00:00Saudara, bantuan kemanusiaan dari Dana Kemanusiaan Kompas
00:04mulai disalurkan kepada warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Tibur.
00:17Bantuan diberikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat
00:21yang hingga kini masih bertahan di lokasi pengungsian,
00:24baik pengungsian terpusat maupun pengungsian mandiri.
00:28Distribusi bantuan menyasar warga di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat
00:33serta Manggarai Timur, khususnya mereka yang kehilangan tempat tinggal
00:38dan masih membutuhkan makanan serta perlengkapan untuk bertahan
00:41di tengah kondisi pasca gempa.
00:44Penyaluran diprioritaskan kepada warga terdampak gempa
00:48yang masih belum tersentuh bantuan.
00:59Bantuan diberikan oleh Kompas, dari Kompas kali ini
01:03sudah ada orangnya yang membelajarkan semua barang-barang ini
01:08tinggal saja mereka mendistribusikan ke OSCO, SSPS, dan SBD.
01:14Itu sekitar 5.000 orang.
01:18Tetapi yang sudah kita distribusikan dari
01:21sejak pasca bencana itu itu sekitar 2.600 paket sembako yang kita sudah bagikan.
01:28Tetapi itu pun juga masih sangat kurang.
01:31Kita tidak bisa mencukupi semua apa yang mereka butuhkan.
01:34Saat ini mendekati pukul 8 malam waktu Indonesia Tengah.
01:38Bagaimana kemudian kondisi dari para pengungsi korban gempa
01:41Dina Gekio, Nusa Tenggara Timur pada malam hari ini?
01:45Dan apakah tenda pengungsian yang ditempati cukup untuk mereka beristirahat?
01:50Jurnalis Kompas TV Jona Hamonangan dan Juru Kamera Muhammad Andika Pratama
01:54siap dengan laporan langsungnya saat ini.
01:56Membayangkan malam ini Jona dengan kondisi serba terbatas
02:00pengungsi dengan kondisi yang juga berkumpul dengan pengungsi yang lain
02:04di satu tenda yang sama.
02:06Sejauh mana Anda melihat kondisi kesehatan mereka?
02:09Apakah sudah ada laporan kelompok rentan?
02:12Entah itu anak-anak ataupun lansia yang terkena penyakit tertentu di sana?
02:16Cerita lebih banyak dari sana Jona.
02:19Jadi Pak, kalau saya bisa menggambarkan kondisi khususnya ibu-ibu
02:23dan anak-anak maupun lansia, ini jauh lebih baik kok dibandingkan
02:27dengan kemarin atau kemarin.
02:29Karena memang distribusi bantuan logistik ini tidak datang
02:32baik mungkin yang datang dari udara atau dari bahagia.
02:36Saya cukup beruntung mendapat kesempatan untuk bisa ikut menggunakan handker
02:39bisa melihat bagaimana ciri logistik ini dikulungkan
02:42dan melihat bagaimana kemampuan dari pasukan yang menerima-menerima
02:48ini langsung disebarkan atau distribusikan.
02:50Bukan ada di peda-peda yang dibandingkan secara mandiri.
02:56Jadi memang inserisnya baik, apalagi kalau saya lihat listrik juga sudah mulai masuk,
03:02sinyal dia sudah semakin baik.
03:03Tapi memang untuk inserisnya memang sedikit yang serun,
03:05dan disini juga menggunakan charling,
03:07perangkat untuk memastikan bahwa sinyal kami.
03:10Jadi bisa dikastikan distribusi,
03:12distribusi untuk medis atau untuk ibu-ibu, anak-anak, dan lansia
03:16ini sudah semakin baik dan optimal.
03:17Jadi mereka dengan adanya penyakit rentan,
03:21misalkan seperti biare, ini memang jadi saya suka bertanya,
03:24dan ini menjadi sebuah hal yang bisa lanjut.
03:26Namun, saya sempat berdiskusi atau bertanya kepada orang tua
03:29ataupun anak-anak, mereka sendiri,
03:31jadi ada yang merenak diare.
03:32Jadi ini sebuah sesuatu yang baik dan positif,
03:34dan ini berusaha untuk ditempatkan agar ketika nanti sudah lewat,
03:39mungkin nanti satu minggu, dua minggu,
03:40mereka diharapkan sudah bisa kembali dan kondisi sudah mulai aman.
03:47Kegiatan apa saja yang Anda cermati di sana
03:49untuk memastikan mereka secara psikologis tetap aman
03:52di tenda pengungsian ini, Jona?
03:58Ya, ini cukup menarik ya.
03:59Jadi posisi saya sekarang ini berada di
04:01Batalon Infantri Teritorial Pembangunan 834 Wakangamene.
04:07Dan sekarang ini sedang diselenggarakan nonton bareng bersama pengungsi.
04:11Ini cukup menarik ya.
04:12Jadi para pengungsi ini,
04:13mereka yang ada mengungsi secara terpusat,
04:16dan ataupun mereka mengungsi pandiri,
04:18ini dikumpul ke satu titik,
04:20mereka tidak hanya menonton,
04:21bahkan diberikan makan.
04:23Jadi ini seperti kudapan,
04:24seperti kita nonton di bioskop.
04:25Pulangnya pun bahkan diberikan seperti sebako.
04:28Jadi sebuah catatan yang cukup penting,
04:30dan ini menjadi penanda baik bagaimana
04:33tentara Nasional Ketan Darat,
04:34ataupun dari Komandan Batalon,
04:35mengumpulkan para pengungsi,
04:37dan juga bisa berdiskusi,
04:38ataupun ingin membahas apa yang mereka dibutuhkan.
04:40Nah, terkait dengan serunya nonton bareng,
04:43yang digerak oleh UNIF TP 834 Wakangamene ini,
04:47saya sudah bersama satu kakak-kak pengungsi,
04:50yaitu dengan Kak Putri.
04:51Apa kabar Kak Putri?
04:52Alhamdulillah baik.
04:53Alhamdulillah, ya.
04:54Gimana? Senang gak dengan Nobar ini?
04:58Pastinya senang banget.
04:59Jadi dengan adanya Nobar ini,
05:01jadi para masyarakat itu gak tegang-tegang amat,
05:03dan adanya gempa gitu.
05:05Jadi dengan adanya nonton bareng ini,
05:08semuanya jadi relax,
05:09jadi lupa dengan apa yang terjadi.
05:11Jadi dengan adanya Nobar ini,
05:13gak stress lah ya,
05:14bisa relax, Nobar,
05:16lagi pula kalau kita mungkin balik ke tenda,
05:19ada potensi gempa susulan,
05:21wah panik lagi dengan Air Nobar ini,
05:23senang lah ya, bisa kumpul-kumpul ya.
05:24Ya, pastinya senang banget.
05:26Sebelum kita juga terima kasih kepada
05:28YONIF TP 834 Wakangamere yang telah menyediakan Nobar ini.
05:34Apalagi ada fasilitas medis,
05:36kalaupun ada yang sakit,
05:37dikasih obat lagi juga ya?
05:39Iya, apalagi sekarang itu masyarakat banyak terkena diare,
05:42seperti batuk pilek,
05:44dengan adanya ini juga,
05:45dari masyarakat yang terkena penyakit gitu,
05:48bisa langsung berobat di Wakangamere ini tersebut.
05:51Oke, terima kasih banyak Kak Putri,
05:52silahkan menonton kembali.
05:54Ya, jadi sepertilah tifal kondisinya,
05:56masyarakat dikumpulkan,
05:57dan mereka bisa Nobar khususnya secara terkumpul di tempat ini.
06:01Jona Hamonangan dan Mohd Andika Pratama langsung dari Nagi Kionusa Tenggara Tibur.
06:06Terima kasih.
Komentar