Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
RIAU, KOMPAS.TV - Komando Daerah Angkatan Laut (Kodareal) IV Kepulauan Riau menggagalkan penyelundupan 1,9 ton pasir timah ilegal senilai Rp1 miliar.

Lima pelaku diduga hendak mengirimkan pasir timah tersebut ke Malaysia melalui perairan Kabupaten Tanjung Balai Karimun.

Upaya penangkapan dilakukan oleh tim patroli TNI Kodareal IV terhadap sebuah kapal speedboat kecil yang digunakan untuk menyelundupkan 1,9 ton pasir timah ke Malaysia.

Kelima pelaku sempat berupaya melarikan diri sehingga terjadi aksi kejar-kejaran dengan petugas.

Pelaku diduga hendak menyelundupkan 50 karung berisi pasir timah ke Malaysia dengan potensi keuntungan mencapai Rp1,5 miliar.

Saat ini, seluruh barang bukti beserta para pelaku telah diserahkan kepada Polres Karimun untuk proses hukum lebih lanjut.

Baca Juga TNI Buru KKB Penembak 3 Warga Sipil hingga Tewas di Yahukimo Papua | SAPA SIANG di https://www.kompas.tv/regional/682125/tni-buru-kkb-penembak-3-warga-sipil-hingga-tewas-di-yahukimo-papua-sapa-siang

#ilegal #penyelundupan #tnial #pasirtimah

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/682130/tni-al-gagalkan-penyelundupan-1-9-ton-pasir-timah-senilai-rp1-5-miliar-5-pelaku-ditangkap
Transkrip
00:01Pemando daerah angkatan laut atau Koderal 4 Kepulauan Riau
00:04menggagalkan penyeludupan 1,9 ton pasir timah ilegal senilai 1 miliar rupiah.
00:10Lima pelaku hendak mengirimkannya ke Malaysia dari perairan Kabupaten Tanjung Balai Karimun.
00:20Inilah upaya penangkapan yang dilakukan patroli TNI Koderal 4
00:25di kapal speedboat kecil yang hendak menyeludupkan 1,9 ton pasir timah ke Malaysia.
00:31Lima pelaku sempat berupaya kabur hingga terjadi aksi kejar-kejaran.
00:35Pelaku hendak menyeludupkan 50 karung berisi pasir timah ke Malaysia
00:39dengan keuntungan mencapai 1,5 miliar rupiah.
00:43Ini barang bukti dan pelaku diserahkan ke Polres Karimun.
00:48Memiliki dengan kandungan keadaan.
00:51Lima orang, barang tersebut akan diseludupkan ke Malaysia.
00:58Dengan diseludupkan ke Malaysia, otomatis tidak akan melalui negara.
01:02Negara tidak akan mendapatkan hasil apalagi.
01:05Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan