Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni batal melakukan pemantauan penanganan karhutla di Kalimantan Barat.

Awalnya, Menhut dijadwalkan mendarat di Bandara Supadio, Kamis pagi. Namun, pesawat yang ditumpangi Menhut tidak bisa mendarat akibat kabut asap tebal.

Gubernur Kalbar, Ria Norsan, menyatakan pesawat tidak bisa mendarat karena jarak pandang di sekitar bandara kurang dari 100 meter.

#karhutla #asap #menhut

Baca Juga Tanggapi Kasus Lansia Tercoret dari Daftar Penerima Bansos, Mensos: Status akan Diperbaiki | JMP di https://www.kompas.tv/regional/688833/tanggapi-kasus-lansia-tercoret-dari-daftar-penerima-bansos-mensos-status-akan-diperbaiki-jmp



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/688834/kabut-asap-karhutla-pesawat-menteri-kehutanan-raja-juli-antoni-gagal-mendarat-di-kalbar-sapa-malam
Transkrip
00:00Di sisi lain, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni batal memantau penanganan karhutlah di Kalimantan Barat.
00:07Awalnya, menurut dijadwalkan mendarat di Bandara Supadio pada Kamis pagi.
00:12Namun pesawat yang ditumpangi tidak bisa mendarat karena kabut asap tebal.
00:16Gubernur Kalimantan Barat Rianorsan menyatakan pesawat tidak bisa mendarat
00:20karena jarak pandang di sekitar bandara kurang dari 100 meter.
00:30Gua beri siap-siap nih kan?
00:32Pak Menteri Kehutanan dan Pak Kepala BNPP Pusat, Pak Suryanto dan Pak Ranjuli Mohadir di tempat kita ini.
00:42Batalnya datang ke beliau ini karena kabut asap ini jarak pandang hanya bisa 100 meter saja.
00:49Sehingga pesawat tidak berani untuk alintik.
00:51Itu hanya masalahnya dari lain.
00:53Tapi insya Allah katanya kalau terang sikit ini tidak akan nanti.
Komentar

Dianjurkan