Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - MBG Watch, Media Wahyudi Askar, mempertanyakan klaim bahwa mayoritas masyarakat mendukung program MBG.

Menurutnya, preferensi publik tidak dapat diukur hanya dengan menanyakan apakah masyarakat menyukai program tersebut atau tidak.

Media menjelaskan bahwa dalam studi yang dilakukan pihaknya, masyarakat diberikan berbagai pilihan kebijakan untuk menentukan prioritas yang paling dibutuhkan.

Maka, ia menilai perdebatan mengenai dukungan publik terhadap MBG harus didasarkan pada bukti empiris.

Media mengakui program sebesar MBG tidak mudah dikelola. Namun ia menilai pemerintah masih memiliki kesempatan untuk mengambil keputusan besar terkait masa depan program tersebut.

Menurutnya, penghentian program perlu dipertimbangkan apabila persoalan konflik kepentingan dalam pengelolaan MBG tidak diselesaikan.

Media juga menyoroti tingginya biaya penyelenggaraan program dibandingkan manfaat yang diterima masyarakat. Ia menilai persoalan tersebut tidak bisa dipahami hanya melalui pendekatan politik.

"Ini bukan keputusan politik. Kalau seandainya politik dikombinasikan dengan teknokratik itu hasilnya akan baik. Tapi yang terjadi sekarang, politik menjadi nomor satu dan satu-satunya pertimbangan dalam pelaksanaan MBG ini," katanya.

Menanggapi kritik tersebut, Juru Bicara Partai Gerindra, Andre Rosiade, membantah anggapan bahwa MBG dibangun semata-mata atas dasar kepentingan politik.

Menurut Andre, program tersebut merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Andre juga membantah narasi bahwa kebijakan efisiensi anggaran pemerintah hanya ditujukan untuk membiayai MBG.

Menurutnya, pemerintah melakukan efisiensi terhadap berbagai anggaran yang dinilai tidak produktif dan hasilnya digunakan untuk banyak program prioritas.

Andre mencontohkan sejumlah program lain yang juga mendapat dukungan anggaran pemerintah, mulai dari subsidi pupuk hingga pembangunan infrastruktur.



Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/PwPM3-CDZPI



#mbg #makanbergizigratis #prabowo

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/675491/debat-mbg-watch-soroti-biaya-penyelenggaraan-gerindra-bantah-proyek-politik-satu-meja
Transkrip
00:00Itu kenapa saya hanya ingin bilang saya mau respon juga soal anggapan bahwa masyarakat mendukung MBG
00:05Saya mungkin kalau boleh undang mungkin Mas Edy dan Udah Andre untuk datang ke kampus-kampus
00:12Cara melakukan riset preferensi publik
00:16Gak bisa kita hanya tanyakan kamu suka gak dengan MBG? Gak bisa
00:21Ada metodologinya
00:23Karena kalau seandainya masyarakat ditanya
00:26Dapat makanan tentu lebih baik daripada tidak dapat makanan sama sekali
00:30Itu kenapa yang harus dilakukan adalah discrete choice method
00:35Tawarkan pada mereka apa yang bisa dilakukan dan biarkan mereka memilih
00:40Itulah yang kami lakukan di kampus
00:42Apakah mereka butuh cash, apakah butuh pendidikan gratis, kesehatan yang layak, dan beasiswa
00:49Dan ternyata MBG itu ada di urutan keempat
00:53Jadi saya hanya ingin bilang kalau bicara soal keinginan masyarakat
00:58Harus berbasis dengan bukti yang empiris juga
01:01Saya memahami, saya memahami ini gak mudah
01:03Program sebesar ini kemudian dikelola dengan cara yang seperti ini
01:10Tapi menurut saya kita ada jendela yang sangat sempit
01:15Dan saya berharap Pak Presiden menghentikan program ini
01:18Karena kalau seandainya tidak dihentikan dan pelaksananya masih punya konflik kepentingan
01:25Ini tidak akan selesai
01:26Tahun 2027, 28, 29 kita akan berbicara masalah yang sama
01:32Dan satu lagi Mas
01:34Saya meneliti tentang bantuan sosial di hampir seratusan negara seluruh dunia
01:39Dan hanya di Indonesia
01:41Yang setengah jumlah bantuan sosialnya
01:45Itu dinikmati oleh penyelenggaranya
01:47Kalau bicara soal hak anak-anak itu bukan 8 ribu sebetulnya
01:5215 ribu anggarannya
01:54Dan 7 ribunya habis untuk penyelenggaraan
01:58Dan hanya di Indonesia
02:00Penyelenggaraan memakan setengah dari bantuan sosial untuk hak masyarakat
02:05Membahasakan ini kemasyarakat tidak mudah
02:08Ini bahasa teknokratik
02:11Yang juga harus dihitung dengan bahasa teknokratik
02:15Ini bukan keputusan politik
02:19Kalau seandainya politik
02:21Dikombinasikan dengan teknokratik
02:23Itu hasilnya akan baik
02:24Tapi yang terjadi sekarang
02:26Politik menjadi nomor satu
02:29Dan satu-satunya pertimbangan
02:31Dalam pelaksanaan MBG ini
02:32Bung Andre, apa betul politik satu-satunya pertimbangan dalam MBG?
02:36Tentu tidak kan?
02:37Ini lebih kepada
02:39Perjuangan seorang Presiden Prabowo
02:41Yang tidak lagi ada orang-orang miskin dan sebagainya
02:44Saya harus menjawab secara fair
02:46Menyeluruh
02:47Tadi dibilang
02:49Efisiensi dilakukan
02:51Oleh pemerintah dengan menyisir anggaran
02:53Itu semua dipakai untuk MBG
02:55Itu tidak benar
02:57Pemerintah Presiden Prabowo
03:00Sejak mendapatkan mandat dari rakyat dan dilantik
03:03Dia memang melakukan penyisiran
03:04Anggaran untuk melakukan efisiensi
03:07Dan diambil dari pendidikan
03:08Bukan dari pendidikan
03:10Iya dari pendidikan
03:11Di undang-undang APBN
03:12Gantian
03:132026
03:14Maksud saya gantian
03:15Mas, silahkan dulu
03:17Jadi saya tanya
03:18Saya tidak stop
03:20Kita melakukan penyisiran
03:23Banyak anggaran yang tidak bermanfaat
03:25Kita hentikan
03:27Dan uang itu bukan hanya untuk MBG
03:29Contoh saya kasih tau
03:30Bagaimana Presiden
03:33Memberikan uang
03:35Menteri Pertanian minta
03:36Pak, kita harus bantu
03:38Petani
03:39Supaya
03:40Pupuknya murah
03:42Dan pupuknya bisa
03:43Dinikmati oleh petani
03:44Itu diberikan
03:46Berapa puluh triliun
03:47Untuk diberikan
03:48Untuk pupuk
03:49Sehingga petani sekarang gampang mendapatkan pupuk
03:51Dan jauh lebih murah
03:52Lalu
03:53Petani bilang
03:54Pak
03:55Bagaimana kita misalnya
03:57Harga gabah
03:58Selama ini sangat rendah
03:59Petani
04:00Selalu
04:02Hidup dalam kemiskin
04:03Presiden
04:04Baru era Presiden Prabowo
04:06Bilang
04:06Kita beli di 6.500
04:08Itu pakai anggaran
04:09Belum lagi
04:10Irigasi
04:11Itu disiapkan juga
04:1212 triliun
04:13Lalu perbaikan sekolah
04:15Saya bilang sekolah
04:16Tidak diperbaiki
04:17Ada 14 triliun
04:18Lalu
04:19Puskesmas
04:19Puskesmas
04:20Di berbagai desa
04:21Kampung-kampung diperbaiki
04:22Bahkan rumah sakit
04:23Tipe C
04:25Di berbagai 3T
04:26Dibangun oleh pemerintah
04:28Listrik desa
04:29Itu juga dilaksanakan
04:31Jadi jangan membangun narasi
04:33Seakan-akan
04:34Pemerintah itu hanya mengurus MBG
04:36Semua
04:36Bahkan kampungnya
04:37Beliau nih
04:38Satu kampung masih ada di Sumatera Barat
04:39Siapa bilang
04:40Efisiensi itu
04:42Mengurai anggaran
04:43Transfer ke daerah
04:44Uang DAK-nya
04:46Kurang
04:47DAK-nya betul
04:48DAK itu dirubah
04:49Jadi
04:49Impress jalan daerah
04:51Impress infrastruktur daerah
04:52Sumatera Barat itu menikmati banyak
04:55Untuk
04:55Dana rehab
04:56Recon saja
04:57Soal pengalaman
04:58Dana rehab
04:58Recon saja
04:59Untuk Sumatera Barat itu
05:0018,9 triliun
05:01Untuk merehab
05:02Recon Sumatera Barat
05:03Belum lagi
05:04Perbaikan jalan
05:05Jembatan
05:06Stadion
05:08Sumatera Barat yang rusak itu
05:09Bertahun-tahun
05:10Kita perbaiki
05:11Sekarang tol juga akan dibangun
05:12Rekret api
05:13Jadi
05:14Jangan bilang
05:15Semua dihemat
05:16Lalu pembangunan daerah
05:18Gak ada
05:18Saya kasih contoh
05:19Di kampung Mas Media aja
05:20Sumatera Barat
05:21Daerah pemilihan saya
05:22Itu luar biasa
05:23Triliunan rupiah
05:24Masuk untuk mengguyur
05:26Sumatera Barat
05:27Jadi
05:27Jangan kita bangun narasi
05:29Efisiensi ini
05:31Membuat pemerintah
05:32Tidak ada kerjaan
05:33Seakan-akan kerja pemerintah MBG
05:35Termasuk kita membangun daerah
05:37Gitu loh
05:38Pertanyaannya adalah
05:39Jadi bukan hanya MBG
05:41Bung Andre
05:41Ya betul
05:42Tidak hanya MBG
05:43Tapi fokus di MBG
05:44Seperti tema hari ini adalah
05:45Gimana caranya
05:46Supaya publik itu
05:47Tidak selalu punya prasif
05:48Oh ini bancakan nih
05:49Parti politik
05:50Ini bancakan parti politik
05:51Saya kira ini tantangannya
05:52Karena di
05:53Di berbagai demo juga
05:55Salah satu yang disuarakan itu
05:57Bung Media dan kawan-kawan-kawan
05:58Saya sepakat itu
05:59Bung Media dan kawan-kawan
06:01Itu juga sama
06:01Menyorakan itu
06:02Tapi kemana masyarakat
06:04Tidak curiga
06:04Karena
06:06Siapa yang punya yayasan
06:07TNI
06:09Siapa yang punya yayasan
06:10Polisi
06:11Ada seribuan dapur
06:12Polisi
06:13TNI 400an
06:15Dari target 2000
06:16Siapa yang punya yayasan
06:26Kita akan cek lagi
06:27Siapa saja yang punya
06:28Dan sebaiknya
06:29Siapa yang mengelola ini
06:30Satu meja akan kembali
06:32Setelah yang satu ini
06:32Sampai jumpa di video
Komentar

Dianjurkan