- 21 jam yang lalu
- #pbnu
- #muktamarnu35
- #prabowo
JAKARTA, KOMPAS.TV - Muktamar ke-35 NU di Jombang, jawa Timur telah usai. Kepemimpinan baru Nahdlatul Ulama telah ditetapkan. Namun, perjalanan NU tentu belum selesai.
Sejumlah tantangan dan pertanyaan kini menanti: ke mana arah NU pasca-Muktamar Jombang?
Bagaimana wajah kepemimpinan baru NU?
Akankah terjadi perubahan dalam kebijakan dan sikap organisasi?
Dan bagaimana posisi NU di tengah dinamika politik nasional?
Pemimpin Redaksi KompasTV Yogi Nugraha membahasnya bersama narasumber:
Lukman Edy - Aktivis NU
Adi Prayitno - Pengamat Politik
Roy Murtadho - Aktivis Muda NU
Saksikan dalam Program Satu Meja the Forum episode NU Pasca Muktamar Jombang. Tayang Kamis 2 September 2026 pukul 20.30 WIB di KompasTV.
#pbnu #muktamarnu35 #prabowo
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/688689/full-muktamar-ke-35-nu-aktivis-soroti-paket-istana-mbg-hingga-konsesi-tambang-satu-meja
Sejumlah tantangan dan pertanyaan kini menanti: ke mana arah NU pasca-Muktamar Jombang?
Bagaimana wajah kepemimpinan baru NU?
Akankah terjadi perubahan dalam kebijakan dan sikap organisasi?
Dan bagaimana posisi NU di tengah dinamika politik nasional?
Pemimpin Redaksi KompasTV Yogi Nugraha membahasnya bersama narasumber:
Lukman Edy - Aktivis NU
Adi Prayitno - Pengamat Politik
Roy Murtadho - Aktivis Muda NU
Saksikan dalam Program Satu Meja the Forum episode NU Pasca Muktamar Jombang. Tayang Kamis 2 September 2026 pukul 20.30 WIB di KompasTV.
#pbnu #muktamarnu35 #prabowo
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/688689/full-muktamar-ke-35-nu-aktivis-soroti-paket-istana-mbg-hingga-konsesi-tambang-satu-meja
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:04Kartu anggota sudah ada, makanya saya datang karena janji harus dipegang.
00:13Secara mufakat memutuskan untuk memilih Kiai Haji Abdul Hakim.
00:21Tua kali Presiden Republik Indonesia menghadiri acara ini.
00:26Pembukaan hadir dan penutupan hadir baru kali ini terjadi.
00:34Pembukaan hadir dan penutupan hadir baru kali ini terjadi.
01:01Pembukaan Ro'is'am Kiai Haji Mihtarul Ahyar dan Ketua Umum PBNU Kiai Haji Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin
01:08periode 2026-2031.
01:11Muktamar berlangsung dinamis untuk tidak mengatakan sengit.
01:15Mulai dari perubahan mekanisme pemilihan menjadi Ahlul Halli Wal Akdi atau Ahwa,
01:21selentingan intervensi istana hingga muncul istilah paket istana di arena Muktamar.
01:27Harapan besar terhadap kepemimpinan baru NU, Ormas Islam terbasar di tanah air.
01:34NU Pasca Muktamar Jombang.
01:36Inilah satu Meja The Forum malam ini bersama saya, Yogi Nugraha.
01:40Sebelum memulai dialog kali ini, izinkan atas nama keluarga besar Kompas TV,
01:48saya ingin menyampaikan selamat kepada seluruh warga NU di manapun berada,
01:54atas berlangsungnya Muktamar ke-35 di Jombang.
01:58Sekaligus menyampaikan selamat atas terpilihnya Kiai Haji Miftahu Al-Khyar sebagai Ro'is'am
02:07dan Kiai Haji Abdul Hakim Mahfud atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmat 2026-2031.
02:16Dan sudah di studio hadir Narsum yang langsung datang dari arena Muktamar,
02:23kira-kira begadang semua, ada Roy Murtado, aktivis muda NU,
02:29yang banyak menulis, banyak memperhatikan, banyak mengawasi, mengawal perjalanan Nahdlatul Ulama
02:34sebagai sebuah organisasi Islam terbesar.
02:37Selamat malam, Mas Roy.
02:39Hadir juga pengamat yang, pengamat politik yang menyebut sudah NU sejak dalam kandungan.
02:48Mas Adi Prayitno yang juga dosen UIN Jakarta.
02:52Selamat malam, Bapak sebuah.
02:54Selamat malam, Mas Yogi.
02:55Hadir juga melalui sambungan daring ada Pak Lukman Edy.
03:01Pak Lukman Edy ini mantan menteri PDT, pernah jadi sekjen PKB.
03:08Dan saya sekaligus mengkonfirmasi nih, Pak Lukman selamat malam.
03:13Selamat malam.
03:14Ya, saya mengkonfirmasi nih, kami ini menghadirkan Pak Lukman di sini nih karena disebut-sebut sebagai salah satu pihak yang
03:22mendorong atau bahkan mengawal atau bisa dibilang tim sukses.
03:26Jadi, saya bisa mengucapkan selamat dulu nih atas terpilihnya paket Krois Am dan Ketua Tanfidzah yang sudah terpilih di Muktamar
03:36ke-35 PBNU.
03:45Bukan tim sukses, tapi lebih tepatnya pelayan KIAI lah.
03:50Pelayan KIAI, oke.
03:52Dan termasuk yang senang ya dengan keputusan Muktamar ke-35 dengan terpilihnya Gus Kikin dan KIAI Miktaul Akyar.
04:03Karena memang selama proses sosialisasi dan selama proses Muktamar ini, saya mengikuti KIAI KIKIN cukup ya mungkin 24 jam lah
04:20ya untuk menyusun semacam program-program sosialisasi
04:28dan menyusun rencana-rencana penggalangan lah kira-kira gitu ya untuk berkomunikasi dengan semua pihak sehingga kemudian Gus Kikin mendapat
04:41dukungan dari PCP-CNU dan PWNU seluruh Indonesia.
04:46Kira-kira seperti itulah positioning saya.
04:47Oke, itu prosesnya dan sudah diputuskan bahkan pembukaan dan penutupan sekaligus dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto.
04:59Ini juga banyak jadi perbincangan hal yang normatif karena NU adalah ormas Islam terbesar,
05:06tapi kehadiran di pembukaan dan penutupan termasuk permintaan kartu anggota NU itu menjadi cerita tersendiri.
05:14Anda melihat apakah ini gestur politik dari seorang Presiden?
05:19Kira-kira kan gini gue nanya, kalau hasilnya bukan Gus Kikin dan KIAI Miftahul Ahyar yang menang belum tentu penutupannya
05:28dilakukan oleh Presiden.
05:29Menurut Anda bagaimana?
05:33Enggak, memang Presiden sudah terjadwa untuk membuka dan menutup ya terlepas dari siapapun yang terpilih,
05:40roh islam dan ketua umumnya, ya dalam skedul pelaksanaan Muktamar ini memang Presiden berkenan untuk membuka sekaligus menutup.
05:53Muktamar- Muktamar sebelumnya juga seperti itu ya, ada Presiden yang membuka, ada Wakil Presiden yang menutup.
06:00Nah, kali ini kan yang membuka dan yang menutup adalah Presiden langsung.
06:05Ya, saya kira bentuk apresiasi yang luar biasa kepada NU, baik secara jamaah maupun secara jamiah ya,
06:16bahwa pemerintah hari ini menganggap NU ini sebuah potensi bangsa yang perlu mendapat perhatian luas gitu ya.
06:26Dan NU-nya terbangun dengan baik, maka akan menyelesaikan perusahaan bangsa ini separuh dari perusahaan bangsa.
06:35Saya kira itu visi pemerintah hari ini seperti itu terhadap NU.
06:39Lalu mungkin Anda sebagai pelayan Kiai, terutama Ketua PBNU terpilih, itu setelah diputuskan dalam Muktamar ke-35 dan dinyatakan sah
06:51sebagai Ketua Umum PBNU,
06:54ada obrolan apa? Terutama merespon harapan besar dari Nahdiin dan harapan besar dari bangsa Indonesia
07:03bahwa ada hal baru, ada terobosan baru dari kepemimpinan baru lima tahun ke depan.
07:10Ya, kalau Kiai Kikin, itu visi beliau adalah visi bagaimana meletakkan kembali dasar-dasar filosofis dari pembentukan NU itu
07:23sebagai sumber inspirasi membangun NU ke depan di abad kedua ini.
07:29Makanya kemudian Kiai Kikin itu dalam melakukan sosialisasi kepada PCNU dan PWNU serta Nahdiin yang ada di seluruh Indonesia
07:41itu selalu mengungkap tentang catatan-catatan penting hadratus sheikh pihak jahsi masyari tentang konon asasi.
07:51Kalau selama ini mungkin PCNU, PWNU dan Nahdiin pada umumnya itu tahu tentang konon asasi itu mukadimahnya saja
08:03karena mukadimah itu tercantum di dalam anggaran dasar dan rumah tangga.
08:08Tetapi apa filosofis sebenarnya yang ada di dalam mukadimah konon asasi itu kan tidak pernah diuraikan secara lengkap.
08:19Nah ini ada kesempatan bagi Kiai Kikin untuk mengungkapannya itu diharapkan ini menjadi semangat baru, spirit baru
08:27menghadapi NU abad kedua ke depan tetapi tidak tercabut dari prinsip-prinsip dasar yang diwadiskan oleh hadratus sheikh pihak jahsi
08:37masyari.
08:37Baik, Pak Edi ditahan dulu saya akan ketemu yang ada di studio Mas Roy atau Gus Roy saya menyebutnya.
08:45Anda kan lama lah ya mengamati NU bahkan sebagai aktivis NU.
08:50Apa kira-kira kritikan Anda masukan yang membangun selama ini siapapun masa kepemimpinannya terhadap PBNU
08:58dan kira-kira harapan Anda terhadap atau masukan Anda terhadap kepemimpinan baru Gus Kikin?
09:06Ya sebenarnya sebagai santri NU semua orang santri pasti berharap yang terbaik bagi PBNU.
09:11Namun catatan kami sederhana sebenarnya dengan kepilihnya Gus Kikin dan Kiai Miftahul Akhyar ini
09:19yang sejak lama memang isunya yang sudah santer di kalangan para aktivis, di media, para jurnalis juga mengatakan bahwa memang
09:26ada paket istana.
09:27Ada paket istana, Anda pun juga mendengar itu ya?
09:30Ya betul dan ini sudah bukan rahasia umum kira-kira.
09:33Dan saya kira sudah terkonfirmasi dengan kemenangan kemarin.
09:37Nah yang menjadi catatan kami tentu saja kami sebenarnya ingin melihat perubahan di tubuh PBNU.
09:43Pertama PBNU mesti tegas untuk berani mengatakan tidak menolak tambang atau mengembalikan tambang, konsesi tambang itu.
09:51Berani mengembalikan tambang.
09:53Persis ya.
09:53Karena itu simbol.
09:54Persis.
09:55Ya karena saya kira memang NU ini kan konsennya itu kan di isu sosial keagamaan.
10:02Kiai itu ahlinya kitab kuning bukan kitab mining.
10:05Kitab mining, kitab kuning.
10:07Ahlinya kitab kuning bukan kitab mining.
10:09Alright, thank you.
10:10Kalau para pengusaha di sektor tambang ekstraktif saja gagal.
10:13Sampai sejauh ini gagal menghasilkan pertambangan yang ramah lingkungan.
10:18Bagaimana dengan NU gitu?
10:20Kami khawatir NU akan menjadi broker konsesi saja.
10:23Akhirnya diserahkan kepada pihak ketiga.
10:25Dan itu sudah terjadi di periodi sebelumnya yang menyebabkan kegaduhan yang demikian besar sekali di tubuh NU.
10:31Di harapan kami itu di pemerintah.
10:33Kira-kira di kepemimpinan baru ini?
10:35Di urusan yang baru kemarin kami berharap akan lahir satu pandangan baru, visi baru dalam tubuh NU.
10:42Tapi rupa-rupanya saya pesimis.
10:44Pesimis.
10:45Persis.
10:46Bahkan beberapa kawan sudah mengibarkan bendera setengah tiang.
10:49Di banyak apa itu, di banyak media sosial di jaringan teman-teman NU.
10:53Itu yang pertama.
10:53Yang kedua, kita semua tahu bahwa NU itu the largest or the biggest civil society di Indonesia.
11:02Mestinya sebagai bagian dari kekuatan civil society, NU itu keteribatannya dengan negara itu keteribatan kritis.
11:09Bukan diikat kaki dan tangannya.
11:12Bukan dipesan ya.
11:13Mohon maaf ya.
11:14Kalau memang nggak bisa kritis, paling tidak memberikan pandangan-pandangan masukan-masukan terhadap program-program negara yang sejauh ini memang
11:23bermasalah.
11:24MBG misalnya, sudah jelas membahayakan fiskal dan menghambur-hamburkan anggaran negara dan pengerjanya juga tidak transparan, tidak akuntan.
11:34Anda mau bilang bahwa seharusnya sejak awal BBNU bersikap dan kemudian menganggaskan.
11:38Paling tidak memberikan masukan yang positif bahwa program-program negara mesti dievaluasi.
11:44Dalam konteks lingkuan hidup misalnya, penjaraan alam ini semakin meluas loh.
11:48Kami menyebutnya expropriation of nature.
11:51Dan ini bergeser dari Kalimantan ke Lawesi, pindah ke Papua, dan potensi kerusakannya 3 juta hektare.
11:59Sekarang sudah seribuan sejuta hektare yang sudah dirusak.
12:03Yang kami lihat baru PGI, teman-teman Kristen yang menolak tambang karena bukan kapasitasnya,
12:10biar bisa khidmah ke umat ya, ke masyarakat.
12:15Nah kami berharap sebenarnya NU dan Muhammadiyah mengambil peran itu.
12:18Dan sampai sekarang belum ada?
12:20Belum, saya melihat belum.
12:21Jadi harapannya mungkin tipis ya kepada kepengurusan yang baru.
12:25Meskipun kami harus mengatakan selamat atas terpilihnya, tapi dengan catatan tadi itu.
12:29Tidak apa-apa kok, selamat dan dengan catatan.
12:33Dengan catatan, harus ada catatannya itu.
12:35Satu apresesi yang menarik.
12:36Mas Hadi melihat tadi penjelasan Kusroi, dan tadi juga di awal Pak Lukmen Edy sebagai tim ses atau pelayan Kiai.
12:42Anda melihat apa?
12:43Karena NU satu hal yang kedua adalah ada konstelasi juga dengan kekuasaan.
12:48Ya, kalau ada istilah yang disebut dengan pelayan Kiai, ini tentu ada satu istilah yang cukup lekat kan di kalangan
12:54Nahdeliin.
12:57Jadi kalau Pak Kiai, Pak Ustadz, para ulama dan para masyayih kita sudah berfatwa menyampaikan sesuatu,
13:03ya harus tegak lurus mas, mendengarkan dan mengikuti.
13:06Dan memang tidak ada perdebatan-perdebatan apapun.
13:09Dan di kalangan Nahdeliin memang ulama dan para masyayih kita itu adalah orang-orang yang dinilai punya karisma dan ke
13:16dalam keilmuan yang cukup luar biasa.
13:18Jadi dalam konteks itulah kemudian saya ingin memaknai bahwa apapun hasil muktamar yang sudah dihasilkan oleh kawan-kawan PBNU hari
13:26ini,
13:26ya harus kita maknai ini yang memilih adalah para alim ulama, masyayih-masyayih yang dianggap memiliki karisma,
13:32kedalaman ilmu, dan tentu saja ketajaman terkait dengan soal keimanan.
13:37Apalagi yang memilih itu adalah Ahwah.
13:39Yang kita tahu beliau-beliau itu adalah ulama-ulama yang sangat karismatik dan ulama-ulama yang memiliki wibawa.
13:46Jadi siapapun yang kemudian terpilih itu adalah hasil yang memang ijtihad para ulama-ulama kita yang sembilan orang yang ada
13:54dianggap itu.
13:55Kan itu idealnya.
13:56Makanya kalau membaca suasana kebatinan dalam konteks muktamar NU di Jombang yang ke-35,
14:03hari ini itu bukan hanya soal Jombang, tapi Jombang itu memiliki nuansa historis yang cukup panjang.
14:08Apa itu nuansanya?
14:09Soal harapan terbesar dari Jamiyah NU tentang bagaimana NU itu harus mulai berani.
14:15Back to HITO. Kembali HITO.
14:17Mas Yogi, saya kebetulan ada beberapa survei yang sudah saya rilis di bulan Juli, 20 Juli hingga 3 Agustus survei
14:24yang kita lakukan.
14:26Memang mayoritas orang NU itu berharap.
14:28Semoga memang pertama NU harus kembali ke HITO.
14:30Yang kedua adalah menjaga jarak dengan urusan-urusan politik praktis.
14:34Dan mostly secara mayoritas menolak terkait dengan komersesi tambang.
14:38Itu clear, itu suara nah deliin.
14:41Makanya sebelum terbentuk struktur kepengurusan yang baru, semoga suara-suara nah deliin seperti yang disampaikan oleh Gus Roy, kita-kita,
14:49yang seringkali juga ke NU-nya dipertanyakan mas, padahal NU kita sejak lahir.
14:54Ya ini adalah semacam keinginan supaya memang NU itu adalah gerakan sosial keagaman yang cukup independen dan tujuannya adalah empowering.
15:04Itu yang paling utama.
15:08Masih di satu majadu forum saya ke Gus Roy.
15:12Ahwa sempat dalam 4 hari itu sempat jadi perencangan.
15:16Karena ada yang menganggap ini sistem baru, ada juga mengatakan nggak baru sebetulnya.
15:21Tahun 84 Gus Dur sempat terpilih melalui sistem Ahwa atau formatur lah bahasa gampangnya.
15:26Kalau amatan Anda apakah ini benar teroposan baru, diciptakan untuk hal yang baru dalam muktamar ke-35 atau memang ada
15:35upaya untuk menghasilkan, memuluskan jalannya satu kubur tertentu memang harus lewat Ahwa?
15:41Ya persisnya saya nggak tahu tentu saja ya.
15:43Tapi yang jelas usulan Ahwa ini sudah lama.
15:46Wacana Ahwa ini bukan baru tentu.
15:48Oh bukan baru ya?
15:49Bukan baru, wacana ini sudah lama bahkan mungkin di periode muktamar jombang sudah ada percakapan tentang Ahwa gitu.
15:57Nah namun yang menjadi masalah adalah ketika Ahwa itu juga masih mungkin diintervensi gitu ya.
16:04Ahwa masih mungkin diintervensi?
16:05Masih mungkin diintervensi.
16:06Orang-orang sebagian besar yang terlibat dalam muktamar, para muktamirin, para kader NO, simpatisan NO, semuanya berharap niatnya baik bahwa
16:16Ahwa itu pertama mengembalikan supremasi ulama.
16:20Yang kedua untuk menghindari, memperkecil lah potensi politik uang.
16:24Tapi nyatanya dalam banyak kesaksian itu pun masih terjadi.
16:28Jadi ini yang menurut kami cukup menggelisahkan ya.
16:31Ternyata Ahwa juga belum sesuai dengan harapan para muktamirin bahwa itu bisa meminimalisir politik uang.
16:42Tapi apapun itu ya, apapun itu Ahwa sudah berlangsung.
16:46Dan kami berharap memang supremasi keulamaan itu memang betul-betul dikembalikan.
16:50Nah karena itu komitmen supremasi keulamaan ini harus ditegaskan.
16:53Dalam pengertian yang konkret dalam lapangan kehidupan sosial berbangsa dan bernegara.
16:57Apa itu tadi Pak Lokman sudah menyampaikan.
17:00Kita ini sebagai pelayannya Kiai.
17:02Dan jangan salah loh Kiai itu pelayannya umat.
17:05Khodimul umat wa khodimul ma'had.
17:07Kiai Hashim itu menyebut dirinya Al-Fakir Hashim As'ari.
17:11Pelayan umat.
17:13Khodimul umat.
17:14Nah harapan kami betul-betul dibuktikan nanti di kepengurusan yang baru.
17:19Buktinya apa?
17:21Mereka berdiri pada kepentingan Mustad Afu, Nafil Ardi.
17:26Berdiri di atas kepentingan populasi warga NU.
17:32Yang sebagian besar adalah informal proletariat, para pekerja kecil, buruh bangunan.
17:39Masyarakat kelas bawah.
17:40Apakah selama ini mereka sudah terwakili?
17:42Nah itu yang harus kita pertegas.
17:44Kalau memang supremasi ulama dikembalikan, maka ulama sebagai khodimul umat tadi itu terbukti dalam periode ke depan.
17:53Oke.
17:54Jadi maksud Anda bahwa untuk menjawab seisu miring terkait dengan ahwah dengan komposisi yang masih ada berbau politik.
18:00Waktu itu ya nanti dijawab dengan bagaimana penyikapan NU ke depan selama beberapa tahun.
18:04Itu satu sendiri jawaban.
18:05Harus dibuktikan, iya.
18:06Baik, saya ke Mas Adi.
18:07Mas Adi, one man, one foot, terus kemudian ada juga model supaya tidak pemilihan langsung, supaya tidak ada politik uang
18:16dan sebagainya.
18:17Tapi masih muncul selintingan itu, meskipun akhirnya muncul dengan ahwah.
18:21Anda melihat ini skenario dadakan, meskipun tadi Gusara sudah bilang sudah lama itu.
18:26Atau memang sudah didesain buat cara yang paling baik, supaya tidak ada deadlock, tidak ada kebuntuan, kemudian dilakukan itu.
18:34Meskipun akhirnya, tadi kita sudah sepakat lah, apapun keputusan ulama ya harus dihormati dan harus didukung.
18:41Tapi lihat secara proses Anda mengamati apa?
18:43Kalau kita melihat kecendungan rata-rata secara umum, biasanya setiap puktamar NU, soal pemilihan, kota umum khususnya, itu pasti bicara
18:52tentang apakah one man, one foot atau soal ahwah.
18:55Nah kenapa ahwah itu menjadi sesuatu yang spesial di Jombang kali ini?
18:58Karena isu yang terkait dengan politik transaksional.
19:02Money politik yang itu katanya, itu menerpas kawan-kawan yang menjadi hak politik di situ untuk menentukan yang terpilih, pengurus
19:11wilayah dan pengurus jabang.
19:12Itu cukup luar biasa.
19:13Saya menduga sebenarnya Mas Yogi, ini sebagai upaya untuk mengamputasi, prediksi-prediksi dan dugaan-dugaan liar adanya praktik politik uang
19:21dan politik transaksional.
19:23Itu dengan memunculkan sembilan formatur ataupun ahwah untuk menentukan siapa yang menjadi rawa S.A.M. dan kemudian menjadi ketemu
19:30BPNU.
19:31Itu yang pertama.
19:32Dan yang kedua, ternyata secara majoritas, suara Muqtamirin yang jumlahnya kurang lebih sekitar 550 itu 400 sekiannya setuju dengan sistem
19:41ahwah.
19:42Itu artinya apa?
19:44Secara majoritas, suara-suara yang mewakili wilayah dan cabang NU itu memang menginginkan bahwa ahwah lah yang kemudian memiliki veto
19:51flayer soal siapa yang menjadi pucuk pimpinan tertinggi di BPNU.
19:55Meski pada setting bersamaan memang ada sesuatu yang sifatnya anomali, misalnya kalau kita melihat rata-rata secara umum, usulan dari
20:04PC dan PW, pengurus cabang dan wilayah soal calon ketemu BPNU memang secara majoritas guskikin.
20:11Jadi artinya apa? Terkonfirmasi suara ahwah ataupun suara-suara sama, itu inline.
20:17Yang saya sebut sebagai paradok itu adalah soal dalam pemilihan ahwah, misalnya Kiai Biftahul Anwar, itu kalau tidak salah itu
20:25perolehan suaranya nomor tiga ataupun nomor empat yang tertinggi itu adalah Kejah Zuli kalau tidak salah.
20:31Mohon dikoreksi kalau ada hal itu.
20:33Tapi yang kemudian terpilih adalah Kiai Biftahul Anwar.
20:37Yang ingin saya katakan adalah selama ini memang tidak dibuka ke publik.
20:41Bagaimana cara menentukan siapa yang menjadi ketemu BPNU dan siapa yang menjadi ketemu meraih saham.
20:46Apakah yang sembilan orang yang ada di ahwah itu sistemnya musyawara atau one man one foot, yang sembilan orang itu.
20:53Dan itu per hari ini tidak dibuka.
20:55Saya berharap ini bukan soal penunjukan, bukan soal musyawara, tapi di antara sembilan orang itu ya memilih kira-kira yang
21:02sesuai dengan selera, sesuai dengan kaidah, sesuai dengan ketentuan-ketentuan.
21:07Bahwa beliau-beliaulah yang memang sangat layak untuk menjadi ketua umum ataupun resam.
21:12Kan kayak gitu sebenarnya jalan ceritanya.
21:14Artinya apa? Residu-residu terkait dengan isu, dugaan-dugaan tentang politik transaksional, sebenarnya ingin dieklusi bahwa yang memilih para pemimpinan.
21:23Dia akan diminimalisasi di sembilan Kiai Sepung itu ya.
21:26Betul. Kalau itu juga dipersoalkan, ya persoalkanlah pengurus wilayah dan pengurus cabang yang mengusulkan nama-nama ahwah itu.
21:32Kan kira-kira begitu jalan.
21:33Saya mau ke Pak Lukman Edy.
21:35Pak Lukman Edy.
21:38Tadi Anda menyimak perbincangan kita.
21:41Pak Lukman, ada yang bilang bahwa mengembalikan model pemilihan ke ahwah itu adalah cara terbaik bagian untuk kembali menjaga marwahnya.
21:53Kemudian untuk mengantisipasi isu-isu miring yang selalu muncul di setiap muktamar, khususnya dalam konteks pemilihan.
22:00Anda yang tadi disebut sebagai tim seslah, ada di belakang salah satu kubur dan terpilih.
22:06Anda sebetulnya bisa nggak menceritakan bagaimana sih sampai dengan diputuskan ahwah dan kira-kira di dalam itu tadi sembilan Kiai
22:12Sepung itu memutuskan secara one man one foot?
22:15Atau memang ada musyawarah untuk sampai terpilihnya Gus Kikin dan Kiai Miftahul?
22:23Ya, sebenarnya ahwah ini tidak hal yang aneh di arena muktamar NU.
22:34Muktamar-muktamar sebelumnya juga ada ahwah.
22:38Selamat sebelumnya, waktu di Lampung sepertinya tidak ya?
22:41Waktu di Lampung kan langsung one one foot.
22:43Ada ahwah juga, ahwah apa namanya, PCNU dan PWNU memilih ahwah.
22:51Sembilan orang yang dianggap sebagai Kiai yang paling khos di NU.
22:57Kemudian ahwah memilih Roy Sam, bermusyawarah memilih Roy Sam.
23:02Nah, kemudian perbedaannya hanya satu.
23:08Perbedaannya hanya satu, yaitu dalam muktamar di Jombang ini, di tambah beras ini,
23:18ahwah itu memilih kandidat ketua umum yang dijaring oleh musyawarah.
23:26Jadi itu saja perbedaannya, itu memang kesepakatan dari bukan hanya SC,
23:35tapi juga PCNU dan PWNU seluruh Indonesia,
23:39yang menganggap kemarin ketika ada persoalan antara,
23:42persoalan kewenangan antara Surya dan Tanfizia,
23:48yang menyebabkan beberapa bulan mengalami ketegangan,
23:52itu bisa diselesaikan sebagai resolusi konfliknya
23:57melalui memberikan kewenangan lebih kepada ahwah dan Roy Sam
24:03untuk memegang kendali terhadap jalannya organisasi
24:08atau memegang kendali terhadap jalannya organisasi yang dijalankan oleh Tanfizia.
24:14Jadi perbedaannya hanya pada satu sisi itu.
24:18Sementara yang lain, ya sama, tidak ada perbedaan.
24:22Maaf, saya potong Pak Lukman.
24:24Pak Lukman, saya potong, maaf.
24:25Saya mau mengkonfirmasi, sekaligus ini ruang keralifikasi.
24:28Ada yang menyebutkan bahwa kemunculan mekanisme ahwah
24:32atau sebut bahasa umumnya adalah formatur gitu kan
24:35dengan memberikan mandat kepada sembilan kiai khos
24:38di arena muktaman adalah cara dari kelompok yang sekarang jadi
24:44untuk mengamankan, untuk memuluskan,
24:47supaya sampai akhir bisa jadi tidak ada deadlock
24:49dan bisa ada keputusan yang apsah.
24:51Sehingga terpilihlah kiai Miktahul Akyar sebagai roh isam
24:56dan kiai Abdul Hakim Mahfud atau Gus Kikin sebagai ketua umum BPNU.
25:00Bagaimana menurut Anda?
25:03Tidak seperti itu, tidak seperti itu ya.
25:05Jadi sekali lagi, bahwa kewenangan ahwah itu hanya berbeda pada satu hal saja
25:15dengan muktamar sebelumnya.
25:19Kalau muktamar sebelumnya itu kan ahwah memilih roh isam.
25:25Salon roh isam juga bahagian dari ahwah.
25:30Kemudian pemilihan ketua umum melalui pemilihan one man one foot oleh PCNU dan PWNU seluruh Indonesia.
25:39Kemudian siapa yang terpilih dengan suara terbanyak
25:44itu diminta persetujuan ke ahwah atau diminta persetujuan ke roh isam.
25:50Jadi tidak ke ahwah kalau muktamar sebelumnya.
25:53Sebelumnya, sebelum jombang.
25:55Nah yang di jombang terbaru ini seperti apa?
25:58Nah sekarang itu ahwahnya tetap memilih roh isam.
26:01Sekarang ini ahwahnya tetap memilih roh isam.
26:04Dan calon roh isam itu adalah bahagian dari ahwah.
26:07Salah satu dari sembilan ahwah itu.
26:11Kemudian sembilan Kiai ini memilih kekuatan Fidya.
26:16Terjadi pemilihan
26:20Bukan, bukan begitu.
26:21Terjadi pemilihan dulu.
26:23PCNU dan PWNU seluruh Indonesia
26:25itu menuliskan sekurang-kurangnya satu nama calon ketua umum
26:30sebanyak-banyaknya lima nama calon ketua umum.
26:33Nah setelah direkap maka akan kelihatan
26:36siapa yang dikehendaki yang dicalonkan oleh muktamirin
26:42satu sampai lima yang terbanyak.
26:46Lima besar.
26:47Itu yang kemudian dimajukan kepada ahwah
26:51untuk dibahas oleh ahwah disetujui sebagai pencalonannya.
26:54Oke.
26:55Nah lima calon ketua umum yang mendapatkan suara terbanyak.
27:01Ada sekitar 2.500 suara yang diperebutkan.
27:07Karena kan PCNU atau DPT-nya itu sekitar 552.
27:16Dikalikan lima maksimal PCNU boleh menuliskan nama calon ketua umum
27:21maka sekitar suara yang diperebutkan itu 2.500 lebih.
27:25Nah lima yang terbesar itu diajukan kepada ahwah untuk dibahas
27:32apakah disetujui pencalonan mereka.
27:34Nah setelah disetujui oleh ahwah
27:37kemudian baru dikirim ke roh isam terpilih
27:43untuk menunjuk siapa diantara lima itu sebagai ketua umum.
27:47Itu jadi, itu clear tuh.
27:49Jadi itu perbedaannya.
27:49Itu musawarah.
27:50Jadi dari sembilan itu diserahkan ke roh isam terpilih ya.
27:54Ya.
27:55Oke, oke.
27:56Ya.
27:56Baik, baik.
27:57Jadi muktamar NU di Jombang di Tampak Beras ini
28:02menarik sekali karena banyak sekali ruang-ruang musawarah
28:05yang diciptakan oleh muktamirin.
28:07Hal baru dan perkembangan.
28:08Ruang musawarah ahwah, ruang musawarah pleno-pleno
28:13atau cabang-cabang muktamirin.
28:15Kemudian muktamirin menyerahkan lagi kepada ahwah.
28:19Jadi ada empat pintu model musawarah
28:23di dalam muktamar yang ada di Jombang ini.
28:27Dan ini menurut saya sangat menarik sekali ya.
28:29Sekaligus ingin menunjukkan bagaimana NU itu
28:33dinamis dan kreasi-kreasinya itu
28:36luar biasa dalam menafsirkan demokrasi
28:40yang diterapkan di PPNU.
28:44Baik, terima kasih.
28:44Saya kira itu.
28:45Kita tegaskan bahwa kita itu punya track,
28:49kita itu punya kompas,
28:52kita itu punya manhaj.
28:55Tentang ada rekomendasi untuk merangkul
28:58semua elemen itu bagaimana?
29:00NU itu didirikan itu sangat-sangat inklusif,
29:03terbuka.
29:05Nah itu nanti ada persyaratannya.
29:07Bagaimana masuk ke dalam NU,
29:09di situ itu kita harus bersatu.
29:11kemudian ada kebersamaan.
29:14Itu inti daripada NU.
29:21Masih di Satu Menjadah Forum,
29:22saya ke Mas Adi.
29:23Mas Adi,
29:25singkat saja pertanyaan saya.
29:27Dengan dinamika,
29:28dengan tadi sudah dijelaskan oleh Pak Lukman Edy,
29:32Gusro juga sudah menjelaskan,
29:33ada hal,
29:34oke lah,
29:34sudah diputuskan.
29:35Adi juga mengatakan,
29:36kalau sudah diputuskan,
29:37ya sudah lah.
29:38Bagaimanapun kita harus
29:39takdim kepada
29:41GIAI,
29:42gitu kan,
29:42harus tunduk taat.
29:43Tapi pertanyaan adalah,
29:45harapan selalu muncul,
29:46bagaimana sebetulnya
29:47PBNU sebagai
29:47ormas Islam terbesar
29:50di Indonesia,
29:51itu
29:52memposisikan diri
29:53sebagai mitra strategis,
29:55nah karena strategis ini
29:56kadang-kadang agak,
29:57ini juga nih,
29:58atau kritis,
29:59kritis dalam arti,
30:00ya kesepanjang untuk
30:01kepentingan Indonesia,
30:02tidak ada
30:03implikasi politiknya,
30:05tidak berniat buruk
30:06dalam memberikan kritik,
30:07misalnya.
30:08Menurut Anda,
30:09sebagai yang,
30:10orang yang menyebut
30:11lah,
30:12NU sejak dalam kandungan,
30:13itu,
30:14gimana Anda mengatakan?
30:16Strategis atau kritis,
30:17gitu,
30:18harusnya.
30:18Kalau kita melihat
30:19kecenderungan secara umum,
30:21Mas Yogi,
30:22sulit kita membayangkan
30:23NU itu menjadi mitra kritis.
30:25Kenapa?
30:25Karena pandangan-pandangan
30:27sosial, politik,
30:28dan keagamannya,
30:29selama ini sangat moderat.
30:30Sebagai salah satu contoh,
30:32misalnya,
30:32kita belum pernah mendengar
30:34para ulama,
30:34para kiai,
30:35dan intelektual-intelektual
30:36NU secara mainstream,
30:38misalnya,
30:39mencoba untuk mengkritisi
30:40soal hubungan
30:41antara Islam dan demokrasi,
30:42mencoba untuk
30:43membanding-bandingkan
30:44antara Islam dengan
30:45NKRI dan Pancasila.
30:46Sejak awal,
30:48bagaimana negara ini
30:49berdiri,
30:50saya lihat secara umum,
30:51memang kawan-kawan intelektual
30:52dan ulama NU
30:53selalu menganggap
30:54ada mutual interesting,
30:56ada mutual understanding
30:57antara NU
30:58dengan gagasan-gagasan kebangsaan.
31:00Ini clear dan fake,
31:01tapi pada setting bersamaan,
31:03generasi-generasi NU
31:04ini kan juga muncul
31:05dari kalangan-kalangan
31:06kelompok kritis,
31:07khususnya tergabung
31:08dalam kelompok-kelompok
31:09civil society,
31:10dan memang cukup lantang
31:13bagaimana mencoba
31:14untuk membawa NU itu
31:15sangat jauh berada
31:17di luar kekuasaan
31:18dan struktur pemerintahan.
31:19Ini adalah generasi kedua
31:21kita menyebutnya
31:21yang saya kira memang
31:23ada harapan
31:23karena NU itu
31:24dinilai punya resource
31:25tanpa harus misalnya
31:27menjadi partner
31:28dan mitra strategis
31:29terhadap pemerintah,
31:30NU itu punya segala-galanya.
31:31Empowering di bidang ekonomi.
31:33Kapan ini mulai dipikirkan
31:35bagaimana NU itu punya
31:36badan usaha
31:37milik Nahdlatul Ulama
31:39misalnya.
31:39Sebenarnya se-simple ini sih,
31:41Mas Hadi.
31:41Artinya,
31:42kalau kita melihat
31:43ada satu rumah besar
31:44dengan tradisi yang cukup lama,
31:46bicara Indonesia,
31:48NU sudah lah.
31:50100 persen,
31:51seribu persen
31:51NU pasti paham soal Indonesia
31:53dengan kekasannya.
31:55Tapi,
31:55dalam dinamika
31:56pergembangan zaman
31:57bangsa hari ini
31:58kan kita menghadapi
31:59kompleksitas tantangan.
32:01Ada titik-titik tertentu
32:02di mana masyarakat itu
32:03perlu diberi pencerahan,
32:05perlu di backup.
32:06Tapi,
32:06ini kan tidak muncul.
32:08Bukan semata-mata
32:09untuk mengadu
32:09untuk selalu kontra
32:10dengan kekuasaan.
32:11Tetapi,
32:12mengawal kekuasaan
32:12adalah bagian demokrasi
32:13dan NU paham betul
32:15soal itu.
32:15Di sini tadi pertanyaan saya,
32:17strategis atau kritis?
32:18Karena kritis bukan berarti hubungan.
32:19Kalau masyarakat saya
32:20dan Gus Roy
32:21mungkin hampir sama,
32:22harus menjadi mitra kritis.
32:24Mitra kritis.
32:25Karena di tengah
32:26begitu banyak matinya
32:26kelompok-kelompok
32:27civil society yang kritis,
32:29dan bahkan nyaris
32:30tidak ada
32:31satupun partai politik
32:32yang berdikap kritis,
32:33maka orma sebesar NU
32:35harus tampil
32:35di mana menjadi logomotif
32:37dan garda terdepan
32:38memberikan perspektif kritis.
32:40Tapi,
32:40pandangan itu kan
32:41kemudian harus
32:42ambiar total.
32:43Karena,
32:44kalau dalam praktiknya,
32:46kita tahu bahwa
32:46unsur-unsur yang ada
32:47di PBNU
32:48adalah beliau-beliau
32:49dan mereka-mereka
32:50yang memang
32:51terafiliasi.
32:52Bagian dari kekuasaan politik,
32:54ada yang jadi menteri,
32:55kota umum partai,
32:56dan juga menangkap
32:57sebagainya.
32:57Itu ciri khas NU
32:59ada di mana-mana ya?
33:00Artinya apa?
33:01Saya sebenarnya
33:01sangat mengapresiasi kemarin
33:03ketika ada satu
33:04keputusan bahwa
33:05elit-elit NU
33:07khususnya
33:07di bidang tertentu,
33:08itu misalnya
33:09tidak rangkap japatan.
33:10Tapi,
33:10ini kan hanya berlaku
33:11untuk Rais Am
33:12dan kota umum.
33:13Saya berharap
33:13untuk struktur di bawahnya,
33:15Segen,
33:16kemudian
33:16Wasegen,
33:17Bendahara,
33:17dan struktur di bawahnya,
33:18itu memang harus
33:19terlepas dari unsur-unsur
33:21kekuasaan.
33:21Bukan hanya soal menteri,
33:23tidak boleh jadi
33:24anggota dewan,
33:25tidak boleh jadi DPRD,
33:26tidak boleh juga
33:27misalnya jadi
33:28pengurus partai tertentu,
33:29dan seterusnya,
33:29dan seterusnya.
33:30Supaya bisa clear.
33:31Tapi sepanjang ini
33:32tidak diputus
33:33pantarantainya,
33:34dalam praktiknya susah.
33:36Kita berharap
33:37NU itu akan menjadi
33:37mitra strategis,
33:38Mas Yogi.
33:39Saya akan ke,
33:40terima kasih,
33:40saya akan ke Gusro-Gusro.
33:42Kan,
33:43pernah lah ada
33:44di masa kepemimpinan Kusyah
33:45ya,
33:46ada kritikan keras,
33:47satu,
33:48terlalu diam.
33:49Dua,
33:50terlalu terlihat
33:50seperti
33:51menjadi
33:52penyangga kekuasaan,
33:54bukan penyangga
33:54keumatan dan bangsa.
33:56Yang terakhir adalah
33:57dipantik dengan
33:58konsesi tambang itu.
34:00Anda melihat
34:00seperti apa sebetulnya
34:02seharusnya posisi?
34:03Pertanyaannya
34:04kurang lebih sama
34:05dengan yang disampaikan
34:06ke Mas Adi.
34:07Ya,
34:07saya mau masuk
34:08di argumen teologisnya.
34:10Oke.
34:10Selama ini kan
34:11yang beredar
34:13di kalangan kita,
34:16satu pandangan
34:16bahwa kita harus taat
34:18kepada
34:18Amirul Muminin.
34:25Yang harus
34:26clear dalam
34:26ayat ini adalah
34:27taat kepada
34:29Uwil Amri
34:31itu diletakkan
34:31di nomor tiga.
34:33Kita harus taat
34:34kepada Allah
34:35sama
34:35Rasulnya.
34:36Yang pertama.
34:37Yang kedua,
34:39kita harus ngecek juga
34:40Uwil Amr tadi ini
34:41taat kepada Allah
34:42apa tidak?
34:43Taat kepada
34:44Rasul apa tidak?
34:45Nilai-nilai Islam
34:45dilanggar apa tidak?
34:46Saya berani
34:47bicara
34:4899 persen
34:50rezim hari ini
34:51tidak merepresentasikan
34:53ketaatan
34:54kepada
34:54Allah dan Rasulnya.
34:56Bagaimana Anda bisa
34:57mengatakan itu?
34:57Dalam semua aspek
34:59kebijakannya justru
35:00merugikan rakyat.
35:02Semua orang
35:03survei mengatakan
35:05tingkat populasi
35:06apa itu,
35:07popularitas Prabowo
35:07juga menurun.
35:08Sangat
35:09jatuh sekali.
35:11Riset-riset
35:12akademik
35:13dari jaringan
35:14LSM
35:14maupun kampus
35:15mengatakan bahwa
35:16banyak yang tidak puas
35:18dan ini
35:18pemborosan
35:19misalnya.
35:20Jadi menurut saya
35:21singkatnya
35:23mitra strategis
35:24itu artinya
35:25bukan berarti
35:25tidak ngomong
35:26sama sekali
35:27ketika ada
35:27salah.
35:28Yang kedua ya.
35:30Mitra kritis
35:31kalau kata Mas Adi.
35:32Yang kedua
35:34pertanyaan saya
35:35bukan untuk NU
35:36sebenarnya
35:36untuk PBNU.
35:37Untuk PBNU?
35:38Oke.
35:38Dia klinik
35:39bedakan NU
35:40dan PBNU
35:40ini pengurus besar.
35:42PBNU itu
35:43Bela NKRI
35:44atau oligarki.
35:46Bela Indonesia
35:47atau penguasa.
35:48Kalau Bela Indonesia
35:49pasti kepentingan
35:50rakyat
35:50harus dahulukan.
35:52Dalam banyak kasus
35:53selama ini
35:54tidak menunjukkan itu.
35:56Konflik-konflik
35:56sosial ekologis
35:57konflik kepentingan
35:59antara rakyat
35:59dengan penguasa
36:00justru seringkali
36:01berpihak kepada
36:02kepada pihak penguasa.
36:04Ini yang
36:04menjadi kegelisahan kami ya.
36:06Yang kalau boleh
36:07yang ketiga ya.
36:08Oke boleh boleh boleh
36:09boleh dong.
36:10Nah yang ketiga
36:10ini mesti diletakkan
36:12dengan baik
36:12bahwa
36:14komitmen kita
36:15kepada Republik itu
36:16no debate ya.
36:17Oke.
36:18Sudah gak ada
36:18gak usah diragukan lagi.
36:19Gak usah diragukan lagi.
36:21NO itu
36:22seribu persen
36:23memang harus
36:23membela Republik ini.
36:24Hanya yang membedakan
36:25adalah karakter
36:26kepengurusan setiap
36:28BBL itu kan?
36:29Ya yang harus
36:29dibedakan
36:30komitmen kita
36:31kepada Republik
36:31gak boleh ditawar.
36:33Tapi komitmen
36:33kepada rezim
36:34beda dong.
36:35Rezim dan Republik
36:36itu beda.
36:38Ini yang
36:38menurut saya harus di...
36:39Konteksnya adalah
36:40memberikan kritikan
36:41itu juga bagian
36:41mencintai dan mendukung
36:43rezim juga kan?
36:45Saya ke Pak Lukman.
36:47Pak Lukman
36:47agak naik
36:49suhunya nih Pak Lukman
36:50dan saya yakin Pak Lukman
36:51bisa membawa pesan
36:52menangkap pesan ini
36:53karena sebagai pelayan
36:54Kiai
36:54bahsikan menyuguhkan
36:55segala hal.
36:56Tolong disampaikan
36:57semuanya.
36:58Pertanyaannya sama
36:58kira-kira.
36:59Di kepengurusan
37:00ke depan
37:01itu akan
37:03menjadi mitra strategis
37:04atau mitra kritis
37:06atau Pak Lukman
37:07punya formulasi lain
37:08di kepengurusan
37:10baru ini?
37:14karena kepengurusan
37:16baru kan
37:16belum terbentuk
37:18tapi kan kira-kira
37:19Tan Fidijah
37:20sama Roy Samir
37:21sudah terbentuk
37:22sudah terpilih
37:23tapi begini
37:25kalau menurut saya
37:28terlalu besar
37:29mesin
37:30NU itu
37:31kalau hanya
37:32mau dijadikan
37:33sebagai
37:33sebuah
37:35organisasi
37:35pengkritik
37:36pemerintah
37:37nah
37:38oleh sebab itu
37:41potensi
37:42yang ada di
37:44NU
37:46maupun potensi
37:46yang ada di
37:47PBNU itu
37:48harus
37:51dimaksimalkan
37:52perannya
37:52harus dimaksimalkan
37:54ya
37:54bukan hanya
37:56misalnya
37:58kalau perspektifnya
38:01perspektif
38:02Mas Ado
38:04misalnya
38:04jadi pengkritik
38:06itu mungkin
38:06satu fungsi saja
38:08yang akan
38:09dijalankan oleh
38:10PBNU
38:11ke depan
38:12ketika ada
38:12kebijakan-kebijakan
38:13yang
38:15tidak sesuai
38:17dengan
38:17aspirasi
38:18keumatan
38:18maka kemudian
38:20NU
38:21bisa
38:22PBNU
38:23bisa berperan
38:23untuk mengingatkan
38:25pemerintah
38:26dan memberikan
38:27solusi-solusi
38:28apa yang sebaiknya
38:30dilakukan
38:30ya
38:31tetapi
38:32mesin besar
38:34NU ini
38:34harus juga bisa
38:37memainkan
38:38peran lain
38:38ya
38:39peran bagaimana
38:40program-program
38:42yang disusun
38:42pemerintah
38:43misalnya
38:43untuk
38:44apakah program
38:46jangka pendek
38:46tahunan
38:47program jangka pendek
38:48lima tahunan
38:49atau program
38:51jangka panjang
38:52ya
38:5225 tahunan
38:54misalnya
38:54itu
38:55jadi
38:56itu adalah
38:57menjadi bahagian
38:58dari
39:00apa namanya
39:01peran
39:04yang bisa dilakukan
39:04oleh
39:05PBNU
39:06ya
39:08karena begini
39:09sebagai
39:11sebuah mesin
39:12yang besar
39:13dengan
39:13umat
39:15yang besar
39:15juga
39:16ya
39:16bahkan
39:18sebahagian besar
39:19problem bangsa
39:20problem
39:21kerayatan
39:22adalah menjadi
39:22problem
39:23bagi
39:24nahdiin
39:25itu
39:26NU
39:28dan PBNU
39:28itu menjadi
39:29apa namanya
39:31menjadi
39:34institusi
39:35yang penting
39:36ya
39:37jadi
39:37institusi yang penting
39:38demi
39:39suksesnya
39:40Pak Lukman
39:40mau bilang
39:41bahwa
39:42PBNU
39:43tidak hanya
39:43melulu
39:44bicara
39:44kritis
39:45gitu ya
39:46tapi juga
39:47memberikan
39:48solusi
39:49berpartisipasi
39:50gitu
39:50menggerakkan
39:51nahdiin
39:51yang jumlahnya
39:52jutaan
39:52terlalu besar
39:53kalau
39:54hanya
39:55digiring
39:55untuk menjadi
39:56pengkritik
39:56pemerintah
39:57pengkritik
39:58tentu ini
39:58ada terusannya
39:59kritik dan
40:00solusi
40:00banyak fungsi
40:01lain
40:01banyak fungsi
40:03lain yang
40:04bisa dilakukan
40:04oleh
40:05PBNU
40:07sebagai
40:07sebuah
40:09jam
40:10iya
40:11maupun
40:11nahdiin
40:13sebagai
40:13sebuah
40:14jamaah
40:15itu
40:16suksesnya
40:18program
40:18pemerintah
40:19adalah
40:20bagian dari
40:20suksesnya
40:21juga
40:21membangun
40:22bangsa ini
40:22karena
40:22mayoritas
40:24bangsa ini
40:24adalah
40:25nahdiin
40:26kalau misalnya
40:27pemerintah
40:27sukses
40:28mengatasi
40:28kemiskinan
40:29pasti
40:29nahdiin
40:30ini
40:30kaya-kaya
40:30semua
40:30ini
40:31kalau
40:32PBNU
40:33yang kaya
40:34nahdiin
40:34atau
40:35PBNU
40:37iya
40:38nahdiin
40:38pak
40:39oh nahdiin
40:40melegakan
40:41kalau
40:41coba
40:41jadi kode
40:42sama dua
40:43narsum saya
40:43disini
40:44setiap
40:44tahun
40:44berganti
40:45setiap
40:45lima
40:45tahun
40:46berganti
40:46orangnya
40:47juga gak banyak
40:49ya
40:49lebih dari
40:50seratus
40:50orang
40:50misalnya
40:51tapi nahdiin
40:53kan gede banget
40:53yang itu
40:54bukan hanya
40:56menjadi urusan
40:56PBNU
40:57tapi juga
40:58menjadi urusan
40:59pemerintah
40:59gitu loh
41:02masih di
41:02satu
41:03major forum
41:03saya ingin
41:04memperdalam
41:05ke mas Adil lagi
41:06soal posisi
41:06NU
41:07tadi saya
41:07kurang menangkap
41:08masih pun
41:08sudah ketemu
41:10strategis
41:11tapi kritis
41:11saya agak
41:12oke lah
41:13saya ikut lah
41:13tetapi
41:14anda punya
41:15bayangan lah
41:16kira-kira
41:16kedepan seperti apa
41:17paling tidak tadi
41:18dari jawaban
41:18Pak Lukman
41:20Edi
41:20terus kemudian
41:21jangan lupa
41:21di periode
41:222006 sampai dengan
41:232031 itu
41:24ada 2029
41:26dimana
41:27selalu
41:27setiap
41:28lima tahun
41:29PBNU itu
41:30selalu ditarik-tarik
41:31ya
41:32sempurna kita tahu
41:32punya posisinya
41:33anda melihat
41:34seperti apa
41:34dua hal
41:35mas Yogi
41:35pertama
41:36sebenarnya
41:37kita mengapresiasi
41:38apa yang dihasilkan
41:39dalam
41:39muktamar NU
41:40kemarin ketika
41:41misalnya
41:42mempertegas supaya
41:43dana pendidikan
41:44tidak digunakan
41:44untuk MPG
41:45itu kan sebenarnya
41:46positioning yang cukup
41:47kritis ya
41:48dan itu harapan publik
41:49tapi yang kedua
41:50agak sulit kita
41:52membayangkan
41:52posisi kritis ini
41:53akan terus berlangsung
41:54selama lima tahun
41:55karena pada saat yang bersamaan
41:56ketua umum PBNU yang baru
41:58menyatakan
41:59memiliki setidaknya
42:00tiga kecocokan
42:01dengan Presiden Republik Indonesia
42:03yaitu di angka 8
42:05lahir di bulan
42:06Agustus
42:07ya kan
42:08tanggal 17
42:091 tambah 7
42:10itu 8
42:10dan tahun
42:121958
42:12itu kan tanda-tanda
42:14jelas dan nyata
42:15apalagi pada saat yang bersamaan
42:17di hari ini
42:18kita semua menjadi saksi
42:19betapa Presiden Republik Indonesia
42:21Pak Prabu Subianto
42:22mendapatkan kartu
42:23anggota
42:24Nah Datuk Ulama
42:25inilah yang saya sebut
42:26membayangkan mitra kritik
42:27yang dari tadi
42:28didiskusikan oleh
42:29Gus Roy
42:30dan kita semua agak rumit
42:31dan bahkan
42:32yang ingin saya katakan adalah
42:33ini tentu
42:35semacam romantisme
42:36yang ingin ditunjukkan
42:37oleh Prabu Subianto
42:38karena kalau kita
42:39maju jurata-rata
42:39secara umum
42:402024
42:41pemilih-pemilih
42:42Nahdelin
42:43di kantong-kantongnya
42:44di Pulau Jawa
42:44itu memberikan dukungan
42:46politik kepada
42:46Prabu Subianto
42:47yang dalam
42:48pilpres sebelumnya
42:492019 dan 2014
42:51tidak bersama dengan
42:52Prabu Subianto
42:53maka tidak mengherankan
42:54kalau di 2029
42:56Prabu Subianto
42:57akan menyandang
42:58sebagai kader NU
43:00yang akan maju
43:01sebagai calon presiden
43:02untuk yang kedua kalinya
43:03dan per hari ini
43:04sangat layak juga
43:05disebut bahwa
43:06Prabu Subianto
43:07adalah kader NU
43:08yang saat ini adalah
43:09Presiden Republik Indonesia
43:11Gus Roy
43:12saya mau bilang bahwa
43:14tadi sudah saya menangkaplah
43:15bagaimana Anda
43:16memandang PBNU
43:17tapi ada hal yang hilang
43:19kelugasan PBNU
43:20dengan khasnya
43:21kelugasan yang selalu
43:23memancarkan keikhlasan
43:24bahwa ini tidak ada
43:25nuansa politik apa-apa
43:26yang ingin mengingatkan
43:27khasnya Kiai
43:28mengingatkan khasnya
43:29Nahdin
43:30Anda melihat
43:31masih berharapkah
43:32ada kelugasan itu muncul?
43:34Berharap tentu
43:35tapi kecil ya
43:36kecil
43:37kenapa?
43:38kenapa?
43:38ya karena sejak awal
43:39kita bicara soal
43:40terpilihnya
43:41pengurusan sekarang
43:43itu bagian dari
43:44intervensi rezim
43:45apapun lah itu
43:46sulit ditutupin itu
43:47semua orang sudah tahu
43:48soal itu ya
43:49tidak mengurangi
43:50rasa hormat
43:51pada proses
43:52yang sudah berlangsung
43:53dan hasil yang
43:54yang sudah tercapai
43:56seperti sekarang
43:56jadi harapannya
43:58tentu saja kecil
43:59yang kedua
44:02sejak zamannya
44:04Gus Yahya
44:05sampai berakhir
44:06itu tidak menunjukkan juga
44:08kalau mau jadi
44:09mitra kritis itu
44:10bahkan Gus Yahya sendiri
44:12menyebut dirinya
44:12sebagai santri gusur
44:13tapi enggak ada gusur-gusur
44:14yang menurut saya
44:16kalau gusur itu
44:17tetap kritis
44:19bukan berarti enggak suka
44:20bayangkan saja
44:21kalau saya itu
44:21mimpinya sederhan saja
44:22kalau saya menggambarkan
44:24gerakan pro demokrasi
44:25itu kan center left
44:26membayangkan Indonesia itu
44:28bisa menjadi negara
44:29kesejahteraan misalnya
44:31hak atas air
44:33hak atas tanah
44:35kerja yang layak
44:37upah yang layak
44:38ini enggak mungkin
44:38disuarakan
44:39apalagi semua gerbang
44:40partai politik
44:41sudah dikangkangi oleh
44:42rezim Prabowo hari ini
44:44maka yang dikatakan
44:45Mas Adi tadi itu
44:46tepat dan benar
44:482029
44:50umat NO akan banyak dirugikan
44:52yang untung besar Prabowo
44:54pasti itu sudah
44:54itu analisa
44:56iya sudah pasti
44:57dia kemenangan gelondongan
44:58ini sudah
44:59kemenangan gelondongan
45:00saya ingin ke Pak Lukman
45:01Edi
45:01Pak Lukman
45:02Pak Lukman tadi
45:03Gus Roy atau Gus Ado
45:05mengatakan ada kemenangan
45:06gelondongan
45:07ini saya mau konfirmasi
45:08ini kan perlu dijawab
45:09bahwa tadi benar
45:10memang PBNU
45:12tidak hanya tugasnya
45:13kritik melu
45:14enggak
45:14tapi juga kritik itu kan
45:16bagian dari
45:17memberikan solusi
45:18bagian rumah besar
45:20orpas Islam terbesar
45:21ini mengingatkan
45:22perjalanan bangsa
45:23dan PBNU punya
45:24legasi itu
45:25dari zaman sebelum
45:27kemerdekaan
45:27sehingga sekarang
45:28begitu ada problematika
45:30yang menekan bangsa ini
45:31kan PBNU harus tampil
45:32pertama
45:33minimal lugas
45:34mengingatkan
45:35atau minimal cepat
45:36dan paling depan
45:37berada
45:37menurut Anda
45:38lima tahun ke depan
45:39seperti apa?
45:42ini yang PBNU
45:43siapa
45:44ini yang harus menjawab
45:45ini ya
45:46iya kan
45:46sebagai
45:47saya asumsikan
45:48tadi di awal
45:49sudah mengatakan
45:49ini sebagai
45:50pelayan Kiai
45:51atau tim ses
45:51pandangan
45:54pandangan pribadi
45:55saya aja lah ya
45:56karena
45:56gak berhak juga
45:58saya mengatasnamakan PBNU
45:59iya iya
46:00tapi saya dengar-dengar
46:01katanya calon seksinya
46:02Lukman Edy
46:05iya itu terlalu
46:07apa
46:07terlalu overestimate
46:09oke oke oke
46:10aminkan aja dulu Pak
46:12iya
46:13jadi begini
46:14ya
46:14jadi begini
46:16kalau dikatakan bahwa
46:19NU tidak pernah
46:20mengkritik
46:21pemerintah
46:22saya kira keliru ya
46:23banyak hal yang
46:24dilakukan oleh NU
46:27yang kemudian
46:28begitu mengkritik
46:30sekaligus menjadi
46:31koreksi
46:32nah itu bedanya
46:32NU kalau mengkritik
46:34itu
46:34langsung berubah pemerintah
46:36iya kan
46:37kalau
46:38apa
46:39yang lain itu
46:41kadang mengkritiknya
46:42udah
46:42berbuih-buih gitu
46:44gak juga
46:45pemerintah bergerakan
46:46tapi NU karena
46:47NU itu besar
46:48signifikan dan powerful
46:50undang-undang pesantren
46:51misalnya
46:51langsung berubah
46:53DPR langsung sidang
46:54untuk merubah
46:55ya
46:56mengkritik soal pajak
46:57misalnya
46:58misalnya
46:59suatu saat
47:00PBNU
47:01mengancam
47:02tidak bayar pajak
47:03langsung berubah
47:04pemerintah
47:05nah itu hebatnya NU ini
47:06jadi kalau
47:07kalau apa namanya
47:09ketika NU itu
47:10mengkritik
47:10nah kalau
47:11disuruh mengkritik
47:13terus wah
47:13kasian pemerintah
47:14jalan-jalan nanti ya
47:16kritik dan solusi
47:17begitu
47:17baik
47:18jadi
47:19ke depan kira-kira
47:21gimana posisinya
47:22soal gelondongan-gelondongan
47:24tadi gak seperti itu lah ya
47:25oh enggak ya
47:26menurut saya sih
47:26NU selama ini
47:27dari berbagai macam
47:31periodisasi
47:31kepemiluan kita
47:33ya
47:35baik
47:35mas Adi
47:36prainot
47:36saya kira
47:38tahu benar lah itu
47:39apa namanya
47:40ketika orang
47:41bawa nama NU
47:42itu tidak
47:43secara langsung
47:44juga signifikan
47:45menggeser
47:46elektabilitas
47:47seorang calon ya
47:48coba kalau
47:49kalau gak percaya
47:50tanya sama Mas Adi
47:51prainot itu
47:51tapi
47:52ya
47:53saya lihat NU ini
47:55mengawal ketat
47:57ya soal
47:59demokrasi
48:00yang harus dijalankan
48:01oleh bangsa ini
48:01harus benar-benar
48:02demokrasi yang
48:03terbaik
48:04demokrasi yang ideal
48:05baik
48:05ya
48:06gak peduli
48:07apakah NU itu
48:09keberpihakan
48:10misalnya
48:11personal
48:12ya
48:12personal
48:13fiskasi dari NU itu
48:14terhadap satu kandidat
48:16seseorang itu
48:18bisa menaikkan
48:19elektabilitas
48:19enggak juga
48:20ya
48:20kemarin
48:21kalau
48:22kita diskusikan
48:24sama Mas Adi
48:24ketika
48:25K.I. Maruf Amin
48:26menjadi
48:27calon wakil presiden
48:29yang diganding
48:30oleh Pak Jokowi
48:31tidak serta-merta
48:32kemudian
48:33Pak Jokowi
48:34menang
48:35besar
48:36ya
48:37apa
48:38kontribusi
48:39K.I. Maruf Amin
48:40untuk memenangkan Jokowi
48:41K.I. Maruf
48:42ternyata
48:42tidak besar juga
48:43presentasinya
48:44tapi
48:45apa yang terjadi
48:46bagaimana kemudian
48:47proses demokrasi
48:49pada saat itu
48:50menjadi stabil
48:51ketika NU terlibat
48:52di dalamnya
48:53nah itu Pak
48:54oke
48:54terima kasih
48:56bisa dihitung dengan
48:57iya
48:58terima kasih Pak Lukman
48:59Edy
48:59bener gak Mas Adi
49:00terima kasih Pak Lukman
49:01Edy
49:01setuju Pak Gai
49:02Mas Adi sudah
49:04mangkut-mangkut
49:05terima kasih Pak Lukman
49:06Edy
49:06atas
49:07bergabung
49:08di
49:08satu meja
49:09titik pesan
49:10untuk
49:10pengurusan baru
49:12semoga NU
49:12bisa menjawab
49:14merespon
49:15harapan
49:15umat dan
49:16bangsa Indonesia
49:17terima kasih Pak Lukman Edy
49:18terima kasih Mas Adi
49:19terima kasih
49:20Gus Roy
49:20sudah bergabung
49:21di satu meja
49:22deforum
49:24terima kasih Pak Lukman Edy
Komentar