Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan pemerintah tidak menutup mata terhadap kritik masyarakat mengenai lokasi pembangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang dinilai tidak ideal.

Menanggapi temuan sejumlah koperasi yang disebut berada di tengah hutan, dekat tambak hingga di samping kuburan, Ferry mengatakan penentuan lokasi sepenuhnya merupakan hasil musyawarah di tingkat desa.

Ferry mengakui terdapat sejumlah lokasi yang memunculkan kritik. Namun, menurutnya jumlah tersebut sangat kecil dibandingkan keseluruhan proyek yang berjalan.

Ia menambahkan, keterbatasan lahan di sejumlah desa menjadi salah satu penyebab munculnya lokasi yang dinilai kurang ideal.

Menteri Koperasi memastikan seluruh laporan dari masyarakat, termasuk yang ramai di media sosial, langsung ditindaklanjuti bersama pihak terkait.

Ferry bahkan menegaskan beberapa temuan yang viral telah diperbaiki.

Menurut Ferry, kritik masyarakat justru menjadi bagian penting dalam penyempurnaan program.

Di tengah berbagai evaluasi tersebut, pemerintah tetap mempertahankan target pembangunan sekitar 40 ribu bangunan koperasi hingga akhir tahun. Namun Ferry mengakui, keterbatasan lahan membuat desain pembangunan ke depan akan lebih fleksibel.



Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/rju---4fDg0




#koperasidesamerahputih #prabowo #menterikoperasi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/678300/viral-lokasi-kopdes-merah-putih-di-tengah-hutan-menkop-ferry-semua-masukan-langsung-dikoreksi
Transkrip
00:00Kan banyak juga di pemberitaan redaksi Kompas TV misalnya terkait dengan bangunan fisik gitu ya,
00:05bangunan fisik dimana-mana adalah masif di berbagai daerah.
00:09Dalam satu kesempatan, Kepala Bakom M. Kodari sempat kita tanya,
00:13dia menjelaskan bahwa ya bukannya seperti mau buka, ya seperti mau buka,
00:18tapi memang ya belum-belum buka gitu, bukan kayak, kan kebanyakan mengatakan kok kayak tutup terus gitu,
00:24tapi Pak Kodari mengatakan belum buka. Kita mendengar dulu ya Pak Kodari menyampaikan apa.
00:32Yang rame juga Pak Kodari soal Kopdes, nah ini kan banyak nih gitu yang pengen tau,
00:38ini sebetulnya programnya mau dibawa kemana nih, karena banyak juga toko-toko atau kooperasi desanya ini,
00:43kok penataannya kayak sualayan mau tutup gitu, kan banyak nih yang beredar di sosmed,
00:49nah ini gimana, sebetulnya Kopdes ini program yang seperti apa sih?
00:53Bukan sualayan mau tutup, memang belum buka.
00:57Soalnya kok kayaknya nata-nata barangnya banyak yang gak beraturan gitu.
01:01Gini, pertama Koperasi Merah Putih itu sudah jalan ya,
01:06seperti beberapa program presiden lainnya, program itu ada dua kategori,
01:11atau ada transisinya, ada yang permanen.
01:13Nah kalau yang transisi, saya udah keliling ke beberapa tempat,
01:17dan itu sangat membantu, contohnya di Padang ya, di Padang itu Koperasi Merah Putih menampung produk-produksi madu oleh masyarakat.
01:29Nah selanjutnya adalah koperasi yang permanen, itu ada bangunannya, yang sedang dibangun itu.
01:33Untuk yang permanen ini, baru diresmikan operasionalnya baru seribu,
01:39seribu enam puluh satu, beberapa waktu yang lalu.
01:42Nah menuju ke empat puluh ribu, karena ada Menteri, karena Menteri Koperasi mengatakan,
01:47akan diprosikan tahun ini empat puluh ribu, itu masih berproses, on going.
01:52Nah kalau bangunan sudah jadi, juga ada tahapannya.
01:55Tahapan berikutnya apa? Tentu harus dimasukkan rak-rak, display.
01:59Habis itu baru dimasukkan barang.
02:02Ya, itu, apa, itu yang penjelasannya Pak Kom, kira-kira sama lah dengan Pak Jelas.
02:07Tapi maksud saya, banyak sekali gitu, hal-hal yang dalam konteks pembangunan itu,
02:12yang menurut saya ini akan mengganggu gitu.
02:15Kenapa? Dalam pemahaman kita adalah,
02:19tentu ini tidak akan disamakan dengan Kementerian Koperasi.
02:22Belum lama kan kita mendengar ada satu badan,
02:25yang program prioritas pemerintah juga,
02:27yang tiba-tiba meledak sampai keluar,
02:29karena mismanajemen sampai ada pernyataan dari seorang Menko Pangan,
02:34mengatakan bahwa ada inefisiensi 1 triliun per bulan misalnya.
02:38Itu kan jangan sampai gitu.
02:41Sehingga ketika muncul,
02:43kenapa ada bangunan yang mepet ke sungai,
02:46ada bangunan, saya ingin inginkan.
02:48Sebenarnya kenapa bisa begitu?
02:49Kalau tanah ini kan bukan kita beli.
02:52Oke, sewa atau sewa?
02:55Jadi penggunaan aset tanah itu bisa milik desa,
03:00bisa milik kabupaten, kota, bisa milik provinsi,
03:02bisa milik pemerintah pusat atau BUMN.
03:05Nah, penentuan lokasi itu dilaksanakan dengan melalui musyawarah desa juga.
03:11Lokasi?
03:11Lokasi.
03:12Yang mengeksekusi membangunnya Agrinas.
03:15Karena memang yang ditunjuk sebagai pelaksana kegiatan pembangunan,
03:19dibantu bersama Tentara Nasional Indonesia,
03:22itu memang melakukan pekerjaannya.
03:25Tapi penentuan lokasinya
03:26Tetap musyawarah desa.
03:27Musyawarah desa.
03:28Jadi,
03:30kalau misalkan tadi disampaikan Mas Yogi,
03:33ada yang tidak...
03:34Iya, ada yang di pinggir sumai.
03:36Tapi itu presentasinya...
03:38Kecil, memang kecil.
03:39Memang kecil.
03:39Tapi itu juga bisa jadi karena memang di desa tersebut,
03:44ketersediaan lahannya juga terbatas.
03:47Jadi,
03:49tapi karena ini musyawarah,
03:51tentu operasionalisasinya nanti akan didukung,
03:55harapannya dengan masyarakat desa yang notabene,
03:58masyarakat desa itu kan nanti akan jadi anggota kooperasi.
04:00Bahkan kepala desa di kooperasi desa Kelurahan Merah Putih ini
04:04akan menjadi pengawasnya.
04:06Jadi tentu operasionalisasinya,
04:09yang tadi saya sampaikan,
04:10visibility sadinya penting,
04:12dan kemudian model bisnisnya penting.
04:15Tapi yang lebih penting adalah bagaimana
04:16masyarakat desa ini juga bisa ikut berpartisipasi.
04:21Oleh itu,
04:22kami di Kementerian Kooperasi juga akan mengambil inisiatif
04:26untuk mempertemukan para pengawas,
04:29pengurus yang sudah tercatat
04:30di Akte Badan Hukum Kooperasi Desa
04:32untuk bersama-sama dengan
04:35kita semua nanti untuk operasionalisasi
04:37kooperasi desa Kelurahan Merah.
04:38Ini saya contoh aja Pak Menteri,
04:39mungkin ini yang Pak Menteri maksud bahwa
04:41hanya sebagian kecil ya,
04:42tapi maksud saya ini perlu juga
04:44menjadi bahan untuk koreksi.
04:46Misalnya di Wonogiri,
04:47kopdesnya ada di tengah hutan.
04:49Betul-betul di tengah hutan,
04:51dan tim liputan kami sudah ke sana.
04:52Di Pati,
04:53kopdesnya ada di tengah tambak ikan.
04:55Di Belora,
04:56itu kopdesnya ada di samping kuburan.
04:58Ini yang terbaru nih.
04:59Dan di ND ada juga yang mengambil hutan sekolah.
05:01Enggak, enggak, ya itu udah.
05:02Udah?
05:03Dikoreksi semua.
05:04Semua masukan,
05:05termasuk juga yang ada di social media,
05:08kita langsung,
05:09karena kita juga punya call center,
05:11Kementerian Kooperasi,
05:12kita mirroring juga dengan
05:15sistem informasi yang ada di
05:17PT Agnus Pangan Nusantara,
05:19selalu melakukan pengecekan di lapangan
05:21yang di NTT itu.
05:24Sudah ini ya?
05:25Itu bukan.
05:25Kalau monitoring Pak Menteri ya?
05:26Itu samping lewat jenis.
05:28Oh, samping.
05:29Bahkan,
05:29SD itu tersebut malah
05:32minta tolong untuk
05:32sekaligus di inovasi dan sebagainya.
05:35Yang tengah,
05:36enggak tengah kuburan,
05:37jadi,
05:38apa namanya,
05:39itu di samping.
05:40Di samping,
05:40di sini tersebut di samping.
05:44Artinya hal-hal seperti ini tidak luput
05:47dari pantauan Kementerian Kooperasi?
05:49Wajib,
05:49karena sekali lagi,
05:51masukan,
05:52kritik sekalipun,
05:53harus ditanggapi sekarang,
05:55karena kami juga yakin,
05:56percaya bahwa
05:57masukan dari masyarakat itu
05:59niatnya adalah untuk
06:00supaya program ini bisa berjalan
06:03dengan baik,
06:04dan kami tentu di Kementerian Kooperasi
06:06bersama kementerian yang,
06:07dan lembaga yang lain pun juga,
06:09harus,
06:10apa namanya,
06:11melakukan yang sebaik-baiknya
06:14agar tahap
06:16pembentukan,
06:17bangun fisik,
06:18gudang gere dan alat kelengkapan
06:20serta operasionalisasinya ini
06:21akan berjalan sesuai dengan
06:23keinginan Bapak Presiden
06:25yang mengharapkan
06:26Kooperasi Desa Kelurahan Merah Putih ini
06:27instrumen penting
06:29untuk menggerakkan
06:30ekonomi produktif.
06:32Agak ada perbedaan
06:33antara program Kooperasi Desa Kelurahan Merah Putih
06:35dengan misalkan program akan berkini,
06:38kalau program makan bergizi,
06:40heavy-nya lebih banyak ke sosial
06:42untuk menurunkan angka stunting
06:44dan malnutrisi,
06:45tapi kalau program Kooperasi Desa Kelurahan Merah Putih ini
06:47betul-betul program
06:49untuk menggerakkan ekonomi produktif
06:51di masyarakat,
06:53di desa-desa dan kelurahan.
06:54Saya ingin mengkelirkan soal target angka kan
06:58kalau waktu dicanangkan di Kelaten itu kan
07:00Rp80.000 ya oleh Presiden itu kan
07:03kalau tadi Mas Peri mengatakan bahwa
07:06Rp40.000 di tahun ini
07:07di tahun ini
07:08sebetulnya persisnya itu
07:12seperti apa?
07:13Apakah betul tahun ini Rp40.000
07:15nanti sampai dengan Rp20.09 itu
07:17pembagian cisa seperti apa?
07:17Karena kan tadi saya sampaikan
07:20karena keterbatasan lahan
07:22jadi kami pun juga
07:24kemarin waktu pertama bangunan
07:27ini kan prototipenya kan
07:28lahannya 600 meter persegi
07:30sampai 1000 meter persegi
07:32itu ternyata itu tidak gampang
07:33kita dapatkan
07:35dan oleh karena itu nanti
07:36untuk selanjutnya
07:37kami sedang mempertimbangkan
07:39untuk mengkaji
07:40untuk misalkan
07:41di kooperasi-kooperasi kelurahan
07:43yang ada di kota-kota
07:45itu mungkin tidak harus seluas itu
07:48Oh jadi ada penyesuaian ya
07:50Misalkan dimodifikasi
07:52bangunannya vertikal
07:53atau disesuaikan dengan
07:55apa situasinya
07:57bahkan kami juga mengkaji
07:59terhadap desa-desa
08:01yang jumlah penduduknya sedikit
08:03kalau ada jumlah desa
08:05yang kurang lebih ribu orang
08:06itu tidak harus dibangun
08:08apa bangunan
08:10kooperasi desanya
08:11jadi satu kooperasi desa
08:12kelurahan merah putih itu
08:14bisa meliputi beberapa
08:16desa yang jumlah penduduknya
08:18sedikit
08:19Kalau menurut Anda ya
08:21target 40 ribu tahun ini
08:2340 ribu itu
08:24tahun ini
08:25kemudian kan nanti
08:26untuk tahun selanjutnya
08:27bisa kita
08:28bertahap
08:29bertahap
08:30untuk kita kembangkan lagi
08:31bangunan dan operasionalisasi
08:33kooperasi desa
08:34yang
08:34atau kelurahan yang
08:36sesuai dengan
08:37dengan kompleksitas yang
08:38tapi sekarang ini
08:39termasuk soal
08:40kesulitan lahan
08:41terus kemudian bagaimana
08:42mencari lahan dan
08:44musyawarah desa
08:45kira-kira target
08:4680 ribu sampai dengan
08:4829 itu menurut Anda
08:49realisis atau tidak
08:50atau mungkin juga
08:51ada penyesuaian
08:52seperti hal yang terjadi
08:53di SPPG kan
08:54SPPG kan kemudian
08:55ketika ada evaluasi
08:56langsung ada
08:57saya rasa dengan tahapan
08:59seperti ini
09:00menurut saya
09:01kita juga harus
09:02mementingkan
09:03karena sudah masuk
09:04operasional
09:05jadi ini pendekatannya
09:06juga sudah harus
09:07lebih kualitatif
09:08jadi menurut pandangan
09:10kami di tahun ini
09:11kemarin juga sudah
09:12diputuskan dirapat
09:13di kantor
09:14menko pangan
09:15maksimal 40 ribu
09:16bangunan fisiknya
09:18dan operasionalisasinya
09:20operasionalisasi ini
09:21kan juga harus
09:22perlu waktu juga
09:23di setiap entitas usaha
09:25kan juga butuh waktu
09:26untuk mulai belajar
09:28dan itu tetap dengan
09:29skema kerjasama dengan
09:30TNI dan Agrinas ya
09:31dalam
09:33operasionalisasi
09:33nggak ada hubungannya
09:34hanya bangunan aja
09:35ya bangunan
09:36dan
09:36tapi Agrinas
09:37nanti ikut terlibat
09:40off-taker gitu
09:41tapi bareng-bareng
09:42karena
09:42untuk peraturan presiden
09:44draft yang kami
09:46sampaikan itu
09:46ada keterlibatan
09:48kementerian lembaga lain
09:49juga
09:49kementerian koperasi pun
09:51juga tetap harus
09:52punya tanggung jawab
09:52monitoring evaluasi
09:54jadi
09:55karena
09:56operasional
09:57sekali lagi
09:58ini adalah
09:58pendekatan kualitatif
10:00kualitatif
10:00dan
10:01perlu waktu
10:02untuk bisa sampai
10:04apa
10:04memenuhi standar
10:05nah ini kan
10:07penting
10:07ini
10:08gitu
10:08kan nggak bisa langsung
10:10tiba-tiba
10:10untung
10:11kan perlu waktu juga
10:12dan
10:12tetapi
10:13ya memang tidak ringan
10:14itu
10:15tidak ringan
10:16makanya
10:17jalan terjalnya
10:18ada
10:19tapi kami harus
10:21meyakinkan
10:22kepada
10:22masyarakat
10:24bahwa keinginan
10:25bapak presiden
10:25membentuk program
10:26koperasi desa kurang
10:27oh iya
10:28ini
10:28adalah program
10:30yang
10:30satu
10:31ini merubah
10:32mindset
10:34bahwa
10:34masyarakat
10:35di desa-desa dan
10:36kurahan itu
10:37adalah
10:37tidak sebagai
10:38penerima manfaat
10:40atau obyek ekonomi
10:41tapi mereka
10:41sekarang menjadi
10:42pelaku ekonomi
10:43dibikin
10:44dibuatin
10:45badan usaha
10:46namanya
10:46badan usaha
10:47koperasi
10:48desa-keluran
10:49merah putih
10:49mereka
10:50masyarakat
10:51di desa-desa
10:53khususnya
10:53itu dibukakan
10:54akses permodalan
10:55di setiap
10:57koperasi desa
10:57keluran merah putih
10:58diberikan
10:59plafon 3 miliar
11:01yang terdiri
11:02untuk bangun
11:04fisik
11:04gudang gede
11:05dan alat
11:05lengkapannya
11:06beserta
11:06instalasi listrik
11:07AC
11:08dan juga
11:09air
11:10kemudian juga
11:11sarana
11:12kelengkapannya
11:13rak-rak
11:14dan kemudian juga
11:15ada
11:15truk
11:16pick-up
11:16dan kendaraan
11:17motor
11:18karena sangat komplek
11:19tadi harus ada
11:20pendekatan kualitatif
11:21ini tahun
11:222026
11:23tinggal 6 bulan
11:24lagi
11:24Anda masih optimis
11:27bahwa ini
11:28bisa tercapai
11:29di 40 ribu
11:30kalau bangunan
11:31tadi kan
11:31yang sudah
11:33100%
11:33sudah 14 ribu
11:34kemudian yang
11:35sedang dibangun
11:36sudah 23 ribu
11:39masih ada 6 bulan
11:41masih cukup
11:42itu tuh
11:43bisa dipisahkan
11:44antara target
11:45pembangunan fisik
11:46kooperasinya
11:47atau pengelolaannya
11:48seperti yang tadi
11:49dibilang
11:50kemarin waktu
11:51di Kabupaten Nganjuk
11:52bulan Mei kemarin
11:54di launching oleh
11:55Bapak Presiden
11:561061
11:57yang operasional
11:58dan 1061
12:00yang operasional ini
12:01sekarang sudah berjalan
12:02tentu ada yang
12:04ada yang sukses
12:06ada yang kurang sukses
12:07ada yang perlu
12:08disempurnakan
12:08karena ini memang
12:10program baru
12:10kami pun juga
12:11tidak merasa
12:12paling ngerti
12:14tapi
12:14karena
12:15sama-sama belajar
12:17tapi
12:18sambil juga
12:19ini merupakan
12:20kesempatan
12:20bagi masyarakat
12:21untuk mulai
12:22ikut berpartisipasi
12:23bareng dengan kita
12:25untuk
12:25semangat lagi
12:26mereka punya
12:27usaha
12:28mereka bisa
12:29menjadikan
12:30kooperasi desa
12:31keluarga merah putih
12:32ini jadi
12:32alternatif
12:33kegiatan ekonominya
12:35mereka
12:35dan
12:36kami terus
12:37melakukan penyempurnaan
12:38dan oleh karena itu
12:39memang
12:40tahap yang terpenting
12:42adalah bukan soal
12:44bangunan fisiknya
12:45tapi yang terpenting
12:46adalah menurut saya
12:47operasionalisasinya
12:49karena disitulah
12:50nanti kemudian
12:51kita diuji
12:52apakah
12:53kooperasi desa
12:54keluarga merah putih
12:55ini
12:55memberikan manfaat
12:56yang sebesar-besarnya
12:57buat anggota
12:58dan juga untuk
12:59masyarakat
13:00oke
13:00bagaimana
13:02kementerian kooperasi
13:03menjamin kesuksesan
13:04kopdes sebagai
13:05salah satu program
13:06unggulan pemerintah
13:07khususnya Presiden Prabowo
13:08kita bahas usaha jendela berikut
13:10tetaplah di satu meja di forum
13:11selamat menikmati
13:12selamat menikmati
13:13selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan