00:00Informasi terkini dari kasus keracunan MBG di Sidoarjo, Jawa Timur.
00:04Kita tanyakan kepada jurnalis Kompas TV, sudah ada Mahendra Triginanjar di RSUD Notopuro, Sidoarjo.
00:11Selamat pagi Mahendra.
00:13Mahendra, jadi berapa lagi siswa yang masih dirawat di RSUD Notopuro hingga pagi ini?
00:20Dan bagaimana kondisi mereka? Apakah sudah ada perbaikan?
00:24Ya, Adisti dan juga Saudara, bahwa berdasarkan data terakhir dari Dinas Kesehatan Sidoarjo hingga Jumat sore kemarin,
00:35di mana ada total 748 santri dan juga siswa ini menjadi korban dari keracunan yang diduga berasal dari makan bergisi
00:47gratis.
00:47Dari 748 siswa ataupun santri yang menjadi korban ini, sebanyak 735 ini telah diizinkan pulang ataupun rawat jalan setelah kondisinya
01:01membaik dari keracunan.
01:04Sementara hingga Jumat sore kemarin masih ada 13 siswa ataupun korban yang masih menjalani perawatan di rumah sakit,
01:16baik di rumah sakit di Surabaya maupun juga di Sidoarjo.
01:20Sementara itu di tempat saya melaporkan saat ini di rumah sakit umum daerah Notopuro, Sidoarjo,
01:26ini kemarin masih ada 8 siswa ataupun korban yang dirawat di rumah sakit milik Pemkap Sidoarjo ini.
01:34Namun kemarin sore ada 5 korban yang telah diizinkan pulang hingga pagi ini masih ada 3 yang masih dirawat di
01:44rumah sakit RSUJ Notopuro.
01:46Dan memang untuk 3 korban yang masih dirawat di rumah sakit Notopuro ini kondisinya terus membaik setelah sebelumnya sempat mengalami
01:55pusing, mual dan juga jari.
01:57Direncanakan memang untuk 3 korban yang masih ada di rumah sakit Notopuro sendiri ini akan dipulangkan hari ini jika melihat
02:05kondisinya terus membaik.
02:08Di RSUJ Notopuro sendiri hingga Jumat pagi ini masih ada 3 siswa yang diduga mengalami keracunan yang masih dirawat dan
02:17kita tentu saja berharap kondisinya akan membaik di hari ini untuk bisa diizinkan pulang.
02:22Nah tadi di paket sebelumnya orang tua siswa mengatakan anaknya banyak juga yang trauma karena memang mengalami mual, pusing dan
02:32juga muntah.
02:32Nah terkait dengan wakil kepala BGN juga mengatakan ada dugaan kelalaian standar operasional prosedur atau SOP di sana.
02:40Nah terkait dengan hal ini bagaimana bentuk pertanggung jawaban dari BGN dan juga apakah ada laporan ke polisi terkait hal
02:51ini?
02:51Ya justi bahwa memang benar hari Jumat kemarin dimana wakil kepala BGN ini mendatangi pondok pesantren Manbaul Hikam dimana dalam
03:04pertemuan dengan pengurus PONPES
03:06pihak dari BGN ini menyampaikan permintaan maaf terkait insiden ataupun kejadian keracunan masal yang mengibatkan ratusan santri ini menjadi korban.
03:17Sementara dalam pertemuan itu pihak pengurus PONPES juga menyampaikan adanya penolakan jika nantinya ada lagi program MBG
03:28dimana pihak pondok pesantren ini juga mengusulkan agar pengelolaan MBG bisa dikelola sendiri oleh pondok pesantren.
03:37Sementara itu dari kejadian ini BGN juga telah memberikan suspend terhadap dapur SBBG kali tengah yaitu suspend selama 30 hari
03:49ke depan tidak boleh beroperasi ragi.
03:51Selain itu juga kepala dari SBBGnya sendiri telah dicopot sebagai bentuk pertanggung jawaban atas kejadian keracunan yang mengibatkan ratusan siswa
04:04ini menjadi korban.
04:05Sementara pihak BGN hingga saat ini masih melakukan evaluasi dan juga investigasi ada tidaknya faktor kesengajaan yang dilakukan oleh pihak
04:14SBBG.
04:15Seperti yang disampaikan kepala BGN beberapa hari ulang lalu bahwa jika ditemukan faktor kesengajaan dalam kejadian ini tidak menutup kemungkinan
04:24akan dilanjutkan ke langkah hukum
04:27dimana pihak kepolisian bisa masuk untuk melakukan penyelidikan terkait dugaan keracunan ini sendiri.
04:35Terakhir, bagaimana dengan hasil uji sampel makanan? Kapan kemudian bisa keluar hasilnya kita bisa mendapatkan?
04:45Ya, setelah terjadi keracunan masal di Sidoarjo ini sendiri pihak Dinas Kesehatan Sidoarjo telah mengirimkan sampel ke Balai Besar Laboratorium
04:57Kesehatan Masyarakat di Surabaya
04:59dimana ada tiga sampel yang dikirim ke Balai Laboratorium dimana tiga sampel tersebut diantaranya adalah menu MBK yang pada saat
05:08itu diduga menjadi penyebab keracunan
05:11dan juga spesimen dari muntahan korban. Kemudian juga ada sayur mentah yang dikirim langsung ke Laboratorium Kesehatan Masyarakat di Surabaya.
05:23Memang untuk hasilnya dari pihak Laboratorium mengutarakan bahwa untuk pemeriksaan mikrobiologi ini membutuhkan waktu sedidaknya tujuh hari
05:35sehingga memang untuk hasil pastinya akan diketahui pada hari Senin esok
05:41dimana hasil ini akan diserahkan ke Dinas Kesehatan Sidoarjo dan juga Dinas Kesehatan Jawa Timur
05:48sebagai langkah untuk menjadi awal menelusuri penyebab pasti dari keracunan yang menyebabkan ratusan korban di Kabupaten Sidoarjo.
05:59Oke baik, terima kasih informasinya jurnalis Kompas TV Mahendra Triginanjar melaporkan langsung dari RSUD Notopuro Sidoarjo, Jawa Timur.
06:09Terima kasih.
Komentar