Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 12 jam yang lalu
Juru bicara BEM Bersatu Rahmat Djimbula dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (16/6/2026), mengatakan salah satu indikasi terlihat dari kepemilikan mobil mantan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada Tiyo Ardianto yang belakangan mengkritik program tersebut.

“Kami melihat indikasi kuat keterlibatan aktor politik praktis dalam gerakan ini. Salah satu pimpinan aksi, Tiyo Ardianto, diduga memiliki kedekatan dengan jaringan politik tertentu. Mobil Fortuner yang digunakan diduga terdaftar atas nama SN, adik Letjen TNI Purnawirawan SS, yang merupakan besan Jenderal TNI Purnawirawan AP, tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024. Dugaan ini diperkuat kehadiran politisi PDI Perjuangan AW, di tengah massa aksi,” kata Rahmat.

Menurut dia, dugaan keterkaitan di antara keduanya diperkuat oleh kehadiran Tiyo dalam forum yang sama dengan purnawirawan tersebut.

Selengkapnya dalam video ini.

Creative/Video Editor: Futty/Vanya
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Saya selaku jurubicara terwakilan dari BEM Fakultas Bersatu
00:05hari ini akan menyampaikan beberapa pernyataan sikap kami
00:09yakni pernyataan sikap tolak gerakan mahasiswa yang ditugangi kepentingan politik praktis
00:15kami BEM Fakultas Bersatu menolak segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis
00:22gerakan mahasiswa harus tetap menjadi suara rakyat bukan alat elit dalam perebutan kekuasaan
00:27kami menilai sejumlah aksi mahasiswa belakangan ini mulai kehilangan arah
00:31ditandai minim kajian, lemahnya argumentasi, dan ketidakjelasan substansi tuntutan
00:36kondisi ini memunculkan pertanyaan apakah gerakan masih berpihak kepada rakyat
00:41atau telah disusupi agenda tertentu
00:43berdasarkan hal tersebut, terdapat beberapa catatan utama
00:46pertama, kami mempertanyakan prioritas isu yang diangkat
00:51di tengah kebutuhan mendasar masyarakat
00:52perhatian justru tersedot pada isu yang tidak menjadi urgensi utama
00:56sementara itu, program makan bergizi gratis
00:59yang berdampak langsung pada gizi dan kesejahteraan masyarakat
01:02justru menjadi sasaran penolakan
01:04meski perbaikan tata kelola tetap diperlukan
01:07gerakan ini
01:09kedua, kami melihat indikasi kuat keterlibatan aktor politik praktis
01:14dalam gerakan ini
01:15salah satu pimpinan aksi, Tio Ardianto
01:18diduga memiliki kedekatan dengan jaringan politik tertentu
01:21mobil Fortuner yang digunakan diduga terdaftar atas nama Siti Nuraini
01:27adik legend TNI Purnawirawan Setio Sularso
01:32yang merupakan besan general TNI Andika Perkasa
01:36toko tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024
01:40dugaan ini diperkuat kehadiran politisi PDIP Perjuangan
01:44Andi Wiayanto di tengah masa aksi
01:47keterkaitan tersebut juga diperkuat oleh kehadiran
01:50Tio Ardianto dalam Dialog Nasional Kebangsaan
01:53yang akan dilaksanakan di Bandung pada tanggal 18 Juni 2026 mendatang
01:58bersama dengan sejumlah tokoh seperti
02:00Said Didu, Roy Suryo, Refli Harun, dan Dr. Tifa
02:04dalam forum yang sama
02:06legend TNI Setio Sularso juga tercatat hadir
02:08menunjukkan adanya jaring yang patut dicermati
02:11ketiga, kami menolak narasi krisis
02:14yang tidak berbasis data utuh
02:16karena berpotensi mengalihkan fokus publik
02:19dari agenda penting
02:19termasuk pemberantasan korupsi berskala besar
02:22yang sedang berjalan
02:25keempat, kami menyayangkan
02:27dugaan pemanfaatan aksi mahasiswa oleh pihak luar
02:30sebagaimana telah diklarifikasi sejumlah BEM
02:33termasuk Universitas Negeri Jakarta dan Unindra
02:36BEM Fakultas Bersatu akan terus mengawal
02:39kemurnian gerakan mahasiswa agar tetap independen
02:42berpihak kepada rakyat serta bebas dari intervensi elit politik
02:46Tuntutan BEM Bersatu
02:48Poin 1, mendesak sterilisasi gerakan mahasiswa
02:52dari pendanaan, fasilitas, dan segala bentuk intervensi politik praktis
02:57Poin 2, mendukung keberlanjutan program
03:00makan bergizi gratis dengan catatan
03:02perbaikan tata kelola agar tepat sasaran dan akuntabel
03:05Tiga, mendukung pengusutan tuntas koruptor tanpa pandang bulu
03:10serta mengajak seluruh mahasiswa Indonesia mengawal proses hukum secara kritis dan objektif
03:18Demikian pernyataan sikap dari kami
03:21yang mana hari ini saya selaku juru bicara dari BEM Fakultas Bersatu
03:26dalam hal ini menyampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa
03:30negara ini kemudian tidak melarang mahasiswa, pemuda, ataupun masyarakat
03:36untuk melakukan aksi unjuk rasa
03:38Akan tetapi yang perlu untuk digarisbawahi adalah
03:41jangan sampai hari ini gerakan-gerakan kawan mahasiswa
03:45ataupun masyarakat ditunggangi oleh elit-elit tertentu
03:49yang kemudian memanfaatkan gerakan-gerakan tersebut
03:52untuk kepentingan pribadi, bukan kepentingan seluruh masyarakat Indonesia
03:56Mungkin sekian pernyataan sikap dari kami
03:58saya dan kawan-kawan berterima kasih kepada kawan-kawan media
04:02dan juga berterima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia
04:05yang sampai hari ini masih mengawal segala bentuk isu yang terjadi di Republik ini
04:10Hidup mahasiswa!
04:11Hidup mahasiswa!
04:12Hidup rakyat Indonesia!
04:13Hidup rakyat Indonesia!
04:16Baik, terima kasih
04:17Mungkin itu saja penyampaian tersebut dari kami
04:20di dalam BEM Fakultas Bersatu
04:22ada 4 poin yang kemudian disampaikan tadi kurang lebihnya begitu
04:26mungkin itu yang bisa kami sampaikan dari jaturannya
04:28kami malah maaf
04:32Terima kasih telah menonton!
04:36Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan