- 13 jam yang lalu
- #mbg
- #demo
- #demomahasiswa
KOMPAS.TV - Mahasiswa dari BEM SI Jawa Barat tiba di Gedung DPRD Jawa Barat pukul 15.30 WIB.
Mereka melakukan long march dari Monumen Perjuangan sejauh satu kilometer.
Ada 7 tuntutan di antaranya, turunkan harga BBM non subsidi, hingga selamatkan APBN dari pemborosan anggaran.
Unjuk rasa kembali digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Makassar atau BEM UNM, menuntutan kebijakan pemerintah dan kondisi sosial ekonomi.
Demo digelar di depan Kampus UNM Gunung Sari, Makassar. Terdapat tujuh poin tuntutan.
Di antaranya pendidikan gratis dan peningkatan kesejahteraan guru dan dosen, stabilitas nilai tukar rupiah serta keterjangkauan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak.
Mahasiswa juga menuntut evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan negara dan penghentian pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN.
Pengguna jalan yang melintasi kawasan Jalan AP Pettarani diimbau untuk berhati-hati dan menggunakan jalur alternatif guna menghindari kepadatan lalu lintas.
Tuntutan demo mahasiswa yang sudah berlangsung berhari-hari, salah satunya mendesak pemerintah menghentikan program MBG.
Namun hari ini, Kepala Bakom M. Qodari kembali tegaskan program MBG tetap dilanjutkan.
Lantas apa yang bisa menjadi titik temu, antara aspirasi mahasiswa dengan keputusan pemerintah?
Kita bahas bersama Pakar Hukum Tata Negara, Bivitri Susanti. Dan juga ada Politisi Gerindra, Kamrussamad.
Baca Juga Pemerintah Pastikan MBG Tetap Lanjut, Bakom RI: Tidak Bisa Dihentikan, Kontrak Politik Prabowo di https://www.kompas.tv/nasional/675495/pemerintah-pastikan-mbg-tetap-lanjut-bakom-ri-tidak-bisa-dihentikan-kontrak-politik-prabowo
#mbg #demo #demomahasiswa
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/675496/pakar-bivitri-susanti-kritisi-program-mbg-tetap-lanjut-meski-didemo-mahasiswa-ini-respons-dpr
Mereka melakukan long march dari Monumen Perjuangan sejauh satu kilometer.
Ada 7 tuntutan di antaranya, turunkan harga BBM non subsidi, hingga selamatkan APBN dari pemborosan anggaran.
Unjuk rasa kembali digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Makassar atau BEM UNM, menuntutan kebijakan pemerintah dan kondisi sosial ekonomi.
Demo digelar di depan Kampus UNM Gunung Sari, Makassar. Terdapat tujuh poin tuntutan.
Di antaranya pendidikan gratis dan peningkatan kesejahteraan guru dan dosen, stabilitas nilai tukar rupiah serta keterjangkauan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak.
Mahasiswa juga menuntut evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan negara dan penghentian pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN.
Pengguna jalan yang melintasi kawasan Jalan AP Pettarani diimbau untuk berhati-hati dan menggunakan jalur alternatif guna menghindari kepadatan lalu lintas.
Tuntutan demo mahasiswa yang sudah berlangsung berhari-hari, salah satunya mendesak pemerintah menghentikan program MBG.
Namun hari ini, Kepala Bakom M. Qodari kembali tegaskan program MBG tetap dilanjutkan.
Lantas apa yang bisa menjadi titik temu, antara aspirasi mahasiswa dengan keputusan pemerintah?
Kita bahas bersama Pakar Hukum Tata Negara, Bivitri Susanti. Dan juga ada Politisi Gerindra, Kamrussamad.
Baca Juga Pemerintah Pastikan MBG Tetap Lanjut, Bakom RI: Tidak Bisa Dihentikan, Kontrak Politik Prabowo di https://www.kompas.tv/nasional/675495/pemerintah-pastikan-mbg-tetap-lanjut-bakom-ri-tidak-bisa-dihentikan-kontrak-politik-prabowo
#mbg #demo #demomahasiswa
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/675496/pakar-bivitri-susanti-kritisi-program-mbg-tetap-lanjut-meski-didemo-mahasiswa-ini-respons-dpr
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Intro
00:07Anda masih menyaksikan Kompas Petang dan ini merupakan situasi terakhir di depan DPRD
00:14ataupun jalan menuju DPRD Provinsi Jawa Barat
00:18dan sejumlah aliansi mahasiswa yang tercatat tadi dari ITB dan juga UPI
00:24dan sejumlah aliansi mahasiswa di Bandung, Jawa Barat melakukan aksi unjung rasa
00:29untuk terkait dengan evaluasi sejumlah program strategis dari pemerintah
00:35dan juga meminta perbaikan ekonomi terkait dengan stabilitas nilai rupiah
00:40dan juga stabilitas ekonomi bagi masyarakat
00:44Sebelumnya mahasiswa melakukan long march dari monumen perjuangan sejauh 1 km
00:50dan 7 tuntutan diantaranya turunkan harga BBM Pertamax
00:54hingga selamatkan APBN dari pemborosan anggaran
01:00Unjuk rasa kembali digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Makassar
01:06atau BEM UNM
01:08menuntut kebijakan pemerintah dan kondisi sosial ekonomi
01:12Unjuk rasa digelar di depan kampus UNM Gunung Sari Makassar
01:16Terdapat 7 poin tuntutan diantaranya pendidikan gratis, peningkatan kesejahteraan guru, dan dosen stabilitas nilai tukar rupiah
01:25serta keterjangkauan harga kebutuhan pohok dan BBM
01:38Tuntutan aksi unjuk rasa mahasiswa tengah berlangsung berhari-hari
01:42salah satunya mendesak pemerintah untuk menghentikan program MBG
01:46namun hari ini Kepala Bakom M. Kodari menyebutkan bahwa program MBG tetap dilanjutkan
01:52lalu apa saja yang bisa menjadi titik temu antara aspirasi
01:55unjuk rasa mahasiswa dengan keputusan pemerintah
01:58akan kita bahas bersama
01:59Pak Rukum Tata Negara Bivitri Susanti dan juga politisi dari Partai Gerindra
02:05Bapak Kamur Samad
02:06Selamat sore
02:07Terima kasih telah hadir di studio Pak Kamur Samad
02:10Kita akan menuju ke Mbak Bibi
02:12Mbak Bibi bahwa pemerintah menyatakan MBG terus berjalan
02:15di tengah aksi unjuk rasa oleh mahasiswa
02:18Anda menilai seperti apa?
02:19Dan apa saja dampaknya bila saat ini pemerintah tetap me-evolusi
02:23dan akan melanjutkan program MBG?
02:26Ya menurut saya ini menandakan pemerintah yang tidak responsif
02:31dengan situasi di luar
02:34Kita paham
02:35Saya teoritif itu membuat pemerintah yang responsif
02:38Ada yang justru responsif
02:41Jadi saya melihatnya itulah situasinya
02:44Dan kalau seandainya
02:45penganggapan dari mahasiswa
02:47ataupun elemen masyarakat yang lainnya
02:49tidak diberikan respons yang positif
02:52Paling tidak ada dialog dulu secara mendalam
02:54dengan perwakilan-perwakilan
02:56semua masyarakat sipil yang mengkritik
02:58Maka saya khawatir nanti ini
03:01isunya akan terus-menerus bergulir
03:03dan tidak menandakan demokrasi kita
03:06yang sebenarnya tidak deliberatif
03:08tapi benar-benar tidak ditutuskan berdasarkan
03:11apa yang diinginkan oleh terutama Presiden
03:14Itu situasi sekarang
03:15Oke Pak Kamur, selamat bahwa
03:17tadi ada informasi juga mahasiswa tetap
03:20dalam poin tuntutannya untuk menghentikan MBG
03:23dan juga kooperasi Desa Mara Putih
03:25dan terkait dengan situasi ekonomi dan juga
03:27adanya pemurusan anggaran
03:29Anda menilai seperti apa bahwa saat ini
03:31pemerintah tetap melaksanakan program MBG
03:34dan apa saja poin strategis yang harus dipertahankan
03:37Ya Mas Juno memang kalau
03:39pertama kita mendengar ya
03:43demo aspirasi aksi dari mahasiswa
03:46dari berbagai daerah
03:47ini adalah bentuk kebebasan berpendapat
03:50yang patut kita hargai, patut kita hormati
03:53substansi yang diperjuangkan oleh mahasiswa
03:56juga adalah sesuatu yang penting
03:58sesuatu yang harus ditindaklanjuti
04:00secara sungguh-sungguh oleh pemerintah
04:02karena itu kita melihat dari aspek
04:05penegakan hukum terhadap
04:08penggunaan anggaran negara pada program prioritas
04:11itu sedang berjalan Mas Juno
04:13jadi penegakan hukum ini sedang berjalan
04:17proyustisia sedang berlansung
04:18terhadap dua aspek yang kita lihat dari publik
04:22yang pertama menyangkut penggunaan
04:24pengadaan barang di BGN
04:26yang kedua menyangkut pembangunan
04:30lokasi-lokasi SPPG
04:32yang dikonsolidasi oleh internal BGN
04:36jadi ada kemajuan dalam 10 hari terakhir
04:4110 hari pertama setelah tindakan hukum
04:44yang dilakukan oleh APH
04:45dan kita harus memberi kesempatan
04:47yang kedua dari segi anggaran
04:49DPR hari-hari ini
04:51dan sampai dengan bulan akhir Agustus
04:54September nanti akan membahas ya
04:56akan membahas tentang alokasi anggaran APBN
05:002027 ini waktu yang baik bagi parlemen
05:04bagi pemerintah untuk menyerap aspirasi tentang keinginan mahasiswa khususnya
05:11tentang efisiensi anggaran
05:13ini menurut saya
05:14timing yang sangat pas terhadap gerakan ini dan ini harus kita care terhadap apa yang diperjuangkan oleh mahasiswa
05:22Mbak Bibip ini berkaitan juga tadi Mkodari menyatakan bahwa ini merupakan salah satu bentuk kontrak politik
05:28dengan masyarakat
05:30bahwa 58% dan juga mempercayai masyarakat untuk tetap menjalankan program MBG
05:34ada menilai seperti apa?
05:36karena pada dasarnya tadi berdasar Pak Kamur Samad
05:38ada momen untuk melakukan akutabilitas, transparansi dan juga pengawasan saat ini tengah berjalan
05:46kontrak politik itu kan bukan dinilai dari sebuah proyek atau kebijakan
05:51kontrak politik itu adalah ketika pengurus negara sebenarnya harus punya akutabilitas
05:58dan mendengar apa kata warga
06:00kontrak itu bahkan kalau dalam bahasa hukum sehari-hari
06:04bisa saja isinya berubah ketika salah satu pihak tidak setuju
06:08kan begitu kontrak itu antara dua pihak
06:10nah sekarang yang ditunjukkan oleh para mahasiswa dan kelompok-kelompok
06:17Mbak Bibip
06:20oke saya beralih
06:21ya Pak Kamur
06:22oke silahkan
06:22bahwa ternyata satu pihak sebenarnya tidak setuju
06:27Mbak Bibip silahkan
06:28apakah terputus?
06:30ya tadi sempat terputus boleh diulang kembali
06:32saya gak tahu tadi sejauh mana saya berbicara
06:36baik saya tidak tahu tadi sejauh mana saya berbicara itu terdengar
06:40tapi kan yang saya mau katakan adalah
06:42yang namanya kontrak politik itu kan antara dua belah pihak
06:46artinya sebuah kontrak pun sebenarnya bisa saja ketika ada hal yang tidak disetujui
06:52boleh berubah
06:53nah tapi ini seakan-akan diandaikan kontrak politik dalam arti
06:57kita sudah memberikan warga itu sudah memberikan 100% suara kita
07:01terserah kepada pemerintah apa yang mau dibuat
07:03nah ini sebenarnya adalah cara pandang yang keliru
07:06sesungguhnya yang dimasukkan kontrak politik adalah pengurus negara
07:09harus mendengar apa yang
07:11kita-kita ini yang punya negara, warga negara
07:15sampaikan dan apa yang ingin diubah
07:18oke responannya Pak
07:19Mas Juno
07:20dalam penyusunan visi dan misi
07:26program seorang calon presiden
07:29pada waktu itu didasarkan pada tiga hal
07:32pertama ada
07:36RPJP yang disusun dalam rentang waktu 25 tahun
07:40yang mana yang sudah dicapai oleh pemerintahan sebelumnya
07:44dan mana yang perlu dilanjutkan, mana yang perlu dilakukan perubahan
07:48turunan dari RPJP itu kemudian dibuat RPJMN per 5 tahun
07:53lalu kemudian ada visi misi presiden
07:56dikompilasi diselaraskan dengan RPJM tersebut
07:59lalu kemudian ada aspirasi yang berkemban dari masyarakat
08:02itu yang saya sebut
08:03tiga jalur
08:05berdasarkan data
08:06yang ada di RPJP dan juga RPJMN
08:10menunjukkan bahwa tingkat prevalensi
08:14balita kita
08:16untuk kekurangan gisi
08:19khususnya stunting
08:20itu masih di angka 19,8%
08:23itu artinya
08:2420 dari 100 balita
08:26tidak tumbuh
08:28secara normal
08:29ini secara sosiologis
08:31lalu kemudian
08:32dari mana aspek juridisnya
08:35di dalam undang-undang nomor 17 Mas Juno
08:37pasal
08:38saya tulis disini pasal 67 ayat 1
08:41itu jelas disebutkan tentang
08:44kewajiban pemerintah pusat
08:46untuk memberikan pemenuhan gisi
08:48kepada masyarakat
08:50baik sifatnya perorangan
08:51maupun untuk masyarakat
08:53karena itu pada bulan
08:54saya tegaskan kembali
08:55bahwa pada bulan Agustus 2024
08:58pemerintahan yang lalu
08:59mengeluarkan perpres
09:00nomor 83
09:02tentang pembentukan badang gisi nasional
09:04ini yang kemudian ditindaklanjuti
09:06karena lahir dari sebuah
09:07rancang bangun
09:09pembangunan nasional
09:10yang berkelanjutan Mas Juno
09:11tapi titik kritisnya disini Pak Kamarus Ahmad
09:13bahwa saat kampanye juga Presiden Prabowo
09:16menyatakan bahwa ini menjadi proyek strategis
09:18untuk menjangkau daerah 3T
09:20terutama daerah dengan infrastruktur
09:22yang masih tertinggal
09:23dan juga pendidikannya
09:24aksesnya masih minim
09:25untuk saat ini
09:26sepertinya kita melihat bahwa
09:27SPPG dominan
09:29di wilayah perkotaan
09:30untuk saat ini seperti apa
09:31dan ini menjadi kritikan
09:33dan masukkan dari siswa
09:34kalau itu betul sekali
09:35dan harus segera prioritas
09:37di daerah terluar
09:40terpencil dan tertinggal
09:41dan sudah ada
09:44geospasial
09:44tentang hal itu
09:45sebetulnya
09:46itu yang harus
09:47tepat sasaran
09:49tepat manfaat
09:50harus menjadi komitmen
09:51dalam pelaksanaan
09:52karena itu kita kasih
09:53berikan kesempatan
09:54kepada pimpinan BGN Mas Juno
09:56untuk betul-betul menunjukkan
09:58bahwa ada perubahan mendasar
09:59yang ingin dilakukan
10:01dalam rangka
10:02pelaksanaan MBGN
10:03oke Mbak Bibip
10:04ada komitmen dari pemerintah
10:05untuk melakukan perubahan mendasar
10:07dan juga berjanji
10:07untuk melakukan
10:08perbaikan total
10:10terhadap MBG
10:11tanggapan Anda
10:12saya tadi kayak
10:12saya tadi kayak terputus ya
10:14ya ya
10:16saya coba masuk dulu
10:18ke situ sebentar ya
10:19dan nanti akan menjawab
10:20pertanyaan Mas Juno juga
10:21pertama-tama
10:22yang kita harus perhatikan adalah
10:23kalau dikatakan
10:24narasinya soal kontrak politik
10:26ini ada kekeliruan
10:27dan kooptasi narasi
10:28karena yang namanya
10:30kontrak pun
10:31tidak hanya kontrak politik
10:32kan ada dua pihak
10:33ada pengurus negara
10:35ada warga negara
10:36nah ketika
10:40sebuah yang tidak
10:41dipenuhi dengan baik
10:43salah satu pihak
10:45boleh untuk protes
10:46dan mengubah isi kontrak
10:47nah jadi itu dulu
10:48yang harus dibongkar
10:49nah yang kedua
10:50pertanyaan Mas Juno
10:50barusan adalah
10:51apakah misalnya
10:53dengan mengubah
10:53apa namanya
10:55membongkar korupsinya
10:56dan seterusnya
10:57berarti sebenarnya
10:58tuntutan dari
10:58mahasiswa dan warga masyarakat
11:00sudah dipenuhi
11:01menurut saya belum
11:02karena yang bermasalah
11:03dari MBG ini
11:04adalah desainnya
11:05secara umum
11:06makanya kami juga
11:07saya dan tawan-tawan
11:08ke mahkamah konstitusi
11:09untuk mempersoalkan
11:11penggunaan anggaran
11:12APBN sebesar 20%
11:13untuk pendidikan
11:14berdasarkan konstitusi
11:15pasal 31 ayat 4
11:17yang ternyata digunakan
11:18sebagai untuk MBG
11:19nah itu kan yang
11:20tidak pernah
11:22dijawab secara baik
11:23oleh pemerintah
11:25yang sekarang terjadi
11:26adalah penjelasan
11:27soal
11:27berapa banyak dapur
11:28dan seterusnya
11:29padahal secara desain
11:31bahkan secara
11:32peralokasian anggaran
11:33kita mesti punya
11:34pertanyaan yang
11:35sangat-sangat serius
11:36nah ini yang sebenarnya
11:37belum dijawab
11:38sehingga kalau dikatakan
11:39apakah ada respon
11:40yang baik dari pemerintah
11:41terhadap
11:42tuntutan mahasiswa
11:43menurut saya belum
11:44oke kami dapat
11:45tangkap poinnya
11:45bahwa terakhir juga
11:47ada kesaksian dari
11:47seorang guru sejarah
11:48di madrasa
11:49terkait dengan dampak MBG
11:50terutama dari
11:51perspektif seorang guru
11:53Anda melihatnya seperti apa
11:54bahwa ini perbaikan
11:55dan juga dapat
11:56menjawab
11:57kita lihat secara jernih
11:59dari hulu
12:00ke hilir soal pendidikan
12:02pertama sarpras
12:03sarana dan prasarana
12:05pendidikan
12:05kedua akses menuju
12:07lokasi pendidikan
12:08yang ketiga
12:09SDM
12:10kualitas guru
12:11sistem pengajaran
12:13lalu kemudian
12:14ketersediaan
12:15kebutuhan sandan
12:16bantangan
12:17anak didik kita
12:18jadi
12:19ini
12:20adalah bagian
12:21daripada
12:22entitas pendidikan
12:23kalau kita lagi
12:24menyusun
12:25anggaran pendidikan
12:26nomenklaturnya
12:27sarprasnya
12:29ditempatkan di
12:30kementerian PU
12:30misalnya
12:31kan begitu
12:32lalu kemudian
12:33entitas kebutuhan
12:35pangannya
12:35ditempatkan di
12:37badang gisi
12:37untuk
12:37dukungan
12:38gisi mereka
12:40lalu kemudian
12:41untuk insentif
12:42pengajar SDM-nya
12:43dan
12:44fasilitas pendidikan
12:45lainnya
12:46itu ditempatkan
12:47di kementerian
12:47pendidikan
12:48dikdasmen
12:49jadi ini adalah
12:51entitas yang
12:52tidak terpisahkan
12:54daripada
12:54anggaran
12:54kita mau tanya
12:55bahwa anggaran
12:56ini kan juga
12:56terbatas
12:57jadi ruang fiskal
12:58juga terbatas
12:59dan juga ada
12:59pasal 31
13:00terkait dengan
13:01pembunuhan pendidikan
13:02betul
13:03lalu prioritas mana
13:04dan ini
13:05menjadi
13:05dari taruhan
13:06pemerintah
13:07ini sudah prioritas
13:08mas Juno
13:09karena ini adalah
13:10kekuatan inti
13:11jadi dari titik
13:12MBG ini menjadi
13:13salah satu bagian
13:14penyokong
13:14penting
13:15dari awal
13:15kita udah diskusikan
13:16tahun lalu
13:17tentang
13:17nomenklatur
13:18penggunaan
13:19anggaran ini
13:20karena memang
13:21ada outcome
13:24daripada
13:26anak didik kita
13:27yang menerima
13:28dari anggaran
13:28MBG tersebut
13:29itulah kenapa
13:30dia masuk dalam
13:31baik kita tangkap
13:31Mbak Bip silahkan
13:32respons Anda
13:33terakhir
13:34Mbak Bip saya
13:35persoalannya bukan
13:36sekedar
13:37nomenklatur
13:38tapi persoalannya adalah
13:39cara
13:40bagaimana
13:41pemenuhan
13:42gizi ini
13:42sebenarnya
13:43ini dijalankan
13:44yang terjadi hari ini
13:46bukan seperti
13:46yang kita bayangkan
13:47di Jepang
13:48di Brazil
13:49beberapa negara
13:50bagian di India
13:51di Tunandia
13:51dimana
13:52bukan menurut
13:53dapur-dapur itu
13:55yang dibagi-bagi
13:56yang bahkan
13:56sampai sekarang
13:57diperjual belikan
13:58tapi
13:59dengan menggunakan
14:00fasilitas yang sudah ada
14:00di sekolah-sekolah
14:01jadi bukan hanya
14:02anggarannya
14:03tapi cara
14:04menyampaikan program ini
14:05itu yang tadi saya katakan
14:06sebenarnya
14:06desainnya
14:07kenapa misalnya
14:08sekarang kok
14:09kebanyakan dapur
14:10dikelola oleh TNI
14:11dan juga Polri
14:12ataupun yayasan-yayasan
14:13yang terkait dengan
14:14paket-paket politik
14:15misalnya begitu
14:16jadi kan secara
14:17desain
14:18ada sepuluran
14:18nah ini yang tidak
14:19mau disentuh
14:20yang dibicarakan selalu
14:21memperatur
14:22yang dibicarakan selalu
14:23jukla dapur
14:23dan seterusnya
14:24ini yang harus
14:25dibelaskan dulu
14:26baru dijelaskan
14:27sebenarnya
14:28dengan cara apa
14:29tujuan itu
14:30mau dicapai
14:30baik
14:31mungkin ada
14:33solusi yang akan kita
14:34dapatkan dari
14:35dialog ini
14:36dan juga kita akan
14:36terus akan membahasnya
14:37dan semoga juga
14:38pemerintah dapat
14:38berdiskusi bersama
14:40dengan mahasiswa
14:41untuk menemukan
14:42titik temu atas
14:43program MBG ini
14:43terima kasih sekali lagi
14:44Pak Kamarusamat
14:45anggota DPR
14:47fraksi Partai Gerida
14:47dan juga
14:48Mbak Bibip
14:49Divitri Susanti
14:49pakar hukum Tata Negara
14:51dari Jentera
14:51selamat sore
14:52selamat menikmati
Komentar