Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Rentetan kasus keracunan menu Makan Bergizi Gratis terjadi di sejumlah daerah. DPR meminta Badan Gizi Nasional merombak sistem penyediaan Makan Bergizi Gratis.

Kasus keracunan menu Makan Bergizi Gratis kembali terjadi, di sejumlah daerah di Indonesia.

Di Sidoarjo, Jawa Timur, korban dugaan keracunan usai menyantap menu MBG, mencapai 748 orang.

Dari total 748 orang, sebanyak 735 pasien sudah diperbolehkan pulang atau menjalani rawat jalan.

Sementara 13 pasien masih harus dirawat inap.

Sebagian besar pasien adalah santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo.

Kasus ini menimbulkan trauma bagi santri dan orang tua santri.

Rentetan kasus keracunan yang terjadi di sejumlah daerah, terjadi di tengah upaya Badan Gizi Nasional memperbaiki tata kelola Program Makan Bergizi Gratis.

Wakil Kepala BGN, Mayjen TNI Trenggono menegaskan, pengecekan rutin terhadap 27 ribu 485 dapur SPPG se-Indonesia, telah dilakukan melalui Zoom terpusat, sehingga kasus keracunan terjadi dimungkinkan karena kelalaian dan ketidakpatuhan terhadap SOP.

Menyoroti maraknya kasus keracunan menu MBG, Wakil Ketua 9 DPR RI, Charles Honoris meminta Badan Gizi Nasional, merombak sistem penyediaan Makan Bergizi Gratis.

Charles mendorong BGN beralih dari dapur tersentralisasi, ke dapur berbasis sekolah, untuk menekan risiko keracunan makanan.

Selain di Sidoarjo, kasus keracunan juga terjadi di Rembang, Jombang, Nganjuk, hingga Agam.

Pembenahan sistem dan pengetatan pengawasan harus dilakukan Badan Gizi Nasional, agar kasus keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis, tidak kembali terjadi.

#bgn #mbg #keracunan

Baca Juga 2 Relawan Karhutla di Kalteng Meninggal, Nakes Dikerahkan Pantau Relawan | JURNAL NUSANTARA di https://www.kompas.tv/regional/689117/2-relawan-karhutla-di-kalteng-meninggal-nakes-dikerahkan-pantau-relawan-jurnal-nusantara



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/689119/update-korban-keracunan-menu-mbg-di-sidoarjo-3-siswa-masih-dirawat-sapa-pagi
Transkrip
00:00Informasi terkini dari kasus keracunan MBG di Sidoarjo, Jawa Timur.
00:04Kita tanyakan kepada jurnalis Kompas TV, sudah ada Mahendra Triginanjar di RSUD Notopuro, Sidoarjo.
00:11Selamat pagi Mahendra.
00:13Mahendra, jadi berapa lagi siswa yang masih dirawat di RSUD Notopuro hingga pagi ini?
00:20Dan bagaimana kondisi mereka? Apakah sudah ada perbaikan?
00:24Ya, Adisti dan juga Saudara, bahwa berdasarkan data terakhir dari Dinas Kesehatan Sidoarjo hingga Jumat sore kemarin,
00:35di mana ada total 748 santri dan juga siswa ini menjadi korban dari keracunan yang diduga berasal dari makan bergisi
00:47gratis.
00:47Dari 748 siswa ataupun santri yang menjadi korban ini, sebanyak 735 ini telah diizinkan pulang ataupun rawat jalan setelah kondisinya
01:01membaik dari keracunan.
01:04Sementara hingga Jumat sore kemarin masih ada 13 siswa ataupun korban yang masih menjalani perawatan di rumah sakit,
01:16baik di rumah sakit di Surabaya maupun juga di Sidoarjo.
01:20Sementara itu di tempat saya melaporkan saat ini di rumah sakit umum daerah Notopuro, Sidoarjo,
01:26ini kemarin masih ada 8 siswa ataupun korban yang dirawat di rumah sakit milik Pemkap Sidoarjo ini.
01:34Namun kemarin sore ada 5 korban yang telah diizinkan pulang hingga pagi ini masih ada 3 yang masih dirawat di
01:44rumah sakit RSUJ Notopuro.
01:46Dan memang untuk 3 korban yang masih dirawat di rumah sakit Notopuro ini kondisinya terus membaik setelah sebelumnya sempat mengalami
01:55pusing, mual dan juga jari.
01:57Direncanakan memang untuk 3 korban yang masih ada di rumah sakit Notopuro sendiri ini akan dipulangkan hari ini jika melihat
02:05kondisinya terus membaik.
02:08Di RSUJ Notopuro sendiri hingga Jumat pagi ini masih ada 3 siswa yang diduga mengalami keracunan yang masih dirawat dan
02:17kita tentu saja berharap kondisinya akan membaik di hari ini untuk bisa diizinkan pulang.
02:22Nah tadi di paket sebelumnya orang tua siswa mengatakan anaknya banyak juga yang trauma karena memang mengalami mual, pusing dan
02:32juga muntah.
02:32Nah terkait dengan wakil kepala BGN juga mengatakan ada dugaan kelalaian standar operasional prosedur atau SOP di sana.
02:40Nah terkait dengan hal ini bagaimana bentuk pertanggung jawaban dari BGN dan juga apakah ada laporan ke polisi terkait hal
02:51ini?
02:51Ya justi bahwa memang benar hari Jumat kemarin dimana wakil kepala BGN ini mendatangi pondok pesantren Manbaul Hikam dimana dalam
03:04pertemuan dengan pengurus PONPES
03:06pihak dari BGN ini menyampaikan permintaan maaf terkait insiden ataupun kejadian keracunan masal yang mengibatkan ratusan santri ini menjadi korban.
03:17Sementara dalam pertemuan itu pihak pengurus PONPES juga menyampaikan adanya penolakan jika nantinya ada lagi program MBG
03:28dimana pihak pondok pesantren ini juga mengusulkan agar pengelolaan MBG bisa dikelola sendiri oleh pondok pesantren.
03:37Sementara itu dari kejadian ini BGN juga telah memberikan suspend terhadap dapur SBBG kali tengah yaitu suspend selama 30 hari
03:49ke depan tidak boleh beroperasi ragi.
03:51Selain itu juga kepala dari SBBGnya sendiri telah dicopot sebagai bentuk pertanggung jawaban atas kejadian keracunan yang mengibatkan ratusan siswa
04:04ini menjadi korban.
04:05Sementara pihak BGN hingga saat ini masih melakukan evaluasi dan juga investigasi ada tidaknya faktor kesengajaan yang dilakukan oleh pihak
04:14SBBG.
04:15Seperti yang disampaikan kepala BGN beberapa hari ulang lalu bahwa jika ditemukan faktor kesengajaan dalam kejadian ini tidak menutup kemungkinan
04:24akan dilanjutkan ke langkah hukum
04:27dimana pihak kepolisian bisa masuk untuk melakukan penyelidikan terkait dugaan keracunan ini sendiri.
04:35Terakhir, bagaimana dengan hasil uji sampel makanan? Kapan kemudian bisa keluar hasilnya kita bisa mendapatkan?
04:45Ya, setelah terjadi keracunan masal di Sidoarjo ini sendiri pihak Dinas Kesehatan Sidoarjo telah mengirimkan sampel ke Balai Besar Laboratorium
04:57Kesehatan Masyarakat di Surabaya
04:59dimana ada tiga sampel yang dikirim ke Balai Laboratorium dimana tiga sampel tersebut diantaranya adalah menu MBK yang pada saat
05:08itu diduga menjadi penyebab keracunan
05:11dan juga spesimen dari muntahan korban. Kemudian juga ada sayur mentah yang dikirim langsung ke Laboratorium Kesehatan Masyarakat di Surabaya.
05:23Memang untuk hasilnya dari pihak Laboratorium mengutarakan bahwa untuk pemeriksaan mikrobiologi ini membutuhkan waktu sedidaknya tujuh hari
05:35sehingga memang untuk hasil pastinya akan diketahui pada hari Senin esok
05:41dimana hasil ini akan diserahkan ke Dinas Kesehatan Sidoarjo dan juga Dinas Kesehatan Jawa Timur
05:48sebagai langkah untuk menjadi awal menelusuri penyebab pasti dari keracunan yang menyebabkan ratusan korban di Kabupaten Sidoarjo.
05:59Oke baik, terima kasih informasinya jurnalis Kompas TV Mahendra Triginanjar melaporkan langsung dari RSUD Notopuro Sidoarjo, Jawa Timur.
06:09Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan