Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Bantuan kemanusiaan dari Dana Kemanusiaan Kompas mulai disalurkan kepada warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.

Bantuan diberikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang hingga kini masih bertahan di lokasi pengungsian, baik pengungsian terpusat maupun pengungsian mandiri.

Distribusi bantuan menyasar warga di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat serta Manggarai Timur, terutama mereka yang kehilangan tempat tinggal dan masih membutuhkan makanan serta perlengkapan untuk bertahan di tengah kondisi pascagempa.

Penyaluran diprioritaskan diberikan ke warga yang terdampak gempa dan belum tersentuh bantuan.

#NTT #gempa #bantuan

Baca Juga Karhutla Kalbar Ancam Habitat Orangutan | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/regional/686797/karhutla-kalbar-ancam-habitat-orangutan-kompas-petang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/686799/dana-kemanusiaan-kompas-salurkan-bantuan-ke-warga-terdampak-gempa-di-ntt-sapa-malam
Transkrip
00:00Saudara, bantuan kemanusiaan dari Dana Kemanusiaan Kompas
00:04mulai disalurkan kepada warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Tibur.
00:17Bantuan diberikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat
00:21yang hingga kini masih bertahan di lokasi pengungsian,
00:24baik pengungsian terpusat maupun pengungsian mandiri.
00:28Distribusi bantuan menyasar warga di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat
00:33serta Manggarai Timur, khususnya mereka yang kehilangan tempat tinggal
00:38dan masih membutuhkan makanan serta perlengkapan untuk bertahan
00:41di tengah kondisi pasca gempa.
00:44Penyaluran diprioritaskan kepada warga terdampak gempa
00:48yang masih belum tersentuh bantuan.
00:59Bantuan diberikan oleh Kompas, dari Kompas kali ini
01:03sudah ada orangnya yang membelajarkan semua barang-barang ini
01:08tinggal saja mereka mendistribusikan ke OSCO, SSPS, dan SBD.
01:14Itu sekitar 5.000 orang.
01:18Tetapi yang sudah kita distribusikan dari
01:21sejak pasca bencana itu itu sekitar 2.600 paket sembako yang kita sudah bagikan.
01:28Tetapi itu pun juga masih sangat kurang.
01:31Kita tidak bisa mencukupi semua apa yang mereka butuhkan.
01:34Saat ini mendekati pukul 8 malam waktu Indonesia Tengah.
01:38Bagaimana kemudian kondisi dari para pengungsi korban gempa
01:41Dina Gekio, Nusa Tenggara Timur pada malam hari ini?
01:45Dan apakah tenda pengungsian yang ditempati cukup untuk mereka beristirahat?
01:50Jurnalis Kompas TV Jona Hamonangan dan Juru Kamera Muhammad Andika Pratama
01:54siap dengan laporan langsungnya saat ini.
01:56Membayangkan malam ini Jona dengan kondisi serba terbatas
02:00pengungsi dengan kondisi yang juga berkumpul dengan pengungsi yang lain
02:04di satu tenda yang sama.
02:06Sejauh mana Anda melihat kondisi kesehatan mereka?
02:09Apakah sudah ada laporan kelompok rentan?
02:12Entah itu anak-anak ataupun lansia yang terkena penyakit tertentu di sana?
02:16Cerita lebih banyak dari sana Jona.
02:19Jadi Pak, kalau saya bisa menggambarkan kondisi khususnya ibu-ibu
02:23dan anak-anak maupun lansia, ini jauh lebih baik kok dibandingkan
02:27dengan kemarin atau kemarin.
02:29Karena memang distribusi bantuan logistik ini tidak datang
02:32baik mungkin yang datang dari udara atau dari bahagia.
02:36Saya cukup beruntung mendapat kesempatan untuk bisa ikut menggunakan handker
02:39bisa melihat bagaimana ciri logistik ini dikulungkan
02:42dan melihat bagaimana kemampuan dari pasukan yang menerima-menerima
02:48ini langsung disebarkan atau distribusikan.
02:50Bukan ada di peda-peda yang dibandingkan secara mandiri.
02:56Jadi memang inserisnya baik, apalagi kalau saya lihat listrik juga sudah mulai masuk,
03:02sinyal dia sudah semakin baik.
03:03Tapi memang untuk inserisnya memang sedikit yang serun,
03:05dan disini juga menggunakan charling,
03:07perangkat untuk memastikan bahwa sinyal kami.
03:10Jadi bisa dikastikan distribusi,
03:12distribusi untuk medis atau untuk ibu-ibu, anak-anak, dan lansia
03:16ini sudah semakin baik dan optimal.
03:17Jadi mereka dengan adanya penyakit rentan,
03:21misalkan seperti biare, ini memang jadi saya suka bertanya,
03:24dan ini menjadi sebuah hal yang bisa lanjut.
03:26Namun, saya sempat berdiskusi atau bertanya kepada orang tua
03:29ataupun anak-anak, mereka sendiri,
03:31jadi ada yang merenak diare.
03:32Jadi ini sebuah sesuatu yang baik dan positif,
03:34dan ini berusaha untuk ditempatkan agar ketika nanti sudah lewat,
03:39mungkin nanti satu minggu, dua minggu,
03:40mereka diharapkan sudah bisa kembali dan kondisi sudah mulai aman.
03:47Kegiatan apa saja yang Anda cermati di sana
03:49untuk memastikan mereka secara psikologis tetap aman
03:52di tenda pengungsian ini, Jona?
03:58Ya, ini cukup menarik ya.
03:59Jadi posisi saya sekarang ini berada di
04:01Batalon Infantri Teritorial Pembangunan 834 Wakangamene.
04:07Dan sekarang ini sedang diselenggarakan nonton bareng bersama pengungsi.
04:11Ini cukup menarik ya.
04:12Jadi para pengungsi ini,
04:13mereka yang ada mengungsi secara terpusat,
04:16dan ataupun mereka mengungsi pandiri,
04:18ini dikumpul ke satu titik,
04:20mereka tidak hanya menonton,
04:21bahkan diberikan makan.
04:23Jadi ini seperti kudapan,
04:24seperti kita nonton di bioskop.
04:25Pulangnya pun bahkan diberikan seperti sebako.
04:28Jadi sebuah catatan yang cukup penting,
04:30dan ini menjadi penanda baik bagaimana
04:33tentara Nasional Ketan Darat,
04:34ataupun dari Komandan Batalon,
04:35mengumpulkan para pengungsi,
04:37dan juga bisa berdiskusi,
04:38ataupun ingin membahas apa yang mereka dibutuhkan.
04:40Nah, terkait dengan serunya nonton bareng,
04:43yang digerak oleh UNIF TP 834 Wakangamene ini,
04:47saya sudah bersama satu kakak-kak pengungsi,
04:50yaitu dengan Kak Putri.
04:51Apa kabar Kak Putri?
04:52Alhamdulillah baik.
04:53Alhamdulillah, ya.
04:54Gimana? Senang gak dengan Nobar ini?
04:58Pastinya senang banget.
04:59Jadi dengan adanya Nobar ini,
05:01jadi para masyarakat itu gak tegang-tegang amat,
05:03dan adanya gempa gitu.
05:05Jadi dengan adanya nonton bareng ini,
05:08semuanya jadi relax,
05:09jadi lupa dengan apa yang terjadi.
05:11Jadi dengan adanya Nobar ini,
05:13gak stress lah ya,
05:14bisa relax, Nobar,
05:16lagi pula kalau kita mungkin balik ke tenda,
05:19ada potensi gempa susulan,
05:21wah panik lagi dengan Air Nobar ini,
05:23senang lah ya, bisa kumpul-kumpul ya.
05:24Ya, pastinya senang banget.
05:26Sebelum kita juga terima kasih kepada
05:28YONIF TP 834 Wakangamere yang telah menyediakan Nobar ini.
05:34Apalagi ada fasilitas medis,
05:36kalaupun ada yang sakit,
05:37dikasih obat lagi juga ya?
05:39Iya, apalagi sekarang itu masyarakat banyak terkena diare,
05:42seperti batuk pilek,
05:44dengan adanya ini juga,
05:45dari masyarakat yang terkena penyakit gitu,
05:48bisa langsung berobat di Wakangamere ini tersebut.
05:51Oke, terima kasih banyak Kak Putri,
05:52silahkan menonton kembali.
05:54Ya, jadi sepertilah tifal kondisinya,
05:56masyarakat dikumpulkan,
05:57dan mereka bisa Nobar khususnya secara terkumpul di tempat ini.
06:01Jona Hamonangan dan Mohd Andika Pratama langsung dari Nagi Kionusa Tenggara Tibur.
06:06Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan