00:00Terima kasih, Tua Bengkota yang saya hormati, Pak Kepala Badan, dan seluruh jajaran yang saya hormati.
00:06Akhirnya dapat giliran juga.
00:10Yang pertama, selamat Pak Kepala Bikin.
00:14Tentu saya senang sebagai sahabat, tetapi saya khawatir, Pak, buri, Pak.
00:20Meskipun Bapak terlihat pegang, terlihat strong leadership,
00:26menunjukkan segala kemampuan komunikasi yang baik,
00:30tetapi itu tidak cukup, Pak, untuk mengelola pikir ini.
00:34Saya melihat masalahnya dari awal memimpin, Pak.
00:37Memimpin.
00:38Siapapun yang memimpin ini akan mengalami kesulitan,
00:42penasalah desain dari awal.
00:45Oleh karena itu,
00:50Bapak harus hati-hati dan harus cermat.
00:54Dan biasanya saya melihat seorang pemimpin itu dari seratus dari pertama, Pak.
01:00Itu cara berpikirnya bagaimana?
01:03Karena seratus dari pertama itu menentukan keberhasilan.
01:06Kalau seratus dari pertama lewat, biasanya podasnya lewat.
01:11Oleh karena itu, saya tidak akan memberikan masukan yang baik, Miss,
01:16tetapi memberi sharing, ya, pemikiran.
01:20Karena ini sudah menjadi program protas Presiden dan menggunakan dana yang besar.
01:27Nah, sesawatiran saya, hari ini saya melihat presentasi Pak Kepala BGN,
01:33belum menunjukkan satu desain konstruksi manajemen strategis yang hebat.
01:40Malah, ini hanya program follow money, Pak.
01:47Bukan money follow program.
01:49Jadi, saya tidak bisa membaca konstruksi arah ke depan ini,
01:54manajemen strategis seperti apa?
01:56Perubahan apa yang akan dilakukan?
01:58Ini belum kelihatan, Pak.
02:00Jadi, kalau misalnya program MBG ini variable dependent, variable independent-nya,
02:09antara model dan output-nya, lalu faktor confounding-nya,
02:14yang demikian rumit, itu desainnya belum kelihatan, Pak.
02:19Jadi, perbedaan apa?
02:22Kepemimpinan yang lama dengan kepemimpinan yang baru,
02:25yang bisa meyakinkan publik, itu tidak kelihatan.
02:28Belum kelihatan.
02:30Karena Bapak dilantik 22 Juli, sekarang 3 September.
02:33Berarti Masa Dewa itu 100 hari.
02:35Terlalu dimanfaatkan betul.
02:37Saya di awal sudah ngomong sama Bu Arun Sari,
02:40sebelum ketemu Pak Tariono,
02:42jadikan momentum ini untuk evident base policy.
02:46Jangan dibalik, policy evident base.
02:50Evident base policy itu yang sama.
02:53Seseluruh variable, datanya dikonstruksi menjadi masalah.
02:56Masalah menjadi program.
02:59Program baru kemudian menjadi anggaran.
03:02Lalu dipayungi dengan regulasi yang handal.
03:07Itu penting sebelum disampaikan ke publik.
03:09Karena publik kita itu cepat, cepdas.
03:12Dan itu cara nanti Pak Kepala BGN menghayir seluruh persoalan MBG.
03:17Nah, ini butuh kerja keras.
03:18Butuh pemikir-pemikir handal yang harus dihayir oleh teman-teman BGN
03:25kalau diperlukan dihayir konsultan-kansultan yang memang punya keahlian di bidang ini.
03:32Itu yang pertama.
03:34Yang kedua, bagi kami dari awal jelas kok,
03:39kami dukung intervensi gisi.
03:43Kami awal itu jelaskan, jadi program ini kami dukung.
03:46Tetapi bahwa persoalan bangsa ini adalah generasi emas.
03:552045.
03:57Sama dengan Pak Presiden.
03:59Pak Presiden ini kan sangat konsen dengan SDM.
04:03Dia ingin SDM kita hebat.
04:05Dan tahu betul salah satu penyebab masalahnya adalah soal nutrisi dan malnutrisi.
04:11Sebagai penyebab utama.
04:13Mengapa SDM kita tidak menuju generasi emas?
04:20Indikator apa yang paling mudah diketahui stunting?
04:24Stunting kita dari beberapa wilayah terdistribusi 36 persen.
04:29Bahkan waktu era Pak Jokowi dengan program stunting yang demikian hebat
04:34hanya mampu menurunkan sampai 98 persen.
04:38Berarti saat lima anak, satu stunting.
04:42Ini mau diapakan generasi stunting.
04:44Tidak mungkin menjadi generasi emas.
04:47Nah, menyadari itu, maka
04:49MBG ini mestinya diarahkan ke situ penerima manfaatnya.
04:55Jadi kalau desain konstruksi manajemen itu mestinya
04:59outcome-nya apa?
05:01Output-nya apa?
05:03Jadi original stunting.
05:05Karena itu nanti mengangkut penerima manfaat.
05:08Oleh karena itu,
05:10kalau kemudian MBG ini melenseng dari penerima manfaat,
05:14maka enggak akan tersampai misi presiden.
05:18Indikatornya nanti sulit diukur.
05:21Dan bahkan menimbulkan ketidakdilan sosial.
05:25Saya ambil contoh.
05:27Orang kaya dikasih makan.
05:30Padahal orang-orangnya mampu.
05:32Sementara,
05:35orang miskin 11 juta orang saat ini
05:38bisa jatuh miskin gara-gara dia sakit,
05:43enggak mampu bayar BPJS.
05:45Ini kan persoalan pilihan.
05:49Jadi,
05:51kritik soalan MBG ini,
05:54soal ketidakdilan sosial ini,
05:56menjadi apa ya,
05:57pembahasan yang ke depan harus diantisipasi.
06:00Karena itu,
06:02saya berharap sekali,
06:03Pak Kepala PGN,
06:05dikonstruksi ulang yang baik,
06:08evidentness policy-nya digunakan,
06:11lalu dipayungi dengan regulasi,
06:14setelah 100 hari,
06:15dipersesankan pada kami,
06:17dan kami akan dukung seribu persen.
06:20Dari awal,
06:21KOMI-9 itu pompak mendukung ini.
06:24Ini hanya sebagai saran umum saja,
06:26Pak Kepala.
06:27Yang kedua,
06:31Yang ketiga,
06:32Yang keempat,
06:35Yang keempat,
06:36soal keracunan.
06:38Ini kan indikator penting,
06:39Bu Harun Sari.
06:41Pak Kepala,
06:42ke depan pasti masih sibuk ngurusi keracunan.
06:45Udahlah, taruhan sama saya.
06:47Taruhan sama saya.
06:48Apakah ini dianggap gampang?
06:50Tidak, Pak.
06:52Parabelnya komplek.
06:54Kita enggak bisa dengan yakin bahwa ini keracunan enggak akan terjadi.
06:58Udahlah,
06:58Taruhan sama saya.
07:01Keracunan pasti akan terjadi.
07:02Karena memang variabel-variabel yang menuju pada tata kelola makanan siap saji yang dari awal sudah kita.
07:10Warning, gunakan purpose 82, SLHS, HACCP,
07:15Libatkan badan kom,
07:16Libatkan pemerintah daerah.
07:19Itu enggak dipenuhi.
07:22BGM mau main sendiri, vertikal seragam sementak.
07:26Puskesmas, Pak.
07:27Jumlahnya hanya 10.280.
07:30SPPG jumlahnya 27.000.
07:34Saya bandingkan melolak satu puskesmas dengan melolak satu dapur.
07:38Lebih rumit satu dapur, Pak.
07:41Mulai jam 2 pagi.
07:43Orang-orang yang terlibat relawan yang dulu kriteranya hanya asal sehat.
07:50Enggak punya pengetahuan sama sekali.
07:53Aligisi belum terus dipaksa.
07:55SPPI mudah-mudah dipaksa.
07:58Yang enggak punya background sama sekali mengolak siap saji dengan volume 2000 per hari.
08:03Ini sulit, Pak.
08:06Jadi mohon, saya tidak menaguti-naguti, tapi ini menjadi warning kita semua.
08:11Jadi saya ingin mengatakan bahwa
08:14Pak Kepala Badan di uji betul.
08:18Di uji betul.
08:19Dan kami akan support.
08:21PDI Perjuangan support.
08:23Don't worry.
08:25Karena di dalam kongres, kami sudah diharapkan intervensi nutrisi
08:30untuk mengatasi masalah malnutrisi.
08:33Terutama stunting.
08:35Itu jadi saya enggak akan panjang lebar.
08:38Saya kira itu aja sebagai supply chain penting.
08:43Supply chain penting, Pak.
08:45Karena indikator ini kan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi.
08:50Bukan hanya soal kesehatan, bukan hanya soal gisi, bukan hanya soal malnutrisi.
08:55Tapi ada indikator penting pertumbuhan dan pemerataan ekonomi.
09:00Tapi pertanyaannya, apakah gerobokan dengan sekian dapur hampir 1 triliun per tahun,
09:10dana yang mengalir ke gerobokan melalui MDG ini,
09:14pertumbuhan ekonomi gerobokan naik nggak?
09:17Kalau enggak naik berarti ada yang salah.
09:21Ada yang salah, Pak.
09:22Berarti putaran uang supply chain-nya itu belum benar.
09:29Ini soal kedua.
09:30Jadi, saya ingin mengatakan bahwa Pak Kepala BGN silahkan punya waktu 100 hari untuk betul-betul konstruksi.
09:39Jadi, Pak, kalau presentasi anggaran seperti ini,
09:43itu manajemen strategi datanya mau ateng dulu sampai 100 halaman,
09:48baru kemudian muncul anggaran.
09:52Bu Prima itu tahu betul bagaimana Menkes mengkonstruksi satu desain transformasi di bidang kesehatan,
10:01lalu kalau minta anggaran paling hanya 3 halaman,
10:05tapi konstruksi medisim strategisnya itu tebel.
10:08Nah, ini yang saya maksud.
10:09Sehingga pikiran-pikiran itu perlu diakomodasi
10:12dan saya pikir kita semua akan dukung kepemimpinan Pak Daryono
10:17karena ini penting buat kita semua.
10:20Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
10:22Waalaikumsalam.
Komentar