukuran butir
16:22tentu saja
16:22dari setiap erupsi itu
16:24melontarkan dari abu yang sangat
16:27halus sampai kemudian yang
16:29kasar ya
16:30yang apa nama material kasar
16:32nah material kasar ini tentunya akan
16:34segera mengendap di sekitar
16:36gunung apinya
16:38sedangkan yang material halus
16:39ini bisa diterbangkan tinggi
16:42sampai ke
16:42apa namanya
16:43beberapa kilometer
16:45nah kemudian
16:46material abu yang halus ini
16:49dia akan terdistribusi
16:51sesuai dengan arah angin
16:52jadi
16:52yang sangat berpengaruh
16:54ini adalah arah angin
16:55atau kondisi
16:56meteorologi saat ini
16:58jadi
16:58kalau kita lihat kemarin
17:00ada perubahan
17:01arah angin
17:02yang pertama awalnya itu
17:03arah anginnya agak ke
17:05arah apa namanya
17:08timur barat laut ya
17:09tapi kemudian saat ini
17:11abu juga sudah
17:13sampai di sekitar
17:14jawab barat
17:15sehingga
17:15saya kira ini ada
17:16apa namanya
17:17mekanisme perubahan
17:18arah angin
17:20yang ada
17:20di sekitar
17:21gunung anak Krakatau
17:23ini yang akan
17:23menunggu
17:25apa namanya
17:25mempengaruhi
17:26dimana
17:26abu itu akan jatuh
17:29oke nah bicara soal
17:30sembaran abu vulkan nih
17:31Pak Enos
17:32kira-kira
17:34apa saja
17:36kebutuhan yang
17:37mendesak
17:37karena kan begini
17:38abu vulkanik bisa
17:39bukan hanya menggagu
17:40pernafasan
17:41bisa juga
17:41mencemari sumber air
17:42tanaman pangan
17:43dan lain-lain
17:44kira-kira bagaimana
17:45plan Indonesia
17:46membantu masyarakat
17:47melindungi air bersih
17:48ketahanan pangan keluarga
17:49terutama rumah tangga
17:51dan rumah tangganya juga
17:52kita klasifikasikan lagi
17:54rumah tangga miskin
17:55misalnya
17:57baik
17:58kalau sekarang memang
17:59plan dengan
18:00sumber daya
18:01yang dimiliki
18:02dengan medsos
18:03yang ada kita mulai
18:04menyampaikan informasi-informasi
18:06terkait dengan
18:07kesiap-siagaan erupsi
18:08itu yang pertama sekali
18:09kita lakukan
18:10mulai sejak tadi
18:11kita sudah
18:11mengeluarkan informasi-informasi
18:13penting
18:14yang
18:15dengan bahasa
18:17yang sederhana
18:18apa yang harus
18:19dilakukan selama
18:20erupsi ini
18:21apa yang harus
18:22disiapkan
18:23baik dalam konteks
18:24keluarga
18:25anak-anak
18:26maupun dalam konteks
18:27yang lebih luas
18:27termasuk dengan
18:28anak muda
18:29termasuk disitu
18:30kita menyampaikan
18:31oke ini perlu dipantau
18:32sumber-sumber resmi
18:34yang ada
18:34gitu
18:35kemudian
18:36mengurangi paparan
18:37dan seterusnya
18:37itu kita menyampaikan
18:38melalui media-media sosial kita
18:40kemudian kita terus
18:41memantau bersama
18:42dengan jejaring kita
18:43yang ada baik
18:44di jejaring pendidikan
18:45di tingkat nasional
18:46maupun
18:46jejaring-jejaring
18:48humanitarian aktors
18:49yang ada di nasional
18:50untuk melihat
18:51sejauh mana dampaknya
18:52tapi paling penting
18:53yang kita perlu
18:54sampaikan kepada
18:55orang tua
18:56misalkan gitu
18:57apa namanya
18:58tetap tenang
19:00tapi tidak juga
19:01menganggap bahwa
19:02ini situasi yang aman
19:03gitu
19:03jadi tetap tenang
19:05tidak perlu panik
19:06tetapi tidak menganggap
19:07remeh bahwa situasi ini
19:08baik-baik saja
19:09tapi terus
19:10memantau
19:11situasi-situasi
19:13yang ada
19:13karena perubahan
19:14bisa jadi sangat cepat
19:15kita tadi
19:16sudah disampaikan oleh
19:17Prof
19:17bahwa ini
19:18arah angin
19:19dan seterusnya
19:19akan membuat
19:20kondisinya bisa saja
19:22tadinya hanya
19:23daerah Jakarta
19:24dan sekitarannya
19:25misalkan
19:26radius 3 km
19:27dari lokasi
19:28itu sudah dilarang
19:29tidak boleh ada
19:29bisa jadi itu
19:30akan meluas
19:31tadinya ini hanya
19:32dampak kepada
19:33penerbangan-penerbangan
19:34yang ada
19:35kemudian sekarang
19:36PJJ sudah mulai
19:37di Jakarta
19:38dan ini bisa saja
19:39akan meluas
19:41ke tempat yang lain
19:41maka kita perlu
19:44menanggap
19:45perlu memastikan
19:46bahwa
19:48kita siap
19:49menghadapi itu
19:50dan plan
19:51kemudian
19:51mendorong
19:52menginformasikan
19:53dengan kanal-kanal
19:55yang kita punya
19:55kepada masyarakat umum
19:57termasuk kepada
19:58anak-anak
19:59nah ini menjadi penting
20:00satu lagi
20:01menjadi penting
20:03bahwa informasi
20:03yang kita berikan itu
20:05menyasar kepada semua
20:07jadi informasi-informasi itu
20:09tidak hanya
20:09dimengerti oleh
20:10orang-orang dewasa
20:11itu perlu
20:12kita pastikan
20:13bahwa dimengerti
20:14oleh semua pihak
20:15termasuk pihak-pihak
20:16yang paling rentan
20:17misalkan anak-anak
20:18ibu-ibu rumah tangga
20:19sehingga perlu
20:19dipastikan itu
20:21isinya
20:21itu cukup pendek
20:23oke
20:23nanti saya ke
20:25Prof Agung
20:25Prof
20:26entah ini
20:27koinsidens atau bukan
20:28selain
20:29gunung anak
20:30Rakatau
20:31ada gunung lain
20:31yang juga
20:32erupsi di saat
20:33yang bersamaan
20:33ada gunung
20:34Ilelootolog
20:36lalu gunung ibu
20:37lalu juga gunung
20:38Sumeru
20:38nah apakah ini
20:39ada keterkaitannya
20:40atau memang
20:40hanya koinsidens saja
20:41Prof
20:43oke
20:44saya kira
20:45setiap gunung api
20:46itu mempunyai sistem
20:47magma yang
20:47terpisah ya Bapak
20:49cuma
20:49walaupun
20:49antar gunung api
20:51itu dihubungkan
20:54dengan
20:54apa namanya
20:55zona subduksi
20:56kemungkinan ada
20:57zona subduksi yang sama
20:58seperti
20:58apakah dia ada
20:59di dalam
21:00jalur
21:00vulkanik
21:01Sunda
21:02atau Banda
21:03ataupun yang lain
21:04nah
21:06saya kira
21:07untuk
21:07apa namanya
21:10kejadian-kejadian
21:11yang hampir sama
21:12ini bisa juga
21:12sebagai
21:13koinsiden
21:14ya
21:15jadi
21:17erupsi
21:18di
21:18apa namanya
21:19Krakato
21:20tentu saja tidak
21:21mempengaruhi
21:22proses erupsi
21:23yang ada di
21:24gunung api
21:25yang lain
21:25karena apa
21:26karena mereka mempunyai
21:27sistem magma
21:28yang berbeda
21:29namun
21:29pergerakan tektonik
21:31itu yang kemungkinan
21:32apa namanya
21:34mempunyai
21:35pengaruh
21:36apa namanya
21:37dari
21:38apa namanya
21:39titik yang satu
21:40ke titik yang lain
21:41jika dia pada
21:42jalur yang sama
21:43seperti itu
21:44oke
21:44dan tetap
21:45meskipun demikian
21:47meskipun aktivitasnya
21:49saat ini belum
21:49dalam status
21:50yang awas
21:51begitu ya
21:52masih siaga
21:53tapi kewaspadaan
21:54tetap harus
21:55ditingkatkan
21:55dan mitigasi
21:57langkah mitigasi
21:58terutama ya
21:58Pak Enos juga
22:00tadi sudah memaparkan
22:01langkah mitigasi
22:02yang harus diperhatikan
22:02terutama untuk
22:03kompok rentan
22:04anak kecil dan
22:04lansia
22:05baik
22:06terima kasih
22:07perbincangannya
22:08malam hari ini
22:09pakar vulkanologi
22:10Universitas Gajah Mada
22:11Profesor Agung
22:12Harioko
22:13dan juga
22:13Humanitarian
22:15Management Plan
22:15Indonesia
22:19Sampai jumpa lagi
22:19selamat malam
22:21terima kasih
22:22selamat malam
Komentar