Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 jam yang lalu
Politisi PDI Perjuangan (PDIP), M. Guntur Romli, bereaksi keras terhadap tudingan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu yang menyebut adanya intervensi aktor politik senior di balik rangkaian aksi penolakan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Guntur Romli menilai tuduhan tersebut hanyalah upaya "cocokologi" yang tidak berdasar dan merendahkan independensi gerakan mahasiswa.

Simak video selengkapnya di atas.

Creative/Video Editor: Tikha/Vanya
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Ada yang janggal dari kemunculan kelompok yang menamakan diri BEM Bersatu.
00:04Mereka mahasiswa atau mahasewa ya?
00:08Bukan karena argumennya yang kuat, tapi dugaan bayarannya yang kuat.
00:13Kelompok tidak jelas, tapi bisa menggerakkan struktur pembentukan opini,
00:18baik media, pemberitaan, dan media sosial.
00:21Tuduhan mereka terhadap PDI Perjuangan dibangun di atas fondasi cocokologi yang rapuh.
00:27Kepemilikan mobil Fortuner dikaitkan dengan hubungan saudara kakak adik,
00:32dikaitkan dengan hubungan besan,
00:35lalu melompat ke kesimpulan bahwa PDI Perjuangan mendalangi aksi mahasiswa menolak MBG.
00:41Logika macam apa itu?
00:44Logika sesat fikir, falsi, yang hanya dimiliki mahasewa, bukan mahasiswa.
00:50Nama-nama yang disebut pun seperti Ibu Siti Nur Aini,
00:54legend Purnawirawan Setio Sularso juga bukan kader atau pengurus PDI Perjuangan.
01:00Yang lebih mengejutkan, BEM dari kampus-kampus yang diklaim menjadi bagian BEM Bersatu justru sudah angkat bicara.
01:08Mereka membantah dan mengklarifikasi bahwa nama lembaga mereka dicatut tanpa izin.
01:13Artinya, BEM Bersatu itu bukan representasi mahasiswa sejati,
01:19melainkan sekedar kumpulan mahasewa yang nama dan almamaternya dipinjam untuk melancarkan fitnah terorganisir.
01:28Maka tepatlah mereka disebut sebagai mahasewa, bukan mahasiswa.
01:33Mahasiswa bergerak atas nurani, mahasiswa bergerak atas bayaran,
01:38mahasiswa mengkritik dengan data, mahasiswa menyerang dengan cocokologi.
01:42Ironisnya, justru gerakan mahasiswa sejati yang menolak MBG yang bergerak murni atas kepedulian terhadap rakyat,
01:50kini dikriminalisasi narasinya oleh kelompok yang mengaku mahasiswa namun ditolak oleh kampus mereka sendiri.
01:57PDI Perjuangan tidak perlu membayar siapapun untuk mengkritik kebijakan yang gagal.
02:02Rakyat sudah cukup kecewa melihat MBG yang anggarannya bocor, korup dan tidak tepat sasaran.
02:08BEM Bersatu gagal menjadi oposan mahasiswa.
02:11Mereka hanya menjadi alat fitnah murahan yang bahkan tidak diakui oleh almamaternya sendiri.
02:19Sejarah tidak akan mencatat mereka sebagai pejuang, hanya sebagai mahasiswa.
02:23Hidup mahasiswa, ganyang mahasiswa.
Komentar

Dianjurkan