Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan Kementerian Koperasi tengah mengubah arah pengembangan koperasi agar tidak lagi hanya bergerak di sektor simpan pinjam, tetapi masuk ke berbagai sektor strategis yang selama ini didominasi pelaku usaha besar.

Menurut Ferry, langkah tersebut merupakan arahan langsung Presiden agar koperasi kembali menjadi salah satu pilar utama perekonomian nasional.

Ferry mengungkapkan koperasi kini mulai diberi ruang mengelola berbagai usaha strategis, mulai dari perkebunan sawit hingga energi.

Ia juga menyebut koperasi akan mengelola kampung nelayan, stasiun pengisian bahan bakar untuk nelayan, hingga pembangkit listrik tenaga surya di wilayah yang belum terjangkau listrik.

Maka, Ferry menilai koperasi harus bertransformasi menjadi organisasi ekonomi yang lebih modern.

Untuk mendukung transformasi tersebut, pemerintah mendorong pembaruan regulasi melalui revisi Undang-Undang Perkoperasian.

Selain regulasi, Kementerian Koperasi juga menyiapkan penguatan sumber daya manusia dengan menjadikan Universitas Ikopin sebagai bagian dari kementerian.

Ferry juga mengungkapkan keinginannya agar koperasi kembali memiliki bank sebagai penguat pembiayaan sektor koperasi.


Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/rju---4fDg0



#koperasidesamerahputih #prabowo #menterikoperasi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/678308/menkop-ferry-bongkar-fokus-baru-kopdes-merah-putih-sawit-bank-hingga-listrik-desa-satu-meja
Transkrip
00:00Menteri, tadi kita sudah bicara banyak, tapi tentu saya ingin mengerucut sebetulnya saat dalam waktu dekat ini apa yang menjadi
00:07fokus kementerian kooperasi
00:09supaya program ini yang menjadi prioritas presiden yang memang dari awal digadang-gadang oleh presiden itu bisa diterima oleh semua
00:16kalangan.
00:17Ya, kooperasi diminta oleh Bapak Presiden untuk punya andil besar lagi bersama dengan badan usaha swasta dan badan usaha milik
00:25negara Mas Yogi.
00:26Nah, oleh karena itu kepentingan kooperasi sekarang mendorong lagi kooperasi-kooperasi masuk ke sektor produksi lagi, masuk ke sektor industri,
00:36masuk ke sektor-sektor yang selama ini dianggap kooperasi tidak mampu.
00:39Misalkan sekarang kooperasi boleh mengelola sawit, kebun sawit.
00:46Kayak akhir bulan Juli atau awal Agustus meresmikan kooperasi yang bikin pabrik CPO.
00:52Nah, kemudian kita juga mulai kooperasi-kooperasi, saya dorong untuk membuat produksi barang-barang sendiri.
01:00Kemudian kooperasi sekarang akan juga mengelola kampung-kampung layan merah putih di kawasan pesisir.
01:08Kooperasi pun sekarang juga ikut menjadi pengelola stasiun pengisian bahan bakar solar untuk melayan.
01:15Kemarin beberapa waktu yang lalu saya diresmikan, bahkan sekarang saya juga sudah sampaikan kepada Bapak Presiden,
01:22kooperasi bisa mengelola, membangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas yang setengah mega gitu,
01:29untuk memecahkan masalah desa-desa atau kelurahan yang belum ada listriknya.
01:36Nah, oleh karena itu sekarang kooperasi harus makin modern.
01:40Undang-undang perkooperasian yang selama ini kita gunakan ini undang-undang nomor 25 tahun 1992.
01:46Tahun ini kemarin saya sudah menyerahkan ke DPR,
01:51DIM-nya harapannya tahun ini kita sudah punya undang-undang perkooperasian yang baru.
01:55Kemudian kita juga akan menjadikan Universitas IKOPIN itu di bagian dari Kementerian Kooperasi
02:05untuk kita bisa berdayakan agar Universitas IKOPIN itu bisa menjadi tempat mencetak manager-manager
02:12kooperasi yang kekinian, yang juga profesional.
02:17Kemudian yang berikutnya adalah kita kooperasi juga akan kembali untuk mengambil kesempatan untuk memiliki bank,
02:28karena sebenarnya Bukopin itu kan sebenarnya bank yang diberikan oleh induk-induk kooperasi.
02:34Jadi saya punya keinginan untuk...
02:37Apa artinya untuk memperkuat proses simpan pinjain yang selama ini ada salah satu udut usaha di?
02:42Ya karena memang kooperasi sekarang relatif diterima oleh masyarakat sebagai alternatif mereka untuk memenuhi kebutuhan
02:50baik untuk konsumsi maupun yang untuk sektor produktif.
02:53Kita Kementerian Kooperasi punya LPDB, Lembaga Pengelola Dana Bergulir, PLU kita yang sudah seperti bank nih sekarang.
03:01Apalagi nanti kalau ada bank lagi, kita akan sinergikan itu untuk menjadi daya ungkit untuk menggerakkan kooperasi-kooperasi
03:09supaya aset kooperasi itu bisa naik secara signifikan, kemudian volume usaha kegiatan kooperasi juga bisa naik secara signifikan
03:18dan juga partisipasi masyarakat untuk menjadi anggota kooperasi juga makin meningkat itu ukuran berhasilan dari Kementerian Kooperasi.
03:27Dan kebetulan bulan Juli ini tanggal 12 adalah hari kooperasi, kami akan melaksanakan acara besar-besaran
03:38dan akan kami laksanakan di berbagai daerah di seluruh Indonesia, baik melalui dinas-dinas kooperasi yang ada di daerah-daerah
03:48maupun juga oleh gerakan kooperasi, Dewan Kooperasi Indonesia.
03:52Jadi kooperasi ini dia bukan hanya sekedar badan usaha, tapi dia juga merupakan organisasi sosial.
04:00Dia sama seperti Serikat Buruh. Jadi kooperasi ini juga adalah movement kegerakan.
04:07Dan tahun ini pelaksanaan kegiatan hari kooperasi nasional, kita akan membawa misi besar, cita-cita untuk kembali ke Pasal 33
04:19dan kita akan resonansikan ini soal Pasal 33 ini ke seluruh daerah-daerah, ke pelosok-pelosok negeri.
04:26Supaya orang ingat lagi bahwa ideologi ekonomi kita itu adalah ekonomi rakyatan, bukannya ekonomi liberal kapitalistik.
04:35Oke, terakhir Pak Menteri. Kembali lagi, dari catatan kemarin itu kan bagaimanapun itu menjadi rangkaian sejarah perjalanan kooperasi daerah.
04:44Ada lima calon manajer, padahal sudah ada ikopin, kenapa enggak didiri...
04:49Baru, ini baru...
04:50Oh, baru rencana.
04:51Baru prosesnya ini.
04:53Oke, kalau gitu apa catatannya atau apa yang ingin Pak Menteri sampaikan sekali lagi kepada masyarakat
04:58supaya tidak surut orang itu animonya untuk menjadi manajer kooperasi?
05:03Mulai dari waktu bentuk badan hukumnya, itu pun juga sudah melalui proses yang tidak mudah.
05:11Tapi Alhamdulillah kita bisa lewati.
05:14Kemudian proses pembangunan fisik pun juga bukan persoalan yang ringan,
05:19tetapi juga Alhamdulillah sekarang sudah bisa kita laksanakan.
05:23Dan kemudian di tahap operasional ini juga kita akan terus persiapkan dan terus terang juga tidak mudah.
05:32Tapi oleh karena itu kita memang harus butuh masukan.
05:52Masukan, ya.
05:53Dan sesuai dengan arahan Bapak Presiden,
05:56Populasi Desa Kelurahan Merah Putih ini adalah alat perjuangan dari masyarakat itu sendiri,
06:01khususnya di bidang ekonomi.
06:03Tetapi antara slogan, cita-cita yang besar itu tetap harus diikuti dengan
06:09Proses yang baik.
06:10Implementasi yang detil, yang hati-hati.
06:14Dan tetap harus dilakukan pelaksanaan pengawasannya baik di internal,
06:20termasuk proses rekrutannya ya Pak.
06:21Sampai dengan pengawasan yang dari pihak eksternal,
06:24saya rasa semua harus bahu-membahu karena ini adalah program,
06:30bukan sekedar program prioritas nasional,
06:32ini gerakan negara.
06:33Gerakan?
06:34Gerakan negara.
06:35Baik.
06:36Ferry Juliantono, Menteri Koperasi.
06:38Terima kasih Mas Yogi.
06:39Terima kasih sudah hadiris saat penjelasan.
06:41Selamat malam.
06:41Tujuan awal program Koperasi Merah Putih adalah
06:44memotong ketimpangan ekonomi sosial di masyarakat.
06:47Niat membangun pilar ekonomi pedesaan harus seiring sejalan
06:51dengan konsistensi pelaksanaan di lapangan.
06:54Prinsip dasar koperasi berupa gotong royong dan asas manfaat bersama
06:58tidak boleh menempatkan koperasi,
07:00hanya menjadi kepanjangan tangan rantai pasok korporasi.
07:04Sebagai senjata sosiologis dan perekonomian rakyat,
07:07koperasi harus dijauhkan dari praktek dominasi sentralistik
07:10agar nilai demokrasi ekonomi terjaga.
Komentar

Dianjurkan