- 17 jam yang lalu
- #bambangsetiawan
- #pejompongan
- #demo27agustus
JAKARTA, KOMPAS.TV - Polisi kemarin merilis sketsa wajah dan ciri-ciri pelaku pengeroyokan yang menewaskan warga di Pejompongan 27 Agustus lalu.
Sementara pengamat menilai berdasarkan rekaman video yang beredar, polisi seharusnya bisa lebih cepat mengungkap kasus ini.
Kasus kematian warga bernama Bambang Setiawan di Pejompongan dalam kerusuhan 27 Agustus, mulai kemajuan setelah polisi merilis sketsa wajah yang diduga pelaku.
Bagaimana sketsa wajah tersebut bisa mempercepat pengungkapan kasus ini?
Kita ulas bersama Kabreskrim Polri 20092011 Komjen Purnawirawan Ito Sumardi dan Ketua Indonesia Risk Center, Julius Ibrani.
Baca Juga Amnesty: Kematian Bambang Setiawan Tidak Sulit Diungkap, Lokasi Kejadian Bukan Tempat Sepi, Ada CCTV di https://www.kompas.tv/nasional/688823/amnesty-kematian-bambang-setiawan-tidak-sulit-diungkap-lokasi-kejadian-bukan-tempat-sepi-ada-cctv
#bambangsetiawan #pejompongan #demo27agustus
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/688872/kasus-tewasnya-bambang-di-pejompongan-polisi-rilis-sketsa-pelaku-sudah-terlambat-sapa-malam
Sementara pengamat menilai berdasarkan rekaman video yang beredar, polisi seharusnya bisa lebih cepat mengungkap kasus ini.
Kasus kematian warga bernama Bambang Setiawan di Pejompongan dalam kerusuhan 27 Agustus, mulai kemajuan setelah polisi merilis sketsa wajah yang diduga pelaku.
Bagaimana sketsa wajah tersebut bisa mempercepat pengungkapan kasus ini?
Kita ulas bersama Kabreskrim Polri 20092011 Komjen Purnawirawan Ito Sumardi dan Ketua Indonesia Risk Center, Julius Ibrani.
Baca Juga Amnesty: Kematian Bambang Setiawan Tidak Sulit Diungkap, Lokasi Kejadian Bukan Tempat Sepi, Ada CCTV di https://www.kompas.tv/nasional/688823/amnesty-kematian-bambang-setiawan-tidak-sulit-diungkap-lokasi-kejadian-bukan-tempat-sepi-ada-cctv
#bambangsetiawan #pejompongan #demo27agustus
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/688872/kasus-tewasnya-bambang-di-pejompongan-polisi-rilis-sketsa-pelaku-sudah-terlambat-sapa-malam
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Kasus kematian warga bernama Bambang Setiawan di Pejompongan dalam kerusuhan 27 Agustus
00:05mulai ada kemajuan setelah polisi merilis sketsa wajah yang diduga pelaku.
00:11Lalu bagaimana sketsa wajah tersebut bisa mempercepat pengungkapan kasus ini?
00:17Kita ulas bersama kabar eskrim PORI 2009-2011, Komjen Purna Wirawan Ito Sumardi
00:23dan nanti akan bergabung Ketua Indonesia RISK Center Julius Ibrani.
00:27Pak Ito, selamat malam. Terima kasih sudah, Adir.
00:31Ya, terima kasih selamat malam, Mbak.
00:33Kalau sebelumnya ada rekaman video, kamera pemantau, lalu ada sketsa,
00:39sebenarnya kalau dalam proses penyelidikan mana yang lebih akurat?
00:43Atau ini saling melengkapi keduanya?
00:46Yang pertama itu saling melengkapi, tapi saya ingin meluruskan juga ya tadi pendapat bahwa
00:52seolah-olah polisi lambat.
00:53Begini, Mbak, penanganan satu masalah seperti penganian itu berbeda dengan penganian biasa.
00:59Ini kan penanganian yang dilakukan oleh massa.
01:02Kemudian, polisi baru bisa menangani TKP setelah masanya itu bubar.
01:08Karena kan situasinya belum kondusif.
01:11Sehingga di sini kita juga tentunya memerlukan waktu
01:14dengan mengumpulkan alat-alat bukti yang bisa ditemukan di TKP.
01:19Bahwa kita semua tahu bahwa alat buktinya kan sudah dirusak seperti CCTV.
01:23Sehingga polisi ini saat ini adalah berusaha untuk menyusun sketsa ya
01:28dengan mencocokkan keterangan saksi, kemudian menganalisis CCTV yang masih bisa diselamatkan,
01:34rekaman video, serta konten-konten digital yang saat ini berbeda di masyarakat ya.
01:39Dimana paling tidak polisi per tanggal 3 September hari ini,
01:43Polda Metro Jaya memang belum mengumumkan penangkapan tersangka atau penetapan tersangka.
01:48Nah, dua pria yang sketsa wajahnya telah dirilis ya oleh Polda Metro ini
01:52statusnya masih terduga pelaku dan sedang diburu dalam perkara dugaan penganiayaan
01:58meskipun kita juga belum bisa mengatakan apakah mereka itu termasuk orang yang menganiaya
02:03ataupun melakukan pembunuhan ya.
02:06Nah, jadi saya kira mungkin rilis sketsa yang diberikan ini adalah kerja polisi
02:12untuk menunjukkan identitas awal yang telah mengarah kepada dua individu.
02:17Oke.
02:18Tapi di sini kan tentunya yang paling sulit adalah bagaimana saat ini untuk bisa
02:22mendapatkan identitas sesungguhnya.
02:24Karena beda dengan di negara lain, kalau misalnya sudah ada sketsa itu dengan mudah
02:29bisa kita lakukan identitas yang sebenarnya.
02:32Ya.
02:32Namun demikian, tentunya kita berharap bahwa masyarakat dengan dirilisnya dua sketsa tersebut,
02:38masyarakat yang mengenali ciri tersebut dapat menyampaikan informasi secara tertutup tentunya.
02:44Nah, dan kita juga berharap kalaupun menemukan yang bersangkutan,
02:48jangan sampai ada upaya-upaya untuk melakukan tindakan sendiri karena ini melakukan pelanggaran hukum.
02:53Demikian, Pak.
02:54Jadi tadi Pak Ito di awal ingin menegaskan dulu kritik dari sejumlah pihak,
02:59salah satunya dari masyarakat sipil yang menilai kerja polisi lambat.
03:02Tadi Pak Ito membantah itu.
03:04Bukan lambat, tapi memang ada kesulitan untuk mencari siapa pelaku dalam kondisi di tengah masa.
03:09Nah, dari pengalaman Pak Ito sebagai kabar reskrim pada saat itu,
03:13dalam penyelesaian kasus seperti ini, apa saja tahapannya?
03:16Artinya kan dalam kondisi masa, kita tidak tahu siapa yang berbuat dan apa tujuannya.
03:21Dalam waktu ini, waktu-waktu ke depan, apa sih yang paling harus dicari oleh polisi?
03:28Ya, pertama adalah untuk pengungkapan satu kasus ya,
03:32itu yang sangat tergantung daripada kondisi TKP-nya, Pak.
03:36Sehingga penting sekali kalau kondisi TKP belum rusak,
03:40itu akan sangat mudah ya untuk mengungkapnya.
03:42Tapi kalau kondisi TKP sudah rusak,
03:44apalagi misalnya sudah ada perubahan,
03:48misalnya di sana ada alat-alat yang bisa membantu seperti CCTV,
03:52atau saksi masyarakat yang betul-betul mau memberikan informasi kepada polisi,
03:57ini sangat memudahkan.
03:58Tapi sekarang kalau lihat daripada amuk masa,
04:01ini memang saya mengalami kesulitan juga dari dulu.
04:04Bukan kita tidak bisa cepat, ya tapi semua kembali tergantung daripada kondisi TKP.
04:09Saat itu kan dalam kondisi rusak masa itu,
04:13polisi tidak bisa segera untuk datang ke TKP,
04:16menunggu sampai situasi kondusif,
04:18baru polisi ke sana untuk mengolah TKP.
04:20Nah inilah yang membuat mungkin kerja polisi
04:24tidak seperti untuk kasus-kasus penganayaan biasa.
04:28Kalau kasus penganayaan biasa kan itu situasinya aman.
04:30Di sini kan kita harus menunggu ke situasi kondisi dulu.
04:33Jadi untuk penanganan satu kasus tidak bisa kita samakan seperti Apple to Apple, ya.
04:39Ini pengalaman saya selama lebih dari 18 tahun di Resense,
04:42apalagi menghadapi punjuk rasa yang sering kita lihat,
04:46melakukan pengerusakan,
04:48anarkisme,
04:49itu juga sangat tidak mudah, ya.
04:50Karena kita harus memilah-milah.
04:52Dan kalau dua orang ini sudah bisa tertangkap,
04:54atau sudah bisa diamankan,
04:56pasti polisi akan melakukan pengusutan dari hilir ke hulu.
05:01Nanti akan ditanyakan siapa-siapa saja,
05:03dikaitkan, dan sebagainya.
05:05Baru kita bisa merangkai, ya.
05:07Merangkai, kemudian melakukan keterkaitan satu sama lain.
05:12Setelah itu baru menyimpulkan.
05:13Memang kesannya kita lambat.
05:15Tetapi secara pengalaman saya memang untuk penyungkapan itu
05:19tergantung daripada situasi dan kondisi TKP saat itu, Mbak.
05:25Tapi kalau kita lihat dari video yang ada,
05:29kan kita bisa melihat siapa sih yang menggunakan truk yang dirusak.
05:33Siapa yang menyewa.
05:34Kemudian, apakah mereka itu juga merasa mungkin marah
05:38karena alat-alat transportasinya itu dirusak.
05:42Nah, ini juga merupakan salah satu yang saat ini
05:44pasti sedang didalami oleh teman-teman penyidik di Polda Metro Jaya.
05:48Jadi saya kira kita tidak bisa melakukan secara dini
05:52siapa yang terlibat apakah mengkaitkan dengan organisasi masyarakat tertentu.
05:58Tapi memang betul bahwa organisasi masyarakat yang terlibat itu
06:02mereka sebetulnya melanggar Undang-Undang No. 16 tahun 2017 tentang Ormas, ya.
06:07Kan dalam pasal 59 ayat 3C dan D itu tidak boleh.
06:11Tapi kita juga tentunya akan meminta keterangan daripada Ormas tersebut.
06:16Mengapa mereka kejalan? Atas perintah siapa? Atas pemenang siapa?
06:20Dan apakah mereka melakukan tindakan kekerasan?
06:22Ini pun juga tentunya sedang dikumpulkan bukti-bukti oleh penyidik di lapangan.
06:27Dan yang sulitnya bukti saat ini kan adanya berupa petunjuk sketsa
06:31berdasarkan keterangan orang-orang di sekitar lokasi.
06:35Sebenarnya kalau untuk mengungkap kasus yang sulit ini,
06:38apakah bisa menggunakan teknologi kita sudah mumpuni belum?
06:40Misalnya face recognition, membantu sketsa wajah dicocokkan dengan video-video yang beredar maupun kamera pemantau.
06:48Kita akan bahas nanti dan juga sudah bergabung Julius Ibrani,
06:51Ketua Indonesia Risk Center, sesaat lagi di Sapa Indonesia Malam.
06:55Kami segera kembali untuk Anda.
06:57Kita masih membahas hal ini bersama dengan silubah narasumber,
07:00kabar es krimpori 2009-2011, Komjen Purnawirawan Ito Sumardi,
07:04dan Ketua Indonesia Risk Center, Julius Ibrani.
07:08Terima kasih sudah bergabung Mas Julius, juga masih bersama kami Pak Ito.
07:14Saya ke Mas Julius dulu.
07:15Tadi di paruh sebelumnya, saya dan Pak Ito berbincang bahwa kalau menurut Pak Ito ini sulit.
07:20Karena mendeteksi pelaku di antara masa, meskipun sekarang kita sudah punya petunjuk baru,
07:26yakni sketsa.
07:27Ini memang saling berkaitan, tapi untuk mencari pelakunya masih sulit.
07:31Tapi Mas Julius melihat apakah ini jadi kemajuan yang berarti,
07:33termasuk tadi di tayangan sebelumnya, Ketua RT tampak mengenali siapa ciri-ciri yang ada di sketsa tersebut?
07:43Ya, saya pikir kalau bicara kemajuan, Friska, bolehlah kita anggap itu sebuah progres gitu ya.
07:50Tetapi dengan apa yang dimiliki, ya sarana-prasarana, kemampuan intelijen,
07:56kemudian kemampuankan passing di tengah masyarakat,
07:59saya pikir Polda Metro Jaya bisa melakukan lebih daripada sekedar sketsa gitu ya.
08:04Cuman saya meyakini juga bahwa ada pertimbangan-pertimbangan lain,
08:08misalnya pertimbangan sosial politik gitu ya,
08:10karena ini melibatkan kelompok-kelompok tertentu gitu ya,
08:13untuk melakukan penggerahan massa,
08:16lalu memberikan komando untuk melakukan kericuhan,
08:19termasuk penghanian-penghanian terhadap masyarakat sekitar.
08:21Nah, sebetulnya harapan publik ya, dengan situasi Polda Metro Jaya saat ini gitu,
08:28lebih dari sekedar sketsa biasa gitu.
08:32Jadi harusnya sudah bisa mengidentifikasi ini kelompok mana,
08:35kemudian meskipun banyak yang mengatakan ini bukan identitas organisasi,
08:40bukan identitas kelompok,
08:42tetapi ini anggota kelompok mana, itu sudah bisa diidentifikasi.
08:46Kenapa? Karena di situ titik awal untuk mengusut garis komando.
08:50Nah, itu yang sebetulnya jauh lebih diharapkan lagi.
08:52Kenapa? Karena kelompok ini terkumpul dalam waktu yang sangat singkat,
08:57kemudian melakukan sebuah tindakan yang sangat terpusat gitu ya,
09:01seolah-olah ada komando dan ada struktur di situ.
09:04Nah, harusnya itu yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat untuk dijawab.
09:08Kenapa demikian, Friska?
09:10Karena ini sebuah ancaman,
09:12semakin lambat dia diproses,
09:14maka ada keterancaman di tengah masyarakat,
09:17sewaktu-waktu kelompok ini kemudian berulang lagi,
09:20kemudian bertindak di luar hukum lagi,
09:22dan menimbulkan korban jiwa lagi.
09:23Gitu, Friska?
09:24Lebih dari sekadar sketsa,
09:26tadi Pak Ito, Mas Julius bilang ya,
09:28dengan perangkat yang dimiliki,
09:30sedianya minimal tahu kelompok mana itu.
09:32Apakah ada kemungkinan,
09:34hambatan sosial politik untuk mengungkap minimal,
09:37dari kelompok mana,
09:38dugaan pelaku yang diungkap oleh Polda Metro?
09:41Pak Ito?
09:42Ya, baik mungkin perlu saya sampaikan di sini,
09:46Polda Metro kan harus profesional berdasarkan hukum,
09:49karena ada konsekuensi hukum.
09:52Prinsipnya, Mbak Friska,
09:53bahwa Polda Metro ingin cepat mengungkap ya,
09:56kasus ini sesegera mungkin,
09:57namun harus didasarkan kepada prinsip kecermatan dan kehati-hatian.
10:02Saya sangat yakin buat teman-teman Polda Metro sudah mempunyai gambaran.
10:06Tetapi, dalam proses penyidikan kan,
10:08kita tidak bisa setiap temuan disampaikan kepada publik.
10:12Karena kita tadi saya sampaikan,
10:14mengumpulkan alat bukti,
10:15merangkai, kemudian mengkaitkan,
10:17baru memberi kesimpulan.
10:19Nah, oleh karena itu,
10:20saya sangat percaya bahwa
10:22teman-teman di Polda Metro dengan peralatan yang ada,
10:25mereka sudah punya.
10:26Tapi untuk menyampaikan kesimpulan,
10:27harus betul-betul cermat dan hati-hati.
10:30Apalagi kalau tadi disampaikan,
10:31akan menyangkut hal-hal lain di luar daripada masalah hukum.
10:35Ya, tentunya ada pertimbangan tertentu.
10:37Tapi bagaimanapun juga,
10:38apa yang dilakukan oleh teman-teman Polda Metro itu,
10:41dengan sudah merilis dua sketsa itu,
10:44menurut saya itu satu kemajuan,
10:45ya itu kan baru kemarin.
10:47Sekarang sudah pasti mereka akan ada rangkaian-rangkaian lain.
10:50Karena sketsa yang dibuat itu bukan asal dibuat,
10:53tapi hasil dari keterangan saksi,
10:55kemudian dikaitkan atau ditautkan
10:57dengan keterangan dari CCTV yang ada.
11:00Ya, mudah-mudahan kita tentunya berharap
11:02bahwa Polda Metro kan berharap
11:04ada dukungan masyarakat.
11:05Kalau memang ada masyarakat yang mengenali
11:08ya dua orang yang diterduga
11:10untuk pelaku panganiaya tersebut,
11:13saya kira mungkin bisa memberikan informasi secepatnya,
11:16sehingga bisa membantu.
11:17Dan jangan lupa, Mbak, bahwa
11:18yang sekarang sedang ditangani Polda Metro,
11:20bukan oleh Polda Metro saja pengawasannya.
11:23Komnas HAM juga turun.
11:25Kompolnas juga turun.
11:26Kemudian aktivis-aktivis dari HAM,
11:29termasuk teman-teman Mas Julius juga turun.
11:31Kemudian ada juga dari masyarakat ya,
11:35kelompok masyarakat.
11:36Saya kira Polda Metro ini juga tentunya
11:38akan dituntut oleh beliau-beliau ini,
11:40akan diawasi sejauh mana pelaksananya.
11:43Hanya tadi saya sampaikan,
11:45prinsip kecermatan dan kehati-hatian
11:47harus selalu dikedepankan,
11:48karena ini mengandung konsekuensi hukum.
11:50Manakala kita menetapkan orang yang salah,
11:53maka akan ada konsekuensi hukum
11:55bagi Polda Metro Jaya.
11:57Saya kira itu yang mungkin perlu saya sampaikan.
11:59Mas Julius, yang bisa dilakukan didorong
12:02oleh masyarakat sipil apa dalam kasus ini
12:05agar pengungkapannya berjalan transparan,
12:07pengawasannya bisa dilakukan,
12:09tapi ya tentu tadi ada prinsip
12:10kehati-hatian dan kecermatan
12:11yang tidak boleh diabaikan.
12:13Ya, tentu prinsip itu tidak dimaksudkan
12:16untuk dilanggar, Friska.
12:17Tapi prinsip itu untuk memastikan
12:19bahwa prosesnya prudent,
12:21kemudian hasilnya prominent.
12:23Nah, yang kami maksud di sini adalah
12:24bahwa kita tahu adanya pengerahan massa,
12:27bukan demonstran,
12:29yang ditujukan untuk menciptakan kerusuhan,
12:31melakukan tindak pidana.
12:33Artinya, ini frame-nya ini
12:35lebih atau di lebih luas ya,
12:38atau di luar dari sekedar
12:39kriminal justice system gitu ya.
12:41Artinya, perlu ada pelibatan-pelibatan
12:44yang bisa menyusun konstitusi sosial.
12:46Nah, identifikasi terhadap kelompok mana,
12:49ini bisa menjadi petunjuk awal
12:51pembiayaannya dari siapa,
12:53komandonya oleh siapa,
12:55dan motifnya apa.
12:56Sehingga ke depannya tidak terjadi lagi
13:00keberulangan terhadap peristiwa
13:01dan tindakan-tindakan yang sama.
13:03Nah, yang kami minta dari Polda Metro Jaya,
13:06saya setuju dengan yang Pak Pak Ito
13:08sampaikan tadi, Bang, setuju.
13:10Bukan untuk membuka dan kemudian
13:13mengganggu proses pengusutan.
13:15Tetapi paling tidak identifikasi itu
13:17menimbulkan awareness
13:18dan mengundang partisipasi publik.
13:20Karena, tadi betul,
13:21pasti pihak Polda Metro Jaya
13:22telah melakukan canvassing.
13:24Ini warga mana ditanya oleh
13:27RT, RW, Lurah, dan segala macamnya.
13:29Apakah ini anggota Anda atau bukan?
13:31Dan segala macamnya.
13:32Itu pasti dilakukan.
13:33Nah, itu yang kami harapkan juga dilakukan
13:35agar Polda tidak bergerak sendiri,
13:38masyarakat berpartisipasi
13:40untuk mendorong proses di Polda,
13:42utamanya konstruksi yang lebih luas lagi.
13:43Bukan hanya sekitar pidananya.
13:46Kalau pun harus mengungkap
13:48lebih jauh lagi,
13:50ada risiko sosial politik
13:51yang Mas Julius khawatirkan di awal,
13:53sampai di tingkat mana
13:54yang semestinya bisa bergabung
13:57dalam proses penyidikan ini?
13:59Artinya, selain Polda Metro,
14:00siapa lagi yang bisa bergabung?
14:02Saya pikir kita punya gubernur di situ,
14:05ada juga perangkat pemerintahan daerah
14:06sampai level manapun.
14:08Lalu juga sudah ada program-program
14:09siskamling bersama dengan masyarakat.
14:11Lalu ada ormas-ormas yang tercatat di negara
14:15dan memiliki program bersama pemerintah.
14:17Ini sebuah mekanisme mesin yang bisa digerakkan, gitu, Friska.
14:22Bisa jadi itu anggotanya,
14:24salah satu anggotanya.
14:25Bisa jadi bukan.
14:26Nah, penyisiran itu
14:27gunanya untuk mengerucutkan bahwa
14:30orang-orang ini motifnya apa,
14:32yang mendorong siapa,
14:33yang merekrut siapa,
14:35tujuannya apa.
14:36Lebih ke arah itu,
14:37sehingga ke depannya masyarakat aware, Friska.
14:39Kalau ada mereka-mereka lagi
14:41sudah berkumpul,
14:42sudah kontak kanan, kontak kiri,
14:44sudah kemudian terkonsolidasi,
14:46masyarakat aware.
14:47Itu bisa di-intercept,
14:48bisa dilakukan mitigasi.
14:50Seperti demonstrasi di pagi hari,
14:51yang sudah dilakukan mitigasi
14:53oleh teman-teman intelijen,
14:55kemudian teman-teman polda,
14:56dari Kamtip, Mas Blimop,
14:58dan segala macamnya.
14:59Kan itu tujuannya sebetulnya.
15:00Pak Ito, dan untuk pengungkupan ini,
15:02apakah bisa lebih dari siapa yang
15:05melakukan penganiayaan
15:06hingga meninggal dunia,
15:07atau terbunuhnya
15:09salah satu warga bernama Bambang,
15:11atau justru bisa lebih jauh lagi?
15:13Siapa yang jadi dalang
15:14di balik kerusuhan ini?
15:16Oh, betul, Pak.
15:17Jadi, sebetulnya
15:18polda melihat secara komprehensif ya.
15:21Karena ini keadaan diri bumi besar,
15:23kemudian sore di,
15:25kemudian diikuti dengan
15:26kelompok yang melakukan
15:28tindakan analogis yang kekerasan.
15:30Polda Metro itu sekarang
15:31sudah memeriksa sekian ratus orang,
15:33dan mengamankan,
15:34menetak pantersaka,
15:35kalau nggak salah,
15:35lebih dari 40 orang.
15:37Dan di situ sudah dibagi
15:38klaster-klaster, Pak, ya.
15:39Klaster siapa yang mendanai,
15:41siapa yang menggerakkan,
15:43siapa yang merekrut,
15:44siapa pelaksananya,
15:46dan kita juga sudah
15:47melakukan langkah-langkah
15:48preemptive,
15:49penggalangan,
15:50dan preventive jauh
15:52sebelum tanggal 27.
15:53Termasuk,
15:54mengamankan dua orang
15:55yang menyebarkan secara masif,
15:57ajakan untuk melakukan demo
15:59pada saat tanggal 27
16:00melalui media sosial.
16:01Itu juga sudah diamankan.
16:03Nah, tapi kan kemudian
16:04ini ada kejadian
16:06yaitu penganian
16:07sehingga mengakibatkan
16:09matinya seseorang.
16:10Nah, ini tentunya
16:11ada kasus yang berbeda,
16:12tapi masih terkait.
16:13Oke.
16:14Sehingga di sini,
16:15yang nanti akan disampaikan
16:16adalah bagaimana
16:17penanganan masalah.
16:18Unjuk rasa dari mulai
16:19aktor-aktor yang
16:21melakukan penggerakan,
16:23mendanai,
16:24menyediakan logis,
16:25dan sebagainya,
16:26ditambah lagi
16:27dengan kasus penganian ini.
16:29Jadi, saya kira
16:30dengan dikawal oleh
16:31Bang Julius dan teman-teman,
16:33saya kira
16:33Porda Metro Jaya
16:34juga tidak melihat
16:35konsur sosial politik.
16:37Kita bicara
16:38masalah hukum.
16:39Jadi, saya kira
16:40teman-teman yang
16:40mengawal termasuk
16:41komponasi ini juga
16:42akan bagaimana
16:44kita melakukan
16:45backup ya,
16:47backup kepada
16:47Porda Metro Jaya
16:48kalau ada hal-hal
16:49yang mungkin
16:50terkait kepada
16:51kelompok masyarakat tertentu ya.
16:52Ya, baik.
16:53Yang mungkin tadi
16:54disampaikan bahwa kan
16:55mereka juga harus
16:56mengikuti aturan
16:57Undang-Undang
16:58Nomor 16
16:58tahun 2017
17:00terbilang Ormas.
17:01Ya, itu terakhirnya
17:02juga menjadi
17:02salah satu
17:03perkembangan.
17:04Ini yang harus dilakukan.
17:05Jadi, harus pengusutannya
17:07transparan
17:07dan juga
17:09bersesuaian
17:09sampai tuntas
17:10itu yang diharapkan oleh publik.
17:11Terima kasih
17:12Kabar Eskrim Polri
17:132009-2011
17:14Komjen Purnawirawan
17:15Ito Sumardi.
17:16Terima kasih juga
17:16Mas Julius, Julius Ibrani
17:18Ketua Indonesia Risk Center.
17:19Sudah dari
17:19Risapa Indonesia malam.
17:20Terima kasih.
Komentar