00:00Ada yang janggal dari kemunculan kelompok yang menamakan diri BEM Bersatu.
00:04Mereka mahasiswa atau mahasewa ya?
00:08Bukan karena argumennya yang kuat, tapi dugaan bayarannya yang kuat.
00:13Kelompok tidak jelas, tapi bisa menggerakkan struktur pembentukan opini,
00:18baik media, pemberitaan, dan media sosial.
00:21Tuduhan mereka terhadap PDI Perjuangan dibangun di atas fondasi cocokologi yang rapuh.
00:27Kepemilikan mobil Fortuner dikaitkan dengan hubungan saudara kakak adik,
00:32dikaitkan dengan hubungan besan,
00:35lalu melompat ke kesimpulan bahwa PDI Perjuangan mendalangi aksi mahasiswa menolak MBG.
00:41Logika macam apa itu?
00:44Logika sesat fikir, falsi, yang hanya dimiliki mahasewa, bukan mahasiswa.
00:50Nama-nama yang disebut pun seperti Ibu Siti Nur Aini,
00:54legend Purnawirawan Setio Sularso juga bukan kader atau pengurus PDI Perjuangan.
01:00Yang lebih mengejutkan, BEM dari kampus-kampus yang diklaim menjadi bagian BEM Bersatu justru sudah angkat bicara.
01:08Mereka membantah dan mengklarifikasi bahwa nama lembaga mereka dicatut tanpa izin.
01:13Artinya, BEM Bersatu itu bukan representasi mahasiswa sejati,
01:19melainkan sekedar kumpulan mahasewa yang nama dan almamaternya dipinjam untuk melancarkan fitnah terorganisir.
01:28Maka tepatlah mereka disebut sebagai mahasewa, bukan mahasiswa.
01:33Mahasiswa bergerak atas nurani, mahasiswa bergerak atas bayaran,
01:38mahasiswa mengkritik dengan data, mahasiswa menyerang dengan cocokologi.
01:42Ironisnya, justru gerakan mahasiswa sejati yang menolak MBG yang bergerak murni atas kepedulian terhadap rakyat,
01:50kini dikriminalisasi narasinya oleh kelompok yang mengaku mahasiswa namun ditolak oleh kampus mereka sendiri.
01:57PDI Perjuangan tidak perlu membayar siapapun untuk mengkritik kebijakan yang gagal.
02:02Rakyat sudah cukup kecewa melihat MBG yang anggarannya bocor, korup dan tidak tepat sasaran.
02:08BEM Bersatu gagal menjadi oposan mahasiswa.
02:11Mereka hanya menjadi alat fitnah murahan yang bahkan tidak diakui oleh almamaternya sendiri.
02:19Sejarah tidak akan mencatat mereka sebagai pejuang, hanya sebagai mahasiswa.
02:23Hidup mahasiswa, ganyang mahasiswa.
Komentar