- 50 menit yang lalu
- #jokowi
- #jokowidodo
- #gibran
JAKARTA, KOMPAS.TV Ketua Pergerakan Indonesia untuk Semua, Ade Armando, menduga Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, sedang mengingatkan pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto saat melontarkan pernyataan soal kekuasaan.
Sementara itu, pengamat politik dan militer Universitas Nasional, Selamat Ginting, menyinggung soal Wapres RI Gibran Rakabuming.
"Persoalannya di dalam politik itu kan ada yang namanya legal, ada namanya legitimasi, ada etika demokrasi legal. Ini kan persoalan, misalnya kasus Gibran, oke legal secara hukum, tapi secara legitimasi ini mengandung kontroversi," ujar Selamat Ginting dalam program ROSI pada Kamis (3/9/2026).
Baca Juga Jokowi Bilang Kekuasaan Tidak Boleh Menjatuhkan Orang, Pengamat: Sebaiknya Berkata di Depan Cermin di https://www.kompas.tv/nasional/688861/jokowi-bilang-kekuasaan-tidak-boleh-menjatuhkan-orang-pengamat-sebaiknya-berkata-di-depan-cermin
#jokowi #jokowidodo #gibran
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/688885/ade-armando-duga-jokowi-ingatkan-pemerintahan-presiden-prabowo-selamat-ginting-soroti-ini-rosi
Sementara itu, pengamat politik dan militer Universitas Nasional, Selamat Ginting, menyinggung soal Wapres RI Gibran Rakabuming.
"Persoalannya di dalam politik itu kan ada yang namanya legal, ada namanya legitimasi, ada etika demokrasi legal. Ini kan persoalan, misalnya kasus Gibran, oke legal secara hukum, tapi secara legitimasi ini mengandung kontroversi," ujar Selamat Ginting dalam program ROSI pada Kamis (3/9/2026).
Baca Juga Jokowi Bilang Kekuasaan Tidak Boleh Menjatuhkan Orang, Pengamat: Sebaiknya Berkata di Depan Cermin di https://www.kompas.tv/nasional/688861/jokowi-bilang-kekuasaan-tidak-boleh-menjatuhkan-orang-pengamat-sebaiknya-berkata-di-depan-cermin
#jokowi #jokowidodo #gibran
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/688885/ade-armando-duga-jokowi-ingatkan-pemerintahan-presiden-prabowo-selamat-ginting-soroti-ini-rosi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:03Terima kasih Anda masih di Rosy, kali ini bersama saya Roshyana Silalahi.
00:08Kita sedang membahas soal pernyataan dalam pidato Pak Jokowi yang katanya adalah
00:15kekuasaan jangan dipakai untuk menjatuhkan orang.
00:19Saya bersama pengamat politik dan militer Universitas Nasional Dr. Selamat Ginting
00:24dan sudah hadir, karena tadi terlambat, Ketua Pergerakan Indonesia untuk Semua, Ade Armando.
00:33Saya senang karena...
00:35Pas ngomong terlambatnya sambil ketawa ya.
00:37Oh iya dong, terlambat.
00:38Saya senang karena dua narasumber saya malam hari ini memiliki disiplin ilmu yang sama.
00:44Paling tidak punya pengalaman yang sama, yaitu sama-sama wartawan.
00:49dan Bung Selamat Ginting menjadi wartawan waktu itu lama sekali, puluhan tahun ya Bang?
00:55Tiga dekade.
00:56Tiga dekade, Bung Ade juga wartawan, dua-duanya memiliki background komunikasi.
01:02Jadi kalau kita malam hari ini membahas tentang bagaimana menginterpretasikan pidato seorang mantan presiden,
01:10rasanya mereka berdua adalah orang yang paling tepat.
01:13So, kita tepuk tangan sekali lagi untuk Bung Selamat Ginting dan Bung Ade Armando.
01:17Karena Anda terlambat, saya berikan kesempatan untuk menjawab.
01:21Tadi saya sudah menanyakan pada Bung Selamat Ginting tentang bagaimana ia menginterpretasikan
01:27pernyataan Pak Jokowi yang mengatakan soal kekuasaan jangan dipakai untuk menjatuhkan orang.
01:33Bung Selamat pada kalimat pertama adalah sebenarnya ia sedang mengatakan tentang dirinya sendiri.
01:39Jadi Pak Jokowi sedang ngomong tentang dirinya sendiri tuh.
01:45Apa? Saya komentar nih.
01:47Kan Anda seorang komunikator juga?
01:50Iya, iya.
01:51Iya, tadi kan Anda sudah menyebut tentang dua hal, saya sama dengan beliau ya.
01:55Tapi ada hal ketiga yang kita beda.
01:57Beliau ini berseberangan dengan Pak Jokowi.
02:00Saya adalah pendukung Pak Jokowi.
02:02Makanya relevan Anda untuk diundang.
02:05Bagaimana menginterpretasikan pernyataan beliau?
02:08Jadi gini, saya menganggap dan publik perlu tahu dan adik-adik dari universitas ini juga harus tahu bahwa Pak Jokowi
02:16itu adalah orang yang sangat mendukung kebebasan berekspresi, berbicara, demokrasi dan seterusnya.
02:23Salah satu hal penting yang misalnya bisa saya sebut adalah bahwa ketika dia menjadi presiden, dialah orang yang sebetulnya meminta
02:32berulang kali agar undang-undang ITE itu direvisi.
02:36Terutama pasal-pasal karet yang memang digunakan oleh berbagai pihak untuk memenjarakan orang.
02:42Oke, tapi Bung Ade itu tidak menjawab pertanyaan saya.
02:45Itu dulu, pengantarnya dulu.
02:47Oke, Anda terlambat jadi sebaiknya pengantarnya harus lebih cepat.
02:51Oke, iya, iya. Jadi maksud saya adalah begini.
02:53Dia sama sekali tidak, dia tidak seportif terhadap gagasan untuk memenjarakan orang melalui kekuasaan.
03:00Dia itu menganggap bahwa seharusnya kekuasaan itu tidak dipakai memang untuk orang-orang yang berseberangan dengan si orang yang berkuasa.
03:08Oh, oke. Saya ngerti maksudnya bahwa Pak Jokowi ingin mengatakan bahwa kekuasaan itu tidak untuk mengkriminalisasi orang-orang.
03:16Persis, persis. Dan sekarang dalam beli ini, ini interpretasi saya ya.
03:22Saya nggak pernah tanya sama Pak Jokowi, tapi interpretasi saya adalah beliau adalah sebagaimana juga saya, itu adalah orang-orang
03:29yang agak khawatir nih dengan kondisi politik kita sekarang.
03:32Karena kita mendengar berulang kali, bukan Pak Prabowo-nya ya, tapi orang-orang di sekitar Pak Prabowo agak sensitif nih.
03:40Ketika mendengar ada kritik, itu langsung bereaksi dengan misalnya meminta agar orang itu berhenti bicara.
03:47Kami sendiri mengalaminya ya, ketika kami misalnya sebagai pendukung Pak Prabowo itu mengeritik kebijakan-kebijakan Pak Prabowo
03:54atau misalnya yang paling gampang lah bahwa seringkali Pak Prabowo itu mengucapkan kata-kata yang barangkali tidak semestinya,
04:02antara lain karena alasan sederhana, pertama barangkali dia karena pengen bercanda, tapi jadinya malah menimbulkan...
04:10Apa yang terakhir dia bicara tentang pendasmu gitu ya misalnya, boleh gak saya menggunakan kata bajingan gitu ya,
04:18ya itu pasti gak serius-serius amat ya, cuman diangkat dan, tapi kemudian itu kan di ruang publik,
04:23di ruang publik itu ditangkep kemudian digoreng oleh mereka yang menyerang Pak Prabowo ya.
04:28Nah dan beberapa kali lainnya, dan kali lainnya adalah karena dia salah ngomong aja kan, salah ngitung kan, 10 tambah
04:346 itu berapa ya gitu ya.
04:36Makanya saya termasuk orang yang misalnya bikin video untuk mengatakan, Pak lain kali kalau ngomong di depan publik,
04:42gunakan sebuah naskah, naskah itu dibikin oleh tim yang kuat, dan sekarang ternyata orang mulai menampilkan video
04:49di mana Pak Prabowo bilang, saya disuruh baca nih ya, terus males lah dibaca gitu kan.
04:55Nah orang semacam ini itu sangat rentan untuk dikritik pasti, orang semacam ini sangat rentan untuk digoreng kalau pakai istilah
05:04kita sekarang ya.
05:05Nah Pak Prabowo-nya kelihatan ini sih gak masalah, saya duga keras lah ya, Pak Prabowo itu tidak pernah kemudian
05:13marah karena,
05:14kok kalian mengkritik saya karena gara-gara ini sih?
05:17Tapi for your fact, untuk anda ketahui, timnya ada yang begitu, yang menegur, mengingatkan, lebih dari mengingatkan lah ya.
05:28Lebih kepada ingin membungkam.
05:31Nah jadinya kesannya semacam itu, jangan ngomong begitu ya.
05:35Sehingga ini menimbulkan, saya rasa jurnalis-jurnalis di Indonesia, sekarang juga merasakannya ya.
05:41Boleh gak sih kita, apalagi gini, kalau anda adalah berada di sebuah media yang taruh lah dianggap sebagai media yang
05:48mendukung Prabowo ya.
05:49Atau yang sejalan dengan kepentingan Prabowo.
05:51Oke, oke. Saya ngerti maksudnya. Jadi gini, jadi anda ingin mengatakan bahwa Pak Jokowi sedang ingin mengatakan sesuatu yang dirasakan,
06:01atau yang menjadi rosonya masyarakat saat ini.
06:05Atau rosonya dia sendiri.
06:07Ya, rosonya dia sendiri, mewakili rosonya banyak orang bahwa saat ini terjadi pembungkaman atas nama kekuasaan.
06:17Barangkali gak sampai level pembungkaman ya, tapi bahwa sudah terdengar di berbagai kesempatan bahwa ada teguran-teguran.
06:26Ya, kalau mau kasar dengan istilah anda adalah, well ya, ada potensi pembungkaman kali ya.
06:33Jadi anda setuju ya Pak Jokowi mengatakan itu memang ada maksud untuk mengingatkan pemerintahan yang sekarang.
06:40Ya.
06:40Oke, anda setuju bahwa itu memang perlu diingatkan.
06:44Harus diingatkan.
06:44Dan saat ini diingatkan oleh Presiden ketujuh Republik Indonesia, Jokowi Dodo.
06:49Ya, karena gini, saya sangat percaya pada arti atau kekuatan kritik ya, arti penting kritik ya.
07:00Sebuah, seorang pemimpin yang, kan anda pernah dengar lah istilah, apa namanya, kalau orang tidak dikontrol, dia akan cenderung untuk
07:14melakukan power tends to corrupt.
07:17Pernah dengar nggak nih adik-adik ya, power tends to corrupt, but absolute power corrupt absolutely.
07:24Power itu, kekuasaan itu siapapun, termasuk Pak Jokowi, Pak Prabowo atau dulu SBI atau siapapun, itu tends to corrupt.
07:32Cenderung untuk korupsi ketika anda punya kekuasaan.
07:36Tapi, dia belum tentu korup, dia baru cenderung korup.
07:41Tapi begitu ada kontrol dari masyarakat, dari DPR, dari kita semua, dari anda, dari Kompas TV, dari macam-macam, itu
07:48akan terhambat tuh tendensi korupsi itu.
07:51Tapi begitu anda kuasai, anda bisa kontrol semua orang untuk tidak bicara yang negatif, anda pasti akan korup.
07:58Jadi, anda memang melihat bahwa apa yang dilakukan, sekali lagi saya ingin mengatakan, anda yang melihat bahwa memang Pak Jokowi
08:06ini sedang mengingatkan pemerintahan Prabowo untuk tidak semenang-menang menggunakan kekuasaannya saat ia sedang memendegang mandat dan apalagi tidak ada
08:13penyimbang atau oposisi saat ini.
08:16Kita tepuk tangan dulu untuk argumentasi dari Bang Ade Armando.
08:22Tapi, jawab dulu, dari Bung Selamat Ginting tadi, sebenarnya apa yang dikatakan oleh Pak Jokowi itu sedang membicarakan dirinya sendiri.
08:32Pak Jokowi juga sebenarnya pada saat berkuasa juga menggunakan kekuasaannya untuk membungkam, paling tidak memenjarakan orang.
08:42Ya, saya akan tanya, kasus yang mana? Karena gini, bisa enggak seseorang itu karena dia bicara sesuatu, kemudian jadinya di
08:52penjara misalnya ya?
08:54Ini pertanyaan besar, ini kan soal perdebatan dalam freedom of expression.
08:59Dalam kebebasan berekspresi, dalam kebebasan berpendapat, termasuk enggak di situ kebebasan memfitnah?
09:06Termasuk enggak kebebasan mencemarkan nama baik orang?
09:09Termasuk enggak kebebasan untuk menghina orang, misalnya gitu ya?
09:13Nah, saya enggak tahu yang dimaksud oleh Bung Selamat tadi ya.
09:16Siapa orang-orang yang Anda maksud ketika di era Jokowi, dia ditangkap karena dia mengkritik?
09:24Oke, ya. Intinya begini, tadi awal Bung Selamat Ginting mengatakan ketika Pak Jokowi mengatakan bahwa kekuasaan jangan dipakai untuk menjatuhkan
09:32orang.
09:33Jabatan itu hanya sampingan, itu yang harus diingat waktu kita memiliki kekuasaan.
09:38Tadi awalnya Bung Selamat Ginting mengatakan, sebenarnya Pak Jokowi lagi ngomong tentang dirinya sendiri.
10:12Gitu tadi ya?
10:12Mencipta Kerja, kasus sahgan dan nenggolan, jumhur hidayat.
10:17Artinya saat itu ada juga orang yang dipidana karena mengkritik pemerintahan di zaman Pak Jokowi?
10:22Ada. Kemudian juga Majen Purnawirawan Sunarko.
10:28Dan banyak sekali. Dan itu fakta-fakta menurut saya. Jadi ini kritik memang kritik terhadap kekuasaan siapapun yang berkuasa harus
10:37dikritik.
10:38Karena itu sekarang Jokowi sedang mengeritik Prabowo.
10:43Itu pesan implisitnya memang tidak mengatakan langsung bahwa ini Prabowo.
10:50Kenapa? Karena memang punya kepentingan yang sama.
10:54Ada orkestrasi yang sama tapi mungkin kepentingannya berbeda.
10:59Tapi sebelum sampai ke situ, supaya bisa dijawab oleh Bung Ade Armando sebagai pembela Pak Jokowi.
11:04Anda sebenarnya ingin mengatakan bahwa pidato Pak Jokowi di hari melihat Nabi itu double standard kan?
11:10Karena seolah ingin mengingatkan yang sedang berkuasa saat ini.
11:14Padahal pada saat Pak Jokowi berkuasa, ia melakukan hal yang sama.
11:17Ya betul. Karena kan katanya harus membatasi kekuasaan itu sementara.
11:24Sementara ini publik juga melihat bahwa Jokowi itu punya agenda-agenda politik.
11:32Artinya tidak berhenti yang katanya mau pulang ke Solo.
11:36Tapi tetap melakukan safari politik.
11:41Jokowi punya kepentingan, seperti saya bilang, Jokowi punya kepentingan karena anaknya Wapres.
11:48Karena anaknya Ketua Umum Partai.
11:51Karena menantunya Gubernur Sumatera Utara.
11:55Jadi orang melihat ada agenda-agenda politik.
12:00Sehingga ini tidak bisa dikatakan hanya pidato moral dan keagaman semata.
12:06Nuansa politiknya sangat kental.
12:08Dia makhluk politik, bukan makhluk moral.
12:14Ya kalau saya, saya sepenuhnya barangkali tidak setuju dengan Bung Selamet.
12:19Pertama adalah saya tidak pernah menganggap makhluk politik itu negatif.
12:23Saya sendiri adalah seorang pelaku politik.
12:25Walaupun saya sudah keluar dari Partai PSI ya.
12:27Tapi saya adalah seorang pemain politik.
12:30Apakah itu buruk? Apakah itu jahat? Enggak.
12:33Enggak mesti dong. Enggak dengan sendirinya.
12:35Tapi kembali ke apa yang tadi Anda katakan.
12:38Saya tidak ingat ya.
12:41Tidak ingat sepenuhnya tentang apa yang Anda gunakan sebagai contoh-contoh tadi ya.
12:45Tapi bahwa misalnya Anda menggunakan contoh hadis asar.
12:48Hadis asar itu yang melaporkan ke polisi bukan Pak Jokowi.
12:53Pak Jokowi tidak pernah melaporkan siapapun yang mengkritik dia.
12:57Ya tapi kan pakai atas nama relawan atau pakai nama yang lain.
13:00Itu kan gampang.
13:01Bukan.
13:02Tinggal laporan masyarakat.
13:03Bukan.
13:04Anda tanya.
13:06Ya kebetulan saya cukup kenal Pak Jokowi.
13:08Dia tuh gak suka apa-apa dilaporin.
13:10Apa-apa dilaporin.
13:11Makanya kemudian dia bikin permintaan.
13:14Itu yang namanya undang-undang ITE dimenerin dong isinya.
13:18Masa karena pencemaran rama baik orang bisa dipenjara.
13:21Itu yang dia lakukan pada saat itu.
13:24Nah jadi haris asar itu yang mengelaporkan bukan relawan.
13:28Yang melaporkan itu adalah LBP.
13:31Dan itu pun kemudian di pengadilan kalah kok LBP-nya.
13:36LBP itu luput.
13:36Kalau kita maju ke perdebatan yang soal pernyataan Pak Presiden ini.
13:42Saya ingin mengambil garis besar dari apa yang dikatakan oleh Bung Selamat Ginting.
13:48Adalah bahwa ada muatan politik dalam pernyataan Pak Jokowi.
13:54Bahwa itu tidak semata mengingatkan pemerintahan saat ini yang dipimpin oleh Presiden Prabowo.
13:59Tentang kekuasaan jangan digunakan semena-mena.
14:01Mumpung berkuasa jadi membunuh orang.
14:03Atau dalam hal ini membungkam orang.
14:05Tetapi Bung Selamat ingin mengatakan bahwa.
14:08Apa yang dikatakan Pak Jokowi itu sesungguhnya hanya untuk melindungi keluarganya.
14:12Putranya yang menjadi wakil presiden.
14:14Anak yang menjadi ketum PSI.
14:16Mantunya yang menjadi gubernur sumut.
14:18Jadi pidato itu bukan melulu orisinil tentang mengingatkan seorang pemimpin.
14:25Tapi ada kepentingan politik dari pernyataan itu.
14:27Itu kan cara pandang beliau.
14:29Saya tidak melihat bahwa dia sedang melindungi.
14:32Tapi benar dong anaknya wakil presiden.
14:34Enggak.
14:35Anaknya ketum PSI.
14:37Mantunya gubernur sumut.
14:39Ya lalu kenapa?
14:40Emang salah.
14:41Punya anak yang adalah wakil presiden.
14:43Memang salah.
14:44Punya anak yang adalah ketua partai.
14:45Menantu yang apa.
14:48Pejabat ya gubernur ya.
14:49Enggak ada yang salah dari situ.
14:51Kita akan bisa menyalahkan Pak Jokowi kalau misalnya begitu ada orang mengkritik Gibran.
14:56Ada serangan balik terhadap mereka yang mengkritik Gibran.
14:59Misalnya orang mengatakan Gibran itu fufufafa.
15:02Ada enggak hukuman yang diberikan kepada orang yang bilang Gibran itu fufufafa.
15:06Jadi kemudian apa ya benar nih.
15:09Kalau misalnya itu kaitannya dengan pesan kepada Pak Jokowi untuk melindungi keluarganya.
15:15Enggak ada benar juga maksudnya Bung Ade.
15:18Enggak ada tuh yang nyerang Mas Gibran sebagai fufufafa langsung digeruduk.
15:21Jadi persoalannya Bung Ade itu terpesona dengan karisma personal Jokowi.
15:28Ini kalau melihat Jokowi harus dilihat bahwa dia itu aktor politik.
15:34Saya tidak mengatakan kalau politik itu jahat atau buruk.
15:38Loh saya juga dokter ilmu politik.
15:40Bukan berarti saya belajar politik.
15:41Bukan berarti kalau ada agenda politik itu buruk.
15:45Tapi publik juga memahami bahwa memang Jokowi itu masih terkait dengan kekuasaan.
15:53Dia punya jaringan kekuasaan dan juga punya sejarah dan kepentingan politik.
16:01Sehingga pernyataan-pernyataannya itu sudah pasti punya kepentingan politik.
16:08Oke, kalau gitu singkatnya gini.
16:11So what? Jadi kenapa?
16:12Kalau seorang mantan presiden berpidato punya muatan politik terus?
16:18Iya persoalannya di dalam politik itu kan ada yang namanya legal,
16:23ada namanya legitimasi, ada etika demokrasi.
16:27Legal.
16:28Ini kan persoalan misalnya kasus Gibran.
16:30Oke legal secara hukum, tapi secara legitimasi ini mengandung kontroversi dan juga ketidakpatutan.
16:41Lalu dari etika demokrasi, apakah kemudian tampilnya itu adalah muncul sebagai kesetaraan?
16:51Ini keuntungan bagi siapa?
16:53Keuntungan bagi keluarga.
16:55Maka publik tetap melihat ada kepentingan meneruskan dinasti politik.
17:07Saya ingin masuk dalam satu pertanyaan kepada dua narasumber saya.
17:12Pernyataan mantan presiden Pak Jokowi ini dianggap memberikan pesan kepada presiden Prabowo.
17:19Bung Adek mengatakan bahwa ia itu adalah refleksi dari roso banyak orang yang merasa semacam ada pembungkaman ketika memberikan kritik
17:29kepada presiden Prabowo.
17:30Tapi menurut Bung Selamat Ginting ini ada sesuatu yang lebih serius bahwa pernyataan ini ingin melanjutkan supaya kroni keluarga Pak
17:40Jokowi terus dalam kekuasaan.
17:42Kami kembali sesaat lagi.
Komentar