Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 5 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Kondisi terkini dilaporkan dari kawasan lereng Gunung Ijen di Bondowoso, Jawa Timur, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan.

Jurnalis Kompas TV, Hernawan Mustika, melaporkan titik api kini cenderung bergerak ke arah lereng timur Gunung Ijen yang masuk wilayah Banyuwangi.

"Untuk kondisi titik api yang sempat meluas pada Sabtu dini hari tadi, saat ini di Sabtu pagi sudah berangsur padam dan mengalami penurunan luasan," kata Hernawan. (timeocde 7:07)

Bergeser ke Kalimantan Barat, Jurnalis Kompas TV, Dion Setiawan Feriadi, melaporkan kualitas udara di Pontianak dan sekitarnya masih berada dalam kategori berbahaya.

"Kondisi ini belum terlalu berpengaruh terhadap kondisi kualitas udara di Kota Pontianak dan sekitarnya," kata Dion di lokasi. (timecode 9:52)

Dion juga menyebut berdasarkan data yang dirilis Walhi, titik panas di Kalimantan Barat sepanjang Agustus mencapai sekitar 6.000 titik yang tersebar di 14 kabupaten dan kota.

Kabut asap masih cukup tebal menyelimuti sejumlah wilayah di Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.

Jurnalis Kompas TV, Priscilla Nikola, melaporkan kabut asap bahkan mengganggu jarak pandang pengendara dan berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

"Selain di Kota Banjarbaru, kabut asap pekat juga terpantau di Jalan Gubernur Syarkawi, tepatnya di Kabupaten Banjar yang berada di perbatasan dengan Kota Banjarbaru. Kondisi ini membuat jarak pandang pengendara menjadi sangat terbatas dan cukup membahayakan keselamatan lalu lintas. Kabut asap juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar Jalan Gubernur Syarkawi," laporan Priscilla. (timecode 11:39)

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Rizaldi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/689130/situasi-terkini-karhutla-di-3-wilayah-lereng-gunung-ijen-hingga-kalimantan-barat
Transkrip
00:00Intro
00:06Terima kasih dan masih bersama kami dalam Sapa Indonesia Pagi
00:09Saudara Kebakaran Hutan dan Lahan di lereng kawasan wisata Gunung Ijen, Bondowoso, Jawa Timur, kian meluas.
00:16Akibatnya, jalur pendakian kini ditutup total bagi wisatawan hingga batas waktu yang belum ditentukan.
00:31Kebakaran hutan dan lahan di lereng kawasan wisata Gunung Ijen, Bondowoso, Jawa Timur, kian meluas.
00:37Akibatnya, jalur pendakian ditutup total bagi wisatawan hingga batas waktu yang belum ditentukan.
00:43Petugas masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran serta total luasan lahan yang hangus terbakar.
00:54Kalau masalah selanjutnya penutupan, yang pasti iya.
00:57Karena setelah kita sudah berusaha menformasikan semua ke agen travel dan sebagainya bahwasannya SA tentang penutupan itu sudah dikeluarkan.
01:05Pak, ini sampai kapan di akhirnya?
01:08Tidak bisa diprediksi.
01:09Karena yang terdata di SA itu dengan batas waktu yang tidak bisa ditentukan.
01:13Tapi harapan yang disampaikan oleh Ibu Kasih tadi, kalau api ini cepat padam, mungkin ya mudah-mudahan ini satu minggu
01:21atau dua minggu.
01:23Sementara itu, Saudara TNI Angkatan Udara dan BNPB mengerahkan sejumlah helikopter memadamkan titik api kebakaran hutan dan lahan di wilayah
01:31terisolir di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
01:40Dari pantauan udara, asap pekat menutupi sejumlah titik api di kawasan terisolir di kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
01:48Penyebaran titik api meluas karena pemadaman sulit dijangkau jalur darat.
01:56Dan helikopter karakal TNI Angkatan Udara ini melakukan waterbombing dengan menjatuhkan ribuan liter air menggunakan pasokan embung dan penampungan buatan
02:05tepat di titik api.
02:08Titik api ini berada di kawasan vital Ring 1 Bandara.
02:12Metode waterbombing diharapkan bisa memadamkan api untuk mencegah ancaman asap terhadap keselamatan penerbangan.
02:26Hari ini ada lima pesawat mereka, dua pesawat sebagai patroli dan stand-by OMC, dan tiga heli waterbombing.
02:35Sehingga Satgas ini terlibat melakukan operasi tanggulangan dari Satgas Udara sejak awal bencana ini dilakukan di pertengahan atau di awal
02:44dari Agustus.
02:45Kemudian heli TNI juga bergabung sudah hampir dua minggu ini untuk memperkuat kemampuan penanganan karutlah di daerah Kalimantan Selatan.
02:58Dua relawan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan tengah gugur setelah berjuang memadamkan api.
03:10Inilah Ahmadin alias Itam Madin yang merupakan anggota relawan Damkar Humasingah Ita di Mendawai sempat dirawat di rumah sakit sebelum
03:20meninggal.
03:21Sementara Ahmad Rejani yang merupakan ketua tim serbu api Kelurahan Palangka meninggal pada 27 Agustus lalu.
03:30BNPB saudara menyampaikan duka cita dan akan melakukan evaluasi mulai dari proses rekrutmen relawan hingga mengkaji sistem shifting.
03:48Menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya para pekerja relawan yang ada di lapangan.
03:57Kedepan nanti bahwa kita itu nanti akan memikirkan adanya tenaga kesehatan yang ada di ujung tombak di lapangan.
04:09Dan sehingga melihat mereka itu akan mendapatkan informasi yang lebih awal sehingga melakukan tindakan yang benar-benar mereka butuhkan.
04:21Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan tak hanya jadi persoalan di dalam negeri saudara.
04:29Asap bahkan terbawa angin hingga ke negara tetangga Malaysia dan juga Filipina.
04:38Kuala Lumpur, Malaysia diselimuti asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.
04:43Ikon kota Twin Towers yang biasa menjulang jelas kini tampak samar dari kejauhan.
04:51Bahkan Malaysia menetapkan status darurat di Sarawak wilayah yang berbatasan dengan Kalimantan.
04:55Indeks polusi udara di wilayah ini berada di angka 500 atau masuk kategori berbahaya.
05:02Kondisi ini memicu keresahan masyarakat Malaysia yang protes dampak karhutlah di depan KBRI di Kuala Lumpur pada Jumat pagi.
05:12Tak berhenti di Malaysia, kabut asap juga menyelimuti wilayah Metro Manila, Filipina.
05:18Polusi udara meningkat, sementara pihak berwenang memperingatkan kondisi berkabut dapat bertahan dalam beberapa hari ke depan.
05:27Pemerintah Indonesia terus fokus memadamkan api karhutlah agar tidak semakin berdampak luas termasuk ke negara tetangga.
05:55Namun ketika asap mulai menyeberangi batas negara, persoalan bukan lagi sekadar kebakaran hutan.
06:02Dampaknya juga menyentuh hubungan Indonesia dengan negara tetangga.
06:31Cila Nikola dan Juru Kamera Deni Hermawan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
06:36Kita ke Hernawan Mustika dulu di Bondowoso, Jawa Timur.
06:39Hernawan, jadi hingga pagi hari ini sudah berapa luasan kawasan wisata Ijen yang hangus terbakar?
06:50Ya, selamat pagi dan juga saudara.
06:54Bisa kami laporkan bahwa untuk kondisi titik api yang sempat meluas pada Sabtu Dinihari tadi,
07:01saat ini di Sabtu pagi sudah beransur padam dan mengalami penurunan luasan.
07:09Titik api yang sebelumnya berada di dekat jalur bergantian saat ini sudah berpantau padam.
07:17Namun pihak yang berwenang dalam arti di sini BKSDA maupun Badan Penanggulan dan Pencana Daerah Bondowoso
07:25masih belum bisa memastikan di belah luasan kobaran atau dampak dari kebakaran karhutlah di lereng Gunung Ijen.
07:36Karena memang dari pantauan kami di Sabtu ini, titik api cenderung ke arah lereng timur Gunung Ijen,
07:46yakni dimasuk kawasan Banyuwangi.
07:48Namun tidak menunggu kemungkinan jika angin terjadi kencang, bisa juga merambah kembali ke arah barat.
07:57Sementara itu di jalur pendakian terpantau aman dan titik api terpantau masih ada tapi jauh dari jalur pendakian Adistin.
08:10Kawasan wisata ini, jadi kami ingin konfirmasi kembali apakah ditutup sementara hingga batas waktu yang ditentukan
08:17termasuk juga soal jalur pendakian bagaimana?
08:20Singkat saja.
08:21Ya, sesuai surat edaran yang dikeluarkan BKSDA bahwa hingga saat ini jalur pendakian masih ditutup oleh tim yang berwenang
08:31bagi wisatawan maupun warga yang hendak menambang Ijen.
08:36Jadi pengawasannya selain di pintu masuk kawasan wisata Gunung Ijen,
08:42juga di sejumlah jalur-jalur kecil yang memang banyak di kawasan lering Ijen ini.
08:51Tetapi jalur tersebut masih terpantau oleh petugas maupun warga yang membantu dalam pengamanan lering Ijen ini, Adistin.
09:02Oke, dari kebakaran lahan di kawasan wisata Ijen kita bergeser ke Karhutla yang berada di Pontianak, Kalimantan Barat.
09:09Sudah ada jurnalis Kompas TV, Dion Setiawan Ferryadi dan juga juru kamera Muhammad Nasruddin di sana.
09:14Dion, bagaimana di pagi hari ini situasi kebakaran hutan dan juga lahan di Kalimantan Barat?
09:21Ada berapa titik panas yang masih tercatat di sana dan upaya apa yang sudah dilakukan secara optimal dalam penanganan Karhutla
09:30hingga hari ini?
09:35Sampai kan bahwa kondisi kebakaran hutan dan upaya masih terjadi di beberapa titik di Provinsi Kalimantan Barat.
09:43Namun untuk di kota kontenak sendiri, sejak kemarin sudah mulai terjadi hujan ringan hingga sedang.
09:51Kondisi ini belum terlalu berpengaruh terhadap kondisi kualitas udara di kota kontenak dan sekitarnya.
09:59Berdasarkan data dari Ispunet milik Kementerian Lingkungan Hidup bahwa kualitas udara masih berkategori berbahaya.
10:10Namun dibandingkan dua hari terakhir, memang indeks standar pencemaran udara para metakritisnya menurun dari angka 700.
10:20Menjadi sekarang untuk pagi tadi hanya 312 saja.
10:25Namun demikian mengenai titik panas, Walhi sempat merilis data terbaru terhitung bulan Agustus ini Walhi menyebut titik panas tertinggi terjadi
10:38di 6.000 titik di Kalimantan Barat tersebar di 14 kabupaten kota.
10:44Nah, terhitung dari Januari hingga Agustus sudah terjadi 2.000 minggu titik panas di Kalimantan itu sendiri.
10:54Oke, dari Kalimantan Barat kita bergeser untuk melihat bagaimana pantauan terkini Karhutlah di Kalimantan Selatan di Banjarmasin.
11:03Kita tanyakan kepada jurnalis Kompas TV Prisila Nikola dan juga juru kamera Denny Hermawan.
11:09Prisila, TNI dan juga BPBD ini mengerahkan sejumlah helikopter di lahan yang terisolasi.
11:15Upaya apa lagi yang sebenarnya dilakukan untuk mengurangi titik api di sana?
11:21Prisila.
11:24Ya, di sini siang ini, maksud kami pagi ini saudara kabut asap pada Sabtu pagi ini terpantau masih cukup tebal
11:33menyelimbuti hingga kesekitaran jalan Kebun Karet, Kelurahan Loktabat Utara, Kota Banjarbaru.
11:39Dan selain Kota Banjarbaru juga di jalan Gubernur Syarkawi, tepatnya ini di Kabupaten Banjar yang berada di perbatasan Kota Banjarbaru.
11:48Ini juga terpantau tertutup kabut asap pekat hingga membuat jarak pandang pengendara ini menjadi sangat terbatas.
11:56Dan juga cukup membahayakan keselamatan lalu lintas serta juga aktivitas ekonomi di sekitaran jalan Gubernur Syarkawi ini saudara.
12:04Selain itu juga aktivitas ekonomi pun juga terpantau menurun asibat adanya dampak kabut asap ini sehingga para penjual ini pun
12:12merasa pembeli yang membeli di warung mereka ini lebih sepi dibandingkan sebelum kabut asap ini.
12:18Karena pemberlakuan juga sejumlah penyesuaian aktivitas baik dari kantor dan juga sekolah yang terdampak kabut asap.
12:26Sementara itu proses dari penanganan kabut asap ini juga terus dilakukan.
12:31Salah satunya dengan operasi udara yaitu dengan melakukan waterbombing di mana ada satgas udara yang mengerahkan total ada 8 armada
12:41udara di bawah kendali Klanut Ciamsudinor.
12:44Di mana salah satunya ini merupakan elektor karakal TNI AU yang melakukan waterbombing di pusat api dengan mengambil air dari
12:54embung buatan yang sudah tersedia.
12:56Di mana juga selain itu beberapa inovasi dari pemadaman karhutlah dari jalur darat ini ialah seperti cairan surfaktan yang dinilai
13:09ini merupakan cairan yang ramah lingkungan dan bisa untuk memutus suplai oksigen ke dalam tanah gambut.
13:17Dan juga selain itu dapat meredam suhu dan juga menekan asap pekat yang berasal dari dalam tanah gambut.
13:23Selain itu juga sebelumnya juga ada inovasi berupa cairan yang bercampur dengan foam atau busa yang telah disiapkan dan sudah
13:33dicoba sebanyak 5.000 liter air foam yang mampu untuk menembus pori-pori dasar tanah untuk memadamkan darah api di
13:42bawah tanah.
13:42Dan sebelumnya juga sudah sempat dicoba juga formula cairan yang bercampur dengan tepung.
13:49Dan metode untuk penggunaan cairan ini juga selain disemprotkan di permukaan juga dengan menggunakan metode suntik gambut.
13:56Di mana dengan menusukan nozzle dari selang air yang ditusukan ke dalam tanah gambut ini saudara sedalam kurang lebih 2
14:06meter.
14:06Agar cairan ini dapat langsung menuju tepat di bawah tanah gambut yang masih terbakar.
14:15Terima kasih.
14:45Terima kasih rekan-rekan selamat bertugas kembali dan tetap jaga kesehatan.
14:51Saudara informasi lainnya kita akan hadirkan di tengah hangatnya informasi soal 8 WNI yang bergabung jadi tentara Rusia.
15:03Muncul rekaman video yang memperlihatkan seorang warga negara Indonesia berseragam militer Rusia ditangkap oleh pasukan militer Ukraina.
15:14Informasi lengkapnya hadir sesaat lagi.
15:24Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan