Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Pengamat politik dan militer Universitas Nasional, Selamat Ginting, menyoroti rekam jejak Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, selama berkuasa.

Sementara itu, Ketua Pergerakan Indonesia untuk Semua, Ade Armando, menyebut pesan di balik pernyataan Jokowi soal kekuasaan tersebut adalah petuah untuk pemerintahan Presiden RI, Prabowo Subianto.

"Pak Jokowi sudah mengeluarkan petuah bagi pemerintahan sekarang," ujar Ade Armando dalam program ROSI pada Kamis (3/9/2026).

Baca Juga Jokowi Singgung soal Kekuasaan, Selamat Ginting: Ada Pesan Politik yang Ingin Disampaikan | ROSI di https://www.kompas.tv/nasional/688887/jokowi-singgung-soal-kekuasaan-selamat-ginting-ada-pesan-politik-yang-ingin-disampaikan-rosi

#jokowi #jokowidodo #prabowo

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/688888/selamat-ginting-soroti-rekam-jejak-jokowi-ade-armando-petuah-untuk-pemerintah-sekarang-rosi
Transkrip
00:02Terima kasih Anda masih di Rosi. Kita sedang membicarakan soal apa yang dikatakan oleh mantan Presiden Jokowi, kekuasaan jangan dipakai
00:11menjatuhkan orang.
00:12Saya masih bersama pengamat politik dan militer Universitas Nasional, Dr. Selamat Ginting dan Ketua Pergerakan Indonesia untuk semua, Dr. Ade
00:20Armando.
00:24Saya mau sedikit lagi kemudian mencoba mengingatkan apa yang dikatakan oleh mantan Presiden Jokowi, yaitu Lamun Siro Sakti Ojo Mateni,
00:37mohon maaf, semoga saya dapat mengucapkan ini dengan baik.
00:40Lamun Siro Pinter Ojo Mintri, Lamun Siro Banter Ojo Disiki, kalau kamu sakti atau punya kekuasaan besar, jangan suka menjatuhkan
00:50atau merugikan orang lain.
00:52Lamun Siro Pinter Ojo Mintri, jika kamu pintar dan cerdas, jangan merasa paling pintar untuk memperdaya atau merendahkan orang lain.
01:00Lamun Siro Banter Ojo Disiki, meskipun kamu mampu bergerak atau berjalan cepat, jangan suka mendahului atau melompati aturan dan hak
01:09orang lain dengan semena-mena.
01:10Sebuah petuah yang baik untuk kekuasaan, tapi kemudian malah dipersepsikan, ah dulu juga waktu berkuasa melakukan hal yang sama, itu
01:23kira-kira mengapa petuah ini kemudian tidak secara jenuin dapat diterima dengan baik.
01:30Karena pada waktu Pak Jokowi berkuasa selama 10 tahun, ia melakukan hal yang sebenarnya sedang ia kritik saat ini.
01:37Saya nih, nggak ada. Kalau orang yang berpikiran begitu menurut saya, saya cuma karena emang udah punya ketidakpercayaan aja.
01:47Jadi it started from, ya nggak percaya aja sama Pak Jokowi, dia ngomong apapun juga salah.
01:57Ijazahnya aja ditanyain gitu ya.
01:59Nah, dalam hal ini misalnya pertanyaan Anda nih ya, ketika dia berkuasa, Anda juga bilang tadi kan, Anda sekarang ngeritik
02:06orang yang berkuasa sekarang.
02:08Ketika Anda dulu berkuasa, Anda juga begitu.
02:11Saya akan tanya yang mana, yang mana bahwa Pak Jokowi itu menggunakan kekuasaannya untuk menghabisin orang lain?
02:18Nggak ada.
02:19Saya persempit. Apa yang dikatakan Bung Selamat Ginting adalah memberikan pidato ini sebenarnya untuk menjaga lingkaran keluarga Pak Jokowi yang
02:28ada dalam kekuasaan dan supaya tidak apa, supaya tetap membersamai Pak Prabowo dan jangan ditinggalkan.
02:34Jangan lagi terulang kursi wakil presiden itu bersama kursinya Menko, harusnya disamping oleh disamping presiden.
02:42Nggak, saya nggak percaya.
02:43Ya, sebenarnya dalam wawancara dengan Tempo sudah jelas, Jokowi juga sudah memberikan isyarat-isyarat bahwa, misalnya kalimat begini.
02:51Saya juga udah agak jarang nih ngobrol sama Pak Prabowo, dia jarang ketemu.
02:56Itu kan reprisens bahwa dulu orang menganggap dia betul-betul Dwi Tunggal nih, dia selalu ada bersama-sama Pak Prabowo.
03:04Siapa yang ditunggal maksudnya?
03:06Bukan Dwi Tunggal, jadi Pak Jokowi itu selalu berada bersama Pak Prabowo.
03:10Kalimat yang terakhir itu menunjukkan bahwa sebetulnya nggak gitu-gitu amat loh.
03:15Saya udah jarang ketemu Pak Prabowo.
03:17Udah jarang ketemu Pak Prabowo.
03:18Berarti ingin menjawab spekulasi orang bahwa Pak Jokowi masih cewe-cewe Pak Prabowo dan itu dijawab oleh Pak Jokowi.
03:27Tapi saya mau kembali yang tadi ya, misalnya bahwa Pak Jokowi juga melakukan hal yang sebelumnya dia kritik.
03:32Saya mau tanya nih, Bung Selamat Ginting ini udah ngeritik Prabowo Jokowi, sejak kapan?
03:38Sejak Jokowi masih jadi presiden, dia diganggu nggak?
03:42Sama sekali nggak, Roy Suryo itu udah menghina-hina Pak Jokowi sejak kapan?
03:47Sejak Pak Jokowi masih jadi presiden, ketika dia menjadi presiden, dia ganggu nggak, Roy Suryo?
03:53Nggak pernah bahwa sekarang dia melakukan, melaporkan, itu kan betul-betul persis karena dia sudah mundur dari, bukan mundur, dia
04:03sudah turun dari jabatannya.
04:05Ya kita sesama warga negara nih, eh si Roy Suryo masih juga bilang, kamu itu ijazahnya palsu, kamu itu ijazahnya
04:11palsu.
04:1299,9% menurut saya ijazahnya palsu.
04:15Tapi kita nggak usah masuk ijazah lah kepanjangan.
04:17Nggak, saya mau bilang, saya mau bilang, bahwa Pak Jokowi itu tidak menggunakan kekuasaan yang dia miliki untuk menghabisi Jokowi,
04:24Selamat Ginting, Dokter Tifa, dan siapapun.
04:27Tidak dia lakukan.
04:29Jadi ketika dia berkuasa pun, dia sebetulnya menerapkan prinsip yang dia sekarang ajarkan kepada kita semua, jangan pernah gunakan kekuasaanmu
04:38untuk menghasbisi lawan.
04:40Oke, Pak Jokowi tidak menggunakan kekuasaan untuk menjatuhkan orang lain saat berkuasa.
04:45Itu sudah dijawab, karena Anda mengatakan Pak Jokowi sebenarnya sedang menasati dirinya.
04:50Dan kemudian tolong dijawab, oh nggak ada itu untuk hanya melindungi kroninya.
04:56Anda juga ingin menjelaskan itu kan, bahwa apa yang dikatakan oleh Pak Jokowi ini sebenarnya hanya untuk melindungi putranya, lalu
05:02keluarganya.
05:03Nggak dong.
05:04Saya tidak percaya bahwa dia melakukan untuk kepentingan keluarga.
05:06Oke, silahkan Anda jawab itu.
05:08Kan memang tidak diungkapkan secara eksplisit.
05:12Ini diungkapkan semuanya secara implisit.
05:15Jadi, ya kira-kira dalamnya lautan kita bisa tebak.
05:22Tapi dalam hati siapa yang tahu.
05:24Oke, di dalam pidato Jokowi di Kebumen itu memang betul mengandung pesan moral.
05:34Jelas, itu budaya Jawa yang dia kemukakan.
05:37Tetapi, di dalam demokrasi tentu saja tidak boleh berhenti hanya pada keindahan pesan semata.
05:46Tapi kalau dijawab langsung kepada poinnya.
05:48Tadi sudah dijawab oleh Bung Ade Armando bahwa tidak benar bahwa Pak Jokowi sedang menasati dirinya karena selama berkuasa ia
05:55tidak melakukan apa yang dipidatokan.
05:59Yaitu menggunakan kekuasaan untuk menjatuhkan orang.
06:01Tapi kan Anda juga mengatakan bahwa pidato itu ditujukan pada Pak Prabowo untuk melindungi kroninya.
06:07Anaknya yang jadi wakil presiden, mantunya yang jadi gubernur, anaknya yang jadi ketum PSI.
06:11Apa yang ada bisa bantah soal ini?
06:13Bahwa pesan ini sebenarnya untuk mengancam Presiden Prabowo.
06:15Maka pesan itu harus diuji terhadap rekam jejak kekuasaan seseorang.
06:22Harus diuji terhadap rekam jejak seseorang.
06:26Terutama si pemberi pesan.
06:28Pemberi pesan yaitu Jokowi.
06:30Nah kemudian dari sinilah kita melihat bahwa ini seperti senjata makan Tuhan bagi Jokowi.
06:37Mengapa saya katakan itu?
06:40Karena ini relevan.
06:41Mengapa relevan?
06:43Tentu saja bukan karena Jokowi tidak boleh memberikan nasihat.
06:47Tidak boleh memberikan pesan.
06:51Justru karena ia pernah memegang jabatan ini baru lengser sekitar 10 bulan.
06:58Eh sorry, hampir 2 tahun yang lalu.
07:00Maka kekuasaan selama 10 tahun itu bahkan saya tidak menghasilkan.
07:06Jadi orang kalau baru lengser 2 tahun tidak boleh memberikan petua gitu?
07:09Boleh, tapi kan harus dilihat, diuji juga dari rekam jejaknya.
07:13Nah itu rekam jejaknya itu apa?
07:16Ya itu tadi kan harus diuji.
07:18Seperti saya bilang, banyak ujian-ujian itu.
07:22Kita lihat misalnya ya, indeks demokrasi di eranya SBY.
07:28Itu awalnya adalah meningkat dan berakhir sangat baik.
07:34Jokowi awalnya baik, di terakhir adalah jomplang, ambruk.
07:41Itu indikasi.
07:42Jadi betul-betul demokrasi menurun.
07:45Sama dengan indeks persepsi korupsi.
07:48Tinggal 34.
07:49Itu fakta gitu.
07:51Ada rekam jejak gitu.
07:53Jadi orang ini tidak pantas untuk memberikan petua seperti ini?
07:56Ya, makanya orang melihat sebaiknya memberikan pesan di depan cermin.
08:02Kira-kira karena itu juga untuk semua orang.
08:05Termasuk untuk dirinya.
08:07Kita sudah harus selesai.
08:09Kalaupun Anda ingin mendambahkan hanya sedikit saja atau sudah kita harus tutup saja?
08:14Atau Anda ingin sedikit saja? Boleh?
08:16Saya kasih.
08:16Ya, saya akan bilang bahwa Pak Jokowi sudah mengeluarkan petua yang dia percaya.
08:21Dan itu penting buat pemerintah sekarang.
08:23Jangan pernah gunakan kekuasaan untuk menghabisi lawan.
08:26Terima kasih Dr. Selamat Ginting, Dr. Ade Armando.
08:31Saya ingin menutup dialog kita malam hari dengan cepat sekali.
08:37Bahwa apa yang dikatakan oleh mantan Presiden Jokowi bahwa kekuasaan jangan digunakan untuk menjatuhkan orang adalah sejatinya petua atau masukan
08:44yang sangat baik.
08:46Terlepas bahwa yang memberikan nasihat memiliki catatan selama ia berkuasa.
08:51Tetapi mengingatkan yang berkuasa adalah tugas kita semua.
08:55Saya Rosyana Silalahi, sampai ketemu Kamis depan.
08:58Tetaplah di Kompas TV, independen, terpercaya.
09:32Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan