- 8 jam yang lalu
- #mbg
- #makanbergizigratis
- #prabowo
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kasus dugaan korupsi MBG menuai sorotan. Hal ini seolah membuktikan kecurigaan publik, bahwa program ini dijalankan secara serampangan dan minim pengawasan.
Pemerintah pun berjanji akan melakukan pembenahan. Namun, muncul desakan agar program ini dihentikan. Dari besarnya anggaran hingga pergantian pucuk pimpinan yang dirasa sama saja. Jadi, MBG harus dihentikan atau dilanjutkan?
Pemimpin Redaksi KompasTV Yogi Nugraha membahasnya bersama:
Andre Rosiade - Jubir Partai Gerindra
Eddy Soeparno - Wakil Ketua Umum PAN
Media Wahyudi Askar - MBG Watch
Saksikan dalam Program Satu Meja the Forum episode Anggaran MBG Bocor, Awas APBN Tekor! Tayang Kamis 17 Juni 2026 pukul 20.30 WIB LIVE di KompasTV.
#mbg #makanbergizigratis #prabowo
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/675478/full-evaluasi-mbg-moratorium-dapur-hingga-insentif-disetop-makan-bergizi-gratis-jalan-terus
Pemerintah pun berjanji akan melakukan pembenahan. Namun, muncul desakan agar program ini dihentikan. Dari besarnya anggaran hingga pergantian pucuk pimpinan yang dirasa sama saja. Jadi, MBG harus dihentikan atau dilanjutkan?
Pemimpin Redaksi KompasTV Yogi Nugraha membahasnya bersama:
Andre Rosiade - Jubir Partai Gerindra
Eddy Soeparno - Wakil Ketua Umum PAN
Media Wahyudi Askar - MBG Watch
Saksikan dalam Program Satu Meja the Forum episode Anggaran MBG Bocor, Awas APBN Tekor! Tayang Kamis 17 Juni 2026 pukul 20.30 WIB LIVE di KompasTV.
#mbg #makanbergizigratis #prabowo
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/675478/full-evaluasi-mbg-moratorium-dapur-hingga-insentif-disetop-makan-bergizi-gratis-jalan-terus
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:08Musik
00:15Sepengetahuan saya tidak stop, sepengetahuan saya masih berjalan, perasaan MBG tidak berhenti.
00:19Tetapi SPPG yang sedang tahapan persiapan itu memang stop dulu.
00:25Jadi sekali lagi MBG-nya tidak berhenti.
00:36Musik
00:47Selamat malam, program Makan Bergizi Gratis menghadapi persoalan besar setelah Kejaksaan Agung
00:53menemukan adanya korupsi penyelewengan anggaran dalam jumlah besar.
00:58Menko Pangan Julki Flihasan menyebut ada pemborosan 1 triliun rupiah per bulan di Badan Gizi Nasional.
01:06Presiden sudah mengganti pimpinan BGN dan meminta adanya korupsi total pelaksanaan makan bergizi gratis.
01:13Muncul desakan agar tata kelola termasuk alokasi anggaran MBG dipangkas, bahkan ada yang meminta untuk dihentikan.
01:21Anggaran MBG Bocor, awas APBN Tekor.
01:26Inilah satu meja di forum malam ini bersama saya, Yogi Nugraha.
01:29Untuk membahas tema malam ini, kita sudah kedatangan narasumber.
01:36Ada media Wahyu Askar dari MBG Watch yang juga Direktur Kebijakan Publik Selios.
01:42Apa kabar Mas Media?
01:44Alhamdulillah.
01:45Ada juga Edy Suparno, Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional, sekaligus Wakil Ketua MPR RI.
01:53Apa kabar Mas Edy?
01:54Selamat malam.
01:55Selamat malam, Assalamualaikum Wr. Wb.
01:59Ada juga Andre Rosiade yang baru saja ditunjuk menjadi juru bicara Partai Demokrat.
02:05Partai Gerindra.
02:06Partai Gerindra, mohon maaf, salah-salah, supaya disengaja sekaligus diralat.
02:10Partai Gerindra yang juga Wakil Ketua Komisi 6 DPR RI.
02:15Saya minta maaf salah menyebut, karena warna biru.
02:18Ternyata biru tidak hanya punya Demokrat.
02:20Biru ini warnanya Pak Prabowo.
02:21Oke, sekarang punya Pak Prabowo.
02:23Bang Andre, sebetulnya MBG setelah banyak sekali huru-hara kemarin, terus-terusan diambil di rumahnya, dicopot.
02:34Bagi Partai Gerindra, itu kalau toh MBG harus dilanjutkan, apa syarat yang akan disampaikan ke publik?
02:42Supaya publik yakin bahwa oke, setelah ada pemborosan 1 triliun per bulan menurut Menko Pangan, ada uang 1 miliar katanya
02:52menurut kejaksaan, ke mereka bertiga anggap tersangka.
02:55Apa sebetulnya yang akan disampaikan?
02:57Ya, tentu ya sekali lagi, pemerintah termasuk Partai Gerindra tentu mendukung evaluasi, jadi masukkan kritik dari masyarakat kepada program MBG
03:11ini tentu merupakan vitamin mas.
03:14Jadi, pemerintah maupun kami di Gerindra sangat terbuka terhadap masukan maupun evaluasi.
03:20Agar ke depan program MBG yang baik ini tidak jadi bancakan dan lebih tepat sasaran dan tidak ada kebocoran.
03:30Termasuk kami mendukung sepenuhnya langkah dari aparat penegak hukum untuk melakukan bersih-bersih apapun proses pengadaannya yang memang bermusalah, proses,
03:43tangkap, dan hukum para pelaku.
03:46Bung Andre, saya menangkap bahwa banyak juga jadi pembicaraan ketika Pak Dadan CS itu ditangkap, ada kalimat, wah ini proyek
03:54bancakan, dan tadi Anda menyebutkan itu.
03:56Dari sisi Partai Gerindra memang iya ada isa bancakan itu, karena tadi saya lihat muncul dari Anda.
04:02Ya, jadi begini Mas, kami itu sudah mendengar masukan, banyak hal para pihak dan kita sudah menyampaikan, dan ini berproses.
04:13Dan disitulah Pak Prabowo mendengarkan masukan, kan beliau berpidato, mendapatkan masukan, ada beliau pidato itu, di tempat Marsinah itu beliau
04:20pidato.
04:20Bahwa beliau menyatakan, kepala BPKP menyampaikan ke beliau, ada orang dekat beliau yang melakukan perilaku korupsi.
04:30Pak Prabowo bilang apa? Proses.
04:32Jadi sebenarnya Presiden sudah lama mendengar ini?
04:35Kan sudah disampaikan sebenarnya, itu di tempatnya Marsinah kalau tidak salah.
04:39Jadi sehingga diproses lah, dicopot, diproses secara hukum, lalu Presiden meminta kabinetnya untuk melakukan evaluasi total.
04:49Nah, evaluasi total ini, dan perbaikan ini, improve, ini sedang dilakukan.
04:55Jadi itu menunjukkan bahwa pemerintah terbuka atas masukan mas media, terbuka atas masukan teman-teman pers, terbuka dengan kritik mahasiswa
05:04dan seluruh stakeholder yang ada, terbuka.
05:06Nah, apa yang dilakukan pemerintah sekarang?
05:08Yang pertama, kita melakukan moratorium.
05:12Tidak ada penambahan dapur baru, meskipun banyak dapur yang sedang berproses, itu di stop semua.
05:18Yang kedua, dalam masa libur sekolah ini, seluruh dapur itu berhenti beroperasi.
05:26Tidak ada lagi pengiriman untuk siswa, anak SD, TK, sampai SMA, tidak ada.
05:31Kalau dulu kan ada tuh dikirimin, sekarang tidak ada.
05:34Lalu 3B, ibu menyusui, ibu hamil, dan juga balita di stop.
05:40Semua di stop, tidak ada yang operasi.
05:42Termasuk insentif.
05:44Kalau dulu kan meskipun stop, operasi ada insentif 6 juta.
05:47Itu juga tidak ada kan.
05:49Jadi, dan dalam masa libur ini, dilakukanlah audit.
05:54Singkatnya, Pak Tegger Indra dan Presiden Prabowo merespon betul.
05:58Dan dilakukan audit secara menyeluruh.
06:02Sehingga yang diduga oleh Bang Zul, ketua umumnya Mas Edy yang menko pangan, itu bisa diurai.
06:09Ditemukan.
06:10Jadi, di stop moratorium, operasi di stop 1 libur, lalu diadakan audit besar-besaran
06:17supaya kita bisa memenahi dan membentuk tata kelola yang lebih transparan
06:22dan jangan MBG ini dibancarkan.
06:25Itu komitmen pemerintah Presiden Prabowo.
06:27Komitmennya tolong dicatat.
06:28Saya ke media-media.
06:31MBG Watch dari awal kan banyak menyoal.
06:34Tadi disebut juga oleh Bang Andre bahwa mendengar termasuk dari MBG Watch.
06:40Cukup sampai dengan penangkapan, terus kemudian merombak pimpinan
06:45dan kemudian tadi disampaikan ada moratorium, ada 5 poin sebagai reformasi total di BGN.
06:52Set to the point saja.
06:54Tidak apa-apa, memang harus to the point.
06:56Menurut hemat saya, pemerintah tidak mendengar.
06:59Apanya?
07:00They don't listen.
07:01Dimananya? Bagian mananya Anda?
07:03Ini sudah satu setengah tahun.
07:05Kerusakan sudah terjadi.
07:07Lumbung sudah terbakar.
07:08Korupsi sudah terjadi.
07:09Bahkan kalau bisa flashback ke belakang.
07:126 bulan sebelum MBG ini dilakukan, kami sudah mengumpulkan data.
07:16Sudah mengeluarkan studi.
07:17Tahun 2024 sebelum MBG ini berjalan, kami sudah sampaikan 46 persen masyarakat mengendus ada potensi korupsi.
07:27Tahun 2024 kami juga sudah sampaikan, jangan bikin vendor-vendor besar.
07:32Serahkan ke sekolah.
07:33Serahkan ke komunitas UMKM lokal.
07:37Tahun 2024 kami juga sudah sampaikan potensi korupsinya dari mana saja.
07:43Di SPPG itu di mana saja.
07:45Mulai dari pengadaan, penyalahgunaan pengawasan.
07:49Tahun 2024 kami bahkan juga sudah sampaikan ada potensi keracunan.
07:54Bahkan yang sekarang kalau kita lihat inefisiensi, itu 1,75 triliun per minggu.
07:59Dan itu kan sudah dilakukan dari mulai mengganti, menegakkan hukum, terus kemudian pimpinan sekian yang baru.
08:07Kalau bicara soal mendengar masukan, masukan itu harusnya diterima sebelum kebijakan itu dilakukan.
08:13Maka kalau sekarang ketika korupsi sudah terjadi, apakah kemudian salah masyarakat menuntut pemerintah?
08:18Ini bisa tidak terjadi sama sekali.
08:21Kalau dari awal kebijakannya benar.
08:24Kalau di awal rente-rente dapur itu tidak dimiliki oleh partai politik, ormas, yayasan yang terafiliasi dengan pemerintah.
08:32Ini bisa dicegah.
08:34Tapi apa yang terjadi?
08:35Naskah akademik kebijakan ini tidak pernah ada.
08:38Ada banyak profesor di negara ini, ada brin, bapenas, tidak ada satupun naskah akademik.
08:44Kami mengeluarkan studi itu sebelum MBG itu dilakukan.
08:48Tapi apa yang terjadi?
08:50Tidak didengar.
08:51Dan kalau boleh saya jujur, setelah satu setengah tahun, apakah saya marah? Saya marah.
08:57Saya dapat beasiswa LPDP, saya lakukan apa yang saya bisa, bikin studi.
09:02Saya ingin tidak ada korupsi dan kami sudah mengeluarkan studi itu.
09:06Dan sekarang korupsi terjadi.
09:09Triliunan rupiah uang sudah hilang.
09:12Tapi dalam konteks perbaikan, evaluasi, pengakuan dari pemerintah bahwa benar ada kesalahan dan masih ada sisa waktu tiga setengah tahun
09:19untuk memperbaiki, Anda melihat?
09:21Saya sangat menerima secara empati ya, bahwa pemerintah mengakui ada kesalahan.
09:26Tapi kan ini bukan perusahaan.
09:29Satu rupiah pun rugi dari salah tata kelola kebijakan.
09:34Maka yang rugi adalah uang masyarakat.
09:36Beda dengan mengurusi perusahaan.
09:38Perusahaan salah hitung yang rugi adalah perusahaan.
09:41Tapi ketika pengelola negara salah hitung...
09:43Meskipun sudah ada sanksi hukum yang sekarang sedang berproses.
09:46Mau ditangkap sebanyak apapun koruptor, saya sepakat koruptor harus ditangkap.
09:52Tapi pertanyaannya apakah kemudian huang yang hilang ini lantas kemudian kembali?
09:58Apakah kemudian sampai 2029 kita disuguhi tangkap menangkap terus?
10:03Dan lebih parah lagi sebetulnya inefisiensi dari program ini luar biasa.
10:08Itu kenapa?
10:09Saya selalu meyakini empirical based evidence.
10:13Jangan sampai di negara ini politik rente mengalahkan kajian akademik.
10:18Itu yang kami sesalkan.
10:19Karena dari awal kajian akademiknya gak kuat, pilotingnya gak ada,
10:23hantam saja kiri kanan depan belakang,
10:26dan sekarang setelah satu setengah tahun lumbung padi sudah terbakar.
10:30Korupsi sudah terjadi.
10:32Dan kemudian kita membahas ini lagi berulang-ulang.
10:34Evaluasi tata kelola.
10:36Tata kelola itu dilakukan sejak hari pertama kebijakan itu diluncurkan.
10:41Sebagai bentuk evaluasi atau tidak melihat ada perbaikan?
10:43Tentu kita berharap ada evaluasi tentu saja.
10:46Menko Pangan Zulhas mengatakan salah satu, salah satu alasan mengganti pimpinan BGN adalah
10:54karena ditemukan pemberosan, ada tata kelola yang salah dan sebagainya.
10:58Kita dengarkan dulu pernyataan dari Menko Zulhas.
11:05Dan pada setiap titik akhirnya Presiden mendengar dan sudah mengambil keputusan
11:11diganti dengan manajemen yang baru istilah kita ya.
11:14Oleh karena itu perlu waktu penataan.
11:18Satu bulan ya, kalau 6 juta satu hari, maka satu bulan ada pengeluar lebih satu triliun pemborosan.
11:31Berarti kalau satu tahun berapa itu?
11:3312 triliun.
11:35Ini yang maka perlu penataan untuk ditata agar bisa diperbaiki dan diselesaikan.
11:45Saya mau ke Mas Edy.
11:47Mas Edy, tadi kan clear tuh ya, mengatasnamakan Presiden, menyampaikan bahwa alasannya jelas,
11:53copot, kemudian ada tata kelola yang salah.
11:56Tetapi saya ingin bertanya, satu bulan cukup ya untuk kerusakan yang begitu parah,
12:02gitu kan banyak sekali, atau Mas Edy mau menjelaskan seperti apa?
12:06Saya ingin mengistilahkan MBG ini ibaratnya sebuah bis besar.
12:13Bis besar, oke.
12:13Penumpangnya banyak, berjalan sudah.
12:16Kadang-kadang jalannya ugal-ugalan sehingga ada yang muntah,
12:20yang jarak jauh, jarak dekat, bayarnya tetap sama 6 juta, gitu.
12:26Nah sehingga akhirnya perlu dilakukan evaluasi.
12:28Setelah begitu banyak masukan dari masyarakat.
12:31Masyarakat memberikan masukan, pemerintah mendengar, pemerintah merespons.
12:37Caranya gimana? Kita moratorium dulu.
12:39Kita hentikan dulu pembangunan SPPG.
12:43Bahkan saat ini sudah terlihat, tercatat, ada 7 ribu unauthorized SPPG.
12:49Yang menyebabkan kerugian, disampaikan Pak Zulhas, 1 triliun per bulan.
12:53Nah disamping itu juga kemudian insentif mau yang kemudian memberikan makan bergizi gratis
13:02untuk 2 ribu anak, 1.500 anak, 500 anak, tetap dibayar 6 juta per hari.
13:08Insentif itu adalah evaluasi.
13:10Dihentikan mas.
13:11Sudah dihentikan.
13:13Nah kemudian termasuk juga bagi yang sekarang ini misalnya 8 juta.
13:17Ada 8 juta penerima yang salah.
13:19Jadi ibaratnya penumpang, ya ini dikurang-kurangin semuanya.
13:22Yang 8 juta dikurangin, turun gitu.
13:24Itu penghematannya sendiri 25 triliun.
13:27Nah sehingga masa ini dilakukan waktunya cukup untuk melakukan 2 hal.
13:32Di hulu kita lakukan penataan.
13:36Di hilir kita lakukan penguatan pengawasan.
13:40Nah jadi agar program ini yang manfaatnya dirasakan,
13:45dan saya tadi bicara mengenai empirical evidence,
13:48di dapil saya ada 1.050.000 penerima MBG.
13:55Ada 450 SPPG.
13:58SPPG.
13:58Empirical evidence dari 22 SPPG yang saya datangi,
14:03semua orang yang membutuhkan.
14:04Bahkan sekolah yang sempat terkena kejadian keracunan,
14:09itu pun merasa mereka tetap membutuhkan.
14:11Permasalahannya satu, kualitasnya perbaiki,
14:14jangan sampai terjadi lagi permasalahan seperti,
14:16jangan sampai ada terlambatan, jangan sampai keracunan, lain-lain.
14:19Tetapi overall program ini dibutuhkan,
14:23program ini merupakan salah satu program yang ditunggu oleh anak-anak di sekolah,
14:28tetapi memang kita akui, perlu penyempurnaan-penyempurnaan.
14:32Jadi overhaul ini yang dilakukan,
14:33bus ini berhenti dulu, overhaul dulu,
14:35supaya apa?
14:36Nantinya bisa melaju lebih baik lagi.
14:38Penumpang diangkut, betul-betul mereka-mereka yang memang layak.
14:40Persoalannya satu bulan cukup.
14:43Ini kan hanya,
14:44atau mungkin Pak Zul cuma sekedar memberikan dulu sementara,
14:47tapi nanti perlu kajian mendalam.
14:48Boleh saya tambahkan nggak?
14:49Saya.
14:50Silahkan, silahkan.
14:51Mungkin saya tambahkan.
14:53Perbaikan dan evaluasi termasuk moratorium.
14:56Ya.
14:57Itu, itu akan dilakukan sampai akhir tahun.
15:00Jadi sampai akhir tahun 2026 ini,
15:03tidak akan ada lagi penambahan.
15:06Tambahan SPPG?
15:06SPPG.
15:07Yang ada adalah evaluasi besar-besaran.
15:10Oke, saya kembalikan ke Mas Edeman.
15:11Jadi ingin melancangkan apa?
15:12Ya, jadi menurut saya memang hari ini,
15:15kita memang harus melakukan penataan,
15:17audit yang perlu diaudit,
15:19yang sekarang ini merasa bahwa SPPG-nya itu tidak bekerja dan baik,
15:24ugal-ugalan, terlambat pengiriman, dan lain-lain,
15:27wajib untuk bisa kemudian dilakukan evaluasi terhadap SPPG tersebut.
15:31Nah, setelah itu, pada saat dilaksanakan kembali,
15:34harus diperketat aspek pengawasannya.
15:38Penjelasan itu kan sudah rinci.
15:40Apa yang dikhawatirkan oleh MBG Watch,
15:42Anda dan kawan-kawan,
15:43sudah sangat dilakukan, direspon gitu.
15:47Tapi apa itu tidak cukup?
15:48Kenapa?
15:48Karena bagaimanapun ini janji kampanye Presiden,
15:51harus disampaikan.
15:52Anda melihat,
15:54apa yang kurang dari yang sudah dikerjakan?
15:56Paling tidak direspon dalam 1-2 minggu ini.
15:59Sepengetahuan saya tidak stop.
16:00Sepengetahuan saya masih berjalan.
16:01Pelaksanaan MBG itu tidak berhenti.
16:05Pelaksanaan MBG tidak berhenti.
16:07Tetapi SPPG yang sedang tahapan persiapan,
16:10itu memang stop dulu.
16:13Nah, kalau untuk SPPG yang sudah operasional,
16:16ya tetap berjalan.
16:17Jadi mungkin ini ada semacam koinsidensi,
16:21di mana ada rencana untuk moratorium
16:28persiapan pembangunan SPPG baru
16:30dengan distribusi anggaran untuk top up
16:34yang dipergunakan untuk operasional
16:36dari MBG di SPPG.
16:48Masih di Satmojade Forum,
16:50saya mau ke media.
16:52Tidak akan dihentikan.
16:55Tadi sudah dijelaskan oleh
16:56Bu Andri dan Mas Edi
16:58bahwa ada koreksi total
17:00sedang dilakukan,
17:01perintah langsung Presiden.
17:03Tapi Anda melihat bahwa tidak cukup.
17:07Maksudnya Anda ingin mengatakan
17:08bahwa MBG Awards,
17:10MBG adalah program yang harus dihentikan.
17:14Apa penjelasan Anda?
17:15Sekarang apa yang kami khawatirkan
17:17itu terbukti semua.
17:19Keracunan sudah terjadi,
17:20korupsi masif sudah terjadi.
17:23Bahkan ini jadi potensi
17:25salah satu skandal korupsi terbesar
17:27mungkin selama 10 tahun terakhir.
17:29Nah kita ingin pemerintah berpikir
17:32apakah ini dilanjutkan
17:34atau diberhentikan.
17:36Ini pertanyaan sederhana sekali.
17:38Jawabannya adalah dilanjutkan.
17:39Dengan catatan-catatan ada koreksi total.
17:41Sekarang masyarakat kan digiring
17:44pada evaluasi soal bagaimana.
17:46Bahwa dapur itu bermasalah,
17:49dapurnya banyak yang mengakali segala macam.
17:53Itu bicara soal how-nya.
17:55Tapi kita lupa bicara soal who-nya.
17:58Siapanya?
17:59Siapa penyelenggaranya?
18:01Siapa pemilik dapur itu?
18:04Kalau soal siapanya tidak diselesaikan.
18:06Bahwa pemilik dapur ini
18:08adalah mereka yang punya konflik kepentingan,
18:11bagian dari partai politik,
18:13ormas keagamaan,
18:15yayasan-yayasan terafiliasi dengan penguasa.
18:17Ini tidak akan selesai.
18:20Tidak akan selesai.
18:20Anda mungkin menyampaikan bahwa
18:22kalau mau dilanjutkan yang selama ini
18:24sudah terjadi harus dirombak total.
18:26Jelas harus dirombak total.
18:28soal siapa pelaksananya.
18:30Makanya dari awal itu kami selalu sampaikan.
18:32Serahkan saja pada sekolah.
18:35Sekolah.
18:36Kirim uangnya pada sekolah,
18:38dikelola oleh sekolah.
18:40Tapi ini kan tidak dilakukan.
18:41Karena rantainya jadi pendek
18:44dan tidak bisa dikorupsi.
18:46Itu kenapa dari awal kami dorong
18:48sekolah, sekolah, dan sekolah.
18:50Tapi kan tidak didengar oleh pemerintah.
18:52Bahkan kalau bicara soal efektivitas,
18:56soal target tepat sasaran
18:58yang sekarang digaungkan oleh pemerintah,
18:59itu sudah kami sampaikan sebelum MBG itu dilakukan.
19:02Saya menghitung detil
19:04angkanya berapa jumlah ibu hamil,
19:07jumlah balita,
19:08anak SD sampai SMA,
19:10itu totalnya 41 juta.
19:13Kalau hanya dihilangkan,
19:15kemudian dihilangkan SMA
19:16dan hanya anak SD saja,
19:18jumlahnya 26 juta.
19:20Kalau dilakukan oleh sekolah,
19:23dengan asumsi 8 ribu dan 2 ribu,
19:25kemudian marginnya,
19:27itu hanya 10 ribu.
19:28Pertahun,
19:29itu hanya 66 triliun.
19:31Kita tidak butuh 268 triliun
19:34anggaran besar-besaran
19:35yang dipangkas luar biasa ke daerah saat ini.
19:38Bahkan kalau boleh fair,
19:4066 triliun itu bisa diambilkan
19:41dari pajak progresif,
19:43dari royalti Minerva
19:44yang kemudian tidak didorong
19:46pada pajak kelas menengah dan kelas bawah.
19:48Ada banyak cara mengelola kebijakan ini.
19:51Tapi sekarang,
19:52ya seperti pepatahnya orang kampung,
19:55Uda Andree ya,
19:57menang sorak kampung tergadai.
20:00Kita sorakkan saja
20:01bahwa kita memberikan masyarakat makan rakyat,
20:04tapi sekarang fiskal kita defisit,
20:07APBN kita pontang-panting,
20:09kemudian sekarang,
20:10the damage has been done.
20:12Sudah ada pegawai SPPG yang direkrut,
20:16sudah ada yang berkontrak dengan pemerintah,
20:19dapur-dapur itu.
20:19Sudah ada yang mengajukan SPPG.
20:21Masalahnya sudah terlalu semraut.
20:24Who create persoalan ini?
20:29Government, pemerintah.
20:31Itu kenapa MBG World sebetulnya
20:33kami masyarakat sipil saja.
20:35Kami noise saja.
20:36Kami berharap sekali,
20:39Uda Andree, Mas Edy,
20:40yang kemudian memperjuangkan di DPR,
20:43bertarung dengan eksekutif.
20:45Sepanjang yang saya tahu,
20:48di kampus belajar bahwa
20:49legislatif itu menjalankan fungsi pengawasan.
20:52Pengawasan, fungsi pengawasan.
20:55Oke, saya ke Bung Andree.
20:58Bung Andree,
20:59kalau tadi sudah dijelaskan,
21:01bahwa ini harus jalan.
21:02Ya wajar lah,
21:03dari perspektif partai politik,
21:05ini janji kampanya boleh.
21:07Tetapi juga ada catatan besar,
21:10ini sudah kerusakannya sudah begitu parah.
21:13Nah, satu sisi,
21:14situasi ekonomi juga.
21:15mengatakan bahwa
21:17ini situasinya salah satunya adalah
21:18butuh kredibilitas fiskal.
21:21Salah satunya adalah soal
21:22politik anggaran,
21:23pengawasan anggaran.
21:25Nah,
21:25kalau ini tetap harus berjalan,
21:27kira-kira apa ya
21:28yang bisa ketemu
21:30jalan tengahnya,
21:31supaya dari sisi partai politik ini
21:33bisa terus jalan,
21:34masyarakat juga tadi
21:35disampaikan Bung Andree ingin,
21:36tapi apa,
21:38supaya tidak ada lagi
21:40kecurigaan,
21:40ada lagi trauma.
21:42Baik,
21:42saya jawab ya satu persatu.
21:44Saya mau masuk sebentar,
21:45sebelum masuk fiskal dan lain-lain,
21:47saya jawab dulu sedikit.
21:49Jadi tadi,
21:50ada beberapa item yang kita lakukan.
21:52Ditambah juga ada beberapa langkah lagi.
21:54Bahwa,
21:54ke depan,
21:56bahwa sekolah-sekolah elit
21:57dan siswa kaya
21:58itu diadakan untuk mendapatkan MBG.
22:02Penerimanya.
22:02Penerimanya dikurangi.
22:04Lalu selanjutnya,
22:06refocusing anggaran ini,
22:08kita tidak akan paksakan,
22:10MBG tidak dipaksakan
22:11untuk sampai hampir 90 juta
22:13di akhir 2020.
22:14Tapi akan lebih fokus
22:16mengejar
22:183B
22:19untuk mengurangi stunting
22:21dan juga daerah 3T.
22:23Daerah 3T tidak harus dengan APBN.
22:25Kita bisa bekerjasama
22:27dengan
22:29BUMN,
22:30swasta yang ingin menyumbang,
22:32juga
22:32kita juga bisa bekerjasama
22:34dengan kantin-kantin sekolah itu.
22:35Karena pada dimanfaatnya
22:36hanya sedikit.
22:37Lalu juga
22:38untuk memastikan
22:41ekonomi di bawah itu tumbuh.
22:43Karena rencana besar Pak Prabowo itu
22:46dari awal,
22:47bahwa MBG ini
22:4915.000 rupiah itu.
22:50harusnya kan hanya 2.000 rupiah itu dipakai oleh investor,
22:563.000 rupiah itu dipakai untuk membayar gaji 50 orang,
23:0010.000 rupiah yang disebutkan Mas Uda Media tadi,
23:05itu adalah menu yang dinikmati oleh tukang sayur,
23:10yaitu petani.
23:11Masukannya dari MBG Watch
23:12bahwa diserahkan kepada sekolah itu juga?
23:14Itu 10.000 rupiah.
23:15Jadi pertimbangan enggak?
23:15Jadi ya.
23:16Jadi intinya apa?
23:1785 persen
23:18uang MBG ini langsung ke masyarakat,
23:21ke rakyat.
23:22Ya bukan oleh diri.
23:23Nah untuk mengontrol itu sekarang,
23:25Mbak Nani sudah mewajibkan
23:27bahwa setiap SPBG,
23:29ini nanti pasca nih habis liburan sekolah nih,
23:32setiap SPBG itu minimal,
23:33punya vendor minimal
23:35UMKM itu 15.
23:37Supaya tidak ada monopoli,
23:39supplier,
23:40dan juga uang itu berputar.
23:41Nah saya ini,
23:43saya sudah berkeliling
23:45ke berbagai dapur.
23:47Daerah pemilihan saya ini
23:48Sumatera Barat Kampungnya Media.
23:49Daerah pemilihan itu
23:51Mas Anies Baswedan yang menang.
23:54Seharusnya itu daerah basis oposisi.
23:56Harusnya itu daerah menolak MBG.
23:58Basis oposisi.
23:59Iya dong?
23:59Karena yang menang Mas Anies.
24:02Tapi faktanya,
24:03saya berkeliling berbagai sekolah,
24:06saya sudah bertemu dengan ribuan siswa,
24:08dan ribuan orang tua,
24:10Alhamdulillah,
24:11mereka mendukung dan ingin
24:13MBG ini terus dilaksanakan.
24:16Oke.
24:16Artinya apa?
24:18Grace root,
24:19masyarakat,
24:20itu disumbat.
24:21Memang menginginkan.
24:22Jadi,
24:24yang menolak itu,
24:26tentu orang kaya.
24:28Pertama ya,
24:29orang kaya yang memang tidak pernah
24:31merasakan betapa sulit.
24:33Itu masih sangat diinginkan oleh masyarakat.
24:36Pernah saya berdebat,
24:37saya diundang oleh BEM Unan
24:39untuk diskusi di sekretariatnya.
24:41Saya datangi,
24:42Presiden BEM Unan,
24:43ada rekamannya itu di Instagram saya.
24:45Presiden BEM Unan bilang,
24:47ini sekolah ini menolak.
24:48Saya bilang sama Presiden BEM Unan itu,
24:50coba tunjuk sekolahnya mana,
24:52ayo kita datang ke sekolahnya,
24:54kita cek benar enggak
24:55sekolahnya menolak,
24:57siswanya menolak,
24:58orang tua menolak,
24:59gelagapan.
25:00Jadi,
25:01menurut saya,
25:01sebentar,
25:02saya harus jawab detail.
25:03Kasih kesempatan.
25:04Menurut saya,
25:06kita harus fair,
25:07bahwa memang masyarakat menginginkan.
25:08Lalu bicara fiskal.
25:09Saya ingin sampaikan,
25:10pengelolaan fiskal kita sangat baik.
25:13Antara realita,
25:15dan persepsi itu berbeda.
25:18persepsi di luar,
25:19seakan-akan ekonomi ini kita lagi sulit.
25:23Pengelolaan fiskal lagi bermasalah,
25:24itu persepsi yang dibangun.
25:26Oh, oke.
25:27Faktanya,
25:30fiskal kita dalam pengelolaan yang baik.
25:33Tapi ada survei Lidbang Kompas,
25:34yang baru saja dirilis,
25:37itu mengatakan bahwa 50% masyarakat
25:39menjalani kondisi ekonomi saat ini
25:40jauh dari kata baik.
25:42Nah, ini cerita kan fiskal tadi.
25:44Ya, ya.
25:45Saya ingin sampaikan bahwa,
25:47ini persepsi,
25:48karena ini kan narasi yang dibangun.
25:50Memang,
25:51akhirnya apa?
25:51Masyarakat mulai terpengaruh
25:53dengan narasi-narasi yang dibangun,
25:57persepsi yang dibangun,
25:59untuk memberikan komentar negatif pemerintah.
26:01Faktanya yang ada,
26:03pengelolaan fiskal kita sangat baik,
26:05ya ini dibuktikan,
26:06bagaimana kebijakan pemerintah
26:08terhadap DHE,
26:11DHE,
26:12dan DSI ini,
26:13itu berujung apa?
26:15Nilai tukar rupiah kita kembali.
26:17Sedang menuju lagi.
26:18IHSG kita muat,
26:19menunjukkan karena akan kembali
26:21doror-doror yang selama ini,
26:23oligarki-oligarki.
26:25Oke.
26:26Sebentar, itu wajib rakyat tau.
26:27Oligarki itu,
26:28menjual sumber daya alam Indonesia,
26:32mereka jual ke luar negeri,
26:34mereka taruh uangnya di luar negeri.
26:35Hanya Presiden Prabowo yang baru berani untuk itu.
26:39Saya berharap,
26:39kayak Selios ini juga menyuarakan itu.
26:42Mas Edy,
26:43sebagai partai koalisi tentu,
26:45tidak hanya sekedar mengatakan,
26:47oke ini baik,
26:48tapi punya kepentingan,
26:49punya pertanggung jawaban.
26:51Ada nggak kepikiran bahwa,
26:53oh ya bener juga,
26:54ini alokasi anggaran ini mungkin bisa juga
26:57disalurkan ke yang lain?
26:58Atau kalau pun harus berjalan,
26:59tidak sebanyak ini,
27:00tidak sebesar ini anggarannya?
27:02Mas,
27:04kita sebagai anggota partai koalisi,
27:06PAN itu tiga kali mendukung
27:09Prabowo Maju Pilpres.
27:11Dua kali belum berhasil,
27:13yang ketiga kali berhasil.
27:14Kita itu boleh dibilang sekarang
27:17sebagai sekutu sejati,
27:19dengan Gerindra.
27:20Paling loyal lah.
27:21Paling loyal.
27:22Artinya apa?
27:23Kita punya tanggung jawab yang paling besar
27:25bersama-sama Gerindra,
27:26untuk mensukseskan ini.
27:28Saya,
27:29Wakil Ketua TKN,
27:31ikut merancang kebijakan energi,
27:34transisi energi.
27:35Sekjenpan yang tanah tangan ke KPU.
27:36Dan kami juga ikut merancang
27:40program MBG ini.
27:41Jadi kita punya tanggung jawab yang sangat besar.
27:43Ini adalah program yang harus berhasil.
27:45Oleh karena itu tadi,
27:47saya mengistilahkan bis itu.
27:49Bis itu sekarang,
27:50tadinya supirnya agak ugal-ugalan.
27:52Ugal-ugalan.
27:53Sehingga akhirnya diganti supirnya.
27:55Termasuk anggota kru lain diganti.
27:58Nah, sekarang dengan adanya pengawasan.
28:00Penumpangnya juga macam-macam.
28:01Tadi kata media,
28:03kalau bisa, ya di...
28:04Penumpangnya tadinya,
28:068 juta dikurangi.
28:08Oke.
28:08Terus kemudian yang SMA dikurangi.
28:11Nah, sehingga akhirnya,
28:12yang sekarang ini lakukan adalah
28:13right sizing, right targeting
28:16dari penerima MBG ini.
28:19Nah, sehingga akhirnya,
28:20betul-betul yang akan menerima,
28:22itu adalah mereka-mereka yang betul-betul membutuhkan,
28:24berhak, dan memang paling dipentingkan
28:26untuk program MBG ini.
28:27Ini yang sekarang kita upayakan.
28:29Nah, butuh waktu memang,
28:30tetapi saya rasa kita sudah menuju
28:32ke dalam arah yang benar.
28:34Jadi kita sudah berada di dalam koridor benar
28:36untuk bisa mensukseskan MBG ini.
28:38Saya yakin ke depannya pasti akan ada tantangan.
28:40Pasti butuhkan penyempurnaan-penyempurnaan.
28:42Tetapi inilah,
28:44jadi sekarang kita kerjasama dengan
28:45teman-teman dari CSO,
28:47teman-teman dari media,
28:48dari analis,
28:49dari akademisi,
28:50untuk bisa saling mengingatkan
28:52dan saling memberitahu
28:53jika ada kekurangan-kurangan.
28:55Tapi bukannya sebaiknya,
28:57ini kan kompleksitasnya luar biasa ya.
28:59Tujuannya baik,
29:00terus kemudian sudah jadi
29:01atensi publik dan sebagainya.
29:03Apa nggak lebih baik
29:04moratorium itu keseluruhan dulu,
29:06ditahan dulu semuanya,
29:07untuk mendapatkan hasil
29:08dan pengecekan yang lebih baik?
29:11Kenapa harus cuma satu bulan?
29:13Ada hak-hak anak-anak?
29:14Ditahan dulu jawabannya,
29:15kita akan sambung usaha jeda,
29:16tetaplah di satu meja deforum.
29:18Kami concern pada efisiensi anggaran.
29:22Agar bisa tidak membebani
29:27anggaran negara pada saat ini,
29:29tetapi dengan tidak mengubah target
29:34dari yang kita berikan gizi.
29:40Efisiensi ini kami lakukan
29:42yang pertama melalui moratorium.
29:47Jadi per hari ini jumlahnya
29:49titik dapur yang operasional
29:51berdasarkan virtual account itu
29:5627877.
29:57Nah kita hentikan dulu ke situ.
30:00Kita akan tata.
30:02Kita tata
30:05apakah dapur ini
30:10melayani ini sudah
30:11bisa melayani sebetulnya
30:14dengan penerima manfaat yang ada
30:18atau sebetulnya malah kelebihan.
30:27Masih di satu meja deforum,
30:29Mas Jadis saya melanjutkan tadi.
30:32Kompleksitasnya luar biasa.
30:33Persoalannya tidak mungkin
30:35selesai dalam hitungan hari, bulan.
30:39PAN tidak melihat.
30:40Kalau dari pernyataan setahu kami,
30:43proses rapat ini juga ada di
30:45Kemenko-nya Pak Zul, ketum Anda.
30:47Sehingga berani mengatakan
30:48bahwa ada pemborosan 1 triliun
30:50dan ini perintah Presiden untuk diubah.
30:52Tapi proses perbaikannya
30:53rasanya terlalu singkat
30:55kalau hanya satu bulan.
30:57Saya kira banyak yang bisa kita capai
30:59dalam satu bulan.
31:00Pak Zul itu adalah
31:02Ketua Satgas Percepatan
31:04MBG, program MBG.
31:06Dan banyak yang sudah bisa dicapai.
31:08Termasuk hari ini beliau mengatakan
31:09bahwa ternyata ada
31:101 triliun pemborosan,
31:127 ribu unauthorized SPPG.
31:15Itu kan merupakan temuan-temuan
31:17yang bisa didapatkan segera.
31:19Nah yang dibutuhkan sekarang adalah
31:20betul-betul untuk bisa melihat
31:23di mana pengawasan itu harus diperketat.
31:25Dan memang pengawasan itu harus diperketat.
31:26Kita tata programnya,
31:28kita awasi pelaksanaannya.
31:30Tetapi yang penting tadi saya sampaikan
31:32right sizing, right targeting
31:34agar kita betul-betul bisa melihat
31:36bahwa kebutuhan sesungguhnya
31:39adalah sekian besar.
31:40Mas jadi catatan dari
31:41banyak kalangan
31:43setelah kejadian ini dan dari awal
31:45termasuk membuka MBG Watch adalah
31:46ini program besar
31:48dengan alokasi anggaran yang besar.
31:50Tetapi instrumen pengawasannya
31:52baru kelihatan sekarang.
31:53Kok sepertinya gampang sekali
31:55bikin tender, pengadaan motor,
31:58terus kemudian ada 1 miliar
31:59masuk dari awal.
32:01Kenapa partai koalisi?
32:02Karena tadi bicara bertanggung jawab,
32:04sudah dengar,
32:05tapi juga cari timing yang tepat
32:07atau seperti apa sebetulnya?
32:09Ya tentu kan kita secara logis
32:11kita menyampaikan pandangan-pandangan
32:13tetapi kan pada akhirnya
32:15karena ini adalah ranahnya
32:18pemerintah untuk memutuskan
32:19akhirnya kan diputuskan juga
32:21bahwa kemudian terjadi evaluasi besar-besaran
32:24terjadi perombakan besar-besaran
32:26untuk melakukan perbaikan.
32:28Tetapi jangan lupa
32:29ini adalah haknya
32:31anak-anak, ibu-ibu
32:33yang akan menerima MBG ini
32:36dan jangan sampai dihentikan.
32:37Saya kasih contoh satu.
32:39Suatu ketika saya pernah beracara
32:42di Dapil saya.
32:43Dihadir oleh ibu-ibu
32:44dalam jumlah yang besar sekali.
32:45Dapil masih di...
32:46Di Kota Bogor, Kabupaten Cianjur.
32:48Di Pulau Jawa.
32:48Di Pulau Jawa.
32:49Beda dengan Bung Andre, Bung Andre di luar Jawa.
32:51Di Kabupaten Cianjur.
32:53Mendadak di tengah-tengah acara
32:54separuh dari ibu-ibu itu hilang.
32:57Saya tanya kemana?
32:58Mereka itu kembali ke posyandu-posyandu
33:01untuk menunggu datangnya makanan.
33:03Dan ketika saya lihat satu persatu
33:06ternyata makanan itu bermutu, berkualitas.
33:09Itu masuk program MBG maksudnya?
33:11MBG.
33:11Oke, di posyandu.
33:12MBG yang dibagikan ke posyandu.
33:15Ibu-ibu.
33:15Oh, ibu-ibu hamil, ibu sui, ibu lansia, dan balita gitu ya.
33:20Jadi mereka berhak dan mereka senang.
33:22Antusias menerimanya.
33:24Jadi saya pikir ini program ini memang sudah
33:26pada dasarnya konseptualnya baik
33:29tetapi pelaksanannya itu mekanis pengawasan harus diperketatkan.
33:32Konseptualnya baik, pelaksanannya harus dikawasi dengan ketat.
33:36Saya boleh respon ya.
33:37Boleh dong, harus direspon.
33:39Soal stunting.
33:41Kalau kita lihat data,
33:44stunting paling besar itu Papua Pegunungan, 40%.
33:47Berapa jumlah SPPG di sana?
33:5113.
33:52Sulawesi Barat, stunting itu 35%.
33:55Jumlah SPPG di sana 177.
33:58Jawa Barat, stunting hanya 15%.
34:01Jumlah SPPG di sana 6.357.
34:05Jadi anggapan bahwa ini adalah program penanganan stunting.
34:10Jadi nggak masuk akal dengan data hari ini.
34:12Pelaksanaannya nggak tepat?
34:14Karena mungkin lebih banyak titik stunting di Papua.
34:15Karena lebih banyak di kota.
34:17Stunting itu ada di daerah 3T.
34:19Nah sekarang solusinya,
34:22kemudian dibangun SPPG 3T misalkan ya.
34:25Tadi Mas Edy membayangkan dengan bis sekolah ya.
34:29Jangan-jangan di daerah 3T itu nggak butuh bis sekolah.
34:33Di Kalimantan itu butuh listrik,
34:35jalan yang baik,
34:37pendidikan yang layak,
34:38kesehatan yang layak.
34:40Artinya ada variasi yang luar biasa
34:42dari kebutuhan anak-anak di seluruh Indonesia.
34:44Itu kenapa saya hanya ingin bilang,
34:47saya mau respon juga.
34:48Soal anggapan bahwa masyarakat mendukung MBG.
34:51Saya mungkin kalau boleh undang mungkin
34:53Mas Edy dan udah Andri untuk datang ke kampus-kampus.
34:57Cara melakukan riset preferensi publik.
35:02Nggak bisa kita hanya tanyakan,
35:04kamu suka nggak dengan MBG?
35:06Nggak bisa.
35:07Ada metodologinya.
35:09Karena kalau seandainya masyarakat ditanya,
35:12dapat makanan tentu lebih baik
35:14daripada tidak dapat makanan sama sekali.
35:16Pasti itu.
35:17Itu kenapa yang harus dilakukan adalah
35:19discrete choice method.
35:21Tawarkan pada mereka apa yang bisa dilakukan
35:24dan biarkan mereka memilih.
35:25Itulah yang kami lakukan di kampus.
35:28Apakah mereka butuh cash?
35:30Apakah butuh pendidikan gratis?
35:32Kesehatan yang layak?
35:34Dan beasiswa.
35:36Dan ternyata MBG itu ada di urutan keempat.
35:39Jadi saya hanya ingin bilang,
35:41kalau bicara soal keinginan masyarakat,
35:43harus berbasis dengan bukti yang empiris juga.
35:46Saya memahami,
35:47saya memahami ini nggak mudah.
35:49Program sebesar ini kemudian dikelola
35:52dengan cara yang seperti ini.
35:55Tapi menurut saya,
35:57kita ada jendela yang sangat sempit
36:00dan saya berharap Pak Presiden
36:02menghentikan program ini.
36:03Karena kalau seandainya tidak dihentikan
36:07dan pelaksananya masih punya konflik kepentingan,
36:10ini tidak akan selesai.
36:12Tahun 2027, 28, 29,
36:15kita akan berbicara masalah yang sama.
36:18Dan satu lagi Mas,
36:20saya meneliti tentang bantuan sosial
36:22di hampir seratusan negara seluruh dunia.
36:25Dan hanya di Indonesia
36:27yang setengah jumlah bantuan sosialnya
36:30itu dinikmati oleh penyelenggaranya.
36:33Kalau bicara soal hak anak-anak,
36:36itu bukan 8 ribu sebetulnya.
36:3815 ribu anggarannya.
36:40Dan 7 ribunya habis untuk penyelenggaraan.
36:44Dan hanya di Indonesia,
36:46penyelenggaraan memakan setengah
36:48dari bantuan sosial untuk hak masyarakat.
36:51Membahasakan ini ke masyarakat nggak mudah.
36:54Ini bahasa teknokratik
36:56yang juga harus dihitung dengan bahasa teknokratik.
37:00Ini bukan keputusan politik.
37:04Kalau seandainya politik
37:06dikombinasikan dengan teknokratik,
37:09itu hasilnya akan baik.
37:10Tapi yang terjadi sekarang,
37:12politik menjadi nomor satu
37:14dan satu-satunya pertimbangan
37:16dalam pelaksanaan MBG ini.
37:18Bung Andre, apa betul politik
37:20satu-satunya pertimbangan dalam MBG?
37:21Tentu tidak kan?
37:22Ini lebih kepada
37:24perjuangan seorang Presiden Prabowo
37:26yang tidak lagi ada
37:27orang-orang miskin dan sebagainya.
37:29Saya harus menjawab secara fair,
37:31menyeluruh.
37:33Tadi dibilang
37:34efisiensi dilakukan
37:36oleh pemerintah dengan menyisir anggaran
37:39itu semua dipakai untuk MBG.
37:41Itu tidak benar.
37:43Pemerintah Presiden Prabowo
37:45sejak mendapatkan mandat dari rakyat
37:47dan dilantik,
37:48dia memang melakukan penyisiran
37:50anggaran untuk melakukan efisiensi.
37:52dan diambil dari pendidikan.
37:54Bukan dari pendidikan.
37:55Iya, dari pendidikan.
37:56Contoh saja.
37:56Di Undang-Undang APBN
37:58Gantian 2026.
37:59Maksud saya gantian.
38:00pendidikan.
38:01Mas Tak, silakan dulu.
38:02Jadi, saya tidak berhenti.
38:04Saya tidak berhenti.
38:05Kita melakukan penyisiran.
38:08Banyak anggaran yang tidak bermanfaat,
38:11kita hentikan.
38:12Dan uang itu bukan hanya untuk MBG.
38:14Contoh saya kasih tahu.
38:16Bagaimana Presiden memberikan uang
38:20Menteri Pertanian minta.
38:22Pak, kita harus bantu petani
38:24supaya pupuknya murah
38:27dan pupuknya bisa dinikmati oleh petani.
38:30Itu diberikan berapa puluh triliun
38:32untuk diberikan untuk pupuk.
38:34Sehingga petani sekarang gampang mendapatkan pupuk
38:36dan jauh lebih murah.
38:38Lalu, petani bilang.
38:39Pak, bagaimana kita misalnya
38:42harga gabah selama ini sangat rendah.
38:45Petani selalu hidup dalam kemiskinan.
38:49Presiden, baru era Presiden Prabowo
38:51bilang, kita beli di 6.500.
38:53Itu pakai anggaran.
38:54Belum lagi irigasi.
38:57Itu disiapkan juga 12 triliun.
38:59Lalu perbaikan sekolah.
39:01Saya bilang sekolah tidak diperbaiki.
39:03Ada 14 triliun.
39:04Lalu puskesmas-puskesmas diberbagi desa,
39:06kampung-kampung diperbaiki.
39:07Bahkan rumah sakit tipe C
39:10diberbagi 3T
39:11dibangun oleh pemerintah.
39:13Listrik desa.
39:15Itu juga dilaksanakan.
39:17Jadi, jangan membangun narasi seakan-akan.
39:20Pemerintah itu hanya mengurus MBG.
39:21Semua.
39:22Bahkan kampungnya beliau nih.
39:23Satu kampung masih ada di Sumatera Barat.
39:25Siapa bilang efisiensi itu
39:27mengurai anggaran transfer ke daerah.
39:29Uang DAK-nya iya kurang.
39:32DAK-nya betul kan?
39:33DAK itu dirubah
39:34jadi impres jalan daerah,
39:36impres infrastruktur daerah.
39:37Sumatera Barat itu menikmati banyak.
39:40Untuk dana rehab-recon saja.
39:42Soal pengalaman.
39:44Dana rehab-recon saja.
39:45Untuk Sumatera Barat itu 18,9 triliun.
39:47Untuk merehab-recon Sumatera Barat.
39:49Belum lagi perbaikan jalan,
39:51jembatan,
39:52stadion Sumatera Barat yang rusak itu.
39:55Bertahun-tahun kita perbaiki.
39:56Sekarang tol juga akan dibangun.
39:58Rere kira-kira tapi.
39:59Jadi jangan bilang
40:00semua dihemat
40:02lalu pembangunan daerah gak ada.
40:03Saya kasih contoh di Kampung Mas Media aja Sumatera Barat.
40:06Daerah pemilihan saya.
40:07Itu luar biasa.
40:09Triliunan rupiah masuk untuk mengguyur Sumatera Barat.
40:12Jadi jangan kita bangun narasi
40:14efisiensi ini
40:16membuat pemerintah tidak ada kerjaan
40:18seakan-akan kerja pemerintah MBG.
40:20Termasuk kita membangun daerah gitu loh.
40:23Pertanyaannya adalah
40:24Jadi bukan hanya MBG.
40:26Bung Andre, ya betul.
40:27Tidak hanya MBG
40:28tapi fokus di MBG
40:29sehingga tema hari ini adalah
40:30gimana caranya supaya publik itu
40:32tidak selalu punya prasibu
40:34oh ini bancakan nih Parti Politik.
40:35Ini bancakan Parti Politik.
40:37Saya kira ini tantangannya.
40:38Karena di berbagai demo juga
40:40salah satu yang disuarakan itu.
40:42Bung Media dan kawan-kawan.
40:43Saya sepakat itu.
40:44Bung Media dan kawan-kawan.
40:45Jangan jadi bancakan.
40:46Itu juga sama menyurahkan itu.
40:48Tapi kemana masyarakat gak curiga
40:50karena
40:51siapa yang punya yayasan?
40:53TNI.
40:54Siapa yang punya yayasan?
40:55Polisi.
40:56Ada seribuan dapur polisi.
40:59TNI 400an
41:00dari target 2000.
41:02Siapa yang punya yayasan?
41:02Kalau partai Gerindra juga punya.
41:03Tentu saja.
41:04Semua partai punya kan?
41:05Jadi Suparno gak punya.
41:06Oh oke.
41:06Bisa pastikan itu.
41:07Oke.
41:08Jadi ngecek.
41:09Saya juga gak punya.
41:10Saya akan disambung setelah jadah.
41:12Kita akan cek lagi
41:13siapa saja yang punya
41:13dan sebaiknya siapa yang mengelola ini.
41:16Satu meja akan kembali setelah yang satu ini.
41:20Di bagian akhir
41:22saya akan minta
41:23Bung Andre untuk menyampaikan
41:24kalau memang ini harus dijalankan.
41:27Apa yang
41:28bisa meyakinkan publik
41:30bahwa
41:31kebocoran itu
41:33pemborosan itu
41:34penyelewengan
41:34ugal-ugalan
41:35anggaran
41:35bancakan itu
41:36tidak terjadi lagi.
41:37Ya tadi kan saya sudah jelaskan
41:39secara detail
41:39apa yang dilakukan
41:40pemerintah
41:41mulai kita melakukan
41:42moratorium.
41:43Tidak ada
41:44SPPG baru
41:45yang
41:46disetujui.
41:47Yang kedua
41:48kita
41:49melakukan
41:50besok ini stop semua
41:51liburan sekolah
41:53dapur semua off
41:54tidak ada yang bekerja
41:56lalu insentifnya juga
41:57sudah tidak ada
41:58kalau dulu kan
41:59besok pun stop
42:00tetap dapat insentif
42:01ini sudah tidak ada
42:02dan kita lakukan audit
42:04ya
42:04besar-besaran
42:05untuk
42:06mengatur
42:07bagaimana tata kelola ke depan.
42:09Partai Gerinda akan mengawasi ketat
42:10tentu kita akan awasi
42:11keberhasilan pemerintah Pak Prabowo
42:14adalah keberhasilan
42:14Partai Gerinda
42:15tentu kami
42:16akan sebagai gada terdepan
42:18untuk memastikan
42:19terjadi perbaikan
42:20tata kelolanya transparan
42:22dan tidak boleh
42:24ada jadi bancakan
42:25karena ini tujuan
42:26kebijakan ini
42:27tujuan yang mulia
42:28karena gini
42:28tujuan MBG itu apalah
42:30dalam tujuannya
42:31intinya apa
42:32untuk meningkatkan
42:33kualitas SDF
42:34salah satunya
42:35untuk menyiapkan
42:37perbaikan gizi
42:38dan juga tentu
42:40pendidik
42:40dan semuanya kita urus
42:41jadi
42:42sekali lagi
42:43pemerintah tidak hanya
42:44mengurus MBG
42:45apa keluhan dari
42:46Uda Media ini
42:47semua kita lakukan
42:49pembangunan sekolah
42:50komitmen
42:51untuk tidak lagi
42:52ada kebocoran
42:53rumah sakit
42:54listrik masuk desa
42:56jalan jembatan
42:57kita kerjakan
42:58bahkan saya kasih satu
43:0030 detik
43:01saya menyaksikan
43:02langsung Mas Media
43:04Presiden
43:04tanggal 20 Desember
43:05meresmikan
43:07jembatan Beli
43:07di Kayu Tanam
43:08yang hancur
43:09karena bencana alam
43:10jadi Presiden itu
43:11dekat kameramen ini
43:12lagi berjalan
43:13di depan
43:14tiba-tiba
43:15di atas jembatan
43:16saya di belakang
43:16sudah 20 detik
43:17tiba-tiba ada
43:18anak SD
43:1920 orang
43:21teriak
43:21Pak
43:22kami daerah sini
43:23belum dapat MBG
43:24jadi menunjukkan
43:26jadi menunjukkan
43:26bahwa
43:27masyarakat
43:28melihat
43:29bahwa program ini
43:30dibutuhkan
43:30saya mau ke Mas Yedi
43:32Mas Yedi dari
43:33PAN
43:33apa yang kira akan
43:35dilakukan
43:35karena ini bicara lagi
43:36tanggung jawab
43:36suksesnya Pak Probo
43:38sukses juga PAN
43:39saya kira diantara
43:40hal yang penting
43:41dilakukan
43:41selama masa
43:43moratorium ini
43:43untuk penyempurnaan
43:45program MB
43:45saya setuju
43:47dibuat
43:49sistem hybrid
43:49bisa dilakukan oleh sekolah
43:52bisa dilakukan oleh SPPG
43:53kalau transfer langsung
43:55saya khawatir
43:56nanti akan ada
43:57masyarakat yang terlewat
43:58kedua mungkin juga
43:59kalau transfer langsung
44:00itu nanti kalah
44:01kepentingan dengan
44:02kebutuhan rumah tangga
44:03yang lain
44:03ataupun tidak kemudian
44:05membuat
44:06ekonomi daerah itu
44:07bergerak
44:08itu yang pertama
44:10kedua
44:10emang kita harus memastikan
44:12bahwa rantai pasok
44:13ekonomi daerah itu
44:14bisa bergerak
44:15saat ini masih belum
44:16masih belum terlihat
44:17ini harus dipastikan
44:18dengan adanya
44:19misalkan saja
44:19satu SPPG harus punya
44:2015 UMKM
44:22yang mendukung
44:23itu nanti
44:23setelah otomatis
44:24akan bergerak
44:25kemudian juga
44:26pengawasan berjenjang
44:27seperti apa pengawasannya
44:28sampai dengan ke sekolah
44:30pengawasan
44:30jadi masing-masing
44:31bisa mengawasi
44:32kalau perlu
44:33kepala sekolah
44:34diberikan kebawanan
44:34untuk bisa melakukan
44:35evaluasi terhadap SPPG
44:37agar nanti SPPG
44:39penindakannya
44:39evaluasinya
44:41baik buruknya
44:41itu kepala sekolah
44:42bisa memberikan
44:43masukannya
44:44jadi saya kira
44:45itu termasuk juga
44:46mungkin ada
44:47ketika
44:48kita kemudian ingin
44:49melakukan penambahan
44:51penambahannya harus terukur
44:52acuannya harus jelas
44:53gitu
44:54kebutuhannya
44:55daerahnya
44:56dan lain-lain
44:57tetapi
44:57menurut saya
44:58sebagai program
44:59program ini
45:00dilaksanakan
45:01dengan tekad yang mulia
45:02dan diterima dengan baik
45:03sehingga
45:04merupakan wajiban kita
45:06untuk melakukan
45:07pengawasan
45:08dan mengawal
45:09secara baik
45:09agar ini bisa berhasil
45:10dengan lebih sempurna lagi
45:12MPG Watch
45:13dari dua
45:14Bapak ini
45:15mengatakan
45:16bahwa terus jalan
45:16MPG Watch
45:17apa yang akan dilakukan nanti
45:18sebetulnya
45:20kami bingung
45:21karena
45:23mau lapor ke DPR
45:24DPR punya dapur
45:26lapor ke polisi
45:28polisi dan TNI
45:29punya dapur
45:30jadi lapor ke siapa nih
45:31bahkan kita sampai
45:33kepikiran
45:33jalur
45:35bahkan kita
45:36kepikiran sampai
45:36ke jalur akhirat
45:37kita lapor
45:38kemudian
45:39ke MUI
45:40tapi ternyata pimpinan MUI
45:41juga rangkap
45:42jambatan komisaris
45:43dan punya konflik kepentingan
45:45ada banyak sekali
45:46konflik kepentingan
45:47bagaimana mungkin
45:48wasit ikut bermain
45:49jadi kami seperti
45:51berhadapan dengan
45:52tembok yang sama
45:53tapi Anda harus
45:54terus menyuarakan
45:55karena apa yang Anda
45:56lakukan
45:56sebetulnya saya berharap
45:57sekarang saya ingin
45:58mengeramkan pesan ini
45:59kepada Pak Prabowo
46:00sebetulnya
46:00ini disampaikan nanti
46:01saya gak tahu
46:02apakah akan sampai
46:03atau tidak
46:04tapi kalau bisa
46:05Pak Prabowo nonton
46:06Pak
46:07dengan segala
46:08kerendahan hati
46:09hentikan dulu
46:10MPG ini
46:11hentikan dulu
46:12atau hentikan seterusnya
46:14tergantung dari
46:15siapa yang akan
46:16melakukan
46:16kalau seandainya
46:17yang melakukan
46:18tetap
46:18ormas-ormas
46:20parpol yayasan
46:21yang punya konflik
46:21kepentingan
46:22kita gak akan
46:22kemana-mana
46:23maka perasyarat
46:24yang kami sampaikan
46:25selalu adalah
46:26pertama
46:27desentralisasi
46:28tata kelolanya
46:28berikan pada sekolah
46:30bahkan
46:31cash itu jauh lebih baik
46:32dalam konteks
46:33tidak akan
46:34dijadikan
46:35bancakan sama sekali
46:36karena tidak ada rentenya
46:37kemudian juga
46:38yang paling penting
46:39saya kira
46:40kita bicara audit
46:41audit audit
46:42tapi kita lupa ya
46:44bahwa sebetulnya
46:45yang harus diaudit
46:46lebih awal
46:46adalah
46:47pembuat kebijakan
46:48tertingginya
46:49itu kenapa
46:50kalau seandainya
46:50Pak Prabowo
46:51mendengar hari ini
46:52saya selalu memahami
46:54bahwa pemimpin yang baik
46:55itu bukan pemimpin
46:56yang punya salah
46:57tapi pemimpin yang
46:58mengakui kesalahan
47:00dan akui kesalahan ini
47:01hentikan kebijakan ini
47:03sampai
47:03kemudian
47:04kita bisa berbicara lagi
47:06lebih baik
47:07untuk kesejahteraan rakyat
47:08jangan lagi
47:09dibani masyarakat
47:10dengan kebijakan
47:11yang sangat tidak efisien
47:12terima kasih
47:12Bung Media
47:13terima kasih
47:13Mas Edi Sepano
47:14terima kasih
47:15Uda Andre
47:15Terima kasih
Komentar