Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Program Latsarmil KOPDES merupakan inisiatif yang bertujuan membekali pengelola Koperasi Desa (KOPDES) dengan nilai-nilai disiplin, kepemimpinan, kerja sama, serta semangat pengabdian dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Program ini memunculkan beragam tanggapan pro dan kontra dari masyarakat, akademisi, maupun pelaku koperasi.



#latsarmil #kopdes #prokontralatsarmil #parasot

Baca Juga Momen Prabowo Beri Hormat kepada Jokowi di Upacara HUT ke-80 Bhayangkara | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/regional/678268/momen-prabowo-beri-hormat-kepada-jokowi-di-upacara-hut-ke-80-bhayangkara-sapa-malam



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/678271/pro-kontra-latsarmil-efektif-membangun-disiplin-atau-perlu-dievaluasi
Transkrip
00:00Perlu kami tegaskan bahwa kegiatan ini bukan bertujuan membentuk peserta menjadi prajurit atau anggota militer.
00:08Para peserta tetap berada pada profesi dan penugasan sipilnya sebagai calon manajer pengelola
00:17Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih dan Kampung Layan Merah Putih.
00:21Latihan bela negara dan manajerial ini diarahkan untuk membentuk karakter, disiplin, kepemimpinan, integritas, kerjasama, tanggung jawab, profesionalisme,
00:39kemampuan bekerja dalam tekanan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.
00:45Korelasi kegiatan ini dengan pertahanan negara terletak pada ran strategis Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih dan Kampung Layan Merah Putih
00:57dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, ekonomi rakyat yang kuat merupakan bagian dari ketahanan nasional.
01:06Karena itu pembentukan calon pengelola Koperasi yang berkarakter, berintegritas, disiplin, dan memiliki jiwa kemimpinan menjadi bagian penting
01:16dalam mendukung pembangunan nasional dan pertahanan negara.
01:20Menyampaikan apa namanya, Jala Sungkawa kemudian juga akan mengambil langkah-langkah perbaikan
01:29di dalam proses pendidikan dan pelatihan, manajer Koperasi Merah Putih.
01:35Dan tentu saja masukan dari masyarakat, dari berbagai pihak untuk peristiwa itu tentu didengar oleh pemerintah,
01:45diperhatikan, dan itu menjadi bahan untuk mengevalusi supaya proses pelatihan ini menjadi lebih baik.
01:56Jadi, tapi secara umum tentu karena proses ini sudah berlangsung dan memang tenaga manajer
02:04untuk Koperasi Merah Putih juga harus segera bekerja, sehingga pelatihan tetap jalan terus,
02:13tetapi masukan dari berbagai pihak, tentu diperhatikan.
02:15Ingin kami sampaikan bahwasannya pelatihan untuk 35 ribu orang lebih peserta ini
02:24dilanjutkan begitu saja seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
02:30Prioritas utamanya saat ini adalah keselamatan nyawa.
02:34Perbaikan apapun akan dilakukan demi keselamatan nyawa saudara-saudara kita.
02:41Dan kegiatan latihan dasar, kegiatan latihan dasar militer ini sudah dihentikan.
02:49Sekarang berganti dengan pembekalan bela negara dan manajerial.
02:56Materi teknis, kemudian materi taktis militer juga sudah dihilangkan.
03:01Termasuk kegiatan menembak dan kegiatan-kegiatan terkait fisik yang militer lainnya.
03:09Bedanya hanya di penghilangan untuk militer itu saja?
03:13Atau ada, apalagi mas Hariko?
03:15Bagaimana mbak Sindik?
03:16Bedanya dengan pembekalan bela negara itu apa?
03:19Hanya dihilangkan militernya atau ada faktor lain yang juga beda?
03:24Ya, kemudian dengan aktivitas fisiknya itu terkait kemugaran saja.
03:32Yaitu senang pagi dan jalan kaki.
03:35Dan aktivitas senang pagi dan jalan kaki pun menyesuaikan dengan kondisi fisik peserta.
03:45Dan kami pemerintah memohon maaf atas musibah ini.
03:52Dan sejak awal memang yang diutamakan dalam pelatihan ini adalah terkait dengan integritas.
04:00Kejujuran, kemudian kemampuan manajerial, kemudian intelektual.
04:06Dan memang para peserta ini sangat beragam.
04:11Oleh karena yang diutamakan adalah hal-hal yang terkait dengan integritas kejujuran manajerial dan cita tanah air.
04:19Maka saudara-saudara kita yang disabilitas, kemudian ibu hamil, dan lain sebagainya.
04:27Itu juga bisa ikut dalam pelatihan ini.
04:30Ya, pertama tentu saja apresiasi ya.
04:34Pemerintah mau minta maaf itu satu hal yang luar biasa.
04:38Artinya mengakui ada yang salah dari program ini.
04:42Tapi tentu tidak bisa sekedar tindak maaf karena ini pemerintah ya.
04:49Bagi saya ada disorientasi yang luar biasa dalam program ini.
04:54Kita punya menteri kooperasi, kementerian kooperasi begitu ya.
04:59Tetapi pelaksanaan sistemnya dilaksanakan oleh kementerian pertahanan.
05:04Ini bagi saya aneh dan apa yang terjadi dengan lima korban nyawa ini adalah bukti bahwa berbagai program pemerintah itu
05:15tidak matching dengan gagasan dan konsep ketatanegaran yang ada.
05:19Dan tidak bisa sekedar minta maaf ini evaluasi harus ada dan dilakukan untuk memastikan tidak berulang kembali hal-hal yang
05:29kemudian tidak sesuai dengan aspek dan kebutuhan dari program-program pemerintah yang ada.
05:36Bagi kita semua, langkah-langkah pemerintah yang jauh dari kompetensi sesungguhnya itu pertanyaan yang selalu menggelayut di kita.
05:49Karena biasanya program-program pemerintah kurang planning ya, tidak direncanakan dengan baik.
05:56Begitu sudah jatuh korban, barulah kemudian ada upaya perbaikan-perbaikan.
06:01Kalau bisa jangan sampai diskusi kita kemana-mana ya, membahas SOP, membahas apakah ada penyakit bawaan, apakah ada kelelayan.
06:09Dan menurut saya ada satu pertanyaan yang jauh lebih mendasar, yaitu mengapa calon pengelola Kopdes Merah Putih ini harus mengikuti
06:18latihan dasar militer.
06:20Itu pertanyaan yang seharusnya dijawab terlebih dahulu.
06:23Apa hubungan antara push-up dengan menyusun laporan keuangan, apa hubungan antara halang rintang dengan mengawasi stok barang, apa hubungan
06:32latihan tempur dengan melayani anggota koperasi.
06:35Kalau memang hubungan itu tidak ada, tunjukkan buktinya kepada publik.
06:40Kalau tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa peserta yang mengikuti latihan militer kemudian menghasilkan laporan keuangan yang lebih akurat, maka
06:49hentikan saja kebijakan ini.
06:52Tidak bisa kebijakan dilakukan tanpa alasan yang jelas dan ada data dan bukti empiris yang menunjukkan bahwa itu kemudian sangat
07:02efektif.
07:02Karena kalau saya membentuk disiplin ya, disiplin kan bukan hanya soal itu ya, disiplin itu luar sekali maknanya.
07:10Mbak Bivit, sudah ada respons dari Mensesnek, kemudian hari ini ada konferensi pers dari Kemenhan.
07:15Sejauh mana Anda menangkap ada upaya untuk mengevaluasi setelah ada kasus lima meninggal ini?
07:20Kalau mau mengevaluasi, evaluasinya harusnya diarahkan kepada desain tentang bagaimana program ini harus dilaksanakan.
07:27Jadi bukan soal kelalaian, saya kira juga bukan soal apakah kemenggeran kesehatan akan ikut atau tidak.
07:34Tapi pertanyaan dasarnya adalah, apa relevansi latihan militer yang sifatnya fisik terhadap calon manajer kooperasi?
07:44Itu saya kira yang harus dievaluasi.
07:47Jadi evaluasinya menyeluruh dalam konteks desain kelembagaan kooperasi merah putih ini seperti apa?
07:53Kalau kita tak tanggalkan dulu persoalan ekonominya, persoalan top-down dan seterusnya ya.
07:58Tapi mari kita fokus pada rekrutmennya.
08:00Kalau dikatakan misalnya tadi saya membaca cuplikan liputan sebelumnya,
08:04bahwa seharusnya semua calon anggota sudah tahu, calon manajer sudah tahu bahwa akan ada pelatihan seperti ini dan mereka sudah
08:11setuju.
08:11Mari kita baca situasinya dulu.
08:13Situasinya adalah banyak sekali orang yang memang butuh pekerjaan.
08:17Karena 19 juta lapangan pekerjaan yang dijanjikan kepada rakyat Indonesia ternyata tidak ada.
08:22Sehingga akhirnya mereka tidak punya pilihan yang terlalu banyak.
08:25Bahkan mungkin saja mereka berbohong mengenai latar belakang penyakit dan seterusnya.
08:30Tapi yang mendasar adalah alasan logis apa yang bisa dijelaskan untuk memberikan pelatihan fisik seperti militer.
08:38Bahkan yang saya baca juga ada pelatihan menggunakan senjata dan sebagainya untuk menjaga toko.
08:43Nah jadi evaluasinya mesti sampai ke arah situ.
08:46Dan selagi evaluasi harusnya rekrutmen dan pelatihan ini dihentikan terlebih dulu.
08:52Sebelum besok kita baca tidak hanya 5 tapi 6, 7, 8 dan saya nggak tahu berapa banyak.
08:57Karena secara desain kebijakan ini salah.
09:01Itu dulu yang harus diakui.
09:02Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan