Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
GARUT, KOMPAS.TV - Dinas Kesehatan Kabupaten Garut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab dugaan keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sementara itu, hingga kini ratusan korban masih menjalani perawatan medis di rumah sakit dan puskesmas.

Penyebab pasti dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan warga Cibatu, Garut, Jawa Barat, hingga kini belum diketahui.

Dinas Kesehatan Kabupaten Garut terus melakukan pemantauan dan pendataan terhadap kondisi para korban keracunan. Dinas Kesehatan juga masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Sementara itu, sebagian korban masih mengalami gejala berupa mual, lemas, dan pusing.

Salah seorang korban, Widia, mengaku mulai merasakan keluhan setelah menyantap makanan MBG milik adiknya yang terdiri dari tempe, telur ceplok, dan sayur sop.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Asep Surahman, mengatakan kondisi para korban telah mendapatkan penanganan dan saat ini relatif terkendali.

Sementara hingga kini, ratusan korban dugaan keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, masih mendapatkan perawatan di puskesmas setempat.

Tak hanya para santri, pelajar SD, SMP, hingga guru, orang tua juga menjadi korban keracunan. Para korban berasal dari Pesantren Al Mansuriah, Posyandu Cikukulu, PAUD Al-Mukhtar, SDN 1 Sukanagara, dan SDN 4 Sukanagara di wilayah Desa Sukanagara.

Rata-rata korban mengalami keluhan berupa pusing, mual, diare, dan lemas.

Baca Juga Program MBG Masuki Tahap Baru, Simak Perkembangan Anggaran hingga Kepala BGN yang Baru | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/682009/program-mbg-masuki-tahap-baru-simak-perkembangan-anggaran-hingga-kepala-bgn-yang-baru-sapa-malam

#mbg #keracunan #garut #makanbergizigratis

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/682126/dugaan-keracunan-mbg-di-garut-dinkes-masih-selidiki-penyebab-sapa-siang
Transkrip
00:00Dinas Kesehatan Kabupaten Garut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium
00:04untuk mengetahui penyebab dugaan keracunan usai menyantap makan bergizi gratis atau MBG.
00:10Sementara hingga kini ratusan korban masih menjalani perawatan medis di rumah sakit dan puskesmas.
00:21Penyebab pasti dugaan keracunan masal yang menimpa ratusan warga Cibatu Garut Jawa Barat hingga kini belum terjawab.
00:28Dinas Kesehatan Kabupaten Garut terus melakukan pemantauan dan pendataan terhadap kondisi para korban keracunan.
00:34Dinkes juga masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
00:37Sementara itu sebagian korban masih mengalami gejala mual, lemas, dan pusing.
00:42Salah satu korban Widya bilang mengaku ada keluhan setelah menyantap makanan MBG milik adiknya
00:47yang terdiri dari tempe, telur ceplok, dan sayur sop.
00:52Saya pikir itu lambung. Ternyata teman-teman yang lain juga sama.
00:58Gua makan apa?
00:59MBG.
01:00Kenapa nggak ada MBG?
01:01Dari kapan makannya bu?
01:02Kemarin.
01:03Kemarin.
01:04Saya minta sama adik saya sebetulnya, adik saya yang punya, yang dapat jatah MBG.
01:08Cuma saya iseng minta sama adik saya.
01:12Eh ternyata...
01:12Menunya apa itu waktu yang dimakan itu menu?
01:15Tempe, telur ceplok.
01:18Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Garut,
01:23Asep Surahman bilang, pihaknya mengaku kondisi para korban telah mendapatkan penanganan
01:28dan saat ini relatif terkendali.
01:30Kita belum bisa pastikan apakah dari makanan itu atau mungkin dari jajanan lain yang tidak bisa.
01:38Kita nggak belum bisa dipastikan.
01:41Sementara hingga kini ratusan korban dugaan keracunan setelah menyantap makanan bergizi gratis
01:45atau MBG di Kecamatan Cibatu, Garu, Jawa Barat, masih mendapatkan perawatan di puskesmasa tempat.
01:52Tidak hanya para santri, pelajar SD, SMP hingga guru, orang tua pun menjadi korban keracunan
01:58yang merupakan santri di pesantren Al-Mansurya, Posiandu Cikukulu, Paut Al-Muhtar, SDN 1 Sukanegara
02:05dan SDN 4 Sukanegara Wilayah Desa Sukanegara.
02:08Rata-rata mereka mengalami pusing, mual, diari, dan juga lemas.
Komentar

Dianjurkan