00:00Setelah kabut asap imbas kebakaran hutan dan lahan tak hanya mengganggu kesehatan dan aktivitas warga.
00:05Di Banjarmasin, pemilik penyewaan alat mendaki juga terkena dampak.
00:10Omsetnya turun hingga 50 persen.
00:17Kabut asap imbas kebakaran hutan dan lahan tak hanya mengganggu kesehatan dan aktivitas warga,
00:23tetapi juga memukul perekonomian pelaku usaha mikro kecil dan menengah UMKM di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
00:32Salah satunya dialami pemilik toko peralatan kema, Suci Solehah.
00:36Sejak karhutlah melanda, omset penghasilannya menurun drastis bahkan hingga 50 persen.
00:42Menurut Suci, kabut asap karhutlah membuat wisatawan tak berminat untuk melakukan pendakian dan kondisi ini lebih parah dibanding tahun sebelumnya.
00:53Lumayan berdampak.
00:54Biasanya kan ada yang pendaki itu yang tim Tektok.
00:59Yang tim Tektok itu biasanya OTW-nya sekitar jam 3 subuh.
01:05Nah, dan semenjak yang asap ini, mereka udah nggak lagi, nggak hiking lagi.
01:11Karena kan takut di jam segitu kan masih asapnya tebal kan.
01:15Jadi mereka off dulu untuk pendakiannya.
01:18Makanya ini lumayan anjlok banget di Agustus.
01:21Padahal Agustus lho kan.
01:23Yang tanggal merahnya ada dua, kan jepit kan.
01:26Terus kan 17-an biasanya rame, nah ini supi.
01:29Aktivitas pendakian menjadi salah satu destinasi wisata yang paling terdampak karhutlah.
01:34Selain karena paparan kabut asap,
01:36minat pengunjung juga menurun akibat tak bisa menikmati pemandangan indah yang biasa dinikmati saat kema.
01:43Warga berharap karhutlah bisa segera teratasi dan tak menjadi peristiwa berulang,
01:48agar roda perekonomian warga dapat kembali pulih.
01:53Saida Aisyah, Kompas TV Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
01:59Soal dampak karhutlah terhadap UMKM,
02:02kita langsung berbincang bersama dengan salah satu pelaku UMKM di Banjarmasin,
02:06Suci Solehah.
02:07Selamat malam, Mbak Suci.
02:09Selamat malam, Mas.
02:11Jadi apa dampak yang paling dirasakan oleh pelaku UMKM saat ini, Mbak Suci, dari karhutlah?
02:17Dampaknya pengunjung pariwisata jadi sepi, Mas.
02:21Biasanya kan pendaki itu berangkatnya di dini hari atau pagi hari.
02:27Karena ngejar sunrise nih.
02:30Nah, sedangkan di jam segitu kabut lagi tebel-tebelnya.
02:34Jadi mereka, kebanyakan mungkin dari mereka memutuskan untuk vakum dulu.
02:38Atau mengundurkan diri untuk berwisata dulu.
02:43Mbak Suci, seberapa parah sih kerusakan hutan di sana untuk saat ini, Mbak Suci?
02:49Lumayan sih.
02:50Biasanya nggak nyampe ke kota ya asapnya.
02:52Tapi tahun ini nyampe ke kota nih asapnya.
02:56Jadi yang terdampak tempat-tempat wisata, tempat hiking juga sangat terdampak saat ini, Mbak?
03:02Iya juga.
03:04Apalagi di perjalanan menuju ke wisata tersebut.
03:07Itu dilaporkan kondisinya seperti apa?
03:09Apakah betul kering kerontang, banyak pohon, vegetasi kering yang terbakar, atau seperti apa, Mbak?
03:15Iya, betul.
03:18Ada beberapa pariwisata yang tutup karena kebakaran.
03:23Dan juga ada wisata lainnya yang kurang diminati karena kemarau panjang, Mas.
03:29Jadi kayak rumputnya itu kuning banget.
03:32Jadi itu kurang menarik wisatawan.
03:37Ini untuk tahun ini, menurut Anda, pengalaman Anda, ini paling parah atau bagaimana, Mbak?
03:44Iya, betul.
03:44Menurutku dari 10 tahun yang lalu, kayaknya ini yang paling parah.
03:49Biasanya seperti apa?
03:51Akan segera merda dalam berapa lama biasanya, Mbak Suci, kebakaran ini?
03:57Biasanya juga enggak. Selama ini sih, Mas. Ini kemarau terpanjang sih, menurutku.
04:03Biasanya dalam satu bulan langsung hilang kebakaran karhutlah. Kalau ini masih berkepanjang gitu?
04:09Iya, betul. Bahkan ini enggak tahu sampai kapan kayaknya.
04:13Kalau upaya yang dilakukan oleh rekan-rekan sama kayak pecinta alam, bisa kan pecinta alam yang hobi hiking.
04:19Itu apa sih upayanya untuk bisa membantu mengatasi ini? Ada enggak, Mbak Suci?
04:27Kami sih, ini ya. Enggak camping dulu, Mas. Vakum dulu juga.
04:36Tapi kalau di lokasi Anda, saat ini bagaimana untuk di ofisnya, di tokonya, Mbak?
04:41Kalau di ofisnya aman, karena kan ofisnya di kota. Jauh dari titik kebakaran, Mas.
04:49Ada banyak pekerja juga tentu yang terdampak, Mbak Suci?
04:52Iya, betul.
04:54Selain omset tadi, bagaimana dengan kondisi para pekerja saat ini, Mbak?
04:59Yang pasti gajinya juga berkurang, Mas.
05:02Karena omset turun juga, kan?
05:05Dengan kondisi seperti ini, Mbak Suci, sudah mulai menyentuh sektor ekonomi.
05:10Apa langkah-langkah yang dilakukan? Strateginya bagaimana? Putar otaknya seperti apa?
05:16Kami sih masih gini aja ya.
05:20Sebenarnya masih ada yang sewa.
05:22Yang pendaki kan nggak ada nih.
05:24Tapi yang bulan ini lagi rame, anak-anak pramuka nih.
05:30Yang camping.
05:31Jadi itu yang nutupin dari pendakian yang berkurang.
05:38Tapi upaya pemerintah, tim gabungan sudah optimal ya dilakukan di sana?
05:43Iya, betul.
05:44Pemadam juga sudah banyak banget yang nyebar untuk madamin api.
05:47Baik, semoga segera teratasi dan segera merda karutlah yang terjadi di tanah air.
05:52Terima kasih, Mbak Suci Soleh.
05:54Untuk waktu ini di program Kepas Malam hari ini.
05:59Setelah AS perpanjang penempatan pasukannya di Timur Tengah hingga tahun depan.
06:04Pertanda perang dengan Iran akan berlangsung lama.
06:22Terima kasih.
06:36Aku Viva, dari sumber terjaga dan tujuh tahap nanopurifikasi.
06:41Mineral baiknya dijaga optimal.
06:45Murninya berasa.
06:48Sejukan hidup sepenuhnya.
06:49Aku Viva, murni dan pasti sejuknya.
06:51Dari Wingswood.
06:52Indomie goreng, cabai hijau, dengan cabai hijau asli.
06:56Lebih pedas, tas, tas, tas, tas.
06:59Lebih gurih, rih, rih, rih, rih.
07:00Indomie goreng, cabai hijau.
07:02Ijauhnya di cari-cari, pedas gurinya makin bernyari.
07:07Mau cappuccino yang autentik Itali?
07:09Aha, ini top cappuccino baru.
07:12Milky Fomia lebih tebal di tambah crunchy chocomalt.
07:16Rasanya lo Italiano.
07:18Nikmati top cappuccino rasa Italiano.
07:21Dari Wingswood.
07:37Ini cerita aku, barang isoplus.
07:40Banyak aktivitas bikin aku kehilangan ion.
07:43Jadi dehidrasi.
07:44Isoplus dengan tujuh ion.
07:46Cepat diserap, tubuh terhidrasi.
07:48Cepat beraktivitas lagi.
07:50Hidrasi cepat, jaga performa.
07:51Dari Wingswood.
07:52Indis ekonomi, terus gerak, kejar rejeki.
07:54Nyeri otot lagi, minum neoremasil.
07:57Andalan lugu juga, ahlinya redakan nyeri otot, nyeri sendi, dan pegang.
08:01Nyeri keram kebas kesemuktan, neoremasil nyuruh.
08:04Neoremasil terus bergerak saat menyerah bukan pilihan.
08:07Nyut, nyut.
08:08Ternyata aku punya masalah gigi sensitif.
08:10Makanya aku pakai Sensodyne Fresh Mint dengan formula baru.
08:14Kasih perlindungan gigi sensitif seharian.
08:16Dan sekarang nafas lebih segar hingga 12 jam.
08:19Suka banget pakai Sensodyne.
08:22Indomie goreng, cabai hijau.
08:24Dengan cabai hijau asli.
08:26Lebih pedas, tas, tas, tas, tas.
08:29Lebih gurih, rih, rih, rih.
08:30Indomie goreng, cabai hijau.
08:32Ijauhnya dicari-cari.
08:34Pedas gurinya makin bernyari.
08:37Aku Viva.
08:38Dari sumber terjaga dan tujuh tahap nanopurifikasi.
08:41Mineral baiknya dijaga optimal.
08:46Murninya berasa.
08:48Sejukan hidup sepenuhnya.
08:49Aku Viva.
08:50Murni dan pasti sejuknya.
08:51Dari Wingswood.
09:03Sudara perang Iran dan Amerika Serikat semakin memanas dan meluas.
09:07AS membalas serangan Iran terhadap kapal yang melintasi Selat Hormuz dan pangkalan militer AS.
09:13Sementara Iran membalas serangan AS terhadap infrastrukturnya.
Komentar