00:00Setelah melalui sengketa panjang Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno atau PPKGBK,
00:08pagi ini resmi melakukan eksekusi pengosongan paksa kawasan Blok 15 GBK atau Ex Hotel Sultan Jakarta Pusat.
00:19Eksekusi ini merupakan tindak lanjut atas perintah final pengadilan
00:24karena habisnya masa berlaku hak guna bangunan atau HGB sejak 2023 lalu.
00:30300 personil gabungan dikerahkan ke lokasi mengamankan jalannya pengosongan aset negara.
00:37Antisipasi jika masih terdapat barang milik pengelola lama yakni PT Indo Build Co.
00:44pihak PPKGBK telah menyiapkan skenario khusus berupa pendataan dan penyimpanan properti
00:50serta memberikan tenggat waktu hingga 6 bulan bagi pihak pengelola untuk mengambilnya.
00:58Lebih lengkap kita akan tanyakan langsung bagaimana kondisi terkini di Hotel Sultan.
01:03Sudah ada jurnalis Kompas TV, sudah ada Jihan Jufri dan juru kamera Gahniar Febrian di sana.
01:08Selamat pagi Jihan.
01:09Jihan, bagaimana suasana eksekusi pengosongan Hotel Sultan di hari ini
01:16termasuk juga soal pengamanan serta respon di lokasi seperti apa?
01:24Ya, Disti dan juga Saudara, kalau suasananya memang kami pantau di tempat di depan Hotel Sultan
01:33yang berada di area parkir Timur Senayan ini sudah ramai oleh baik itu simpatisan
01:41ataupun juga mantan karyawan dari Hotel Sultan yang menolak aksi pengosongan lahan pada pagi hari ini.
01:49Informasinya nanti di sekitar pukul 9.15 waktu Indonesia Barat
01:54proses eksekusi pengosongan lahan akan segera dilakukan setelah konferensi pers dilakukan oleh pihak PPKGBK
02:03dan nantinya dari personel gabungan akan langsung dikerahkan masuk ke area Hotel Sultan untuk melakukan eksekusi.
02:12Nah, informasinya kalau persiapan kami melihat di sini sudah ada banyak sekali personel gabungan yang dikerahkan.
02:20Informasinya ada sebanyak 300 personel gabungan, baik itu dari tim PPKGBK,
02:25kemudian dari Kementerian Sekretariat Negara, dari tim kuasa hukum, kemudian dari kantor jasa penilai publik atau KJPP
02:34lalu juga sejumlah institusi terkait seperti PLN dan juga Telkom turut dikerahkan untuk membantu jalannya proses eksekusi dengan baik.
02:45Nah, kalau kami pantau di belakang saya tadi memang sudah terlihat ada banyak sekali simpatisan
02:53kemudian juga karyawan ex-hotel Sultan yang menolak aksi ini dikarenakan mereka merasa seperti lapangan pekerjaannya ini diambil begitu ya.
03:04Namun proses eksekusi ini informasinya akan tetap dilangsungkan setelah konferensi pers di sekitar pukul 9.15 waktu Indonesia Barat.
03:14Kalau kita melihat dari informasi-informasi sebelumnya memang dari Hotel Sultan ini sempat mengalami sengketa begitu ya
03:23yang kemudian hak guna bangunannya ini sudah selesai di tahun 2023 lalu
03:28dan memang sampai tahun 2026 ini, ini belum dilakukan penggunaan,
03:35tenggatannya sudah jatuh, kemudian di hari ini tepatnya akan dilakukan eksekusi.
03:41Nah, informasinya memang masih ada sejumlah barang-barang yang berada di dalam area Hotel Sultan
03:47yang informasinya ini sudah disiapkan skenario khusus oleh PPKGBK
03:53yakni bila ditemukan ada aset ataupun barang-barang milik pengelola sebelumnya
03:59yakni PT Indobiltko nantinya dari petugas gabungan ini akan melakukan skenario tersebut
04:08yakni untuk mendata lalu juga didokumentasikan
04:14kemudian disimpan begitu ya barangnya oleh pihak PPKGBK
04:20dan diberikan tenggat waktu selama 6 bulan untuk pihak PT pengelola sebelumnya
04:27mengambil barang-barang ataupun aset tersebut.
04:29Nah, informasinya sebentar lagi akan dilakukan konferensi pers
04:33selalu akan dilangsungkan proses eksekusi.
04:36Kami masih menantikan bagaimana jalannya proses eksekusi
04:39karena kalau kami lihat di belakang sendiri ini sebenarnya sudah banyak sekali
04:44dari simpatisan dan juga karyawan.
04:47Harapannya tidak ada perlawanan kalau dari pihak PPKGBK dan juga pihak kementerian terkait.
04:54Namun kita akan nantikan karena informasinya sebentar lagi proses eksekusi akan dilakukan.
05:00Kita akan kawal bagaimana proses eksekusi terkait dengan ex-hotel Sultan Jakarta Pusat.
05:07Terima kasih informasinya Jurnalis Kompas TV Jihan Jufri
05:09dan juga Juru Kamera Gahniar Febren melaporkan.
Komentar