00:00Perlu kami sampaikan, Timbalan Geologi sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut
00:04sehingga kami tidak melayani wawancara di luar konferensi pers ini
00:07untuk memaksimalkan sesi tanya jawab.
00:10Baik, kepada rekan-rekan media yang akan mengajukan pertanyaan, kami silakan.
00:16Halo, saya David dari I-News.
00:21Ya, silakan Pak.
00:24Izin, Bu Rita, izin boleh mundur dikit aja, Bu, biar frame ini kelihatanmu agak sama,
00:35kameranya agak kebawahin dikit aja, Bu, biar badannya kelihatan juga.
00:39Nah, kayak gitu, Bu, izin.
00:40Bu, maaf, Bu, sebelumnya, Bu.
00:42Izin, Bu, terkait dentuman di Bandung ini sendiri kan itu jarak dari Nenek Rakatau
00:52ke kota Bandung itu sangat jauh, Bu.
00:55Sedangkan tadi kan di BMKG sendiri, arah angin itu dari timur ke barat.
00:59Nah, itu kenapa bisa terjadi sih, Bu, untuk suara dentuman sejauh itu,
01:04sejauh itu gitu, dari Selat Sunda ke kota Bandung.
01:09Terima kasih, Bu.
01:10Ya, seperti yang tadi disampaikan, ini pertanyaannya memang berputar-putar itu ya,
01:16Bapak, Ibu, rekan-rekan semuanya.
01:17Jadi, kalau dari pengamatan yang kami lakukan,
01:21tidak hanya untuk anak Rakatau,
01:24tetapi juga beberapa gunung api lainnya di Indonesia,
01:26ketika erupsi besar terjadi gitu ya,
01:29atau tidak hanya erupsi besar, erupsi dengan tipe tertentu,
01:31karena kalau tipe, apa namanya tuh,
01:34fontaine ini memang biasanya disertai dentuman yang nyaring begitu ya.
01:38Nah, ketika ini terjadi,
01:39pelepasan energi akustiknya itu bisa sangat besar.
01:42Dan energi akustik inilah yang bisa merambat hingga ratusan kilometer.
01:47Itu sudah ada penyelidikan yang menyelidiki hal tersebut,
01:51begitu ya,
01:52dan ini akan bisa terdengar di beberapa wilayah lain yang jauh.
01:55Termasuk misalnya,
01:57kalau berdasarkan laporan,
01:59ini ada yang mendengarnya hingga di Pantai Utara Jawa,
02:04begitu bisa terdengar menurut laporan yang kami terima,
02:07begitu ya,
02:08dan di Bandung.
02:09Nah, untuk penyebabnya tadi seperti kami sampaikan,
02:12kami memang menduga nih suara yang tadi,
02:14karena berhubungan dengan erupsi Anak Rakatau yang jadi tadi malam,
02:18dugaan kuatnya memang itu berhubungan dengan Gunung Api Anak Rakatau.
02:22Walaupun kita perlu mencocokkan data terlebih dahulu nanti,
02:25memastikan tadi,
02:26yang apa, pada saat kita merasakan getaran di beberapa wilayah tadi,
02:30dengan waktu kejadian erupsi seperti itu.
02:33Jadi memang memungkinkan masih hingga ratusan kilometer berdasarkan informasi dan literatur yang kami miliki,
02:40itu memungkinkan dan berdasarkan secara erupsi beberapa gunung api yang ada di Indonesia,
02:44termasuk Gunung Kelud tadi.
02:46Gunung Kelud itu merambat suaranya bisa terdengar sampai di Jogja,
02:51sampai di beberapa wilayah di Jawa Tengah.
02:53Seperti itu.
02:59Ada lagi?
03:00Pertanyaannya sudah cukup, Mas.
03:02Ya, Bu.
03:03Siap, Ibu.
03:03Dari TV One, Bu.
03:06Silahkan.
03:07Bu, ini kan dulu pernah juga terjadi di Bogor, ya Bu, ya,
03:13terkait dengan dentuman suara ini.
03:15Nah, ini kembali terjadi lagi pada tahun ini,
03:19dan terdengar di Dominang di Bandung Raya, nih, Bu.
03:22Tadi untuk mempertegas saja, Bu,
03:25apakah ini yang menjadi penyebab dari yang terkaitan dengan Raka Tau sendiri
03:32hingga sampai di Bandung itu apa sih, Bu,
03:35yang menjadi faktornya sendiri, Bu,
03:37sampai suara itu terdengar di Bandung Raya dan sekitarnya.
03:42Dan ini kan di Bandung Raya ada lempengan, Bu.
03:46Ini bawaannya apa untuk masyarakat,
03:48agar masyarakat ini kan khawatir terkait dengan lempengan yang ada di Lembang.
03:52Nanti itu, Bu.
03:54Baik.
03:55Pertama, kami akan menjawab sesuai dengan data yang kami miliki,
03:59dan itu sih ya kami berbicaranya tentang fenomena yang ada di Gunung Api,
04:03seperti itu.
04:04Jadi, Bapak-Ibu perlu ditegaskan kembali,
04:07kami sampaikan ulang,
04:08bahwa perambatan suara erupsi hingga jarak jauh itu
04:11bukan fenomena yang tidak mungkin terjadi, gitu ya.
04:14Tadi contohnya di Gunung Kelut,
04:16bahkan di Lowitobi laki-laki,
04:18itu juga suara erupsinya itu bisa terdengar pada jarak yang cukup jauh,
04:23hingga ratusan kilometer.
04:24Dan itu di beberapa Gunung Api di luar negeri juga dilaporkan demikian.
04:29Nah, untuk Gunung Anak Rakataui sendiri,
04:32memang tadi malam itu ada letusan,
04:35dan kemudian setelah itu letusannya itu kan terus-menerus ya,
04:39berupa seperti fontaine begitu,
04:43erupsi yang terus-menerus seperti fontaine,
04:46berlangsung beberapa jam hingga pagi.
04:49Nah, kebetulan juga di situ kita merasakan adanya dilaporkan,
04:52ada getaran-getaran di berbagai wilayah di Jawa Barat.
04:55Sehingga berdasarkan hasil pengamatan kami sebelumnya,
04:59di Gunung-Gunung Api,
05:00kami menduga ini memang kemungkinan bisa dari anak Rakatau,
05:04dari rambatan gelombang yang terjadi.
05:06Seperti itu, Mas.
05:08Ya, mungkin bisa dipahami.
05:14Seperti itu ya.
05:15Jadi memang tidak,
05:16kalau tadi untuk gempa tektonik,
05:18kita belum mendapatkan laporan bahwa di Jawa Barat itu
05:21tercatat gempa tektonik,
05:22sehingga getaran tersebut
05:24memang kemungkinan bukan berasal dari gempa tektonik,
05:28karena tidak dilaporkan.
05:29saat ini tidak terlaporkan terjadi gempa tektonik
05:33di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.
05:36Seperti itu.
05:38Terima kasih, Bu.
05:38Ya, jadi mungkin ini ya ada penjelasan sedikit juga bahwa
05:44perbedaan temperatur, arah dan kecepatan angin tadi gitu ya,
05:48kalau yang ini yang teramati itu,
05:50itu memang bisa juga tadi mempengaruhi perambatan
05:54dari dentuman ataupun dari suara erupsi seperti itu ya,
05:59sehingga sekali lagi bisa terdengar dari jarak yang jauh.
06:03Kami tadi contohkannya di Gunung Kelud itu gitu ya,
06:07bisa terdengar hingga di Jawa Tengah Gunung Kelud ini.
06:11Dan di Krakatau ini, pada 2020 juga kan terjadi erupsi dan ini diduga juga menyebab terdengar.
06:21Tadi seperti yang kami sampaikannya, ini berkaitan juga,
06:24ini mungkin saya ulang sedikit ya teman-teman,
06:26punten apa namanya,
06:30di Gunung Anak Krakatau ini sebentar,
06:33suara pada bulan April 21, 22, 23, 5 dilakukan pencocokan waktu,
06:40ini sesuai begitu ketika terjadi goncangan,
06:43kami mencoba melakukan data mencocokan kesesuaian waktu itu,
06:48ini bersama gitu dengan kejadian latusan Anak Krakatau,
06:51pada 10 April 2020 di jam yang sama.
06:56Jadi sekali lagi,
06:57tapi yang harus menjadi catatan di sini,
07:00kesamaan waktu memang bisa merupakan indikasi korelasi,
07:03tetapi memang ini juga belum sendirinya membuktikan sumber dentuman.
07:06Kami juga menduga kuat ini ada hubungannya,
07:10tadi malam itu ada hubungannya dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau,
07:14seperti itu.
Komentar