00:00Menteri, tadi kita sudah bicara banyak, tapi tentu saya ingin mengerucut sebetulnya saat dalam waktu dekat ini apa yang menjadi
00:07fokus kementerian kooperasi
00:09supaya program ini yang menjadi prioritas presiden yang memang dari awal digadang-gadang oleh presiden itu bisa diterima oleh semua
00:16kalangan.
00:17Ya, kooperasi diminta oleh Bapak Presiden untuk punya andil besar lagi bersama dengan badan usaha swasta dan badan usaha milik
00:25negara Mas Yogi.
00:26Nah, oleh karena itu kepentingan kooperasi sekarang mendorong lagi kooperasi-kooperasi masuk ke sektor produksi lagi, masuk ke sektor industri,
00:36masuk ke sektor-sektor yang selama ini dianggap kooperasi tidak mampu.
00:39Misalkan sekarang kooperasi boleh mengelola sawit, kebun sawit.
00:46Kayak akhir bulan Juli atau awal Agustus meresmikan kooperasi yang bikin pabrik CPO.
00:52Nah, kemudian kita juga mulai kooperasi-kooperasi, saya dorong untuk membuat produksi barang-barang sendiri.
01:00Kemudian kooperasi sekarang akan juga mengelola kampung-kampung layan merah putih di kawasan pesisir.
01:08Kooperasi pun sekarang juga ikut menjadi pengelola stasiun pengisian bahan bakar solar untuk melayan.
01:15Kemarin beberapa waktu yang lalu saya diresmikan, bahkan sekarang saya juga sudah sampaikan kepada Bapak Presiden,
01:22kooperasi bisa mengelola, membangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas yang setengah mega gitu,
01:29untuk memecahkan masalah desa-desa atau kelurahan yang belum ada listriknya.
01:36Nah, oleh karena itu sekarang kooperasi harus makin modern.
01:40Undang-undang perkooperasian yang selama ini kita gunakan ini undang-undang nomor 25 tahun 1992.
01:46Tahun ini kemarin saya sudah menyerahkan ke DPR,
01:51DIM-nya harapannya tahun ini kita sudah punya undang-undang perkooperasian yang baru.
01:55Kemudian kita juga akan menjadikan Universitas IKOPIN itu di bagian dari Kementerian Kooperasi
02:05untuk kita bisa berdayakan agar Universitas IKOPIN itu bisa menjadi tempat mencetak manager-manager
02:12kooperasi yang kekinian, yang juga profesional.
02:17Kemudian yang berikutnya adalah kita kooperasi juga akan kembali untuk mengambil kesempatan untuk memiliki bank,
02:28karena sebenarnya Bukopin itu kan sebenarnya bank yang diberikan oleh induk-induk kooperasi.
02:34Jadi saya punya keinginan untuk...
02:37Apa artinya untuk memperkuat proses simpan pinjain yang selama ini ada salah satu udut usaha di?
02:42Ya karena memang kooperasi sekarang relatif diterima oleh masyarakat sebagai alternatif mereka untuk memenuhi kebutuhan
02:50baik untuk konsumsi maupun yang untuk sektor produktif.
02:53Kita Kementerian Kooperasi punya LPDB, Lembaga Pengelola Dana Bergulir, PLU kita yang sudah seperti bank nih sekarang.
03:01Apalagi nanti kalau ada bank lagi, kita akan sinergikan itu untuk menjadi daya ungkit untuk menggerakkan kooperasi-kooperasi
03:09supaya aset kooperasi itu bisa naik secara signifikan, kemudian volume usaha kegiatan kooperasi juga bisa naik secara signifikan
03:18dan juga partisipasi masyarakat untuk menjadi anggota kooperasi juga makin meningkat itu ukuran berhasilan dari Kementerian Kooperasi.
03:27Dan kebetulan bulan Juli ini tanggal 12 adalah hari kooperasi, kami akan melaksanakan acara besar-besaran
03:38dan akan kami laksanakan di berbagai daerah di seluruh Indonesia, baik melalui dinas-dinas kooperasi yang ada di daerah-daerah
03:48maupun juga oleh gerakan kooperasi, Dewan Kooperasi Indonesia.
03:52Jadi kooperasi ini dia bukan hanya sekedar badan usaha, tapi dia juga merupakan organisasi sosial.
04:00Dia sama seperti Serikat Buruh. Jadi kooperasi ini juga adalah movement kegerakan.
04:07Dan tahun ini pelaksanaan kegiatan hari kooperasi nasional, kita akan membawa misi besar, cita-cita untuk kembali ke Pasal 33
04:19dan kita akan resonansikan ini soal Pasal 33 ini ke seluruh daerah-daerah, ke pelosok-pelosok negeri.
04:26Supaya orang ingat lagi bahwa ideologi ekonomi kita itu adalah ekonomi rakyatan, bukannya ekonomi liberal kapitalistik.
04:35Oke, terakhir Pak Menteri. Kembali lagi, dari catatan kemarin itu kan bagaimanapun itu menjadi rangkaian sejarah perjalanan kooperasi daerah.
04:44Ada lima calon manajer, padahal sudah ada ikopin, kenapa enggak didiri...
04:49Baru, ini baru...
04:50Oh, baru rencana.
04:51Baru prosesnya ini.
04:53Oke, kalau gitu apa catatannya atau apa yang ingin Pak Menteri sampaikan sekali lagi kepada masyarakat
04:58supaya tidak surut orang itu animonya untuk menjadi manajer kooperasi?
05:03Mulai dari waktu bentuk badan hukumnya, itu pun juga sudah melalui proses yang tidak mudah.
05:11Tapi Alhamdulillah kita bisa lewati.
05:14Kemudian proses pembangunan fisik pun juga bukan persoalan yang ringan,
05:19tetapi juga Alhamdulillah sekarang sudah bisa kita laksanakan.
05:23Dan kemudian di tahap operasional ini juga kita akan terus persiapkan dan terus terang juga tidak mudah.
05:32Tapi oleh karena itu kita memang harus butuh masukan.
05:52Masukan, ya.
05:53Dan sesuai dengan arahan Bapak Presiden,
05:56Populasi Desa Kelurahan Merah Putih ini adalah alat perjuangan dari masyarakat itu sendiri,
06:01khususnya di bidang ekonomi.
06:03Tetapi antara slogan, cita-cita yang besar itu tetap harus diikuti dengan
06:09Proses yang baik.
06:10Implementasi yang detil, yang hati-hati.
06:14Dan tetap harus dilakukan pelaksanaan pengawasannya baik di internal,
06:20termasuk proses rekrutannya ya Pak.
06:21Sampai dengan pengawasan yang dari pihak eksternal,
06:24saya rasa semua harus bahu-membahu karena ini adalah program,
06:30bukan sekedar program prioritas nasional,
06:32ini gerakan negara.
06:33Gerakan?
06:34Gerakan negara.
06:35Baik.
06:36Ferry Juliantono, Menteri Koperasi.
06:38Terima kasih Mas Yogi.
06:39Terima kasih sudah hadiris saat penjelasan.
06:41Selamat malam.
06:41Tujuan awal program Koperasi Merah Putih adalah
06:44memotong ketimpangan ekonomi sosial di masyarakat.
06:47Niat membangun pilar ekonomi pedesaan harus seiring sejalan
06:51dengan konsistensi pelaksanaan di lapangan.
06:54Prinsip dasar koperasi berupa gotong royong dan asas manfaat bersama
06:58tidak boleh menempatkan koperasi,
07:00hanya menjadi kepanjangan tangan rantai pasok korporasi.
07:04Sebagai senjata sosiologis dan perekonomian rakyat,
07:07koperasi harus dijauhkan dari praktek dominasi sentralistik
07:10agar nilai demokrasi ekonomi terjaga.
Komentar