- 8 menit yang lalu
- #kuntadi
- #jampidsus
- #febrieadriansyah
JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto telah meneken Keputusan Presiden yang menunjuk Kuntadi sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), menggantikan Febrie Adriansyah.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan alasan penunjukan Kuntadi didasarkan pada usulan dari Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin.
Kuntadi selama ini dikenal sebagai jaksa karier yang pernah menangani perkara korupsi tata niaga timah dan pengadaan infrastruktur BTS Kominfo.
Sebelum ditunjuk menjadi Jampidsus, Kuntadi menjabat sebagai Kepala Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung sejak 20 November 2025.
Baca Juga Kuntadi Siap Benahi Jampidsus, Beberkan Pesan Penting dari ST Burhanuddin di https://www.kompas.tv/nasional/682088/kuntadi-siap-benahi-jampidsus-beberkan-pesan-penting-dari-st-burhanuddin
#kuntadi #jampidsus #febrieadriansyah
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/682148/presiden-prabowo-resmi-tunjuk-kuntadi-jadi-jampidsus-usulan-nama-dari-jaksa-agung
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan alasan penunjukan Kuntadi didasarkan pada usulan dari Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin.
Kuntadi selama ini dikenal sebagai jaksa karier yang pernah menangani perkara korupsi tata niaga timah dan pengadaan infrastruktur BTS Kominfo.
Sebelum ditunjuk menjadi Jampidsus, Kuntadi menjabat sebagai Kepala Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung sejak 20 November 2025.
Baca Juga Kuntadi Siap Benahi Jampidsus, Beberkan Pesan Penting dari ST Burhanuddin di https://www.kompas.tv/nasional/682088/kuntadi-siap-benahi-jampidsus-beberkan-pesan-penting-dari-st-burhanuddin
#kuntadi #jampidsus #febrieadriansyah
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/682148/presiden-prabowo-resmi-tunjuk-kuntadi-jadi-jampidsus-usulan-nama-dari-jaksa-agung
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Saudara Presiden Prabowo Subianto sudah menaikkan keputusan Presiden yang menunjuk Kuntadi sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus atau Jampitsus
00:10menggantikan Febri Adriansyah.
00:12Menteri Sekretaris Negara Pasatio Hadi mengatakan alasan menunjukkan Kuntadi berdasarkan usulan dari Jaksa Agung Sanitiar Burhanudin.
00:20Kuntadi selama ini dikenal sebagai Jaksa Karir yang pernah menangani korupsi tata niaga timah dan pengadaan infrastruktur BTS Kominfo.
00:31Sebelum ditunjuk menjadi Jampitsus, Kuntadi menjabat sebagai Kepala Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung sejak 20 November 2025.
00:46Ya, jadi beberapa pejabat yang masuk ke dalam Kepres tersebut adalah atas nama yang pertama Dr. Asep Nana Mulyana SHMHUM
00:59selaku Wakil Jaksa Agung.
01:02Kemudian Dr. Leonat Eben Ezer Simanjuntag SHMH selaku Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus.
01:22Sementara itu, Saudara Tim Penyidik Kejaksaan Agung ini menerbitkan surat perintah penyidikan baru untuk menangani dugaan tindak pidana pencucian uang
01:32yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus atau Jampitsus Febri Adriansyah.
01:39Penyidik Kejagung akan memeriksa ex-Jampitsus Febri sebagai saksi untuk dugaan kasus tindak pidana pencucian uang.
01:47Pemeriksaan akan dipantau oleh Tim Koordinasi dan Supervisi Komisi Pemberantasan Korupsi, Komisi Kejaksaan RI, Kops Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Polri,
01:59serta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban.
02:07Melalui pernyataan rilis tertulis Kapus Penkum Kejaksaan Agung, Anang Supriyatna menjelaskan.
02:13Kejagung sudah menerbitkan surat penyidikan yang baru khusus TPPU, tim 9 telah memanggil 4 orang saksi yakni FA, DR, NH,
02:25dan TS, serta seorang ahli TPPU untuk dimintai keterangannya pada hari Rabu 22 Juli 2026.
02:33Namun dari keempat orang saksi tersebut, 2 orang tidak memenuhi panggilan yakni FA dengan alasan kesehatan dan NH tidak hadir
02:43tanpa pemberitahuan.
02:45Oleh karena itu, tim penyidik akan melakukan pemanggilan ulang pada Jumat 24 Juli 2026 atau hari ini.
03:00Dan untuk mengetahui informasi terkini, kita tanyakan langsung kepada Jurnalis Kompas TV, Tifal Solesa dan Juru Kamera Junaidi Saputra di
03:08Gedung Bundar Kejaksaan Agung Jakarta.
03:10Tifal, ini apakah sudah ada informasi terkait dengan adanya pelantikan Jampitsus baru hari ini dan bagaimana juga pemeriksaan terhadap ex
03:18-Jampitsus Tifal?
03:24Informasi yang terakhir kali kami terima bahwa betul pelantikan akan berlangsung hari ini di area Kejaksaan Agung Jakarta Selatan.
03:33Namun dari konfirmasi terakhir otoritas Kejaksaan Agung kepada Kompas TV, kira-kira satu jam yang lalu, atau tepatnya pada pukul,
03:42sorry, saya koreksi, pada pukul 7.26 pagi tadi waktu Indonesia Barat,
03:46Kompas TV merima kabar akhir atau kabar terakhir bahwa proses pelantikan ini berlangsung tertutup.
03:53Sehingga yang akan berada di area proses pelantikan kabar terakhir yang saya terima berada di Gedung Utama Kejaksaan Agung ini
04:01hanya dari lingkup internal Kejagung,
04:03termasuk Jaksa Agung Sanitian Burhanudin yang melantik para-para pejabat baru ini.
04:07Tentu ini juga menarik untuk dicermati saat beberapa nama baru ini menempati pos kerja baru khususnya Kuntadi yang menjadi Jaksa
04:18Agung Muda Tindak Pidana Khusus Jampitsus menggantikan Febri Adrian Syah yang terjerat dalam kasus 3 korupsi besar yang saat ini
04:27juga sudah dipegang oleh tim 9 di Gedung Bundar Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Jakarta Selatan.
04:33Apakah ada alasan khusus yang membuat agenda pelantikan ini berlangsung secara tertutup.
04:40Ini juga yang masih kami tunggu karena terakhir kali kami mendapatkan informasi di Gedung Utama Kejaksaan Agung Jakarta Selatan persisa
04:47di area lobi nantinya akan digelar konferensi pers.
04:50Apakah konteks konferensi pers ini berkaitan langsung dengan pelantikan yang berlangsung hari ini atau justru ada perkembangan-perkembangan lain,
04:57utamanya perkembangan penanganan perkara yang menjerat FA selaku X Jampitsus untuk penanganan 3 kasus korupsi besar yang saat itu ditangani
05:06terutama yang pernah ia pegang dalam kapasitasnya saat itu sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung di Jakarta
05:13Selatan ini.
05:14Beberapa nama yang dilantik hari ini sebetulnya sudah sempat disampaikan juga oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi kepada wartawan istana
05:23saat itu.
05:235 pejabat yang dimaksud dalam hal ini adalah Wakil Jaksa Agung, kemudian Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum atau Jampidum,
05:34Jampitsus yang saya sebut tadi menggantikan Febri Adriansyah, lalu ada Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan, serta Kepala Badan Pemulihan Aset.
05:42Beberapa nama ini kalau saya rincikan dalam keterangan terakhir yang disampaikan oleh Prasetyo Hadi kemudian dilantik hari ini kabarnya adalah
05:49Wakil Jaksa Agung Aset Nana Mulyana.
05:52Terakhir kali ia menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum atau Jampidum pada tahun 2024,
06:00menggantikan Fadil Zumhana yang meninggal dunia pada Mei tahun 2024 lalu.
06:05Dalam rekam jejaknya sebetulnya sudah beberapa pos yang dia tempati, baik itu sebagai Kepala Kejaksaan Negeri maupun di level Kejaksaan
06:13Tinggi.
06:13Terakhir kali sebelum ia menjabat sebagai Jampidum atau Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum,
06:18Aset Nana Mulyana ini menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat di tahun 2021 dan pernah menjadi Kepala Kajati Banten
06:26di tahun 2020.
06:28Kemudian Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, mengingat Aset Nana Mulyana ini naik menjadi Wakil Jaksa Agung,
06:33posisi Nana di Jampidum ini digantikan oleh Leonard Eben Ezer Siman Juntak.
06:40Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Tendangan Hukum Kejaksaan Agung,
06:45kemudian mendapatkan pos tugas baru sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Banten,
06:50dan juga pernah bertugas di beberapa kejaksaan negeri, terutama termasuk di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, di Sulsel.
06:59Itu untuk nama Jampidum, nah Kuntadi yang menjadi Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus,
07:05ini menggantikan Febri Adriansa sebelumnya, di level gedung bundar ini,
07:11Kuntadi ini pernah berstatus sebagai Direktur Penyidikan Jampidsus,
07:16dan pernah menangani beberapa kasus, terutama salah satunya yang juga pernah menarik perhatian publik saat itu,
07:20adalah penanganan korupsi BTS di Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kemenkominfo,
07:25yang menjerat mantan Menkominfo saat itu.
07:28Kemudian pernah pula menjabat sebelum akhirnya menjadi Jampidsus,
07:33ia mendapatkan tugas sebagai Kepala Badan Pemulihan Aset,
07:36dan ikut terlibat dalam beberapa penanganan perkara soal penertiban kawasan hutan atau PKH,
07:43yang kemudian ada Satgas Khususnya di situ, Satgas PKH,
07:47ia kemudian membantu untuk mengumpulkan beberapa data-data soal kerugian negara,
07:52potensi mana saja yang sudah bisa dikembalikan, dipulihkan asetnya,
07:55dan dalam beberapa kesempatan, terutama dalam era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini,
08:01dalam berbagai konferensi, persatu beberapa agenda untuk penyerahan aset negara,
08:07Kuntadi juga hadir untuk menjadi perwakilan dari Badan Pemulihan Aset di bawah naungan Kejaksaan Agung Republik Indonesia.
08:14Pernah juga menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat di tahun 2018,
08:20ia dipromosikan, pernah menjadi asisten umum Jaksa Agung,
08:23itu untuk posisi Jampidsus.
08:26Nama lainnya adalah Harley Siregar,
08:28Harley ini pernah juga menjabat sebagai Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung,
08:32sampai pada akhirnya, tak lama setelah itu,
08:35ia menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.
08:39Dan dalam berbagai catatan yang saya terima, ini diolah lagi dari beberapa sumber,
08:43ia pernah menjabat sebagai Inspektor Tiga,
08:46Jamwas Kejagung, Jamwas Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan,
08:49dan pernah juga menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi di Provinsi Papua Barat.
08:53Nah, pengganti dari Kuntadi,
08:55karena Kuntadi berpindah tugas ke Gedung Bundar ini di Jampidsus,
08:59posisi Badan Pemulihan Aset dipegang saat ini oleh Patris Yusrian Jaya.
09:04Patris ini punya catatan sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta,
09:08pernah jadi Wakajati Nusa Tenggara Barat,
09:11pernah pula menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara,
09:15dan sebelum akhirnya ia didapuk atau dilantik hari ini sebagai Kepala Badan Pemulihan Aset menggantikan Kuntadi,
09:21ia pernah berstatus sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.
09:25Itu gambaran dari beberapa nama,
09:27profil dari beberapa nama yang informasi terakhir yang kami pahami,
09:33dilantik hari ini oleh Jaksa Agung Sanditian Buhanudin.
09:35Tapi yang juga menarik sekali lagi, yang menarik untuk dicermati,
09:38agenda pelantikan ini berlangsung secara tertutup.
09:40Hal apa yang membuat akhirnya agenda ini tertutup,
09:43mengingat atensi publik juga masih tertuju pada Kejaksaan Agung,
09:46khususnya Jampidsus saat Kuntadi menggantikan posisi FA Febri Adriansyah
09:50karena terjerat kasus hukum yang sekarang ini ditangani oleh tim 9 di Gedung Bundar ini,
09:55hal apa yang membuat akhirnya agenda ini tertutup,
09:57dan komitmen apa yang mungkin bisa disampaikan oleh Kuntadi,
10:00atau ada arahan khususkah dari Jaksa Agung terhadap Kuntadi untuk menangani kasus-kasus yang cukup krusial,
10:06terutama dari penanganan kasus FA dan juga Don Rito,
10:10yang saat ini Don Rito yang masih menjalani proses penahanan setelah sempat ditahan di Mapolda Metro Jaya,
10:16kemudian dialihkan di bawah naungan Kejaksaan Agung di Jakarta Selatan ini.
10:21Baik, Tifal, pertanyaan selanjutnya adalah terkait dengan rencana pemeriksaan terhadap FA dan juga NH.
10:29Kemarin sudah ada pemeriksaan ataupun pemanggilan, pemeriksaan terhadap 4 orang,
10:34namun Kejaksaan Agung ini menjelaskan bahwa ada 2 orang yang tidak menuhi panggilan,
10:39yaitu FA dengan alasan kesehatan,
10:41dan juga NH ini karena tidak hadir tanpa pemberitahuan.
10:45Apakah sudah dapat dipastikan bahwa hari ini pemeriksaan akan dilanjutkan,
10:48dan sudah dapat dipastikan bahwa keduanya akan hadir ke Gedung Kejaksaan Agung, Tifal?
10:57Ragam upaya konfirmasi masih saya lakukan bersama dengan tim liputan kami lainnya
11:02yang juga sedang mengawal di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan.
11:05Setidaknya yang saya pahami, terakhir kali ada satu nama yang saya dapatkan informasinya
11:11menjadi tim penasihat hukum lain terhadap Febri Adriansyah untuk penanganan perkara ini.
11:16Saya sempat coba mengontak Muhammad Farizi namanya, yang disebut menjadi penasihat hukum lain
11:22setelah Hotman Paris Utapia ini dimenyatakan mengundurkan diri sebagai tim PH atau tim penasihat hukum
11:28untuk membela Febri Adriansyah dalam perkara yang ditangani langsung oleh tim 9 di Jampitsus Kejaksaan Agung ini.
11:34Namun sampai detik ini masih belum ada respons apapun,
11:37baik terutama dalam pesan sikat WhatsApp maupun telepon yang sempat saya upayakan juga,
11:42terlebih lagi dari otoritas Kejaksaan Agung, setidak-tidaknya dari Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung
11:48Anang Supriyatna masih kami tunggu penjelasannya apakah sudah ada konfirmasi terhadap beberapa pihak
11:54khususnya yang menjadi atensi adalah Febri Adriansyah mengingat sampai dengan saat ini
11:58sejak kasus diumumkan beberapa pekan lalu Febri tidak ditahan dengan penilaian dari penyidik
12:05ini masih kooperatif untuk menjalani setiap proses hukum yang berjalan di tim 9 Kejaksaan Agung
12:10atau di tim 9 Jampitsus Kejaksaan Agung ini.
12:13Sejak saya tiba di gedung bundar ini, kira-kira dalam kurun satu setengah jam terakhir ini,
12:19belum ada pergerakan signifikan, baik itu di area pintu depan gedung bundar
12:25maupun akses belakang gedung bundar Jampitsus Kejaksaan Agung ini.
12:29Kendaraan yang melintas pun juga terbilang terbatas.
12:31Karena begini, saya beri gambarannya, saat ini di kompleks Kejaksaan Agung
12:35area terbilang cukup terbatas, mobilitas juga terbatas
12:39karena ada pengerjaan pembangunan gedung Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung juga.
12:44Sehingga akses yang terbatas ini berpeluang juga masalah mobilitas menuju ke gedung Jampitsus ini.
12:53Akses yang berdekatan langsung dengan gedung Jampitsus hanya diterapkan bagi mereka
12:56yang merupakan pejabat tingkat Eselon 1 di Kejaksaan Agung di Jakarta Selatan ini.
13:01Jadi tidak bisa untuk umum.
13:03Nah, kita perlu ingat bahwa status Febri Adresa ini sudah tidak lagi menjabat sebagai Jampitsus,
13:09tidak lagi menjadi pejabat Eselon 1 di lingkungan Kejaksaan Agung,
13:13sehingga potensinya akan berada ke jalur umum, jalur publik yang akan mengarah menuju ke gedung Bundar ini.
13:19Sampai detik ini, saya dan tim liputan lainnya di kawasan Kejaksaan Agung ini
13:23belum melihat ada tanda-tanda signifikan
13:27dari kedatangan Febri Adresa menuju ke gedung Bundar untuk menjalani pemeriksaan hari ini.
13:33Kenapa kemudian ini penting?
13:34Karena kemarin dalam rilis terakhir yang disampaikan oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung
13:39yang terbit kemarin di tanggal 23 Mei 2026 lalu,
13:45disebutkan bahwa Febri ini tidak bisa hadir dalam panggilan di tanggal 22 Juli lalu di hari Rabu
13:52dengan alasan kesehatan.
13:54Yang menarik untuk dicermati, bagaimana kondisi FA saat ini,
13:58apakah memang masih memungkinkan untuk menjalani proses pemeriksaan
14:01atau ada peluang untuk kembali diundur.
14:04Dan dalam konteks ini, apakah FA ini akan fokus diperiksa dalam satu perkara
14:11atau ada beberapa perkara.
14:12Karena beginian, yang terakhir kali kami pahami,
14:16tim 9 Kejaksaan Agung, khususnya di Jampit Sos Kejaksaan Agung,
14:19sudah menerbitkan total 4 surat perintah dimulai penyidikan atau seperindik
14:23untuk perkara yang menjerat FA dan juga tersangka Don Rito.
14:30Tiga seperindik ini sudah terbit lebih dulu,
14:32yaitu masalah korupsi Batubara, kemudian Asabri,
14:36lalu juga ada kasus yang lainnya.
14:39Nah, yang terbaru dalam rilis terakhir yang disampaikan oleh Kapus Penkum,
14:44ada seperindik tentang dugaan pidana pencucian uang.
14:47Apakah keempat-empat ini yang akan digali langsung oleh penyidik tim 9
14:51atau hanya salah satu di antaranya.
14:53Ini masih butuh konfirmasi lagi, termasuk dinamika di gedung Jampit Sos ini ya?
14:57Oke, baik pertanyaan besarnya,
14:58apakah pemeriksaan terhadap dua orang lagi,
15:00termasuk FA dan juga NH, akan dilakukan hari ini?
15:03Atau kembali diundur?
15:05Nanti kita akan kembali menghubi Anda, Tifa,
15:06untuk mengatakan informasi terbaru.
15:07Terima kasih, Jurnalis Kompas TV, Tifa Solese,
15:10dan juga Juru Kamerah Junaidi Saputra
15:12atas laporan langsungnya dari Gedung Bundar Kejaksaan Agung Jakarta.
15:16Selamat bertugas kembali.
Komentar