00:00Kan banyak juga di pemberitaan redaksi Kompas TV misalnya terkait dengan bangunan fisik gitu ya,
00:05bangunan fisik dimana-mana adalah masif di berbagai daerah.
00:09Dalam satu kesempatan, Kepala Bakom M. Kodari sempat kita tanya,
00:13dia menjelaskan bahwa ya bukannya seperti mau buka, ya seperti mau buka,
00:18tapi memang ya belum-belum buka gitu, bukan kayak, kan kebanyakan mengatakan kok kayak tutup terus gitu,
00:24tapi Pak Kodari mengatakan belum buka. Kita mendengar dulu ya Pak Kodari menyampaikan apa.
00:32Yang rame juga Pak Kodari soal Kopdes, nah ini kan banyak nih gitu yang pengen tau,
00:38ini sebetulnya programnya mau dibawa kemana nih, karena banyak juga toko-toko atau kooperasi desanya ini,
00:43kok penataannya kayak sualayan mau tutup gitu, kan banyak nih yang beredar di sosmed,
00:49nah ini gimana, sebetulnya Kopdes ini program yang seperti apa sih?
00:53Bukan sualayan mau tutup, memang belum buka.
00:57Soalnya kok kayaknya nata-nata barangnya banyak yang gak beraturan gitu.
01:01Gini, pertama Koperasi Merah Putih itu sudah jalan ya,
01:06seperti beberapa program presiden lainnya, program itu ada dua kategori,
01:11atau ada transisinya, ada yang permanen.
01:13Nah kalau yang transisi, saya udah keliling ke beberapa tempat,
01:17dan itu sangat membantu, contohnya di Padang ya, di Padang itu Koperasi Merah Putih menampung produk-produksi madu oleh masyarakat.
01:29Nah selanjutnya adalah koperasi yang permanen, itu ada bangunannya, yang sedang dibangun itu.
01:33Untuk yang permanen ini, baru diresmikan operasionalnya baru seribu,
01:39seribu enam puluh satu, beberapa waktu yang lalu.
01:42Nah menuju ke empat puluh ribu, karena ada Menteri, karena Menteri Koperasi mengatakan,
01:47akan diprosikan tahun ini empat puluh ribu, itu masih berproses, on going.
01:52Nah kalau bangunan sudah jadi, juga ada tahapannya.
01:55Tahapan berikutnya apa? Tentu harus dimasukkan rak-rak, display.
01:59Habis itu baru dimasukkan barang.
02:02Ya, itu, apa, itu yang penjelasannya Pak Kom, kira-kira sama lah dengan Pak Jelas.
02:07Tapi maksud saya, banyak sekali gitu, hal-hal yang dalam konteks pembangunan itu,
02:12yang menurut saya ini akan mengganggu gitu.
02:15Kenapa? Dalam pemahaman kita adalah,
02:19tentu ini tidak akan disamakan dengan Kementerian Koperasi.
02:22Belum lama kan kita mendengar ada satu badan,
02:25yang program prioritas pemerintah juga,
02:27yang tiba-tiba meledak sampai keluar,
02:29karena mismanajemen sampai ada pernyataan dari seorang Menko Pangan,
02:34mengatakan bahwa ada inefisiensi 1 triliun per bulan misalnya.
02:38Itu kan jangan sampai gitu.
02:41Sehingga ketika muncul,
02:43kenapa ada bangunan yang mepet ke sungai,
02:46ada bangunan, saya ingin inginkan.
02:48Sebenarnya kenapa bisa begitu?
02:49Kalau tanah ini kan bukan kita beli.
02:52Oke, sewa atau sewa?
02:55Jadi penggunaan aset tanah itu bisa milik desa,
03:00bisa milik kabupaten, kota, bisa milik provinsi,
03:02bisa milik pemerintah pusat atau BUMN.
03:05Nah, penentuan lokasi itu dilaksanakan dengan melalui musyawarah desa juga.
03:11Lokasi?
03:11Lokasi.
03:12Yang mengeksekusi membangunnya Agrinas.
03:15Karena memang yang ditunjuk sebagai pelaksana kegiatan pembangunan,
03:19dibantu bersama Tentara Nasional Indonesia,
03:22itu memang melakukan pekerjaannya.
03:25Tapi penentuan lokasinya
03:26Tetap musyawarah desa.
03:27Musyawarah desa.
03:28Jadi,
03:30kalau misalkan tadi disampaikan Mas Yogi,
03:33ada yang tidak...
03:34Iya, ada yang di pinggir sumai.
03:36Tapi itu presentasinya...
03:38Kecil, memang kecil.
03:39Memang kecil.
03:39Tapi itu juga bisa jadi karena memang di desa tersebut,
03:44ketersediaan lahannya juga terbatas.
03:47Jadi,
03:49tapi karena ini musyawarah,
03:51tentu operasionalisasinya nanti akan didukung,
03:55harapannya dengan masyarakat desa yang notabene,
03:58masyarakat desa itu kan nanti akan jadi anggota kooperasi.
04:00Bahkan kepala desa di kooperasi desa Kelurahan Merah Putih ini
04:04akan menjadi pengawasnya.
04:06Jadi tentu operasionalisasinya,
04:09yang tadi saya sampaikan,
04:10visibility sadinya penting,
04:12dan kemudian model bisnisnya penting.
04:15Tapi yang lebih penting adalah bagaimana
04:16masyarakat desa ini juga bisa ikut berpartisipasi.
04:21Oleh itu,
04:22kami di Kementerian Kooperasi juga akan mengambil inisiatif
04:26untuk mempertemukan para pengawas,
04:29pengurus yang sudah tercatat
04:30di Akte Badan Hukum Kooperasi Desa
04:32untuk bersama-sama dengan
04:35kita semua nanti untuk operasionalisasi
04:37kooperasi desa Kelurahan Merah.
04:38Ini saya contoh aja Pak Menteri,
04:39mungkin ini yang Pak Menteri maksud bahwa
04:41hanya sebagian kecil ya,
04:42tapi maksud saya ini perlu juga
04:44menjadi bahan untuk koreksi.
04:46Misalnya di Wonogiri,
04:47kopdesnya ada di tengah hutan.
04:49Betul-betul di tengah hutan,
04:51dan tim liputan kami sudah ke sana.
04:52Di Pati,
04:53kopdesnya ada di tengah tambak ikan.
04:55Di Belora,
04:56itu kopdesnya ada di samping kuburan.
04:58Ini yang terbaru nih.
04:59Dan di ND ada juga yang mengambil hutan sekolah.
05:01Enggak, enggak, ya itu udah.
05:02Udah?
05:03Dikoreksi semua.
05:04Semua masukan,
05:05termasuk juga yang ada di social media,
05:08kita langsung,
05:09karena kita juga punya call center,
05:11Kementerian Kooperasi,
05:12kita mirroring juga dengan
05:15sistem informasi yang ada di
05:17PT Agnus Pangan Nusantara,
05:19selalu melakukan pengecekan di lapangan
05:21yang di NTT itu.
05:24Sudah ini ya?
05:25Itu bukan.
05:25Kalau monitoring Pak Menteri ya?
05:26Itu samping lewat jenis.
05:28Oh, samping.
05:29Bahkan,
05:29SD itu tersebut malah
05:32minta tolong untuk
05:32sekaligus di inovasi dan sebagainya.
05:35Yang tengah,
05:36enggak tengah kuburan,
05:37jadi,
05:38apa namanya,
05:39itu di samping.
05:40Di samping,
05:40di sini tersebut di samping.
05:44Artinya hal-hal seperti ini tidak luput
05:47dari pantauan Kementerian Kooperasi?
05:49Wajib,
05:49karena sekali lagi,
05:51masukan,
05:52kritik sekalipun,
05:53harus ditanggapi sekarang,
05:55karena kami juga yakin,
05:56percaya bahwa
05:57masukan dari masyarakat itu
05:59niatnya adalah untuk
06:00supaya program ini bisa berjalan
06:03dengan baik,
06:04dan kami tentu di Kementerian Kooperasi
06:06bersama kementerian yang,
06:07dan lembaga yang lain pun juga,
06:09harus,
06:10apa namanya,
06:11melakukan yang sebaik-baiknya
06:14agar tahap
06:16pembentukan,
06:17bangun fisik,
06:18gudang gere dan alat kelengkapan
06:20serta operasionalisasinya ini
06:21akan berjalan sesuai dengan
06:23keinginan Bapak Presiden
06:25yang mengharapkan
06:26Kooperasi Desa Kelurahan Merah Putih ini
06:27instrumen penting
06:29untuk menggerakkan
06:30ekonomi produktif.
06:32Agak ada perbedaan
06:33antara program Kooperasi Desa Kelurahan Merah Putih
06:35dengan misalkan program akan berkini,
06:38kalau program makan bergizi,
06:40heavy-nya lebih banyak ke sosial
06:42untuk menurunkan angka stunting
06:44dan malnutrisi,
06:45tapi kalau program Kooperasi Desa Kelurahan Merah Putih ini
06:47betul-betul program
06:49untuk menggerakkan ekonomi produktif
06:51di masyarakat,
06:53di desa-desa dan kelurahan.
06:54Saya ingin mengkelirkan soal target angka kan
06:58kalau waktu dicanangkan di Kelaten itu kan
07:00Rp80.000 ya oleh Presiden itu kan
07:03kalau tadi Mas Peri mengatakan bahwa
07:06Rp40.000 di tahun ini
07:07di tahun ini
07:08sebetulnya persisnya itu
07:12seperti apa?
07:13Apakah betul tahun ini Rp40.000
07:15nanti sampai dengan Rp20.09 itu
07:17pembagian cisa seperti apa?
07:17Karena kan tadi saya sampaikan
07:20karena keterbatasan lahan
07:22jadi kami pun juga
07:24kemarin waktu pertama bangunan
07:27ini kan prototipenya kan
07:28lahannya 600 meter persegi
07:30sampai 1000 meter persegi
07:32itu ternyata itu tidak gampang
07:33kita dapatkan
07:35dan oleh karena itu nanti
07:36untuk selanjutnya
07:37kami sedang mempertimbangkan
07:39untuk mengkaji
07:40untuk misalkan
07:41di kooperasi-kooperasi kelurahan
07:43yang ada di kota-kota
07:45itu mungkin tidak harus seluas itu
07:48Oh jadi ada penyesuaian ya
07:50Misalkan dimodifikasi
07:52bangunannya vertikal
07:53atau disesuaikan dengan
07:55apa situasinya
07:57bahkan kami juga mengkaji
07:59terhadap desa-desa
08:01yang jumlah penduduknya sedikit
08:03kalau ada jumlah desa
08:05yang kurang lebih ribu orang
08:06itu tidak harus dibangun
08:08apa bangunan
08:10kooperasi desanya
08:11jadi satu kooperasi desa
08:12kelurahan merah putih itu
08:14bisa meliputi beberapa
08:16desa yang jumlah penduduknya
08:18sedikit
08:19Kalau menurut Anda ya
08:21target 40 ribu tahun ini
08:2340 ribu itu
08:24tahun ini
08:25kemudian kan nanti
08:26untuk tahun selanjutnya
08:27bisa kita
08:28bertahap
08:29bertahap
08:30untuk kita kembangkan lagi
08:31bangunan dan operasionalisasi
08:33kooperasi desa
08:34yang
08:34atau kelurahan yang
08:36sesuai dengan
08:37dengan kompleksitas yang
08:38tapi sekarang ini
08:39termasuk soal
08:40kesulitan lahan
08:41terus kemudian bagaimana
08:42mencari lahan dan
08:44musyawarah desa
08:45kira-kira target
08:4680 ribu sampai dengan
08:4829 itu menurut Anda
08:49realisis atau tidak
08:50atau mungkin juga
08:51ada penyesuaian
08:52seperti hal yang terjadi
08:53di SPPG kan
08:54SPPG kan kemudian
08:55ketika ada evaluasi
08:56langsung ada
08:57saya rasa dengan tahapan
08:59seperti ini
09:00menurut saya
09:01kita juga harus
09:02mementingkan
09:03karena sudah masuk
09:04operasional
09:05jadi ini pendekatannya
09:06juga sudah harus
09:07lebih kualitatif
09:08jadi menurut pandangan
09:10kami di tahun ini
09:11kemarin juga sudah
09:12diputuskan dirapat
09:13di kantor
09:14menko pangan
09:15maksimal 40 ribu
09:16bangunan fisiknya
09:18dan operasionalisasinya
09:20operasionalisasi ini
09:21kan juga harus
09:22perlu waktu juga
09:23di setiap entitas usaha
09:25kan juga butuh waktu
09:26untuk mulai belajar
09:28dan itu tetap dengan
09:29skema kerjasama dengan
09:30TNI dan Agrinas ya
09:31dalam
09:33operasionalisasi
09:33nggak ada hubungannya
09:34hanya bangunan aja
09:35ya bangunan
09:36dan
09:36tapi Agrinas
09:37nanti ikut terlibat
09:40off-taker gitu
09:41tapi bareng-bareng
09:42karena
09:42untuk peraturan presiden
09:44draft yang kami
09:46sampaikan itu
09:46ada keterlibatan
09:48kementerian lembaga lain
09:49juga
09:49kementerian koperasi pun
09:51juga tetap harus
09:52punya tanggung jawab
09:52monitoring evaluasi
09:54jadi
09:55karena
09:56operasional
09:57sekali lagi
09:58ini adalah
09:58pendekatan kualitatif
10:00kualitatif
10:00dan
10:01perlu waktu
10:02untuk bisa sampai
10:04apa
10:04memenuhi standar
10:05nah ini kan
10:07penting
10:07ini
10:08gitu
10:08kan nggak bisa langsung
10:10tiba-tiba
10:10untung
10:11kan perlu waktu juga
10:12dan
10:12tetapi
10:13ya memang tidak ringan
10:14itu
10:15tidak ringan
10:16makanya
10:17jalan terjalnya
10:18ada
10:19tapi kami harus
10:21meyakinkan
10:22kepada
10:22masyarakat
10:24bahwa keinginan
10:25bapak presiden
10:25membentuk program
10:26koperasi desa kurang
10:27oh iya
10:28ini
10:28adalah program
10:30yang
10:30satu
10:31ini merubah
10:32mindset
10:34bahwa
10:34masyarakat
10:35di desa-desa dan
10:36kurahan itu
10:37adalah
10:37tidak sebagai
10:38penerima manfaat
10:40atau obyek ekonomi
10:41tapi mereka
10:41sekarang menjadi
10:42pelaku ekonomi
10:43dibikin
10:44dibuatin
10:45badan usaha
10:46namanya
10:46badan usaha
10:47koperasi
10:48desa-keluran
10:49merah putih
10:49mereka
10:50masyarakat
10:51di desa-desa
10:53khususnya
10:53itu dibukakan
10:54akses permodalan
10:55di setiap
10:57koperasi desa
10:57keluran merah putih
10:58diberikan
10:59plafon 3 miliar
11:01yang terdiri
11:02untuk bangun
11:04fisik
11:04gudang gede
11:05dan alat
11:05lengkapannya
11:06beserta
11:06instalasi listrik
11:07AC
11:08dan juga
11:09air
11:10kemudian juga
11:11sarana
11:12kelengkapannya
11:13rak-rak
11:14dan kemudian juga
11:15ada
11:15truk
11:16pick-up
11:16dan kendaraan
11:17motor
11:18karena sangat komplek
11:19tadi harus ada
11:20pendekatan kualitatif
11:21ini tahun
11:222026
11:23tinggal 6 bulan
11:24lagi
11:24Anda masih optimis
11:27bahwa ini
11:28bisa tercapai
11:29di 40 ribu
11:30kalau bangunan
11:31tadi kan
11:31yang sudah
11:33100%
11:33sudah 14 ribu
11:34kemudian yang
11:35sedang dibangun
11:36sudah 23 ribu
11:39masih ada 6 bulan
11:41masih cukup
11:42itu tuh
11:43bisa dipisahkan
11:44antara target
11:45pembangunan fisik
11:46kooperasinya
11:47atau pengelolaannya
11:48seperti yang tadi
11:49dibilang
11:50kemarin waktu
11:51di Kabupaten Nganjuk
11:52bulan Mei kemarin
11:54di launching oleh
11:55Bapak Presiden
11:561061
11:57yang operasional
11:58dan 1061
12:00yang operasional ini
12:01sekarang sudah berjalan
12:02tentu ada yang
12:04ada yang sukses
12:06ada yang kurang sukses
12:07ada yang perlu
12:08disempurnakan
12:08karena ini memang
12:10program baru
12:10kami pun juga
12:11tidak merasa
12:12paling ngerti
12:14tapi
12:14karena
12:15sama-sama belajar
12:17tapi
12:18sambil juga
12:19ini merupakan
12:20kesempatan
12:20bagi masyarakat
12:21untuk mulai
12:22ikut berpartisipasi
12:23bareng dengan kita
12:25untuk
12:25semangat lagi
12:26mereka punya
12:27usaha
12:28mereka bisa
12:29menjadikan
12:30kooperasi desa
12:31keluarga merah putih
12:32ini jadi
12:32alternatif
12:33kegiatan ekonominya
12:35mereka
12:35dan
12:36kami terus
12:37melakukan penyempurnaan
12:38dan oleh karena itu
12:39memang
12:40tahap yang terpenting
12:42adalah bukan soal
12:44bangunan fisiknya
12:45tapi yang terpenting
12:46adalah menurut saya
12:47operasionalisasinya
12:49karena disitulah
12:50nanti kemudian
12:51kita diuji
12:52apakah
12:53kooperasi desa
12:54keluarga merah putih
12:55ini
12:55memberikan manfaat
12:56yang sebesar-besarnya
12:57buat anggota
12:58dan juga untuk
12:59masyarakat
13:00oke
13:00bagaimana
13:02kementerian kooperasi
13:03menjamin kesuksesan
13:04kopdes sebagai
13:05salah satu program
13:06unggulan pemerintah
13:07khususnya Presiden Prabowo
13:08kita bahas usaha jendela berikut
13:10tetaplah di satu meja di forum
13:11selamat menikmati
13:12selamat menikmati
13:13selamat menikmati
Komentar