00:00Tio Ardianto diduga memiliki kedekatan dengan jaringan politik tertentu
00:05bahwa tudingan itu tidak berdasar, bahkan cenderung fitnah.
00:10Aliansi BEM Bersatu menyeroti dugaan keterlibatan aktor politik
00:15dalam sejumlah aksi mahasiswa yang berlangsung belakangan ini.
00:20Dalam pernyataan sikapnya, juru bicara sekaligus perwakilan aliansi BEM Bersatu
00:25menyinggung nama eks-ketua BEM UGM, Tio Ardianto.
00:30Yang diduga memiliki kedekatan dengan jaringan politik tertentu
00:34dan menyeret nama Andika Perkasa
00:36yang diketahui menjadi bagian dari tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024.
00:43Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:46Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
00:49Saya selaku juru bicara, perwakilan dari BEM Fakultas Bersatu
00:55hari ini akan menyampaikan beberapa pernyataan sikap kami
01:00yakni pernyataan sikap tolak gerakan mahasiswa yang ditugangi kepentingan politik praktis.
01:06Kami, BEM Fakultas Bersatu, menolak segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa
01:12oleh kepentingan politik praktis.
01:14Gerakan mahasiswa harus tetap menjadi suara rakyat,
01:17bukan alat elit dalam perebutan kekuasaan.
01:19Kami menilai sejumlah aksi mahasiswa belakangan ini mulai kehilangan arah.
01:24Ditandai minim kajian, lemahnya argumentasi, dan ketidakjelasan substansi tuntutan.
01:30Kondisi ini memunculkan pertanyaan apakah gerakan masih berpihak kepada rakyat
01:34atau telah disusupi agenda tertentu.
01:37Berdasarkan hal tersebut, terdapat beberapa catatan utama.
01:41Pertama, kami mempertanyakan prioritas isu yang diangkat
01:45di tengah kebutuhan mendasar masyarakat, perhatian justru tersedot
01:49pada isu yang tidak menjadi urgensi utama.
01:52Sementara itu, program makan bergizi gratis yang berdampak langsung
01:56pada gizi dan kesejahteraan masyarakat justru menjadi sasaran penolakan
02:00meski perbaikan tata kelola tetap diperlukan.
02:04Gerakan ini, kedua, kami melihat indikasi kuat keterlibatan aktor politik praktis
02:11dalam gerakan ini. Salah satu pimpinan aksi, Tio Ardianto,
02:16diduga memiliki kedekatan dengan jaringan politik tertentu.
02:19Mobil Fortuner, yang digunakan diduga terdaftar atas nama Siti Nuraini,
02:25adik Letjen TNI Purnawirawan Setio Sularso,
02:31yang merupakan besan Jenderal TNI Andika Perkasa.
02:36Toko tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024.
02:39Dugaan ini diperkuat kehadiran politisi PDIP Perjuangan Andi Wiyayanto
02:46di tengah masa aksi.
02:48Keterkaitan tersebut juga diperkuat oleh kehadiran Tio Ardianto
02:52dalam Dialog Nasional Kebangsaan yang akan dilaksanakan di Bandung
02:56pada tanggal 18 Juni 2026 mendatang.
02:59Bersama dengan sejumlah tokoh seperti Said Didu, Roy Suryo, Refli Harun,
03:05dan Dr. Tifa dalam forum yang sama.
03:07Letjen TNI Setio Sularso juga tercatat hadir menunjukkan adanya jaring yang patut dicermati.
03:14Ketiga, kami menolak narasi krisis yang tidak berbasis data utuh
03:19karena berpotensi mengalihkan fokus publik dari agenda penting
03:23termasuk pemberantasan korupsi berskala besar yang sedang berjalan.
03:29Keempat, kami menyayangkan dugaan pemanfaatan aksi mahasiswa oleh pihak luar
03:35sebagaimana telah diklarifikasi sejumlah BEM termasuk Universitas Negeri Jakarta dan Unindra.
03:41BEM Fakultas Bersatu akan terus mengawal kemurnian gerakan mahasiswa
03:46agar tetap independen, berpihak kepada rakyat, serta bebas dari intervensi elit politik.
03:53Tuntutan BEM Bersatu
03:54Poin 1, mendesak sterilisasi gerakan mahasiswa dari pendanaan, fasilitas, dan segala bentuk intervensi politik praktis.
04:04Poin 2, mendukung keberlanjutan program makan bergizi gratis dengan catatan
04:09perbaikan tata kelola agar tepat sasaran dan akuntabel.
04:13Poin 3, mendukung pengusutan tuntas koruptor tanpa pandang bulu, serta mengajak seluruh mahasiswa Indonesia
04:21mengawal proses hukum secara kritis dan objektif.
04:27Demikian pernyataan sikap dari kami, yang mana hari ini saya selaku juru bicara dari BEM Fakultas Bersatu
04:36dalam hal ini menyampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa
04:40negara ini kemudian tidak melarang
04:44mahasiswa, pemuda, ataupun masyarakat untuk melakukan aksi unjuk rasa.
04:49Akan tetapi yang perlu untuk digarisbawahi adalah
04:52jangan sampai hari ini
04:54gerakan-gerakan kawan mahasiswa
04:57ataupun masyarakat
04:58ditunggangi oleh elit-elit tertentu
05:01yang kemudian memanfaatkan gerakan-gerakan tersebut
05:04untuk kepentingan pribadi, bukan kepentingan seluruh masyarakat Indonesia.
05:09Mungkin sekian pernyataan sikap dari kami
05:11saya dan kawan-kawan berterima kasih kepada kawan-kawan media
05:15dan juga berterima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia
05:19yang sampai hari ini masih mengawal segala bentuk isu yang terjadi di Republik ini.
05:24Hidup mahasiswa!
05:25Hidup mahasiswa!
05:26Hidup rakyat Indonesia!
05:27Hidup rakyat Indonesia!
05:28Di sisi lain, politisi PDI Perjuangan Guntur Romli
05:33membantah tuduhan dari aliansi BEMBER 1 tersebut.
05:37Bahwa tudingan itu tidak berdasar
05:40bahkan cenderung fitnah
05:43karena PDI Perjuangan juga pernah dituding
05:45pada tahun yang lalu pada bulan Agustus 2025
05:49juga dituduh membekeni aksi mahasiswa
05:53pada bulan Agustus tahun lalu.
05:58Dan seperti kemarin juga penolakan terhadap PBG
06:01aksi-aksi mahasiswa juga ikut
06:03kembali dituding
06:05dengan alasan yang tidak masuk akal.
06:08Contohnya kan tadi saya jelaskan
06:10hanya ke pemilikan mobil Fortuner yang dipakai oleh Tio
06:14miliknya Ibu Siti Nuraini katanya
06:16dan itu adiknya Lejen
06:20Setio Sularso
06:21dan kemudian Pak Lejen itu kan
06:24besarnya dengan Pak Andika.
06:27Jadi ini ada hubungan antara
06:29kemudian besar
06:31yang belum tentu linier soal pilihan politik.
06:34Tiba-tiba sudah dikaitkan bahwa Tio itu
06:37dibekengi oleh PDI Perjuangan.
06:39Tapi gini Mas Guntur
06:41bagaimana Anda menjelaskan
06:42ada kehadiran politisi senior PDI Perjuangan nih
06:45Andi Wijayanto
06:46di tengah aksi masa tersebut?
06:48Rame soal
06:50waktu malam
06:52diskusi dengan
06:54Menteri
06:55siapa itu
06:55Pak Sudar Yono
06:58sama Pak Nusron Wahed
07:00kan gak ada
07:00Mas Andi Wijayanto itu.
07:02Tidak ada dalam aksi tersebut.
07:04Yang dimaksud
07:05aksi di mana itu.
07:06Tidak pernah kami juga mendapatkan laporan
07:10atau ada informasi
07:11misalnya Mas Andi Wijayanto itu
07:13bersama
07:14berarti dengan
07:16siapa?
07:17Tio Ardianto gak pernah.
07:18Dan Tio Ardianto itu gak pernah bertemu
07:20dengan orang-orang
07:21atau kader atau pengurus PDI Perjuangan.
07:23Makanya kami melihat bahwa itu semua
07:25adalah tudingan-tudingan
07:27yang tidak berdasarkan fakta.
07:30Dan kalau kita kembali kepada kritik
07:32terhadap MBG
07:33ini kan tidak hanya
07:33mahasiswa
07:35atau tidak hanya
07:36PDI Perjuangan
07:37yang melakukan kritik
07:38bahkan
07:39Tapi sebelum kesana Mas Guntur
07:41sebelum kita kesana Mas Guntur
07:44sebelum kita kesana
07:45Anda membacanya
07:47jadi apa
07:47tudingan yang dilakukan
07:49oleh BEM Bersatu ini
07:50terhadap
07:52Tio
07:52yang diduga
07:54ditunggangi oleh
07:55PDIP
07:56Anda membacanya
07:57ini ada peta seperti apa
07:58ketika tudingan ini muncul?
08:01Itu merupakan upaya
08:03untuk melakukan
08:04pembunuhan karakter
08:05bahwa apa yang dilakukan oleh Tio itu
08:07tidak independen
08:08tapi ditunggangnya
08:09dari partai politik
08:10jadi tujuannya
08:12sebenarnya
08:12ke arah sana
08:13jadi membunuh
08:15gerakan mahasiswa
08:16yang independen
08:17yang kritis
08:18kemudian dikaitkan
08:19mereka dengan
08:19partai politik
08:20begitu kalau saya melihat
08:22kita juga
08:24membaca
08:25bagaimana juga
08:27BEM-BEM di kampus
08:28mereka yang diklaim
08:29ternyata sekarang kan
08:30melakukan
08:31karifikasi
08:32dari UNAS
08:34dari UNJ
08:34dari BSI
08:35dari mana-mana
08:36menganggap bahwa mereka
08:37tidak pernah mengirimkan
08:38perwakilan ke
08:39BEM Bersatu
08:40jadi yang disebut
08:41ditunggangi
08:42di mana?
08:42apakah Tio
08:43atau jangan-jangan
08:44BEM Bersatu itu
08:46yang ditunggangi
08:46untuk mengalihkan isu
08:51melihat fakta secara utuh
08:53menelusuri
08:54yang tak terlihat
08:55satu langkah
08:56lebih dekat
08:57satu langkah
08:57lebih mendalam
08:58saksikan di poinvestigasi
09:00di Kompas TV
09:01channel 11
09:02di televisi anda
Komentar